Wawasan Mingguan Pasar Indonesia: Ingat Gajian, Ingat Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap di Raiz - Raiz Invest

Pasar saham dalam sepekan terakhir ditutup melemah dengan IHSG turun 0,52% dan LQ45 turun 2,68%. Pelemahan pasar saham terjadi dikarenakan aksi profit taking setelah IHSG ditutup menguat dalam 2 minggu terakhir. Di sisi lain, pelemahan saham-saham blue chip terjadi dikarenakan PPKM Level 4 yang kemungkinan akan diperpanjang oleh Pemerintah sehingga membuat prospek pertumbuhan ekonomi pada 3Q-2021 lebih rendah dari yang diperkirakan.

Kami meilihat, volatilitas pasar saham, terutama untuk indeks LQ45, masih akan berlanjut seiring dengan kemungkinan berlanjutnya PPKM Level 4 di Jawa dan Bali, dan investor asing yang hanya masuk sebesar Rp2 triliun selama bulan Juli, dibandingkan Rp4 triliun di bulan Juni.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Dari sisi obligasi, yield obligasi Pemerintah 10 tahun turun 1bps dalam sepekan terakhir. Penurunan yield obligasi dikarenakan oleh kelanjutan penurunan yield US Treasury 10 tahun yang sempat menyentuh level 1,22%. Pergerakan nilai tukar Rupiah yang stabil di kisaran Rp14.400 – Rp14.500 juga menjadi sentiment positif  bagi pasar obligasi. Selain itu, pasar obligasi masih didukung oleh Bank Indonesia dan nasabah institusi (seperti: asuransi, dana pensiun, BPJS TK, dll.).

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Performa pasar obligasi yang masih stabil cenderung menguat membuat investasi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap menjadi pilihan bagi Raizers untuk saat ini. Selain itu, volatilitas pasar saham yang cenderung masih tinggi membuat invetasi pada Reksa Dana Saham belum tepat, terutama saham-saham blue chip yang masih mengalami penurunan.

Bagi Raizers yang sudah menerima gaji di minggu lalu, tidak ada salahnya untuk menempatkan Sebagian dari gajinya pada Reksa Dana. Secara teori, 30% dari penghasilan harus diinvestasikan. Akan tetapi, Raizers tidak perlu mengikuti teori tersebut. Yang terpenting adalah Raizers harus menyisihkan sedikit dari penghasilan, berapapun jumlahnya untuk investasi pada Reksa Dana.

Apabila melihat data di atas, porsi dari penghasilan yang disisihkan dapat diinvestasikan  pada Reksa Dana Pendapatan Tetap. Reksa Dana Pendapatan Tetap terbukti stabil seiring dengan yield obligasi Pemerintah yang terus menurun dan volatitilias yang lebih rendah dibandingkan dengan Saham. Kita melihat investasi pada Reksa Dana Saham akan mulai menarik apabila PPKM Level 4 mulai diturunkan sehingga bisnis bisa kembali jalan seperti semula.

PRODUK PERFORMA 1 MINGGU PERFORMA (30 DECEMBER 2020 – 30 JULI 2021)
IHSG -0,52% 1,52%
LQ45 -2,68% -11,96
Yield SUN 10 tahun -1bps 41bps
PASAR UANG
Avrist Liquid Fund 0,05% 2,14%
Manulife Dana Kas Syariah 0,05% 1,64%
PENDAPATAN TETAP
Avrist Bond Fund 0,39% 1,50%
Manulife Syariah Sukuk Indonesia 0,19% 0,21%
SAHAM    
Avrist Indeks LQ45 -2,71% -10,74%

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp