Wawasan Mingguan Pasar Indonesia: IHSG Sudah Tembus Level 6.000, Saatnya Menambah Reksa Dana Saham - Raiz Invest

Pasar saham ditutup menguat dalam seminggu terakhir. IHSG ditutup menguat 2,20% dan LQ45 juga ditutup menguat 2,56%. Penguatan pasar saham, baik IHSG maupun LQ45 disebabkan oleh beberapa faktor:

  1. Bukalapak, sebagai perusahaan e-commerce pertama di Indonesia, yang melantai di bursa membuat tinggi antusiasme investor akan potensi saham-saham e-commerce yang juga akan ikut melantai di Bursa Efek Indonesia, seperti Gojek-Tokopedia, Traveloka, dll.
  2. Angka penambahan kasus COVID-19 yang mulai menurun membuat adanya kemungkinan penurunan PPKM Level 4 menjadi PPKM Level 3 sehingga berdampak terhadap pemulihan perekonomian
  3. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2Q-2021 yang tumbuh 7% yoy sehingga Indonesia secara resmi keluar dari zona resesi.

 

Selain faktor di atas, saham-saham big caps yang mayoritas masuk ke dalam LQ45, juga mengalami kenaikan dikarenakan valuasi sudah murah dibandingkan valuasi pada awal tahun ini.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Dari sisi obligasi, yield obligasi Pemerintah 10 tahun mengalami kenaikan tipis sebesar 1bps dalam satu minggu terakhir. Kenaikan yang terjadi pada pasar obligasi disebabkan oleh aksi profit taking dikarenakan yield obligasi menguat dalam 2 minggu terakhir. Kenaikan yield tidak disebabkan oleh faktor eksternal seperti nilai tukar Rupiah maupun pergerakan yield US Treasury 10 tahun. Nilai tukar Rupiah masih stabil di kisaran Rp14.300 – Rp14.400 dan yield US Treasury 10 tahun juga berada di kisaran 1,2% – 1,3%. Data inflasi bulan Juli juga masih stabil di 1,52% sehingga kenaikan yield yang terjadi dalam seminggu terakhir merupakan aksi profit taking.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Performa pasar obligasi yang mulai mengalami aksi profit taking memberikan kesempatan kepada Raizers untuk berpindah portofolio dari yang Reksa Dana Pendapatan Tetap ke Reksa Dana Saham. Kita melihat IHSG yang sudah menembus level 6.000 dan pertumbuhan ekonomi 2Q-2021 yang baik berdampak positif bagi saham.

Selain itu, berita yang keluar hari ini yang menyebutkan bahwa pusat perbelanjaan di Jawa dan Bali akan dibuka secara gradual dan pengunjung yang boleh masuk harus divaksin terlebih dahulu juga menjadi sentiment positif bagi pertumbuhan ekonomi pada 3Q-2021 dan pergerakan pasar saham ke depannya.

Sehingga, momentum ini memberikan waktu yang tepat bagi Raizers untuk berpindah portofolio dari yang berbasis pendapatan tetap ke portofolio berbasis saham. Apabila Raizers sudah memiliki Reksa Dana Saham, saatnya menambah saldo investasi kalian.

PRODUK PERFORMA 1 MINGGU PERFORMA (30 DECEMBER 2020 – 6 AGUSTUS 2021)
IHSG 2,20% 3,75%
LQ45 2,56% -9,71%
Yield SUN 10 tahun 1bps 0,42bps
PASAR UANG
Avrist Liquid Fund 0,05% 2,18%
Manulife Dana Kas Syariah 0,06% 1,70%
PENDAPATAN TETAP
Avrist Bond Fund 0,13% 1,64%
Manulife Syariah Sukuk Indonesia 0,20% 0,41%
SAHAM    
Avrist Indeks LQ45 2,59% -8,43%

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp