Wawasan Mingguan Pasar Indonesia (26-30 April) - Raiz Invest

Pasar saham dalam seminggu terakhir kembali mengalami tekanan jual. IHSG ditutup melemah 0,35% dan LQ juga ditutup melemah 1,00% dalam seminggu terakhir. Kami melihat pelemahan pasar saham dalam satu minggu terakhir disebabkan oleh investor yang menunggu hasil kinerja emiten di 1Q-2021 yang kita harapkan lebih baik dibandingkan tahun lalu dalam periode yang sama. Kami melihat tren pelemahan pasar saham masih akan berlanjut dalam minggu ini dikarenakan:

  1. Kerumunan orang dalam jumlah besar yang terjadi pada akhir minggu kemarin sehingga menimbulkan kekhawatiran akan peningkatan kasus COVID-19;
  2. Jumlah investor pasar saham yang lebih kecil dibandingkan investor crypto yang mencapai 4,2 juta investor. Kita melihat fenomena ini akan masih berlanjut seiring dengan meningkatnya digitalisasi dan minimnya sentiment domestik yang dapat meningkatkan kinerja pasar saham.

Walaupun demikian, ada beberapa berita positif yang dapat menjadi katalis bagi pasar saham:

  1. Indeks manufaktur PMI Indonesia di bulan April kembali meningkat signifikan ke level 54,6 dari 53,2 pada bulan Maret. Kenaikan ini menandakan kegiatan manufaktur Indonesia yang berangsur membaik sehingga menjadi berita positif bagi perekonomian Indonesia;
  2. Inflasi yang keluar hari ini diperkirakan akan masih rendah dari target Bank Indonesia walaupun meningkat sedikit karena seasonality menjelang Hari Raya Idul Fitri;
  3. Menteri Keuangan Sri Mulyani menetapkan defisit APBN tahun 2022 akan berada pada 4,51% – 4,85%. Kita melihat ini positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dimana Pemerintah masih berkomitmen untuk memberikan stimulus demi meningkatkan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Di sisi lain, pasar obligasi pada sepekan terakhir ditutup sedikit melemah dengan yield naik sebesar 3bps. Kenaikan yield obligasi Indonesia disebabkan oleh data pertumbuhan ekonomi Amerika yang kuat pada 1Q-2021. Dari domestik, investor asing kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia dalam seminggu terakhir dengan total inflow sebesar Rp 7,68 triliun MTD. Kita melihat pasar obligasi masih memiliki upside yang baik dengan yield US Treasury yang stabil dan DXY yang juga turun sehingga memberikan sentiment positif bagi obligasi negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sumber: DJPPR, Raiz Invest Indonesia

Dari global, data GDP Amerika pada 1Q-2021 yang tumbuh 6,4% qoq atau 0,4% yoy. Pertumbuhan ekonomi Amerika yang kuat pada kuartal pertama ini disebabkan oleh kenaikan konsumsi yang tumbuh signifikan sebesar 1,6% yoy pada 1Q-2021 dibandingkan kontraksi konsumsi sebesar 2,7% yoy yang terjadi pada 4Q-2020. Kenaikan konsumsi ini didorong oleh stimulus fiskal yang besar, program vaksinasi yang cepat (29,5% dari total populasi) dan kebijakan lockdown yang lebih terelaksasi.

Bank Sentral Amerika juga akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada level yang rendah dan tetap mempertahankan pembelian obligasi sebesar USD120 miliar setiap bulannya meskipun ada potensi kenaikan inflasi dikarenakan job market yang masih rendah dibandingkan sebelum pandemic COVID-19.

Investor domestik menunggu data GDP Indonesia yang akan keluar dalam bulan ini. Konsensus memperkirakan perekonomian Indonesia di 1Q-2021 masih akan mengalami kontraksi walaupun mengecil dibandingkan 4Q-2020 yang mengalami kontraksi 2,19% yoy. Konsensus memperkirakan GDP Indonesia pada 1Q-2021 kontraksi 0,84% yoy.

PRODUK PERFORMA 1 MINGGU PERFORMA (30 DECEMBER 2020 – 30 APRIL 2021)
IHSG -0,35% 0,28%
LQ45 -1,00% -4,40%
Yield SUN 10 tahun 3bps 58bps
PASAR UANG
Avrist Likuid Fund 0,06% 1,38%
Manulife Dana Kas Syariah 0,06% 1,00%
PENDAPATAN TETAP
Avrist Bond Fund 0,03% -1,17%
Manulife Syariah Sukuk Indonesia 0,08% -0,76%
SAHAM    
Avrist Indeks LQ45 -0,99% -3,84%

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

Disclaimer

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

 

Android/IOS

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Ada Pertanyaan? whatsapp