Tips Berhemat Zaman Now - Raiz Invest

Tips Berhemat Zaman Now

Pernahkah Anda mendengar peribahasa “hemat pangkal kaya”? Meskipun zaman sekarang sudah canggih, peribahasa klasik ini masih berlaku dan sebaiknya tetap Anda jalankan untuk masa depan yang cerah. Simak 5 tips hemat berikut agar Anda dapat berhemat.

  1. Buat daftar keperluan

Setiap kali Anda akan berbelanja, buatlah daftar barang yang akan dibeli. Misalnya sebelum Anda berbelanja keperluan mingguan atau bulanan ke supermarket, buatlah daftar belanjaan Anda terlebih dahulu supaya tidak ada yang terlupakan dan Anda tidak membeli barang yang sebenarnya tidak Anda perlukan. Jika Anda cermati, tidak jarang Anda membeli sesuatu karena dorongan sesaat (impulse shopping) – misalnya karena produk tersebut baru, kemasannya menarik, atau ada tawaran diskon, dan sebagainya. Daftar belanjaan membantu Anda menjaga disiplin agar Anda tidak terjerat pada fenomena impulse shopping.

Lebih baik lagi jika kemudian Anda mencocokkan pembelanjaan Anda dengan daftar belanja Anda setiap kali Anda selesai belanja. Selain untuk memantau berapa besar pengeluaran Anda, jika ternyata Anda melakukan impulse shopping, Anda juga dapat mengingatkan Anda sendiri untuk lebih disiplin di sesi belanja berikutnya.

  1. Kurangi/hindari jajan

Jajan mungkin merupakan bagian dari gaya hidup dan sarana untuk bersosialisasi. Tapi pernahkah Anda menghitung berapa dana yang Anda keluarkan setiap hari, setiap minggu atau setiap bulan untuk jajan? Secara harian mungkin jumlahnya relatif tidak besar, namun jika Anda jumlahkan untuk seminggu atau sebulan, tidak mustahil jumlahnya cukup signifikan, lho. Bayangkan jika Anda membeli makanan atau minuman tertentu setiap hari – misalnya secangkir kopi di warung kopi favorit Anda, atau camilan lainnya. Oh ya, jajan itu selain tidak sehat untuk kantong, juga tidak baik untuk kesehatan karena jajanan itu seringkali mengandung kadar gula, kolesterol atau zat-zat lainnya yang jika dikonsumsi secara berkesinambungan bisa memicu timbulnya penyakit kronis seperti kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah tinggi, stroke, dan lain-lain.

Nah, mungkin Anda kemudian bertanya, bagaimana caranya saya mengurangi jajan tanpa harus kemudian mati gaya alias jadi kurang pergaulan? Sebenarnya sah-sah saja jika Anda jajan sambil bersosialisasi; yang perlu diperhatikan adalah frekuensi alias seberapa sering. Jika Anda jajan setiap hari demi bersosialisasi, mungkin ada baiknya Anda pertimbangkan untuk menguranginya secara bertahap menjadi 3x seminggu, 2x seminggu, 1x seminggu dan seterusnya. Atau bisa juga Anda mengganti jajanan atau camilan Anda dengan makanan yang lebih sehat atau bahkan Anda siapkan sendiri. Menyiapkan sendiri makanan membantu Anda berhemat dan lebih sehat karena selain biayanya lebih rendah, Anda juga jadi menambah aktivitas fisik yang pada gilirannya akan membantu Anda menjadi lebih sehat.

  1. Hati-hati dengan tawaran promosi atau diskon

Promosi dan diskon adalah kiat dari penjual untuk menjaring konsumen dan inilah pemicu terbesar dari impulse shopping. Selain itu, seringkali penjual juga menerapkan teori psikologi yang dikenal dengan istilah scarcity principle, di mana konsumen didorong untuk segera membeli dengan alasan bahwa persediaan terbatas, atau bahwa promosi ini hanya berlangsung dalam waktu singkat. Karena “keterbatasan” ini, maka konsumen seringkali merasa takut kehabisan atau takut kehilangan kesempatan.

Trik lain yang akhir-akhir ini sering dilakukan oleh penjual adalah dengan melakukan midnight sale alias diskon di tengah malam. Midnight sale yang biasanya digelar pukul 21:00 hingga pukul 03:00 pagi keesokan harinya ini terbukti sukses menjaring konsumen dan mengerek penjualan. Mengapa demikian? Karena ternyata banyak konsumen yang sudah datang ke pusat perbelanjaan beberapa jam sebelum midnight sale (biasanya dengan alasan agar dapat parkir), dan sambil menunggu biasanya mereka makan malam dulu di restaurant yang ada di pusat perbelanjaan. Karena sudah meluangkan waktu dan usaha sebelum acara diskon digelar, maka begitu acara dimulai, tidak jarang konsumen kemudian tidak mau pulang dengan tangan hampa sehingga membeli barang-barang yang sebenarnya tidak ia butuhkan. Akibatnya, begitu kembali ke rumah barang tersebut tidak digunakan. Ujung-ujungnya buang uang dan waktu untuk sesuatu yang mubazir, kan?!

  1. Gunakan sarana transportasi umum

Dengan makin membaiknya infrastruktur dan bertambahnya sarana transportasi umum, makin tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak menggunakan sarana transportasi umum seperti bus, MRT, LRT dan lain-lain. Jika rutenya masih terbatas, Anda bisa menggunakannya selama periode tertentu, misalnya untuk pergi makan siang atau menghadiri pertemuan pada jam kerja. Misalnya jika Anda berkantor di kawasan Blok M, Anda bisa naik MRT untuk makan siang di kawasan Bunderan HI. Selain sehat (karena Anda harus berjalan dari kantor ke stasiun atau halte terdekat, demikian pula dari stasiun atau halte tempat Anda berhenti ke tempat tujuan akhir Anda), dengan menggunakan sarana transportasi Anda membantu melestarikan lingkungan karena Anda turut mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

  1. Bawa bekal dari rumah

Pernahkah Anda menghitung berapa pengeluaran bulanan Anda untuk makan siang? Anda mungkin akan terkejut karena angkanya tidak kecil, dan bahkan mungkin uang yang Anda keluarkan tidak sebanding dengan kualitas makanan yang Anda dapatkan. Cobalah membawa bekal dari rumah. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan bahan dan memasak, namun itu bisa disiasati dengan berbelanja dan memasak pada akhir minggu; siapkan beberapa makanan sekaligus dan simpan di dalam kulkas sehingga pada hari kerja Anda tinggal mengambil dan menghangatkannya. Atau bisa juga Anda menyiapkan makanan yang sederhana sehingga bisa Anda masak sebelum Anda berangkat kerja dalam waktu singkat. Selain lebih murah dan bersih, memasak juga bisa menjadi hobi yang menyenangkan. Banyak resep menarik di Internet yang bisa Anda coba, bahkan dalam bentuk tutorial video.

  1. Kumpulkan uang receh

Jika Anda menerima kembalian dalam bentuk uang logam, seringkali Anda malas mengambilnya karena memberatkan dompet Anda. Tapi pernahkah terpikir berapa jumlah yang terkumpul jika Anda menaruh uang kembalian tersebut dalam sebuah wadah (stoples, kaleng, kotak)? Pada Januari 2019 sepasang petani di Majalengka bahkan berhasil membeli 1 unit Toyota Rush dengan uang receh yang mereka kumpulkan selama 7 tahun! Seperti kata pepatah, “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.”

Tahukah Anda bahwa aplikasi Raiz memungkinkan Anda memiliki celengan uang receh secara digital? Melalui fitur Round-up atau pembulatan, Anda bisa mengumpulkan setiap selisih belanja Anda dan menginvestasikannya dalam bentuk unit penyertaan Reksa Dana. Cara kerja fitur pembulatan (round-up) Raiz adalah sebagai berikut:

  1. Saat kamu bergabung di Raiz, kamu akan diminta untuk mendaftarkan rekening bank sebagai Rekening Pendanaan – dari rekening ini dana kamu akan didebit untuk investasi dan jika kamu menarik dana maka dananya akan ditransfer kembali ke rekening ini.
  1. Selain Rekening Pendanaan, kamu juga akan diminta untuk mendaftarkan rekening bank dan/atau e-money sebagai Rekening Pembelanjaan. Rekening bank yang kamu daftarkan sebagai Rekening Pembelanjaan ini bisa sama dengan rekening bank yang kamu gunakan sebagai Rekening Pendanaan, bisa juga tidak.
  1. Setelah kamu mendaftarkan kedua rekening tersebut di atas, setiap kali kamu berbelanja menggunakan Rekening Pembelanjaan, Raiz akan mencatat pembulatan atas transaksi belanja tersebut. Jadi jika kamu mendaftarkan rekening bank A sebagai Rekening Belanja, maka Raiz akan mengambil pembulatan atas semua transaksi yang kamu lakukan dengan kartu debit atas rekening bank A tersebut.
  1. Pembulatan yang dilakukan Raiz adalah pembulatan ke atas (round up), ke kelipatan Rp 5.000 terdekat. Jadi jika kamu membeli secangkir kopi seharga Rp. 36.000 maka Raiz akan mencatat pembulatan sebesar Rp. 4.000 atas transaksi pembelian kopi ini.
  1. Raiz akan mengumpulkan pembulatan atas semua transaksi, dan jika pembulatan yang terkumpul sudah mencapai minimal Rp. 10.000 maka Rekening Pendanaan kamu akan didebit. Misalnya pembulatan yang terkumpul adalah sebesar Rp 19.000, maka Rekening Pendanaan kamu akan didebit sebesar Rp 19.000 dan dananya dibelikan unit penyertaan Reksa Dana.
  1. Pilihan Reksa Dana adalah sesuai dengan profil risikomu. Raiz menyediakan 3 pilihan Reksa Dana sesuai profil risiko: (1) Reksa Dana pasar uang untuk profil risiko Konservatif, (2) Reksa Dana Pendapatan Tetap/Berbasis Obligasi untuk profil risiko Moderat dan (3) Reksa Dana Indeks Saham untuk profil risiko Agresif.
Share via
Copy link
Powered by Social Snap