Selamat Tahun Baru 2022!! Saatnya Menentukan Tujuan Investasi yang Baru - Raiz Invest

Selama 2021, indeks LQ45 ditutup melemah 0,37%. Pelemahan yang terjadi di pasar saham selama tahun 2021 disebabkan oleh beberapa faktor di bawah ini:

  1. Munculnya varian Delta yang membuat Indonesia mengalami gelombang kedua kasus COVID-19;
  2. Penerapan PPKM Level 4 yang cukup lama sehingga membuat mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian berkurang;
  3. Perekonomian Indonesia yang keluar dari jurang resesi dengan GDP tumbuh 3,51% yoy pada Triwulan III 202; dan
  4. Dana investor asing yang masuk sebesar Rp37 triliun selama 2021.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Di sisi lain, pasar obligasi juga bergerak melemah selama tahun 2021 yang tercermin dari yield obligasi Pemerintah 10 tahun yang naik 51bps ditutup di level 6,45%. Pelemahan yang terjadi di pasar obligasi selama 2021 disebabkan oleh:

  1. Dana investor asing yang terus keluar dari pasar obligasi dengan kepemilikan asing terhadap SUN turun menjadi 19%;
  2. Likuiditas domestik yang masih banyak dari perbankan dan Bank Indonesia;
  3. Suku bunga acuan dan nilai tukar Rupiah yang stabil; dan
  4. Tingkat inflasi yang terjaga.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Bagaimana dengan prospek investasi Reksa Dana di tahun 2022?

Raizers tetap harus berinvestasi karena investasi pada Reksa Dana merupakan investasi jangka panjang yang harus dilakukan secara terus – menerus dan secara rutin. Raizsers perlu mengetahui bahwa di bulan Januari terdapat JANUARY EFFECT.

Apa yang dimaksud dengan January Effect? January Effect adalah periode berlanjutnya kenaikan pasar saham di bulan January setelah di bulan Desember mengalami Window Dressing. Mari kita lihat performa IHSG, LQ45 dan yield SUN 10 tahun di bulan Januari selama 10 tahun terakhir:

Kalau kita lihat berdasarkan data pergerakan pasar saham dan pasar obligasi selama 10 tahun terakhir di bulan Januari, terdapat 64% probabilitas kedua pasar mengalami kenaikan kinerja. Walaupun demikian, kami lebih cenderung melihat kinerja pasar saham akan lebih baik dibandingkan dengan pasar obligasi di tahun 2022.

Faktor – faktor di bawah ini yang kita perkirakan akan membuat kinerja pasar obligasi akan sedikit mengalami koreksi atau volatilitas:

  1. Kenaikan inflasi;
  2. Potensi kenaikan suku bunga acuan atau BI 7D-RRR;
  3. Rencana tapering yang akan dilakukan oleh Federal Reserve; dan
  4. Dana investor asing yang masih terus keluar dari pasar obligasi.

Di sisi lain, faktor – faktor di bawah ini yang kita perkirakan akan membuat kinerja pasar saham akan lebih baik di tahun 2022:

  1. Kenaikan harga komoditas;
  2. Berlanjutnya arus dana investor asing yang masuk ke pasar saham (investor asing telah masuk ke pasar saham sebesar Rp37 triliun YTD di 2021);
  3. Likuiditas domestik yang masih tinggi; dan
  4. Normalisasi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Dengan faktor – faktor di atas, mari kita lihat prospek Reksa Dana di bulan Januari 2022:

  1. Reksa Dana Pasar Uang (Konservatif dan Amanah): suku bunga deposito berpotensi naik apabila suku bunga acuan naik. Kendati demikian, kami melihat suku bunga deposito akan cenderung stagnan di tahun 2022.
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Moderat, Moderat Plus dan Sukuk): dengan potensi kenaikan inflasi dan suku bunga BI 7D-RRR, potensi imbal hasil Portofolio Moderat akan cenderung mengalami fluktuasi.
  3. Reksa Dana Saham (Agresif): imbal hasil Portofolio Agresif akan membaik di tahun 2022 dengan beberapa sentiment positif di atas yang telah kami sebutkan.

Sehingga, rekomendasi kami bagi Raizers adalah untuk memindahkan dana investasinya ke Portofolio Agresif untuk dapat menikmati potensi imbal hasil dari January Effect.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp