Perbedaan Reksa Dana Konvensional dan Reksa Dana Syariah - Raiz Invest

Halo Raizers,

Topik blog kali ini akan mengangkat tema yang sederhana akan tetapi belum tentu semua orang mengetahui perbedaan antara Reksa Dana Konvensional dan Reksa Dana Syariah.

Pada pasar Reksa Dana terdapat 2 (dua) jenis Reksa Dana yaitu Reksa Dana Konvensional dan Reksa Dana Syariah. Apa sih perbedaannya?

  1. Reksa Dana Konvensional: Reksa Dana yang dapat berinvestasi di semua jenis efek keuangan, seperti saham, obligasi dan deposito dengan batasan-batasan investasi sebagaimana ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  2. Reksa Dana Syariah: Reksa Dana yang hanya dapat berinvestasi di efek keuangan sesuai dengan kaidah dan prinsip Syariah atau dalam Daftar Efek Syariah (DES), dan tentunya masih terikat dengan batasan investasi yang ditetapkan oleh OJK

Wah, ada terminologi baru nih yaitu Daftar Efek Syariah (DES). Apa sih DES itu? DES merupakan panduan investasi bagi Reksa Dana Syariah dalam menempatkan dana kelolaannya serta juga dapat dipergunakan oleh investor yang mempunyai keinginan untuk berinvestasi pada portofolio efek Syariah. Adapun efek yang dapat dikategorikan sebagai DES adalah:

  1. Surat berharga Syariah yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia;

 

  1. Efek yang diterbitkan oleh emiten atau perusahaan publik yang menyatakan kegiatan usaha serta cara pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip Syariah sebagaimana tertuang dalam anggaran dasar;

 

  1. Sukuk yang diterbitkan oleh emiten termasuk obligasi Syariah yang telah diterbitkan oleh emiten sebelum ditetapkannya peraturan ini;

 

  1. Saham Reksa Dana Syariah; dan

 

  1. Efek investasi Syariah lainnya.

Bagaimana dengan efek berupa saham, termasuk hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) Syariah dan waran Syariah, yang diterbitkan oleh emiten atau perusahaan publik tetapi tidak menyatakan kegiatan usaha serta cara pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip Syariah? Sepanjang emiten atau perusahaan publik memenuhi syarat dibawah ini, maka emiten atau perusahaan publik dapat dikategorikan sebagai saham Syariah:

  1. Tidak melakukan kegiatan usaha perjudian, jasa keuangan ribawi, barang haram dan mudarat, tidak melakukan investasi pada perusahaan yang pada saat transaksi tingkat (nisbah) hutang perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan dari modalnya, kecuali investasi tersebut dinyatakan kesyariahannya oleh DSN-MUI;

 

  1. Memenuhi rasio-rasio keuagan sebagai berikut:
    • Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45% (empat pulih lima per seratus);
    • Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10 persen (sepuluh per seratus).

Apabila kita simpulkan perbedaan antara Reksa Dana Konvensional dan Reksa Dana Syariah adalah sebagai berikut:

Mari kita lihat efek yang ada pada masing-masing Reksa Dana Konvensional dan Reksa Dana Syariah:

  1. Reksa Dana Konvensional
  • Reksa Dana Pasar Uang: Reksa Dana berbasis Deposito dan instrumen Pasar Uang. Deposito yang menjadi efek dari RDPU Konvensional bisa bank konvensional dan/atau bank Syariah. Demikian juuga dengan instrumen Pasar Uang, bisa instrumen Pasar Uang konvensional dan/atau instrumen Pasar Uang Syariah.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap: Reksa Dana yang berbasis obligasi Pemerintah atau obligasi korporasi. Efek yang bisa masuk ke dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap konvensional adalah obligasi Pemerintah, sukuk Pemerintah, obligasi korporasi dan sukuk korporasi.
  • Reksa Dana Saham: Reksa Dana yang berbasis saham dan dapat dikombinasikan antara saham Syariah (terdafatar pada DES) dan non-Syariah.
  1. Reksa Dana Syariah
  • Reksa Dana Pasar Uang: Reksa Dana berbasis Deposito bank Syariah dan instrumen pasar uang Syariah
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap: Reksa Dana berbasis obligasi Syariah Pemerintah dan/atau sukuk korporasi
  • Reksa Dana Saham: Reksa Dana berbasis saham Syariah yang ada pada DES.

Investasi pada Reksa Dana Konvensional ataupun Reksa Dana Syariah merupakan pilihan berdasarkan risiko profil masing – masing investor.

Memang kinerja Reksa Dana Konvensional lebih tinggi dibandingkan Reksa Dana Syariah karena beberapa emiten saham maupun obligasi tidak dapat masuk ke Reksa Dana Saham. Akan tetapi, keduanya memiliki tingkat resiko yang sama sehingga, sebelum memilih Reksa Dana, Raizers perlu memahami risiko profil dan mengerti risiko yang dihadapi masing-masing jenis Reksa Dana.

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

 

 

Android/IOS

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp