Pelemahan Pasar Modal: Parkirkan Dana Investasi Anda di Reksa Dana Pasar Uang - Raiz Invest

Indeks LQ45 kembali mengalami pelemahan dengan turun 2,09% dalam sepekan terakhir. Penurunan pasar saham yang terjadi disebabkan oleh:

  1. Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75bps (terbesar sejak 1994);
  2. Probabilitas perekonomian Amerika untuk masuk ke zona resesi meningkat; dan
  3. Outflow sebesar Rp0,6 triliun dalam sepekan terakhir.

 

Volatilitas yang terjadi di pasar saham pada saat ini akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan dikarenakan sentiment negatif dari resiko stagflasi yang kemungkinan terjadi dengan potensi kenaikan inflasi Indonesia seiring dengan pelemahan ekonomi global (yang disebabkan oleh supply disruption), kenaikan harga pangan dan energi, dan penguatan USD.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

 

Pasar obligasi juga mengalami perlanjutan pelemahan seperti yang terjadi di pasar saham. Yield SUN 10 tahun melemah 24bps dalam seminggu terakhir dan ditutup di level 7,52% pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu. Pelemahan yang terjadi pada pasar obligasi disebabkan oleh:

  1. Pelemahan nilai tukar Rupiah ke Rp14,820; dan
  2. Outflow sebesar Rp6,75 triliun dalam seminggu terakhir.

Investor pasar obligasi menunggu langkah Bank Indonesia dalam menentukan arah suku bunga 7DRRR. Faktor – faktor seperti kenaikan harga bahan pangan dan energi akan memicu kenaikan inflasi domestik dan Bank Indonesia, sampai saat ini, belum menaikkan suku bunga acuannya dikarenakan data inflasi yang masih terjaga. Akan tetapi, ada kemungkinan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga guna menghadapi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap USD.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

 

Volatilitas yang terjadi di pasar saham dan pasar obligasi, menurut kita, masih akan berlanjut untuk beberapa waktu ke depan. Resiko stagflasi di tengah tingginya inflasi dan pelemahan ekonomi global, pelemahan mata uang Rupiah terhadap USD akan membuat Bank Indonesia berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk menaikkan suku bunga 7DRRR.

Walaupun volatilitas di pasar saham dan pasar obligai sedang menguat, investasi pada Reksa Dana harus tetap berjalan. Raizers dapat memindahkan dana investasi pada Reksa Dana Pasar Uang sambil menunggu volatilitas pasar saham dan pasar obligasi menurun. Atau Raizers dapat menambah dana investasi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap atau Reksa Dana Saham untuk mendapatkan potensi imbal hasil yang maksimum ketika pasar saham dan pasar obligasi berbalik arah.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.

 

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp