Invest the spare change

Bring to the table win-win survival strategies to ensure proactive domination. At the end of the day, going forward, a new normal that has evolved from generation.

Recurring atau cicilan investasi, di mana kamu memberikan persetujuan bagi Raiz untuk mendebit rekening bank atau e-wallet yang kamu daftarkan ke Raiz dalam jumlah tertentu secara rutin (harian, mingguan, atau bulanan) untuk diinvestasikan ke Reksa Dana.

Roundup atau pembulatan, di mana setiap kali kamu berbelanja menggunakan kartu debit dan/atau e-wallet yang telah kamu daftarkan ke Raiz, Raiz akan mencatat pembulatan atas transaksi belanja tersebut. Jika pembulatan yang terkumpul sudah mencapai paling sedikit Rp 10 ribu, maka dana di rekening bank atau e-wallet yang telah kamu daftarkan sebagai sumber pendanaan akan didebit dan diinvestasikan ke Reksa Dana.

Pasar naik dan pasar turun. Ini adalah hal yang normal, dan dikenal sebagai volatilitas atau risiko pasar. Filosofi Raiz adalah berinvestasi dalam jumlah kecil secara teratur, bahkan saat kondisi pasar sedang jatuh karena ini dapat membantu Anda mengatasi penurunan di pasar dan merupakan salah satu kunci untuk meraih keseimbangan yang lebih sehat dalam jangka panjang.

Untuk memasarkan maupun mengelola Reksa Dana, Manajer Investasi secara berkala menerbitkan berbagai macam dokumen, seperti prospektus, product card, dan fund fact sheet (FFS).

Apa saja informasi yang disajikan dalam suatu FFS dan bagaimana investor menyikapi informasi yang disaiikan dalam dokumen tersebut? Dalam artikel ini penulis mencoba membedah isi FFS dan mengulas informasi yang terkandung di dalamnya. 

Pernahkah Anda benar-benar membutuhkan uang, tetapi ternyata dompet Anda kosong? Tidak peduli seberapa banyak uang yang Anda miliki, membelanjakannya dengan bijak membantu Anda untuk memaksimalkan uang Anda. Ikuti 10 tips berikut ini agar Anda dapat berhemat dan berbelanja dengan bijak:

Pernahkah Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi di pasar modal, tetapi keraguan dalam benak Anda? Mungkin Anda pikir Anda tidak punya cukup uang, atau mungkin Anda terus mendengar bahwa Anda masih terlalu muda untuk berinvestasi.

Beberapa hari belakangan ini penulis sering mendengar keluhan investor yang mengklaim bahwa ia tidak mengetahui resiko-resiko investasi terkait produk reksa dana yang dibelinya. Celakanya lagi, dalam kondisi pasar yang sedang ambruk dan sangat bergejolak banyak investor yang mengkhawatirkan nasib dananya sehingga ketidaktahuannya akan resiko investasi sering membuatnya kesal atau bahkan marah karena merasa diperdayai oleh MI atau agen penjual reksa dana.

Berdasarkan pengalaman berinteraksi dengan banyak investor, pertanyaan “Harusnya kan MI bisa memprediksi kalau market akan jatuh, jadi seharusnya mereka bisa jual sahamnya dulu – bisa juga cut loss – nanti baru beli kembali di harga yang lebih rendah. Kenapa didiamkan saja portofolionya?” sering mengemuka dan sering menjadi

Share via
Copy link
Powered by Social Snap