Invest the spare change

Bring to the table win-win survival strategies to ensure proactive domination. At the end of the day, going forward, a new normal that has evolved from generation.

Keseruan di Raiz ngga ada abisnya, Raiz sekarang berkerjasama dengan LinkAja untuk berbagi Cashback Saldo LinkAja sampai dengan Rp5.000!

Untuk ikutan promo ini kamu perlu download aplikasi LinkAja dan membuat akun terlebih dahulu.

Akun Full Service bisa mendapatkan Cashback Rp5.000: 

1.    Lakukan 1x transaksi investasi minimal Rp300.000 dengan menggunakan metode pembayaran LinkAja

2.    Cashback akan diberikan kepada 8.500 pengguna pertama dari seluruh partner Investasi LinkAja

Untuk mengaktifkan LinkAja Full Service, langsung saja baca link ini: https://www.linkaja.id/faq

Periode Transaksi:

1 Januari – 31 Januari 2022

Syarat dan ketentuan: 

1. Promo ini hanya berlaku untuk 1x penggunaan setiap nasabah

2. Saldo bonus akan diberikan maksimal 3×24 jam sejak transaksi pembayaran menggunakan LinkAja dinyatakan berhasil. Jika terdapat kendala dalam penerimaan cashback, dapat mengkonfirmasi melalui Call Center LinkAja: 150911

3. Jika Raizer menggunakan promo ini dengan APERD lain, maka promo ini tidak bisa dipakai dengan berinvestasi di Raiz

4. LinkAja berhak membatalkan pemberian reward cashback LinkAja apabila pengguna tidak memenuhi atau melanggar syarat dan ketentuan yang berlaku dan/atau terindikasi melakukan kecurangan dalam bentuk apapun.

5. LinkAja dapat mengubah promo sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan yang akan diinfokan terlebih dahulu melalui website www.linkaja.id.

Pernikahan adalah hal yang diimpikan bagi pasangan yang ingin hidup berdampingan. Biaya pernikahan sebenarnya murah, tetapi ada beberapa orang yang ingin membuat pesta pernikahan yang megah dengan alasan acara pernikahan adalah acara sekali dalam seumur hidup.

Nah mendingan buat acara sederhana aja trus sisa tabungannya bisa dipake untuk kehidupan setelah pernikahan. Kamu bisa loh dengan biaya Rp20 Juta mengadakan acara pernikahan sederhana.

Kamu bisa investasi rutin mingguan di Reksa Dana daripada nabung di Bank, simak perbedaannya di bawah ya.

Kamu bisa dapat Rp1,7 jutaan lebih jika kamu menabung di Reksa Dana Pasar Uang dibanding di Bank. Uang itu bisa kamu pake kan buat bulan madu sama pasangan kamu. Yuk aktifkan Investasi Berkalamu sekarang!

Selama 2021, indeks LQ45 ditutup melemah 0,37%. Pelemahan yang terjadi di pasar saham selama tahun 2021 disebabkan oleh beberapa faktor di bawah ini:

  1. Munculnya varian Delta yang membuat Indonesia mengalami gelombang kedua kasus COVID-19;
  2. Penerapan PPKM Level 4 yang cukup lama sehingga membuat mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian berkurang;
  3. Perekonomian Indonesia yang keluar dari jurang resesi dengan GDP tumbuh 3,51% yoy pada Triwulan III 202; dan
  4. Dana investor asing yang masuk sebesar Rp37 triliun selama 2021.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Di sisi lain, pasar obligasi juga bergerak melemah selama tahun 2021 yang tercermin dari yield obligasi Pemerintah 10 tahun yang naik 51bps ditutup di level 6,45%. Pelemahan yang terjadi di pasar obligasi selama 2021 disebabkan oleh:

  1. Dana investor asing yang terus keluar dari pasar obligasi dengan kepemilikan asing terhadap SUN turun menjadi 19%;
  2. Likuiditas domestik yang masih banyak dari perbankan dan Bank Indonesia;
  3. Suku bunga acuan dan nilai tukar Rupiah yang stabil; dan
  4. Tingkat inflasi yang terjaga.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Bagaimana dengan prospek investasi Reksa Dana di tahun 2022?

Raizers tetap harus berinvestasi karena investasi pada Reksa Dana merupakan investasi jangka panjang yang harus dilakukan secara terus – menerus dan secara rutin. Raizsers perlu mengetahui bahwa di bulan Januari terdapat JANUARY EFFECT.

Apa yang dimaksud dengan January Effect? January Effect adalah periode berlanjutnya kenaikan pasar saham di bulan January setelah di bulan Desember mengalami Window Dressing. Mari kita lihat performa IHSG, LQ45 dan yield SUN 10 tahun di bulan Januari selama 10 tahun terakhir:

Kalau kita lihat berdasarkan data pergerakan pasar saham dan pasar obligasi selama 10 tahun terakhir di bulan Januari, terdapat 64% probabilitas kedua pasar mengalami kenaikan kinerja. Walaupun demikian, kami lebih cenderung melihat kinerja pasar saham akan lebih baik dibandingkan dengan pasar obligasi di tahun 2022.

Faktor – faktor di bawah ini yang kita perkirakan akan membuat kinerja pasar obligasi akan sedikit mengalami koreksi atau volatilitas:

  1. Kenaikan inflasi;
  2. Potensi kenaikan suku bunga acuan atau BI 7D-RRR;
  3. Rencana tapering yang akan dilakukan oleh Federal Reserve; dan
  4. Dana investor asing yang masih terus keluar dari pasar obligasi.

Di sisi lain, faktor – faktor di bawah ini yang kita perkirakan akan membuat kinerja pasar saham akan lebih baik di tahun 2022:

  1. Kenaikan harga komoditas;
  2. Berlanjutnya arus dana investor asing yang masuk ke pasar saham (investor asing telah masuk ke pasar saham sebesar Rp37 triliun YTD di 2021);
  3. Likuiditas domestik yang masih tinggi; dan
  4. Normalisasi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Dengan faktor – faktor di atas, mari kita lihat prospek Reksa Dana di bulan Januari 2022:

  1. Reksa Dana Pasar Uang (Konservatif dan Amanah): suku bunga deposito berpotensi naik apabila suku bunga acuan naik. Kendati demikian, kami melihat suku bunga deposito akan cenderung stagnan di tahun 2022.
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Moderat, Moderat Plus dan Sukuk): dengan potensi kenaikan inflasi dan suku bunga BI 7D-RRR, potensi imbal hasil Portofolio Moderat akan cenderung mengalami fluktuasi.
  3. Reksa Dana Saham (Agresif): imbal hasil Portofolio Agresif akan membaik di tahun 2022 dengan beberapa sentiment positif di atas yang telah kami sebutkan.

Sehingga, rekomendasi kami bagi Raizers adalah untuk memindahkan dana investasinya ke Portofolio Agresif untuk dapat menikmati potensi imbal hasil dari January Effect.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Pasar saham kembali ditutup melemah dalam sepekan terakhir. IHSG ditutup melemah 0,59% sementara LQ45 turun 0,90% dalam seminggu terakhir. Pelemahan yang terjadi di pasar saham dalam seminggu terakhir disebabkan oleh dana investor asing yang belum kembali masuk ke pasar saham. Di sisi lain, investor saham juga dihadapkan dengan potensi kenaikan inflasi dan suku bunga di tahun 2022 (keduanya merupakan sentiment negatif bagi pasar saham).

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Di sisi lain, pasar obligasi bergerak menguat dalam sepekan terakhir. Yield obligasi Pemerintah 10 tahun turun 4bps ke level 6,37% pada penutupan akhir minggu lalu. Penguatan yang terjadi pada pasar obligasi disebabkan oleh likuiditas investor domestik yang masih tinggi dapat mendukung pasar obligasi. Selain itu, kita melihat investor juga melakukan perpindah aset kelas dari saham ke obligasi dengan potensi kenaikan inflasi dan kenaikan suku bunga yang kemungkinan terjadi di tahun 2022.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Minggu ini merupakan minggu terakhir perdagangan bursa saham. Biasanya, memasuki minggu terakhir perdangangan, sangat minim sentiment positif kecuali sentiment dari window dressing. Perlu Raizers ingat kembali, berdasarkan statistik selama 10 tahun terakhir, pasar saham ditutup menguat di bulan Desember.

Melihat data di atas, terlihat jelas bahwa setiap bulan Desember, pasar saham menguat dikarenakan sentiment dari efek window dressing. Sehingga, Raizers perlu menambah saldo investasi Reksa Dana untuk dapat menikmati sentiment positif dari efek window dressing.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Pasar saham ditutup melemah dalam satu minggu terakhir. IHSG turun 0,77% sedangkan LQ45 melemah 0,97% sepekan terakhir. Pelemahan yang terjadi di pasar saham disebabkan oleh sentiment negatif dari berita terkait varian Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia. Pelaku pasar melihat, dengan adanya varian Omicron, bisa berdampak pada timbulnya kasus COVID gelombang 3 dan Pemerintah berpotensi menaikkan kembali PPKM menjadi Level 4 sehingga dapat mempengaruhi mobilitas dan menghambat laju pertumbuhan ekonomi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Sama halnya dengan pasar saham, pasar obligasi juga ditutup melemah dalam sepekan terakhir. Yield obligasi Pemerintah 10 tahun naik 10bps ke level 6,41% pada penutupan akhir minggu lalu. Kenaikan yield juga disebabkan oleh sentiment negatif dari munculnya varian Omicron di Indonesia sehingga investor obligasi lebih memilih untuk mencari kelas aset yang lebih aman dan melakukan aksi jual di pasar obligasi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Pasar saham dan pasar obligasi kembali menunjukkan volatilitasnya seiring dengan munculnya varian Omicron di Indonesia sehingga membuat kinerja saham dan obligasi melemah dalam seminggu terakhir. Akan tetapi, Raizers perlu mengingat bahwa investasi diperuntukkan dalam jangka panjang. Sehingga, investasi rutin harus tetap berjalan dalam kondisi pasar apapun. Raizers juga perlu mengingat, di bulan Desember adalah bulan untuk window dressing dimana pasar saham dan pasar obligasi bergerak menguat.

Maka, dengan adanya penurunan yang terjadi di pasar saham maupun pasar obligasi, Raizers berkesempatan untuk menaikkan saldo Reksa Dana untuk dapat menikmati efek window dressing yang biasanya terjadi menjelang akhir tahun.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Tujuan melakukan financial planning adalah agar kamu bisa mencapai financial freedom di kemudian hari. Apa sih yang dimaksud dengan financial freedom?

  1. Tidak ada hutang kartu kredit dan KTA.
  2. Cicilan hutang maksimal 30% dari penghasilan.
  3. Mempunyai dana darurat 3 – 12 bulan pengeluaran.
  4. Terlindungi asuransi.

Bagaimana cara kita bisa mencapai financial freedomSimple. Caranya, sisihkan sebagian dari gaji kita untuk diinvestasikan.

Mungkin masih banyak yang bingung berapa persentase yang harus dialokasikan untuk keperluan investasi. cara simple adalah sebagai berikut:

Pos Alokasi
Biaya Hidup 50%
Investasi (Reksa Dana, Emas, Saham, dll) 30%
Biaya Lainnya 20%

Tetapi, akan lebih baik apabila alokasi untuk investasi lebih besar untuk menghadapi situasi darurat seperti kondisi saat ini:

Pos Alokasi
Biaya Hidup 50%
Investasi (Reksa Dana, Emas, Saham, dll) 40%
Biaya Lainnya 10%

Memang terlihat berat bagi sebagian masyarakat untuk menyisihkan 30% – 40% dari gaji untuk berinvestasi. Akan tetapi, dengan menyisihkan dana untuk investasi, kita pasti bisa mencapai financial freedom di kemudian hari.

DISCLAIMER


Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Sebelum menutup tahun 2021, ada kasus penipuan terjadi yang jumlah kerugiannya sangat besar. Penipuan yang memiliki modus suntik modal alat kesehatan, penipu ini menjaminkan potensi imbal hasil besar dalam waktu singkat.

Ketika kondisi sekarang ini lagi pandemi, para korban berfikir bahwa uangnya yang diinvestasikan untuk alat Kesehatan akan dapat keuntungan besar tanpa melihat risikonya.

Kasus ini biasanya disebut skema ponzi, apa itu skema ponzi?

Mengutip laman sikapiuangmu.ojk.go.id, skema ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini.

Ciri-Ciri Skema Ponzi:

  1. Menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
  2. Proses bisnis investasi yang tidak jelas.
  3. Mendapatkan komisi dalam merekrut orang.
  4. Produk investasi biasanya milik luar negeri.

Contohnya:  Titip dana, suntik modal, first travel dll.

Pelajaran apa yang bisa diambil?

  1. Pilih investasi yang aman. Investasi di Raiz aja, karena Raiz sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.
  1. Pilih investasi sesuai profil risiko. Biar tidurmu nyenyak, jangan asal pilih produk investasi ya.

Pasar saham ditutup menguat dalam satu minggu terakhir. IHSG ditutup menguat 1,75% dan LQ45 naik 1,03% dalam sepekan terakhir. Penguatan pasar saham yang terjadi dalam seminggu terakhir disebabkan oleh berita domestik dimana Pemerintah membatalkan pelaksanaan PPKM Level 3 yang tadinya akan diterapkan menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Dengan adanya pembatalan tersebut, maka mobilitas masyarakat akan seperti biasa dan perekonomian akan tetap jalan. Dan, berita positif lain yang keluar hari ini adalah, dengan adanya pembatalan aturan larangan cuti menjelang Natal dan Tahun Baru bagi karyawan swasta.

Langkah Pemerintah yang memperpanjang masa karantina bagi WNI yang datang dari luar negeri juga dianggap sebagai sentiment positif bagi menghalangi potensi masuknya varian Omicron di Indonesia. Walaupun investor asing masih melakukan aksi jual dan keluar dari pasar saham Indonesia, investor domestik masih mempunyai likuiditas yang banyak untuk mendukung pasar saham.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Pasar obligasi bergerak menguat dalam sepekan terakhir dengan yield obligasi Pemerintah 10 tahun turun 8bps ke level 6,31%. Penurunan yield disebabkan oleh dukungan investor domestik, terutama dari perbankan dan Bank Indonesia. Volatilitas pasar obligasi juga menurun seiring dengan menurunnya kepemilikan asing terhadap obligasi Pemerintah yang sudah di bawah 20%. Nilai tukar Rupiah yang stabil di level Rp14.300 juga menjadi sentiment positif bagi pasar obligasi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Seperti yang kita pernah tulis di market update sebelumnya bahwa Raizers tetap harus berinvestasi dalam kondisi apapun. Dalam seminggu terakhir, pasar saham dan pasar obligasi kembali menguat meskipun di luar negeri banyak berita terkait varian Omicron.

Walaupun ada sentiment negatif, baik dari domestik maupun luar negeri, pasar saham dan pasar obligasi kita biasanya hanya mengalami knee jerk effect dan setelahnya akan kembali menguat dalam waktu yang tidak lama. Sehingga, Raizers tidak perlu khawatir dan terus berinvestasi secara rutin dan teratur dalam kondisi apapun.

Berdasarkan statistik pasar saham selama 10 tahun terakhir, pasar saham selalu bergerak menguat di bulan Desember dan Januari. Sehingga, Raizers dapat berpindah ke portofolio agresif atau menambah saldo investasinya apabila sudah ada pada portofolio agresif dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di tahun depan.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Hai Raizers,

Banjir bonus investasi lagi nih di bulan Desember. Raiz akan memberikan bonus investasi sebesar Rp35.000 jika kamu menggunakan fitur-fitur cerdas Raiz yang bisa membantu kamu mengatur  keuangan.

Raiz ada fitur Round-Ups yang dapat membantu kamu investasikan semua selisih transaksi pengeluaran ke Rp5.000 terdekat.

Keren kan? Jadi kamu bisa investasikan uang-uang receh dari kembalian semua pembelian kamu! Dengan aktifkan fitur ini, kamu juga dapat melihat semua pengeluaran kamu di fitur Keuanganku.

Ini adalah cara mendapatkan Bonus Investasi sebesar Rp35.000!

  1. Lakukan 1 kali transaksi dengan Round-Ups minimal Rp50.000.
  2. Undang 10 teman ke grup Telegram resmi Pojok Raiz.

Laporkan bukti ke Admin Pojok Raiz

Nah untuk cara aktifkan Round-Ups kamu bisa lihat gambar di bawah ini:

Syarat dan Ketentuan:

  1. Bonus Investasi akan diberikan kepada 50 Raizers pertama yang bisa menyelesaikan langkah-langkah di atas.
  2. Minimal saldo untuk menerima bonus investasi adalah Rp250.000.
  3. Lomba ini berlaku pada tanggal 6 Desember – 12 Desember 2021.
  4. Bonus akan diberikan pada tanggal 14 Desember 2021.
  5. Bonus ini tidak berlaku untuk Portofolio Moderat Plus.
  6. Pemilihan pemenang bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Pasar saham kembali ditutup melemah dalam seminggu terakhir. IHSG ditutup melemah 0,35% dan LQ45 juga turun 0,23% dalam seminggu terakhir. Penurunan pasar saham dalam seminggu terakhir masih disebabkan oleh sentiment negatif dari penyebaran varian Omicron yang sudah mencapai negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Australia.

Sehingga, investor menarik dananya keluar dari pasar saham dan dipindahkan ke kelas aset yang lebih aman seperti kas atau Reksa Dana Pasar Uang untuk menghindari volatilitas yang masih tinggi. Investor juga melihat adanya potensi pengetatan mobilitas masyarakat dan penerapan PPKM Level 3 yang dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Pasar obligasi juga kembali bergerak melemah dengan yield obligasi Pemerintah 10 tahun naik sebesar 16bps dalam seminggu terakhir ditutup di level 6,39%. Pelemahan yang terjadi di pasar obligasi disebabkan oleh investor yang menarik dananya di pasar obligasi dan dipindahkan sementara ke kelas aset yang lebih seperti kas atau Reksa Dana Pasar Uang untuk menghindari volatilitas yang masih tinggi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Walaupun volatilitas pasar saham dan pasar obligasi masih tinggi, kita melihat investasi harus tetap jalan terus. Investasi yang rutin dilakukan dalam jangka panjang akan memberikan hasil investasi yang baik dibandingkan dengan menabung di bank saja.

Dengan ditiadakannya libur bersama Natal dan Tahun Baru, kita melihat dana liburan Raizers dapat diinvestasikan terlebih dahulu di Reksa Dana supaya dana liburannya dapat bertambah dan dapat digunakan pada liburan di tahun depan. Raizers dapat menginvestasikan dana liburannya di Reksa Dana Pasar Uang terlbih dahulu untuk menghindari volatilitas yang masih tinggi pada pasar saham maupun pasar obligasi.

Investasi tetap harus walaupun kondisi pasar sedang mengalami penurunan. Dengan menaikkan dana investasi di tengah kondisi pasar yang sedang mengalami penurunan, maka hasil investasi akan meningkat dalam jangka panjang dengan adanya potensi kenaikan pasar di  masa depan.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Ada Pertanyaan? whatsapp