Minggu Terakhir Perdagangan, Pasar Saham Memasuki Periode Window Dressing - Raiz Invest

Pasar saham kembali ditutup melemah dalam sepekan terakhir. IHSG ditutup melemah 0,59% sementara LQ45 turun 0,90% dalam seminggu terakhir. Pelemahan yang terjadi di pasar saham dalam seminggu terakhir disebabkan oleh dana investor asing yang belum kembali masuk ke pasar saham. Di sisi lain, investor saham juga dihadapkan dengan potensi kenaikan inflasi dan suku bunga di tahun 2022 (keduanya merupakan sentiment negatif bagi pasar saham).

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Di sisi lain, pasar obligasi bergerak menguat dalam sepekan terakhir. Yield obligasi Pemerintah 10 tahun turun 4bps ke level 6,37% pada penutupan akhir minggu lalu. Penguatan yang terjadi pada pasar obligasi disebabkan oleh likuiditas investor domestik yang masih tinggi dapat mendukung pasar obligasi. Selain itu, kita melihat investor juga melakukan perpindah aset kelas dari saham ke obligasi dengan potensi kenaikan inflasi dan kenaikan suku bunga yang kemungkinan terjadi di tahun 2022.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Minggu ini merupakan minggu terakhir perdagangan bursa saham. Biasanya, memasuki minggu terakhir perdangangan, sangat minim sentiment positif kecuali sentiment dari window dressing. Perlu Raizers ingat kembali, berdasarkan statistik selama 10 tahun terakhir, pasar saham ditutup menguat di bulan Desember.

Melihat data di atas, terlihat jelas bahwa setiap bulan Desember, pasar saham menguat dikarenakan sentiment dari efek window dressing. Sehingga, Raizers perlu menambah saldo investasi Reksa Dana untuk dapat menikmati sentiment positif dari efek window dressing.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp