Minggu Pertama di bulan Januari, Minggu yang baik bagi Pasar Saham! - Raiz Invest

Pada satu minggu pertama di tahun 2022, indeks LQ45 ditutup menguat sebesar 2,09%. Penguatan yang terjadi di pasar saham disebabkan oleh investor asing yang kembali masuk ke pasar saham Indonesia setelah kembali dari liburan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, beberapa faktor ini juga menyebabkan kenaikan  pasar saham:

  1. Kenaikan harga komoditas;
  2. Berlanjutnya arus dana investor asing yang masuk ke pasar saham (investor asing telah masuk ke pasar saham sebesar Rp37 triliun YTD di 2021);
  3. Likuiditas domestik yang masih tinggi; dan
  4. Normalisasi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Pasar obligasi juga ditutup menguat dalam perdagangan minggu pertama di tahun 2022. Yield obligasi Pemerintah 10 tahun turun tipis sebesar 3bps ke level 6,42%. Pergerakan yield yang terbatas disebabkan oleh outlook Federal Reserve yang kemungkinan akan melakukan tapering di tahun 2022 dan akan menaikkan Fed Rate sebanyak tiga kali.

Selain itu, dari domestik sendiri, ada beberapa faktor yang kemungkinan akan menaikkan volatilitas pada pasar obligasi, seperti:

  1. Kenaikan inflasi;
  2. Potensi kenaikan suku bunga acuan atau BI 7D-RRR;
  3. Rencana tapering yang akan dilakukan oleh Federal Reserve; dan
  4. Dana investor asing yang masih terus keluar dari pasar obligasi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Penguatan pasar saham yang terjadi dalam seminggu terakhir masih terdapat faktor January Effect. Pada awal tahun, investor saham biasanya melakukan portfolio rebalancing sehingga memicu kenaikan pasar saham.

Kalau kita lihat berdasarkan data pergerakan pasar saham dan pasar obligasi selama 10 tahun terakhir di bulan Januari, terdapat 64% probabilitas kedua pasar mengalami kenaikan kinerja. Walaupun demikian, kami lebih cenderung melihat kinerja pasar saham akan lebih baik dibandingkan dengan pasar obligasi di tahun 2022.

Sehingga, rekomendasi kami bagi Raizers adalah untuk memindahkan dana investasinya ke Portofolio Agresif untuk dapat menikmati potensi imbal hasil dari January Effect.

Selain itu, Raiz akan kembali menawarkan produk Reksa Dana Terproteksi yang dapat Raizers investasi mulai dari tanggal 12 Januari – 26 Januari 2022. Reksa Dana Terproteksi baik bagi diversifikasi investasi di tengah suku bunga Deposito yang sedang mengalami penurunan.

Reksa Dana Terproteksi yang akan kami tawarkan memiliki potensi imbal hasil 7% per tahun dan dividen akan dibagian setiap 3 bulan langsung ke rekening Raizers.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

 

 

 

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp