Menjadi Lebih Bahagia dan Bermakna Dalam Hidup - Raiz Invest

Penulis dan Profesor Harvard David Maister mengatakan, “Menikmati hidup adalah suatu keberhasilan. Jika Anda tidak menikmati apa yang Anda lakukan, teman-teman di sekeliling Anda, dan kontribusi yang Anda berikan kepada masyarakat, maka itu tidak dapat dianggap sebagai keberhasilan.”

Kehidupan yang bahagia bukanlah hidup yang bebas dari masalah ataupun kesulitan. Dalam mencapai sesuatu yang penting, rintangan dan kesulitan pasti ada, tapi kesengsaraan adalah pilihan. Siapapun yang telah mendaki Everest telah melalui banyak rintangan dan kesulitan. Semua prestasi yang signifikan dan bermakna memerlukan kesediaan dan kesiapan mental untuk menghadapi rintangan, karena itu diperlukan untuk melakukan perjalanan, melakukan pekerjaan, dan mempelajari keterampilan.

Ternyata ada tujuh pola pikir yang mengaitkan kebahagiaan dengan makna hidup:

  1. Pikirkan tentang apa yang dapat Anda capai dalam 10 tahun, bukan hanya dalam seminggu. Kita cenderung meremehkan apa yang dapat kita capai dalam satu dekade, sementara kita sangat melebih-lebihkan apa yang dapat kita capai dalam satu hari atau seminggu. Cobalah menggeser fokus Anda ke hal-hal yang dapat Anda capai selama dekade berikutnya: bagaimana kesehatan Anda, hubungan Anda dengan mereka yang Anda kasihi, keuangan Anda, penguasaan keterampilan Anda berada dalam satu dekade? Adalah jauh lebih inspiratif untuk melihat prestasi satu dekade dibandingkan pencapaian selama seminggu.
  1. Pikirkan Anda akan menjadi siapa (karakter), bukan apa yang akan Anda miliki (harta). Ketika Anda sampai pada akhir tahun, tanyakanlah pada diri Anda, “Apa tiga kata yang mewakili siapa Anda di tahun ini?” Pertanyaan ini memaksa Anda berpikir tentang siapa diri Anda, bukan apa yang akan Anda capai. Sebagai contoh, tiga kata yang mewakili Anda adalah (1) dermawan, (2) terfokus dan (3) baik hati, di mana ketiga kata tersebut mencerminkan sifat/karakter yang ingin Anda bentuk sebagai bagian dari kepribadian Anda.
  1. Fokuslah pada proses, bukan hasil. Fokus pada proses membantu kita untuk lebih mengenal diri kita dan karenanya akan lebih membantu kita mencapai tujuan. Selain itu, dengan berfokus pada proses, kita bisa memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya dari waktu ke waktu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Sebaliknya, jika Anda hanya berfokus pada hasil, maka proses yang Anda jalankan mungkin tidak tepat atau tidak cocok, sehingga hasilnya pun menjadi tidak optimal. Selain itu, jika Anda berfokus hanya pada hasil, maka tidak tertutup kemungkinan Anda akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan hasil tersebut. Sebagai contoh, jika Anda berfokus hanya pada penurunan berat badan sebesar 10 kg (hasil), maka Anda mungkin menempuh jalan pintas dengan mengkonsumsi obat penurun berat badan yang memiliki efek samping berbahaya. Sementara, jika Anda berfokus pada pengurangan porsi nasi dalam makanan Anda (proses), maka perlahan namun pasti Anda akan berhasil menurunkan berat badan Anda.
  1. Pikirkan tentang perubahan dalam lingkungan Anda, bukan kemauan Anda. Jika Anda ingin mengurangi konsumsi coklat, jangan simpan coklat di kulkas. Jika Anda ingin melakukan lebih banyak latihan, taruhlah peralatan olahraga Anda dekat tempat tidur sehingga Anda dapat segera berolahraga setelah bangun tidur. Jika Anda ingin menghilangkan kecanduan Anda pada media sosial, hapuslah aplikasi media sosial di HP Anda. Orang-orang yang berprestasi bukanlah mereka yang memiliki kemauan lebih besar, melainkan mereka yang sanggup menghapus gangguan dalam kehidupan mereka.
  1. Jangan bernegosiasi dengan alasan Anda. Segera setelah Anda memutuskan untuk mengambil tindakan apapun, pikiran Anda akan datang dengan alasan untuk tidak melakukannya. Jangan terlibat dalam pembahasan ini. Alasan Anda memiliki akses ke semua kecerdasan Anda dan itu akan menghambat Anda.
  1. Perbaiki hal kecil, dan hal besar akan teratasi dengan sendirinya. Melakukan perubahan kecil relatif lebih mudah dan tidak memerlukan terlalu banyak komitmen atau usaha keras dari diri Anda. Dan jika Anda senantiasa memperbaiki diri sedikit demi sedikit, maka seiring berjalannya waktu Anda akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dibandingkan di masa lalu.
  1. Pikirkan mengapa, siapa, bagaimana apa, bukan apa, kapan, bagaimana…. Sebelum Anda melakukan atau memutuskan sesuatu, tanyakan pada diri Anda, “Mengapa ini penting bagi Anda?” Dengan menjawab pertanyaan ini Anda dapat mengetahui apakah hal tersebut patut dan layak Anda lakukan, dan lebih lanjut Anda juga dapat mengukur dampaknya bagi lingkungan Anda. Selain itu, mengetahui dengan pasti mengapa Anda melakukan sesuatu membantu Anda secara psikologis untuk merasa puas dan bangga akan pencapaian Anda, dan jika ini tercapai, niscaya kebahagiaan akan Anda rasakan.

Artikel ini diadaptasi dari Forbes.com .

Share via
Copy link
Powered by Social Snap