Mengamankan Masa Depan Dengan Investasi - Raiz Invest

Kita semua tentu setuju sedemikian pentingnya mengamankan masa depan, salah satunya dengan berinvestasi, karena dengan investasi Anda bisa memupuk kekayaan yang nantinya dapat Anda gunakan untuk membiayai kebutuhan di masa depan. Apakah Anda sudah berinvestasi? Ataukah Anda masih mencoba menentukan pilihan investasi? Karena investasi memerlukan waktu, sebaiknya Anda memulainya sedini mungkin. Semakin lama Anda menunda, semakin sedikit waktu yang tersisa untuk mempersiapkan masa depan finansial Anda.

Ketika mendengar kata investasi, sebagian besar dari kita cenderung langsung membandingkannya dengan kegiatan menabung. Lebih lanjut, penghasilan per bulan biasanya kita alokasikan untuk keperluan sehari-hari, baru sisanya ditabung untuk keperluan di masa yang akan datang. Menabung membantu mengumpulkan uang Anda agar tidak habis begitu saja. Namun seiring berjalannya waktu, nilai tabungan Anda akan semakin menyusut karena tergerus inflasi. Oleh karena itu, investasi adalah alternative yang lebih baik dari sekedar menabung.

Lalu, bagaimana sebaiknya kita berinvestasi? Berikut adalah 3 langkah yang perlu Anda cermati sebelum mulai berinvestasi:

  1. Alokasikan dana untuk investasi, bukan dari sisa dana yang ada

Kesalahan yang dilakukan sebagian besar orang adalah menggunakan penghasilannya untuk membeli kebutuhan sehari-hari atau bahkan bersenang-senang, dan hanya menabung jika ada dana yang tersisa. Alhasil, dana yang tersisa seringkali sangatlah minim atau bahkan tidak ada sama sekali. Yang benar adalah menyisihkan sejumlah dana secara rutin untuk investasi, barulah sisanya Anda belanjakan.

  1. Cermati risiko investasi Anda

Semua investasi memiliki risiko. Untuk itu, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengidentifikasikan profil risiko Anda – seberapa besar risiko yang dapat Anda tanggung demi mendapatkan imbal hasil investasi – dan memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda. Secara umum, terdapat tiga profil resiko investor: (1) konservatif, (2) moderat, dan (3) agresif.

  • Konservatif: investor dengan kategori konservatif ini memiliki tingkat toleransi paling rendah (risk aversed). Ia cenderung memilih instrumen investasi yang aman dengan imbal hasil yang sudah diketahui, seperti instrumen deposito. Selain itu, keamanan atas pokok investasi menjadi pertimbangan utama dalam memilih instrumen investasi.
  • Moderat: investor kategori moderat cenderung berani mengambil resiko dalam batasan tertentu (risk neutral). Ia menyadari bahwa risiko adalah konsekuensi untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi seperti Reksa Dana pendapatan tetap dan obligasi. Ia juga tipikal investor yang hati-hati saat memilih instrumen investasi dengan cara membatasi jumlah investasi pada instrumen berisiko.
  • Agresif: investor kategori agresif ini cenderung berani mengambil risiko yang lebih tinggi (risk seeking), sehingga berani menempatkan sebagian besar asetnya pada instrumen investasi berisiko seperti saham, Reksa Dana campuran dan Reksa Dana saham.
  1. Sesuaikan dengan kemampuan dan jangka waktu Anda

Dalam merencanakan kebutuhan masa depan, tentunya Anda memiliki gambaran tentang mengenai jangka waktu investasi yang diperlukan guna memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya, saat ini Anda seorang pria berusia 25 tahun dan berencana untuk menikah pada usia 30 tahun. Jika saat ini Anda mulai berinvestasi untuk membiayai pernikahan Anda, maka jangka waktu investasi Anda adalah sekitar 5 (lima) tahun. Contoh lain, jika saat ini Anda memiliki seorang anak berusia 4 tahun dan Anda mulai berinvestasi sekarang untuk membiayai kuliahnya, maka jangka waktu investasi Anda adalah sekitar 12-13 tahun. Pemilihan instrumen investasi hendaknya disesuaikan dengan jangka waktu investasi Anda, di mana semakin panjang jangka waktunya, semakin memungkinkan bagi Anda untuk memilih instrumen investasi yang agresif seperti Reksa Dana campuran, Reksa Dana saham dan saham. Sebaliknya, jika jangka waktunya pendek (<1 tahun), maka sebaiknya investasinya ditempatkan di instrumen konservatif seperti deposito, mengingat instrumen yang konservatif memiliki fluktuasi imbal hasil yang relatif rendah, sehingga kecil kemungkinannya Anda bisa kehilangan pokok investasi Anda.

Di aplikasi Raiz, Anda dapat memilih salah satu dari 3 portofolio, di mana di dalam setiap portfolio terdapat 1 Reksa Dana sebagai asset dasar:

Jadi gimana Raizers? Sudah siapkah Anda berinvestasi? Jangan takut atau ragu untuk memulai, karena investasi adalah cara yang tepat dan bijak untuk mengamankan masa depan Anda.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap