Membedah Isi Prospektus Reksa Dana - Raiz Invest

Beberapa hari belakangan ini penulis sering mendengar keluhan investor yang mengklaim bahwa ia tidak mengetahui resiko-resiko investasi terkait produk reksa dana yang dibelinya. Celakanya lagi, dalam kondisi pasar yang sedang ambruk dan sangat bergejolak banyak investor yang mengkhawatirkan nasib dananya sehingga ketidaktahuannya akan resiko investasi sering membuatnya kesal atau bahkan marah karena merasa diperdayai oleh MI atau agen penjual reksa dana.

Setiap tindakan atau keputusan dalam hidup kita, termasuk investasi, mengandung resiko. Ini adalah wajar apalagi mengingat bahwa jika kita ingin memperoleh imbal hasil tertentu maka kita juga harus siap menanggung resiko yang besarannya sepadan dengan potensi imbal hasil. Contoh sederhananya, memiliki setrikaan membantu anda merapikan tampilan pakaian anda, tapi tentunya ada resiko seperti kesetrum atau terbakar jika tidak berhati-hati menggunakannya.

MI/agen penjual reksa dana sebaiknya menginformasikan resiko investasi kepada nasabah sebelum nasabah membeli reksa dana. Penulis yakin bahwa  sebagian besar telah berusaha melakukan yang terbaik, namun masih ada pihak-pihak, baik dari pihak MI maupun agen penjual yang cenderung mengedepankan potensi imbal hasil, tapi lupa menginformasikan resiko investasi. Namun terlepas dari ketidaksempurnaan tersebut, sebenarnya seluruh fakta/informasi material mengenai reksa dana tercantum secara lengkap dan rinci dalam prospektus. Untuk itu dalam tulisan ini penulis mencoba membedah isi prospektus untuk memberikan gambaran singkat tentang apa yang dimuat di dalamnya, dengan harapan agar nasabah bisa mendapatkan informasi sebanyak dan sejelas mungkin tentang produk reksa dana yang dibeli/dimilikinya.

Pada dasarnya, Bapepam-LK mengatur informasi material apa saja yang harus dimuat dalam prospektus dan ini harus dipatuhi oleh semua MI. Jika anda melihat daftar isi prospektus maka anda akan menemui bab-bab berikut (urutan bab mungkin sedikit berbeda dari satu MI ke MI lain):
1.Istilah dan definisi
2.Keterangan mengenai Reksa Dana X
3.Manajer Investasi
4.Bank kustodian
5.Tujuan dan kebijakan investasi
6.Metode penghitungan nilai pasar wajar dari efek dalam portofolio Reksa Dana X
7.Perpajakan
8.Manfaat investasi dan faktor-faktor resiko yang utama
9.Alokasi biaya dan imbalan jasa
10.Hak-hak pemegang unit penyertaan
11.Pembubaran dan likuidasi
12.Pendapat akuntan tentang laporan keuangan
13.Persyaratan dan tata cara pembelian unit penyertaan
14.Persyaratan dan tata cara penjualan kembali unit penyertaan
15.Skema pembelian dan penjualan kembali (pelunasan) Reksa Dana X
16.Penyebarluasan prospektus dan formulir-formulir berkaitan dengan pembelian unit penyertaan

Adapun dalam prospektus biasanya dimuat informasi penting seperti berikut:

  • Pengelola reksa dana – komite investasi, tim pengelola investasi
  • Keterangan singkat, pengalaman dan pihak yang terafiliasi dengan manajer investasi  dan bank kustodian (kalau ada)
  • Tujuan, kebijakan dan pembatasan investasi: dalam kebijakan investasi biasanya tercantum strategi alokasi asset reksa dana (misalnya minimum 5% & maksimum 90% di pasar uang , minimum 2% dan maksimum di saham, dan lain sebagainya). Pembatasan investasi memuat hal-hal yang tidak diperkenankan bagi MI untuk dilakukan (misalnya larangan melakukan short selling, larangan melakukan transaksi margin, dan lain-lain) sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IV.B.1 mengenai Pedoman Pengelolaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.
  • Metode penghitungan nilai pasar wajar – bagaimana penghitungan NAB dilakukan
  • Perpajakan – komponen apa saja dalam portofolio reksa dana yang dikenai pajak, jenis pajak serta besarannya
  • Manfaat investasi & faktor-faktor resiko utama – resiko biasanya meliputi resiko perubahan kondisi ekonomi dan politik, resiko berkurangnya nilai unit penyertaan, resiko wanprestasi dan resiko likuiditas
  • Alokasi biaya dan imbalan jasa – rincian tentang jenis dan besaran biaya yang menjadi beban reksa dana, beban manajer investasi serta beban pemegang unit penyertaan. Alokasi biaya biasanya merinci tentang imbalan jasa manajer investasi (biaya pengelolaan portofolio), imbalan jasa bank kustodian di mana keduanya dibebankan ke reksa dana, serta biaya pembelian (subscription fee) dan biaya penjualan kembali (redemption fee) yang dibebankan kepada pemegang unit penyertaan.
  • Hak-hak pemegang unit penyertaan, termasuk di dalamnya hak mendapatkan surat konfirmasi kepemilikan dan laporan bulanan kepemilikan unit penyertaan, memperoleh pembagian hasil investasi, menjual kembali sebagian/seluruh unit penyertaan, memperoleh informasi mengenai NAB/unit, dan seterusnya.
  • Pembubaran dan likuidasi – kondisi apa yang dapat membuat reksa dana dibubarkan, apa saja yang harus dilakukan oleh MI, bagaimana prosedur likuidasinya.
  • Pendapat akuntan tentang laporan keuangan – bab ini biasanya memuat laporan keuangan yang sudah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Karena laporan ini dipublikasikan dan diaudit setiap tahun, maka MI harus memperbaharui prospektus setiap tahun. Karena itu anda mungkin akan melihat tulisan “Pembaharuan Prospektus” di sampul prospektus.
  • Persyaratan dan tata cara pembelian & penjualan kembali unit penyertaan: batas minimum dan maksimum pembelian, batas maksium penjualan kembali, batas waktu penyerahan formulir, syarat pembayaran untuk pembelian (biasanya dicantumkan rekening bank untuk transfer dana), ketentuan tentang pembayaran hasil penjualan kembali (misalnya biaya transfer/pemindahbukuan, bila ada, merupakan beban dari pemegang unit penyertaan), dan seterusnya.

Jadi, sebelum membeli reksa dana, ada baiknya nasabah mempelajari dulu prospektusnya. Memang tampilan prospektus kadang kurang menarik untuk dibaca karena isinya tulisan semua dan ukuran hurufnya terkadang sangat kecil sehingga tidak nyaman di mata, namun lebih baik teliti sebelum membeli, bukan? 🙂

Selamat berinvestasi!