Membedah Fund Fact Sheet Reksa Dana - Raiz Invest

Untuk memasarkan maupun mengelola Reksa Dana, Manajer Investasi secara berkala menerbitkan berbagai macam dokumen, seperti prospektus, product card, dan fund fact sheet (FFS).

Apa saja informasi yang disajikan dalam suatu FFS dan bagaimana investor menyikapi informasi yang disaiikan dalam dokumen tersebut? Dalam artikel ini penulis mencoba membedah isi FFS dan mengulas informasi yang terkandung di dalamnya. 

Secara garis besar, suatu FFS memuat informasi yang dapat dikelompokkan sebagai berikut:

· Informasi mengenai Manajer Investasi

· Tujuan investasi Reksa Dana

· Informasi mengenai Reksa Dana

· Alokasi aset/batasan investasi

· Komposisi portofolio

· Lima besar efek dalam portofolio

· Kinerja historis

· Ulasan Manajer Investasi

· Disclaimer atau pernyataan peringatan

Mari kita bahas kelompok-kelompok di atas satu per satu.

Informasi mengenai Manajer Investasi

Dalam bagian ini biasanya dimuat informasi ringkas mengenai Manajer Investasi yang mengelola Reksa Dana yang dimaksud. Pada umumnya informasi yang disampaikan adalah profil ringkas perusahaan, seperti misalnya tanggal pendirian, izin Manajer Investasi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lingkup usaha dan total dana kelolaan terkini.

Tujuan investasi Reksa Dana

Bagian ini memuat tujuan Reksa Dana yang dimaksud sebagaimana dimuat dalam prospektus Reksa Dana tersebut. Dari uraian tujuan investasi Reksa Dana ini investor dapat mengetahui jenis Reksa Dana serta strategi investasi yang dipakai Manajer Investasi dalam mengelola Reksa Dana tersebut. Sebagai contoh, Reksa Dana Avrist Indeks LQ45 yang merupakan aset dasar portofolio Agresif di Raiz memiliki tujuan investasi ”berinvestasi pada perusahaan dengan

kapitalisasi saham besar, likuiditas tinggi, dan kondisi keuangan yang baik, yang masuk ke dalam Indeks LQ45 serta memberikan hasil investasi yang setara dengan kinerja Indeks LQ45.” Dengan demikian, Reksa Dana ini merupakan Reksa Dana indeks saham bertujuan menghasilkan pertumbuhan investasi yang setara dengan laju pertumbuhan indeks LQ45.

Informasi Reksa Dana

Isi dari bagian ini bisa bervariasi, tergantung dari Manajer Investasi pengelola Reksa Dana, namun pada umumnya memuat informasi mengenai tanggal penawaran Reksa Dana (tanggal di mana Reksa Dana mulai dipasarkan), jumlah dana kelolaan (per tanggal yang tertera di FFS, biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut), jenis Reksa Dana (pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, indeks, terproteksi atau lainnya), denominasi (mata uang di mana Reksa Dana ini diterbitkan), frekuensi valuasi atau publikasi NAB (biasanya harian untuk Reksa Dana terbuka/open-end, dan bulanan untuk Reksa Dana tertutup/close-end), Bank Kustodian (selaku penyimpan kekayaan Reksa Dana) dan nilai NAB/unit per tanggal yang tertera di FFS (biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut).

Beberapa Manajer Investasi juga mencantumkan informasi mengenai biaya-biaya yang dibebankan kepada pemegang unit penyertaan berkaitan dengan transaksi Reksa Dana, yaitu terdiri dari biaya pembelian (subscription fee), biaya penjualan kembali (redemption fee) dan biaya pengalihan (switching fee) jika memang Manajer Investasi menyediakan fasilitas switching antar Reksa Dana yang dikelolanya.

Alokasi aset/batasan investasi

Bagian ini memuat rincian mengenai alokasi aset atau batasan investasi Reksa Dana yang dimaksud. Dalam bagian ini seringkali dapat ditemui pula informasi mengenai tolok ukur (besaran acuan yang digunakan sebagai pembanding terhadap kinerja Reksa Dana). Rumusan alokasi aset atau batasan investasi ini juga dapat ditemukan dalam prospektus Reksa Dana yang dimaksud. Batasan investasi adalah rentang persentase dari total dana kelolaan untuk setiap asset class yang merupakan efek dasar (underlying asset) Reksa Dana.

Sebagai contoh, berikut adalah alokasi aset Reksa Dana Avrist Bond Fund yang merupakan aset dasar portofolio Moderat di Raiz:

Pasar uang: 0-20%

Efek pendapatan tetap: 80-100%

Tolok ukur: 15% deposito 1 bulan + 85% FR0077 (FR0077 adalah seri obligasi pemerintah)

Dalam hal ini, Reksa Dana ini memiliki 2 kelas aset, yaitu pasar uang dan efek pendapatan tetap atau obligasi.

Tolok ukur (benchmark) adalah parameter yang digunakan untuk menilai kinerja Reksa Dana. Secara gamblang, tugas Manajer Investasi adalah menghasilkan kinerja Reksa Dana yang lebih baik dibandingkan kinerja tolok ukur Reksa Dana tersebut. Sebagai contoh, jika tolok ukur naik 1% dalam suatu periode, maka Reksa Dana dinilai memiliki kinerja yang bagus jika imbal hasilnya lebih tinggi dari 1%. Sebaliknya, di saat kondisi pasar turun dan tolok ukur turun 1%, Reksa Dana dinilai unggul terhadap tolok ukurnya jika mengalami penurunan imbal hasil lebih kecil dari 1%.

Komposisi portofolio

Komposisi portofolio yang dimuat merupakan komposisi portofolio Reksa Dana per tanggal yang tertera di FFS, biasanya hari terakhir bursa pada bulan yang bersangkutan. Komposisi portofolio ini harus sesuai dengan batasan investasi Reksa Dana. Sebagai contoh, per tanggal 28 Juni 2019 Reksa Dana Avrist Bond Fund dengan batasan investasi 0-20% di efek pasar uang dan 80-100% di efek bersifat utang memiliki komposisi portofolio 7,74% di efek pasar uang dan 92,26% di efek bersifat utang – komposisi portofolio ini sesuai dengan batasan investasi Reksa Dana karena berada dalam rentang persentase yang telah ditentukan untuk setiap kelas aset.

Lima besar penempatan portofolio

Bagian ini memuat efek-efek mana saja yang per tanggal FFS merupakan efek yang ditempatkan dengan porsi 5 terbesar dalam portofolio Reksa Dana. Dengan informasi ini investor dapat mengetahui strategi investasi serta tingkat risiko dari Reksa Dana. Investor juga dapat mengetahui seberapa baik Manajer Investasi mengelola Reksa Dananya dari segi penyebaran risiko. Jika misalnya 5 besar penempatan diisi oleh saham-saham yang berisiko tinggi sementara strategi investasi Reksa Dana sebagaimana disebutkan dalam tujuan investasi tidaklah demikian, maka investor sebaiknya mempertanyakan penempatan pada saham-saham tersebut kepada pihak Manajer Investasi.

Sebagai contoh, per tanggal 28 Juni 2019, Reksa Dana Avrist Indeks LQ45 memiliki 5 besar penempatan portofolio sebagai berikut:

1. Saham PT Astra International Tbk

2. Saham PT Bank Central Asia Tbk

3. Saham PT Bank Mandiri Persero Tbk

4. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

5. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk

Kinerja historis

Dalam bagian ini umumnya Manajer Investasi menyajikan data kinerja historis Reksa Dana dalam bentuk grafik dan tabel. Grafik yang disajikan menampilkan pergerakan nilai NAB/unit dari sejak penawaran Reksa Dana (di mana NAB/unit = Rp. 1.000) dibandingkan dengan tolok ukurnya. Selain grafik ini, beberapa Manajer Investasi juga menyajikan grafik yang menunjukkan imbal hasil Reksa Dana per bulan sejak tanggal penawaran.

Di lain pihak tabel data kinerja historis menampilkan data imbal hasil Reksa Dana untuk periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sejak awal tahun (YTD – Year To Date), 1 tahun, 3 tahun, dan sejak penawaran (SI – Since Inception), di mana masing-masing periode dihitung mundur sejak tanggal yang tertera di FFS. Dengan demikian, jika tanggal di FFS adalah 30 September 2010, maka periode 1 bulan mencakup 1-30 September 2010, 3 bulan berarti 1 Juli-30 September 2010, sampai sejak penawaran berarti mulai dari tanggal peluncuran hingga 30 September 2010. Beberapa Manajer Investasi menyajikan data imbal hasil yang disetahunkan (annualized) untuk imbal hasil Reksa Dana dengan periode lebih dari 1 tahun. Dengan mencantumkan imbal hasil yang disetahunkan, investor dapat mengetahui berapa besar imbal hasil yang diperolehnya secara rata-rata per tahun selama periode yang bersangkutan.

Sebagai contoh, jika FFS per 28 Juni 2019 untuk Reksa Dana yang diluncurkan pada tanggal 1 Juni 2014 memberkan imbal hasil yang disetahunkan (annualized return) untuk periode sejak awal penawaran sebesar 10% maka ini berarti selama kurun 5 tahun Reksa Dana ini memberikan imbal hasil rata-rata 10% per tahun.

Ulasan Manajer Investasi

Bagian ini memuat ulasan serta tinjauan pasar. Ulasan pasar merupakan kajian terhadap kondisi dan kinerja pasar pada bulan di mana FFS diterbitkan sementara tinjauan pasar memuat pandangan Manajer Investasi terhadap kondisi pasar dan potensi pencapaian imbal hasil di bulan mendatang. Mengingat FFS umumnya disajikan dalam 1 halaman saja, maka tidak semua Manajer Investasi menyajikan bagian ini karena keterbatasan ruang dalam dokumen. Kalaupun ada, maka seringkali keseluruhan informasi dalam FFS ditampilkan dengan ukuran tulisan (font size) yang kecil.

Disclaimer/pernyataan peringatan

Terlepas dari seberapa rinci isi disclaimer, berdasarkan Peraturan Bapepam No. IV.D.1 mewajibkan pencantuman kalimat berikut dalam semua bentuk iklan Reksa Dana:

INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.

Untuk membaca dan menelaah secara lengkap Peraturan Bapepam No. IV.D.1, silakan klik di sini.

Mengingat FFS merupakan salah satu dokumen yang digunakan dalam pemasaran Reksa Dana, maka isi disclaimer umumnya dibuat sedemikian rupa demi memenuhi ketentuan dalam Pedoman Iklan Jasa Keuangan, ditambah (jika ada) pernyataan tambahan berdasarkan peraturan internal perusahaaan Manajer Investasi (biasanya demi memenuhi standar kepatuhan/compliance). Berikut adalah contoh dari disclaimer pada FFS Reksa Dana Avrist Bond Fund:

Laporan ini disajikan oleh PT Avrist Asset Management hanya untuk tujuan informasi dan tidak dapat digunakan atau dijadikan dasar sebagai penawaran atau rekomendasi untuk menjual atau membeli. Laporan ini dibuat berdasarkan keadaan yang telah terjadi dan telah disusun secara seksama oleh PT Avrist Asset Management meskipun demikian PT Avrist Asset Management tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan dari laporan tersebut. PT Avrist Asset Management maupun officer atau karyawannya tidak bertanggung jawab apapun terhadap setiap kerugian yang timbul baik langsung maupun tidak langsung sebagai akibat dari setiap penggunaan laporan ini. Setiap keputusan investasi haruslah merupakan keputusan individu, sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing individu yang membuat keputusan investasi tersebut. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa mendatang. Calon pemodal wajib memahami risiko berinvestasi di Pasar Modal oleh sebab itu calon pemodal wajib membaca dan memahami isi Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

 

FundFactSheet_ Avrist_Bond_Fund_0619

FundFactSheet_Avrist_Liquid_Fund_0619

FundFactSheet_Avrist_LQ45_0619