Memanfaatkan Efek Compounding Dalam Berinvestasi - Raiz Invest

Pernahkah Anda melihat bagaimana bola salju menggelinding dari puncak sebuah bukit  yang diselimuti salju?

Bila Anda perhatikan, bola salju itu akan tergulung semakin besar oleh salju yang dilintasinya selama menggelinding

Begitulah analogi yang pas untuk mengilustrasikan efek compounding (bunga majemuk) terhadap investasi yang rutin Anda lakukan. Bola salju yang menggelinding adalah ibarat dana investasi, di mana setiap pengembalian yang didapatkan apabila diinvestasikan kembali akan menghasilkan bunga dan terus bergulung sehingga dana investasi Anda terus bertumbuh seiring berjalannya waktu.

gambar bola menggelinding sumber: vectorstock.com 

Efek compounding sangat bermanfaat dalam jangka panjang, karena itu semakin dini Anda mulai berinvestasi, makin banyak manfaat dari efek compounding yang dapat Anda petik.

Sebagai ilustrasi, misalkan Anda saat ini Anda berusia 25 tahun dan pada usia 45 tahun Anda ingin memiliki dana sebesar Rp 1 milyar untuk membangun usaha. Untuk mendapatkan dana sebesar itu, Anda berinvestasi dengan imbal hasil rata-rata 10% per tahun. Berapa cicilan yang harus Anda investasikan per bulannya? Rumus berikut digunakan untuk menghitung besarnya cicilan per bulan:

Cicilan per bulan= Nilai yang ingin dicapai{(1+rn)nt−1rn}×(1+rn)

di mana:

r = imbal hasil investasi tahunan = 10%

n = frekuensi investasi per tahun = 12 (karena bulanan)

t = berapa tahun investasi dilakukan

Lebih lanjut, tabel berikut menunjukkan berapa cicilan per bulan berdasarkan berapa tahun investasi dilakukan untuk mendapatkan Rp 1 milyar dengan imbal hasil investasi 10% per tahun:

Durasi investasi (tahun)

Cicilan per bulan (Rp)

20

1,305,999.79

15

2,392,778.03

10

4,841,395.39

5

12,806,986.49

Berikut data yang sama ditampilkan dalam bentuk grafik:

Grafik di atas menunjukkan konsekuensi yang Anda hadapi jika Anda terlambat atau menunda berinvestasi setiap bulan:

  • Jika Anda mulai sekarang, maka Anda cukup mencicil Rp 1,31 juta per bulannya
  • Jika Anda terlambat atau menunda 5 tahun, maka cicilan Anda naik menjadi Rp 2,39 juta per bulannya
  • Jika Anda terlambat atau menunda 10 tahun, maka cicilan Anda menjadi Rp 4,84 juta per bulannya
  • Jika Anda terlambat atau menunda 15 tahun, maka cicilan Anda menjadi Rp 12,81 juta per bulannya.

Inilah yang disebut cost of waiting (biaya menunggu). Mengapa ini bisa terjadi? Karena efek compounding – makin lama durasi investasi Anda, makin cepat uang akan bekerja untuk Anda. Dengan efek compounding, semakin dini kita mulai berinvestasi, semakin rendah cicilan investasi yang diperlukan.

Menarik bukan? Jadi, tunggu apa lagi? Mulai berinvestasi sekarang juga.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap