Market Merah Setelah Libur Lebaran: Tidak Perlu Panik, Tetap Berinvestasi! - Raiz Invest

Dalam sepekan terakhir, indeks LQ45 menguat 2,04%. Akan tetapi, pada perdagangan bursa hari pertama setelah libur Lebaran, IHSG dan LQ45 mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan yang signifikan ini disebabkan oleh sentiment negatif dari global, seperti:

  1. Aksi profit taking pada sektor teknologi di bursa Amerika dalam seminggu terakhir;
  2. Kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve sebesar 50bps (tertinggi sejak tahun 2000).

 

Akan tetapi, kita melihat data ekonomi yang kemarin keluar merupakan sentiment positif bagi pasar saham yaitu pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 1Q-2022 yang tumbuh 5,01% yoy (di atas consensus yang memperkirakan pertumbuhan 5% yoy).

 

Kendati demikian, kita juga melihat volatilitas pasar saham akan berlanjut seiring dengan data inflasi bulan April yang naik 3,47% yoy  (tertinggi sejak Agustus 2019). Dengan data inflasi bulan April yang cukup tinggi, banyak investor menunggu langkah Bank Indonesia terkait suku bunga acuan apakah akan menaikkan atau tidak, di tengah tingginya harga minyak bumi yang dapat kembali meningkatkan inflasi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

 

Sama halnya dengan pasar saham, pasar obligasi juga mengalami peningkatan volatilitas yang disebabkan oleh sentimen negatif dari global.

Kenaikan yield SUN 10 tahun sebesar 6bps dalam seminggu terakhir di tutup di level 7,1% pada penutupan perdagangan sebelum libur Lebaran dan kemarin yield juga kembali naik ke level 7,2% pada penutupan perdagangan setelah libur lebaran disebabkan oleh:

  1. Kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve sebesar 50bps (tertinggi sejak tahun 2000);
  2. Yield US Treasury yang sudah mencapai 3%.

 

Kita melihat volatilitas pasar obligasi masih akan tinggi masih akan berlanjut karena investor menunggu langkah Bank Indonesia apakah akan mengikuti bank sentral lainnya untuk menaikkan suku bunga acuannya dalam mengahadapi kondisi inflasi yang tinggi di tengah harga komoditas yang masih tinggi, termasuk harga minyak bumi yang kembali naik.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

 

Performa pasar saham dan pasar obligasi pada hari pertama setelah libur Lebaran memang tidak terlalu baik. Baik pasar saham maupun pasar obligasi  sama – sama mengalami  penurunan yang signifikan. Akan tetapi, penurunan pada pasar modal lebih disebabkan oleh sentimen negatif dari global dibandingkan domestik, terutama kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve sebesar 50bps minggu  lalu guna mengahdapi kenaikan inflasi di Amerika.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, Raizers tidak perlu panik. Kita melihat kondisi saat ini hanya sementara dan merupakan kesempatan yang baik bagi Raizers untuk menambah investasi pada Reksa Dana Saham supaya, begitu pasar membaik, Raizers mendapatkan imbal hasil yang optimal.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

 

 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.

 

 

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp