Lima Salah Kaprah Tentang Investasi Pada Usia Muda - Raiz Invest

Pernahkah Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi di pasar modal, tetapi keraguan dalam benak Anda? Mungkin Anda pikir Anda tidak punya cukup uang, atau mungkin Anda terus mendengar bahwa Anda masih terlalu muda untuk berinvestasi.

Nah, mungkin setelah membaca artikel ini, Anda akan merasa lega karena mengetahui bahwa sebagian besar keraguan seputar investasi tersebut hanyalah mitos belaka. Berikut adalah lima salah kaprah yang sering ditemui di kalangan generasi muda, dan sepatutnya tidak menghalangi Anda untuk mulai berinvestasi di pasar modal.

1. “Saya tidak punya cukup uang.”

Banyak orang berpikir Anda hanya dapat berinvestasi di pasar saham jika Anda kaya raya. Ini sama sekali tidak benar. Anda sudah bisa berinvestasi di pasar modal dengan nilai nominal yang kecil, bahkan mulai dari Rp. 10.000 jika Anda menggunakan aplikasi investasi mikro Raiz.

2. “Nanti saja setelah saya agak tua…”

Investasi di pasar modal adalah investasi jangka panjang, bukan cara untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Semakin lama Anda berinvestasi, semakin banyak peluang yang Anda miliki untuk memupuk kekayaan Anda.

Ungkapan yang umum di pasar modal adalah bahwa yang penting adalah berapa lama Anda berinvestasi (time in the market), bukan menentukan kapan Anda harus berinvestasi (timing the market) waktu pasar. Jadi daripada menunggu sampai Anda lebih tua atau mencoba untuk memilih saham unggulan, strategi yang jauh lebih baik adalah mulai saat Anda masih muda, berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dan biarkan mekanisme pasar bekerja untuk Anda.

3. “Saya tidak cukup tahu tentang pasar modal.”

Anda tidak perlu tahu terlalu banyak tentang pasar modal untuk mulai berinvestasi. Anda mungkin memiliki ingatan tentang orang tua Anda yang meneliti kinerja berbagai saham di surat kabar dan memilih dengan hati-hati saham mana yang akan diinvestasikan. Tetapi ini bukan suatu yang mutlak harus dilakukan.

Berkat Reksa Dana, Anda tidak perlu khawatir memilih sendiri untuk membeli satu per satu instrumen pasar modal. Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995,

Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Reksa dana merupakan produk dari perusahaan yang masuk dalam kategori pasar modal yang diawasi oleh OJK sehingga bisa melakukan kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat. Dana yang dihimpun dari masyarakat tersebut diinvestasikan dalam efek pasar uang, efek saham dan efek obligasi. Karena memiliki beberapa efek sekaligus, maka disebut portofolio efek. Lebih lanjut, melalui Reksa Dana, Anda dapat berinvestasi pada perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia melalui perantaraan Manajer Investasi. Dengan demikian, ketika perusahaan tersebut berkembang dan membagikan keuntungan, Anda bisa ikut menikmati hasil pertumbuhan tersebut.

4. “Investasi terlalu berisiko jika saya masih muda.”

It’s easy to understand why a lot of young people think share trading is too risky. You’re right, shares are a high-risk asset. But the funny thing is, share trading actually becomes more and more risky the older you get.

Banyak orang berpikir bahwa transaksi di pasar modal terlalu berisiko. Benar bahwa investasi di pasar modal memang berisiko. Namun, semakin tua Anda mulai berinvestasi, sebenarnya makin tinggi risikoya bagi Anda. Mengapa demikian? Karena ketika Anda masih muda, Anda masih produktif meniti karir sehingga memiliki kapasitas untuk mengatasi segala volatilitas di pasar modal. Bahkan jika terjadi penurunan atau koreksi yang lebih besar di pasar sekalipun sehingga nilai investasi Anda turun cukup signifikan, Anda relatif masih punya banyak waktu untuk bangkit kembali. Namun, jika Anda sudah lebih tua dan lebih dekat ke masa pensiun, Anda harus fokus untuk melindungi pokok investasi Anda. Jika Anda berusia 60-an dan terjadi koreksi dalam di pasar, Anda mungkin tidak punya cukup waktu untuk membangun kembali portofolio Anda.

5. “Saya lebih baik menabung untuk cicilan rumah saja.”

Tidak ada alasan Anda tidak dapat berinvestasi di pasar modal dan menabung untuk cicilan rumah secara bersamaan. Anda tidak perlu menginvestasikan seluruh tabungan Anda ke pasar modal, cukup Anda alokasikan sebagian saja. Lagipula, Reksa Dana merupakan aset yang likuid; kapanpun Anda ingin mencairkan investasi Anda. Jadi Anda bisa berinvestasi di Reksa Dana dan nantinya dana yang terkumpul dari investasi di Reksa Dana tersebut digunakan untuk membeli rumah.