Konsep Time in the Market dan Efek Compounding - Raiz Invest

Mungkin Anda pernah mendengar pepatah, “It’s not about timing market, it’s about time in the market.” Apa yang dimaksud dengan pepatah ini?

Sebagian investor cenderung berfokus pada kinerja investasi mereka dalam jangka pendek. Mereka senantiasa memantau pergerakan harga saham atau NAB/unit Reksa Dana yang mereka miliki, merasa sangat bahagia dan bergairah saat harga naik, namun di sebaliknya jika harga turun mereka sedih atau bahkan frustrasi karena mereka mengalami kerugian investasi, meskipun hanya dalam jangka pendek. Namun bagaimana dengan gambaran jangka panjang? Dari waktu ke waktu instrumen pasar modal secara alami akan mengalami periode pertumbuhan dan penurunan – ini benar-benar merupakan fenomena yang normal. Oleh karena itu, mencairkan investasi hanya karena harganya sedang turun dalam waktu sesaat bukanlah strategi yang baik, mengingat kemungkinan harga efek tersebut akan kembali naik di kemudian hari.

Mengingat ada pepatahbuy low, sell high” (beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi), banyak investor melakukan apa yang disebut market timing, yaitu mencoba menebak atau memprediksi kapan harga mencapai titik terendah (untuk membeli) dan kapan harga mencapai titik tertinggi (untuk menjual). Namun pada kenyataannya, titik tertinggi maupun terendah baru bisa diketahui saat titik tersebut telah terlewati! Tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mengetahui kapan titik tertinggi atau titik terendah akan terjadi; kalau benar ada, maka orang tersebut pasti sudah kaya raya karena ia sudah bisa menentukan di muka kapan dia harus membeli dan kapan ia harus menjual.

Oleh karena itu, strategi yang lebih tepat adalah memanfaatkan time in the market, yaitu makin lama Anda berinvestasi di pasar modal, makin besar potensi Anda meraih imbal hasil investasi yang memuaskan. Sebagai ilustrasi, mari kita cermati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal IHSG diluncurkan hingga akhir tahun 2018:1

  • Per akhir 2018 atau 36 tahun setelah pencatatan IHSG dimulai, IHSG ditutup pada posisi 6.194,50
  • Pengembalian IHSG selama 36 tahun adalah 6.194,50 (61 kali lipat)
  • Jika disetahunkan, kinerja IHSG 35 tahun adalah 12,14% YoY (per tahun majemuk)
  • Jika Anda menginvestasikan Rp1.000.000 (satu juta rupiah) di IHSG (sejak awal 1983), maka dana tersebut akan bertumbuh menjadi Rp61,945 juta pada akhir 2018. Angka yang cukup fantastis, bukan?

Sekarang coba kita cermati pertumbuhan per tahun. Berikut adalah data pertumbuhan IHSG selama 20 tahun terakhir, dari 1997-2018:

sumber IDX

Jika kita perhatikan angka Perolehan Tahunan, maka tampak jelas bahwa imbal hasil bisa naik ataupun turunada tahun di mana IHSG mengalami kenaikan, dan ada pula tahun di mana IHSG mengalami penurunan. Namun jika kita lihat untuk periode 20 tahun, maka IHSG mengalami kenaikan sebesar 1.442,03%! Inilah esensi dari time in the market: jika Anda berinvestasi di IHSG selama periode 20 tahun terakhir, maka investasi Anda akan telah bertumbuh sebesar 1.442,03%! Sedangkan jika Anda hanya berfokus pada jangka pendek, misalnya Anda hanya berinvestasi di tahun 2008, maka investasi Anda malah turun sebesar 50,64%.

Terkait dengan konsep time in the market, adalah efek compounding. Masih banyak sekali orang yang belum tahu bahwa efekcompounding ternyata sangat bermanfaat ketika berinvestasi, padahal efekcompoundingbisa dikatakan merupakan teman baik dan berkah bagi setiap investor. Setiap investor, terutama mereka yang memang secara khusus berinvestasi untuk jangka panjang, pasti tahu betul bagaimana efekcompounding akan memberikan keuntungan yang benar-benar yang signifikan terhadap kondisi dan tujuan keuangan seiring berjalannya waktu. Efekcompounding juga kerap diartikan sebagaibunga berbungaataubunga bergulung’, di mana bunga yang didapat dari hasil investasi sebelumnya akan diinvestasikan kembali ke instrumen yang sama atau yang berbeda, sehingga bunga yang tadi diinvestasikan pun kembali menghasilkan bunga, atau pendapatan Anda menghasilkan pendapatan lagi. Begitu seterusnya hingga keuntungan investasi menjadi lebih maksimal. Mengingat bunga dari hasilcompounding didapat ketika uang yang Anda hasilkan dari investasi mulai menghasilkan keuntungan lagi ketika diinvestasikan kembali, maka semakin lama Anda berinvestasi, semakin banyak kesempatan bagi investasi Anda untuk menikmati efek compounding ini.

Setelah membaca artikel ini, apakah Anda sudah siap memanfaatkan time in the market dan merasakan bagaimana efek compounding dapat membantu menumbuhkembangkan investasi Anda? Tunggu apa lagi, mulailah berinvestasi sedini mungkin melalui aplikasi Raiz.

Salam investasi!