Istilah-istilah dalam investasi Reksa Dana yang perlu kamu ketahui - Raiz Invest

Di kesempatan ini kita pahami beberapa istilah dalam berinvestasi Reksa Dana. Karena ini sangat membatu kamu dalam berinvestasi Reksa Dana istilah tersebut diantarnya:

  • Manajer Investasi merupakan suatu perusahaan professional atau pihak ketiga yang telah memiliki ijin/lisensi untuk mengelola dana investasi di reksa dana.
  • Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang menjadi administrator, pengawas, dan menjaga aset dari dana yang diinvestasikan.
  • APERD Sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 39/POJK.04/2014 Tentang Agen Penjual Efek Reksa Dana, APERD adalah Pihak yang melakukan penjualan Efek Reksa Dana berdasarkan kontrak kerja sama dengan Manajer Investasi pengelola Reksa Dana. Jadi kesimpulanya, APERD merupakan perusahaan yang berdasarkan kontrak dengan perusahaan Manajer Investasi melakukan kegiatan pemasaran Reksa Dana. Pekerja yang melakukan pemasaran Reksa Dana di perusahaan APERD harus mengantongi izin sebagai WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana).
  • Portofolio Efek adalah kumpulan dari berbagai instrument keuangan, termasuk saham, obligasi, deposito.
  • Transaksi Switching adalah pengalihan reksa dana yang investor miliki ke reksa dana lainnya.
  • NAB/UP adalah nilai aktiva per unit penyertaan. NAB (Nilai Aktiva Bersih) per unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.
  • Subscription fee adalah biaya untuk membeli reksa dana. Besaran biaya biasanya antara 0% hingga 5%.
  • Redemption fee yaitu biaya untuk menjual reksadana dan biayanya juga antara 0% hingga 5% dari nilai investasi.
  • Prospektus adalah dokumen yang berisi informasi detail mengenai sebuah produk reksa dana, mulai pembentukan reksa dana hingga keterangan mengenai penyebarluasan prospektus dan formulir pembelian unit penyertaan reksa dana serta pembubaran atau likuidasi reksa dana. Ini biasanya sebagai acuan untuk menentukan pilihan reksa dana jenis apa yang akan dipilih.
  • KIK atau Kontrak Investasi Kolektif ini merupakan bentuk kerja sama tertulis atau kontrak kerja sama antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian.

  • Reksa Dana Pasar Uang adalah Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau Efek bersifat utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi jangka pendek (<1 tahun) dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko sangat konservatif.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat utang atau obligasi. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 1 – 3 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.
  • Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat ekuitas atau saham. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu >5 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko agresif.
  • Risk & return profile adalah Potensi imbal hasil dan risiko ketiga jenis Reksa Dana di atas dapat digambarkan dalam diagram berikut: 
  • Cut-off time adalah batas waktu transaksi Reksa Dana (pembelian unit penyertaan, penjualan kembali unit penyertaan, dan pengalihan unit penyertaan).
  • Fund fact sheet (FFS)  adalah laporan produk reksa dana yang diterbitkan oleh perusahaan manajer investasi yang berisi tentang kinerja produk reksa dana, informasi jumlah dana kelolaan, dan informasi portofolio. Untuk mempelajari lebih lanjut FFS bisa kesini https://raizinvest.id/blog/membedah-fund-fact-sheet-reksa-dana/.
  • Pengenalan Nasabah atau KYC – Know Your Customer adalah prinsip yang diterapkan institusi jasa keuangan untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan dan sudah menjadi kewajiban institusi jasa keuangan untuk menerapkannya. Untuk mempelajari lebih lanjut KYC kamu bisa kesini https://raizinvest.id/blog/mengenalkycatauknow-your-customer/.
Android/IOS

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Ada Pertanyaan? whatsapp
Share via
Copy link
Powered by Social Snap