Wawasan Mingguan Pasar Indonesia: Investasi Aset Kripto – Uang Panas atau Uang Dingin? - Raiz Invest

Pasar saham dalam seminggu terakhir kembali mengalami tekanan jual. IHSG ditutup melemah 2,78% dan LQ juga ditutup melemah 3,44% dalam seminggu terakhir. Tekanan jual yang masih terjadi di pasar saham dikarenakan kekhawatiran investor akan meningkatnya kasus positif COVID-19 setelah libur Lebaran.

Kendati demikian, ada sentimen positif bagi pasar saham:

  1. Neraca perdagangan yang surplus di bulan April sebesar USD2,2 miliar disebabkan oleh harga komoditas yang masih naik dari tahun lalu dan berpotensi membuat CAD pada 2Q-2021 positif

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Dari sisi obligasi, yield obligasi Pemerintah 10 tahun meningkat 3bps selama sepekan terakhir ditopang oleh pergerakan nilai tukar Rupiah yang menguat walaupun investor asing mulai keluar dari pasar obligasi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

 

Dengan pasar saham yang masih mengalami tekanan jual, banyak investor beralih kepada aset kripto karena dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dalam waktu yang singkat. Walaupun demikian, banyak dari investor pemula yang masuk ke pasar kripto tanpa belajar terlebih dahulu; sehingga, banyak yang mengalami kerugian dalam jumlah yang besar. Perlu Raizers ingat bahwa volatilitas aset kripto lebih tinggi dibandingkan dengan pasar saham.

Sumber: Indodax, Raiz Invest Indonesia

Raizers perlu mengingat bahwa Investasi aset krito benar-benar harus menggunakan “uang dingin” sehingga apabila mengalami kerugian tidak akan mengganggu arus kas. Bagaimana caranya?

  1. “Uang Panas” Raizers lebih baik diinvestasikan ke dalam Reksa Dana Pasar Uang; sehingga, apabila dana tersebut dapat dicairkan kapan saja apabila ada kebutuhan yang mendesak;
  2. “Uang Hangat” dapat diinvestasikan ke dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap atau Reksa Dana Saham yang fungsinya sebagai tabungan atau Investasi jangka panjang;
  3. Apabila Raizers ingin berinvestasi ke dalam aset kripto, Raizers harus menggunakan “Uang Dingin” yang didapat dari imbal hasil dari Reksa Dana Pasar Uang (contoh: Raizers berinvestasi Rp100.000 setiap bulannya ke Reksa Dana Pasar Uang dan mendapatkan imbal hasil Rp1.200.000 setelah satu tahun. Imbal hasil Rp200.000 itulah yang bisa diinvestasikan ke aset kripto).

Aset kripto memang menarik karena dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dalam waktu yang singkat. Namun, Raizers perlu belajar terlebih dahulu dan memahami tingkat volatilitas aset kripto sebelum berinvestasi. Dan yang lebih penting, belilah aset kripto menggunakan “Uang Dingin.”

PRODUK PERFORMA 1 MINGGU PERFORMA (30 DECEMBER 2020 – 21 MEI 2021)
IHSG -2,78% -3,44%
LQ45 -2,79% -8,19%
Yield SUN 10 tahun 3bps 58bps
PASAR UANG
Avrist Likuid Fund 0,09% 1,56%
Manulife Dana Kas Syariah 0,07% 1,16%
PENDAPATAN TETAP
Avrist Bond Fund -0,01% -0,73%
Manulife Syariah Sukuk Indonesia -0,01% -0,86%
SAHAM    
Avrist Indeks LQ45 -2,81% -7,53%

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER


Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

 

 

 

 

 

 

 

 

Android/IOS

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp