Investasi Agar Uang Anda Tak Tergerus Inflasi - Raiz Invest

Banyak orang sering mengeluhkan biaya hidup yang semakin tinggi, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan pas-pasan. Secara sederhana, kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu dikenal dengan istilah inflasi. Jika pendapatan Anda tidak bertambah sebesar laju inflasi atau laju kenaikan harga-harga, maka daya beli Anda akan berkurang secara efektif. Selain itu, inflasi yang tinggi juga dapat mendatangkan malapetaka pada tabungan karena mengakibatkan susutnya nilai dana yang ditabung. 

Inflasi dapat diilustrasikan dengan contoh sebagai berikut: 

Berdasarkan data dari Informasi Pangan Jakarta, 10 tahun lalu, dengan uang Rp 100 ribu, kita dapat membeli beras jenis IR-I 64 sebanyak 23,8 kilogram (kg). Artinya, harga beras saat itu adalah Rp 4.200 per kg. Namun, sekarang dengan jumlah uang yang sama kita hanya dapat beras sebanyak 8,85 kg, karena ternyata harganya sekarang menjadi Rp 11.300 per kg. Inilah yang disebut dengan inflasi. Dalam fenomena ini, terjadi kenaikan harga secara terus-menerus dari tahun ke tahun. Inflasi memang tidak terlihat secara kasat mata, tetapi dapat dirasakan dengan adanya peningkatan harga barang-barang.  

Inflasi terjadi bukan hanya pada harga barang saja, melainkan pada biaya jasa seperti pendidikan, ongkos angkutan umum, dan jasa lainnya. Bahkan, kondisi untuk biaya pendidikan (sekolah) bisa meningkat tajam dengan inflasi mencapai 15-20 persen per tahun. 

Ketika terjadi kenaikan laju inflasi tetapi pendapatan Anda tidak berubah, maka Anda mendapatkan barang ataupun jasa yang jumlahnya lebih sedikit dari biasanya. Untuk mencegah penghasilan riil Anda tergerus inflasi, maka penghasilan Anda setiap tahunnya harus naik paling sedikit sama dengan laju kenaikan inflasi. Jika laju inflasi tahunan adalah sebesar 7%, misalnya, maka penghasilan Anda harus naik sedikitnya 7% per tahun agar daya beli Anda tidak berkurang dan Anda bisa tetap mempertahankan gaya hidup Anda sekarang. Akan tetapi, Anda sebaiknya tidak bergantung kepada penghasilan saja untuk mengalahkan inflasi. Untuk menahan gempuran inflasi, Anda tidak bisa hanya terus menyisihkan dana yang Anda miliki sebab nilainya lama-kelamaan akan habis akibat tergerus inflasi. Salah satu cara mempertahankan nilai uang Anda memang dengan investasi.  

Investasi bertujuan mengamankan nilai aset yang telah dimiliki sekarang (wealth preservation) dan meningkatkannya (wealth accumulation). Kebanyakan orang berpikir bahwa menabung adalah cara terbaik untuk mengatasi inflasi. Namun, menabung dalam bentuk tabungan/deposito sebenarnya tidak akan mampu meningkatkan nilai uang yang kita miliki sekarang, sebab bunga deposito lebih rendah dibandingkan persentase inflasi di Indonesia setiap tahun. Sebagai contoh, jika Anda menaruh uang di bank dalam bentuk deposito, bunga yang diperoleh biasanya berkisar 4-5 persen setiap tahunnya (meski dipublikasikan di kisaran 5-6% per tahun, bunga deposito terkena pajak 20% sehingga hasil bersihnya adalah di kisaran 4-5% per tahun). Walaupun terlihat lebih besar dibandingkan bunga tabungan biasa, nyatanya persentase tersebut masih kalah dengan tingkat inflasi tahunan yang rata-rata bisa mencapai lebih dari 7 persen per tahunnya. 

Bagi Anda yang baru mulai berinvestasi di pasar modalAnda bisa mulai dengan berinvestasi di Reksa Dana karena relatif mudah dan murah. Pada intinya Anda tinggal menaruh uang saja untuk dikelola Manajer Investasi dan mendapatkan imbal hasilJika Anda berinvestasi di Reksa Dana melalui aplikasi Raiz, Anda dapat berinvestasi mulai Rp10.000 dan dengan fitur roundup (pembulatan) ataupun recurring investment (cicilan investasi), Anda dapat menjadikan kegiatan investasi di Raiz sebagai proses yang otomatis sehingga praktis dan efektif.