Uncategorized Archives - Page 2 of 4 - Raiz Invest

Pasar saham dalam seminggu terakhir kembali mengalami tekanan jual. IHSG ditutup melemah 1,14% dan LQ juga ditutup melemah 0,54% dalam seminggu terakhir. Pelemahan pasar saham dalam seminggu terakhir dikarenakan oleh situasi COVID-19 di India dimana kasus hariannya naik signfikan dalam beberapa hari terakhir. Sehingga, dampak yang dilihat dari pandangan pasar adalah trajectory pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan lebih lambat dari yang diperkirakan karena beberapa faktor di bawah ini:

  1. Keterlambatan ketersediaan vaksin di Indonesia dikarenakan seluruh negara, termasuk Tiongkok, akan memfokuskan untuk mengirimkan vaksinnya ke India untuk membantu percepatan program vaksinasi;
  2. Produksi vaksin di India juga akan difokuskan untuk kebutuhan domestik terlebih dahulu untuk menganggulangi peningkatan kasus COVID-19 di India;
  3. Exodus warna negara India ke Indonesia dalam jumlah besar yang dapat berdampak pada peningkatan kasus harian di Indonesia.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Di sisi lain, pasar obligasi pada sepekan terakhir ditutup menguat dengan yield turun 6bps. Kita melihat penguatan yield obligasi dalam seminggu terkahir dikarenakan domestic support dari domestik yang cukup kuat, terutama dari bank dan Bank Indonesia. Berdasarkan data dari DJPPR, bank dan Bank Indonesia telah membeli masuk ke pasar obligasi sebesar Rp 11,49 triliun dan Rp 15,29 triliun. Di sisi lain, investor asing juga mulai kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia dengan inflow sebesar Rp 6,08 triliun. Kita melihat pasar obligasi masih mempunyai upside di tahun ini dikarenakan support dari bank dan Bank Indonesia yang masih kuat dan juga kepemilikan asing atas obligasi Indonesia yang masih rendah (23% vs. 42% sebelum pandemi COVID-19).

Sumber: DJPPR, Raiz Invest Indonesia

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Berita domestik minggu ini:

  1. Bank Indonesia tetap mempertahankan BI 7DRR pada level 3,50%, suku bunga deposito 2,75%, dan suku bunga pinjaman 4,25%. Hal ini dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menjaga nilai tukar Rupiah;
  2. Bank Indonesia kembali menurunkan perkiraan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,1% menjadi 4,1% untuk tahun 2021;
  3. S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia (sovereign credit rating) pada BBB/negative outlook (masih dalam investment grade) dikarenakan prospek pertumbuhan ekonomi kuat.

Dari global, Bank Sentral Eropa (ECB) tetap mempertahankan suku bunga acuan dan pembelian obligasi (stimulus). Gubernur ECB, Christin Lagarde, mengatakan bahwa ekonomi kuartal pertama masih akan mengalami kontraksi namun akan bertumbuh pada kuartal kedua. Beliau juga menambahkan bahwa terlalu dini untuk ECB membicarakan pengurangan stimulus di kuartal tiga.

Dari Bank Sentral Amerika (Federal Reserve), Gubernur Jerome Powell, menyatakan bahwa perekonomian Amerika dalam “inflection point” dimana tunjangan pengangguran mulai berkurang, penjualan ritel mulai naik dan lebih dari setengah dewasa di Amerika sudah divaksinasi akan membuat pembatan sosial akan mulai berkurang dan perekonomian Amerika akan tumbuh. Walaupun demikian, Bank Sentral Amerika akan tetap mempertahankan suku bunga pada level yang sekarang walaupun inflasi berpotensi untuk naik di atas 2%.

Investor harus memperhatikan pernyataan Bank Sentral Amerika pada hari Rabu apakah akan ada indikasi kapan Bank Sentral Amerika akan mulai mengurangi program asset purchase sebesar USD120 miliar per bulan di saat ada potensi kenaikan inflasi dan suku bunga acuan mendekati 0%.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Tujuan melakukan financial planning adalah agar kamu bisa mencapai financial freedom di kemudian hari. Apa sih yang dimaksud dengan financial freedom?

  1. Tidak ada hutang kartu kredit dan KTA.
  2. Cicilan hutang maksimal 30% dari penghasilan.
  3. Mempunyai dana darurat 3 – 12 bulan pengeluaran.
  4. Terlindungi asuransi.

Bagaimana cara kita bisa mencapai financial freedomSimple. Caranya, sisihkan sebagian dari gaji kita untuk diinvestasikan.

Mungkin masih banyak yang bingung berapa persentase yang harus dialokasikan untuk keperluan investasi. cara simple adalah sebagai berikut:

Pos Alokasi
Biaya Hidup 50%
Investasi (Reksa Dana, Emas, Saham, dll) 30%
Biaya Lainnya 20%

Tetapi, akan lebih baik apabila alokasi untuk investasi lebih besar untuk menghadapi situasi darurat seperti kondisi saat ini:

Pos Alokasi
Biaya Hidup 50%
Investasi (Reksa Dana, Emas, Saham, dll) 40%
Biaya Lainnya 10%

Memang terlihat berat bagi sebagian masyarakat untuk menyisihkan 30% – 40% dari gaji untuk berinvestasi. Akan tetapi, dengan menyisihkan dana untuk investasi, kita pasti bisa mencapai financial freedom di kemudian hari.

Di Bulan Ramadhan ini teman-teman pasti akan menerima THR, jangan lupa sisihkan sebagian THR untuk investasi.

“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Berinvestasi dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Kalau Raizers masih bingung atau ingin mengetahui cara mengaturkan gaji kamu, besok kami ada Raiz Talkz di Pojok Raiz pukul 17:00 WIB, untuk kamu bisa berdiskusi lebih lanjut dengan Investment Specialist dari Raiz!

Raiz menunggu kehadiran kamu di Raiz Talkz besok!

DISCLAIMER


Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Pasar saham dalam seminggu terakhir melanjutkan penguatannya. Dalam sepekan terakhir, IHSG menguat 0,26% dan LQ45 menguat 0,13%. Akan tetapi, pasar obligasi mengalami sedikit pelemahan dalam sepekan terakhir sebesar 3bps.

Penguatan pasar saham yang terjadi selama sepekan terakhir disebabkan oleh beberapa data ekonomi domestik yang baik sehingga menunjukkan arah perbaikan ekonomi di tahun ini:

  1. Neraca perdagangan yang kembali surplus sebesar USD1,6 miliar sehingga neraca perdagangn selama 1Q2021 surplus USD5,5 miliar. Dengan surplus neraca perdagangan selama 1Q2021, kita percaya bahwa CAD (Current Account Deficiti) akan melanjutkan arah positif yang dimulai pada 3Q2020. Surplus neraca perdagangan yang terjadi selama 1Q2021 juga menunjukkan pemulihan global demand.
  2. Data penjualan mobil yang tumbuh 10,5% yoy pada bulan Maret 2021 menunjukkan bahwa stimulus dari Pemerintah terkait PPnBM 0% untuk mobil di bawah 1.500 dapat mendorong konsumsi.
  3. Penjualan semen juga tumbuh 10,7% yoy pada bulan Maret yang menandakan kegaiatan konstruksi mulai membaik.
  4. Data penjualan property dari beberapa emiten seperti Ciputra dan Pakuwon Jati juga menunjukkan pemulihan di sektor property di bulan Maret 2021.
  5. Indeks kepercayaan konsumen Bank Indonesia juga mulai meningkat sedikit di bulan Maret menjadi 93,4 dari 85,8.

Keharusan menjalani program vaksinasi COVID-19 oleh Pemerintah membuat semua golongan masyarakat aktif untuk mengikuti vaksinasi. Walaupun ada berita bahwa pengadaan vaksin akan mengalami sedikit kendala, namun secara umum masih dapat diatasi. Kita melihat pergerakan IHSG seperti pergerakan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dimana perekonomian Indonesia masih diperkirakan akan tumbuh sedikit soft pada 1H2021 dan akan meningkat pada 2H2021.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

*Kenaikan yield obligasi dikarenakan ada pergantian benchmark series dari FR85 menjadi FR87

Berita global yang menarik adalah data pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 1Q2021 yang melesat. Dilansir dari Financial Times, perekonomain TIongkok pada 1Q2021 tumbuh 18,3% yoy. Kita melihat pertumbuhan ekonomi yang pesat dikarenakan ada low base effect dimana, pada periode yang sama tahun lalu, Tiongkok melakukan lockdown sehingga membuat perekonomian mengalami pertumbuhan negatif sebesar 6,8% yoy.

Berdasarkan Financial Times, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang pesat pada 1Q2021 didorong oleh kenaikan konsumsi dan ekspor yang pesat. TIongkok juga diuntungkan oleh negara yang pertama kali keluar dari lockdown walaupaun Amerika Serikat tidak jauh dibelakang dengan stimulus yang diluncurkan oleh Presiden Joe Biden sebesar USD1,9 triliun.

Data ekonomi domestik yang akan keluar minggu ini adalah data suku bunga acuan Bank Indonesia yang kita perkirakan akan tetap bertahan pada level sekarang di 3,5%. Dengan suku bunga yang semakin rendah, investasi pada reksa dana saham dilihat akan lebih cocok dengan potensi perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2H2021.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER
Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Teman-teman Raziers penasaran gak sih bagaimana performa IHSG dan obligasi di bulan Ramadhan?

Berdasarkan data dari IDX dan IBPA, selama bulan Ramadhan di 5 tahun terakhir, performa pasar saham dan obligasi meningkat. Dari data yang ada, kita melihat 3 tahun dari 5 tahun (60% probabilitas), pasar saham dan pasar obligasi di bulan Ramadhan mengalami peningkatan.

Sebagai pengingat bagi teman-teman Raizers kapan jatuhnya bulan Ramadhan selama 5 tahun terakhir, bulan Ramadhan jatuh pada bulan-bulan berikut:

2016: 6 Juni – 5 Juli

2017: 27 Mei – 24 Juni

2018: 17 Mei – 14 Juni

2019: 6 Mei – 4 Juni

2020: 24 April – 23 Mei

Nah, sekarang kita lihat bagaimana peforma IHSG berdasarkan data dari Bloomberg pada bulan-bulan tersebut:

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Karena reksa dana saham yang ada di aplikasi Raiz adalah reksa dana saham berbasis LQ45, mari kita lihat juga performa LQ45 selama bulan Ramadhan:

Sumber: IDX, Raiz Invest Indonesia

Bagaimana dengan pasar obligasi? Performa pasar obligasi berkorelasi positif dengan masuknya dana asing ke pasar obligasi. Sehingga, mari kita lihat pergerakan dana asing di pasar obligasi selama bulan Ramadhan dalam lima tahun terakhir.

 Sumber: DJPPR, Raiz Invest Indonesia

Setelah kita melihat aliran dana asing ke pasar obligasi, mari kita simak pergerakan yield obligasi pemerintah 10 tahun selama bulan Ramadhan:

Sumber: IBPA, Raiz Invest Indonesia

*  Pergerakan yield obligasi bertolak belakang. Penurunan yield menandakan kenaikan harga obligasi dan sebaliknya.

Nah, teman-teman bisa lihat sendiri bahwa performa IHSG , LQ45 dan obligasi terdapat 3 tahun dari 5 tahun (60% probabilitas) dimana bulan Ramadhan memiliki kinerja yang positif (2016, 2017 dan 2020).

Sehingga, teman-teman Raizers dapat merubah portofolio reksa dana yang tadinya ada di pasar uang untuk masuk ke pasar obligasi atau saham. Bagi teman-teman yang sudah memiliki Reksa Dana saham atau obligasi, saatnya untuk menambah saldo supaya investasinya terus bertambah.

Ayo ikutan group diskusi resmi “Pojok Raiz” di telegram t.me/pojokraiz. Kamu bisa ngobrol dengan Raizer lainnya dan mendapatkan banyak informasi dan update terbaru tentang Aplikasi Raiz.

DISCLAIMER


Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Hi Raizers, 

Pada bulan Ramadhan, pengeluaran sehari-hari pasti berubah. Apabila kamu puasa, kamu pasti akan menyisihkan uang makan, kopi atau bahkan rokok setiap hari. Ya kan?

Pernah tidak kamu berfikir, mumpung ada uang lebih kenapa tidak uang tersebut diinvestasikan saja kepada akun Raiz kamu dan lihat saldo investasi kamu terus berkembang selama bulan Ramadhan ini!  

Di Bulan Ramadhan ini, Raiz ingin kamu giat berinvestasi agar kamu bisa mencapai tujuan investasi yang kamu telah tentukan dengan fitur terbaru yang ada pada aplikasi Raiz yaitu fitur: SAVINGS GOAL 

*Mohon update aplikasi Raiz untuk menggunakan fitur Savings Goals

Selain kami ingin para Raizer mencoba fitur terbaru ini, dengan mengaktifkan fitur Savings Goal kalian bisa menentukan goal investasi kalian dengan mengatur frekuensi dan jumlah Investasi Berkala untuk mencapai goal kamu.

Raiz akan memberikan THR dengan total Rp15.000.000 kepada Raizers yang mengaktifkan fitur ini dan bisa melakukan investasi sebanyak 20 kali selama bulan Ramadhan! Kamu bebas melakukan metode investasi apa saja; Investasi Seketika, Investasi Berkala dan Round-Ups.

Skema Giveaway THR Raiz Ramadhan:

Untuk yang berhasil melakukan Investasi sebanyak 20 kali (minimal Rp10.000 per transaksi) selama 20 hari pertama bulan Ramadhan (13 April – 3 Mei 2021), Raiz akan memberikan THR Bonus Investasi sebesar Rp250.000 masing-masing kepada 50 Raizers TERPILIH dan total BONUS tambahan THR sebesar Rp2.500.000*!

*Syarat dan Ketentuan berlaku 

Syarat & Ketentuan Menjadi Peserta:

1. Mempunyai akun Raiz

2. Menjadi member di grup Telegram resmi Pojok Raiz  t.me/pojokraiz

3. Tentukan Saving Goals kamu di aplikasi Raiz

4. Lakukan minimal 20 transaksi Investasi Berkala, Seketika atau Round-Ups (minimal Rp10.000 per transaksi) dari 13 April sampai 3 Mei 2021.

5.Tim Raiz akan mencatat semua transaksi kamu dan kamu tidak perlu kirim bukti kepada @mimin3107

REWARDS:

Rp250.000 untuk masing-masing 50 Raizers terpilih yang telah melakukan 20 kali transaksi dari tanggal 13 April – 3 Mei 2021. 

BONUS TAMBAHAN THR:

1. Rp100.000 Untuk 5 Raizers terpilih yang telah berinvestasi minimal Rp500.000 dalam waktu giveaway (13 April – 3 Mei)

2. Rp200.000 untuk 10 Raizers terpilih yang telah berinvestasi minimal Rp1.000.000 dalam waktu giveaway (13 April – 3 Mei)

Hi Raizers!

Kami telah membuat fitur baru untuk membantu kamu mencapai tujuan investasi kamu di Raiz. Fitur baru ini bernama Savings Goal!

Apa Itu Savings Goal?

Fitur ini akan membantu kalian untuk mencapai tujuan investasi kamu. Kamu dapat membuat target investasi kamu dengan memberi nama serta mengatur frekuensi dan nominal yang akan kamu investasikan secara berkala untuk mencapai target investasi tersebut.  Frekuensi investasi kamu dapat kamu atur dalam jangka waktu mingguan atau bulanan.

Cara tentukan Savings Goal:

Apabila saat ini kamu sudah mengaktifkan Investasi Berkala dan ingin mengaktifkan Savings Goal, maka kamu harus menonaktifkan terlebih dahulu pengaturan Investasi Berkala yang sedang berjalan. Customer Care kami siap membantu, dapat kalian hubungi langsung melalui aplikasi Raiz, pergi ke Menu Utama dan klik “Raiz Care”.

Kami selalu mendukung Raizers dalam menabung dan berinvestasi, lakukan ini dan kalian berada di langkah yang tepat dalam mengatur dan merencanakan keuangan demi meraih kestabilan finansial dalam hidupmu.

Kami ingin tahu tanggapan kamu atas fitur baru ini, apabila berguna dan kamu suka, kami sungguh menghargai ulasan dan rating kamu di Google Play Store kami!

Ikutan grup diskusi resmi kami di Telegram Pojok Raiz (https://t.me/pojokraiz).

Kenapa investasi emas sangat disukai oleh banyak orang, terutama orang Indonesia jaman dulu? Pada saat ketidakpastian, potensi imbal hasil Investasi pada Instrumen Obligasi dan/atau saham tidak mampu mengkompensasi risiko yang ada. Sehingga, membuat Investor berpaling pada aset riil, seperti emas.

Tapi apakah teman-teman Raizers tahu bahwa investasi emas hanya bagus di dalam kondisi extreme seperti pandemi COVID-19 atau krisis global lainnya? Mari kita lihat chart di bawah ini.

 Sumber: Bloomberg

Di tahun 2008, Krisis Finansial Global yang bermula dari Amerika Serikat membuat harga emas naik signifikan. Sejarah terulang kembali di tahun 2020 dimana pandemi COVID-19 membuat perekonomian dunia berhenti dan harga emas kembali naik signifikan.

Dari pola tersebut terlihat kenaikan harga emas sebagai indikator akan terjadinya suatu krisis.

Mari kita bandingkan dengan pergerakan pasar saham di periode yang sama.

Sumber: Bloomberg

Ternyata pergerakan pasar saham sangat berbeda dengan pergerakan harga Emas. Apabila kita tetap berinvestasi pada pasar saham, baik di saat krisis ataupun tidak, maka return yang didapat jauh lebih besar apabila dibandingkan investasi pada emas.

Kita melihat potensi di pasar saham masih bagus. Program Vaksinasi yang gencar dan stimulus yang diberikan oleh Pemerintah (seperti pengurangan PPnBM) dapat membuat roda ekonomi lebih baik di tahun ini.

Kondisi saat ini pasar saham lumayan murah karena sudah berada di bawah level 6,000. Sehingga, ini saat yang tepat bagi para Raizers untuk mulai pindah ke RD saham.

Setelah baca blog ini, kamu bisa berdiskusi bareng-bareng tentang berinvestasi di emas atau saham di grup Telegram resmi Pojok Raiz (https://t.me/pojokraiz)

Hi Raizers!

Kami telah mendengarkan semua ulasan kamu tentang aplikasi Raiz. Kami selalu mencoba untuk meningkatkan kenyamanan kamu selama perjalanan kamu berinvestasi di Raiz.

Sekarang kami telah memperbarui tampilan dari aplikasi Raiz agar kamu bisa melihat total nilai saldo kamu dan total nilai Investasi kamu. Langsung saja update aplikasi kamu di Google Play Store untuk melihat tampilan baru aplikasi Raiz.

Penjelasan Nilai Saldo dan Nilai Investasi:

  • Nilai Saldo: Adalah jumlah total uang yang kamu telah investasikan ke akun Raiz, termasuk dengan saldo yang masih dalam proses setelah kamu melakukan pembayaran.
  • Nilai Investasi: Adalah jumlah total saldo kamu yang telah berhasil terbentuk menjadi Unit Investasi. Nilai Investasi akan bertambah setelah 2-3 hari kerja (Sabtu, Minggu, dan Hari Libur bukan termasuk hari kerja) setelah kamu melakukan pembayaran.

Kami sangat berterima kasih untuk semua ulasan dari Raizers yang selalu membantu kami untuk terus bisa berkembang lebih baik lagi sebagai aplikasi investasi.

Kalau kamu ingin rekomendasikan fitur baru atau tampilan baru, langsung saja diskusi di grup resmi Telegram kami Pojok Raiz (https://t.me/pojokraiz).

Jangan lupa untuk share pengalaman dan ulasan kamu tentang versi terbaru aplikasi Raiz di Google Play Store.

Kami akan memberikan hadiah Bonus Investasi sebesar Rp50.000 kepada 100 Raizers terpilih yang berhasil mengajak 3 teman untuk berinvestasi di Raiz melalui fitur #AjakTemanmu. Selain bonus Investasi senilai Rp50.000 untuk 100 Raizers, kamu juga bisa meraih kesempatan untuk menjadi salah satu pemenang dari tiga Raizers yang berhasil #AjakTemanmu terbanyak sepanjang masa giveaway ( 6 April – 25 April).

Rewards:

🥇 Referral Terbanyak Pertama: Rp150.000

🥈 Referral Terbanyak Kedua: Rp100.000

🥉 Referral Terbanyak Ketiga: Rp75.000

👥 100 Raizers Terpilih: Rp50.000

Cara Gabung:

1. Memiliki akun Raiz.

2. Menjadi member di group Pojok Raiz (t.me/pojokraiz)

3. Berhasil melakukan #AjakTemanmu minimal 3 kali.

4. Tim Raiz akan mencatat semua peserta baru yang telah daftar dari metode #AjakTemanmu.

5. Pastikan teman yang kamu ajak menggunakan kode referral kamu untuk mendaftarkan diri di Raiz antara tanggal 6 April s/d 12 April. 

6. Teman yang menggunakan kode referral kamu memiliki waktu untuk melakukan minimal investasi Rp50.000 dari tanggal 7 April s/d 25 April.

7. Tim Raiz akan mencatat semua transaksi dari semua referral kamu.

8. Pengumuman akan disosialisasikan di semua platform media sosial Raiz.

Syarat & Ketentuan #AjakTemanmu:

1.  Teman yang menggunakan kode referral harus melakukan transaksi untuk pertama kalinya dengan minimal nominal Rp50.000.

2.  Pemberi referral harus memiliki saldo minimal Rp50.000 pada akun Raiz.

Ada Pertanyaan? whatsapp