Tips Archives - Raiz Invest

 

Merencanakan keuangan itu gampang-gampang susah. Akan terasa mudah jika Anda mengerti caranya dan konsisten melakukannya. Namun di sisi lain akan terasa sulit jika Anda belum paham tentang konsepnya atau tidak disiplin menjalankannya. Sejauh ini, perencanaan keuangan belum menjadi materi yang diajarkan di bangku sekolah, padahal pengetahuan ini penting bagi kita semua agar kita tahu bagaimana mengelola keuangan (literasi keuangan). Literasi keuangan tidak hanya membantu kita memupuk kekayaan, tapi juga bisa membantu kita terhindar dari jeratan utang.

Anda bisa memilih untuk makan bakso. Anda dapat memilih untuk membaca novel favorit Anda. Anda dapat memilih untuk mengirim pesan kepada orang yang Anda sukai dengan meme yang sedang viral. Dan semua tindakan itu tentu saja dapat meningkatkan mood Anda, meskipun hanya beberapa menit. Tetapi bisakah Anda memilih untuk menjadi lebih bahagia dengan cara yang nyata dan dapat bertahan lama?

  1. Bangun pagi

Banyak tokoh-tokoh sukses dunia memiliki kebiasaan bangun pagi, seperti mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Richard Branson (pendiri dan pemimpin Virgin Group), Jack Dorsey (pendiri Twitter), Ursula Burns (CEP Xerox) dan Tim Cook (CEO Apple).

Apakah risiko itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Investasi tidak luput dari risiko, dan dalam investasi risiko berbanding lurus dengan potensi imbal hasil, atau dikenal dengan istilah “high risk, high return.” Artinya, jika Anda ingin potensi imbal hasil atau keuntungan investasi yang besar, Anda harus siap menanggung risiko yang tinggi. 

Tanpa terasa, tahun 2019 sudah kita lalui dan kita sudah memasuki minggu kedua di tahun 2020. Bagaimana Raizers menyikapi pergantian tahun? Apakah ada hal-hal baru atau yang berbeda yang ingin Anda lakukan untuk memperbaiki diri dan kehidupan Anda? Artikel ini mencoba menawarkan tips yang dapat Anda simak untuk meningkatkan kualitas diri Anda di tahun yang baru ini.

  1. Refleksi Diri
Tips Berhemat Zaman Now

Pernahkah Anda mendengar peribahasa “hemat pangkal kaya”? Meskipun zaman sekarang sudah canggih, peribahasa klasik ini masih berlaku dan sebaiknya tetap Anda jalankan untuk masa depan yang cerah. Simak 5 tips hemat berikut agar Anda dapat berhemat.

  1. Buat daftar keperluan

Setiap kali Anda akan berbelanja, buatlah daftar barang yang akan dibeli. Misalnya sebelum Anda berbelanja keperluan mingguan atau bulanan ke supermarket, buatlah daftar belanjaan Anda terlebih dahulu supaya tidak ada yang terlupakan dan Anda tidak membeli barang yang sebenarnya tidak Anda perlukan. Jika Anda cermati, tidak jarang Anda membeli sesuatu karena dorongan sesaat (impulse shopping) – misalnya karena produk tersebut baru, kemasannya menarik, atau ada tawaran diskon, dan sebagainya. Daftar belanjaan membantu Anda menjaga disiplin agar Anda tidak terjerat pada fenomena impulse shopping.

Lebih baik lagi jika kemudian Anda mencocokkan pembelanjaan Anda dengan daftar belanja Anda setiap kali Anda selesai belanja. Selain untuk memantau berapa besar pengeluaran Anda, jika ternyata Anda melakukan impulse shopping, Anda juga dapat mengingatkan Anda sendiri untuk lebih disiplin di sesi belanja berikutnya.

  1. Kurangi/hindari jajan

Pernahkah Anda mendengar istilah latte factor? Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh David Bach, penulis buku Finish Rich sekaligus motivator keuangan dari Amerika Serikat. Latte factor mengacu pada kebiasaan kecil tapi rutin yang menghabiskan penghasilan. Istilah ’latte’ ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengkritik kebiasaan masyarakat kota besar yang kerap menghabiskan waktu dan uang untuk jajan kopi susu (coffee latte).

Dengan berinvestasi Rp10.000 setiap hari di Portfolio Raiz yang Konservatif, dana kamu berpotensi untuk berkembang sebesar 2.8% per tahun (setara 3.5% per tahun) dan bila kamu terus berinvestasi seperti itu selama 1 tahun penuh, maka dana kamu berpotensi akan berkembang sebesar 3.9% (setara dengan deposito 4.9%).

Selama ini, mungkin Anda lebih mengenal istilah medical check up, yaitu pemeriksaan kesehatan guna mengetahui kondisi tubuh sehingga bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Nah, di dunia keuangan, ada yang namanya financial check up.