Motivasi Archives - Raiz Invest

– Kenapa ada biaya transfer ?

Perlu kita bersama ketahui, system keuangan baik yang konvensional (Bank, Kartu Kredit dll) ataupun yang berbasis teknologi (E-Money, E- Wallet, dll) memiliki komponen biaya transfer.

Contohnya bila menggunakan transfer antar Bank, akan terkena biaya antara 3500 – 6500. Kemudian kamu juga pasti pernah membayar biaya yang dikenakan oleh platform E Wallet dan E Money setiap kamu melakukan top up saldo (Biayanya sekitar Rp1000).

Apakah Anda termasuk mereka yang selalu kebingungan jelang tanggal tua atau mereka yang selalu mengeluh bahwa gajinya numpang lewat alias tidak bersisa sama sekali untuk ditabung? Jika ya, coba simak artikel berikut ini untuk mengidentifikasikan apa saja alas an yang kerap membuat gaji numpang lewat, supaya Anda kemudian bisa mengubah sikap dan keluar dari masalah ini.

  1. Gaya hidup dan gengsi

Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah literasi keuangan, namun mungkin Anda masih paham apa persisnya literasi keuangan itu. Bahkan mungkin sebagian dari Anda menganggap bahwa literasi keuangan (financial literacy) itu sama dengan inklusi keuangan (financial inclusion), padahal sebenarnya keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Untuk itu, dalam artikel ini mari kita bahas apa itu literasi keuangan dan manfaatnya bagi Anda.

Hai Raizer,

Perkenalkan aku Asa, salah satu dari golongan kaum milenial….

Sadar nggak sih , di usia 20-an kebanyakan milenial belum sampai pada pemikiran untuk merencanakan keuangan mereka. Nggak percaya? Coba tengok teman-teman kalian di usia 20an deh ! Atau bahkan kita harus sambil introspeksi diri nih, jangan-jangan kita termasuk golongan yang bahkan saat ini belum bisa merencanakan keuangan dengan baik? Berapa banyak milenial zaman sekarang yang sadar pentingnya investasi untuk masa depan ? Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kelompok usia 16-30 tahun yang masuk kategori generasi milenial saat ini berjumlah sekitar 64,3 juta jiwa. Namun, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dari kelompok tersebut yang memiliki investasi di pasar modal Indonesia hanya 1,6 juta jiwa. Waduh…….

45.2K Followers

Pemberlakuan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mengharuskan seluruh masyarakat untuk #DiRumahAja. Alhasil, semua rencana termasuk liburan keluarga yang telah dibuat pun terpaksa dibatalkan atau ditunda sampai dengan batas waktu yang belum bisa dipastikan. Namun, Anda dan keluarga tidak perlu khawatir, karena dengan pemanfaatan teknologi, Anda bisa berlibur secara virtual, lho.

45.2K Followers

Wabah COVID-19 tengah berkecamuk di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Karena tingkat penyebarannya yang tinggi dan cepat, pemerintah Indonesia telah menghimbau agar rakyat tinggal di rumah dulu. Kampanye #DiRumahAjaDulu bertujuan mengurangi aktivitas di luar rumah guna memutus rantai penyebaran virus dan menekan jumlah korban.

Namun, sebagian besar dari Anda mungkin merasa bosan dan jenuh berada di rumah saja, apalagi jika Anda termasuk orang aktif, baik di tempat kerja maupun saat berakhir pekan bersama orang-orang terdekat. Lalu, apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mengusir rasa bosan, jenuh dan kesepian ketika berada di rumah selama wabah COVID-19? Simak Beberapa tips berikut.

45.2K Followers

Siapa yang nggak seneng saat gajian? Anda pasti senang dan sangat menantikan saat gajian tiba. Tapi pernahkah Anda merasa bahwa setelah bekerja sekian lama koq kekayaan Anda tidak kunjung bertambah. Setiap dapat gajian selalu habis, sangat kecil atau bahkan tidak ada yang tersisa. Jika Anda mengalami masalah itu, Anda perlu belajar mengelola keuangan. Literasi keuangan adalah salah satu keahlian yang mutlak diperlukan setiap orang untuk meraih kesuksesan dalam hidup.

45.2K Followers

Wabah virus korona atau COVID-19 telah melanda berbagai negara dan memakan banyak korban. Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization atau WHO, bahkan sudah menetapkan COVID-19 sebagai pandemic atau wabah dunia. Demi meredam penyebaran infeksi virus ini dan menekan jumlah korban, banyak negara sudah memutuskan untuk melakukan lockdown atau melarang rakyatnya keluar dari rumah. Meski di Indonesia belum diberlakukan kebijakan lockdown, namun pemerintah sudah menghimbau kita untuk membatasi kegiatan dan bekerja, belajar serta beribadah di rumah. Banyak perusahaan juga telah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) agar para karyawannya bisa bekerja di rumah.

Seiring dengan penyebaran infeksi virus korona atau COVID-19 yang pesat, pemerintah Indonesia telah menghimbau masyarakat untuk membatasi pergerakan dan interaksi sosial (social distancing) dan memindahkan aktivitas bekerja, belajar dan beribadah di dalam rumah. Untuk itu banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home atau disingkat WFH) bagi para karyawannya.

Setelah menggemparkan dunia selama kurang lebih 3 bulan lamanya, akhirnya wabah virus korona (COVID-19) melanda Indonesia dan cukup meresahkan banyak pihak, terutama karena tingkat penyebaran virus ini sangatlah tinggi. Dalam waktu yang relatif singkat, jumlah pasien yang terinfeksi cukup besar dan tingkat kenaikan jumlah pasien sangatlah cepat menyerupai deret ukur. Pembahasan seputar wabah pun mengisi berbagai media, baik cetak dan elektronik. Di luar media, masyarakat pun gencar membicarakannya dalam berbagai forum, mulai dari forum yang bersifat obrolan atau humor sampai forum yang berisi informasi dan nasihat.

Ada Pertanyaan? whatsapp