Edukatif Archives - Raiz Invest

Dalam berinvestasi Reksa Dana, pemilihan portofolio merupakan hal paling awal yang harus Raizer lalui, kadang masih ada beberapa teman-teman pemula disini yang masih agak bingung dalam menentukan portofolio.

Di aplikasi Raiz kamu diharuskan memilih satu dari ketiga portofolio yang ada yaitu Konservatif, Moderat dan Agresif, tapi jangan khawatir bila dikemudian hari Raizer ingin merubah portofolio kamu, karena di aplikasi Raiz kamu bisa dengan mudah memindahkan portofolio satu ke portofolio lainnya dengan fitur Switching

Di kesempatan ini kita pahami beberapa istilah dalam berinvestasi Reksa Dana. Karena ini sangat membatu kamu dalam berinvestasi Reksa Dana istilah tersebut diantarnya:

  • Manajer Investasi merupakan suatu perusahaan professional atau pihak ketiga yang telah memiliki ijin/lisensi untuk mengelola dana investasi di reksa dana.
  • Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang menjadi administrator, pengawas, dan menjaga aset dari dana yang diinvestasikan.
  • APERD Sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 39/POJK.04/2014 Tentang Agen Penjual Efek Reksa Dana, APERD adalah Pihak yang melakukan penjualan Efek Reksa Dana berdasarkan kontrak kerja sama dengan Manajer Investasi pengelola Reksa Dana. Jadi kesimpulanya, APERD merupakan perusahaan yang berdasarkan kontrak dengan perusahaan Manajer Investasi melakukan kegiatan pemasaran Reksa Dana. Pekerja yang melakukan pemasaran Reksa Dana di perusahaan APERD harus mengantongi izin sebagai WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana).
  • Portofolio Efek adalah kumpulan dari berbagai instrument keuangan, termasuk saham, obligasi, deposito.
  • Transaksi Switching adalah pengalihan reksa dana yang investor miliki ke reksa dana lainnya.
  • NAB/UP adalah nilai aktiva per unit penyertaan. NAB (Nilai Aktiva Bersih) per unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.
  • Subscription fee adalah biaya untuk membeli reksa dana. Besaran biaya biasanya antara 0% hingga 5%.
  • Redemption fee yaitu biaya untuk menjual reksadana dan biayanya juga antara 0% hingga 5% dari nilai investasi.
  • Prospektus adalah dokumen yang berisi informasi detail mengenai sebuah produk reksa dana, mulai pembentukan reksa dana hingga keterangan mengenai penyebarluasan prospektus dan formulir pembelian unit penyertaan reksa dana serta pembubaran atau likuidasi reksa dana. Ini biasanya sebagai acuan untuk menentukan pilihan reksa dana jenis apa yang akan dipilih.
  • KIK atau Kontrak Investasi Kolektif ini merupakan bentuk kerja sama tertulis atau kontrak kerja sama antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian.

– Kenapa ada biaya transfer ?

Perlu kita bersama ketahui, system keuangan baik yang konvensional (Bank, Kartu Kredit dll) ataupun yang berbasis teknologi (E-Money, E- Wallet, dll) memiliki komponen biaya transfer.

Contohnya bila menggunakan transfer antar Bank, akan terkena biaya antara 3500 – 6500. Kemudian kamu juga pasti pernah membayar biaya yang dikenakan oleh platform E Wallet dan E Money setiap kamu melakukan top up saldo (Biayanya sekitar Rp1000).

Apakah Anda termasuk mereka yang selalu kebingungan jelang tanggal tua atau mereka yang selalu mengeluh bahwa gajinya numpang lewat alias tidak bersisa sama sekali untuk ditabung? Jika ya, coba simak artikel berikut ini untuk mengidentifikasikan apa saja alas an yang kerap membuat gaji numpang lewat, supaya Anda kemudian bisa mengubah sikap dan keluar dari masalah ini.

  1. Gaya hidup dan gengsi

Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah literasi keuangan, namun mungkin Anda masih paham apa persisnya literasi keuangan itu. Bahkan mungkin sebagian dari Anda menganggap bahwa literasi keuangan (financial literacy) itu sama dengan inklusi keuangan (financial inclusion), padahal sebenarnya keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Untuk itu, dalam artikel ini mari kita bahas apa itu literasi keuangan dan manfaatnya bagi Anda.

Di kesempatan ini mimin ingin membagikan pengalaman menarik saat menggunakan fitur switching di aplikasi Raiz, karena kebetulan kondisi market dalam beberapa minggu lalu performa market sedang mengalami penurunan. Sebelum kita berbicara lebih jauh baiknya kita memahami dulu apa itu fitur switching di aplikasi Raiz, karena ini merupakan fitur unggulan di Raiz karena sejauh ini mimin belum menemukan platfom lain yang bisa melakukan switching seperti halnya aplikasi Raiz. 

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia praktis memiliki potensi pangsa pasar modal syariah terbesar di dunia. Namun di sisi lain, rasio nilai kapitalisasi pasar terhadap PDB (Pertumbuhan Domestik Bruto) Indonesia masih berada di bawah 50%. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan pasar modal, termasuk pasar modal syariah, di Indonesia masih sangat besar.

Apa AKSes KSEI?
Mengutip dari https://www.ksei.co.id/education/akses-facility
Fasilitas AKSes KSEI adalah sarana akses informasi melalui jaringan internet yang diperuntukkan bagi investor untuk memonitor posisi dan mutasi Efek miliknya yang tersimpan pada Sub Rekening Efek di KSEI. Setiap Investor berhak untuk memperoleh akses atas fasilitas ini melalui Pemegang Rekening KSEI, dimana investor terdaftar sebagai nasabah. KSEI tidak mengenakan biaya apapun, baik kepada Pemegang Rekening KSEI atau investor.

Baru-baru ini ada salah satu Raizer yang mengajukan pertanyaan yang menggelitik di laman sosial media Raiz: mengapa di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Malaysia masih ada uang USD 1 dan 1 Ringgit sementara di Indonesia sudah tidak ada lagi Rp 1? Raizer ini juga menyatakan bahwa bahkan Dollar Amerika Serikat nilai intrinsiknya naik terus setiap tahunnya.

Hai Raizer,

Perkenalkan aku Asa, salah satu dari golongan kaum milenial….

Sadar nggak sih , di usia 20-an kebanyakan milenial belum sampai pada pemikiran untuk merencanakan keuangan mereka. Nggak percaya? Coba tengok teman-teman kalian di usia 20an deh ! Atau bahkan kita harus sambil introspeksi diri nih, jangan-jangan kita termasuk golongan yang bahkan saat ini belum bisa merencanakan keuangan dengan baik? Berapa banyak milenial zaman sekarang yang sadar pentingnya investasi untuk masa depan ? Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kelompok usia 16-30 tahun yang masuk kategori generasi milenial saat ini berjumlah sekitar 64,3 juta jiwa. Namun, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dari kelompok tersebut yang memiliki investasi di pasar modal Indonesia hanya 1,6 juta jiwa. Waduh…….

Ada Pertanyaan? whatsapp