Bagaimana Dampak dari Kenaikan Harga BBM? Bagaimana dengan Strategi Investasi? - Raiz Invest

Pasar saham menguat dalam sepekan terakhir dengan indeks LQ45 naik 0,54%. Penguatan pasar saham minggu lalu disebabkan oleh:

  1. Investor yang masih menunggu kebijakan Pemerintah terkait kenaikan harga BBM;
  2. Arus dana asing yang masuk ke pasar saham sebesar Rp1,50 triliun dalam sepekan terakhir; dan
  3. Inflasi bulan Agustus yang mengalami penurunan sebesar 0,21% mom.

 

Akan tetapi, Raizers perlu mewaspadai dampak dari kenaikan harga bahan bakar Pertalite dan Solar yang terjadi di akhir pekan lalu terhadap pergerakan pasar saham seminggu kedepan. Kami melihat pasar saham kemungkinan akan bergerak melemah dari sentiment negatif ini.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

 

Pasar obligasi, di sisi lain, mengalami pelemahan dalam sepekan terakhir dengan yield SUN 10 tahun naik tipis sebesar 3bps ditutup di level 7,16% di akhir perdagangan minggu lalu. Pelemahan pasar obligasi disebabkan oleh:

  1. Sentiment negatif dari Federal Reserve yang akan tetap mempertahankan arah kenaikan suku bunga yang agresif untuk melawan inflasi;
  2. Dana asing yang keluar dari pasar obligasi sebesar Rp4,5 triliun dalam seminggu terakhir; dan
  3. Yield US Treasury 10 tahun yang naik mencapai level 3,3%

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

 

Tanpa diduga oleh semua masyarakat, akhir pekan Pemerintah akhirnya menaikkan harga bahan bakar Pertalite dan Solar. Kita melihat, selain harga minyak dunia yang kembali naik karena pengurangan supply minyak dunia, kenaikan harga bahan bakar juga mempunyai efek domino seperti di bawah ini:

  1. Harga bahan bakar naik;
  2. Biaya transportasi dan logistik naik;
  3. Harga bahan pangan naik;
  4. Inflasi naik; dan
  5. Penurunan daya beli masyarakat.

Dengan kenaikan inflasi dan penurunan daya beli masyrakat, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2H-2022 terancam mengalami penurunan. Lalu, bagaimana strategi investasi yang cocok untuk saat ini bagi Raizers?

Raizers perlu melakukan aksi profit taking pada Reksa Dana Saham dan memindahkan dana investasinya, untuk sementara, pada Reksa Dana Pasar Uang. Dengan berinvestasi untuk sementara pada Reksa Dana Pasar Uang, Raizers dapat menghindari gejolak pasar saham dan pasar obligasi yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar. Selain itu, Raizers juga perlu meningkatkan investasi pada Reksa Dana guna mengahadapi kenaikan inflasi supaya menghindari penurunan nilai uang Raizers.

 

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

 

 

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp