Archive - Raiz Invest

April 2020
Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Menghadapi Wabah COVID-19
Wabah virus korona atau COVID-19 telah melanda berbagai negara dan memakan banyak korban. Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization atau WHO, bahkan sudah menetapkan COVID-19 sebagai pandemic atau wabah dunia. Demi meredam penyebaran infeksi virus ini dan menekan jumlah korban, banyak negara sudah memutuskan untuk melakukan lockdown atau melarang rakyatnya keluar dari rumah. Meski di Indonesia belum diberlakukan kebijakan lockdown, namun pemerintah sudah menghimbau kita untuk membatasi kegiatan dan bekerja, belajar serta beribadah di rumah. Banyak perusahaan juga telah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) agar para karyawannya bisa bekerja di rumah.
Selama Anda di rumah, mungkin Anda merasa bosan, atau bahkan stress karena khawatir akan perkembangan situasi seputar wabah COVID-19 ini, terutama jika ada teman, kerabat atau orang yang Anda kenal ternyata terinfeksi. Bagaimana caranya agar Anda bisa tetap tenang dan produktif selama berada di rumah? Mari kita simak tips berikut.
  1. Batasi nonton atau baca berita
Anda tentu ingin memantau perkembangan situasi terkini dengan menonton atau membaca berita. Tapi perlu Anda sadari pula bahwa terlalu banyak menonton atau membaca berita bisa berdampak buruk pada kesehatan mental Anda, karena selain Anda bisa bingung, pikiran dan jiwa Anda akan Lelah karena dibombardir oleh beragam informasi. Selain itu, berita cenderung memuat informasi yang sensasional dan/atau negatif, sehingga cenderung membuat Anda stress.
Jika Anda ingin mengikuti perkembangan situasi terkini, lebih baik alokasikan waktu tertentu dan batasi maksimal hanya 2-3 kali dalam sehari. Dengan demikian Anda bisa tetap mengikuti perkembangan situasi dan karena frekuensinya tidak terlampau sering maka otak Anda akan dapat mencerna informasi yang Anda terima dengan lebih jernih. Usahakan juga untuk tidak menonton atau membaca berita sebelum tidur karena ini bisa mengakibatkan Anda stress dan sulit tidur karenanya. Gunakan waktu sebelum tidur untuk merenung, berdoa atau bermeditasi, sehingga pikiran Anda tenang dan Anda pun bisa beristirahat dengan baik.
  1. Jaga silaturahmi dengan teman dan kerabat
Meskipun kita semua dihimbau untuk membatasi kegiatan di luar rumah, tidak berarti silaturahmi dengan teman dan kerabat kemudian menjadi renggang. Gunakan momen #DiRumahAja untuk tetap menjaga silaturahmi; meskipun tidak bisa berkumpul atau bertatap muka, Anda bisa menelpon atau ngobrol via aplikasi seperti WhatsApp, Telegram atau LINE. Yang penting adalah kualitas dari komunikasi Anda, bukan sarananya. Tanyakan kepada mereka bagaimana kabar mereka, kondisi kesehatan mereka, demikian pula sebaliknya. Jika ada yang sakit atau mengalami kesulitan, tanyakan apa yang bisa Anda bantu dan berikan bantuan sebisa mungkin. Dengan menjaga silaturahmi, Anda juga bisa berperan membantu pemerintah mencegah penyebaran COVID-19, karena Anda bisa membantu mengidentifikasi mereka yang mungkin terinfeksi dan membantu mereka mendapatkan pertolongan medis jika diperlukan.
  1. Pertahankan gaya hidup sehat
Bekerja di rumah memang membuat aktivitas fisik Anda menurun karena Anda tidak perlu menempuh perjalanan dari/ke kantor, keluar untuk makan siang, berjalan ke meja kolega atau ruang rapat, dan seterusnya. Untuk itu, jangan duduk terus selama bekerja di rumah. Ambil jeda setiap 30 menit atau 1 jam untuk meregangkan otot dan mengistirahatkan mata Anda. Bekerjalah di dekat jendela sehingga Anda bisa terpapar sinar matahari. Sinar matahari berperan membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh, yang diperlukan untuk kekebalan tubuh kita.
Selama bekerja di rumah, makanlah makanan yang bergizi, terutama buah-buahan dan sayur-sayuran. Minum susu setiap malam sebelum tidur juga baik, karena susu membantu proses tubuh mengganti sel-sel yang rusak. Hindari ngemil sambil bekerja, terutama cemilan yang manis dan/atau banyak mengandung penyedap rasa, karena cemilan seperti ini cenderung membuat Anda mengantuk. Jika Anda ingin ngemil, pilihlah buah-buahan atau sayuran (salad misalnya). Taruh 1 botol air di meja kerja supaya Anda bisa sering minum dan tidak tergoda mencari minuman bersoda, jus atau minuman manis lainnya.
  1. Jangan mudah percaya informasi tidak jelas di media sosial
Hoax dan berita palsu banyak beredar di media sosial, untuk itu jangan mudah percaya akan informasi yang Anda jumpai di media sosial atau melalui pesan yang diteruskan oleh jejaring sosial Anda. Lakukan pengecekan fakta (fact checking), seperti misalnya mencari di mesin pencari (search engine) apakah berita tersebut benar ada dan jika ada, dari mana sumbernya? Apakah sumbernya kredibel atau abal-abal? Jika Anda menemukan bahwa informasi yang Anda terima itu tidak benar, jangan teruskan kepada siapapun. Beritahukan kepada si pengirim bahwa informasi tersebut tidak benar dan mintalah ia untuk tidak meneruskannya.
Dalam kondisi wabah seperti ini, masyarakat tentu sudah cukup khawatir dan bahkan sebagian sudah mulai panik. Jangan menambah kekhawatiran dan kepanikan dengan meneruskan informasi yang belum dicek kebenarannya, karena kepanikan tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan hanya akan memperburuk dan tidak mustahil bisa memicu keresahan sosial, bahkan anarki. Mari kita bantu pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban sosial dengan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
  1. Jangan melampiaskan stress ke zat adiktif dan berbahaya
Banyak orang melampiaskan stress dengan makan, dan ini sudah cukup buruk karena bisa menimbulkan gangguan kesehatan di kemudian hari. Lebih buruk lagi jika Anda melampiaskan stress dengan mengkonsumsi nikotin (dengan merokok), alkohol (dengan mengkonsumsi minuman keras), atau zat-zat berbahaya (dengan menggunakan narkotika dan obat terlarang).
Ada banyak cara yang lebih aman untuk melampiaskan stress, mulai dari meditasi, berdoa, berolahraga, menekuni hobi, hingga berbicara (atau curhat) dengan teman atau kerabat dekat Anda. Cara-cara tersebut jauh lebih baik dibandingkan mengkonsumsi zat-zat adiktif dan berbahaya karena selain aman, juga bisa membantu Anda membangun ketenangan jiwa.
Jadi jangan gundah atau takut menghadapi wabah COVID-19 ini ya, Raizers. Kami di Raiz percaya bahwa semua ini pasti akan berlalu dan bersama-sama kita bisa menghadapinya. Tetap semangat dan tegar, dan mari kita dukung upaya pemerintah mengatasi wabah ini.
March 2020
Tips Saat Bekerja di Rumah
Seiring dengan penyebaran infeksi virus korona atau COVID-19 yang pesat, pemerintah Indonesia telah menghimbau masyarakat untuk membatasi pergerakan dan interaksi sosial (social distancing) dan memindahkan aktivitas bekerja, belajar dan beribadah di dalam rumah. Untuk itu banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home atau disingkat WFH) bagi para karyawannya.
Bagi sebagian pekerja, WFH merupakan fenomena baru. Bila di satu sisi WFH memberikan fleksibilitas dalam bekerja, di sisi lain pekerja memerlukan kedisiplinan agar bisa menjaga produktivitas dan efisiensi kerja. Apa saja yang sebaiknya kita hindari saat kita bekerja di rumah? Simak tips berikut agar Anda bisa tetap menjaga kinerja Anda.
  1. Kenakan pakaian yang nyaman namun rapi
Saat berada di rumah, tentunya kita ingin mengenakan pakaian yang nyaman dan santai. Namun penelitian di Universitas Northwestern , Amerika Serikat, menunjukkan bahwa karyawan dengan profesi apapun cenderung mengerjakan tugas dengan lebih baik saat mereka mengenakan pakaian yang cukup profesional. Secara psikologis, ternyata mengenakan pakaian yang terlalu santai atau tidak pantas untuk bekerja membuat kita tidak dapat bergeser ke moda bekerja. Karena itu, jangan langsung bekerja setelah bangun tidur. Mandi, sarapan, ganti pakaian dengan pakaian yang nyaman namun rapi, baru mulai bekerja. Dengan demikian, Anda akan merasa sedang bekerja (meskipun di rumah), dan jika ada video conference dengan atasan dan/atau kolega, Anda tak perlu tergesa-gesa menyiapkan diri.
  1. Pilih tempat kerja yang nyaman dan menunjang produktivitas
Sebaiknya Anda bekerja di meja kerja atau ruangan tertentu yang jauh dari sofa atau tempat tidur. Sedapat mungkin, pilihlah kursi yang nyaman agar Anda dapat duduk nyaman untuk waktu yang cukup lama (serta tidak menimbulkan nyeri otot dan sendi). Untuk meja kerja sebaiknya Anda memilih meja yang cukup lebar dan tidak dipenuhi oleh barang-barang lainnya sehingga Anda bisa dengan mudah menemukan perlengkapan kerja Anda.
Pencahayaan dan suhu ruangan juga perlu Anda perhatikan. Studi menunjukkan bahwa cahaya yang terang dan suhu ruangan yang lebih dingin dibandingkan suhu udara sekitar membantu menjaga produktivitas kerja. Sedapat mungkin bekerjalah dekat jendela, agar Anda bisa mendapatkan cahaya alami. Selain baik untuk kesehatan mata, sinar matahari pagi baik membantu pembentukan vitamin D yang diperlukan untuk membangun kekebalan tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa cahaya alami juga membantu meningkatkan suasana hati atau mood sehingga Anda tidak mudah dilanda stress.
  1. Lakukan komunikasi berkala
Pastikan Anda senantiasa berkomunikasi dengan atasan maupun kolega Anda secara berkala. Bertukarlah informasi dan kabari jika ada perkembangan situasi atau ada urusan yang perlu ditindaklanjuti. Gunakan teleconference atau video conference untuk saling mengabarkan status pekerjaan atau saling membantu jika ada kesulitan.
Meski Anda bekerja di rumah, Anda harus tetap proaktif dan responsif. Sedapat mungkin balaslah email dan tindaklanjuti masalah, dan jika suatu urusan harus dikerjakan di kantor, kabari pihak yang berkepentingan bahwa Anda sudah mengetahui masalahnya, namun baru bisa menuntaskannya nanti saat berada di kantor. Dengan demikian semua pihak akan merasa dihargai dan pekerjaan pun bisa terukur. Selain itu, menjaga sikap profesional meski saat Anda bekerja di rumah akan membantu Anda memelihara jejaring dengan kolega maupun klien Anda.
  1. Jaga kesehatan dan kebugaran
Ketika Anda bekerja di rumah, praktis aktivitas fisik Anda menurun karena Anda tidak perlu menempuh perjalanan menuju maupun pulang dari kantor, keluar untuk makan siang, atau berpindah ruangan untuk mengikuti rapat.
Duduk terlalu lama jelas merugikan kesehatan – gejala yang paling umum adalah sakit pinggang, leher dan Pundak terasa pegal dan kaku, atau kaki keram. Untuk itu siasati dengan mengambil jeda setiap 30 menit. Bangkit dari kursi Anda, lakukan peregangan otot sebentar, minum air putih atau ke toilet, baru kembali bekerja lagi. Sambil beristirahat, alihkan pandangan Anda ke pepohonan di sekitar rumah, agar mata Anda dapat rehat sejenak dari pancaran sinar komputer.
Bekerja di rumah juga bisa membawa Anda ke pola makan yang tidak sehat, misalnya karena Anda bisa sering-sering ke kulkas untuk mengambil cemilan. Karena itu usahakan bekerja di ruangan yang jauh dari kulkas atau ruang makan, misalnya di lantai atas rumah jika Anda tinggal di rumah bertingkat. Taruhlah 1 botol air minum di meja kerja Anda, supaya Anda bisa sering minum dan tidak tergoda untuk mengambil soda, jus atau minuman lainnya di kulkas. Jika Anda ingin ngemil, pilihlah cemilan yang sehat seperti sayuran atau buah-buahan. Hindari cemilan yang manis atau banyak mengandung penyedap rasa karena cemilan demikian membuat Anda mengantuk.
  1. Buat batasan dengan urusan pribadi atau keluarga
Bekerja dari rumah terkadang sulit karena banyaknya gangguan, seperti dari anak maupun godaan untuk melakukan kegiatan di luar pekerjaan seperti menonton TV, mengecek media sosial dan menjelajahi Internet. Agar Anda bisa fokus bekerja, buatlah jadwal pekerjaan dan tanamkan disiplin dalam diri Anda untuk menaati jadwal tersebut. Berikut adalah contoh jadwal harian di mana Anda bisa mengatur alokasi waktu untuk masing-masing pekerjaan:
Waktu
Kegiatan
05:30
Bangun tidur, gosok gigi, cuci muka, menyiapkan sarapan
05:45
Sarapan sambal mengikuti berita di televisi atau koran
06:00
Olahraga
07:00
Mandi dan berganti pakaian
07:30
Menyiapkan peralatan kerja, teleconference pagi dengan atasan/tim
08:00
Mulai bekerja
11:30
Teleconference siang dengan atasan/tim
12:00
Makan siang sambil mengecek berita atau santai sejenak
13:00
Kembali bekerja
16:30
Teleconference sore dengan atasan/tim
17:30
Berhenti bekerja, merapikan peralatan kerja
17:45
Mandi dan berganti pakaian
18:00
Menyiapkan makan malam
18:45
Makan malam
20:00
Istirahat, kontemplasi diri
22:00
Tidur
[Text Wrapping Break]
Dengan membuat jadwal kerja, Anda bisa konsisten dan tidak terganggu oleh hal-hal remeh temeh yang bisa membuyarkan konsentrasi kerja Anda.
Perhatikan juga kebiasaan Anda selama bekerja di rumah, jangan sampai Anda tergoda untuk sering-sering mengecek Internet, media sosial atau menonton tayangan televisi karena hal ini bisa membuat Anda tidak fokus atau bahkan melupakan pekerjaan Anda. Batasi penggunaan media sosial dan menonton televisi hanya pada saat rehat makan siang, dan setelah makan malam. Dan jika Anda menonton televisi atau mengecek media sosial di malam hari, batasi waktunya sehingga Anda tidak tidur terlalu larut malam dan bangun kesiangan keesokan harinya.
Tetap semangat dan produktif selama bekerja di rumah ya, Raizers!
Demi Tingkatkan Kepercayaan Pengguna, Raiz Meraih Seritifikasi ISO 27001:2013
Sejak awal Raiz Invest Indonesia berdiri, kami terus berkomitmen membantu masyarakat Indonesia untuk bisa menabung dan berinvestasi, serta memperoleh literasi keuangan di manapun mereka berada dengan aman, mudah dan terjangkau. Salah satu upaya yang kami lakukan untuk menjamin keamanan adalah menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dan melakukan sertifikasi terhadap standar operasi yang telah diterapkan untuk dapat diakui secara internasional.
Kami berbesar hati bahwa pada tanggal 28 Februari 2020, Raiz Invest Indonesia telah berhasil memperoleh sertifikat ISO 27001:2013 yang diakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan JAS-ANZ (Joint Accreditation System of Australia and New Zealand, atau lembaga akreditasi Australia dan Selandia Baru). Sertifikasi ini kami lakukan sebagai salah satu terobosan agar kami bisa meraih kepercayaan yang lebih tinggi dari para pengguna aplikasi kami khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Sertifikasi ISO 27001:2013 merupakan suatu standar internasional dalam menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) atau yang lebih dikenal dengan istilah Information Security Management Systems (ISMS). Penerapan standar ISO 27001:2013 merupakan upaya suatu perusahaan dalam membangun dan memelihara SMKI. Dengan penerapan ISO 27001:2013, perusahaan dapat melindungi dan memelihara kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi. Lebih lanjut, penerapan ISO 27001:2013 juga membantu perusahaan dalam mengelola serta mengendalikan risiko keamanan informasi perusahaan.
ISO 27001:2013 menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen keamanan informasi. Selain itu ISO 27001:2013 juga mengatur prosedur mengenai dokumentasi dan praktik-praktik standar untuk manajemen sistem yang bertujuan menjamin keamanan informasi di suatu perusahaan. Hal ini merupakan sesuatu yang vital bagi perusahaan yang bergerak di bidang keuangan/pasar modal seperti Raiz Invest Indonesia, yang pada dasarnya merupakan bisnis berbasis kepercayaan pelanggan.
Dengan standar ISO 27001:2013, kami ingin memastikan bahwa kami memiliki kontrol yang memadai terkait keamanan informasi, menunjukkan tata kelola yang baik dalam penanganan dan pengamanan informasi, dan serta memiliki mekanisme untuk mengukur berhasil atau tidaknya kontrol pengamanan informasi. Selain itu, ISO 27001:2013 juga bermanfaat membantu kami dalam menjalankan perbaikan yang berkesinambungan dalam pengelolaan keamanan informasi dan meningkatkan efektivitas, serta keandalan pengamanan informasi. Kami juga merasakan manfaat tambahan dari sertifikasi ISO 27001:2013, yaitu adanya kajian yang independen terkait SMKI dengan adanya audit setiap tahunan. Selain itu, citra perusahaan akan menjadi lebih baik karena sertifikasi dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi independen dan bonafide.
Melalui penerapan ISO 27001:2013 ini kami berharap keamanan informasi di Raiz lebih terjamin karena dijalankan melalui sistem manajemen yang terpercaya serta diakui secara internasional. Sertifikasi yang kami lakukan merupakan upaya peningkatan tata kelola teknologi informasi, agar kami dapat mendukung dan meningkatkan kinerja berbagai unit kerja kami. Kami percaya bahwa penerapan ISO 27001:2013 akan meningkatkan kepercayaan pengguna dan memberikan jaminan atas keamanan informasi, sehingga pada gilirannya akan bermuara pada peningkatan produktivitas, motivasi, moral dan kinerja tim Raiz.
Tetap Semangat Berinvestasi di Tengah Wabah Virus Korona
Setelah menggemparkan dunia selama kurang lebih 3 bulan lamanya, akhirnya wabah virus korona (COVID-19) melanda Indonesia dan cukup meresahkan banyak pihak, terutama karena tingkat penyebaran virus ini sangatlah tinggi. Dalam waktu yang relatif singkat, jumlah pasien yang terinfeksi cukup besar dan tingkat kenaikan jumlah pasien sangatlah cepat menyerupai deret ukur. Pembahasan seputar wabah pun mengisi berbagai media, baik cetak dan elektronik. Di luar media, masyarakat pun gencar membicarakannya dalam berbagai forum, mulai dari forum yang bersifat obrolan atau humor sampai forum yang berisi informasi dan nasihat.
Bagaimana sebaiknnya Raizers menyikapi wabah COVID-19 ini, terutama dalam konteks investasi? Apa yang sebaiknya Raizers lakukan? Mari kita simak beberapa tips berikut.
  1. Siapkan dana darurat
Wabah COVID-19 telah menyerang seluruh dunia dan menimbulkan ketidakpastian serta guncangan terhadap perekonomian dunia. Seiring dengan makin banyaknya negara yang melakukan lockdown, arus barang dan jasa tentu akan terpengaruh. Kepanikan di kalangan masyarakat dapat memicu terjadinya pembelian barang kebutuhan pokok dalam jumlah besar (panic buying) sehingga mengakibatkan kenaikan harga.
Untuk mengantisipasi ketidakpastian di tengah wabah ini, ada baiknya Anda menyiapkan dana darurat. Besarnya dana darurat biasanya setara dengan 3-6 kali penghasilan bulanan Anda. Mengingat sifatnya sebagai dana siaga, dana darurat harus dapat dicairkan setiap saat dan nilainya tidak bergejolak mengikuti pergerakan pasar. Dengan demikian, instrumen yang cocok adalah tabungan bank atau Reksa Dana Pasar Uang. Saat ini Anda dapat berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang dengan memilih portofolio Konservatif.
  1. Manfaatkan koreksi pasar untuk investasi jangka panjang
Anda mungkin membaca di berbagai media tentang koreksi besar-besaran di bursa saham dunia. Bursa saham Indonesia juga tidak luput dari koreksi, di mana per tanggal 19 Maret 2020 Indeks Harga Saham Gabungan telah mengalami koreksi sebesar 34,83% sejak awal tahun, suatu angka yang tidaklah kecil. Namun koreksi pasar ini janganlah membuat Anda risau atau bahkan tertekan, karena sebenarnya ini merupakan kesempatan bagi Anda untuk menambah investasi Anda dengan harga murah. Koreksi di bursa saham itu ibarat toko yang sedang menggelar program diskon, jadi gunakanlah momen itu sebaik-baiknya.
Namun perlu diingat, bahwa investasi di saham atau Reksa Dana saham adalah investasi jangka panjang; Anda harus memiliki kapasitas untuk menunggu alias dana yang Anda investasikan adalah dana yang tidak Anda perlukan dalam waktu dekat. Contohnya jika Anda saat ini memiliki anak yang masih bayi, maka Anda bisa berinvestasi di saham atau Reksa Dana saham untuk biaya kuliah anak Anda.
Di aplikasi Raiz, Anda bisa berinvestasi di Reksa Dana indeks saham dengan memilih portofolio Agresif.
  1. Bertransaksilah secara online
Demi mencegah penyebaran virus korona, Anda sebaiknya menjaga jarak aman antar sesama (social distancing) dan mengurangi frekuensi penggunaan uang fisik. Untuk itu, sebaiknya Anda beralih melakukan transaksi secara online. Beruntung saat ini makin banyak aplikasi dan uang elektronik yang dapat Anda pilih untuk melakukan berbagai transaksi, mulai dari belanja kebutuhan sehari-hari, hingga untuk melakukan transaksi keuangan.
Dengan aplikasi Raiz, Anda bisa menabung dan berinvestasi dengan mudah, karena seluruh proses bisa dilakukan secara online melalui ponsel pintar Anda. Dengan demikian Anda bisa bertransaksi kapan pun dan di manapun, bahkan di rumah sekalipun bagi Anda yang sedang menjalankan program Work From Home (WFH) alias bekerja dari rumah.
Mari sama-sama kita hadapi wabah virus korona ini dengan tegar. Jangan biarkan kekhawatiran dan ketakutan menganggu Anda, namun jadikan wabah ini sebagai kesempatan untuk berinvestasi demi masa depan Anda. Jadi tetap semangat ya, Raizers!
8 Hal yang Dapat Memperbaiki Hidup Anda
Apakah Anda pernah merasa jenuh, tidak bergairah atau terjebak dalam rutinitas sehari-hari? Atau pernahkah Anda merasa ingin mengubah hidup Anda menjadi lebih baik, namun bingung bagaimana harus bersikap? Simak 8 tips di bawah ini agar Anda bisa memperbaiki dan meningkatkan kapasitas diri Anda:
  1. Berhenti mengeluh dan bersyukurlah setiap hari
Mengeluh tidaklah memberikan solusi bagi masalah yang Anda hadapi, melainkan hanya akan membuang waktu dan menguras pikiran Anda. Daripada mengeluh dan membuat suasana hati Anda bertambah buruk, lebih baik ubah pola pikir Anda dengan memfokuskan diri pada hal-hal positif yang Anda alami setiap hari.
Sebagai contoh, suatu hari Anda terlambat tiba di tempat kerja karena kereta api yang biasa Anda tumpangi ternyata mengalami kecelakaan di stasiun sebelumnya dan Anda harus beralih naik taksi untuk pergi ke kantor. Dan karena keterlambatan tersebut, klien Anda menggeser jadwal presentasi bisnis Anda ke hari berikutnya. Jika Anda berfokus pada hal-hal yang negatif, maka Anda mungkin merasa kesal dan mengeluh. Namun di sisi lain, Anda sebenarnya harus bersyukur, karena Anda terhindar dari kecelakaan kereta api, dan penjadwalan ulang presentasi untuk klien memberikan Anda waktu tambahan untuk mempersiapkan diri lebih matang lagi – Anda bisa mengkaji ulang materi presentasi, memastikan bahwa tidak ada salah ketik atau kesalahan data, dan seterusnya. Dengan bersyukur, suasana hati akan menjadi tenang dan Anda bisa berkonsentrasi pada pekerjaan. Dan sudah menjadi hokum alam bahwa energi positif akan menarik energi positif lainnya, sehingga dengan kata lain, jika Anda senantiasa bersyukur, niscaya akan makin banyak lagi berkat dan kelimpahan yang akan Anda dapatkan sehingga akan makin banyak kesempatan bagi Anda untuk bersyukur.
  1. Luangkan waktu untuk kontemplasi diri
Sesibuk apapun Anda, cobalah meluangkan waktu 15-30 menit setiap hari untuk merenung dan melakukan kilas balik atas apa yang Anda alami dan apa yang telah Anda capai pada hari itu. Gunakan momen tersebut untuk berdoa dan bersyukur atas apa yang Anda alami hari itu, sekaligus berpikir bagaimana Anda akan menyongsong hari esok. Selain itu, momen ini juga merupakan kesempatan bagi Anda untuk membangun kembali energi Anda, sama halnya seperti ponsel Anda yang perlu Anda re-charge baterainya.
  1. Tinggalkan mereka yang tidak membawa energi positif bagi hidup Anda
Bertemanlah dengan orang-orang yang mampu menularkan energi positif bagi Anda – mereka yang ceria, bersemangat, pantang menyerah, rajin, ulet dan memiliki pengetahuan serta wawasan yang luas. Mengapa demikian? Karena mereka akan membantu Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Selain menambah pengetahuan dan wawasan, sifat-sifat positif teman Anda dapat menjadi panutan yang Anda tiru.
Sebaliknya, jauhi orang-orang yang memiliki karakter buruk, seperti iri hati, pendendam, suka mengeluh, atau pelit. Mengapa demikian? Karena orang-orang seperti ini akan menguras waktu dan energi Anda, alih-alih memperkaya wawasan Anda atau memungkinkan Anda berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
  1. Matikan TV dan kurangi waktu berinteraksi di media sosial
Sebagian orang mungkin mendapatkan hiburan dengan menonton TV, namun menonton TV terlalu lama lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Selain membuang-buang waktu, juga tidak baik untuk kesehatan mata. Belum lagi jika program yang Anda tonton tidaklah mendidik. Karena itu batasi waktu Anda menonton TV, matikan jika batas waktu sudah tercapai.
Sementara untuk media sosial, jangan terlalu banyak berinteraksi di sana karena seperti halnya TV - membuang-buang waktu dan tidak baik untuk kesehatan – media sosial cenderung mendorong persaingan yang tidak sehat, karena makin banyak Anda berinteraksi makin besar Anda akan terekspos pada berita atau foto yang sudah dimanipulasi sedemikian rupa untuk membentuk citra atau opini tertentu (dan sebenarnya tidak demikian adanya di kehidupan nyata).
Menonton TV dan berinteraksi di media sosial boleh-boleh saja, tapi bijaklah memilih program dan kontennya. Jika itu hanya materi yang sensasional, tidak menambah pengetahuan ataupun wawasan, lebih baik dihindari karena hanya akan membuang waktu Anda. Lebih baik waktu Anda dipergunakan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat, seperti menekuni hobi, beribadah, atau menolong sesame.
  1. Kembangkan keahlian atau ketrampilan tertentu
Daripada membuang waktu menonton TV atau memposting konten yang tidak berguna di media sosial, lebih baik gunakan waktu Anda untuk mengembangkan keahlian atau ketrampilan tertentu. Bisa juga Anda menekuni hobi sebagai sarana relaksasi/melepas stress, bahkan mungkin Anda bisa menjadikan hobi tersebut sebagai sumber penghasilan tambahan.
Sebagai contoh, jika Anda memiliki hobi memasak atau membuat kue,
  1. Fokus pada tujuan dan jangan pernah menengok ke belakang
Seperti kata Timon di film Lion King, “Hakuna matata”. Hakuna matata adalah ungkapan dalam bahasa Swahili yang secara harafiah berarti tidak perlu kuatir sepanjang sisa hari ini. Ungkapan ini menyiratkan semangat dan pola pikir agar Anda tidak perlu menengok ke masa lalu, namun sebaiknya move on dan berfokus pada masa sekarang dan bagaimana Anda mencapai tujuan di masa depan. Apa yang terjadi di masa lalu tidak dapat diperbaiki lagi, karena kita tidak dapat mengulang kembali waktu. Waktu akan terus berjalan dan yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan waktu yang ada untuk semaksimal mungkin berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan meraih prestasi sebagus mungkin. Dengan pola pikir dan orientasi masa depan ini, niscaya Anda tidak terbelenggu dengan masa lalu dan Anda bisa mencurahkan energi Anda untuk sekarang dan masa depan.
  1. Berolahraga untuk kebugaran dan memperbaiki mood (suasana hati)
Selain untuk kesehatan dan kebugaran jasmani, olahraga juga bermanfaat untuk kesehatan dan kebugaran rohani. Mengapa demikian? Karena saat Anda berolahraga, hormon endorphin, serotonin dan dopamine akan diproduksi oleh tubuh dan hormon-hormon ini memberikan rasa bahagia dan puas. Hormon serotonin bahkan membuat Anda lebih berenergi dan berpikir lebih jernih.
Jadi gunakan setiap kesempatan untuk menggerakkan tubuh. Misalnya jika Anda masuk ke stasiun MRT, gunakan tangga untuk naik ataupun turun, bukan lift. Jika tempat yang Anda tuju cukup dekat, lebih baik Anda berjalan kaki. Berjalan kaki di pagi hari juga memberikan manfaat tambahan karena pancaran sinar matahari membantu tubuh Anda memproduksi vitamin D yang sangat diperlukan untuk kesehatan.
  1. Jadikan kesalahan sebagai pembelajaran
Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Untuk itu tidak ada gunanya terjebak dalam kesedihan dan penyesalan mendalam dalam waktu lama. Lebih baik Anda petik hikmah dan pelajaran dari kesalahan tersebut dan bangkit. Dengan belajar dari kesalahan, Anda akan menyadari dan mengerti apa yang harus dilakukan (dan tidak boleh dilakukan) di kemudian hari sehingga kesalahan tersebut tidak terulang lagi.
Tetap semangat ya Raizers! Anda pasti bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
5 Perencanaan Keuangan Yang Perlu Kita Mulai Sedini Mungkin
  Merencanakan keuangan itu gampang-gampang susah. Akan terasa mudah jika Anda mengerti caranya dan konsisten melakukannya. Namun di sisi lain akan terasa sulit jika Anda belum paham tentang konsepnya atau tidak disiplin menjalankannya. Sejauh ini, perencanaan keuangan belum menjadi materi yang diajarkan di bangku sekolah, padahal pengetahuan ini penting bagi kita semua agar kita tahu bagaimana mengelola keuangan (literasi keuangan). Literasi keuangan tidak hanya membantu kita memupuk kekayaan, tapi juga bisa membantu kita terhindar dari jeratan utang.
Sayangnya, pengelolaan keuangan seringkali masih dianggap sebelah mata, atau belum disadari manfaat dan urgensinya oleh banyak pihak. Padahal, kita sebaiknya memulai sedini mungkin. Namun, tidak ada kata terlambat untuk memulai segala sesuatu, termasuk untuk mulai mengelola keuangan.
Nah, bagaimana Raizers bisa mulai melakukan perencanaan keuangan? Lima langkah berikut bisa Anda terapkan:
  1. Kontrol diri
Kontrol diri merupakan hal mendasar yang harus Anda miliki demi kesuksesan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal perencanaan keuangan. Mungkin orangtua Anda telah mengajarkan kontrol diri kepada Anda sejak kecil, misalnya untuk tidak makan terlalu banyak permen. Dalam konteks perencanaan keuangan, kontrol diri adalah hal yang mutlak diperlukan. Mengapa demikian? Karena kontrol diri memungkinkan Anda menyusun prioritas dalam pengeluaran, sekaligus menahan diri dari godaan untuk membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak perlu.
  1. Susun anggaran
Meski terkesan sepele, menyusun anggaran memungkinkan Anda menentukan prioritas pengeluaran. Dengan menyusun anggaran, Anda bisa menentukan mana pengeluaran yang mutlak, atau mana yang urgen dan penting, sehingga harus dilakukan dan/atau tidak bisa ditunda, dan mana pengeluaran yang tidak urgen dan tidak penting, sehingga bisa Anda tunda atau bahkan Anda abaikan. Dengan kontrol diri yang kuat dan anggaran, Anda bisa memperbaiki kondisi keuangan Anda, sehingga tidak mustahil Anda bisa membiayai kebutuhan masa depan seperti membeli rumah, membiayai sekolah anak, dan lain-lain.
  1. Siapkan dana darurat
Berapapun besarnya penghasilan Anda, Anda tetap harus mengalokasikan sebagian setiap bulannya untuk dana darurat. Mengapa Anda perlu dana darurat? Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa saja Anda tiba-tiba mengalami PHK, bangkrut dalam usaha, atau ada anggota keluarga yang sakit parah sehingga memerlukan dana besar untuk merawatnya.
Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk kebutuhan mendadak dan mendesak selama 3-6 bulan ke depannya. Idealnya, dana darurat harus Anda alokasikan adalah 5-10% dari penghasilan per bulan Anda. Dengan alokasi ini, Anda juga bisa meredam kebiasaan untuk membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak perlu. Untuk alokasinya, Anda bisa menaruhnya dalam bentuk deposito berjangka sehingga mudah dicairkan dan pokok investasinya tidak rentan tergerus pergerakan harga di pasar.
  1. Siapkan dana pensiun
Selain dana darurat, Anda juga sebaiknya mulai mempersiapkan dana pensiun sedini mungkin. Semakin muda Anda mempersiapkan dana pensiun, semakin kecil dana yang perlu Anda sisihkan per bulannya. Ada banyak cara mempersiapkan pensiun, salah satunya melalui investasi di Reksa Dana. Di aplikasi Raiz, Anda bahkan bisa mulai berinvestasi di Reksa Dana hanya dengan Rp10 ribu. Sangat terjangkau, bukan?
  1. Lindungi diri dengan asuransi kesehatan
Sekuat-kuatnya Anda menabung dan mempersiapkan dana darurat, tetap saja Anda membutuhkan proteksi diri lewat asuransi kesehatan. Dengan asuransi keuangan, Anda tidak perlu mengeluarkan dana dari kantong Anda sendiri untuk membayar biasa konsultasi dokter, membeli obat atau membayar biaya rawat inap di rumah sakit. Sekarang sudah tersedia berbagai produk asuransi kesehatan yang dapat Anda pilih, bahkan tidak sedikit asuransi kesehatan yang mengganti seluruh tagihan hingga milyaran rupiah sekalipun, dan mencakup berbagai macam penyakit. Asuransi juga bisa melindungi kekayaan Anda sekiranya Anda tiba-tiba mengalami musibah yang tidak memungkinkan Anda bekerja lagi.
February 2020
Menjadi Lebih Bahagia di Tahun 2020
Anda bisa memilih untuk makan bakso. Anda dapat memilih untuk membaca novel favorit Anda. Anda dapat memilih untuk mengirim pesan kepada orang yang Anda sukai dengan meme yang sedang viral. Dan semua tindakan itu tentu saja dapat meningkatkan mood Anda, meskipun hanya beberapa menit. Tetapi bisakah Anda memilih untuk menjadi lebih bahagia dengan cara yang nyata dan dapat bertahan lama?
Jawabannya kompleks, karena kebahagiaan itu kompleks. Untuk satu hal, ada komponen genetik untuk suasana hati, menurut psikolog Suzann Pileggi Pawelski yang juga penulis buku Happy Together: Using the Science of Positive Psychology to Build Love that Lasts. Anak-anak dari orang yang lebih ceria cenderung lebih bahagia juga.
Reaksi kimia di otak (brain chemistry) juga berperan. Memberitahu seseorang dengan kecemasan atau depresi untuk "lebih gembira" adalah sangat tidak tepat karena berpotensi menyakitkan hati dan menunjukkan tidak adanya empati. Meski demikian, masih ada kabar baik. Penelitian menunjukkan bahwa setidaknya sebagian dari kebahagiaan Anda ada dalam kendali Anda. "Kebahagiaan tidak terjadi begitu saja," kata Pileggi Pawelski, "tetapi kebiasaan sehat tentu dapat menentukan kesejahteraan pribadi kita." Anda dapat memengaruhi suasana hati Anda dengan cara yang nyata dan bertahan lama, hanya dengan mengambil beberapa tindakan sederhana.
Berikut adalah hasil yang telah kami rangkum dari sekumpulan studi psikologi terbaru dan penuturan para ahli psikologi terkemuka, untuk memperoleh petunjuk tentang langkah-langkah paling kuat yang dapat Anda ambil untuk membuat pandangan Anda lebih cerah.
  1. Bangun hubungan/relasi yang kuat
“Koneksi dengan orang lain adalah komponen tunggal paling penting dari kebahagiaan,” kata Pileggi Pawelski. Lihat saja studi 80 tahun Harvard tentang kesejahteraan emosional dan perkembangan orang dewasa, yang menemukan hubungan yang penting untuk merasakan yang terbaik. "Pesan paling jelas yang kami dapatkan dari penelitian selama 75 tahun ini adalah ini: Hubungan yang baik membuat kita lebih bahagia dan lebih sehat.", tutur pemimpin penelitian, Robert Waldinger, MD, dalam acara TED.
Yang Anda butuhkan adalah satu hubungan yang solid untuk mengalami fasilitas mental, kata Pileggi Pawelski. Seseorang yang dapat Anda hubungi di tengah malam jika Anda mengalami keadaan darurat; seseorang yang dapat Anda andalkan ketika Anda sedang stress berat; serta seseorang di mana Anda dapat membagikan pengalaman positif Anda.
Sekalipun Anda memiliki sekelompok sahabat yang Anda sukai, pengaruhnya sangat kuat sehingga perlu waktu untuk memperkuat ikatan itu. Sisihkan setidaknya dua malam dalam sebulan untuk bertemu muka (atau secara digital, jika Anda menjalin persahabatan jarak jauh) dengan teman-teman Anda. Atau bergabunglah dengan klub atau komunitas untuk bertemu orang-orang dengan minat yang sama, saran Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project.
  1. Lakukan hal-hal yang membantu Anda tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik
Rubin mengatakan kebanyakan orang berkembang ketika mereka menjadi bagian dari "atmosfer pertumbuhan." Dan penelitian mendukungnya. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki tujuan hidup cenderung lebih puas dan dilaporkan lebih sehat.
"Mungkin karena orang-orang dengan tujuan memiliki pandangan keseluruhan mengenai pentingnya tujuan mereka dalam kehidupan, mereka menjaga diri mereka lebih baik," Eric Kim, PhD, dari Harvard School of Public Health.
Bangun gairah Anda, atau ambil langkah-langkah untuk memperkuat titik lemah Anda. Mulailah menulis blog; mengambil kelas fotografi; unduh aplikasi belajar bahasa asing; pakai platform Raiz untuk berinvestasi. Intinya, jangan pernah berhenti belajar.
  1. Dengarkan musik yang Anda sukai setiap hari
Ini sederhana, tetapi Rubin mengatakan itu membuat perbedaan besar yang signifikan. Studi menunjukkan bahwa itu bahkan dapat mengurangi kadar kortisol Anda - hormon stress yang dapat mengubah respons sistem kekebalan Anda dan menekan sistem pencernaan - dan berpotensi dapat menghilangkan rasa sakit.
Mendengarkan satu lagu tidak akan mengangkat suasana hati Anda selama periode waktu yang berkelanjutan, tetapi mendengarkan beberapa lagu favorit setiap hari dapat membuat Anda lebih ceria dan bersemangat.
  1. Berbuat baik
Anda tidak harus mulai menjadi relawan setiap minggu. Tetapi gunakan setiap kesempatan, sekecil apapun itu, untuk berbuat baik, misalnya memberikan kursi Anda di angkutan umum untuk seorang wanita hamil, menatap mata pelayan restoran dan dengan tulus mengucapkan terima kasih, atau merayakan prestasi yang baru dicapai oleh seorang sahabat.
Ulasan di International Journal of Behavioral Medicine menegaskan bahwa strategi ini efektif. Penelitian ini menemukan bahwa menjadi altruistik dikaitkan dengan kesejahteraan, kebahagiaan, kesehatan, dan umur panjang yang lebih besar.
  1. Ubah pola pikir Anda
Tip ini bisa terasa terlalu sederhana atau seperti pemikiran magis - tetapi ini benar-benar berhasil. Fokuskan perhatian Anda pada apa yang telah berjalan baik dalam hidup Anda daripada apa yang buruk, saran Pileggi Pawelski, misalnya bersyukurlah atas cuaca yang bagus daripada menggerutu karena Anda baru saja ketinggalan kereta. Ini akan meningkatkan suasana hati Anda saat ini, dan membantu latih otak Anda untuk terus memperhatikan hal-hal yang menyenangkan. Berpikir positif dan senantiasa bersyukur adalah kunci memperbaiki mood sehingga Anda menjadi pribadi yang optimis dan bersemangat.
Artikel ini diadaptasi dari www.refinery29.com.
7 Kebiasaan Orang Sukses yang Patut Anda Tiru
  1. Bangun pagi
Banyak tokoh-tokoh sukses dunia memiliki kebiasaan bangun pagi, seperti mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Richard Branson (pendiri dan pemimpin Virgin Group), Jack Dorsey (pendiri Twitter), Ursula Burns (CEP Xerox) dan Tim Cook (CEO Apple).
Yang dimaksud bangun pagi adalah bangun antara pukul 04.30 sampai pukul 06.00. Banyak manfaat yang dapat Anda petik dengan bangun pagi: Anda dapat menghirup udara pagi yang segar, menikmati sinar matahari yang menyehatkan Anda (karena sinar matahari membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh). Bangun pagi juga memungkinkan Anda untuk melakukan lebih banyak aktivitas dibandingkan jika Anda bangun lebih siang. Sebuah penelitian pada tahun 2008 yang dilakukan oleh Universitas Texas menemukan bahwa mahasiswa yang sering bangun pagi memiliki nilai yang lebih tinggi pada GPA atau IPK mereka dibandingkan dengan mahasiswa yang suka begadang dan jarang bangun pagi.
  1. Meditasi
Meditasi atau perenungan diri adalah ritual yang baik untuk menenangkan diri dan mengembalikan energi yang sudah terkuras setelah beraktivitas. Meditasi merupakan aktivitas melatih fokus pikiran sehingga dapat memiliki pandangan yang jernih pada kondisi saat ini dan tetap merasa tenang. Pada umumnya meditasi dilakukan dengan duduk tenang dengan mengatur pernpasan perlahan dan menenangkan pikiran selama 15-20 menit. . Kegiatan penenangan diri ini bisa Anda lakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya.
Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan dari meditasi, terutama jika dilakukan secara teratur. Salah satunya yaitu menurunkan tingkat stress Anda. Dengan melakukan meditasi maka suasana batin, perasaan dan pikiran akan menjadi lebih tenang. Selain itu, meditasi juga membantu Anda berfokus dalam pekerjaan. Dengan fokus pada pekerjaan, Anda akan mampu menentukan prioritas dalam pekerjaan (mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu) dan Anda akan mampu menyelesaikan pekerjaan Anda dengan akurat dan tepat waktu.
  1. Membangun jejaring dan relasi
Membina relasi dan menjalin tali silaturahmi sangatlah penting demi kesuksesan di masa depan. Banyak orang beranggapan bahwa untuk mencapai kesuksesan hanya membutuhkan kerja keras serta kepintaran dalam menguasai bidang keahlian. Namun pada kenyataannya, hal tersebut merupakan faktor internal saja, yang mana Anda juga harus membutuhkan faktor eksternal. Salah satunya adalah membangun relasi baik dengan banyak orang. Hal ini memiliki peran penting tidak hanya untuk menunjang kesuksesan, namun banyak aspek dalam kehidupan.
Manfaat membangun jejaring dan relasi
  1. Memudahkan Anda mencapai tujuan
Anda pasti memiliki tujuan atau keinginan yang ingin diraih dalam kehidupan. Dengan memiliki relasi yang baik dengan banyak orang, Anda dapat mewujudkannya lebih mudah. Membangun relasi dengan orang-orang yang tepat dapat membuka jalan dan peluang yang lebih luas menuju target.
  1. Mudah Mendapatkan Bantuan Saat Ada Masalah
Manfaat nyata dari banyaknya relasi yang Anda miliki adalah mudah mendapatkan bantuan saat masalah muncul. Apabila Anda memiliki relasi yang baik dengan banyak orang, maka bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan pinjaman uang saat menghadapi masalah finansial. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan referensi pekerjaan saat mengalami masa pengangguran.
  1. Melancarkan Pekerjaan
Dalam setiap pekerjaan, Anda diharuskan berhubungan dengan banyak orang. Membangun relasi yang baik dengan rekan kerja juga dibutuhkan untuk kelancaran dan kemudahan pekerjaan. Terutama bagi Anda yang diharuskan bekerja dalam sebuah tim, adanya relasi yang baik antara satu sama lain dapat membantu memberikan hasil kerja yang maksimal. Sekalipun Anda terbiasa bekerja individualis, namun tidak bisa bekerja sama baik dengan rekan kerja akan memengaruhi performa Anda di mata atasan.
  1. Membantu Memahami Pribadi Setiap Orang
Memiliki relasi yang luas mampu membuat Anda menjadi lebih toleran terhadap bermacam-macam tipe orang. Tidak ada manusia yang sempurna, sehingga Anda pasti dihadapkan dengan berbagai kekurangan dalam setiap orang. Semakin banyak Anda memiliki relasi, maka semakin Anda bisa menghadapi berbagai macam sifat orang. Hal ini juga membantu Anda berpikiran lebih terbuka dalam menerima setiap kekurangan yang dimiliki oleh orang-orang.
Relasi yang Anda bangun dapat membantu Anda dalam mencapai tujuan maupun membantu pengembangan diri. Yang perlu diingat, Anda juga harus menolong relasi Anda yang mengalami hambatan maupun kesulitan dalam hidup. Hal ini ditujukan agar Anda tidak terlihat hanya ingin memanfaatkan hubungan untuk kepentingan diri semata. Hubungan yang baik dibangun berdasarkan adanya apresiasi dan pengertian satu sama lain. Dengan begitu, Anda bersama relasi dapat memiliki hubungan yang saling menguntungkan hingga masa yang akan datang.
  1. Senantiasa mencari kesibukan
Orang sukses identik dengan jadwal yang padat setiap harinya. Namun orang-orang yang sukses selalu berusaha mengisi waktunya dengan kegiatan yang bermanfaat, baik untuk dirinya sendiri, orang-orang sekitarnya, maupun masyarakat pada umumnya. Dengan demikian, ia akan selalu berkontribusi bagi masyarakat dan karena itulah kesuksesan akan ia raih.
  1. Tidak menonton televisi
Banyak orang sukses yang hampir tidak pernah menonton tayangan televisi. Jika mereka memiliki waktu luang, mereka lebih memilih membaca buku atau berdiskusi dengan teman yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan. Meski tidak ada salahnya menonton televisi sebagai hiburan atau sarana pelepas stress, namun sebaiknya Anda membatasi diri Anda dalam menonton televisi sehingga Anda tidak menghabiskan terlalu lama waktu Anda di depan televisi. Selain merusak mata, banyak tayangan televisi yang membuat Anda kecanduan namun tidak mendidik. Kalaupun Anda ingin menonton, lebih baik menonton siaran berita daripada sinetron, karena siaran berita membantu Anda untuk senantiasa mengikuti perkembangan situasi global terkini.
  1. Memiliki to-do-list yang jelas
Orang yang sukses umumnya memiliki agenda dan daftar tugas (to-do-list) untuk membantu mereka mengingat dan memantau apa saja yang harus mereka kerjakan. Tidak sedikit dari mereka yang memeriksa to-do-list mereka pada malam hari sebelum tidur atau pagi hari sebelum berangkat kerja sehingga mereka bisa menyusun prioritas kerja.
  1. Cerdas mengelola keuangan
Kesuksesan seseorang tidaklah bisa bertahan jika ia tidak mampu mengelola keuangannya. Mengapa demikian? Karena sukses dalam pekerjaan membutuhkan keahlian mengelola waktu dan sumber daya, sementara kecerdasan dalam mengelola keuangan membantu Anda mempertahankan gaya hidup Anda, sehingga Anda tidak harus sengsara di masa tua, misalnya.
Berikut adalah prinsip dasar pengelolaan keuangan:
  1. Lakukan pencatatan atau pantau seberapa besar pengeluaranmu. Jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pendapatan setiap bulannya.
  1. Susunlah anggaran baik untuk pengeluaran dan pendapatan sehingga Anda memiliki disiplin dalam mengeluarkan uang. Pikirkan dengan bijak besaran rupiah yang dikeluarkan buat pengeluaran.
  1. Saat memiliki penghasilan alias pendapatan, maka perlu juga nih memikirkan pengeluaran. Maka dari itu coba deh punya prioritas dalam melakukan pengeluaran. Setiap bulannya pasti Anda memiliki pengeluaran wajib yang mesti dilakukan.
  1. Pangkas biaya-biayanya yang sebenarnya tidak diperlukan.
  1. Aktif menabung dan berinvestasi. Sisihkan dana secara rutin buat menabung dan berinvestasi agar kelak dapat dinikmati di masa mendatang.
  1. Belajar terus dan evaluasi; jangan pernah puas dengan apa yang sudah diraih saat ini.
Bagaimana Raizers? Selamat mencoba dan jangan lupa berinvestasi melalui aplikasi Raiz ya.
Menjadi Lebih Bahagia dan Bermakna Dalam Hidup
Penulis dan Profesor Harvard David Maister mengatakan, "Menikmati hidup adalah suatu keberhasilan. Jika Anda tidak menikmati apa yang Anda lakukan, teman-teman di sekeliling Anda, dan kontribusi yang Anda berikan kepada masyarakat, maka itu tidak dapat dianggap sebagai keberhasilan."
Kehidupan yang bahagia bukanlah hidup yang bebas dari masalah ataupun kesulitan. Dalam mencapai sesuatu yang penting, rintangan dan kesulitan pasti ada, tapi kesengsaraan adalah pilihan. Siapapun yang telah mendaki Everest telah melalui banyak rintangan dan kesulitan. Semua prestasi yang signifikan dan bermakna memerlukan kesediaan dan kesiapan mental untuk menghadapi rintangan, karena itu diperlukan untuk melakukan perjalanan, melakukan pekerjaan, dan mempelajari keterampilan.
Ternyata ada tujuh pola pikir yang mengaitkan kebahagiaan dengan makna hidup:
  1. Pikirkan tentang apa yang dapat Anda capai dalam 10 tahun, bukan hanya dalam seminggu. Kita cenderung meremehkan apa yang dapat kita capai dalam satu dekade, sementara kita sangat melebih-lebihkan apa yang dapat kita capai dalam satu hari atau seminggu. Cobalah menggeser fokus Anda ke hal-hal yang dapat Anda capai selama dekade berikutnya: bagaimana kesehatan Anda, hubungan Anda dengan mereka yang Anda kasihi, keuangan Anda, penguasaan keterampilan Anda berada dalam satu dekade? Adalah jauh lebih inspiratif untuk melihat prestasi satu dekade dibandingkan pencapaian selama seminggu.
  1. Pikirkan Anda akan menjadi siapa (karakter), bukan apa yang akan Anda miliki (harta). Ketika Anda sampai pada akhir tahun, tanyakanlah pada diri Anda, "Apa tiga kata yang mewakili siapa Anda di tahun ini?" Pertanyaan ini memaksa Anda berpikir tentang siapa diri Anda, bukan apa yang akan Anda capai. Sebagai contoh, tiga kata yang mewakili Anda adalah (1) dermawan, (2) terfokus dan (3) baik hati, di mana ketiga kata tersebut mencerminkan sifat/karakter yang ingin Anda bentuk sebagai bagian dari kepribadian Anda.
  1. Fokuslah pada proses, bukan hasil. Fokus pada proses membantu kita untuk lebih mengenal diri kita dan karenanya akan lebih membantu kita mencapai tujuan. Selain itu, dengan berfokus pada proses, kita bisa memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya dari waktu ke waktu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Sebaliknya, jika Anda hanya berfokus pada hasil, maka proses yang Anda jalankan mungkin tidak tepat atau tidak cocok, sehingga hasilnya pun menjadi tidak optimal. Selain itu, jika Anda berfokus hanya pada hasil, maka tidak tertutup kemungkinan Anda akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan hasil tersebut. Sebagai contoh, jika Anda berfokus hanya pada penurunan berat badan sebesar 10 kg (hasil), maka Anda mungkin menempuh jalan pintas dengan mengkonsumsi obat penurun berat badan yang memiliki efek samping berbahaya. Sementara, jika Anda berfokus pada pengurangan porsi nasi dalam makanan Anda (proses), maka perlahan namun pasti Anda akan berhasil menurunkan berat badan Anda.
  1. Pikirkan tentang perubahan dalam lingkungan Anda, bukan kemauan Anda. Jika Anda ingin mengurangi konsumsi coklat, jangan simpan coklat di kulkas. Jika Anda ingin melakukan lebih banyak latihan, taruhlah peralatan olahraga Anda dekat tempat tidur sehingga Anda dapat segera berolahraga setelah bangun tidur. Jika Anda ingin menghilangkan kecanduan Anda pada media sosial, hapuslah aplikasi media sosial di HP Anda. Orang-orang yang berprestasi bukanlah mereka yang memiliki kemauan lebih besar, melainkan mereka yang sanggup menghapus gangguan dalam kehidupan mereka.
  1. Jangan bernegosiasi dengan alasan Anda. Segera setelah Anda memutuskan untuk mengambil tindakan apapun, pikiran Anda akan datang dengan alasan untuk tidak melakukannya. Jangan terlibat dalam pembahasan ini. Alasan Anda memiliki akses ke semua kecerdasan Anda dan itu akan menghambat Anda.
  1. Perbaiki hal kecil, dan hal besar akan teratasi dengan sendirinya. Melakukan perubahan kecil relatif lebih mudah dan tidak memerlukan terlalu banyak komitmen atau usaha keras dari diri Anda. Dan jika Anda senantiasa memperbaiki diri sedikit demi sedikit, maka seiring berjalannya waktu Anda akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dibandingkan di masa lalu.
  1. Pikirkan mengapa, siapa, bagaimana apa, bukan apa, kapan, bagaimana.... Sebelum Anda melakukan atau memutuskan sesuatu, tanyakan pada diri Anda, "Mengapa ini penting bagi Anda?" Dengan menjawab pertanyaan ini Anda dapat mengetahui apakah hal tersebut patut dan layak Anda lakukan, dan lebih lanjut Anda juga dapat mengukur dampaknya bagi lingkungan Anda. Selain itu, mengetahui dengan pasti mengapa Anda melakukan sesuatu membantu Anda secara psikologis untuk merasa puas dan bangga akan pencapaian Anda, dan jika ini tercapai, niscaya kebahagiaan akan Anda rasakan.
Mengamankan Masa Depan Dengan Investasi
Kita semua tentu setuju sedemikian pentingnya mengamankan masa depan, salah satunya dengan berinvestasi, karena dengan investasi Anda bisa memupuk kekayaan yang nantinya dapat Anda gunakan untuk membiayai kebutuhan di masa depan. Apakah Anda sudah berinvestasi? Ataukah Anda masih mencoba menentukan pilihan investasi? Karena investasi memerlukan waktu, sebaiknya Anda memulainya sedini mungkin. Semakin lama Anda menunda, semakin sedikit waktu yang tersisa untuk mempersiapkan masa depan finansial Anda.
Ketika mendengar kata investasi, sebagian besar dari kita cenderung langsung membandingkannya dengan kegiatan menabung. Lebih lanjut, penghasilan per bulan biasanya kita alokasikan untuk keperluan sehari-hari, baru sisanya ditabung untuk keperluan di masa yang akan datang. Menabung membantu mengumpulkan uang Anda agar tidak habis begitu saja. Namun seiring berjalannya waktu, nilai tabungan Anda akan semakin menyusut karena tergerus inflasi. Oleh karena itu, investasi adalah alternative yang lebih baik dari sekedar menabung.
Lalu, bagaimana sebaiknya kita berinvestasi? Berikut adalah 3 langkah yang perlu Anda cermati sebelum mulai berinvestasi:
  1. Alokasikan dana untuk investasi, bukan dari sisa dana yang ada
Kesalahan yang dilakukan sebagian besar orang adalah menggunakan penghasilannya untuk membeli kebutuhan sehari-hari atau bahkan bersenang-senang, dan hanya menabung jika ada dana yang tersisa. Alhasil, dana yang tersisa seringkali sangatlah minim atau bahkan tidak ada sama sekali. Yang benar adalah menyisihkan sejumlah dana secara rutin untuk investasi, barulah sisanya Anda belanjakan.
  1. Cermati risiko investasi Anda
Semua investasi memiliki risiko. Untuk itu, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengidentifikasikan profil risiko Anda – seberapa besar risiko yang dapat Anda tanggung demi mendapatkan imbal hasil investasi – dan memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda. Secara umum, terdapat tiga profil resiko investor: (1) konservatif, (2) moderat, dan (3) agresif.
  • Konservatif: investor dengan kategori konservatif ini memiliki tingkat toleransi paling rendah (risk aversed). Ia cenderung memilih instrumen investasi yang aman dengan imbal hasil yang sudah diketahui, seperti instrumen deposito. Selain itu, keamanan atas pokok investasi menjadi pertimbangan utama dalam memilih instrumen investasi.
  • Moderat: investor kategori moderat cenderung berani mengambil resiko dalam batasan tertentu (risk neutral). Ia menyadari bahwa risiko adalah konsekuensi untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi seperti Reksa Dana pendapatan tetap dan obligasi. Ia juga tipikal investor yang hati-hati saat memilih instrumen investasi dengan cara membatasi jumlah investasi pada instrumen berisiko.
  • Agresif: investor kategori agresif ini cenderung berani mengambil risiko yang lebih tinggi (risk seeking), sehingga berani menempatkan sebagian besar asetnya pada instrumen investasi berisiko seperti saham, Reksa Dana campuran dan Reksa Dana saham.
  1. Sesuaikan dengan kemampuan dan jangka waktu Anda
Dalam merencanakan kebutuhan masa depan, tentunya Anda memiliki gambaran tentang mengenai jangka waktu investasi yang diperlukan guna memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya, saat ini Anda seorang pria berusia 25 tahun dan berencana untuk menikah pada usia 30 tahun. Jika saat ini Anda mulai berinvestasi untuk membiayai pernikahan Anda, maka jangka waktu investasi Anda adalah sekitar 5 (lima) tahun. Contoh lain, jika saat ini Anda memiliki seorang anak berusia 4 tahun dan Anda mulai berinvestasi sekarang untuk membiayai kuliahnya, maka jangka waktu investasi Anda adalah sekitar 12-13 tahun. Pemilihan instrumen investasi hendaknya disesuaikan dengan jangka waktu investasi Anda, di mana semakin panjang jangka waktunya, semakin memungkinkan bagi Anda untuk memilih instrumen investasi yang agresif seperti Reksa Dana campuran, Reksa Dana saham dan saham. Sebaliknya, jika jangka waktunya pendek (<1 tahun), maka sebaiknya investasinya ditempatkan di instrumen konservatif seperti deposito, mengingat instrumen yang konservatif memiliki fluktuasi imbal hasil yang relatif rendah, sehingga kecil kemungkinannya Anda bisa kehilangan pokok investasi Anda.
Di aplikasi Raiz, Anda dapat memilih salah satu dari 3 portofolio, di mana di dalam setiap portfolio terdapat 1 Reksa Dana sebagai asset dasar:
Jadi gimana Raizers? Sudah siapkah Anda berinvestasi? Jangan takut atau ragu untuk memulai, karena investasi adalah cara yang tepat dan bijak untuk mengamankan masa depan Anda.
#Mengamankan masa depan
January 2020
Mengenal Sandwich Generation - Generasi Sandwich
Mengenal Sandwich Generation
Pernahkah Anda mendengar istilah sandwich generation? Akhir-akhir ini istilah ini banyak terdengar dan dibahas karena semakin relevan bagi kaum millennial, khususnya mereka yang sudah menikah dan memiliki anak. Mari kita bahas mengenai sandwich generation dalam artikel ini. Apakah Anda salah satunya?
Istilah sandwich generation pertama kali muncul pada tahun 1981 dan diperkenalkan oleh Dorothy A. Miller , seorang professor di Universitas Kentucky, Amerika Serikat. Mereka yang termasuk dalam generasi sandwich adalah mereka yang harus menanggung hidup anak-anak dan orangtua mereka. Alhasil, generasi ini rentan mengalami stress akibat kondisi terjepit yang mereka alami, dan stress ini bisa berdampak buruk pada keluarga maupun lingkup sosial/pergaulan.
Ada tiga jenis sandwich generation:
  1. Traditional sandwich generation
Mereka yang termasuk dalam kategori traditional sandwich generation berusia 40-50 tahun. Umumnya mereka harus menanggung kebutuhan anak-anak mereka yang sudah dewasa namun masih memerlukan dukungan finansial, sementara di lain pihak mereka juga harus mengurus orangtua mereka yang sudah lanjut usia.
  1. Club sandwich generation
Mereka yang tergolong dalam kategori ini umumnya berusia 50-60 tahun, dan mereka terjepit antara mengurus orangtua mereka yang sudah lanjut usia dan anak mereka yang sudah dewasa, bahkan cucu mereka. Termasuk dalam kategori ini adalah mereka yang berusia 30-40 tahun dan memiliki anak yang masih kecil serta harus mengurus orangtua dan bahkan kakek-nenek mereka.
  1. Open-faced sandwich generation
Mereka yang terlibat dalam kegiatan perawatan lansia meski itu bukan pekerjaan professional mereka (seperti misalnya karyawan panti jompo) termasuk dalam kategori ini. Diperkirakan ada sekitar 25% orang yang mengalami fase ini dalam hidupnya.
Bagi Anda yang termasuk sandwich generation, kemungkinan Anda terlalu sibuk mengurus anak dan orangtua sehingga lupa atau tidak sempat mengurus diri sendiri. Berikut adalah tips yang mungkin bisa membantu Anda meredakan stress dan mengurangi beban finansial Anda sehingga Anda bisa lebih merasa lega dan bahagia:
  • Buatlah manajemen keuangan. Pastikan Anda mengalokasikan uang Anda ke pos-pos yang tepat, seperti kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, biaya merawat orangtua dan biaya untuk kebutuhan sendiri.
  • Bantu anak menjadi mandiri. Bila anak Anda sudah dewasa namun masih bergantung secara finansial pada Anda, bantulah untuk mulai bekerja. Ajari dia untuk hidup mandiri dan mengurus keperluannya sendiri. Seberapapun sayangnya Anda pada anak, ingatlah bahwa Anda tidak akan bisa selamanya mendampinginya. Bila suatu hari Anda meninggal dan anak Anda belum mandiri, maka hidupnya pasti akan hancur.
  • Hindari memasukkan orangtua Anda ke panti jompo. Selain menambah beban finansial karena harus ada anggaran untuk membayar panti jompo, Anda juga membuat orangtua sedih dan tertekan karena merasa dicampakkan atau diasingkan. Lebih baik tinggal bersama orang tua dan mengurus mereka sendiri di rumah.
  • Jika memungkinkan, pekerjakan perawat untuk menjaga orangtua Anda. Tidak perlu mempekerjakan perawat yang siap siaga 24 jam, yang paruh waktu saja sudah cukup untuk menjaga saat Anda bekerja. Dengan demikian Anda masih bisa punya waktu untuk diri sendiri.
  • Anggarkan berapa dana yang Anda berikan untuk masing-masing pihak. Berikan batasan berapa jumlah maksimum yang dapat Anda berikan, karena jika Anda harus menanggung tanpa batas maka ini akan menimbulkan stress bagi Anda.
  • Pastikan Anda memiliki asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga. Dengan asuransi, Anda dapat terhindar dari pembayaran dalam jumlah besar di waktu yang tak terduga (misalnya jika anak atau orangtua mendadak sakit keras, kecelakaan, dan lain-lain).
  • Diskusikan secara terbuka dengan anggota keluarga tentang ekspektasi. Komunikasi yang baik dapat mengungkapkan ekspektasi, perasaan serta masalah yang mungkin muncul dari masing-masing pihak. Dengan demikian Anda dapat mengantisipasinya sehingga terhindar dari stress.
  • Berinvestasilah agar Anda dapat membiayai kebutuhan masa depan. Anda tentu tidak ingin membebani anak Anda di masa tua Anda bukan? Dengan investasi sejak dini, Anda tidak perlu bergantung pada anak saat Anda memasuki pension dan menjalani sisa kehidupan Anda. Selain itu, kemandirian finansial di masa tua akan membuat Anda mampu memutus mata rantai sandwich generation.
#edukatif
Risiko Investasi yang Perlu Dipahami Setiap Investor
Apakah risiko itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Investasi tidak luput dari risiko, dan dalam investasi risiko berbanding lurus dengan potensi imbal hasil, atau dikenal dengan istilah “high risk, high return.” Artinya, jika Anda ingin potensi imbal hasil atau keuntungan investasi yang besar, Anda harus siap menanggung risiko yang tinggi.  Berikut adalah 7 jenis risiko yang pasti ada dalam investasi: 1. Risiko suku bunga Risiko suku bunga adalah risiko yang timbul karena nilai relatif aset berbunga, seperti pinjaman atau obligasi, akan memburuk karena peningkatan suku bunga. Risiko ini bisa diartikan sebagai risiko yang diakibatkan adanya perubahan suku bunga yang ada di pasar sehingga akan mempengaruhi pendapatan investasi. Secara umum, jika suku bunga meningkat, harga obligasi akan turun, demikian juga sebaliknya. 2. Risiko pasar Risko pasar ini adalah risiko fluktuasi atau naik turunnya nilai aset yang disebabkan oleh perubahan sentimen pasar keuangan (seperti saham dan obligasi) yang sering disebut juga dengan risiko sistematik ( systematic risk), artinya risiko ini tidak bisa dihindari dan pasti akan selalu dialami oleh investor. Hal ini bahkan bisa membuat investor mengalami penurunan atas pokok investasinya (capital loss). Perubahan ini bisa dikarenakan beberapa hal seperti adanya resesi ekonomi, isu, kerusuhan, spekulasi termasuk juga perubahan politik. Meski demikian, Anda tidak perlu panik dan langsung mencairkan dana investasi saat menghadapi fluktuasi pasar. Sebab, penurunan atau peningkatan aset seperti ini tidak terjadi secara terus-menerus. 3. Risiko inflasi Risiko inflasi atau risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli yang tergerus inflasi. Risiko ini memiliki potensi yang merugikan daya beli masyarakat dikarenakan adanya kenaikan rata-rata dari harga konsumsi. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang dana tunai sebesar Rp10 juta dan inflasi tahunan adalah sebesar 5%, maka dana investor akan tergerus inflasi sebesar Rp 500 ribu per tahun (Rp10 juta x 5%). 4. Risiko likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko yang muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Hal ini bisa terjadi jika pihak pengutang tidak dapat menjual hartanya karena tidak adanya pihak lain di pasar yang berminat membelinya. Sebagai contoh, suatu pihak tidak dapat membayar kewajibannya yang jatuh tempo secara tunai, meskipun pihak tersebut memiliki aset yang cukup bernilai untuk melunasi kewajibannya, tetapi ketika aset tersebut tidak bisa dikonversikan segera menjadi uang tunai, maka aset tersebut dikatakan tidak likuid. Hal ini berbeda dengan penurunan drastis harga aset, karena pada kasus penurunan harga, pasar berpendapat bahwa aset tersebut tak bernilai. Tidak adanya pihak yang berminat menukar (membeli) aktiva kemungkinan hanya disebabkan karena kesulitan mempertemukan pihak pembeli dan penjual. Oleh karena itu, risiko likuiditas biasanya lebih besar kemungkinan terjadi pada pasar yang baru tumbuh atau bervolume kecil. 5. Risiko valuta asing atau nilai tukar mata uang Risiko valuta asing adalah risiko yang disebabkan oleh perubahan kurs valuta asing di pasaran yang tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan terutama pada saat dikonversikan ke mata uang domestik. Risiko jenis ini berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Pada umumnya, risiko jenis ini juga disebut sebagai currency risk atau dengan exchange rate risk. Contoh: investor ingin menanamkan investasi berdenominasi US$. Di saat yang sama nilai tukar rupiah terhadap US$ melemah, sehingga investor harus mengeluarkan jumlah rupiah yang lebih banyak dari pada ketika nilai rupiah terhadap US$ menguat. Oleh sebab itu, menguatnya dolar terhadap rupiah bisa memberikan kerugian. 6. Risiko negara Risiko ini dikenal dengan istilah sovereign risk, dan berkaitan dengan kondisi perpolitikan negara. Dari risiko ini juga berkaitan dengan perubahan ketentuan perundang-undangan yang berimbas pada perekonomian suatu negara, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap iklim investasi. 7. Risiko reinvestasi Risiko reinvestasi adalah kemungkinan bahwa arus kas investasi akan menghasilkan imbal hasil yang lebih rendah setelah diinvestasikan kembali ke instrumen investasi yang baru. Misalkan seorang investor memiliki portofolio obligasi dengan bunga kupon 5% untuk periode 5 tahun. Setelah lima tahun, imbal hasil obligasi ini turun menjadi 3%. Kabar baiknya adalah pada saat jatuh tempo, investor menerima semua pembayaran bunga sebesar 5% dan pokok investasinya sesuai kesepakatan. Masalahnya, jika kemudian investor menginvestasikan kembali uangnya dengan membeli obligasi lain di kelas yang sama, dia tidak akan lagi menerima bunga kupon 5%, melainkan hanya 3%.
#Investor #Resiko
Sambut Tahun Baru Dengan Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik Lagi
Tanpa terasa, tahun 2019 sudah kita lalui dan kita sudah memasuki minggu kedua di tahun 2020. Bagaimana Raizers menyikapi pergantian tahun? Apakah ada hal-hal baru atau yang berbeda yang ingin Anda lakukan untuk memperbaiki diri dan kehidupan Anda? Artikel ini mencoba menawarkan tips yang dapat Anda simak untuk meningkatkan kualitas diri Anda di tahun yang baru ini.
  1. Refleksi Diri
Seiring dengan hadirnya tahun baru, tidak ada salahnya Anda melakukan refleksi diri. Refleksi diri dalam hal ini berarti Anda mengingat-ingat kembali pengalaman, tindakan dan momen yang terjadi sepanjang tahun. Untuk hal-hal yang baik, teruskan dan bahkan tingkatkan lagi kualitasnya, sedangkan untuk hal-hal yang kurang baik atau bahkan buruk janganlah disesali atau menjadi beban pikiran, melainkan ambil hikmahnya. Gunakan juga momen refleksi diri untuk mengidentifikasikan hal-hal apa saja yang belum sempat Anda lakukan atau selesaikan di tahun 2019.
  1. Buat Resolusi Tahun Baru
Pergantian tahun identic dengan resolusi tahun baru. Namun ini tidak berarti Anda harus membuat resolusi baru lho; tidak ada salahnya Anda meneruskan resolusi tahun sebelumnya jika memang itu belum tuntas. Tahukah Anda bahwa menurut survei yang dilakukan Statistic Brain, hanya 8% orang yang sukses menuntaskan resolusi tahun baru mereka. Mengapa sedemikian kecil angka keberhasilannya? Ternyata dua hal terpenting yang diperlukan adalah tekad dan komitmen Anda untuk menjalankan dan menuntaskan resolusi Anda. Jika resolusi Anda adalah hidup lebih sehat, misalnya, buatlah komitmen untuk rajin berolahraga dan mengkonsumsi makanan yang sehat, serta mengurangi atau menghilangkan kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi minuman keras.
  1. Motivasi Diri
  1. Berpikir positif
Tahukah Anda bahwa kita cenderung menunda melakukan sesuatu jika situasi hati Anda sedang tidak enak (bad mood)? Sementara, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kebahagiaan meningkatkan produktivitas dan membuat Anda lebih sukses. Itulah sebabnya mengapa dalam latihan militer, para instruktur menanamkan optimisme untuk menguatkan mental para prajurit, bukan dengan latihan bela diri atau latihan tempur.
Nah, tentu Anda kemudian bertanya, “Bagaimana saya bisa optimis jika saya tidak merasakannya?” Peneliti dari Univeritas Harvard, Teresa Amabile, menemukan bahwa kemajuan (progress) dari suatu pekerjaan atau apapun yang Anda lakukan merupakan pemicu timbulnya optimisme. Untuk itu pantau terus kemajuan atas apa yang Anda lakukan dan rayakan setiap kemajuan tersebut sebagai pencapaian pribadi Anda.
  1. Beri penghargaan pada diri Anda
Penghargaan atau hadiah membuat Anda senang, sedangkan hukuman membuat Anda merasa sedih. Itulah sebabnya keduanya bisa memotivasi Anda – penghargaan atau hadiah membuat Anda ingin melakukan sesuatu, sementara hukuman mencegah Anda melakukannya. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa hadiah bertanggung jawab atas tiga perempat dari mengapa Anda melakukan sesuatu. Jadi tidak ada salahnya jika Anda menghadiahi diri Anda sendiri setiap kali Anda berhasil melakukan sesuatu atau setelah Anda mencapai suatu kemajuan atau tahap yang lebih tinggi. Sebagai contoh, jika Anda berhasil menurunkan berat badan, rayakanlah dengan membeli sepotong baju baru yang akan membuat penampilan Anda menjadi lebih menarik lagi. Selain bisa tampil sebagai pribadi baru yang lebih mempesona, baju baru ini bisa memotivasi Anda untuk mencapai keberhasilan lainnya.
  1. Manfaatkan peer pressure
Tekanan dari inner circle Anda - teman-teman dan/atau keluarga dekat - (peer pressure) bisa membantu memotivasi Anda karena secara psikologis Anda ingin diterima oleh teman-teman atau lingkungan sosial Anda sehingga Anda akan melakukan hal-hal yang dianggap terpuji oleh inner circle Anda. Tapi untuk hal ini mohon hati-hati ya, jika peer pressure yang Anda alami bukanlah sesuatu yang membuat Anda menjadi lebih baik, lebih baik Anda acuhkan saja karena itu bisa membuat Anda malah gagal atau tidak fokus mencapai tujuan Anda.
  1. Tata Kembali Kebiasaan Hidup Anda
Coba buat daftar tentang kebiasaan Anda dan kategorikan menjadi dua: yang baik dan yang buruk. Berdasarkan daftar tersebut, teruskan kebiasaan-kebiasaan baik yang selama ini telah Anda lakukan. Di sisi lain, pilihlah mana kebiasaan buruk yang ingin Anda hilangkan dan buatlah rencana kapan target waktu Anda untuk menghilangkannya dan bagaimana caranya. Misalnya, selama ini hidup Anda cenderung boros karena terlalu sering jajan, mungkin Anda bisa mengurangi kebiasaan jajan Anda dengan memasak dan menyiapkan bekal dari rumah. Anda bisa juga mengurangi keborosan Anda dengan mulai berinvestasi; melalui platform Raiz, Anda bisa berinvestasi di Reksa Dana dengan metode seketika (lump sum) maupun cicilan (recurring) mulai dari Rp10.000, kapan saja dan di mana saja. Jangan berkecil hati jika Anda hanya bisa menyisihkan uang dalam jumlah kecil, karena jika Anda rutin melakukannya, maka jumlah yang terkumpul akan menjadi signifikan dan bermanfaat untuk Anda. Sesuai kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
Jadi gimana Raizers? Sudah siap dan antuasias menyongsong 2020? Tetap semangat dan jangan lupa untuk rutin berinvestasi di Reksa Dana lewat platform Raiz ya. Salam sukses dari tim Raiz!
December 2019
Proses perjalanan investasi dan pencairan dana di aplikasi Raiz
Setelah kamu melakukan transaksi pembelian atau pencairan Unit Penyertaan Reksa Dana di aplikasi Raiz, mengapa saldo di layar aplikasi Raiz kamu tidak langsung ter-update?  Ini karena ada beberapa proses operasional yang harus dijalankan di Raiz dan melibatkan pihak-pihak terkait. Cut-off time adalah batas waktu transaksi Reksa Dana (pembelian unit penyertaan, penjualan kembali unit penyertaan, dan pengalihan unit penyertaan) pada aplikasi Raiz. Batas waktu tersebut adalah pukul 13:00 WIB. Transaksi kamu akan dihitung menggunakan Nilai Aktiva Bersih per unit (NAB/unit) pada hari bursa yang sama jika transaksi dilakukan sebelum batas waktu pukul 13:00 WIB. Jika transaksi dilakukan setelah batas waktu, atau pada hari libur, maka perhitungan atas transaksi tersebut akan menggunakan NAB/unit pada hari bursa berikutnya. Untuk investasi di portofolio konservatif maka akan muncul di T+2 (2 hari bursa) di aplikasi Raiz. Untuk investasi di portofolio moderat dan agresif akan mumncul di T+2 (2 hari bursa) di aplikasi Raiz. Pencairan dana di portofolio konservatif T+1 (1 hari bursa) akan masuk ke rekening Bank kamu. Pencairan dana di portofolio moderat dan agresif T+4 (4 hari bursa) akan masuk ke rekening Bank kamu. Simak kedua diagram ini untuk mengetahui proses apa saja dan kapan masing-masing proses tersebut dilakukan kamu bisa lihat gambar diatas untuk proses transaksi investasi dan dibawah ini untuk proses pencairan dana. T= Hari Bursa, Hari Bursa adalah hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa yaitu hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari tersebut merupakan hari libur nasional atau dinyatakan sebagai hari libur Bursa oleh Bursa. S-INVEST (Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu) adalah sistem atau sarana elektronik terpadu yang mengintegrasikan seluruh proses Transaksi Produk Investasi, Transaksi Aset Dasar, dan pelaporan di industri pengelolaan investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 28/POJK.04/2016 tentang Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu.
#Transaksi di Raiz
Mengenal KYC atau Know Your Customer 
Setiap kali Anda membuka akun atau rekening di institusi jasa keuangan termasuk Raiz, pasti Anda harus menjalani proses Pengenalan Nasabah atau KYC – Know Your Customer.
Know Your Customer Principles (KYCP) adalah prinsip yang diterapkan institusi jasa keuangan untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan dan sudah menjadi kewajiban institusi jasa keuangan untuk menerapkannya. Prinsip mengenal nasabah tidak sekadar berarti mengenal nasabah secara harafiah tetapi prinsip mengenal nasabah ini menginginkan informasi yang lebih menyeluruh di samping identitas nasabah, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan profil dan karakter transaksi nasabah yang dilakukan melalui jasa perbankan.
Mengapa KYC perlu dilakukan? Sebagai nasabah, Anda harus menjalani proses KYC untuk memastikan bahwa identitas Anda adalah benar dan sah.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, institusi jasa keuangan wajib melakukan proses KYC terhadap para calon nasabahnya dan informasi yang terkumpul dari nasabah harus dijaga kerahasiaannya.
Dasar kebijakan
  • Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30/PMK.010/2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non-Bank
  • POJK Nomor 12-POJK.01-2017 tentang Penerapan Program APU PPT di Sektor Jasa Keuangan
  • Standar dan kebijakan internal yang dimiliki oleh perusahaan sendiri.
Apakah pencucian uang itu?
Pencucian uang adalah serangkaian transaksi keuangan yang kompleks yang berasal dari dana yang dikembangkan secara ilegal. Transaksi ini bertujuan untuk menyamarkan asal dari dana tersebut dengan cara menyusupkan bagian-bagian dari dana pada sektor ekonomi dan keuangan di dalam maupun melintasi batas-batas negara.
Tujuan KYC
  • Memungkinkan institusi jasa keuangan mengenal dan memahami para nasabahnya;
  • Sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme oleh penyedia jasa Keuangan pasar modal
  • Sebagai langkah awal pembentukan Single Identification Investor Number (SID Investor) untuk nasabah Reksa Dana yang akan diintegrasikan dengan sistem AKSes (acuan kepemilikan sekuritas) yang dikembangkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
  • Sebagai sarana pengamanan transaksi, agar dana kamu hanya bisa dicairkan ke rekening atas nama diri sendiri.
  • Menyediakan sistem pengawasan internal pada kegiatan yang sedang berlangsung.
Pelaksanaan KYC
Dari segi operasional institusi jasa keuangan, KYC bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk melakukan due diligence atau proses penilaian terhadap nasabah, institusi jasa keuangan harus dapat memperoleh data dan informasi mengenai nasabah, baik kepada nasabah baru maupun lama, termasuk tentang asal dana atau sumber dana yang dimilikinya, tanpa membuat sang nasabah tersinggung atau terganggu privacy-nya. Oleh karena itu, penerapan prinsip KYC memerlukan etika dan kebijakan dan prosedur khusus karena pekerjaan ini telah memasuki privacy seorang nasabah atau calon nasabah bank.
Sebagai institusi jasa keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Raiz Invest Indonesia wajib melakukan KYC terhadap para nasabahnya. Saat Anda membuka akun Raiz Anda, Anda akan diminta mengisi berbagai data, mulai dari nama sesuai KTP, nomor KTP, jenis kelamin, alamat, hingga sumber dana investasi dan tujuan investasi Anda. Anda juga harus mengunggah KT, foto selfie Anda saat memegang KTP Anda dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai bagian dari proses KYC. Data pribadi yang Anda masukkan di aplikasi Raiz akan kami cocokkan dengan KTP yang Anda unggah, dan selfie Anda sambil memegang KTP diperlukan agar kami dapat memastikan bahwa Anda benar-benar melakukan pembukaan akun Raiz (bukan orang lain yang menggunakan KTP Anda tanpa sepengetahuan atau izin Anda). Sedangkan data NPWP dimaksudkan sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan tidak pidana pencucian uang dan pendanaan kegiatan terorisme. Kebijakan ini juga dalam upaya membentuk Single Investor Identification (SID), yaitu identitas tunggal investor yang digunakan untuk melakukan aktivitas di pasar modal Indonesia, mulai dari transaksi hingga penyelesaiannya. Identitas tunggal investor ini diterbitkan oleh PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Setiap investor yang terdaftar di pasar modal akan mendapatkan satu nomor SID. Sebagai identitas tunggal investor, nomor SID digunakan saat Anda bertransaksi di pasar modal. Artinya, meski memiliki beberapa jenis investasi, baik saham, reksadana, maupun obligasi, namun setiap investor hanya akan memiliki satu nomor SID saja. Nomor SID ini merupakan bukti bahwa investor secara resmi telah terdaftar di pasar modal.
Apakah KYC menganggu privasi dan keamanan data pribadi Anda?
Dengan memilih lembaga keuangan yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK seperti Raiz, kerahasiaan data Anda dan nasabah lainnya adalah prioritas. Peran OJK sebagai regulator juga membantu dalam pengawasan seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel, jadi Anda tidak perlu khawatir.
Terkait keamanan data pribadi dan akun Raiz Anda, keduanya adalah prioritas utama kami di Raiz. Raiz senantiasa berupaya untuk melindungi informasi Anda, mencegah akses akun yang tidak sah, dan memberitahu Anda tentang aktivitas yang tidak lazim.
Tips Berhemat Zaman Now
[caption id="attachment_4748" align="alignnone" width="1000"] Tips Berhemat Zaman Now[/caption] Pernahkah Anda mendengar peribahasa “hemat pangkal kaya”? Meskipun zaman sekarang sudah canggih, peribahasa klasik ini masih berlaku dan sebaiknya tetap Anda jalankan untuk masa depan yang cerah. Simak 5 tips hemat berikut agar Anda dapat berhemat.
  1. Buat daftar keperluan
Setiap kali Anda akan berbelanja, buatlah daftar barang yang akan dibeli. Misalnya sebelum Anda berbelanja keperluan mingguan atau bulanan ke supermarket, buatlah daftar belanjaan Anda terlebih dahulu supaya tidak ada yang terlupakan dan Anda tidak membeli barang yang sebenarnya tidak Anda perlukan. Jika Anda cermati, tidak jarang Anda membeli sesuatu karena dorongan sesaat (impulse shopping) – misalnya karena produk tersebut baru, kemasannya menarik, atau ada tawaran diskon, dan sebagainya. Daftar belanjaan membantu Anda menjaga disiplin agar Anda tidak terjerat pada fenomena impulse shopping.
Lebih baik lagi jika kemudian Anda mencocokkan pembelanjaan Anda dengan daftar belanja Anda setiap kali Anda selesai belanja. Selain untuk memantau berapa besar pengeluaran Anda, jika ternyata Anda melakukan impulse shopping, Anda juga dapat mengingatkan Anda sendiri untuk lebih disiplin di sesi belanja berikutnya.
  1. Kurangi/hindari jajan
Jajan mungkin merupakan bagian dari gaya hidup dan sarana untuk bersosialisasi. Tapi pernahkah Anda menghitung berapa dana yang Anda keluarkan setiap hari, setiap minggu atau setiap bulan untuk jajan? Secara harian mungkin jumlahnya relatif tidak besar, namun jika Anda jumlahkan untuk seminggu atau sebulan, tidak mustahil jumlahnya cukup signifikan, lho. Bayangkan jika Anda membeli makanan atau minuman tertentu setiap hari – misalnya secangkir kopi di warung kopi favorit Anda, atau camilan lainnya. Oh ya, jajan itu selain tidak sehat untuk kantong, juga tidak baik untuk kesehatan karena jajanan itu seringkali mengandung kadar gula, kolesterol atau zat-zat lainnya yang jika dikonsumsi secara berkesinambungan bisa memicu timbulnya penyakit kronis seperti kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah tinggi, stroke, dan lain-lain.
Nah, mungkin Anda kemudian bertanya, bagaimana caranya saya mengurangi jajan tanpa harus kemudian mati gaya alias jadi kurang pergaulan? Sebenarnya sah-sah saja jika Anda jajan sambil bersosialisasi; yang perlu diperhatikan adalah frekuensi alias seberapa sering. Jika Anda jajan setiap hari demi bersosialisasi, mungkin ada baiknya Anda pertimbangkan untuk menguranginya secara bertahap menjadi 3x seminggu, 2x seminggu, 1x seminggu dan seterusnya. Atau bisa juga Anda mengganti jajanan atau camilan Anda dengan makanan yang lebih sehat atau bahkan Anda siapkan sendiri. Menyiapkan sendiri makanan membantu Anda berhemat dan lebih sehat karena selain biayanya lebih rendah, Anda juga jadi menambah aktivitas fisik yang pada gilirannya akan membantu Anda menjadi lebih sehat.
  1. Hati-hati dengan tawaran promosi atau diskon
Promosi dan diskon adalah kiat dari penjual untuk menjaring konsumen dan inilah pemicu terbesar dari impulse shopping. Selain itu, seringkali penjual juga menerapkan teori psikologi yang dikenal dengan istilah scarcity principle, di mana konsumen didorong untuk segera membeli dengan alasan bahwa persediaan terbatas, atau bahwa promosi ini hanya berlangsung dalam waktu singkat. Karena “keterbatasan” ini, maka konsumen seringkali merasa takut kehabisan atau takut kehilangan kesempatan.
Trik lain yang akhir-akhir ini sering dilakukan oleh penjual adalah dengan melakukan midnight sale alias diskon di tengah malam. Midnight sale yang biasanya digelar pukul 21:00 hingga pukul 03:00 pagi keesokan harinya ini terbukti sukses menjaring konsumen dan mengerek penjualan. Mengapa demikian? Karena ternyata banyak konsumen yang sudah datang ke pusat perbelanjaan beberapa jam sebelum midnight sale (biasanya dengan alasan agar dapat parkir), dan sambil menunggu biasanya mereka makan malam dulu di restaurant yang ada di pusat perbelanjaan. Karena sudah meluangkan waktu dan usaha sebelum acara diskon digelar, maka begitu acara dimulai, tidak jarang konsumen kemudian tidak mau pulang dengan tangan hampa sehingga membeli barang-barang yang sebenarnya tidak ia butuhkan. Akibatnya, begitu kembali ke rumah barang tersebut tidak digunakan. Ujung-ujungnya buang uang dan waktu untuk sesuatu yang mubazir, kan?!
  1. Gunakan sarana transportasi umum
Dengan makin membaiknya infrastruktur dan bertambahnya sarana transportasi umum, makin tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak menggunakan sarana transportasi umum seperti bus, MRT, LRT dan lain-lain. Jika rutenya masih terbatas, Anda bisa menggunakannya selama periode tertentu, misalnya untuk pergi makan siang atau menghadiri pertemuan pada jam kerja. Misalnya jika Anda berkantor di kawasan Blok M, Anda bisa naik MRT untuk makan siang di kawasan Bunderan HI. Selain sehat (karena Anda harus berjalan dari kantor ke stasiun atau halte terdekat, demikian pula dari stasiun atau halte tempat Anda berhenti ke tempat tujuan akhir Anda), dengan menggunakan sarana transportasi Anda membantu melestarikan lingkungan karena Anda turut mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
  1. Bawa bekal dari rumah
Pernahkah Anda menghitung berapa pengeluaran bulanan Anda untuk makan siang? Anda mungkin akan terkejut karena angkanya tidak kecil, dan bahkan mungkin uang yang Anda keluarkan tidak sebanding dengan kualitas makanan yang Anda dapatkan. Cobalah membawa bekal dari rumah. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan bahan dan memasak, namun itu bisa disiasati dengan berbelanja dan memasak pada akhir minggu; siapkan beberapa makanan sekaligus dan simpan di dalam kulkas sehingga pada hari kerja Anda tinggal mengambil dan menghangatkannya. Atau bisa juga Anda menyiapkan makanan yang sederhana sehingga bisa Anda masak sebelum Anda berangkat kerja dalam waktu singkat. Selain lebih murah dan bersih, memasak juga bisa menjadi hobi yang menyenangkan. Banyak resep menarik di Internet yang bisa Anda coba, bahkan dalam bentuk tutorial video.
  1. Kumpulkan uang receh
Jika Anda menerima kembalian dalam bentuk uang logam, seringkali Anda malas mengambilnya karena memberatkan dompet Anda. Tapi pernahkah terpikir berapa jumlah yang terkumpul jika Anda menaruh uang kembalian tersebut dalam sebuah wadah (stoples, kaleng, kotak)? Pada Januari 2019 sepasang petani di Majalengka bahkan berhasil membeli 1 unit Toyota Rush dengan uang receh yang mereka kumpulkan selama 7 tahun! Seperti kata pepatah, “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.”
Tahukah Anda bahwa aplikasi Raiz memungkinkan Anda memiliki celengan uang receh secara digital? Melalui fitur Round-up atau pembulatan, Anda bisa mengumpulkan setiap selisih belanja Anda dan menginvestasikannya dalam bentuk unit penyertaan Reksa Dana. Cara kerja fitur pembulatan (round-up) Raiz adalah sebagai berikut:
  1. Saat kamu bergabung di Raiz, kamu akan diminta untuk mendaftarkan rekening bank sebagai Rekening Pendanaan - dari rekening ini dana kamu akan didebit untuk investasi dan jika kamu menarik dana maka dananya akan ditransfer kembali ke rekening ini.
  1. Selain Rekening Pendanaan, kamu juga akan diminta untuk mendaftarkan rekening bank dan/atau e-money sebagai Rekening Pembelanjaan. Rekening bank yang kamu daftarkan sebagai Rekening Pembelanjaan ini bisa sama dengan rekening bank yang kamu gunakan sebagai Rekening Pendanaan, bisa juga tidak.
  1. Setelah kamu mendaftarkan kedua rekening tersebut di atas, setiap kali kamu berbelanja menggunakan Rekening Pembelanjaan, Raiz akan mencatat pembulatan atas transaksi belanja tersebut. Jadi jika kamu mendaftarkan rekening bank A sebagai Rekening Belanja, maka Raiz akan mengambil pembulatan atas semua transaksi yang kamu lakukan dengan kartu debit atas rekening bank A tersebut.
  1. Pembulatan yang dilakukan Raiz adalah pembulatan ke atas (round up), ke kelipatan Rp 5.000 terdekat. Jadi jika kamu membeli secangkir kopi seharga Rp. 36.000 maka Raiz akan mencatat pembulatan sebesar Rp. 4.000 atas transaksi pembelian kopi ini.
  1. Raiz akan mengumpulkan pembulatan atas semua transaksi, dan jika pembulatan yang terkumpul sudah mencapai minimal Rp. 10.000 maka Rekening Pendanaan kamu akan didebit. Misalnya pembulatan yang terkumpul adalah sebesar Rp 19.000, maka Rekening Pendanaan kamu akan didebit sebesar Rp 19.000 dan dananya dibelikan unit penyertaan Reksa Dana.
  1. Pilihan Reksa Dana adalah sesuai dengan profil risikomu. Raiz menyediakan 3 pilihan Reksa Dana sesuai profil risiko: (1) Reksa Dana pasar uang untuk profil risiko Konservatif, (2) Reksa Dana Pendapatan Tetap/Berbasis Obligasi untuk profil risiko Moderat dan (3) Reksa Dana Indeks Saham untuk profil risiko Agresif.
#berhemat
Latte Factor: Kebiasaan Belanja ‘Receh’ yang Boros!
Pernahkah Anda mendengar istilah latte factor? Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh David Bach, penulis buku Finish Rich sekaligus motivator keuangan dari Amerika Serikat. Latte factor mengacu pada kebiasaan kecil tapi rutin yang menghabiskan penghasilan. Istilah 'latte' ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengkritik kebiasaan masyarakat kota besar yang kerap menghabiskan waktu dan uang untuk jajan kopi susu (coffee latte).
Istilah latte factor sebenarnya tidak melulu mengacu pada kebiasaan minum kopi, namun juga relevan untuk pengeluaran kecil lainnya, seperti membeli air mineral kemasan, membeli camilan di sore hari, belanja secara impulsif karena iseng, atau hanya karena sedang ada promo atau flash sale. Setiap orang memiliki latte factor dan jenisnya bisa berbeda. Apa saja latte factor Anda dan bagaimana sebaiknya Anda menyikapinya?
Tahukah Anda berapa besar pengeluaran Anda terkait latte factor?
Sebagai langkah pertama, cobalah identifikasikan apa saja pengeluaran latte factor Anda, lalu hitung berapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk latte factor ini. Ini ternyata tidak mudah, karena pengeluaran ini biasanya dalam hitungan receh sehingga setiap kali Anda melakukannya, Anda menganggapnya sepele dan tidak memberatkan – apalagi jika penghasilan Anda cukup besar dan Anda belum punya tanggungan. Namun, jika kebiasaan ini dibiarkan, tanpa disadari total pengeluaran Anda bisa menjadi sangat besar dan tak terkontrol.
Menjawab penasaran mengenai pengeluaran latte factor, kita dapat menghitungnya dengan sederhana. Ambil contoh saja, Anda membeli secangkir iced coffee seharga Rp17.500,00. Karena rasanya enak tapi ukurannya kecil, Anda pun membeli secangkir lagi. Di pembelian kedua Barista bahkan menawarkan extra shot hanya dengan menambah Rp5.000. Alhasil, jumlah uang yang Anda keluarkan pun menjadi Rp40.000,00. Tak jarang bahkan Anda masih membeli lagi camilan untuk teman minum kopi Anda, seperti pisang goreng, kue, kripik, dan sebagainya. Jika misalnya Anda membeli camilan seharga Rp10.000, maka dalam suatu sore itu saja Anda sudah menghabiskan Rp50.000. Jumlah uang yang Anda belanjakan siang itu belum termasuk transport dan makan. Anggap saja naik taksi ke mall tempat Anda makan siang Rp30.000,00 dan makan siang Rp90.000,00. Berarti total pengeluaran Anda siang itu adalah sebesar Rp170.000,00.
Contoh lain: saat jam makan siang di sebuah mall, ternyata Anda menyadari bahwa di mall tersebut sedang ada bazaar pakaian, aksesoris dan pernak-pernik menarik lainnya. Iseng melihat-lihat, ternyata Anda menemukan beberapa aksesoris dengan kisaran harga Rp10.000-25.000. Jadilah Anda melakukan impulsive shopping dan membeli 4 buah dengan total Rp85.000. Kelihatannya receh, namun pernahkah Anda membayangkan jika dalam sebulan ada beberapa kali bazaar dan setiap kali Anda tergoda membeli sesuatu?
Kehadiran situs e-commerce, transportasi online dan uang elektronik (e-money) menambah godaan bagi Anda untuk melakukan pengeluaran latte factor ini, karena selain menawarkan kemudahan, lebih banyak pilihan (karena sekarang jajanan atau belanjaan yang letaknya jauh dari lokasi sekarang bisa dengan mudah didapat) dan efisiensi waktu, banyak juga promo yang ditawarkan oleh para penyelenggara bisnis tersebut. Dan karena promo, maka Anda pun tergoda untuk memanfaatkan promo tersebut, meskipun sebenarnya Anda tidak memerlukannya.
Jika Anda menganggap angka-angka tersebut kecil karena sebulan hanya keluar sekitar Rp3-4 juta, lihat lagi macam-macam latte factor di atas. Angka tersebut tidak selalu sama setiap harinya. Ditambah lagi jika Anda memiliki cicilan KPR atau KPA, bisa jadi Rp10 juta habis begitu saja.
Menyelaraskan pengeluaran latte factor dengan investasi
Nah, jika Anda peduli akan masa depan Anda, ada baiknya Anda mulai menabung dan berinvestasi. Masalahnya, kegiatan belanja, jajan adalah kegiatan yang menyenangkan karena itu merupakan sarana pergaulan, aktualisasi diri atau segudang alasan lainnya. Dan jika sudah menjadi kebiasaan (habit), maka Anda cenderung akan sulit mengubahnya. Secara psikologis, Anda akan merasakan kebahagiaan Anda berkurang jika Anda harus mengurangi atau menghentikan suatu aktivitas atau kebiasaan yang Anda sukai. Inilah yang menjelaskan mengapa Anda mungkin sudah menyadari pentingnya menabung dan merencanakan keuangan untuk masa depan, namun sulit untuk memulainya.
Di Raiz, ada fitur roundup (pembulatan), yang didesain sedemikian rupa agar setiap pengeluaran latte factor bisa dijadikan kesempatan bagi Anda untuk menabung dan berinvestasi.
Begini cara kerja fitur roundup di Raiz:
  1. Saat Anda bergabung di Raiz, Anda akan diminta untuk mendaftarkan rekening bank sebagai Rekening Pendanaan - dari rekening ini dana Anda akan didebit untuk investasi.
  1. Selain Rekening Pendanaan, Anda juga akan diminta untuk mendaftarkan rekening bank dan/atau e-money sebagai Rekening Pembelanjaan. Rekening bank yang Anda daftarkan sebagai Rekening Pembelanjaan ini bisa sama dengan rekening bank yang Anda gunakan sebagai Rekening Pendanaan, bisa juga tidak. Anda bisa mendaftarkan lebih dari 1 rekening bank Anda sebagai Rekening Pembelanjaan. Makin banyak rekening yang Anda daftarkan, berarti makin banyak pembulatan yang dapat dikumpulkan dan makin besar kesempatan Anda untuk menabung dan berinvestasi
  1. Setelah Anda mendaftarkan kedua rekening tersebut di atas, setiap kali Anda berbelanja menggunakan Rekening Pembelanjaan, Raiz akan mencatat pembulatan atas transaksi belanja tersebut. Jadi jika Anda mendaftarkan rekening bank A sebagai Rekening Belanja, maka Raiz akan mengambil pembulatan atas semua transaksi yang Anda lakukan dengan kartu debit atas rekening bank A tersebut.
  1. Pembulatan yang dilakukan Raiz adalah pembulatan ke atas (round up), ke kelipatan Rp 5.000 terdekat. Jadi jika Anda membeli secangkir kopi seharga Rp. 36.000 maka Raiz akan mencatat pembulatan sebesar Rp. 4.000 atas transaksi pembelian kopi ini.
  1. Raiz akan mengumpulkan pembulatan atas semua transaksi, dan jika pembulatan yang terkumpul sudah mencapai minimal Rp. 10.000 maka Rekening Pendanaan Anda akan didebit. Misalnya pembulatan yang terkumpul adalah sebesar Rp 19.000, maka Rekening Pendanaan Anda akan didebit sebesar Rp 19.000 dan dananya dibelikan unit penyertaan Reksa Dana.
  1. Pilihan Reksa Dana adalah sesuai dengan profil risikomu. Raiz menyediakan 3 pilihan Reksa Dana sesuai profil risiko: (1) Reksa Dana pasar uang untuk profil risiko Konservatif, (2) Reksa Dana Pendapatan Tetap/Berbasis Obligasi untuk profil risiko Moderat dan (3) Reksa Dana Indeks Saham untuk profil risiko Agresif.
Dengan Raiz, Anda tidak perlu menghentikan pengeluaran latte factor Anda sama sekali sehingga Anda jadi kuper. Anda masih bisa tetap eksis, bahkan dengan menggunakan fitur roundup Raiz, pengeluaran latte factor Anda dapat berjalan selaras dengan investasi Anda. Menarik bukan? Jadi, tunggu apa lagi, ayo segera mulai gunakan fitur roundup di Raiz!
November 2019
Mau tau seberapa besar dana Rp10.000 berkembang ??
Dengan berinvestasi Rp10.000 setiap hari di Portfolio Raiz yang Konservatif, dana kamu berpotensi untuk berkembang sebesar 2.8% per tahun (setara 3.5% per tahun) dan bila kamu terus berinvestasi seperti itu selama 1 tahun penuh, maka dana kamu berpotensi akan berkembang sebesar 3.9% (setara dengan deposito 4.9%). Mau tau perbandingan uang Rp10.000 kamu bila Investasi ditempat lain Simulasi per tanggal 19 November 2019 Dengan uang Rp10.000 yang bisa kamu sisihkan per hari, kamu tidak memiliki banyak alternative berinvestasi. Dari tabel diatas uang kamu baru berkembang cukup signifikan bila diinvestasikan di emas selama 1 tahun. Mengapa demikian? Karena saat kamu berinvestasi di emas, ada 2 jenis harga: harga beli dan harga jual. Selisih antara harga beli dan harga jual membuatmu merugi bila kamu berinvestasi kurang dari 1 tahun. Terus kudu puye? Dalam berinvestasi, kita harus disiplin. Disiplin waktu berinvestasi atau komitmen kapan kamu berinvestasi. Kamu bisa berkomitmen berinvestasi harian, mingguan atau bulanan, tergantung kesanggupan kamu. Kamu juga bisa disiplin investsi berdasarkan nominal kemampuan kamu, contoh kamu Investasi setiap kamu memiliki uang sisa Rp10.000.  Jadi Investasi tidak lagi mahal dan sulit kan, hanya tinggal bagaimanan kamu memulainya. Bersama Raiz, kamu bisa menggunakan uang Rp10.000 kamu dari yang minim manfaat menjadi sangat bermanfaat untuk masa depan kamu. Perhitungan di tabel hanya merupakan simulasi. Tingkat imbal hasil investasi dari perhitungan simulasi tersebut bukanlah suatu jaminan, tetapi hanya merupakan indikasi berdasarkan rata-rata historis kinerja produk pada jenis Reksa Dana.
#edukatif
Mengenal Reksa Dana
Anda mungkin pernah mendengar istilah Reksa Dana, tapi mungkin belum mengetahui definisinya. Secara sederhana, Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
Struktur Reksa Dana
Suatu Reksa Dana didirikan berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) antara:
  1. Manajer Investasi yang berperan sebagai pihak yang melakukan pengelolaan serta pemantauan portofolio efek yang diinvestasikan oleh Reksa Dana.
  1. Bank Kustodian yang berperan sebagai pihak yang melakukan administrasi, penyimpanan aset Reksa Dana, dan menerbitkan serta mengirimkan surat konfirmasi transaksi & laporan bulanan kepada investor Reksa Dana.
Dalam transaksi Reksa Dana, Raiz berperan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), yaitu pihak yang melakukan penjualan Efek Reksa Dana berdasarkan kontrak kerja sama dengan Manajer Investasi pengelola Reksa Dana. Investor dapat memperoleh penjelasan terkait produk serta melakukan transaksi pembelian (subscription), penjualan (redemption) dan pengalihan (switching) Reksa Dana melalui Raiz.
Sebagai bentuk investasi dalam Reksa Dana, investor akan memperoleh Unit Penyertaan Reksa Dana yang diinformasikan oleh Bank Kustodian melalui Surat Konfirmasi Transaksi dan Laporan Bulanan.
Jenis Reksa Dana
Ada berbagai jenis Reksa Dana, dan di Raiz Anda dapat memilih salah satu dari ketiga jenis Reksa Dana berikut:
Reksa Dana Pasar Uang
Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau Efek bersifat utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi jangka pendek (<1 tahun) dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko sangat konservatif.
Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat utang atau obligasi. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 1 - 3 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.
Reksa Dana Saham
Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat ekuitas atau saham. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu >5 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko agresif.
Risk & return profile
Potensi imbal hasil dan risiko ketiga jenis Reksa Dana di atas dapat digambarkan dalam diagram berikut:
Manfaat investasi di Reksa Dana
Pengelolaan yang profesional Kekayaan Reksa Dana dikelola dan dimonitor setiap hari oleh Manajer Investasi yang profesional dan berpengalaman di bidang pengelolaan investasi. Dengan demikian Anda tidak perlu melakukan pekerjaan administrasi dan pengamatan pasar setiap saat. Diversifikasi investasi Dengan kumpulan dana dari banyak investor, Manajer Investasi dapat melakukan diversifikasi portofolio investasi yang akan memperkecil risiko investasi yang timbul. Likuiditas Pembelian, penjualan kembali dan pengalihan unit penyertaan dapat dilakukan kapan saja setiap hari bursa dan pencairan dana hasil penjualan kembali akan masuk ke rekening Pemegang Unit Penyertaan dalam waktu maksimum 7 hari bursa. Transparansi Reksa Dana memberikan informasi yang transparan kepada publik mengenai komposisi aset dan instrumen portofolio investasi, risiko yang dihadapi serta biaya-biaya yang timbul. Selain itu untuk proses pembukuan dilakukan oleh pihak independen selain Manajer Investasi, yaitu Bank Kustodian dan wajib diperiksa oleh Akuntan Publik yang terdaftar di OJK. Potensi pertumbuhan nilai investasi Dengan akumulasi dana dari banyak investor, Reksa Dana memperoleh biaya investasi yang relatif rendah karena besarnya dana yang dikelola, serta akses pada instrumen investasi yang mungkin sulit dilakukan secara individual. Hal ini memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan untuk memperoleh hasil investasi yang menarik sesuai dengan tingkat risikonya. Terjangkau Dana awal dalam investasi Reksa Dana relatif kecil apabila dibandingkan dengan investasi secara langsung di pasar modal. Bahkan di Raiz, Anda bisa mulai berinvestasi di Reksa Dana hanya dengan Rp10.000! Bukan objek pajak Hasil penjualan kembali dan keuntungan dari hasil investasi Reksa Dana bukan merupakan objek pajak.
Risiko Produk
Selain potensi keuntungan atau imbal hasil, investasi dalam Reksa Dana juga mengandung risiko yang perlu Anda perhatikan: Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan Berkurangnya nilai Unit Penyertaan dapat disebabkan oleh:
  • Perubahan kondisi pasar (misalnya tingkat suku bunga, inflasi, dan lain-lain) yang mengakibatkan fluktuasi harga/tingkat pengembalian Efek.
  • Wanprestasi dari pihak perusahaan Penerbit Surat Berharga atau pihak yang terkait dengan Reksa Dana.
  • Force majeure atau kejadian kahar yang dialami oleh Penerbit Surat Berharga atau pihak yang terkait dengan Reksa Dana sebagaimana diatur dalam peraturan di bidang pasar modal.
Risiko Perubahan Kondisi Politik dan Ekonomi Kinerja usaha industri dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, kondisi peraturan dan iklim usaha bagi sektor usaha tersebut. Perubahan peraturan pemerintah terkait ekonomi makro, dunia usaha, dan perpajakan dapat mempengaruhi kondisi perekonomian dan kinerja usaha industri, yang kemudian mempengaruhi tingkat pengembalian dan hasil investasi yang akan diperoleh Reksa Dana. Risiko Likuiditas Apabila seluruh atau sebagian besar pemegang Unit Penyertaan secara serentak melakukan Penjualan Kembali kepada Manajer Investasi, maka dapat menyebabkan Manajer Investasi tidak mampu menyediakan uang tunai seketika untuk melunasi Penjualan Kembali Unit Penyertaan tersebut. Dalam hal terjadi keadaan-keadaan di luar kekuasaan (force majeure), Manajer Investasi dapat menolak Penjualan Kembali Unit Penyertaan sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak Investasi Kolektif dan Peraturan OJK.
Tertarik untuk mulai berinvestasi di Reksa Dana?
Di Raiz Anda bisa mulai berinvestasi di Reksa Dana hanya dengan modal Rp10.000 saja, lho! Jadi dengan modal yang sangat minimal, Anda sudah bisa menikmati potensi imbal hasil yang optimal. Keuntungan lainnya adalah investasi di Raiz tidak dikenakan biaya (fee) pada saat pembelian, penjualan/pencairan dana maupun pengalihan portofolio sehingga imbal hasil yang Anda terima akan maksimal.
Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui Saat Anda Mulai Berinvestasi
Saat Anda ingin memulai sesuatu, tentunya Anda ingin mengetahui atau mempelajari terlebih dahulu konsep dasarnya, untuk mendapatkan gambaran mengenai apa yang bisa diharapkan dari kegiatan yang akan Anda lakukan tersebut.
Bagaimana dengan investasi? Sebelum mulai berinvestasi, apa saja yang perlu Anda ketahui? Dalam artikel ini mari kita uraikan dan kaji konsep dasar investasi agar Anda dapat memperoleh pemahaman dasar mengenai investasi dan apa saja yang perlu Anda perhatikan.
Pengertian dasar investasi meliputi hal-hal sebagai berikut:
  • Perbedaan menabung dan berinvestasi
  • Mengapa investasi itu penting
  • Instrumen investasi dasar
  • Profil risiko dan imbal hasil
  • Diversifikasi
Perbedaan menabung dan investasi
Meskipun banyak yang sudah mulai menabung, banyak yang belum mengerti apa perbedaan antara menabung dan berinvestasi. Perbedaan mendasar antara menabung dan berinvestasi adalah bahwa menabung tidak memiliki kejelasan dalam beberapa aspek:
  • Tujuan atau kebutuhan spesifik, misalnya untuk membeli mobil atau rumah, membiayai Pendidikan anak, persiapan pensiun, ibadah umroh/haji, dan lain-lain
  • Berapa besar dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut
  • Target waktu pencapaian tujuan dan berapa lama waktu yang diperlukan/dimiliki untuk mencapai tujuan tersebut
  • Pilihan instrumen investasi
  • Strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut
Sementara berinvestasi adalah kegiatan menabung dengan tujuan tertentu dan cara mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian, kegiatan investasi melibatkan perencanaan, bahkan bisa dikatakan sejak dini.
Mengapa berinvestasi itu penting?
Kegiatan investasi didorong oleh kebutuhan masa depan. Tentunya sebagai Raizer, Anda adalah orang yang peduli dengan masa depan, dan dengan demikian menyempatkan diri untuk (mulai) menata keuanganmu. Ini berarti Anda sudah mulai melakukan perencanaan – alias investasi! – guna memenuhi kebutuhan masa depanmu.
Selain kebutuhan masa depan, mungkin Anda juga terpikir melakukan investasi karena Anda sadar bahwa masa depan itu penuh dengan ketidakpastian. Jenjang karir, prospek bisnis, kondisi kesehatan pribadi maupun keluarga/orang terdekat, atau musibah merupakan faktor-faktor yang menimbulkan ketidakpastian dalam hidup sehingga merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan bijak, yaitu dengan menentukan prioritas kebutuhan, menetapkan perencanaan yang baik serta serta menjalankannya dengan disiplin.
Instrumen investasi dasar
Sebelum berinvestasi, sebaiknya Anda ketahui terlebih dahulu pilihan instrumen investasi yang tersedia.
Ada 3 jenis instrumen investasi dasar yang perlu kami pahami:
  1. Deposito/efek pasar uang
  1. Obligasi/efek pendapatan tetap
  1. Saham/efek ekuitas
Deposito berjangka (time deposit) adalah produk yang diterbitkan oleh bank. Dalam skema ini, Anda sebagai deposan (atau investor) memberikan pinjaman kepada bank dengan imbalan “bunga” atas jumlah yang kita pinjamkan kepada bank tersebut. Sebagai contoh, jika Anda menempatkan dana sebesar Rp 10 juta selama setahun dengan bunga 6% per tahun, maka setahun kemudian Anda akan menerima Rp 100 juta (nilai pokok) + 6% x Rp 10 juta (bunga) = Rp 10,6 juta. Sebagian dari Anda mungkin akan bertanya, “Dari mana bank dapat membayar bunga tersebut?” Yang bank lakukan adalah mengumpulkan semua dana dari para deposan, kemudian menyalurkan pinjaman (kredit) ke dunia usaha (perusahaan) atau konsumen (perorangan, bisa dalam bentuk pinjaman, kartu kredit, kredit kepemilikan rumah/mobil, dan sebagainya). Atas pinjaman/kredit ini bank akan memungut bunga dari para peminjam, misalnya sebesar 10%. Selisih antara bunga kredit dan bunga deposito – dalam contoh ini adalah sebesar 10% - 6% = 4% - dikenal dengan istilah spread, dan merupakan salah satu sumber penghasilan bank.
Obligasi mirip dengan deposito, namun obligasi bukanlah produk perbankan, melainkan diterbitkan pemerintah atau perusahaan. Perbedaan antara deposito dan obligasi biasanya terletak pada periode jatuh tempo: deposito berjangka pendek, sementara obligasi umumnya berjangka menengah dan panjang. Selain itu, obligasi bisa diperdagangkan di pasar sementara deposito tidak.
Bagaimana mekanisme penerbitan obligasi? Dalam konteks perusahaan, kebutuhan dana dalam jumlah besar untuk pembiayaan kegiatan usaha bisa diperoleh dari modal milik sendiri atau pinjaman dari pihak lain seperti bank atau dengan berutang langsung ke investor. Jika perusahaan memilih untuk berutang langsung ke investor, maka perusahaan akan menerbitkan obligasi. Jadi obligasi adalah surat utang yang dibeli investor. Dibandingkan dengan meminjam dari bank, lebih menguntungkan bagi perusahaan untuk menerbitkan obligasi karena bunga yang dibayarkan atas obligasi lebih rendah daripada bunga kredit bank. Jika perusahaan menerbitkan obligasi pada saat suku bunga kredit adalah sebesar 10%, maka bunga (dalam konteks obligasi dikenal dengan istilah kupon) yang ditawarkan akan lebih rendah dari 10%. Mengapa investor tertarik membeli obligasi? Karena kupon yang diterima masih akan lebih tinggi di atas bunga deposito. Tambahan (“premium”) ini diperlukan investor, karena selain perlu menganalisa perusahaan yang menerbitkan obligasi, investor juga perlu berinvestasi untuk jangka waktu yang lebih panjang (> 1 tahun) sehingga berarti harus siap menanggung risiko atas kinerja perusahaan tersebut.
Dalam konteks pemerintah/negara, pemerintah dapat menerbitkan obligasi untuk membiayai kebutuhan penyelenggaraan negara, misalnya untuk pembangunan infrastruktur, serta penyelenggaraan program pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Selain deposito dan obligasi, Anda mungkin sudah sering mendengar tentang saham. Sekalipun berisiko tinggi, saham merupakan pilihan instrumen yang atraktif karena memiliki potensi imbal hasil yang juga tinggi.
Bagaimana mekanisme penerbitan saham? Selain dari modal sendiri, kredit bank dan penerbitan obligasi, pemilik perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan perusahaan dengan menjual sebagian kepemilikan (saham)-nya kepada investor. Jika penjualan ini dilakukan terhadap investor publik, maka ini sering dikenal dengan istilah go public. Mengapa investor tertarik membeli saham perusahaan? Sejatinya perusahaan yang baik akan mampu memberikan imbal hasil investasi yang lebih tinggi dari bunga pinjaman deposito atau bahkan bunga kredit, karena sebagian modal usahanya umumnya berasal dari kredit bank, sehingga perusahaan perlu menghasilkan kinerja yang lebih tinggi agar bisa melunasi kredit tersebut. Selain itu, mendirikan dan menjalankan usaha adalah kegiatan berisiko tinggi (misalnya kemungkinan bangkrut) sehingga wajar jika pengusaha akan berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi dari bunga pinjaman. Sebagai investor, Anda dapat ikut menikmati potensi keuntungan dari perusahaan dengan memiliki saham-saham perusahaan yang sudah go public. Sebaliknya, Anda juga perlu bersiap menerima risiko layaknya pemilik perusahaan. Nah, salah satu cara mengurangi risiko investasi di saham adalah melalui diversifikasi dan berinvestasi untuk jangka panjang.
Profil risiko dan imbal hasil
Setelah membahas potensi imbal hasil dan risiko atas ketiga jenis instrumen investasi dasar, kita dapat menggambarkannya dalam diagram yang dikenal dengan istilah risk & return profile sebagaimana berikut:
Dari diagram di atas dapat disimpulkan bahwa makin besar keuntungan/imbal hasil yang Anda harapkan, makin besar juga risiko yang harus siap Anda tanggung. Inilah yang dikenal dengan istilah high risk, high return.
Risk & return profile dapat diringkas dalam tabel berikut:
Tabel di atas menunjukkan:
  • Deposito memberikan pendapatan dalam bentuk bunga yang bersifat tetap;
  • Obligasi memberikan pendapatan dalam bentuk kupon (bisa tetap atau bervariasi) dan capital gain (selisih antara harga jual dan harga beli, bervariasi);
  • Saham memberikan pendapatan berupa dividen (pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki) dan capital gain (keduanya bervariasi)
  • Obligasi dan saham diperdagangkan di pasar dan harganya berubah-ubah setiap waktu karena faktor permintaan dan penawaran (demand & supply). Selain dari sisi jangka waktu, perubahan harga pasar ini menjelaskan mengapa obligasi dan saham memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan deposito.
Diversifikasi
Pernahkah Anda mendengar pepatah “Don’t put all your eggs in one basket”? Pepatah itu adalah esensi dari diversifikasi, yaitu untuk mengurangi risiko, Anda perlu menempatkan dana di berbagai instrumen investasi sehingga Anda bisa terhindar dari risiko kerugian secara total.
Diversifikasi dapat dilakukan atas jenis instrumen, penerbit instrumen, sektor usaha/industri, atau bahkan lokasi geografis. Karena penyebaran investasi ini memerlukan perencanaan dan pengelolaan atas portofolio (kumpulan instrumen investasi), maka diversifikasi sering juga disebut dengan istilah manajemen portofolio.
Tabel berikut mengilustrasikan bagaimana diversifikasi di ketiga instrumen investasi dapat memberikan imbal hasil yang lebih optimal dibandingkan investasi tunggal (single investment) di hanya satu jenis instrumen investasi:
Dari ilustrasi dalam table di atas, tampak bahwa untuk investasi jangka panjang (10 tahun), penyebaran investasi di 3 instrumen dasar dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi (Rp257.1 juta) dibandingkan penempatan tunggal di deposito saja (Rp162,9 juta).
Nah, menarik bukan? Jadi tunggu apa lagi, segeralah memulai perjalanan investasi Anda di Raiz!
Inflasi dan Pengaruhnya Terhadap Uang Anda
Seringkali kita mendengar atau membaca tentang inflasi, namun tidak sedikit yang sebenarnya tidak mengerti sepenuhnya apakah inflasi itu. Mari kita pahami apa itu inflasi dan pengaruhnya terhadap uang yang Anda miliki.
Sebagai sebuah indikator untuk melihat tingkat perubahan, inflasi terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling mempengaruhi. Sebagai indikator yang mencerminkan pola pengeluaran, angka inflasi yang meningkat mencerminkan kenaikan biaya hidup. Dengan kata lain, inflasi membuat nilai uang Anda susut sehingga daya beli Anda melemah.
Untuk menggambarkan bagaimana pengaruh inflasi terhadap uang Anda, ingatkah Anda apa saja yang dapat Anda beli di supermarket dengan uang Rp 100.000 di tahun 2000, 2005, 2010, 2015 dan sekarang? Jika Anda ingat-ingat, pasti terbayang dengan uang Rp 100.000 di tahun 2000 keranjang belanjaan Anda pasti lebih penuh dibandingkan dengan di tahun 2005, 2010 dan seterusnya. Contoh lain: jika Anda biasa mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu, misalnya semangkuk bakso, ingatkah Anda berapa harganya di tahun 2000, 2005, 2010, 2015 dan sekarang? Tidak sulit rasanya mengingat bahwa harga semangkuk bakso sekarang lebih mahal dibandingkan harga di tahun 2000, 2005, 2010 dan seterusnya.
Namun inflasi yang lebih tinggi diharapkan bisa diimbangi oleh kenaikan penghasilan, artinya nilai uang kita juga harus meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan kenaikan inflasi. Ada satu hal yang sangat terpengaruh oleh kenaikan inflasi, yakni tabungan. Bila suku bunga di tabungan Anda lebih rendah ketimbang tingkat inflasi, maka nilai uang Anda akan mengalami penurunan, dan seiring dengan itu, daya beli Anda pun menurun. Perlu dicatat bahwa saat ini sangat jarang ada elativ perbankan tradisional yang menawarkan suku bunga yang mampu mengalahkan tingkat inflasi, jadi jika Anda hanya mengandalkan tabungan sebagai sarana Anda mengumpulkan uang, sepertinya Anda harus bersiap-siap kecewa.
Bila tidak ingin nilai uang Anda lama-kelamaan menyusut, Anda harus mencari solusinya, dan itu artinya Anda harus mencari instrumen yang bisa memberikan imbal hasil yang lebih baik. Tapi Anda hanya bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih baik jika Anda berani menanggung risiko investasi yang lebih besar.
Meski demikian, Anda tidak harus mengalihkan semua tabungan Anda ke instrumen investasi dengan tingkat risiko yang tinggi demi mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Yang harus dilakukan adalah membagi alokasi dana Anda ke berbagai instrumen investasi sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktunya:
  • Untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk dana darurat (emergency fund), alokasikan ke tabungan, karena selain bisa dicairkan kapan saja, tabungan tidak mengalami fluktuasi nilai akibat pergerakan pasar. Selama tidak ada penarikan, nilai tabungan akan selalu naik seiring berjalannya waktu karena adanya bunga.
  • Untuk dana yang menganggur:
  • Jika Anda akan perlu mencairkannya dalam waktu yang relatif singkat (maksimal 1 tahun), Anda bisa menyimpannya dalam bentuk deposito. Upayakan agar uang tersebut tidak dibutuhkan dalam kurun waktu sesuai jangka deposito karena tidak bisa ditarik hingga jangka waktunya terpenuhi.
  • Jika dana yang menganggur baru akan Anda cairkan 1-5 tahun mendatang, Anda bisa menaruhnya di obligasi atau Reksa Dana pendapatan tetap (Reksa Dana berbasis obligasi).
  • Jika dana baru akan Anda cairkan lebih dari 5 tahun mendatang (misalnya untuk membiayai biaya kuliah anak Anda yang saat ini masih berusia 5 tahun), maka Anda bisa menaruhnya di saham atau Reksa Dana saham.
Tidak sulit bukan? Jadi tunggu apa lagi, mulailah mengalokasikan dana Anda sesuai kebutuhan dan jangka waktunya.
October 2019
Memanfaatkan Efek Compounding Dalam Berinvestasi
Pernahkah Anda melihat bagaimana bola salju menggelinding dari puncak sebuah bukit  yang diselimuti salju? Bila Anda perhatikan, bola salju itu akan tergulung semakin besar oleh salju yang dilintasinya selama menggelinding
Begitulah analogi yang pas untuk mengilustrasikan efek compounding (bunga majemuk) terhadap investasi yang rutin Anda lakukan. Bola salju yang menggelinding adalah ibarat dana investasi, di mana setiap pengembalian yang didapatkan apabila diinvestasikan kembali akan menghasilkan bunga dan terus bergulung sehingga dana investasi Anda terus bertumbuh seiring berjalannya waktu.
gambar bola menggelinding sumber: vectorstock.com 
Efek compounding sangat bermanfaat dalam jangka panjang, karena itu semakin dini Anda mulai berinvestasi, makin banyak manfaat dari efek compounding yang dapat Anda petik.
Sebagai ilustrasi, misalkan Anda saat ini Anda berusia 25 tahun dan pada usia 45 tahun Anda ingin memiliki dana sebesar Rp 1 milyar untuk membangun usaha. Untuk mendapatkan dana sebesar itu, Anda berinvestasi dengan imbal hasil rata-rata 10% per tahun. Berapa cicilan yang harus Anda investasikan per bulannya? Rumus berikut digunakan untuk menghitung besarnya cicilan per bulan:
Cicilan per bulan= Nilai yang ingin dicapai{(1+rn)nt−1rn}×(1+rn)
di mana:
r = imbal hasil investasi tahunan = 10%
n = frekuensi investasi per tahun = 12 (karena bulanan)
t = berapa tahun investasi dilakukan
Lebih lanjut, tabel berikut menunjukkan berapa cicilan per bulan berdasarkan berapa tahun investasi dilakukan untuk mendapatkan Rp 1 milyar dengan imbal hasil investasi 10% per tahun:
Durasi investasi (tahun)
Cicilan per bulan (Rp)
20
1,305,999.79
15
2,392,778.03
10
4,841,395.39
5
12,806,986.49
Berikut data yang sama ditampilkan dalam bentuk grafik:
Grafik di atas menunjukkan konsekuensi yang Anda hadapi jika Anda terlambat atau menunda berinvestasi setiap bulan:
  • Jika Anda mulai sekarang, maka Anda cukup mencicil Rp 1,31 juta per bulannya
  • Jika Anda terlambat atau menunda 5 tahun, maka cicilan Anda naik menjadi Rp 2,39 juta per bulannya
  • Jika Anda terlambat atau menunda 10 tahun, maka cicilan Anda menjadi Rp 4,84 juta per bulannya
  • Jika Anda terlambat atau menunda 15 tahun, maka cicilan Anda menjadi Rp 12,81 juta per bulannya.
Inilah yang disebut cost of waiting (biaya menunggu). Mengapa ini bisa terjadi? Karena efek compounding – makin lama durasi investasi Anda, makin cepat uang akan bekerja untuk Anda. Dengan efek compounding, semakin dini kita mulai berinvestasi, semakin rendah cicilan investasi yang diperlukan.
Menarik bukan? Jadi, tunggu apa lagi? Mulai berinvestasi sekarang juga.
#financial
Pentingnya Melakukan Financial Check Up
Selama ini, mungkin Anda lebih mengenal istilah medical check up, yaitu pemeriksaan kesehatan guna mengetahui kondisi tubuh sehingga bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Nah, di dunia keuangan, ada yang namanya financial check up.
Financial check up dilakukan oleh mereka yang peduli dengan kondisi keuangan mereka, di mana mereka melakukan pemeriksaan kesehatan keuangan guna mengetahui apakah ada indikasi terjadinya masalah finansial, bagaimana mengatasi masalah keuangan, dan sebagainya. Dalam financial check up, biasanya Anda akan menuliskan secara detail aset apa saja yang dimiliki, berapa banyak utang yang dimiliki, hingga mencatat arus keuangan Anda.
Mengapa financial check up penting dilakukan? Berikut adalah manfaatnya:
  1. Mengidentifikasikan pos pengeluaran
Seringkali kita mendengar orang mengeluh bahwa uang mereka habis untuk membayar ini dan itu, alias gajinya numpang lewat. Begitu gajian, uang langsung ludes untuk melunasi utang, membayar cicilan, biaya hidup sehari-hari, dan sebagainya.
Ternyata, sebagian besar orang tidak disiplin mencatat pemasukan dan pengeluaran mereka. Dengan melakukan financial check up, Anda mengetahui apa saja pos pengeluaran Anda, sehingga Anda tidak perlu lagi meraba-raba atau bertanya-tanya, ke mana sajakah uang Anda selama ini.
  1. Mengontrol pengeluaran dengan cermat dan terarah
Pengeluaran yang tidak dicatat dan tak terkontrol hanya akan membuat Anda menghabiskan sisa uang yang dimiliki. Sebagai contoh, Anda masih memiliki sejumlah uang di tabungan. Karena itu Anda pun berpikir bahwa Anda bisa menggunakan tabungan tersebut, karena toh sebentar lagi Anda akan gajian. Padahal, uang di tabungan itu sejatinya bukan untuk dipakai, melainkan dicadangkan untuk keperluan darurat, atau untuk diinvestasikan. Dengan melakukan financial check up, Anda bisa mengontrol pengeluaran sehingga pengalokasiannya lebih tepat dan terarah.
  1. Merencanakan keuangan masa depan
Anda perlu menyadari bahwa financial check up merupakan bagian dari perencanaan keuangan masa depan. Di sisi lain, Anda perlu mengetahui apa yang menjadi impian finansial Anda selama ini sehingga Anda bisa tetap fokus pada rencana Anda, misalnya menikah, terbebas dari jeratan utang, liburan bersama keluarga, melakukan perjalanan ibadah (umroh, naik haji), dan sebagainya. Selain membantu Anda menggunakan uang dengan lebih cermat, financial check up dapat membantu Anda menuntaskan masalah keuangan demi mencapai impian finansial Anda.
Satu hal yang perlu diingat, masalah finansial merupakan hal yang penting dalam setiap aspek kehidupan. Karena itu, belajarlah mengelola keuangan Anda dengan mulai melakukan financial check up.
#financial
7 Alasan Mengapa Zona Nyaman Bisa Membuat Anda Tidak Berkembang
7 Alasan Mengapa Zona Nyaman Bisa Membuat Anda Tidak Berkembang
Setiap orang pastinya memiliki kriteria hidup yang didambakannya, salah satunya adalah tentang kenyamanan. Namun tidak selamanya sebuah kenyamanan itu akan berakhir baik. Jika terlampau lama hidup dalam zona nyaman, ada kemungkinan Anda akan menderita konsekuensi negatif buruk sebagai berikut:
  1. Anda akan mensugesti diri untuk terus memanjakan diri
Saat Anda berada di zona nyaman, Anda akan berpikir bahwa Anda harus memanjakan diri dan menikmati setiap momen semaksimal mungkin. Hal tersebut bisa terjadi karena Anda merasa gak ada tuntutan yang harus Anda penuhi. Akibatnya, Anda akan terus mensugesti diri sendiri untuk bersantai dan melebur dengan suasana yang ada. Padahal, semakin Anda memanjakan diri, semakin sulit untuk memulai lagi hal-hal produktif lho!
  1. Anda bisa menjadi pribadi yang angkuh
Hati-hati, zona nyaman bisa membuat Anda menjadi angkuh dan egois. Anda merasa seolah-olah hidupmu tidak bermasalah sama sekali. Seringkali saat Anda sedang berada di posisi ini, Anda cenderung akan fokus menikmati setiap momen Anda sendiri.
Bahkan Anda pun bisa mengacuhkan apapun yang terjadi di sekitar Anda karena Anda menganggap bahwa semua itu akan mengganggu kenyamanan Anda.
  1. Anda merasa bahwa masa perjuangan telah usai, dan sekarang saatnya "berleha-leha"
Berada di zona nyaman seringkali identik dengan kemapanan. Anda merasa sudah mandiri dan telah bisa memenuhi segala keinginan Anda. Di titik itulah Anda merasa bahwa Anda butuh timbal balik atas segala usaha yang telah Anda lakukan sebelumnya. Namun perlu Anda sadari bahwa waktu terus berjalan, dan bahwa akan ada hari esok, dan seterusnya.
  1. Anda menjadi kurang peka dan kurang sigap dalam menghadapi permasalahan
Terbiasa memanjakan diri dan menikmati momen, bisa mengurangi kepekaan Anda terhadap lingkungan sekitar, terlebih saat Anda menghadapi masalah yang terjadi secara tiba-tiba. Anda yang mulai terbiasa menikmati momen kenyamanan akan tiba-tiba 'gelagapan' dan kebingungan sendiri karena merasa tidak siap. Saat Anda berada di titik nyaman, Anda pasti tidak akan berpikir panjang tentang segala sesuatu yang mungkin terjadi secara mendadak.
  1. Anda jadi gampang menyepelekan banyak hal yang bahkan dulu pernah kamu anggap penting
Setiap orang sudah pasti akan berada pada titik nyaman dalam hidupnya. Hal ini bisa terjadi sewaktu-waktu dan bisa berakhir begitu saja. Saking terbuai dengan kenyamanan, Anda bisa saja menyepelekan berbagai hal.
Semakin Anda terbuai dengan kenyamanan, maka semakin banyak pula hal-hal yang Anda tunda untuk Anda kerjakan. Bahkan Anda bisa saja menunda hal penting atau yang Anda prioritaskan karena Anda sudah telanjur terlena dalam kenyamanan Anda.
  1. Cepat atau lambat, Anda akan menjadi seorang pemalas
Acapkali zona nyaman membuat orang menjadi lupa diri. Lupa bahwa hidup tak selamanya adalah tentang kesenangan. Anda seolah menstimulasi dirimu sendiri untuk tidak melakukan hal-hal yang Anda anggap berat untuk dipikirkan atau dilakukan. Jika Anda tidak mampu mengendalikan diri, Anda pasti tidak sadar bahwa Anda sudah menjadi seorang pemalas.
  1. Pada akhirnya Anda akan menyadari bahwa kamu membuang waktu sia-sia
Penyesalan selalu datang di akhir. Cepat atau lambat, suka atau tidak suka, Anda akan menyadari bahwa terbuai pada zona nyaman telah membuatmu menjadi tidak produktif. Anda tidak akan berpikir jauh ke depan, karena merasa tidak perlu ada yang diperjuangkan. Anda merasa cukup sampai di sini saja dan hanya ingin bertahan pada kondisi tersebut. Hasilnya, Anda terbiasa untuk menikmati kesenangan sesaat dan hal ini membuat kreativitasmu menurun.
Apakah Anda tengah berada di zona nyaman? Hati-hati lho, meskipun nyaman, zona nyaman belum tentu aman. Dalam konteks investasi, penghasilan yang besar mungkin membuat Anda nyaman, tapi jika Anda tidak pernah menyisihkan sebagian dari penghasilan tersebut untuk investasi, dan memilih untuk menghabiskannya untuk bersenang-senang, maka masa depan keuangan Anda belum tentu aman. Jadi mulailah berinvestasi sedini mungkin, dan jangan biarkan zona nyaman membuai Anda terlalu lama sehingga Anda lupa berinvestasi ya!
#investasi
September 2019
7 Investasi Terhadap Diri Sendiri yang Layak dan Penting Dilakukan
7 Investasi Terhadap Diri Sendiri yang Layak dan Penting Dilakukan
Investor kawakan Warren Buffett pernah mengatakan bahwa investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh setiap orang adalah investasi terhadap dirinya sendiri. Mengapa demikian?
Karena dengan melakukan investasi terhadap diri sendiri, Anda dapat membekali diri Anda untuk masa depan. Dan dengan senantiasa berusaha memperbaiki masa depan, Anda tidak akan perlu khawatir akan keberlangsungan karir dan keamanan finansial Anda.
Berikut adalah 7 bentuk investasi yang dapat Anda lakukan terhadap diri Anda sendiri:
  1. Mengikuti program keterampilan bersertifikasi
Menjadi manusia pembelajar adalah tekad yang perlu Anda tanamkan sedini mungkin, karena pada hakikatnya kita harus belajar sepanjang hidup kita. Bahkan jika Anda mungkin baru saja lulus sekolah, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan agar Anda menjadi yang terdepan di kalangan teman seangkatan atau sebaya Anda. Memiliki keterampilan tambahan atau bahkan keterampilan khusus yang jarang dimiliki orang lain akan menambah daya jual Anda dalam bursa kerja.
Ada berbagai program pelatihan yang dapat Anda pilih untuk meningkatkan kapasitas diri. Jika Anda seorang akuntan misalnya, Anda mungkin bisa mengambil sertifikasi pajak Brevet A dan B. Jika Anda lulusan jurusan matematika, mungkin Anda bisa mengambil kursus aktuaria sehingga Anda bisa berkarir di perusahaan asuransi atau dana pensiun. Dan jika Anda seorang computer programmer, Anda bisa mempelajari bahasa pemrograman baru sehingga nanti jika banyak software atau aplikasi yang dibuat dengan bahasa tersebut maka Anda dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan bayaran yang tinggi.
Program pelatihan yang Anda pilih tidak mutlak harus sesuai dengan bidang profesi Anda. Tidak ada salahnya Anda membangun keahlian/keterampilan di bidang yang berbeda namun Anda sukai, karena bisa saja di kemudian hari keahlian/keterampilan itu bisa membuka jalan bagi Anda untuk alih profesi atau merintis usaha sendiri.
Berkat kemajuan teknologi, kegiatan belajar mengajar saat ini tidak melulu harus dilakukan melalui tatap muka. Saat ini tersedia cukup banyak online learning platform yang menawarkan program MOOC (massive open online course), di mana siapapun dapat mengikuti kuliah secara online dengan mengakses website atau aplikasi lewat Internet, seperti misalnya Coursera, Udemy, dan Khan Academy. Mata kuliah yang ditawarkan sangat beragam dan tak sedikit ditawarkan oleh universitas terkemuka di dunia, bahkan secara gratis (hanya berbayar jika Anda ingin mengikuti ujian dan mendapatkan sertifikat kelulusan).
  1. Bergabung dalam komunitas
Bergabung dengan komunitas atau kelompok yang memiliki minat yang sama dengan Anda dapat membantu Anda memperluas jejaring (network) Anda. Setiap orang baru yang Anda temui akan membawa perspektif unik dan gagasan-gagasan baru yang dapat Anda terapkan untuk pekerjaan Anda. Tentunya setiap pribadi mempunyai keunggulannya masing-masing, sehingga Anda dapat saling bertukar ilmu.
Selain itu, berkumpul dengan mereka yang memiliki pola pikir, bahkan visi-misi yang serupa bisa membawa peluang bagi Anda. Tidak tertutup kemungkinan peluang karir atau bisnis bisa berawal dari pertemanan dalam komunitas.
  1. Membaca buku atau mendengarkan podcast
Membaca adalah kebiasaan yang dapat mengubah hidup Anda, karena dengan membaca, Anda dapat melihat sudut pandang pengarang yang disampaikan dalam tulisannya. Lebih lanjut, dengan membaca Anda akan mendapatkan banyak ilmu baru yang dapat dipraktekkan dalam hidup. Dan dengan membaca Anda dapat belajar tentang pengalaman (atau kesalahan) orang lain sehingga Anda bisa belajar tentang hidup tanpa harus merasakan pengalaman atau melakukan kesalahan itu sendiri.
Banyak pemimpin bisnis yang sukses memiliki kebiasaan membaca, dan rata-rata para mereka membaca 4-5 buku per bulan.1 Para pemimpin yang hebat adalah mereka yang senang sekali menyerap pengetahuan dan keterampilan, serta senantiasa berusaha meningkatkan kompetensi mereka. Dan untuk melakukan itu mereka menjadi pembaca yang produktif. Jadi jika Anda ingin meningkatkan taraf hidup Anda, lebih banyaklah membaca.
Bagi Anda yang kurang suka membaca, kemajuan teknologi saat ini memungkinkan Anda menambah pengetahuan dan wawasan dengan mendengarkan audiobook atau podcast. Media seperti CNN, BBC dan Bloomberg rutin membuat podcast yang dapat Anda unduh dan simak. Anda juga bisa mendengarkan podcast dengan topik sesuai minat atau hobi Anda, misalnya podcast tentang memasak dan membuat kue.
  1. Mengikuti permainan yang mengasah otak
Jika Anda adalah seseorang yang suka bermain game, maka Anda dapat memilih permainan yang cenderung mengasah otak untuk menstimulasi otak Anda.
Terlepas dari fungsinya untuk melepas stres, ternyata permainan juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Metode ini dinamakan gamification, yaitu proses menggunakan mekanisme atau aturan yang ada di dalam permainan pada aktivitas atau konteks non-permainan. Gamification bekerja dengan menggunakan elemen-elemen yang ada di dalam permainan, seperti poin, badge, leaderboard, dan achievement. Elemen-elemen inilah yang akan memancing pengguna untuk saling berinteraksi satu sama lain dan bersaing untuk menjadi yang terdepan. Banyak platform online learning yang telah mengimplementasikan gamification untuk membuat suasana belajar mengajar menarik dan interaktif.
  1. Keluar dari zona nyaman Anda
Cobalah untuk mempelajari hal baru yang belum pernah Anda pertimbangkan sebelumnya. Jangan merasa takut untuk terlihat konyol saat Anda menghadapi sesuatu yang membuat Anda tidak nyaman.
Setiap keterampilan bersumber dari pengalaman Anda. Semakin sering Anda melakukan suatu hal, maka semakin ahli atau terampil Anda dalam melakukannya. Jadi, jangan pernah takut untuk mencoba hal baru. Mungkin saja hal baru yang Anda coba akan membuat Anda menjadi lebih sukses di masa depan.
  1. Ukur kemajuan dan pencapaian diri Anda
Jika Anda telah memutuskan untuk menginvestasikan waktu dan uang untuk menguasai keterampilan baru atau mendapatkan keahlian baru, pastikan untuk mengukur tingkat kemajuan Anda. Catat jumlah jam yang Anda habiskan untuk membaca atau jumlah tes yang telah Anda lakukan. Dengan melakukan hal ini, akan membuat Anda dapat melakukan intropeksi diri akan apa yang telah dicapai dan belum tercapai. Lakukan langkah kecil tapi berarti setiap hari untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.
  1. Buat karya nyata
Setelah Anda mempelajari banyak hal baru, sekarang saatnya untuk mewujudkannya menjadi karya nyata. Jika Anda belajar untuk membuat blog, maka mulailah membuat blog pribadi Anda untuk berbagi pengetahuan, pengalaman atau cerita yang bermanfaat bagi masyarakat, atau minimal lingkungan terdekat Anda. Jika Anda belajar melukis, tidak ada salahnya Anda menciptakan masterpiece Anda dan mungkin Anda dapat menjualnya! Yang terpenting adalah Anda menikmati setiap momen dari kegiatan yang Anda lakukan, karena itu akan tercemin pada hasilnya. Tidak sedikit orang yang mendapatkan ketenangan jiwa dan efek seperti melakukan meditasi saat ia melakukan aktivitas yang disukainya.
Demikian 7 bentuk investasi yang dapat membuat diri Anda menjadi lebih berkualitas. Namun, selain berinvestasi terhadap diri sendiri, tentunya Anda juga harus berinvestasi bagi masa depan keuangan Anda. Selamat berinvestasi, Raizers!
#investasi
Penyesalan Terbesar di Masa Tua
Penyesalan Terbesar di Masa Tua
Raizers, pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya ketika Anda sudah berusia lanjut? Menua merupakan keniscayaan - semua orang pasti akan mengalaminya - namun tidak semua orang siap menerima atau menghadapi kenyataan tersebut. Banyak yang terpuruk di masa tua mereka, dan tidak sedikit yang larut dalam kesedihan atau penyesalan karena tidak melakukan apa yang sebaiknya mereka lakukan (atau melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan) di masa muda mereka.
Berdasarkan riset internal kami di Raiz, ada 6 faktor yang menjadi penyebab utama timbulnya penyesalan di masa tua:
  1. Tidak sungguh-sungguh bekerja dan membangun karir
Sebagian orang menganggap bahwa bekerja adalah sekedar menyelesaikan tugas, tanpa ada niat untuk menguasai suatu keahlian atau keterampilan tertentu, atau untuk mencapai keunggulan (excellence) di pekerjaannya. Jika Anda hanya menyelesaikan pekerjaan dan menerima gaji setiap bulannya tanpa pernah peduli atau memikirkan keberlangsungan atau kemajuan karir Anda, maka jangan terkejut jika karir Anda tidak akan cemerlang (dan konsekuensinya adalah kesejahteraan Anda juga cenderung akan stagnan). Bagi Anda yang menjadi wirausahawan, sikap cepat puas (complacent) dan tidak ulet akan menyebabkan usaha Anda sulit berkembang, atau bahkan bangkrut.
Selain niat dan kesungguhan dalam meniti karir ataupun menjalankan usaha, Raizers juga perlu memiliki kegigihan dan tekad untuk memberikan yang terbaik, baik untuk perusahaan (jika Anda menjadi pekerja profesional), atau untuk pelanggan (jika Anda menjadi pengusaha). Lebih lanjut, adalah penting juga bahwa karir ataupun usaha yang Anda jalankan dapat memberikan manfaat atau nilai tambah bagi masyarakat. Ini yang menjelaskan mengapa ada orang yang selektif memilih perusahaan tempat dia bekerja, atau memilih jenis usaha yang akan dijalaninya. Ini juga yang menjelaskan mengapa sebagian orang mau bekerja di instansi nirlaba (non-profit organization), karena mereka merasa bisa memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat.
  1. Tidak menjaga kesehatan
Saat Anda masih muda rasanya tidak ada keterbatasan fisik yang bisa menghalangi niat Anda untuk bekerja, bepergian atau melakukan aktivitas yang Anda sukai. Namun seiring dengan pertambahan usia, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi fisik akan semakin menurun, dan tidak jarang penyakit kronis akan mendera.
Gaya hidup yang tidak sehat, sepertinya misalnya malas berolahraga atau bergerak, tidak menjaga keseimbangan gizi, kurang istirahat, merokok, mengkonsumsi alkohol atau bahkan narkoba, berpotensi menganggu kesehatan dan kebugaran tubuh Anda. Dan jika ini berlangsung dalam waktu cukup lama, tidak tertutup kemungkinan Anda bisa didera penyakit serius seperti kanker, stroke, kencing manis (diabetes mellitus) atau pengerasan hati (cirrhosis). Jika Anda sakit serius pada masa tua, pernahkah terbayangkan bagaimana repotnya Anda? Apalagi jika Anda sudah tidak dalam masa produktif sehingga selain kondisi fisik sudah menurun, Anda juga mungkin tidak punya cukup uang untuk membiayai pengobatan.
  1. Tidak punya persiapan pensiun
Tidak sedikit orang sibuk bekerja dan membina karir selama usia produktifnya, namun lupa atau abai mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun.
Apalagi jika Anda sudah terbiasa dengan gaya hidup tertentu, dan kita tidak mau gaya hidup tersebut berubah drastis saat pensiun maka Anda perlu mengumpulkan uang sejak muda agar nanti pada saat Anda pensiun Anda bisa mempertahankan gaya hidup tersebut.
Persiapan pensiun bukanlah melulu soal menyiapkan dana atau tabungan untuk tetap bertahan hidup, namun juga terkait persiapan mental agar tidak terkena post power syndrome (mereka yang sebelum pensiun memiliki jabatan yang tinggi atau cukup terkenal di masyarakat rentan terhadap post power syndrome) sehingga menimbulkan beban mental baik terhadap diri sendiri maupun keluarga terdekat.
Adalah penting juga untuk tetap memiliki aktivitas dan interaksi sosial pada masa pensiun. Mengapa demikian? Karena kedua hal tersebut akan menjaga agar otak Anda tetap aktif dan terasah, sehingga Anda tidak menjadi pikun. Menekuni hobi atau usaha yang Anda sukai, atau bergabung di komunitas sosial merupakan pilihan yang dapat Anda ambil saat Anda memasuki masa pensiun. Sebagai contoh, ada pensiunan yang senang berkebun sehingga memilih pindah ke desa dan membuat kebun sayur organik, di mana hasil kebunnya bisa dijual untuk membiayai hidup sehari-harinya. Ada juga pensiunan yang sudah memiliki cukup tabungan untuk bertahan hidup, sehingga ia pun memilih menekuni hobi yang memberikan kesenangan bagi dirinya, misalnya kaligrafi, fotografi, musik, menulis, dan sebagainya. Juga ada yang masih berkarir, namun mengambil peran sebagai komisaris, penasihat, atau konsultan, di mana ia masih bisa menyumbangkan pikiran dan pengalamannya untuk memecahkan masalah atau memberikan manfaat bagi perusahaan atau masyarakat.
  1. Tidak berinvestasi
investasi adalah kegiatan mengumpulkan sejumlah dana dengan tujuan mendapatkan keuntungan finansial. Akan tetapi sebagian orang belum sadar akan pentingnya investasi dan karenanya tidak melakukannya. Kebanyakan dari mereka lebih suka menabung atau menaruh dananya dalam bentuk deposito di bank. Mereka khawatir hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diinginkan dan mereka mencari yang pasti dan aman. Padahal jika kita melakukan investasi dengan benar kita bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
Banyak alasan mengapa kita perlu berinvestasi. Kita pasti mempunyai tujuan keuangan di masa datang misalnya berlibur ke luar negeri, melaksanakan kegiatan ibadah (misalnya umroh, naik haji), melanjutkan pendidikan dan tujuan lainnya. Intinya, dengan berinvestasi kita bisa mewujudkan tujuan keuangan kita. Mengapa kita perlu berinvestasi? 1. Melawan inflasi Kita perlu berinvestasi karena adanya inflasi atau penurunan nilai mata uang. Selama ada kenaikan harga, maka nilai mata uang akan terus merosot. Bahkan orang kaya sekalipun wajib berinvestasi untuk melindungi asetnya agar tidak tergerus inflasi.
2. Potensi keuntungan dan kebebasan finansial Setiap orang pasti ingin kekayaannya bertambah seiring berjalannya waktu, dan dengan berinvestasi Anda bisa memupuk kekayaan Anda. Banyak jenis investasi yang menawarkan potensi imbal hasil yang atraktif, namun sebelum Anda berinvestasi sebaiknya ketahui dulu tujuan dan profil risiko Anda karena keduanya juga berpengaruh pada hasil investasi.
Selain itu kita harus waspada dengan skema investasi bodong yang menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi. Pada dasarnya, makin besar potensi imbal hasil investasi, makin besar pula risiko yang harus Anda tanggung, sehingga makin panjang pula jangka waktu investasi Anda. Kapasitas menunggu memungkinkan Anda menghadapi dinamika naik-turunnya pasar. Anda bisa mendapatkan hasil investasi yang besar apabila anda mulai berinvestasi sejak muda. Jika kita berinvestasi sejak usia muda, maka bila kita gagal berinvestasi kita masih punya waktu banyak untuk memulainya lagi. 3. Untuk masa depan Pendidikan adalah salah satu kebutuhan masa depan yang harus direncanakan dengan matang. Biaya pendidikan setiap tahun mengalami kenaikan sampai 20% per tahun, terutama biaya masuk perguruan tinggi semakin lama semakin mahal.
Biaya pendidikan ini tidak melulu soal pendidikan anak lho, tidaklah mustahil kemajuan jaman “memaksa” Anda untuk melanjutkan pendidikan agar kemampuan dan keterampilan Anda tetap relevan di industri tempat Anda bekerja. Revolusi industry 4.0., misalnya, suka atau tidak suka berpotensi membuat mereka yang tidak memiliki keterampilan teknis tertentu tergantikan oleh mesin, dan jika Anda termasuk dalam kelompok ini maka sebaiknya Anda mulai menimba ilmu lagi.
Selain biaya pendidikan, kita juga harus mempersiapkan biaya untuk kita pensiun. Investasi tidaklah serumit dan semudah yang kita bayangkan. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan tujuan keuangan dan ketahui profil risiko Anda supaya anda bisa berinvestasi pada instrumen investasi yang pas.
  1. Tidak meluangkan cukup waktu untuk keluarga dan teman
Banyak orang yang selama masa produktinya larut dalam kesibukan kerja, berangkat kerja pagi-pagi buta dan baru pulang pada larut malam. Ada pula yang memiliki sifat gila kerja (workaholic), sehingga akhir pekan pun mereka habiskan untuk bekerja, bukan diluangkan untuk bersenang-senang dengan keluarga dan/atau teman. Meskipun tidak sedikit dari mereka yang sukses memiliki sifat workaholic sukses dalam karir atau usahanya, namun pencapaian tersebut berimbas pada kehidupan pribadi mereka. Ketidakharmonisan dalam rumah tangga, masalah dalam perkembangan anak, merupakan contoh akibat dari ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Kemajuan teknologi juga ditengarai dapat berimbas buruk pada kehidupan sosial kita. Banyak orang yang saat ini tidak bisa lepas dari ponsel mereka, orangtua memberikan anak-anaknya akses ke gadget sejak usia dini agar mereka tidak rewel, dan tidak jarang kita menemui situasi di mana satu keluarga duduk bersama di restoran namun tidak ada interaksi di antara mereka karena masing-masing sibuk dengan ponsel mereka (mungkin keluarga Anda bahkan salah satunya?!). Teknologi memang dapat membantu memudahkan hidup kita, namun perlu disadari bahwa keberadaan keluarga dan teman terdekat jauh lebih penting bagi kita, sehingga manfaatkan setiap momen bersama mereka semaksimal mungkin.
Yang menarik, sebuah penelitian1 yang dilakukan di University of Chicago, Amerika Serikat, menyatakan bahwa ketika teknologi digunakan untuk terhubung dengan orang dan memelihara hubungan yang ada, maka teknologi dapat mengurangi kesepian. Tetapi ketika penggunaan Internet menggantikan interaksi offline dengan orang lain, maka itu dapat meningkatkan rasa kesepian.
  1. Tidak sempat mengutarakan perasaan
Mungkin Anda berpikir ini hanyalah menyangkut perasaan cinta kepada seseorang, namun ini sebenarnya juga terkait perasaan-perasaan lain seperti penyesalan, rasa bersalah, maupun perhatian atau kasih saying kepada sanak keluarga atau teman. Masalah yang tidak terselesaikan dengan tuntas, akhir hubungan cinta yang mendadak atau akibat keterpaksaan, memang bisa membuat ganjalan di hati sampai usia lanjut sekalipun. Namun perlu disadari bahwa memendam perasaan tidak baik pengaruhnya bagi kesehatan mental kita, dan jika kesehatan mental kita terganggu maka kesehatan fisik kita pun pada gilirannya akan ikut terganggu. Untuk itu belajarlah untuk bersikap pasrah dan senantiasa bersyukur. Seringkali kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan karena bukan itu yang kita perlukan. Dengan berserah diri dan bersyukur, Anda membantu diri Anda sendiri menjaga kedamaian hati sehingga Anda bisa hidup tenang.
Jadi bagaimana Raizers? Semoga artikel ini bisa menjadi refleksi dan kontemplasi diri, sehingga Anda dapat mengisi masa muda dengan produktif dan tetap sejahtera lahir batin saat Anda berusia lanjut. Selamat berkarya, berkontribusi bagi sesama dan berinvestasi demi masa depan yang lebih baik.
#investasi
Investasi Agar Uang Anda Tak Tergerus Inflasi
Banyak orang sering mengeluhkan biaya hidup yang semakin tinggi, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan pas-pasan. Secara sederhana, kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu dikenal dengan istilah inflasi. Jika pendapatan Anda tidak bertambah sebesar laju inflasi atau laju kenaikan harga-harga, maka daya beli Anda akan berkurang secara efektif. Selain itu, inflasi yang tinggi juga dapat mendatangkan malapetaka pada tabungan karena mengakibatkan susutnya nilai dana yang ditabung. Inflasi dapat diilustrasikan dengan contoh sebagai berikut: Berdasarkan data dari Informasi Pangan Jakarta, 10 tahun lalu, dengan uang Rp 100 ribu, kita dapat membeli beras jenis IR-I 64 sebanyak 23,8 kilogram (kg). Artinya, harga beras saat itu adalah Rp 4.200 per kg. Namun, sekarang dengan jumlah uang yang sama kita hanya dapat beras sebanyak 8,85 kg, karena ternyata harganya sekarang menjadi Rp 11.300 per kg. Inilah yang disebut dengan inflasi. Dalam fenomena ini, terjadi kenaikan harga secara terus-menerus dari tahun ke tahun. Inflasi memang tidak terlihat secara kasat mata, tetapi dapat dirasakan dengan adanya peningkatan harga barang-barang. Inflasi terjadi bukan hanya pada harga barang saja, melainkan pada biaya jasa seperti pendidikan, ongkos angkutan umum, dan jasa lainnya. Bahkan, kondisi untuk biaya pendidikan (sekolah) bisa meningkat tajam dengan inflasi mencapai 15-20 persen per tahun. Ketika terjadi kenaikan laju inflasi tetapi pendapatan Anda tidak berubah, maka Anda mendapatkan barang ataupun jasa yang jumlahnya lebih sedikit dari biasanya. Untuk mencegah penghasilan riil Anda tergerus inflasi, maka penghasilan Anda setiap tahunnya harus naik paling sedikit sama dengan laju kenaikan inflasi. Jika laju inflasi tahunan adalah sebesar 7%, misalnya, maka penghasilan Anda harus naik sedikitnya 7% per tahun agar daya beli Anda tidak berkurang dan Anda bisa tetap mempertahankan gaya hidup Anda sekarang. Akan tetapi, Anda sebaiknya tidak bergantung kepada penghasilan saja untuk mengalahkan inflasi. Untuk menahan gempuran inflasi, Anda tidak bisa hanya terus menyisihkan dana yang Anda miliki sebab nilainya lama-kelamaan akan habis akibat tergerus inflasi. Salah satu cara mempertahankan nilai uang Anda memang dengan investasi. Investasi bertujuan mengamankan nilai aset yang telah dimiliki sekarang (wealth preservation) dan meningkatkannya ( wealth accumulation). Kebanyakan orang berpikir bahwa menabung adalah cara terbaik untuk mengatasi inflasi. Namun, menabung dalam bentuk tabungan/deposito sebenarnya tidak akan mampu meningkatkan nilai uang yang kita miliki sekarang, sebab bunga deposito lebih rendah dibandingkan persentase inflasi di Indonesia setiap tahun. Sebagai contoh, jika Anda menaruh uang di bank dalam bentuk deposito, bunga yang diperoleh biasanya berkisar 4-5 persen setiap tahunnya (meski dipublikasikan di kisaran 5-6% per tahun, bunga deposito terkena pajak 20% sehingga hasil bersihnya adalah di kisaran 4-5% per tahun). Walaupun terlihat lebih besar dibandingkan bunga tabungan biasa, nyatanya persentase tersebut masih kalah dengan tingkat inflasi tahunan yang rata-rata bisa mencapai lebih dari 7 persen per tahunnya. Bagi Anda yang baru mulai berinvestasi di pasar modal, Anda bisa mulai dengan berinvestasi di Reksa Dana karena relatif mudah dan murah. Pada intinya Anda tinggal menaruh uang saja untuk dikelola Manajer Investasi dan mendapatkan imbal hasil. Jika Anda berinvestasi di Reksa Dana melalui aplikasi Raiz, Anda dapat berinvestasi mulai Rp10.000 dan dengan fitur roundup (pembulatan) ataupun recurring investment (cicilan investasi), Anda dapat menjadikan kegiatan investasi di Raiz sebagai proses yang otomatis sehingga praktis dan efektif.
August 2019
Mengenal Konsep dan Manfaat Dollar Cost Averaging
Pasar naik dan pasar turun. Ini adalah hal yang normal, dan dikenal sebagai volatilitas atau risiko pasar. Filosofi Raiz adalah berinvestasi dalam jumlah kecil secara teratur, bahkan saat kondisi pasar sedang jatuh karena ini dapat membantu Anda mengatasi penurunan di pasar dan merupakan salah satu kunci untuk meraih keseimbangan yang lebih sehat dalam jangka panjang. Dollar cost averaging adalah strategi investasi secara rutin di setiap periode (misalnya setiap bulan) dalam jumlah yang sama tanpa mempedulikan atau memperhatikan harga NAB/unit (nilai aktiva bersih per unit) Reksa Dana. Bagaimana prinsip ini bekerja? Misalnya, Anda memiliki Rp1.000.000 untuk diinvestasikan. Alih-alih menginvestasikan semuanya sekaligus, Anda bisa menginvestasikan Rp100.000 setiap bulan selama 10 bulan, meskipun ada perubahan nilai pasar dari waktu ke waktu selama periode tersebut. Jika misalnya NAB/unit Reksa Dana pilihan Anda adalah Rp1.000 pada bulan pertama, maka Anda akan membeli 100 unit penyertaan. Kemudian jika pada bulan kedua NAB/unit turun menjadi Rp800, Anda akan membeli 125 unit penyertaan, dan jika pada bulan ketiga NAB/unit menjadi Rp1.250 maka Anda akan membeli 80 unit, demikian seterusnya. Pada akhirnya, Anda akan membeli lebih banyak unit penyertan Reksa Dana ketika NAB/unit turun dan lebih sedikit ketika NAB/unit naik. Hasilnya adalah bahwa Anda mungkin telah berinvestasi lebih hati-hati daripada hanya menginvestasikan uang sekaligus sekaligus. Berikut adalah manfaat Dollar Cost Averaging (DCA): Sederhana dan relatif mudah, terutama oleh investor pemula Strategi Dollar Cost Aveaging adalah strategi investasi yang mirip dengan menabung, yaitu tetap menabung dengan jumlah yang sama dalam kondisi apapun. Cicilan investasi Strategi Dollar Cost Averaging dapat dilihat sebagai suatu bentuk cicilan pada investasi. Jadi jika belum tersedia dana yang besar untuk diinvestasikan sekaligus (lump sum) Anda sudah dapat mulai melakukan investasi. Selain itu, cicilan investasi membuat strategi investasi Anda menjadi lebih obyektif.  Menghindari penentuan waktu (timing) yang buruk Berinvestasi secara seketika (lump sum) dan mencoba “menebak” kapan waktu terbaik untuk masuk (menebak kapan harga terendah untuk membeli atau harga tertinggi untuk menjual) dikenal dengan istilah market timing dan merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan, atau bahkan mustahil. Banyak yang telah mencoba, namun seringkali gagal karena pada kenyataannya tidak ada seorangpun yang tahu persis kapan posisi terendah dan tertinggi akan terjadi, dan tidak ada yang bisa menghentikan kejutan yang tidak diinginkan terjadi. Intinya, tidak terendah dan titik tertinggi hanya dapat diketahui setelah titik tersebut telah dilalui! Dollar Cost Averaging dapat membantu Anda memiliki disiplin karena memastikan Anda tidak terlalu terekspos terlalu dalam ketika membeli di harga tinggi; sementara di sisi lain membantu Anda ketika pasar pulih, karena Anda telah membeli ketika pasar mengalami koreksi. Dengan tidak tergantung pada waktu, DCA dapat meminimalisir efek naik turunnya pasar terhadap portofolio Anda karena harga rata-rata perolehan Anda tidak akan terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Mengurangi Risiko Dollar Cost Averaging paling efektif untuk strategi penghematan jangka panjang. Ketika pasar bergerak naik dan turun, Dollar Cost Averaging mengurangi risiko Anda dari waktu ke waktu untuk mencoba memilih waktu terbaik untuk berinvestasi. Dengan melihat koreksi pasar sebagai peluang pembelian, Anda dapat secara signifikan meningkatkan potensi pengembalian jangka panjang Anda ketika pasar mengalami pemulihan (rebound). Meminimalisir pengambilan keputusan investasi secara emosional Orang sering membuat keputusan investasi berdasarkan emosi atau rasa takut kehilangan. Penghindaran kerugian mengacu pada kecenderungan investor untuk lebih suka menghindari kerugian daripada memperoleh keuntungan. Studi menunjukkan bahwa kerugian dua kali lebih kuat, secara psikologis, daripada keuntungan. Dengan demikian, investor cenderung memiliki pola pikir investasi yang salah kaprah, yaitu menjual kepemilikan dan beralih ke uang tunai saat pasar mengalami koreksi. Dengan menghindari tren atau ketakutan dalam memilih 'waktu yang tepat', investor dapat menghindari jebakan euforia dan depresi dalam investasi. Kesimpulan Berinvestasi sebenarnya sangat sederhana dan bisa dilakukan bahkan untuk investor pemula. Rahasianya adalah konsistensi. Anda tidak perlu repot melakukan market timing alias mencoba “menebak” kapan waktu paling tepat untuk masuk, tapi masuklah secara reguler tanpa mempedulikan kondisi ekonomi dan pasar. Lakukan investasi Anda secara rutin dan saksikan bagaimana the magic of compounding bekerja untuk portofolio investasi Anda. Kami di Raiz percaya bahwa siapapun bisa berinvestasi tanpa perlu modal yang besar. Jadi tunggu apa lagi, gunakan aplikasi Raiz untuk  
Membedah Fund Fact Sheet Reksa Dana
Untuk memasarkan maupun mengelola Reksa Dana, Manajer Investasi secara berkala menerbitkan berbagai macam dokumen, seperti prospektus, product card, dan fund fact sheet (FFS). Apa saja informasi yang disajikan dalam suatu FFS dan bagaimana investor menyikapi informasi yang disaiikan dalam dokumen tersebut? Dalam artikel ini penulis mencoba membedah isi FFS dan mengulas informasi yang terkandung di dalamnya.  Secara garis besar, suatu FFS memuat informasi yang dapat dikelompokkan sebagai berikut: · Informasi mengenai Manajer Investasi · Tujuan investasi Reksa Dana · Informasi mengenai Reksa Dana · Alokasi aset/batasan investasi · Komposisi portofolio · Lima besar efek dalam portofolio · Kinerja historis · Ulasan Manajer Investasi · Disclaimer atau pernyataan peringatan Mari kita bahas kelompok-kelompok di atas satu per satu. Informasi mengenai Manajer Investasi Dalam bagian ini biasanya dimuat informasi ringkas mengenai Manajer Investasi yang mengelola Reksa Dana yang dimaksud. Pada umumnya informasi yang disampaikan adalah profil ringkas perusahaan, seperti misalnya tanggal pendirian, izin Manajer Investasi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lingkup usaha dan total dana kelolaan terkini. Tujuan investasi Reksa Dana Bagian ini memuat tujuan Reksa Dana yang dimaksud sebagaimana dimuat dalam prospektus Reksa Dana tersebut. Dari uraian tujuan investasi Reksa Dana ini investor dapat mengetahui jenis Reksa Dana serta strategi investasi yang dipakai Manajer Investasi dalam mengelola Reksa Dana tersebut. Sebagai contoh, Reksa Dana Avrist Indeks LQ45 yang merupakan aset dasar portofolio Agresif di Raiz memiliki tujuan investasi ”berinvestasi pada perusahaan dengan kapitalisasi saham besar, likuiditas tinggi, dan kondisi keuangan yang baik, yang masuk ke dalam Indeks LQ45 serta memberikan hasil investasi yang setara dengan kinerja Indeks LQ45.” Dengan demikian, Reksa Dana ini merupakan Reksa Dana indeks saham bertujuan menghasilkan pertumbuhan investasi yang setara dengan laju pertumbuhan indeks LQ45. Informasi Reksa Dana Isi dari bagian ini bisa bervariasi, tergantung dari Manajer Investasi pengelola Reksa Dana, namun pada umumnya memuat informasi mengenai tanggal penawaran Reksa Dana (tanggal di mana Reksa Dana mulai dipasarkan), jumlah dana kelolaan (per tanggal yang tertera di FFS, biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut), jenis Reksa Dana (pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, indeks, terproteksi atau lainnya), denominasi (mata uang di mana Reksa Dana ini diterbitkan), frekuensi valuasi atau publikasi NAB (biasanya harian untuk Reksa Dana terbuka/open-end, dan bulanan untuk Reksa Dana tertutup/close-end), Bank Kustodian (selaku penyimpan kekayaan Reksa Dana) dan nilai NAB/unit per tanggal yang tertera di FFS (biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut). Beberapa Manajer Investasi juga mencantumkan informasi mengenai biaya-biaya yang dibebankan kepada pemegang unit penyertaan berkaitan dengan transaksi Reksa Dana, yaitu terdiri dari biaya pembelian (subscription fee), biaya penjualan kembali (redemption fee) dan biaya pengalihan (switching fee) jika memang Manajer Investasi menyediakan fasilitas switching antar Reksa Dana yang dikelolanya. Alokasi aset/batasan investasi Bagian ini memuat rincian mengenai alokasi aset atau batasan investasi Reksa Dana yang dimaksud. Dalam bagian ini seringkali dapat ditemui pula informasi mengenai tolok ukur (besaran acuan yang digunakan sebagai pembanding terhadap kinerja Reksa Dana). Rumusan alokasi aset atau batasan investasi ini juga dapat ditemukan dalam prospektus Reksa Dana yang dimaksud. Batasan investasi adalah rentang persentase dari total dana kelolaan untuk setiap asset class yang merupakan efek dasar (underlying asset) Reksa Dana. Sebagai contoh, berikut adalah alokasi aset Reksa Dana Avrist Bond Fund yang merupakan aset dasar portofolio Moderat di Raiz: Pasar uang: 0-20% Efek pendapatan tetap: 80-100% Tolok ukur: 15% deposito 1 bulan + 85% FR0077 (FR0077 adalah seri obligasi pemerintah) Dalam hal ini, Reksa Dana ini memiliki 2 kelas aset, yaitu pasar uang dan efek pendapatan tetap atau obligasi. Tolok ukur (benchmark) adalah parameter yang digunakan untuk menilai kinerja Reksa Dana. Secara gamblang, tugas Manajer Investasi adalah menghasilkan kinerja Reksa Dana yang lebih baik dibandingkan kinerja tolok ukur Reksa Dana tersebut. Sebagai contoh, jika tolok ukur naik 1% dalam suatu periode, maka Reksa Dana dinilai memiliki kinerja yang bagus jika imbal hasilnya lebih tinggi dari 1%. Sebaliknya, di saat kondisi pasar turun dan tolok ukur turun 1%, Reksa Dana dinilai unggul terhadap tolok ukurnya jika mengalami penurunan imbal hasil lebih kecil dari 1%. Komposisi portofolio Komposisi portofolio yang dimuat merupakan komposisi portofolio Reksa Dana per tanggal yang tertera di FFS, biasanya hari terakhir bursa pada bulan yang bersangkutan. Komposisi portofolio ini harus sesuai dengan batasan investasi Reksa Dana. Sebagai contoh, per tanggal 28 Juni 2019 Reksa Dana Avrist Bond Fund dengan batasan investasi 0-20% di efek pasar uang dan 80-100% di efek bersifat utang memiliki komposisi portofolio 7,74% di efek pasar uang dan 92,26% di efek bersifat utang – komposisi portofolio ini sesuai dengan batasan investasi Reksa Dana karena berada dalam rentang persentase yang telah ditentukan untuk setiap kelas aset. Lima besar penempatan portofolio Bagian ini memuat efek-efek mana saja yang per tanggal FFS merupakan efek yang ditempatkan dengan porsi 5 terbesar dalam portofolio Reksa Dana. Dengan informasi ini investor dapat mengetahui strategi investasi serta tingkat risiko dari Reksa Dana. Investor juga dapat mengetahui seberapa baik Manajer Investasi mengelola Reksa Dananya dari segi penyebaran risiko. Jika misalnya 5 besar penempatan diisi oleh saham-saham yang berisiko tinggi sementara strategi investasi Reksa Dana sebagaimana disebutkan dalam tujuan investasi tidaklah demikian, maka investor sebaiknya mempertanyakan penempatan pada saham-saham tersebut kepada pihak Manajer Investasi. Sebagai contoh, per tanggal 28 Juni 2019, Reksa Dana Avrist Indeks LQ45 memiliki 5 besar penempatan portofolio sebagai berikut: 1. Saham PT Astra International Tbk 2. Saham PT Bank Central Asia Tbk 3. Saham PT Bank Mandiri Persero Tbk 4. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 5. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk Kinerja historis Dalam bagian ini umumnya Manajer Investasi menyajikan data kinerja historis Reksa Dana dalam bentuk grafik dan tabel. Grafik yang disajikan menampilkan pergerakan nilai NAB/unit dari sejak penawaran Reksa Dana (di mana NAB/unit = Rp. 1.000) dibandingkan dengan tolok ukurnya. Selain grafik ini, beberapa Manajer Investasi juga menyajikan grafik yang menunjukkan imbal hasil Reksa Dana per bulan sejak tanggal penawaran. Di lain pihak tabel data kinerja historis menampilkan data imbal hasil Reksa Dana untuk periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sejak awal tahun (YTD - Year To Date), 1 tahun, 3 tahun, dan sejak penawaran (SI – Since Inception), di mana masing-masing periode dihitung mundur sejak tanggal yang tertera di FFS. Dengan demikian, jika tanggal di FFS adalah 30 September 2010, maka periode 1 bulan mencakup 1-30 September 2010, 3 bulan berarti 1 Juli-30 September 2010, sampai sejak penawaran berarti mulai dari tanggal peluncuran hingga 30 September 2010. Beberapa Manajer Investasi menyajikan data imbal hasil yang disetahunkan (annualized) untuk imbal hasil Reksa Dana dengan periode lebih dari 1 tahun. Dengan mencantumkan imbal hasil yang disetahunkan, investor dapat mengetahui berapa besar imbal hasil yang diperolehnya secara rata-rata per tahun selama periode yang bersangkutan. Sebagai contoh, jika FFS per 28 Juni 2019 untuk Reksa Dana yang diluncurkan pada tanggal 1 Juni 2014 memberkan imbal hasil yang disetahunkan (annualized return) untuk periode sejak awal penawaran sebesar 10% maka ini berarti selama kurun 5 tahun Reksa Dana ini memberikan imbal hasil rata-rata 10% per tahun. Ulasan Manajer Investasi Bagian ini memuat ulasan serta tinjauan pasar. Ulasan pasar merupakan kajian terhadap kondisi dan kinerja pasar pada bulan di mana FFS diterbitkan sementara tinjauan pasar memuat pandangan Manajer Investasi terhadap kondisi pasar dan potensi pencapaian imbal hasil di bulan mendatang. Mengingat FFS umumnya disajikan dalam 1 halaman saja, maka tidak semua Manajer Investasi menyajikan bagian ini karena keterbatasan ruang dalam dokumen. Kalaupun ada, maka seringkali keseluruhan informasi dalam FFS ditampilkan dengan ukuran tulisan (font size) yang kecil. Disclaimer/pernyataan peringatan Terlepas dari seberapa rinci isi disclaimer, berdasarkan Peraturan Bapepam No. IV.D.1 mewajibkan pencantuman kalimat berikut dalam semua bentuk iklan Reksa Dana: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG. Untuk membaca dan menelaah secara lengkap Peraturan Bapepam No. IV.D.1, silakan klik di sini. Mengingat FFS merupakan salah satu dokumen yang digunakan dalam pemasaran Reksa Dana, maka isi disclaimer umumnya dibuat sedemikian rupa demi memenuhi ketentuan dalam Pedoman Iklan Jasa Keuangan, ditambah (jika ada) pernyataan tambahan berdasarkan peraturan internal perusahaaan Manajer Investasi (biasanya demi memenuhi standar kepatuhan/compliance). Berikut adalah contoh dari disclaimer pada FFS Reksa Dana Avrist Bond Fund: Laporan ini disajikan oleh PT Avrist Asset Management hanya untuk tujuan informasi dan tidak dapat digunakan atau dijadikan dasar sebagai penawaran atau rekomendasi untuk menjual atau membeli. Laporan ini dibuat berdasarkan keadaan yang telah terjadi dan telah disusun secara seksama oleh PT Avrist Asset Management meskipun demikian PT Avrist Asset Management tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan dari laporan tersebut. PT Avrist Asset Management maupun officer atau karyawannya tidak bertanggung jawab apapun terhadap setiap kerugian yang timbul baik langsung maupun tidak langsung sebagai akibat dari setiap penggunaan laporan ini. Setiap keputusan investasi haruslah merupakan keputusan individu, sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing individu yang membuat keputusan investasi tersebut. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa mendatang. Calon pemodal wajib memahami risiko berinvestasi di Pasar Modal oleh sebab itu calon pemodal wajib membaca dan memahami isi Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi.   FundFactSheet_ Avrist_Bond_Fund_0619 FundFactSheet_Avrist_Liquid_Fund_0619 FundFactSheet_Avrist_LQ45_0619
July 2019
10 Tips Jitu Agar Anda Bijak Dalam Berbelanja
Pernahkah Anda benar-benar membutuhkan uang, tetapi ternyata dompet Anda kosong? Tidak peduli seberapa banyak uang yang Anda miliki, membelanjakannya dengan bijak membantu Anda untuk memaksimalkan uang Anda. Ikuti 10 tips berikut ini agar Anda dapat berhemat dan berbelanja dengan bijak:
  1. Susun anggaran
  • Lacak pengeluaran dan pendapatan Anda untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang situasi keuangan Anda.
  • Simpan tanda terima atau tuliskan pembelian Anda di buku catatan saat Anda membuatnya.
  • Tinjau tagihan Anda setiap bulan dan masukkan pengeluaran itu ke anggaran Anda.
  • Atur pembelian Anda berdasarkan kategori (makanan, pakaian, hiburan, dll.). Kategori dengan jumlah bulanan tertinggi (atau jumlah bulanan yang Anda anggap sangat tinggi) mungkin merupakan target yang baik untuk penghematan.
  • Setelah Anda melacak pembelian Anda untuk sementara waktu, buat batas bulanan (atau mingguan) untuk setiap kategori. Pastikan total anggaran lebih kecil dari pendapatan Anda untuk periode itu, dengan sisa yang cukup untuk ditabung jika memungkinkan.
  1. Rencanakan pembelian Anda di muka
  • Mengambil keputusan secara mendadak dapat menggelembungkan pengeluaran Anda. Tuliskan apa yang perlu Anda beli saat Anda tenang dan di rumah.
  • Lakukan perjalanan pendahuluan sebelum Anda melakukan perjalanan belanja sungguhan. Perhatikan harga beberapa alternatif di satu atau lebih toko. Kembalilah ke rumah tanpa membeli apa pun dan putuskan produk mana yang akan dibeli pada ekspedisi "nyata" kedua Anda.
  • Semakin Anda fokus dan semakin sedikit waktu yang Anda habiskan di toko, semakin sedikit yang akan Anda habiskan. Jika Anda termotivasi untuk memperlakukan setiap pembelian sebagai keputusan penting, Anda akan membuat keputusan yang lebih baik.
  • Jangan menerima sampel gratis atau mencoba sesuatu hanya karena iseng-iseng. Bahkan jika Anda tidak berencana membelinya, pengalaman itu dapat meyakinkan Anda untuk mengambil keputusan sekarang, alih-alih mempertimbangkannya dengan hati-hati sebelumnya.
  1. Hindari pembelian impulsif
Jika merencanakan pembelian di muka adalah ide yang baik, membeli sesuatu secara mendadak adalah hal yang sangat tidak disarankan. Ikuti tips ini untuk menghindari membuat keputusan berbelanja karena alasan yang salah:
  • Jangan menelusuri jendela toko atau berbelanja hanya karena iseng-iseng.
  • Jika Anda membeli sesuatu hanya karena menikmati kegiatan belanja Anda, kemungkinan Anda akan menghabiskan terlalu banyak uang untuk barang-barang yang tidak Anda butuhkan.
  • Jangan membuat keputusan pembelian saat kemampuan Anda untuk menilai sesuatu terganggu. Alkohol, obat-obatan, atau kurang tidur dapat membahayakan kemampuan Anda untuk membuat keputusan yang masuk akal.
  • Berbelanja dalam kondisi lapar atau sambil mendengarkan musik yang keras dapat menyebabkan Anda membeli barang-barang di luar daftar belanja Anda
  1. Berbelanjalah sendirian
  • Anak-anak, teman yang suka belanja, atau bahkan hanya teman yang seleranya cocok dapat mempengaruhi Anda untuk mengeluarkan uang ekstra.
  • Jangan mengambil saran dari karyawan toko. Jika Anda perlu menjawab pertanyaan, dengarkan dengan sopan tanggapan mereka tetapi abaikan saran tentang keputusan pembelian. Jika mereka tidak akan meninggalkan Anda sendirian, tinggalkan toko dan kembali lagi nanti untuk mengambil keputusan
  1. Lunasi pembelian dan bayarlah dengan tunai
  • Kartu kredit dan debit meningkatkan pembelanjaan karena dua alasan: (1) Anda memiliki lebih banyak uang yang tersedia untuk dibelanjakan daripada biasanya, dan (2) karena tidak ada uang yang terlihat berpindah tangan, Anda cenderung tidak menganggapnya sebagai pembelian "nyata". Demikian pula, jika Anda berutang atau menggunakan skema pembayaran yang tertunda maka hal ini akan membuat Anda lebih sulit untuk menyadari berapa sebenarnya pengeluaran Anda.
  • Jangan membawa uang tunai lebih banyak dari yang Anda butuhkan. Jika Anda tidak memiliki uang ekstra, Anda tidak dapat membelanjakannya.
  • Demikian pula, tarik anggaran mingguan Anda dari ATM seminggu sekali daripada mengisi dompet Anda setiap kali Anda kehabisan.
  1. Jangan terperdaya oleh pemasaran (marketing)
  • Pengaruh luar adalah faktor besar yang mempengaruhi pengeluaran uang kita. Waspada dan cobalah untuk menyadari alasan mengapa Anda tertarik pada suatu produk.
  • Jangan membeli sesuatu berdasarkan iklan. Baik di televisi atau di kemasan produk, sikapi iklan dengan skeptis. Mereka dirancang untuk mendorong Anda untuk menghabiskan uang dan tidak akan memberikan gambaran yang akurat tentang pilihan Anda.
  • Jangan membeli sesuatu hanya karena harganya lebih murah. Kupon dan obral bagus untuk produk yang memang sudah Anda rencanakan untuk dibeli; membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan hanya karena diskon 50% tidaklah menghemat uang!
  • Waspadai trik penentuan harga. Terjemahkan harga "Rp 199.900" menjadi "Rp 200.000".
  • Nilailah harga suatu barang berdasarkan kualitasnya, bukan karena itu merupakan "penawaran yang lebih baik" dibandingkan opsi lain oleh perusahaan yang sama. (Dengan memposisikan "penawaran yang lebih buruk" sebagai penawaran yang tidak menarik, seseorang dapat menipu Anda agar membayar lebih untuk tambahan yang tidak Anda butuhkan).
  • Jangan otomatis membeli produk dengan harga sedang dalam suatu kategori. Pemasar tahu bahwa jika mereka ingin Anda membeli produk dengan harga tinggi, mereka dapat memengaruhi keputusan Anda dengan menambahkan produk yang sangat mahal untuk membuat produk dengan harga tinggi menjadi terlihat berharga sedang dan terlihat masuk akal.
  1. Tunggu hingga masa obral dan diskon
  • Jika Anda tahu Anda akan membutuhkan barang tertentu tetapi tidak membutuhkannya hari ini, tunggulah sampai barang tersebut diobral atau coba cari kupon diskon untuk barang tersebut.
  • Gunakan kupon atau manfaatkan diskon hanya untuk barang yang benar-benar Anda butuhkan atau jika Anda memutuskan untuk membeli sebelum masa obral. Daya tarik dari harga yang lebih murah adalah cara mudah untuk membuat pelanggan membeli sesuatu yang tidak mereka butuhkan. Beli produk untuk musim tertentu di luar musimnya, misalnya belilah jaket musim dingin pada musim panas.
  1. Lakukan riset
Sebelum membeli sesuatu yang mahal, lakukan riset di Internet atau baca laporan konsumen untuk mencari tahu cara mendapatkan hasil maksimal dengan harga terendah. Temukan produk sesuai anggaran Anda, dengan kualitas yang baik sehingga tahan lama dan dapat memenuhi kebutuhan Anda.
  1. Pertimbangkan semua biaya
  • Anda akan membayar lebih dari harga yang tercantum di label harga untuk banyak barang berharga tinggi. Baca semua syarat dan ketentuan serta tambahkan semua jumlah sebelum membuat keputusan.
  • Jangan tertipu oleh pembayaran bulanan yang lebih rendah. Hitung jumlah total yang akan Anda habiskan (pembayaran bulanan x jumlah bulan hingga dibayar penuh) untuk mencari tahu mana pilihan termurah.
  • Jika Anda mengambil pinjaman, hitung jumlah total bunga yang harus Anda bayar.
  1. Manjakan diri Anda sesekali dengan hiburan yang terjangkau
  • Ini mungkin terdengar sebagai paradoks (bukankah ini membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan?), tetapi pada kenyataannya, lebih mudah untuk mempertahankan tujuan pengeluaran Anda jika Anda menghadiahi Anda sendiri sesekali. Jika Anda langsung menghentikan pengeluaran yang tidak perlu, pada akhirnya Anda tidak akan tahan dan ujung-ujungnya malah berbelanja lebih banyak dari yang seharusnya.
  • Sisihkan jumlah uang yang sangat terbatas dalam anggaran Anda untuk hadiah ini. Tujuannya adalah memberi diri Anda hadiah kecil untuk menjaga semangat Anda dan mencegah belanja secara jor-joran di kemudian hari.
  • Jika cari Anda memanjakan diri selama ini mahal, cobalah cari alternatif yang lebih murah – misalnya meminjam film dari tempat penyewaan film sebagai pengganti pergi bioskop.
Konsep Time in the Market dan Efek Compounding
Mungkin Anda pernah mendengar pepatah, “It’s not about timing market, it’s about time in the market.” Apa yang dimaksud dengan pepatah ini? Sebagian investor cenderung berfokus pada kinerja investasi mereka dalam jangka pendek. Mereka senantiasa memantau pergerakan harga saham atau NAB/unit Reksa Dana yang mereka miliki, merasa sangat bahagia dan bergairah saat harga naik, namun di sebaliknya jika harga turun mereka sedih atau bahkan frustrasi karena mereka mengalami kerugian investasi, meskipun hanya dalam jangka pendek. Namun bagaimana dengan gambaran jangka panjang? Dari waktu ke waktu instrumen pasar modal secara alami akan mengalami periode pertumbuhan dan penurunan - ini benar-benar merupakan fenomena yang normal. Oleh karena itu, mencairkan investasi hanya karena harganya sedang turun dalam waktu sesaat bukanlah strategi yang baik, mengingat kemungkinan harga efek tersebut akan kembali naik di kemudian hari. Mengingat ada pepatahbuy low, sell high” (beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi), banyak investor melakukan apa yang disebut market timing, yaitu mencoba menebak atau memprediksi kapan harga mencapai titik terendah (untuk membeli) dan kapan harga mencapai titik tertinggi (untuk menjual). Namun pada kenyataannya, titik tertinggi maupun terendah baru bisa diketahui saat titik tersebut telah terlewati! Tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mengetahui kapan titik tertinggi atau titik terendah akan terjadi; kalau benar ada, maka orang tersebut pasti sudah kaya raya karena ia sudah bisa menentukan di muka kapan dia harus membeli dan kapan ia harus menjual. Oleh karena itu, strategi yang lebih tepat adalah memanfaatkan time in the market, yaitu makin lama Anda berinvestasi di pasar modal, makin besar potensi Anda meraih imbal hasil investasi yang memuaskan. Sebagai ilustrasi, mari kita cermati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal IHSG diluncurkan hingga akhir tahun 2018:1
  • Per akhir 2018 atau 36 tahun setelah pencatatan IHSG dimulai, IHSG ditutup pada posisi 6.194,50
  • Pengembalian IHSG selama 36 tahun adalah 6.194,50 (61 kali lipat)
  • Jika disetahunkan, kinerja IHSG 35 tahun adalah 12,14% YoY (per tahun majemuk)
  • Jika Anda menginvestasikan Rp1.000.000 (satu juta rupiah) di IHSG (sejak awal 1983), maka dana tersebut akan bertumbuh menjadi Rp61,945 juta pada akhir 2018. Angka yang cukup fantastis, bukan?
Sekarang coba kita cermati pertumbuhan per tahun. Berikut adalah data pertumbuhan IHSG selama 20 tahun terakhir, dari 1997-2018:

sumber IDX

Jika kita perhatikan angka Perolehan Tahunan, maka tampak jelas bahwa imbal hasil bisa naik ataupun turunada tahun di mana IHSG mengalami kenaikan, dan ada pula tahun di mana IHSG mengalami penurunan. Namun jika kita lihat untuk periode 20 tahun, maka IHSG mengalami kenaikan sebesar 1.442,03%! Inilah esensi dari time in the market: jika Anda berinvestasi di IHSG selama periode 20 tahun terakhir, maka investasi Anda akan telah bertumbuh sebesar 1.442,03%! Sedangkan jika Anda hanya berfokus pada jangka pendek, misalnya Anda hanya berinvestasi di tahun 2008, maka investasi Anda malah turun sebesar 50,64%. Terkait dengan konsep time in the market, adalah efek compounding. Masih banyak sekali orang yang belum tahu bahwa efekcompounding ternyata sangat bermanfaat ketika berinvestasi, padahal efekcompoundingbisa dikatakan merupakan teman baik dan berkah bagi setiap investor. Setiap investor, terutama mereka yang memang secara khusus berinvestasi untuk jangka panjang, pasti tahu betul bagaimana efekcompounding akan memberikan keuntungan yang benar-benar yang signifikan terhadap kondisi dan tujuan keuangan seiring berjalannya waktu. Efekcompounding juga kerap diartikan sebagaibunga berbungaataubunga bergulung’, di mana bunga yang didapat dari hasil investasi sebelumnya akan diinvestasikan kembali ke instrumen yang sama atau yang berbeda, sehingga bunga yang tadi diinvestasikan pun kembali menghasilkan bunga, atau pendapatan Anda menghasilkan pendapatan lagi. Begitu seterusnya hingga keuntungan investasi menjadi lebih maksimal. Mengingat bunga dari hasilcompounding didapat ketika uang yang Anda hasilkan dari investasi mulai menghasilkan keuntungan lagi ketika diinvestasikan kembali, maka semakin lama Anda berinvestasi, semakin banyak kesempatan bagi investasi Anda untuk menikmati efek compounding ini. Setelah membaca artikel ini, apakah Anda sudah siap memanfaatkan time in the market dan merasakan bagaimana efek compounding dapat membantu menumbuhkembangkan investasi Anda? Tunggu apa lagi, mulailah berinvestasi sedini mungkin melalui aplikasi Raiz. Salam investasi!
Lima Salah Kaprah Tentang Investasi Pada Usia Muda
Pernahkah Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi di pasar modal, tetapi keraguan dalam benak Anda? Mungkin Anda pikir Anda tidak punya cukup uang, atau mungkin Anda terus mendengar bahwa Anda masih terlalu muda untuk berinvestasi. Nah, mungkin setelah membaca artikel ini, Anda akan merasa lega karena mengetahui bahwa sebagian besar keraguan seputar investasi tersebut hanyalah mitos belaka. Berikut adalah lima salah kaprah yang sering ditemui di kalangan generasi muda, dan sepatutnya tidak menghalangi Anda untuk mulai berinvestasi di pasar modal. 1. “Saya tidak punya cukup uang.” Banyak orang berpikir Anda hanya dapat berinvestasi di pasar saham jika Anda kaya raya. Ini sama sekali tidak benar. Anda sudah bisa berinvestasi di pasar modal dengan nilai nominal yang kecil, bahkan mulai dari Rp. 10.000 jika Anda menggunakan aplikasi investasi mikro Raiz. 2. “Nanti saja setelah saya agak tua...” Investasi di pasar modal adalah investasi jangka panjang, bukan cara untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Semakin lama Anda berinvestasi, semakin banyak peluang yang Anda miliki untuk memupuk kekayaan Anda. Ungkapan yang umum di pasar modal adalah bahwa yang penting adalah berapa lama Anda berinvestasi (time in the market), bukan menentukan kapan Anda harus berinvestasi (timing the market) waktu pasar. Jadi daripada menunggu sampai Anda lebih tua atau mencoba untuk memilih saham unggulan, strategi yang jauh lebih baik adalah mulai saat Anda masih muda, berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dan biarkan mekanisme pasar bekerja untuk Anda. 3. “Saya tidak cukup tahu tentang pasar modal.” Anda tidak perlu tahu terlalu banyak tentang pasar modal untuk mulai berinvestasi. Anda mungkin memiliki ingatan tentang orang tua Anda yang meneliti kinerja berbagai saham di surat kabar dan memilih dengan hati-hati saham mana yang akan diinvestasikan. Tetapi ini bukan suatu yang mutlak harus dilakukan. Berkat Reksa Dana, Anda tidak perlu khawatir memilih sendiri untuk membeli satu per satu instrumen pasar modal. Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995, Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Reksa dana merupakan produk dari perusahaan yang masuk dalam kategori pasar modal yang diawasi oleh OJK sehingga bisa melakukan kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat. Dana yang dihimpun dari masyarakat tersebut diinvestasikan dalam efek pasar uang, efek saham dan efek obligasi. Karena memiliki beberapa efek sekaligus, maka disebut portofolio efek. Lebih lanjut, melalui Reksa Dana, Anda dapat berinvestasi pada perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia melalui perantaraan Manajer Investasi. Dengan demikian, ketika perusahaan tersebut berkembang dan membagikan keuntungan, Anda bisa ikut menikmati hasil pertumbuhan tersebut. 4. “Investasi terlalu berisiko jika saya masih muda.” It’s easy to understand why a lot of young people think share trading is too risky. You’re right, shares are a high-risk asset. But the funny thing is, share trading actually becomes more and more risky the older you get. Banyak orang berpikir bahwa transaksi di pasar modal terlalu berisiko. Benar bahwa investasi di pasar modal memang berisiko. Namun, semakin tua Anda mulai berinvestasi, sebenarnya makin tinggi risikoya bagi Anda. Mengapa demikian? Karena ketika Anda masih muda, Anda masih produktif meniti karir sehingga memiliki kapasitas untuk mengatasi segala volatilitas di pasar modal. Bahkan jika terjadi penurunan atau koreksi yang lebih besar di pasar sekalipun sehingga nilai investasi Anda turun cukup signifikan, Anda relatif masih punya banyak waktu untuk bangkit kembali. Namun, jika Anda sudah lebih tua dan lebih dekat ke masa pensiun, Anda harus fokus untuk melindungi pokok investasi Anda. Jika Anda berusia 60-an dan terjadi koreksi dalam di pasar, Anda mungkin tidak punya cukup waktu untuk membangun kembali portofolio Anda. 5. “Saya lebih baik menabung untuk cicilan rumah saja.” Tidak ada alasan Anda tidak dapat berinvestasi di pasar modal dan menabung untuk cicilan rumah secara bersamaan. Anda tidak perlu menginvestasikan seluruh tabungan Anda ke pasar modal, cukup Anda alokasikan sebagian saja. Lagipula, Reksa Dana merupakan aset yang likuid; kapanpun Anda ingin mencairkan investasi Anda. Jadi Anda bisa berinvestasi di Reksa Dana dan nantinya dana yang terkumpul dari investasi di Reksa Dana tersebut digunakan untuk membeli rumah.
Membedah Isi Prospektus Reksa Dana
Beberapa hari belakangan ini penulis sering mendengar keluhan investor yang mengklaim bahwa ia tidak mengetahui resiko-resiko investasi terkait produk reksa dana yang dibelinya. Celakanya lagi, dalam kondisi pasar yang sedang ambruk dan sangat bergejolak banyak investor yang mengkhawatirkan nasib dananya sehingga ketidaktahuannya akan resiko investasi sering membuatnya kesal atau bahkan marah karena merasa diperdayai oleh MI atau agen penjual reksa dana. Setiap tindakan atau keputusan dalam hidup kita, termasuk investasi, mengandung resiko. Ini adalah wajar apalagi mengingat bahwa jika kita ingin memperoleh imbal hasil tertentu maka kita juga harus siap menanggung resiko yang besarannya sepadan dengan potensi imbal hasil. Contoh sederhananya, memiliki setrikaan membantu anda merapikan tampilan pakaian anda, tapi tentunya ada resiko seperti kesetrum atau terbakar jika tidak berhati-hati menggunakannya. MI/agen penjual reksa dana sebaiknya menginformasikan resiko investasi kepada nasabah sebelum nasabah membeli reksa dana. Penulis yakin bahwa  sebagian besar telah berusaha melakukan yang terbaik, namun masih ada pihak-pihak, baik dari pihak MI maupun agen penjual yang cenderung mengedepankan potensi imbal hasil, tapi lupa menginformasikan resiko investasi. Namun terlepas dari ketidaksempurnaan tersebut, sebenarnya seluruh fakta/informasi material mengenai reksa dana tercantum secara lengkap dan rinci dalam prospektus. Untuk itu dalam tulisan ini penulis mencoba membedah isi prospektus untuk memberikan gambaran singkat tentang apa yang dimuat di dalamnya, dengan harapan agar nasabah bisa mendapatkan informasi sebanyak dan sejelas mungkin tentang produk reksa dana yang dibeli/dimilikinya. Pada dasarnya, Bapepam-LK mengatur informasi material apa saja yang harus dimuat dalam prospektus dan ini harus dipatuhi oleh semua MI. Jika anda melihat daftar isi prospektus maka anda akan menemui bab-bab berikut (urutan bab mungkin sedikit berbeda dari satu MI ke MI lain): 1.Istilah dan definisi 2.Keterangan mengenai Reksa Dana X 3.Manajer Investasi 4.Bank kustodian 5.Tujuan dan kebijakan investasi 6.Metode penghitungan nilai pasar wajar dari efek dalam portofolio Reksa Dana X 7.Perpajakan 8.Manfaat investasi dan faktor-faktor resiko yang utama 9.Alokasi biaya dan imbalan jasa 10.Hak-hak pemegang unit penyertaan 11.Pembubaran dan likuidasi 12.Pendapat akuntan tentang laporan keuangan 13.Persyaratan dan tata cara pembelian unit penyertaan 14.Persyaratan dan tata cara penjualan kembali unit penyertaan 15.Skema pembelian dan penjualan kembali (pelunasan) Reksa Dana X 16.Penyebarluasan prospektus dan formulir-formulir berkaitan dengan pembelian unit penyertaan Adapun dalam prospektus biasanya dimuat informasi penting seperti berikut:
  • Pengelola reksa dana – komite investasi, tim pengelola investasi
  • Keterangan singkat, pengalaman dan pihak yang terafiliasi dengan manajer investasi  dan bank kustodian (kalau ada)
  • Tujuan, kebijakan dan pembatasan investasi: dalam kebijakan investasi biasanya tercantum strategi alokasi asset reksa dana (misalnya minimum 5% & maksimum 90% di pasar uang , minimum 2% dan maksimum di saham, dan lain sebagainya). Pembatasan investasi memuat hal-hal yang tidak diperkenankan bagi MI untuk dilakukan (misalnya larangan melakukan short selling, larangan melakukan transaksi margin, dan lain-lain) sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IV.B.1 mengenai Pedoman Pengelolaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.
  • Metode penghitungan nilai pasar wajar – bagaimana penghitungan NAB dilakukan
  • Perpajakan – komponen apa saja dalam portofolio reksa dana yang dikenai pajak, jenis pajak serta besarannya
  • Manfaat investasi & faktor-faktor resiko utama – resiko biasanya meliputi resiko perubahan kondisi ekonomi dan politik, resiko berkurangnya nilai unit penyertaan, resiko wanprestasi dan resiko likuiditas
  • Alokasi biaya dan imbalan jasa – rincian tentang jenis dan besaran biaya yang menjadi beban reksa dana, beban manajer investasi serta beban pemegang unit penyertaan. Alokasi biaya biasanya merinci tentang imbalan jasa manajer investasi (biaya pengelolaan portofolio), imbalan jasa bank kustodian di mana keduanya dibebankan ke reksa dana, serta biaya pembelian (subscription fee) dan biaya penjualan kembali (redemption fee) yang dibebankan kepada pemegang unit penyertaan.
  • Hak-hak pemegang unit penyertaan, termasuk di dalamnya hak mendapatkan surat konfirmasi kepemilikan dan laporan bulanan kepemilikan unit penyertaan, memperoleh pembagian hasil investasi, menjual kembali sebagian/seluruh unit penyertaan, memperoleh informasi mengenai NAB/unit, dan seterusnya.
  • Pembubaran dan likuidasi – kondisi apa yang dapat membuat reksa dana dibubarkan, apa saja yang harus dilakukan oleh MI, bagaimana prosedur likuidasinya.
  • Pendapat akuntan tentang laporan keuangan – bab ini biasanya memuat laporan keuangan yang sudah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Karena laporan ini dipublikasikan dan diaudit setiap tahun, maka MI harus memperbaharui prospektus setiap tahun. Karena itu anda mungkin akan melihat tulisan “Pembaharuan Prospektus” di sampul prospektus.
  • Persyaratan dan tata cara pembelian & penjualan kembali unit penyertaan: batas minimum dan maksimum pembelian, batas maksium penjualan kembali, batas waktu penyerahan formulir, syarat pembayaran untuk pembelian (biasanya dicantumkan rekening bank untuk transfer dana), ketentuan tentang pembayaran hasil penjualan kembali (misalnya biaya transfer/pemindahbukuan, bila ada, merupakan beban dari pemegang unit penyertaan), dan seterusnya.
Jadi, sebelum membeli reksa dana, ada baiknya nasabah mempelajari dulu prospektusnya. Memang tampilan prospektus kadang kurang menarik untuk dibaca karena isinya tulisan semua dan ukuran hurufnya terkadang sangat kecil sehingga tidak nyaman di mata, namun lebih baik teliti sebelum membeli, bukan? 🙂 Selamat berinvestasi!
June 2019
Memahami Karakteristik Reksa Dana Saham
Berdasarkan pengalaman berinteraksi dengan banyak investor, pertanyaan "Harusnya kan MI bisa memprediksi kalau market akan jatuh, jadi seharusnya mereka bisa jual sahamnya dulu - bisa juga cut loss - nanti baru beli kembali di harga yang lebih rendah. Kenapa didiamkan saja portofolionya?" sering mengemuka dan sering menjadi  pertanyaan yang emosional bagi investor, terutama yang sudah mulai panik melihat trend penurunan indeks. Menurut hemat penulis, pertanyaan tersebut muncul dari nasabah yang belum memahami esensi dari reksa dana saham. Penulis sering menjelaskan sbb: untuk reksa dana saham, terlepas ada atau tidaknya aturan mengenai batasan minimum 80% di saham dalam batasan investasi reksa dana saham, kecil kemungkinan MI akan berani menurunkan porsi sahamnya secara signifikan. Mengapa? karena selalu ada kemungkinan indeks berbalik arah dengan cepat. Lain halnya dengan reksa dana campuran, yang batasan investasinya memang memiliki fleksibilitas yang memungkinkan MI menaikkan atau menurunkan bobot saham secara lebih leluasa. Dan seperti kita ketahui, dalam kondisi bearish, reksa dana campuran bisa lebih sedikit penurunannya dibandingkan indeks namun pada kondisi bullish, reksa dana campuran sulit untuk mengikuti kenaikan indeks. Jadi sebaiknya nasabah diberi pengertian bahwa kinerja reksa dana saham akan sangat berkorelasi dengan naik-turunnya indeks. Sementara untuk nasabah yang berharap penurunannya tidak sedalam penurunan indeks, pilihannya adalah reksa dana campuran. Konsekuensi berinvestasi di reksa dana campuran adalah potensi imbal hasilnya lebih rendah daripada reksa dana saham. karena risikonya juga lebih rendah. Investor juga perlu diberi pengertian bahwa sulit sekali memprediksi apakah indeks masih akan turun atau sudah di titik terendah serta kapan indeks akan segera berbalik arah. Pertanyaan "Harusnya kan MI bisa memprediksi kalau market akan jatuh, mereka jual sahamnya dulu - bisa juga cut loss - nanti baru beli kembali, jangan di diamkan saja," sebetulnya adalah permasalahan edukasi. Investor perlu memahami bahwa sangat tidak mudah (jika sulit untuk mengatakan tidak mungkin) untuk mempredikasi naik-turunnya indeks. Kadang-kadang penulis suka menanggapi pertanyaan ini atas dengan sedikit bercanda, "Kalau saja ada orang atau MI yang bisa memprediksi indeks akan jatuh atau akan naik, maka ia tidak perlu bekerja jadi analis atau jadi MI sekalipun. Cukup tinggal di rumah saja dan pasti kaya raya dengan jual beli saham... " Perlu dipahami pula bahwa reksa dana saham sejatinya adalah instrumen investasi jangka panjang yang cocok untuk investor yang memiliki kapasitas untuk menunggu. Dengan adanya kapasitas ini berarti investor tidak perlu terlalu concerned dengan fluktuasi pasar dalam jangka pendek, melainkan lebih berpegang pada potensi reksa dana untuk menghasilkan pertumbuhan investasi dalam jangka panjang. Terkait dengan horison jangka panjang ini pengelolaan reksa dana bertumpu pada analisa fundamental (identifikasi katalis dan potensi laba emiten di masa mendatang), bukan pada analisa teknikal yang memonitor pergerakan indeks jangka pendek (identifikasi support dan resistance level). Syukurlah penulis mendapati bahwa sudah jauh lebih banyak nasabah yang mengerti dari pada yang tidak mengerti tentang hal di atas. Sehingga, sekali lagi, kuncinya adalah edukasi. Makin banyak investor yang cerdas, makin kuat industri reksa dana kita dan makin berkembang juga perekonomian kita karena pasar modal bisa berperan lebih besar dalam perekonomian nasional.
Apa yang menghambat kamu untuk mulai investasi?
Kami memahami banyak hal yang membuat Raizer menunda maupun menghambat untuk memulai investasi. Dari hasi survey Raiz 14-27 Maret 2019 dengan 937 responder, sebagian besar  mereka kurang pengetahuan terkait mengenai investasi, karena 51% dari responder menjawab kurang pengetahuan mengenai investasi, 35% menjawab karena nilai minimum investasi yang terlalu tinggi, 7% tidak ada sarana yang cocok dan berikutnya 7% karena tidak disiplin atau tidak tepat waktu. Kita bisa simpulkan bahwa mayoritas dari temen-temen Raizer belum memulai investasi karena memang pengetahuan terkait investasi itu sendiri yang masih minim. Raizer bisa pelajari ilustrasi pada postingan-postingan yang ada di sosial media Raiz untuk membatu Raizer memahami apa itu Investasi, jika kamu ada pertanyaan dari postingan tersebut kamu bisa DM maupun PM ke sosial media, Disamping itu Raiz juga membuat investasi menjadi lebih mudah dan Ekonomis, karena dengan Raiz kamu bisa mulai investasi Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah) disamping itu Raizer bisa investasi dengan Fitur Round up yaitu fitur pembulatan dimana setiap Raizer berbelanja atau transaksi menggunakan E-Wallet/E-Money, transaksi tersebut akan dibulatkan ke Rp5.000 terdekat contoh ketika Raizer membeli kopi Rp23.500 maka Rp1.500 akan di catat dalam aplikasi sampai dengan terkumpul Rp10.000 kemudian kamu bisa investasikan di Reksa Dana yang kamu pilih di Aplikasi.   Jadi jangan menunda lagi untuk memulai investasi kan ada Raiz. dengan Raiz investasi jadi mudah, ekomis dan flexible.  
Apa itu Reksa Dana, Manajer Investasi dan Bank Kustodian?
Kali ini mari kita bahas apa itu Reksa Dana, Manajer Investasi dan Bank Kustodian Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pasar Modal. Reksa Dana dapat berbentuk: (i) Perseroan Tertutup atau terbuka; atau (ii) Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Saat ini semua Reksa Dana yang dipasarkan di Indonesia berbentuk Reksa Dana KIK, di mana KIK merupakan dokumen legal yang ditandatangani oleh Manajer Investasi (MI) dan Bank Kustodian (BK) dan isinya mengatur mengenai Reksa Dana sebagai badan hukum. Uniknya, meskipun ditandatangani oleh MI dan BK, ketentuan yang diatur dalam KIK mengikat para pemegang unit penyertaan Reksa Dana tersebut. Apa itu Manajer Investasi? Manajer Investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola Potofolio Efek untuk para nasabahnya atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun dan Bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank Kustodian? Bank Kustodian adalah Bank Umum yang telah mendapat persetujuan OJK untuk menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Kustodian, yaitu memberikan jasa penitipan Efek (termasuk Penitipan Kolektif atas Efek yang dimiliki bersama oleh atau lebih dari satu Pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian) dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima deviden, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Nah sudah jelas kan Reksa Dana, Manajer Investasi dan Bank Kustodian itu Apa? untuk lebih mempermudah memahami antara Reksa Dana, Efek dan Manajer Investasi berikut untuk ilustrasinya Gimana Raizer sudah jelaskan sekarang,  
#Reksa Dana
May 2019
Bagaimana cara mengecek apakah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) sudah mendapatkan izin dari OJK
Sobat Raiz, di kesempatan kali ini, Mimin akan memberikan tips bagaimana cara mengecek apakah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) sudah terdaftar di OJK atau belum. Caranya sederhana dan mudah koq.
  1. Kunjungi website OJK https://reksadana.ojk.go.id kemudian cari nama perusahaan yang ingin kamu cek
  2. Pastikan bahwa perusahaan tersebut tercantum dalam daftar di website tersebut.
  3. Klik nama perusahaan untuk mendapatkan info lebih rinci terkait nama perusahaan, nomor izin (STTD), alamat, nomor telepon serta produk Reksa Dana yang dijualnya.
Sebagai informasi, PT Raiz Invest Indonesia ("Raiz") telah mendapatkan izin dari OJK sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan berikut adalah link dari OJK mengenai Raiz https://reksadana.ojk.go.id/Public/APERDPublic.aspx?id=RAI69 Semoga informasi ini bermanfaat bagimu.
Copy link
Powered by Social Snap