Archive - Raiz Invest

January 2021
Yuk Cari Nama Kamu di Leaderboard Minggu Pertama LOHUBER
Hi Raizer, Selamat kalian berhasil melewati misi pertama Lohuber yaitu MISI AKAD Pantau terus akun media sosial Raiz! Berikutnya Misi kedua yaitu MISI WAKALAH akan bermain di akun Twitter Raiz >> @raizinvestid  Ayo difollow sekarang! Berikut adalah leaderboard LOHUBER : Berikut adalah weekly winners LOHUBER dari Misi Akad: Selamat untuk para weekly winners! Kalian masing-masing mendapatkan bonus Investasi Rp 100.000 dalam bentuk Unit Penyertaan. Kami info kembali untuk hadiah utama LOHUBER adalah : JUARA I - MOTOR JUARA II - TABLET JUARA III - SMARTPHONE JUARA IV - SMARTPHONE JUARA V - BONUS INVESTASI UNIT PENYERTAAN SEBESAR Rp 500.000 Kalau Raizer berada diurutan ini, pertahankan!! Heits yang lain jangan menyerah dulu, kalian masih kejar points dan menyusul untuk meraih kesempatan untuk memenangkan hadiah-hadiah di atas ini! Kamu bisa menyusul points kamu dengan menjalankan syarat dan ketentuan setiap Misi dan melakukan Member get Member selama Lohuber berjalan, setiap transaksi yang berhasil kamu akan mendapatkan 200 points! Jangan lupa Raizer, ubah Portofolio kamu ke Portofolio Syariah di app Raiz kamu, pilih antara Portofolio Amanah atau Portofolio Sukuk. Ini dapat mempengaruhi points akhir kamu. Tonton video yang akan kami post di akun instagram kami (@raizinvest.id) setiap hari Minggu pukul 19.00 WIB untuk membantu kamu menjawab daily quiz yang diadakan Senin-Jumat pukul 18.00-20.00 WIB selama periode LOHUBER. Jangan lupa untuk terus pantau sosial media kita untuk informasi misi kedua Lohuber dan menonton video misi kedua yang akan di tayangkan pada hari minggu siang. Siapkan payung kamu karena bulan ini akan menjadi bulan HUJAN BERKAH!!!! Semangat Raizer! Good luck and Have fun!! DISCLAIMER: Untuk saat ini leaderboard tidak menjadi acuan pemenang Lohuber. Points peserta dapat masih bertambah dari points yang dihasilkan berdasarkan transaksi yang dilakukan, repost content Lohuber, dan keberhasilan peserta menggunakan Member Get Member. Leaderboard akan di update setiap minggunya di blog Raiz Invest Indonesia setelah berakhirnya setiap misi Lohuber.
Lomba Hujan Berkah bersama Raiz Invest Indonesia
Merayakan peluncuran produk baru Reksa Dana Syariah Raiz, Raiz Invest Indonesia bersama Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyelenggarakan Lomba Hujan Berkah atau “LOHUBER” !!! LOHUBER akan dimulai pada tanggal 11 Januari 2021!! LOHUBER merupakan acara pembukaan di awal tahun 2021 ini, yang akan disusul dengan acara menarik lainnya. Jangan sampai ketinggalan meraih kesempatan untuk memenangkan hadiah-hadiah dari bonus investasi sebesar Rp 500.000 dalam bentuk Unit Penyertaan, smartphone, tablet dan MOTOR!!!   Acara ini akan berlangsung selama 4 minggu, dengan misi yang berbeda setiap minggunya. Raizer akan diberikan kuis seputar dunia investasi syariah. Akan ada 99 pemenang yang mendapatkan hadiah, setiap minggunya akan dipilih juga pemenang untuk kategori:
  • Laki-laki dengan transaksi tertinggi
  • Laki-laki dengan transaksi terbanyak
  • Perempuan dengan transaksi tertinggi
  • Perempuan dengan transaksi terbanyak
Pemenang akan mendapatkan hadiah dari bonus investasi berupa Unit Penyertaan sampai hadiah bernilai jutaan Rupiah. Pastikan portofolio investasi kamu di Raiz merupakan portofolio Syariah atau Sukuk. Masih ada lagi… di akhir LOHUBER akan dipilih dua laki-laki dan dua perempuan yang PALING BERKAH untuk mendapatkan hadiah!! BERKAH banget kaaan! Makanya, jangan sampai ketinggalan ikutan LOMBA HUJAN BERKAH yang akan dimulai pada tanggal 11 Januari 2021. Pastikan Raizer sudah mendaftar dan sudah follow semua akun sosial media nya Raiz sehingga tidak ketinggalan! Bagi yang belum mendaftar bisa klik link ini raizinvest.id/daftarlohuber/ Mari memulai awal tahun ini dengan belajar sambil berinvestasi dan raih kesempatan memenangkan hadiahnya 😛 #RaizHujanBerkah      
November 2020
Cek semua promo Raiz disini
Dalam rangka memotivasi semua Raizer agar lebih giat lagi dan disiplin dalam berinvestasi. Kamu bisa lihat semua program promosi disini:  

1. Hey Raizer! Mulai 1 November sampai 30 January 2021 program Member Get Member akan double rewardnya!

Kamu dan teman kamu masing-masing akan mendapatkan reward sebesar Rp20.000 (yang awalnya Rp10.000) dalam bentuk Unit Penyertaan pada saat teman kamu berhasil melakukan transaksi pertamanya. Reward akan di top-up ke portofolio kamu dan portofolio teman kamu setelah investasi pertama teman kamu terkonfirmasi di aplikasi Raiz. Seru kan?! Jangan lupa, update aplikasi Raiz kamu dan ajak teman kamu sebanyak-banyaknya menggunakan link referral yang ada di aplikasi Raiz. Caranya : Log in, klik bagian kiri atas home page, lalu “Ajak temanmu”. Pilih antara SMS, Whatsapp, Twitter, atau Facebook untuk mengirimkan link referral kepada teman kamu.  

2. Asuransi Gigacover Melalui  Raiz

Bagaimana cara mendapatkan asuransi kesehatan gratis dari Raiz? Caranya mudah 1. Aktifkan fitur Recuring atau Investasi Berkala di aplikasi Raiz dengan cara buka aplikasi Raiz, klik Invest kemudian pilih Investasi Berkala, tentukan nominal serta frekuensi Investasi Berkala kamu. 2. Lakukan minimal 4 kali transaksi investasi di Raiz dengan minimal 1 kali transaksi dari fitur Investasi Berkala  (Tidak ada minimum nominal investasi). 3. Untuk memperbaharui asuransi Gigacover kamu, lakukan minimal 4 kali transaksi investasi di Raiz dengan minimal 1 kali transaksi dari fitur Investasi Berkala (Tidak ada minimum nominal investasi). 4. Asuransi kesehatan ini GRATIS dan tidak mengurangi nilai investasi kamu. 5. lakukan kembali hal yang sama untuk terus memperbaharui asuransi  

3. Kamu juga bisa dapat dana investasi di Raiz Rp150.000.

Caranya mudah: 1. 
Download aplikasi OCBC NISP One Mobile di sini. 2. Daftar dan masukan kode referensi ONXRAIZ pada kolom kode referensi melalui aplikasi OCBC NISP One Mobile. 3. Kemudian pilih produk Nyala. 4. Pastikan setoran awalmu Rp1.000.000 di rekening OCBC NISP kamu. Dana yang disetorkan pada rekening NYALA OCBC NISP harus bertahan minimal 1 bulan (30 hari). 5. Dana investasi Rp150.000 akan di top up ke portofolio kamu di aplikasi Raiz. 6. Promo berlaku untuk nasabah baru OCBC NISP. Promo ini berlaku untuk semua Raizer pengguna baru atau Raizer yang sudah mempunyai akun di aplikasi Raiz. Periode ini berlaku selama 1 tahun sampai akhir Desember 2020.
October 2020
September 2020
5 langkah cara membangun perusahaan kamu sendiri
Hi nama saya Michael Luhukay, saya adalah komisaris dari Raiz Invest Indonesia. Saya sudan berpengalaman selama 10 tahun dalam membangun perusahaan start up. Hari ini, saya akan memberi tahu Anda 5 langkah cara membangun perusahaan kamu sendiri. Pertama, Team Yang Benar.  Saya sarankan tim awal Anda terdiri dari 3 orang, atau “3H”
  1. The Hustler, orang yang memiliki komunitas, pertemanan, dan network yang berguna untuk membantu pengembangan bisnis kamu. Terutama di Indonesia, ini sangat penting.
  2. The Hacker, orang yang dapat mengembangkan produk Anda di dunia digital, orang yang mengerti programming.
  3. The Hipster, orang yang dapat mengemaskan produk Anda ke dalam bentuk yang dapat menarik perhatian di pasar dan untuk para pelanggan.
Kedua, Menentukan Proporsi Nilai Bisnis. Banyak bisnis bermunculan dimana-mana, pastikan Anda tahu apa yang membuat bisnis Anda berbeda dari saingan Anda. Bisa jadi apa pun, dari team, strategi bisnis, ataupun produk. Apapun itu, pastikan Anda tulis apa yang membedakan. Ketiga, Angka Pasti. Pahami betul struktur biaya bisnis dan buat proyeksi pendapatan, untuk memastikan kondisi bisnis Anda terjaga terutama saat situasi seperti sekarang ini dengan modal yang cukup. Keempat, Kehadiran di Dunia Digital. Gunakan dan miliki media sosial Linkedin, Facebook, Twitter, Instagram untuk mempromosikan brand Anda. Ini bagus untuk SEO (Search Engine Optimization) dan untuk orang mudah mencari tahu tentang brand kamu. Kelima, Just Do it! Jangan takut untuk membuat kesalahan, situasi dapat berubah, belajar dari kesalahan, dan jangan menyerah. Terima kasih, subscribe channel kami di YouTube, follow di Instagram, dan tunggu video berikut dari Raiz Invest Indonesia! Simak Videonya disini
Mana portofolio Reksa Dana yang cocok untuk kamu?
Dalam berinvestasi Reksa Dana, pemilihan portofolio merupakan hal paling awal yang harus Raizer lalui, kadang masih ada beberapa teman-teman pemula disini yang masih agak bingung dalam menentukan portofolio. Di aplikasi Raiz kamu diharuskan memilih satu dari ketiga portofolio yang ada yaitu Konservatif, Moderat dan Agresif, tapi jangan khawatir bila dikemudian hari Raizer ingin merubah portofolio kamu, karena di aplikasi Raiz kamu bisa dengan mudah memindahkan portofolio satu ke portofolio lainnya dengan fitur Switching Berbicara mengenai portofolio yang cocok untuk kamu, tentunya kamu harus menentukan terlebih dahulu tujuan investasi kamu dan juga menentukan jangka waktu investasi kamu, karena dari masing-masing portofolio yang ada mempunya karakter dan komposisi efek yang berbeda. 1. Portofolio Konservatif Pada Portofolio Konservatif investasi akan ditempatkan setidaknya 80%-100% di efek pasar uang seperti Deposito dan Obligasi yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun, ini cocok bagi kamu yang tingkat toleransi imbal hasil dan risiko rendah untuk tujuan jangka pendek. Gambar berikut merupakan contoh informasi mengenai komposisi aset portofolio konservatif yang di aplikasi Raiz. 2. Portofolio Moderat Pada Portofolio Moderat investasi akan ditempatkan setidaknya 80% di efek pendapatan tetap seperti surat utang negara atau surat utang korporasi, portofolio ini cocok buat kamu yang mempunyai tingkat toleransi imbal hasil dan risiko sedang tujuan jangka menengah. Gambar berikut merupakan contoh informasi mengenai komposisi aset  portofolio moderat yang di di aplikasi Raiz. 3. Portofolio Agresif Pada Portofolio Agresif investasi akan ditempatkan setidaknya 80% di efek saham, portofolio ini cocok buat kamu yang mempunyai tingkat toleransi imbal hasil dan risiko tinggi untuk tujuan jangka panjang. Gambar berikut merupakan contoh informasi mengenai komposisi aset Portofolio Agresif yang ada di aplikasi Raiz. untuk lebih detail melihat alokasi masing-masing aset yang ada pada ketiga portofolio diatas kamu bisa baca di halaman https://raizinvest.id/product-disclosure-statement/ pada halaman ini kamu bisa mengunduh dan membaca detail dari masing-masing aset yang tertuang pada Fund Fact Sheet. Atau pada aplikasi Raiz kamu dapat membuka pada bagian Invest kemudian pilih menu Portofolio, disana kamu bisa melihat alokasi aset pada halaman tersebut dan pilih Fund Fact Sheet pada halaman tersebut. Bagaimana sekarang? Raizer sudah paham kan sudah tahu portofolio yang sesuai untuk kamu.
August 2020
Istilah-istilah dalam investasi Reksa Dana yang perlu kamu ketahui
Di kesempatan ini kita pahami beberapa istilah dalam berinvestasi Reksa Dana. Karena ini sangat membatu kamu dalam berinvestasi Reksa Dana istilah tersebut diantarnya:
  • Manajer Investasi merupakan suatu perusahaan professional atau pihak ketiga yang telah memiliki ijin/lisensi untuk mengelola dana investasi di reksa dana.
  • Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang menjadi administrator, pengawas, dan menjaga aset dari dana yang diinvestasikan.
  • APERD Sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 39/POJK.04/2014 Tentang Agen Penjual Efek Reksa Dana, APERD adalah Pihak yang melakukan penjualan Efek Reksa Dana berdasarkan kontrak kerja sama dengan Manajer Investasi pengelola Reksa Dana. Jadi kesimpulanya, APERD merupakan perusahaan yang berdasarkan kontrak dengan perusahaan Manajer Investasi melakukan kegiatan pemasaran Reksa Dana. Pekerja yang melakukan pemasaran Reksa Dana di perusahaan APERD harus mengantongi izin sebagai WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana).
  • Portofolio Efek adalah kumpulan dari berbagai instrument keuangan, termasuk saham, obligasi, deposito.
  • Transaksi Switching adalah pengalihan reksa dana yang investor miliki ke reksa dana lainnya.
  • NAB/UP adalah nilai aktiva per unit penyertaan. NAB (Nilai Aktiva Bersih) per unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.
  • Subscription fee adalah biaya untuk membeli reksa dana. Besaran biaya biasanya antara 0% hingga 5%.
  • Redemption fee yaitu biaya untuk menjual reksadana dan biayanya juga antara 0% hingga 5% dari nilai investasi.
  • Prospektus adalah dokumen yang berisi informasi detail mengenai sebuah produk reksa dana, mulai pembentukan reksa dana hingga keterangan mengenai penyebarluasan prospektus dan formulir pembelian unit penyertaan reksa dana serta pembubaran atau likuidasi reksa dana. Ini biasanya sebagai acuan untuk menentukan pilihan reksa dana jenis apa yang akan dipilih.
  • KIK atau Kontrak Investasi Kolektif ini merupakan bentuk kerja sama tertulis atau kontrak kerja sama antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian.
  • Reksa Dana Pasar Uang adalah Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau Efek bersifat utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi jangka pendek (<1 tahun) dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko sangat konservatif.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat utang atau obligasi. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 1 – 3 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.
  • Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat ekuitas atau saham. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu >5 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko agresif.
  • Risk & return profile adalah Potensi imbal hasil dan risiko ketiga jenis Reksa Dana di atas dapat digambarkan dalam diagram berikut: 
  • Cut-off time adalah batas waktu transaksi Reksa Dana (pembelian unit penyertaan, penjualan kembali unit penyertaan, dan pengalihan unit penyertaan).
  • Fund fact sheet (FFS)  adalah laporan produk reksa dana yang diterbitkan oleh perusahaan manajer investasi yang berisi tentang kinerja produk reksa dana, informasi jumlah dana kelolaan, dan informasi portofolio. Untuk mempelajari lebih lanjut FFS bisa kesini https://raizinvest.id/blog/membedah-fund-fact-sheet-reksa-dana/.
  • Pengenalan Nasabah atau KYC – Know Your Customer adalah prinsip yang diterapkan institusi jasa keuangan untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan dan sudah menjadi kewajiban institusi jasa keuangan untuk menerapkannya. Untuk mempelajari lebih lanjut KYC kamu bisa kesini https://raizinvest.id/blog/mengenalkycatauknow-your-customer/.
July 2020
Investasi di Raiz kena biaya transfer, yes or no?
- Kenapa ada biaya transfer ? Perlu kita bersama ketahui, system keuangan baik yang konvensional (Bank, Kartu Kredit dll) ataupun yang berbasis teknologi (E-Money, E- Wallet, dll) memiliki komponen biaya transfer. Contohnya bila menggunakan transfer antar Bank, akan terkena biaya antara 3500 – 6500. Kemudian kamu juga pasti pernah membayar biaya yang dikenakan oleh platform E Wallet dan E Money setiap kamu melakukan top up saldo (Biayanya sekitar Rp1000). Begitu pula di Raiz dan perusahaan-perusahaan lain yang menggunakan pihak ke 3 sebagai agen pembayaran. Selama ini kami menanggung biaya transfer yang terjadi setiap nasabah kami bertransaksi, nilainya pun beragam, ada yang bersifat % dari nilai transaksi ada biaya Flat dalam bentuk rupiah. - Rugi atau Untung? Jawabannya tergantung dari sisi mana kamu (investor) melihatnya. Bila hanya membandingkan antara platform yang satu dengan yang lain dari sisi pengenaan biaya tranfer, maka tentunya pengenaan biaya di platform Raiz akan terlihat tidak menguntungkan. Namun bila dilihat secara keseluruhan apa yang Raiz berikan, maka Investasi di Raiz tetap memberikan benefit lebih. Saat ini Raiz memiliki program Loyalty bersama DANA, dimana setiap transaksi kamu sebesar Rp10.000 akan mendapatkan 1 poin loyalty. 1 Poin loyalty bernilai Rp500 dimana bisa kamu tukarkan menjadi voucher potongan transaksi saat kamu melakukan investasi berikutnya. Bila investor berinvestasi diatas 60rb, maka sebetulnya biaya transaksi sebesar Rp3000 tadi sudah tertutupi. - Model bisnis yang sehat untuk semua pihak Dengan kamu membayarkan fee transfer, sebetulnya kamu telah membantu menjadikan iklim bisnis di Industri Investasi menjadi sehat. Kenapa? Karena perusahaan dapat mengalokasikan budgetnya untuk kegiatan promosi dan marketing, dimana manfaat dari kegiatan tersebut akan langsung dinikmati oleh pihak nasabah (bukan pihak lain). Kemudian hal ini juga meminimalkan risiko adanya arahan yang dilakukan oleh pihak penjual untuk membeli suatu produk Investasi yang tingkat risikonya tidak sesuai dengan profil yang kamu miliki.
Alasan Mengapa Gaji Numpang Lewat
[ss_social_follow columns="3" scheme="network"]Apakah Anda termasuk mereka yang selalu kebingungan jelang tanggal tua atau mereka yang selalu mengeluh bahwa gajinya numpang lewat alias tidak bersisa sama sekali untuk ditabung? Jika ya, coba simak artikel berikut ini untuk mengidentifikasikan apa saja alas an yang kerap membuat gaji numpang lewat, supaya Anda kemudian bisa mengubah sikap dan keluar dari masalah ini.
  1. Gaya hidup dan gengsi
Media sosial yang kerap jadi ajang pamer, menimbulkan tekanan sosial bagi Anda untuk mengikuti tren agar selalu up-to-date. Namun sadarkah Anda bahwa ini membuat Anda boros sehingga praktis gaji Anda pun numpang lewat setiap bulannya? Bahkan sekarang muncul plesetan dari akronim BPJS, yaitu Bujet Pas-pasan, Jiwa Sosialita, sebagai sindiran bagi mereka yang memiliki gaya hidup besar pasak daripada tiang (lebih besar pengeluaran daripada penghasilan) demi mempertahankan gengsi.
Tidak hanya berbelanja barang dengan merk tertentu demi gengsi yang bikin Anda boros. Kebiasaan sehari-hari yang terkesan remeh pun bisa membuat gaji Anda numpang lewat. Contohnya, setiap sore Anda jajan Bersama teman-teman atau kolega kantor. Nominal uang yang Anda keluarkan memang tidak terasa besar setiap kali Anda jajan, apalagi Anda selalu memanfaatkan diskon atau promo yang saat ini makin berjamur, baik dari pihak penjual maupun dari institusi keuangan seperti bank (promo kartu kredit) atau penyelenggara uang elektronik. Namun sadarkah Anda bahwa jika Anda membayar Rp10 ribu untuk secangkir kopi karena sedang ada diskon 50%, Anda sebenarnya kehilangan Rp10 ribu dari kantong Anda, bukan menghemat atau menambahkah Rp10 ribu?! Tidak banyak orang yang menyadari fenomena yang dikenal dengan istilah Latte Factor ini, namun efeknya sebenarnya signifikan lho terhadap kesehatan finansial Anda.
Jadi bagaimana sebaiknya Anda mengatasi hal ini? Hal pertama yang perlu Anda sadari adalah bahwa gengsi Anda membuat hidup Anda susah. Karena gengsilah maka Anda merasa harus memiliki barang tertentu, harus mengikuti gaya hidup teman/kolega, padahal sebenarnya Anda tidak mampu secara finansial untuk menopang gaya hidup tersebut. Sadarilah bahwa teman sejati adalah teman yang menerima Anda apa adanya, bukan karena Anda bisa mengikuti gaya hidupnya atau bukan karena Anda memiliki barang tertentu. Jika selama ini Anda cenderung berteman dengan orang-orang seperti ini, mungkin ada baiknya Anda mulai meninggalkan mereka, karena mereka bukanlah teman yang bisa Anda andalkan. Bahkan mereka mungkin adalah orang yang paling dulu meninggalkan Anda jika Anda mengalami kesusahan.
  1. Punya utang terlalu besar
Jika Anda memiliki utang dalam jumlah besar, dan utang tersebut Anda gunakan untuk keperluan konsumtif, maka kondisi ini mengkhawatirkan karena berpotensi menggiring Anda ke jurang keterpurukan secara finansial. Mengapa demikian? Karena selain harus melunasi pokok pinjaman, Anda juga harus membayar bunga atas pinjaman/utang tersebut, dan makin besar bunganya, makin berat juga beban yang harus Anda tanggung karena cicilan pembayarannya akan semakin mengurangi jumlah dana yang bisa gunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari atau untuk ditabung.
Sebagai acuan dasar, besaran maksimal cicilan utang per bulan adalah 35% dari penghasilan bulanan Anda. Jika rasio cicilan utang terhadap penghasilan per bulan Anda sudah melebihi 35% maka kondisi keuangan Anda sudah tidak sehat sehingga Anda sebaiknya tidak lagi menambah utang dan lebih baik fokus melunasi utang yang ada.
  1. Tidak memantau pengeluaran
Meskipun Anda berhak sepenuhnya atas penghasilan Anda, Anda harus tahu ke mana dan untuk apa saja penghasilan Anda digunakan. Jika Anda mengetahui apa saja pos-pos pengeluaran Anda, maka Anda dapat mengetahui apakah ada pengeluaran yang berlebihan di pos-pos tertentu, dan Anda pun bisa segera menghentikan atau menguranginya.
Saat ini ada banyak aplikasi digital yang dapat Anda manfaatkan untuk memantau pengeluaran Anda. Anda juga bisa menggunakan cara tradisional dengan mencatat secara manual setiap pengeluaran Anda di atas kertas, atau menggunakan program Microsoft Excel di komputer. Yang penting adalah Anda punya rekam jejak atas pengeluaran Anda sehingga Anda tahu pasti berapa pengeluaran Anda setiap bulannya dan apakah Anda selama ini sudah bisa hidup sesuai dengan penghasilan Anda.
  1. Tampil “wah” agar selalu eksis
Interaksi Anda di media sosial bisa memicu timbulnya rasa iri atau tidak mau kalah dengan teman, kerabat atau orang-orang sekitar. Jika Anda melihat postingan Instagram teman Anda berupa fotonya saat sedang berlibur di luar negeri, tidaklah aneh jika Anda tertarik dan ingin juga berlibur ke sana. Demikian pula jika artis atau tokoh idola Anda menggunakan produk tertentu; Anda mungkin tergoda untuk membeli dan menggunakan produk yang sama karena Anda merasa produk tersebut adalah produk yang bagus dan layak dibeli. Sah-sah saja jika memang Anda memiliki cukup penghasilan untuk itu, namun jika tidak maka kemungkinan gaji Anda akan numpang lewat atau bahkan Anda bisa terjerat utang!
Mulai sekarang, yuk bulatkan tekad untuk tidak lagi terjebak dalam kondisi gaji numpang lewat setiap bulannya. Aplikasi Raiz membantu Anda untuk dapat menabung dan berinvestasi, karena itu terus gunakan aplikasi Raiz dan buktikan bahwa kekayaan Anda bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Tetap semangat ya.
June 2020
Yuk, Kenali Apa itu Literasi Keuangan!
[ss_social_follow columns="3"]Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah literasi keuangan, namun mungkin Anda masih paham apa persisnya literasi keuangan itu. Bahkan mungkin sebagian dari Anda menganggap bahwa literasi keuangan (financial literacy) itu sama dengan inklusi keuangan (financial inclusion), padahal sebenarnya keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Untuk itu, dalam artikel ini mari kita bahas apa itu literasi keuangan dan manfaatnya bagi Anda.
Literasi keuangan adalah suatu rangkaian proses atau kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan keyakinan (confidence) konsumen maupun masyarakat agar mereka mampu mengelola keuangan pribadi dengan lebih baik.
Dengan demikian, masyarakat mendapatkan bekal edukasi yang memadai dan mencukupi untuk mengambil keputusan keuangan dengan lebih baik sesuai dengan kebutuhan finansial mereka sehingga mereka bisa memberikan manfaat yang lebih besar.
Dalam konteks literasi keuangan, pengetahuan (knowledge) mencakup pemahaman mengenai berbagai hal yang terkait dengan masalah keuangan seperti pengenalan mengenai lembaga jasa keuangan, apa saja produk dan jasa keuangan, fitur-fitur yang melekat pada produk dan jasa keuangan, manfaat dan risiko dari produk dan jasa keuangan, serta hak dan kewajiban sebagai konsumen pengguna jasa keuangan. Selain itu, masyarakat juga perlu diberikan kemampuan dan keterampilan (skill) mendasar tentang cara menghitung bunga, hasil investasi, biaya dan risiko agar lebih memahami bahwa semua produk dan jasa keuangan bukan hanya semata-mata memberikan keuntungan saja, melainkan juga memiliki risiko dan biaya-biaya yang harus ditanggung oleh konsumen. Lebih lanjut, pengetahuan dan keterampilan mengenai lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan belumlah lengkap jika tidak disertai dengan keyakinan (confidence) bahwa uang yang disimpan atau dikelola di lembaga jasa keuangan dilakukan dengan baik dan benar sehingga masyarakat percaya bahwa uangnya tidak akan hilang.
Di samping itu, masyarakat harus yakin dan percaya bahwa lembaga jasa keuangan melakukan tata kelola yang baik dalam melakukan kegiatan usahanya dan bahwa mereka diatur dengan ketentuan yang ketat untuk melindungi konsumen.
Mengapa literasi keuangan diperlukan?
Literasi keuangan diperlukan agar masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih baik dan peningkatan pendapatan tersebut tidak dihabiskan untuk hal-hal yang konsumtif, melainkan untuk investasi yang lebih produktif. Literasi keuangan dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan pertumbuhan ekonomi karena peningkatan jumlah pengguna produk dan jasa keuangan akan menstimulasi permintaan terhadap produk dan jasa keuangan secara terus menerus.
Manfaat literasi keuangan
Secara umum literasi keuangan dipakai sebagai alat ukur untuk mengetahui seberapa banyak masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan mengenai lembaga jasa keuangan beserta produk dan jasa yang keuangan yang tersedia. Informasi seperti ini sangat berharga bagi kita semua untuk menyusun program-program edukasi keuangan yang diperlukan untuk masyarakat.
Dengan bertambahnya tingkat literasi keuangan masyarakat, diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan keuangan dengan lebih baik sehingga perencanaan keuangan keluarga atau pribadi menjadi lebih optimal. Masyarakat bisa memilih produk dan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, mengetahui dengan benar manfaat dan risikonya, serta hak dan kewajiban sebagai konsumen keuangan.
Bagi industri jasa keuangan, semakin meningkatnya literasi keuangan masyarakat, potensi transaksi keuangan diharapkan semakin tinggi sehingga mendorong para pelaku industri jasa keuangan menciptakan produk dan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Lebih lanjut, kelompok masyarakat bawah yang selama ini kurang mendapatkan akses produk dan jasa keuangan diharapkan memperoleh produk dan jasa keuangan yang murah, terjangkau dan sederhana, namun tetap memiliki manfaat yang besar. Produk-produk keuangan yang terjangkau sangat diperlukan bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh dengan industri keuangan, sehingga produk ini dapat menjadi pintu masuk pertama masyarakat untuk memanfaatkan produk dan jas keuangan.
Manfaat literasi keuangan dari sisi makro ekonomi juga sangat penting, karena semakin tinggi tingkat literasi keuangan masyarakat, berarti semakin banyak masyarakat yang akan menggunakan produk dan jasa keuangan. Konsekuensinya adalah semakin tinggi pula frekuensi dan volume transaksi keuangan yang terjadi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan maupun menciptakan pemerataan pendapatan dan keadilan. Di samping itu, dengan semakin meningkatnya literasi keuangan masyarakat, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menabung dan berinvestasi, yang pada akhirnya menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan.
Tingkat literasi keuangan di Indonesia saat ini
Rasio pengunaan produk dan jasa keuangan oleh masyarakat Indonesia masih rendah. Dari setiap 100 penduduk hanya ada 46 orang yang memiliki rekening di bank. Untuk pemegang polis asuransi jiwa hanya ada 15 orang dari setiap 100 penduduk. Sedangkan masyarakat yang memanfaatkan jasa perusahaan pembiayaan (multifinance) juga masih terbatas, yaitu 7 orang untuk setiap 100 penduduk. Peserta dana pensiun juga masih sedikit yaitu hanya 1 orang dari setiap 100 penduduk. Sedangkan masyarakat yang menjadi investor di pasar modal masih sangat sedikit yaitu 0,15 orang untuk setiap 100 penduduk.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh OJK pada 2013, bahwa tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia dibagi menjadi empat bagian, yakni:
  1. Well literate (21,84 %), yakni memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.
  1. Sufficient literate (75,69 %), memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan.
  1. Less literate (2,06 %), hanya memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan.
  1. Not literate (0,41%), tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, serta tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.
Data-data di atas memperlihatkan bahwa secara keseluruhan masyarakat Indonesia masih belum memiliki tingkat literasi keuangan yang memadai. Peningkatan pendapatan per kapita masyarakat harus diimbangi dengan pemberian edukasi yang memadai agar tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap industri jasa keuangan juga semakin meningkat.
Bagaimana Raiz membantu Anda memupuk literasi keuangan
Kami di Raiz memahami bahwa memupuk literasi keuangan bukanlah proses yang mudah. Meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan keyakinan (confidence) memerlukan niat, tekad, kesabaran, usaha serta tentunya modal. Untuk itu, aplikasi Raiz didesain sedemikian rupa agar Anda dapat mulai membangun literasi keuangan bagi diri Anda:
  • Desain aplikasi yang sederhana dan mudah digunakan
  • Nilai investasi minimum yang terjangkau – hanya dengan Rp10 ribu Anda sudah bisa mulai berinvestasi di Reksa Dana
  • Informasi disajikan di aplikasi secara lengkap dan transparan, sehingga Anda bisa mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai portofolio investasi Anda
  • Fitur recurring (cicilan investasi) dan roundup (pembulatan) menjadikan investasi terjadi secara otomatis dan memungkinkan Anda berinvestasi tanpa harus mengubah gaya hidup Anda secara drastic
  • Fitur Saving Goals dan Expense Tracking membantu Anda menentukan tujuan investasi dan memantau pola pengeluaran Anda, sehingga Anda serasa memiliki penasihat keuangan pribadi
  • Website Raiz dilengkapi dengan blog berisi artikel-artikel menarik dan informatif seputar literasi keuangan dan investasi
Menarik bukan? Jadi tunggu apa lagi… segera download aplikasi Raiz di smartphone Anda agar Anda dapat segera mulai memupuk literasi keuangan dan berinvestasi sekarang juga!
Market sedang turun atau Market sedang naik? Gunakan fitur switching di aplikasi Raiz.
[ss_social_follow columns="3"] Di kesempatan ini mimin ingin membagikan pengalaman menarik saat menggunakan fitur switching di aplikasi Raiz, karena kebetulan kondisi market dalam beberapa minggu lalu performa market sedang mengalami penurunan. Sebelum kita berbicara lebih jauh baiknya kita memahami dulu apa itu fitur switching di aplikasi Raiz, karena ini merupakan fitur unggulan di Raiz karena sejauh ini mimin belum menemukan platfom lain yang bisa melakukan switching seperti halnya aplikasi Raiz.  Apa itu switching Min? Switching adalah transaksi memindahkan investasi dari satu Reksa Dana ke Reksa Dana lainnya. Dengan cara ini kamu bisa mengoptimalilasikan investasi kamu dengan pemilihan portofolio yang tepat sesuai dengan situasi pasar pada saat itu. Gimana cara menggunkannya Min? Buka aplikasi Raiz dan pilih menu Portofolio, kemudian swipe ke kiri atau ke kanan pilih portofolio yang ingin kamu tuju, lalu klik tombol Pilih Portofolio Anda. Pada umumnya switching di platfom atau aplikasi lain memerlukan waktu beberapa hari untuk melakukan switching karena sebelum memindahkan ke portofolio yang lain kita harus mencairkan dana kita terlebih dahulu, kemudian menginvestasikan kembali di portofolio yang kita tuju. Semua ini memakan waktu cukup lama karena ada 2 proses yaitu redeem dan kemudian subs kembali. Kita kembali ke topik sebelumnya yaitu pengalaman mimin menggunakan fitur switching di Raiz, pada saat market sedang turun mimin melakukan switching ke portofolio yang lebih agresif kemudian dalam beberapa Minggu kemudian saat market sudah kembali naik mimin mengembalikan dengan melakukan switching ke posisi yang menurut mimin aman yaitu di konservatif, dan alhasil mimin mendapatkan return/gain yang cukup tinggi pada saat itu. Hanya dengan satu langkah bisa dengan cepat ”Mengamankan” Portofolio investasi ke Reksa Dana yang lebih konservatif (Reksa Dana Pasar Uang). Bisa menunggu pasar saham kembali ke jalur positif dengan tetap mendapat potensi imbal hasil yang optimal. Demikian yang bisa mimin share semoga bisa bermanfaat buat semua Raizer.
Napak Tilas Sejarah Pasar Modal dan Reksa Dana Syariah di Indonesia
[ss_social_follow columns="3"] Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia praktis memiliki potensi pangsa pasar modal syariah terbesar di dunia. Namun di sisi lain, rasio nilai kapitalisasi pasar terhadap PDB (Pertumbuhan Domestik Bruto) Indonesia masih berada di bawah 50%. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan pasar modal, termasuk pasar modal syariah, di Indonesia masih sangat besar.
Dilihat dari sejarah perkembangannya, saat ini investasi syariah yang sudah ada di Indonesia semakin beragam dan banyak peminatnya. Mengapa? Karena investasi syariah mengedepankan transparansi, keterbukaan dan keadilan. Maka tidak heran, banyak alternatif-alternatif Lembaga Keuangan Syariah yang menghindari sistem bunga oleh MUI tahun 2003. Sejak saat itulah, lahir bank syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, reksadana syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya. Bahkan, saat ini investasi syariah di Indonesia sudah bisa ditempatkan dalam bentuk obligasi (sukuk) dan saham.
Saat ini pasar modal syariah sudah semakin berkembang dan berbagai produk investasi syariah sudah banyak tersedia sebagai pilihan, termasuk Reksa Dana syariah. Dalam artikel yuk kita lakukan napak tilas sejarah pasar modal syariah dan Reksa Dana syariah, agar Raizers bisa memperoleh wawasan tentang asal usul serta perkembangan pasar modal dan Reksa Dana syariah di Indonesia.
Sejarah Pasar Modal Syariah Indonesia
Tonggak sejarah kelahiran pasar modal syariah Indonesia dimulai pada tahun 1997 dengan diluncurkannya Reksa Dana syariah pertama. Kemudian pada tahun 2000 Jakarta Islamic Index (JII) diluncurkan sebagai indeks saham syariah pertama, di mana JII terdiri dari 30 saham syariah paling likuid di Indonesia. Tak lama berselang, PT Indosat Tbk. menerbitkan obligasi syariah untuk pertama kalinya di Indonesia pada awal September 2002 dengan menggunakan akad mudarabah.
Sejarah investasi syariah juga dapat ditelusuri dari perkembangan institusional yang terlibat dalam pengaturan Pasar Modal Syariah tersebut. Menyikapi perkembangan pasar modal syariah yang makin bergairah, Bapepam dan DSN-MUI menandatangani Nota Kesepahaman pada tanggal 14 Maret 2003 mengenai pengembangan pasar modal berbasis syariah di Indonesia.
Dari sisi kelembagaan, perkembangan Pasar Modal Syariah ditandai dengan pembentukan Tim Pengembangan Pasar Modal Syariah pada tahun 2003 oleh Bapepam-LK selaku regulator pasar modal saat itu (sekarang Bapepam-LK telah berganti nama menjadi Otoritas Jasa Keuangan atau disingkat OJK). Lalu, pada tahun 2004 pengembangan Pasar Modal Syariah masuk dalam struktur organisasi Bapepam dan LK, dan dilaksanakan oleh unit setingkat eselon IV yang secara khusus mempunyai tugas dan fungsi mengembangkan pasar modal syariah. Sejalan dengan perkembangan industri yang ada, pada tahun 2006 unit eselon IV yang ada sebelumnya ditingkatkan menjadi unit setingkat eselon III.
Pada tanggal 23 Nopember 2006, Bapepam-LK menerbitkan paket Peraturan Bapepam dan LK terkait Pasar Modal Syariah. Paket peraturan tersebut yaitu Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.A13 tentang Penerbitan Efek Syariah dan Nomor IX.A.14 tentang Akad-akad yang digunakan dalam Penerbitan Efek Syariah di Pasar Modal. Selanjutnya, pada tanggal 31 Agustus 2007 Bapepam-LK menerbitkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah dan diikuti dengan peluncuran Daftar Efek Syariah pertama kali oleh Bapepam dan LK pada tanggal 12 September 2007.
Selanjutnya pada tahun 2007 dikeluarkanlah Daftar Efek Syariah (DES) sebagai panduan bagi pelaku pasar dalam memilih saham yang memenuhi prinsip syariah. Pada tahun 2008, pemerintah menerbitkan Undang-undang No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. Perkembangan pasar modal syariah terus berlanjut dengan diluncurkannya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada tahun 2011 sebagai indeks komposit saham syariah, yang terdiri dari seluruh saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perkembangan Pasar Modal Syariah mencatat tonggak sejarah baru dengan disahkannya UU Nomor 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada tanggal 7 Mei 2008. Undang-undang ini diperlukan sebagai landasan hukum untuk penerbitan surat berharga syariah negara atau sukuk negara. Pada tanggal 26 Agustus 2008 untuk pertama kalinya Pemerintah Indonesia menerbitkan SBSN seri IFR0001 dan IFR0002.
Pada tanggal 30 Juni 2009, Bapepam-LK telah melakukan penyempurnaan terhadap Peraturan Bapepam-LK Nomor IX.A.13 tentang Penerbitan Efek Syariah dan II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.
Masih di tahun 2011, Syariah Online Trading System (SOTS) diluncurkan guna memfasilitasi perdagangan efek syariah. Yang membanggakan, SOTS merupakan sistem pertama di dunia yang dikembangkan untuk memudahkan investor syariah melakukan transaksi saham sesuai prinsip Islam.
Pada tahun 2013, Bank Syariah Mandiri menjadi bank yang mengelola Rekening Dana Nasabah (RDN) Syariah pertama. Selain itu, pada tahun yang sama, ETF Syariah pertama diluncurkan di Indonesia, dan Bank Panin Syariah menjadi emiten syariah pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014.
Sejarah Reksa Dana Syariah
Seperti telah disebutkan di atas, sejarah kelahiran pasar modal syariah Indonesia diawali dengan diterbitkannya Reksa Dana syariah pertama pada pada tanggal 3 Juli 1997 PT Danareksa Investment Management. Tiga tahun berselang, Bursa Efek Indonesia bekerjasama dengan PT Danareksa Investment Management meluncurkan Jakarta Islamic Index pada tanggal 3 Juli 2000. Peluncuran JII bertujuan memberikan panduan kepada para investor yang ingin menginvestasikan dananya di saham-saham yang sesuai dengan prinsip syariah.
Untuk mendorong penguatan iklim investasi bagi investor muslim, maka pada tanggal 18 April 2001 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengeluarkan fatwa yang berkaitan langsung dengan pasar modal, yaitu Fatwa Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah.
Perkembangan Reksa Dana Syariah di Indonesia
Berdasarkan statistik Reksa Dana Syariah yang dihimpun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), selama 10 tahun terakhir (2010-2020, di mana saat artikel ini ditulis data terkini adalah per April 2020), Nilai Aktiva Bersih atau dana kelolaan Reksa Dana syariah telah tumbuh sebesar sekitar 30% per tahunnya (dihitung dengan rumus Compound Annual Growth Rate atau pertumbuhan majemuk tahunan). Dari segi jumlah produk, selama periode 10 tahun terakhir, jumlah Reksa Dana syariah bertambah dari 48 di akhir tahun 2010 menjadi 276 di akhir April 2020, alias telah tumbuh hamper 6 kali lipat. Pertumbuhan yang fantastis bukan?
Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Menilik sejarah perkembangan pasar modal dan Reksa Dana syariah, dapat disimpulkan bahwa ke depannya akan makin banyak produk yang dapat dipilih investor. Sebagai platform investasi yang ditujukan untuk para investor pemula, Raiz Invest Indonesia tidak mau ketinggalan menawarkan Reksa Dana syariah sebagai aset dasar portofolio. Dalam waktu dekat Raiz akan meluncurkan 2 Reksa Dana syariah – 1 berbasis pasar uang dan 1 lagi berbasis pendapatan tetap/obligasi yang dikelola oleh salah satu Manajer Investasi Reksa Dana syariah terkemuka di Indonesia dengan harapan agar Raiz dapat memberikan lebih banyak pilihan dan kesempatan bagi para investornya, khususnya mereka yang ingin investasinya sesuai dengan kaidah syariah. Jadi ikuti terus perkembangan seputar peluncuran produk syariah Raiz melalui laman media sosial Raiz dan nantikan promo menarik jelang dan seputar peluncurannya. Mari Bersama kita sambut era investasi syariah di platform Raiz.
Cara daftar AKSes KSEI dan melihat semua Portofolio Efek yang dimiliki
[ss_social_follow columns="3"] Apa AKSes KSEI? Mengutip dari https://www.ksei.co.id/education/akses-facility Fasilitas AKSes KSEI adalah sarana akses informasi melalui jaringan internet yang diperuntukkan bagi investor untuk memonitor posisi dan mutasi Efek miliknya yang tersimpan pada Sub Rekening Efek di KSEI. Setiap Investor berhak untuk memperoleh akses atas fasilitas ini melalui Pemegang Rekening KSEI, dimana investor terdaftar sebagai nasabah. KSEI tidak mengenakan biaya apapun, baik kepada Pemegang Rekening KSEI atau investor. Terus apa saja manfaatnya buat kamu? 1. Kamu dapat mengakses secara real time data kepemilikan Efek serta mutasinya dalam Sub Rekening Efek yang disimpan di system. 2. KSEI (C-BEST) hingga 30 hari terakhir. 3. Mempermudah kamu untuk konsolidasi laporan portofolio kamu yang tersebar di beberapa Perusahaan Efek atau Bank Kustodian. 4. Untuk keamanan kamu saat berinvestasi di pasar modal dengan pembukaan Sub Rekening Efek yang dapat kamu monitor secara langsung. 5. Kamu bisa mendapatkan tambahan informasi yang diinginkan investor secara transparan di pasar modal Indonesia.   Setelah kamu sudah paham mengenai AKSes KSEI saatnya kita sekarang praktek, langkah pertama kamu harus melakukan registrasi di https://akses.ksei.co.id/register
  1. Setelah muncul halaman seperti diatas kamu bisa memilih INDIVIDU LOKAL.
  2. Kemudian kamu akan ditampilkan halaman seperti berikut
  1. pada langkah ini Raizer diwajibkan untuk mengisi Nama Lengkap, NIK, Nomor Hanphone dan Email, kemudian klik selanjutnya
  2. Kemudian kamu akan mendapatkan email verifikasi dari AKSes KSEI seperti gambar berikut kamu bisa klik Link Aktivasi
  1. Setelah kamu klik Link Aktivasi kamu akan mendapatkan halaman untuk membuat Kata Sandi
  1. Setelah kamu membuat Kata Sandi maka kamu akan mendapatkan halaman yang menginformasikan bahwa akun kamu sudah aktif seperti berikut
  1. Klik beranda dan klik MASUK pada bagian pojok kanan atas seperti gambar berikut
  1. Kemudian masukan email dan kata sandi kamu yang telah kamu daftarkan sebelumnya kemudian klik Masuk.
  1. Setelah kamu berhasil Masuk sekarang kamu sudah bisa melihat semua portofolio efek kamu di menu bagian samping kiri di menu portofolio 
Mengapa Rp 1 Sudah Tidak Ada Lagi
[ss_social_follow columns="3"] Baru-baru ini ada salah satu Raizer yang mengajukan pertanyaan yang menggelitik di laman sosial media Raiz: mengapa di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Malaysia masih ada uang USD 1 dan 1 Ringgit sementara di Indonesia sudah tidak ada lagi Rp 1? Raizer ini juga menyatakan bahwa bahkan Dollar Amerika Serikat nilai intrinsiknya naik terus setiap tahunnya.
Karena jawaban atas pertanyaan tersebut cukup panjang, dan kami menilai bahwa pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sangat bagus, maka artikel ini mencoba memberikan penjelasan dengan harapan baik si penanya maupun Raizers secara keseluruhan bisa tercerahkan.
Tahukah Anda baru dalam di balik selembar atau sekeping uang terdapat 3 nilai? Ketiga nilai tersebut adalah (1) nilai nominal, (2) nilai intrinsik, dan (3) nilai riil.
Nilai intrinsik dan nilai nominal
Mari kita mulai dengan membahas nilai intrinsik dan nilai nominal uang. Nilai intrinsik adalah nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas atau perak yang digunakan untuk mata uang. Sedangkan nilai nominal adalah nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Contohnya, nilai nominal uang logam Rp 100 adalah Rp 100, tapi nilai intrinsiknya bisa jadi lebih besar dari Rp 100 karena aluminium yang digunakan nilainya lebih dari Rp 100. Buat Raizers yang sudah cukup tua, mungkin Anda ingat bahwa pada jaman dulu uang logam Rp 100 dan Rp 500 terbuat dari perunggu, sebelum kemudian diganti dengan aluminium yang lebih murah. Dengan demikian nilai intrinsik uang logam Rp 100 dan Rp 500 berubah karena sekarang kedua uang logam tersebut terbuat dari aluminium yang lebih murah harganya dibandingkan perunggu.
Nilai intrinsik uang hanya berubah jika terjadi perubahan bahan baku untuk membuat uang tersebut. Misalnya dulu uang logam dibuat dari emas, kemudian diganti ke perunggu. Atau uang kertas diganti bahannya dari kertas menjadi plastik. Jadi selama uang kertas dollar Amerika Serikat masih terbuat dari jenis kertas yang sama, maka nilai intrinsiknya relatif tidak akan berubah dari waktu ke waktu, sementara nilai nominalnya pun tetap USD 1. Yang berubah adalah apakah dengan uang USD 1 Anda tetap bisa membeli barang atau jasa yang sama setiap waktunya, dan jawabannya tergantung dari tingkat inflasi di Amerika Serikat. Inilah yang disebut nilai riil.
Nilai riil
Yang dimaksud nilai riil adalah kemampuan daya tukar atau daya beli uang pada barang atau jasa. Sekilas memang mirip dengan nilai nominal, tapi sebenarnya berbeda. Untuk memahami perbedaannya, mari kita simak contoh berikut ini.
Lima tahun yang lalu, Rp 5.000 bisa untuk membeli semangkuk bakso. Namun sekarang tidak bisa. Ini artinya nilai riil Rp 5.000 tersebut telah menurun. Sedangkan nominalnya masih tetap sama.
Berdasarkan daya belinya, nilai riil uang dibedakan lagi menjadi 2:
  1. Nilai internal
Nilai internal menyatakan kemampuan uang untuk membeli barang dan atau jasa dalam suatu negara. Misal uang sebesar Rp 10.000 di Indonesia bisa untuk membeli 1 kilogram beras. Ini artinya Rp 10.000 memiliki nilai internal sebesar 1 kilogram beras. Yang mempengaruhi nilai internal adalah inflasi.
  1. Nilai eksternal
JIka nilai internal adalah nilai daya tukar uang dengan barang dan jasa dalam suatu negara, maka nilai eksternal adalah kemampuan uang dalam negeri untuk ditukar dengan uang asing. Secara umum nilai ini lebih dikenal sebagai kurs mata uang. Contohnya: Uang Rp 14.000 bisa ditukar uang Amerika senilai USD 1. Ini artinya nilai eksternal Rp 14.000 sebesar USD 1. Yang mempengaruhi nilai eksternal adalah faktor-faktor makroekonomi. Berikut adalah 6 faktor yang bisa mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang antara dua negara:
  1. Perbedaan tingkat inflasi antara kedua negara
  1. Perbedaan tingkat suku bunga antara kedua negara
  1. Neraca perdagangan
  1. Utang publik (public debt)
  1. Rasio harga ekspor dan harga impor
  1. Kestabilan politik dan ekonomi
Mengapa Rp 1 sudah tidak ada lagi?
Uang Rp 1 sudah tidak ada lagi karena inflasi di Indonesia tinggi. Seperti telah dibahas di artikel sebelumnya, inflasi berarti kemerosotan nilai uang. Merosotnya nilai uang menyebabkan Anda harus membayar dengan harga yang lebih tinggi untuk barang yang sama. Meskipun selama kurang lebih 20 tahun terakhir data Bank Indonesia menunjukkan tingkat inflasi tahunan Indonesia selalu berada di bawah 10% (bahkan selama kurang lebih 5 tahun belakangan ini tercatat rata-rata di bawah 5%), di masa lampau Indonesia pernah mengalami inflasi yang tinggi. Bahkan di periode 1963-1965 terjadi hiperinflasi alias inflasi yang sangat tinggi (saat itu inflasi tercatat mencapai 1.000% per tahun). Sedemikian tergerusnya nilai uang saat itu sehingga praktis harga-harga barang pun melonjak. Sebagai contoh, kalau sebelumnya Anda bisa membeli sebatang rokok dengan Rp 1, maka dalam periode hiperinflasi harga sebatang rokok tersebut bisa melonjak menjadi Rp 5 atau bahkan Rp 100! Alhasil, uang Rp 1 pun berangsur hilang dari peredaran karena tidak cukup berharga lagi untuk membeli barang atau jasa.
Contoh lainnya adalah pengalaman pribadi CEO Raiz. Saat ia masuk taman kanak-kanak (TK) pada tahun 1980, ia bisa membeli sebungkus bihun goreng dengan harga Rp 25, dan ia masih ingat betul ia membayarnya dengan sekeping uang logam bernominal Rp 25. Masuk sekolah dasar (SD), ia masih menjadi penggemar setia bihun goreng tersebut dan ia mengalami sendiri bahwa harga bihun goreng naik setiap kali ia naik kelas, sedemikian rupa hingga pada saat ia lulus SD pada tahun 1986, harganya sudah mencapai Rp 150 per bungkus! Jadi dalam waktu 6 tahun sebungkus bihun goreng favoritnya sudah naik 6x lipat dari Rp 25 menjadi Rp 150 dan ia juga mengamati bahwa uang logam Rp 25 berangsur hilang dari peredaran saat ia lulus SD. Kiranya nasib yang sama dialami oleh uang Rp 1 pada periode 1960-an. Pengalaman sederhana namun menarik yang dapat memberikan gambaran tentang efek inflasi dalam kehidupan sehari-hari.
Nah, ada fakta sejarah yang menarik untuk Raizer simak mengenai bagaimana kondisi hiperinflasi bisa membuat nominal mata uang suatu negara berubah menjadi (sangat) besar, alias bertambah banyak angka nol di belakangnya. Di Indonesia misalnya, nominal terkecil saat ini adalah Rp 100 dan yang terbesar adalah Rp 100.000. Sedangkan harga barang di Indonesia saat ini sudah mencapai ratusan ribu dan bahkan milyaran rupiah. Bagaimana dengan negara-negara lain? Apakah ada negara yang mengalami hal serupa atau mungkin lebih parah?
Contoh ekstrim negara yang mengalami hiperinflasi adalah Zimbabwe , di mana hiperinflasi ini berlangsung cukup lama, dari tahun 2007 hingga 2015. Pada puncaknya, inflasi di Zimbabwe mencapai 79.600.000.000% (79,6 milyar persen) dalam 1 bulan, atau setara dengan 89,700,000,000,000,000,000,000 persen (89,7 sextillion persen) dalam setahun.
Ini artinya nilai mata uang Zimbabwe yaitu Zimbabwe Dollar merosot milyaran persen dalam waktu sebulan! Dengan demikian, pemerintah Zimbabwe harus mencetak uang baru yang bernominal ratusan ribu hingga trilyunan, namun konon uang trilyunan pun hanya cukup untuk membeli 1 roti. Wow, sulit dibayangkan ya? Uang kertas Zimbabwe DollarSumber: Wikipedia 
Pentingnya Investasi bagi Kaum Milenial agar Tetap Cuan di Tengah Pandemi Virus Corona Meski di Rumah Aja
[ss_social_follow columns="3" scheme="network"]Hai Raizer, Perkenalkan aku Asa, salah satu dari golongan kaum milenial…. Sadar nggak sih , di usia 20-an kebanyakan milenial belum sampai pada pemikiran untuk merencanakan keuangan mereka. Nggak percaya? Coba tengok teman-teman kalian di usia 20an deh ! Atau bahkan kita harus sambil introspeksi diri nih, jangan-jangan kita termasuk golongan yang bahkan saat ini belum bisa merencanakan keuangan dengan baik? Berapa banyak milenial zaman sekarang yang sadar pentingnya investasi untuk masa depan ? Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kelompok usia 16-30 tahun yang masuk kategori generasi milenial saat ini berjumlah sekitar 64,3 juta jiwa. Namun, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dari kelompok tersebut yang memiliki investasi di pasar modal Indonesia hanya 1,6 juta jiwa. Waduh……. Perkembangan teknologi, khususnya media sosial yang ada sekarang memang secara tidak langsung memengaruhi pola pikir milenial. Milenial berlomba-lomba dalam hal update hal-hal baru, entah gadget terbaru, ngopi-ngopi cantik di café yang seru, traveling ke luar negeri, punya barang-barang branded, staycation di hotel mewah, dll. Karena itu, sudah seharusnya pola pikir (mindset) milenial yang ada ini harus mulai berubah. Prinsipnya, di masa muda milenial mesti sebanyak mungkin menabur benih untuk dituai di kemudian hari. Pastinya bukan perkara mudah untuk merayu milenial untuk mulai berinvestasi. Maklum, generasi yang dianggap unik ini tak pernah mau berurusan dengan sesuatu yang dianggap ribet. Jujur saja, sebelum mengenal Raiz, aku juga termasuk milenial yang setiap hari menghabiskan uang sebesar Rp 50.000,-an hanya untuk ngopi dan nongkrong di cafe. Artinya, dalam 30 hari saja kalau dihitung-hitung, aku sudah mengeluarkan kocek sebesar Rp 1,5 juta hanya untuk nongkrong di cafe. Cukup sedih jika membayangkan betapa borosnya aku dulu. Pantas saja dulu aku tidak pernah punya tabungan. Dari kebiasaanku yang boros itu, aku bersyukur bisa mengenal aplikasi Raiz. Dengan Raiz, perlahan tapi pasti aku mulai bersemangat dalam berinvestasi yang mana mulai mengubah kebiasaan borosku menjadi gemar berinvestasi. Ya, persis seperti pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit. Apalagi di tengah situasi pandemi ini, dimana risiko PHK meningkat. Banyak pegawai mulai diliburkan, yang mana penghasilanpun ikut terpangkas. Punya dana cadangan dari hasil investasi tentunya menjadi suatu hal yang sangat membantu meringankan beban di tengah pandemi ini. Meski banyak dari kita yang mulai di rumah aja sejak Pandemi ini, jangan takut untuk tetap berinvestasi. Justru ini adalah kesempatan bagi kaum milenial untuk meningkatkan manajemen keuangan. Dari Raiz juga, aku mulai tahu tentang reksadana. Salah satu, investasi yang menurutku paling cocok dan stabil bagi milenial. Alasan pertama, reksa dana merupakan sarana investasi yang paling terjangkau dan terdiversifikasi, juga memiliki tingkat imbal hasil dan risiko yang beragam yang dapat disesuaikan dengan profil milenial yang menjadi investor. Dengan kemudahan berinvestasi reksadana di Raiz, investasipun tidak melulu tentang nominal yang besar, uang recehpun mulai bisa diinvestasikan. Meski dirumah aja di tengah pandemi ini, kita tetep bisa berinvestasi bahkan sambil rebahan di rumah aja, metode pembayarannyapun banyak dan praktis. Aku juga cukup tenang berinvestasi di Raiz karena Raiz terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah memperoleh izin usaha sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari OJK. Aku juga suka dengan tampilan Raiz yang simpel dan sangat mudah digunakan cocok banget untuk generasi milenial yang nggak suka ribet. Untuk mempersiapkan masa depan, pandemi ini juga jangan sampai menjadi alasan untuk menunda dan takut untuk berinvestasi. Jika masih ragu pilih produk investasi yang aman (low risk) yang ada di Raiz. Jika memang tujuan untuk jangka panjang, jangan panik dan jangan kapok untuk investasi dengan profil high risk namun high return juga ! So, tetap konsisten dan bijak ! Dan jangan lupa, meski rajin berinvestasi harus jaga kesehatan diri masing-masing dan tingkatkan empati untuk membantu sesama di tengah pandemi ini. Masih banyak orang yang tidak terlalu beruntung untuk memiliki pilihan di masa isolasi seperti ini. Karenanya, memiliki empati dan saling membantu semampunya akan mengurangi beban sesama di tengah pandemi ini. Yuk milenial, jangan lupa merancang masa depan yang sejahtera dengan tepat berinvestasi selagi muda. Stay home, stay safe & rich ^_^   Artikel ini di tulis oleh asamutiasari@gmail.com pemenang promo menulis artikel tentang investasi.
5 ALASAN MEMILIH REKSADANA PASAR UANG DIBANDINGKAN DEPOSITO, KHUSUS UNTUK INVESTOR KONSERVATIF
[ss_social_follow columns="3" scheme="network" button_followers="1" labels="1"]Pada umumnya ada 3 karakteristik investor yang kalian harus tau yaitu investor konservatif, moderat, dan agresif. Khusus untukinvestor konservatif biasanya berinvestasi pada deposito dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, dimana Investor konservatif mengutamakan keamanan dalam berinvestasi meskipun imbal hasi yang didapat kecil (low risk low return). Investor konservatif juga sangat takut jika adanya penurunan siginifikan yang terjadi dalam portofolio investasinya. Seiring berjalananya waktu investor sudah mulai melirik reksadana pasar uang sebagai salah satu sarana untuk portofolio investasinya karena mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan deposito khususnya untuk investor yang konservatif. Ada banyak keuntungan lebih baik yang akan diperoleh investor konservatif jika memilih reksadana pasar uang dibandingkan deposito. Disini kita akan menjelaskan 5 alasan memilih reksadana pasar uang dibandingkan deposito khusus untuk investor konservatif. Berikut ini penjelasannya: 1. Imbal hasil yang didapat Alasan utama investor memilih portofolio investasi adalah imbal hasil, dimana imbal hasil dari penempatan deposito selama setahun rata-rata bisa mencapai 6% sementara untuk reksadana pasar uang rata-rata bisa mencapai 7,3% dikarenakan boleh melakukan penempatan investasi pada obligasi dengan tenor maksimal 1 tahun sehingga imbal hasil reksadana pasar uang lebih besar daripada deposito. 2. Fleksibilitas Jangka waktu Khusus untuk jangka waktu reksadana pasar uang lebih fleksibel. Dalam keadaan darurat investor dapat mencairkan kapan saja sesuai kebutuhan.Investasi pada deposito tidak fleksibel harus menunggu jatuh tempo, dimana pilihan jangka waktu telah ditetapkan bersama antara investor dengan bank. Jangka waktu deposito bisa 1 tahun, 6 bulan, 3 bulan dan yang paling cepat 1 bulan. 3. Pajak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan bahwa bunga deposito merupakan objek pajak sebesar 20% yang tercantum pada PPh pasal 4 ayat 2. Pajak tersebut akan mengurangi imbal hasil yang didapat investor konservatif, sedangkan imbal hasil reksadana pasar uang bukan objek pajak. 4. Jumlah modal minimum investasi Banyak yang beranggapan berinvestasi pada reksadana membutuhkan modal yang besar. Ternyata anggapan itu tidak tepat menggingat dengan Rp100ribu kamu bisa berinvestasi pada reksadana bahkan sekarang Raiz Invest Indonesia yang telah mempunyai ijin dari OJK sebagai Agen penjual reksadana hanya dengan Rp10ribu kamu sudah bisa berinvestasi reksadana. Pada deposito investor harus merogoh kocek lebih dalam dibandingkan berinvestasi pada reksadana pasar uang dengan jumlah minimum investasi pada umumnya sebesar Rp 1juta rupiah. 5. Adanya penalti Adanya besaran penalti Deposito sudah ditetapkan oleh pihak bank apabila ada pencairan sebelum jatuh tempo. Besaran penalti sekitar 0,5-3%hal ini dapat merugikan bagi investor konservatif yang membutuhkan dana jika ada keadaan yang mendesak. Berbeda dengan deposito yang menerapkan penalti, khusus untuk reksadana pasar uang tidak ada penalti sehingga dana dapat dicairkan kapan saja. So, bagi kalian yang termasuk kedalam karakteristik Investor konservatif setelah penjelasan diatas, pertimbangkanlah sebagian portofolio investasi kalian ke reksadana pasar uang. Artikel ini di tulis oleh pandu_tyo@rocketmail.com pemenang promo menulis artikel tentang investasi.
May 2020
Mengenal Reksa Dana Syariah
Raizers mungkin sudah pernah atau sering mendengar istilah investasi syariah. Tidak dapat dipungkiri bahwa fenomena hijrah yang terjadi di kalangan masyarakat Muslim di tanah air akhir-akhir ini mencerminkan semakin banyaknya umat Islam yang sadar akan pentingnya penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya sehari-hari, termasuk dalam hal berinvestasi.
Meskipun banyak pilihan instrumen investasi tersedia saat ini, tidak semuanya sesuai dengan kaidah Islam. Didorong oleh kebutuhan umat Islam akan produk investasi yang sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai Islam, maka terciptalah produk investasi berbasis syariah, dan salah satunya adalah Reksa Dana Syariah.
Secara singkat, Reksa Dana syariah dapat diartikan sebagai Reksa Dana yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dalam praktiknya. Reksa Dana Syariah telah diperbolehkan oleh Dewan Syariah Nasional MUI dalam fatwa No. 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Prinsip Syariah dalam Pasar Modal.
Lalu, apa yang membedakan Reksa Dana Syariah dengan Reksa Dana konvensional? Mari kita simak ulasan berikut:
Perbedaan Reksa Dana syariah dan Reksa Dana konvensional
  1. Produk investasi terdaftar dalam DES
Berbeda dengan Manajer Investasi pengelola Reksa Dana konvensional yang bebas memilih instrumen investasi yang ingin dikelola, Manajer Investasi pengelola Reksa Dana syariah hanya boleh memilih instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah, yaitu yang telah terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES). Daftar Efek Syariah sendiri dikeluarkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dua kali dalam satu tahun. Jika perusahaan ingin saham atau instrument investasi yang diterbitkannya tercantum dalam DES, maka perusahaan tersebut harus memenuhi 3 persyaratan utama berikut ini:
  1. Kegiatan usaha perusahaan tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Adapun contoh jenis usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah adalah rokok, perjudian, minuman keras, dan perhotelan.
  1. Total utang perusahaan tidak melebihi 45% dari total aset yang dimiliki perusahaan.
  1. Pendapatan tidak halal atau pendapatan yang berasal dari bunga (mengandung unsur riba) tidak melebihi 10% dari total pendapatan usaha perusahaan.
  1. Pengelolaan Reksa Dana syariah diawasi oleh DPS
Semua instrumen investasi termasuk Reksa Dana syariah diawasi oleh OJK dengan tujuan agar pengelolaan instrumen investasi tidak melanggar ketentuan dan hukum yang berlaku di Indonesia. Untuk Reksa Dana syariah, ada pengawasan tambahan untuk memastikan bahwa pengelolaannya sudah sesuai dengan prinsip syariah, yaitu pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS bertugas mengawasi, memberikan nasihat, memberikan pertimbangan pemanfaatan dana sosial, serta edukasi, promosi dan pengembangan produk. Selain itu, DPS juga wajib melaporkan hasil pengawasan syariah minimal 6 bulan sekali kepada dewan direksi dan komisaris Manajer Investasi, DSN-MUI dan regulator. DPS juga akan memberikan rekomendasi atas penyaluran dana hasil cleansing kepada Manajer Investasi.
  1. Terdapat proses cleansing
Jika dalam pengelolaan Reksa Dana syariah masih terkandung unsur non halal, maka Manajer Investasi harus melakukan proses cleansing atau pemurnian portfolio, yaitu dengan menyisihkan sebagaian dari pendapatan yang masih mengandung unsur non halal sebagai dana sosial untuk kemaslahatan umat sesuai persetujuan DPS. Sebagai contoh, dalam mengelola Reksa Dana, baik syariah maupun konvensional, dana yang dikelola oleh Manajer Investasi akan disimpan di Bank Kustodian. Seperti Raizers telah pahami, Bank Kustodian merupakan bank umum yang telah mendapatkan izin dari OJK untuk melakukan fungsi kustodian atau penyimpanan. Sayangnya hingga saat ini belum ada bank syariah yang berfungsi sebagai Bank Kustodian. Oleh sebab itu, selama dana belum ditransaksikan dan masih mengendap di bank, pastinya dana tersebut akan menghasilkan bunga bank. Mengacu pada prinsip syariah, bunga bank dianggap sebagai riba, sehingga bisa menyebabkan pendapatan menjadi tidak halal. Oleh karena itu, dilakukanlah proses cleansing atau pemurnian dengan cara menyalurkan keuntungan yang dinilai tak halal tersebut untuk keperluan amal.
  1. Jenis akad yang digunakan
Ada 2 jenis akad yang digunakan dalam investasi Reksa Dana syariah, yaitu (1) akad Wakalah dan (2) akad Mudharabah. Akad Wakalah adalah penyerahan kekuasaan dari satu pihak kepada pihak lain dalam hal yang dapat diwakilkan. Dalam konteks Reksa Dana syriah, akad Wakalah digunakan sebagai perjanjian antara pemodal dan Manajer Investasi.
Sementara, akad Mudharabah adalah penyerahan harta kepada pihak lain untuk dikelola dengan ketentuan bahwa keuntungan yang diperoleh akan dibagi untuk kedua belah pihak dengan syarat-syarat yang telah disepakati bersama, sedangkan kerugian ditanggung oleh shahib maal alias pemilik dana.
Setelah mengenal perbedaan antara Reksa Dana syariah dan Reksa Dana konvensional, tentunya Raizers juga ingin mengenal apa saja keunggulan Reksa Dana syariah sehingga layak untuk dipertimbangkan sebagai pilihan investasi. Mari kita simak ulasannya sebagai berikut:
  1. Aman dan halal
Seperti halnya Reksa Dana konvensional, Reksa Dana syariah adalah produk investasi resmi yang diatur dan diawasi oleh OJK. Dalam hal ini, OJK juga mengawasi Manajer Investasi yang mengelola, agen penjual yang menyalurkan produk, hingga bank kustodian yang menyimpan kekayaan dan menjalankan administrasi pengelolaan Reksa Dana.
Dan karena Reksa Dana syariah dikelola berdasarkan prosedur yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan ada pengawasan langsung dari Dewan Pengawas Syariah, maka Reksa Dana syariah dianggap produk yang halal untuk investasi.
  1. Reksa Dana syariah memiliki risiko yang relatif rendah
Dalam ulasan tentang karakteristik Reksa Dana syariah di atas, Raizers mungkin masih ingat bahwa salah satu syarat bagi suatu instrumen investasi untuk bisa dimasukkan dalam Daftar Efek Syariah adalah bahwa perusahaan penerbit instrumen tersebut tidak boleh memiliki utang melebihi 45% dari dari total asetnya. Dengan utang yang lebih kecil dibandingkan asetnya, maka perusahaan dinilai cukup sehat dan mampu memberikan imbal hasil yang menguntungkan.
Selain itu, adanya pembatasan bidang usaha perusahaan penerbit instrumen syariah juga membuat Reksa Dana syariah hanya dapat berinvestasi pada bidang usaha yang sehat dan dapat diandalkan, seperti infrastruktur, komoditas, manufaktur dan properti.
Meski demikian, bukan berarti investasi Reksa Dana syariah bebas dari risiko ya. Seperti halnya Reksa Dana konvensional, tetap ada factor risiko lainnya, misalnya Manajer Investasi yang wanprestasi, perubahan sosial politik negara, perubahan peringkat utang instrumen investasi, dan sebagainya. Pastikan Raizers membaca prospektus Reksa Dana sebelum menentukan pilihan.
  1. Berinvestasi sekaligus beramal
Adanya fitur cleansing pada Reksa Dana syariah membantu Anda sebagai investor untuk dapat beramal. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, pendapatan yang tak sesuai dengan prinsip syariah akan “dibersihkan” dengan cara menyalurkannya dalam bentuk amal. Dengan beramal, berarti Raizers ikut membantu meningkatkan kemashlatan umat.
  Reksa Dana syariah di Raiz
Dalam waktu dekat, Raiz akan meluncurkan Reksa Dana syariah yang dapat Anda pilih menjadi aset dasar portfolio Raiz Anda. Proses pembelian Reksa Dana syariah tidak berbeda dengan produk Reksa Dana konvensional, Anda bisa melakukannya langsung di aplikasi Raiz yang ada di ponsel Anda. Untuk selengkapnya, ikuti terus informasi dari Raiz dan pastikan bahwa Anda termasuk salah satu dari investor yang berinvestasi di Reksa Dana syariah melalui aplikasi Raiz. Selamat mencoba!
#Reksa Dana Syariah
Wisata Museum Virtual untuk Mengusir Kebosanan Selama #DiRumahAja
[ss_social_follow columns="3" scheme="network" total_followers="1" button_followers="1" labels="1"]
Pemberlakuan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mengharuskan seluruh masyarakat untuk #DiRumahAja. Alhasil, semua rencana termasuk liburan keluarga yang telah dibuat pun terpaksa dibatalkan atau ditunda sampai dengan batas waktu yang belum bisa dipastikan. Namun, Anda dan keluarga tidak perlu khawatir, karena dengan pemanfaatan teknologi, Anda bisa berlibur secara virtual, lho.
Saat ini banyak objek wisata baik lokal maupun mancanegara yang menawarkan virtual tour melalui situs websitenya. Museum adalah salah satu objek wisata yang selama ini mungkin kurang dilirik di Indonesia karena mayoritas dari kita lebih suka ke mall. Selama periode PSBB ini, tidak ada salahnya kita mengunjungi berbagai objek wisata di Indonesia secara virtual. Dengan teknologi virtual tour, kita bisa melihat isi museum tanpa harus pergi ke lokasi. Selain menghibur, wisata museum juga memiliki nilai tambah lain yaitu menambah pengetahuan dan wawasan, sehingga cocok bagi Anda maupun anak-anak. Anda bisa mengajak putra-putri Anda ikut bersama-sama menjelajahi museum secara virtual untuk mengisi waktu mereka selama mereka harus belajar di rumah. Berikut ini ada 6 museum di Indonesia yang memiliki platform untuk virtual tour yang bisa Anda coba:
Museum yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat ini dikenal juga dengan nama Museum Gajah, karena ada patung gajah berbahan perunggu yang merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn dari Thailand pada tahun 1871 yang kemudian dipasang di halaman depan museum. Museum Nasional turut menyajikan virtual tour agar tetap terhubung dengan publik. Sejak 28 Mei 1979, museum ini resmi diberi nama Museum Nasional Republik Indonesia.
Sebagai museum pertama di Asia Tenggara yang menyimpan lebih dari 140 ribu benda bersejarah, museum ini mengkategorikan koleksinya menjadi 7 jenis, yaitu (1) prasejarah, (2) arkeologi, (3) keramik, (4) numismatik-heraldik, (5) etnografi, (6) sejarah, dan (7) geografi. Salah satu koleksi museum ini adalah patung Bhairawa, yang merupakan patung tertinggi di Museum Nasional. Patung ini menggambarkan raksasa mengerikan sebagai perwujudan hasrat negatif.
Bhairawa merupakan Dewa Siwa dalam salah satu perwujudannya. Di sana juga ada Patung Buddha Dipangkara yang merupakan koleksi arca tertua. Sementara itu, arca Hindu tertua, yaitu Wisnu Cibuaya terletak di Ruang Arca Batu. Untuk menjelajahi Museum Nasional secara virtual, Anda dapat mengaksesnya melalui situs ini .
Museum Tekstil yang dibuka pada tanggal 28 Juni 1978 ini terletak di Jalan KS Tubun No. 2-4, Palmerah, Jakarta Barat. Museum ini memiliki lebih dari 2.300 koleksi batik yang berasal dari berbagai penjuru di Indonesia. Selain itu, di museum ini Anda juga bisa melihat koleksi alat tenun dari berbagai daerah dalam Ruang Pengenalan Wastra. Untuk mengikuti virtual tour museum ini, Anda dapat mengunjungi laman ini .
Sesuai dengan namanya, museum ini didirikan untuk melestarikan karya salah satu maestro seni lukis Indonesia Basuki Abdullah. Museum ini memiliki beberapa lukisan dan topeng yang menarik. Untuk lukisan, beberapa di antaranya adalah lukisan wajah Soekarno dan Bung Hatta. Sementara untuk topeng, beberapa di antaranya adalah topeng wanita bermotif angsa dan topeng wanita bermotif kupu-kupu. Untuk melihat koleksi digital Museum Basuki Abdullah, kamu bisa langsung berkunjung ke website museum.
Jika Anda ingin tahu sejarah perkembangan perbankan di Indonesia, Anda bisa menilik koleksi Museum Bank Mandiri. Museum ini menyimpan sekitar 750 ribu koleksi yang sebagian besarnya adalah uang - mulai dari uang kertas hingga logam dengan berbagai pecahan bisa Anda temukan di museum yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat ini. Salah satu uang pecahan tertua yang tersimpan di museum ini adalah Uang ORI (Oeang Republik Indonesia) Emisi I pecahan setengah rupiah tertanggal 17 Oktober 1945, berbahan kertas yang ditandatangani oleh Mr. A. A. Maramis, serta diterbitkan pada 30 Oktober 1946 dan ditarik pada 1 Mei 1950.
Selain uang, museum ini juga menampilkan beragam aktivitas dan peralatan perbankan tempo dulu - mulai dari peti uang, mesin cetak uang, sampai brankas. Museum ini merupakan salah satu museum di Jakarta yang koleksi dan dioramanya paling menarik karena ditata sedemikian rupa sehingga kita seolah-olah benar-benar kembali ke masa lalu. Untuk menjelajahi museum ini secara virtual, Anda bisa mengakses laman ini .
Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan kawasan perairannya yang sangat luas. Museum yang berlokasi di Jalan Pasoso No. 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengupas sejarah panjang dunia perlayaran di Indonesia dengan menghadirkan informasi mengenai awal mula pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia. Kita dapat menjelajahi virtual tour Museum Maritim melalui situs ini .
Museum ini terdapat di dalam Kebun Raya Bogor dan dikenal juga dengan nama Museum Balai Kirti. Jika Anda ingin mengenal lebih jauh mengenai para presiden Indonesia, Anda dapat mengikuti virtual tour yang dapat diakses melalui situs ini .
Museum Sri Baduga berlokasi di Bandung, dan merupakan sebuah museum yang menyimpan beragam artefak mengenai kebudayaan Sunda. Museum ini menyajikan sejarah Tatar Pasundan mulai dari masa pra-sejarah, hingga berbagai jenis keseniannya. Jika Anda ingin melihat isinya, virtual tour dapat diakses melalui situs ini .
Seperti Museum Sri Baduga, Museum Konferensi Asia Afrika juga berlokasi di Bandung. Museum ini memberikan informasi mengenai sejarah Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan pada tahun 1955. Pada saat itu, Konferensi Asia Afrika merupakan wujud persatuan negara-negara di Asia dan Afrika dalam memperjuangkan kemerdekaan dan perdamaian dunia.
Museum ini berlokasi di Gedung Merdeka, bangunan yang dahulu digunakan untuk konferensi. Untuk menjelajahi museum ini dengan virtual tour, Anda dapat mengakses situs ini .
Museum yang menampilkan koleksi sejarah purbakala dan manusia purba ini berlokasi di Kebayanan II, Krikilan, Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah. Dengan mengunjungi museum ini, Anda dan putra-putri Anda dapat memperoleh pengetahuan mengenai sejarah peradaban manusia di bumi Nusantara, khususnya di pulau Jawa. Kendati lebih dikenal sebagai situs yang memiliki fosil manusia purba, museum ini juga memiliki lukisan wajah Raden Saleh. Untuk menikmati virtual tour, Anda bisa mengakses situs ini .
Museum Mpu Purwa terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Komplek Perumahan Griya Shanta Blok B-210, Malang. Museum ini memiliki koleksi berbagai arca, prasasti serta artefak percandian peninggalan kerajaan Jawa kuno, terutama dari masa kerajaan Tumapel dan Singosari. Selama masa PSBB, Anda bisa menjelajahi area museum melalui situs ini .
Didirikan oleh Agung Rai, museum ini bertujuan untuk melestarikan budaya Bali dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro pada tanggal 9 Juni 1996. Museum ini terletak di Jalan Raya Pengosekan Ubud, Ubud, Bali dan memiliki koleksi lukisan-lukisan seputar masyarakat, alam, dan kebudayaan Indonesia. Termasuk dalam koleksi museum ini adalah lukisan klasik Kamasan yang menggunakan media kulit pohon, karya-karya masterpiece dari para pelukis di Batuan pada tahun 1930-1940an serta lukisan-lukisan yang hanya dapat ditemui di Bali hasil karya maestro lukisan abad 19 dari Jawa, Raden Saleh Syarif Bustaman dan pelukis Jerman Walter Spies. Anda bisa melihat aneka koleksi museum ini melalui laman ini .
4 STRATEGI JITU BERINVESTASI
[ss_social_follow columns="3" scheme="network"] Sebelumnya perkenalkan nama saya AGUS ROHMAN biasa di panggil AGUS. Saya mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi swasta di jawabarat sekaligus aktif berbisnis. Di samping dua kegiatan diatas saya juga aktif berinvestasi di Reksadana dan pasar modal lainnya yang ada di Bursa Efek Indonesia sejak 4 tahun yang lalu. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman sekaligus tips dan strategi berinvestasi yang sering di gunakan para investor. Yuk langsung saja simak pembahasannya. 1. Lump Sum Strategi investasi Lump Sum adalah menginvestasikan seluruh dana di awal, yang kemudian tidak menginvestasikan dana sama sekali pada waktu berikutnya. Jadi jika kamu memiliki uang Rp 10 juta, maka kamu investasikan seluruh uang Rp 10 juta tersebut. Kemudian kamu tidak menambahkan lagi dana investasi. Jika membeli reksa dana pada saat yang tepat (harga murah atau harga diskon), kamu akan berpotensi mendapatkan keuntungan yang besar. Strategi ini memiliki kelemahan jika kamu salah memilih waktu pembelian (misal saat harga masih sangat tinggi atau pasar dalam kondisi crash). 2. DollarCost Averaging(DCA) Strategi investasi Dollar Cost Averaging (DCA) adalah investasi bertahap setiap periode tertentu (dicicil). Contoh seorang karyawan yang berinvestasi Rp 500.000 setiap bulannya di reksa dana. Strategi investasi DCA lebih cocok jika calon investor tidak memiliki modal besar di awal. Saat ini ada banyak produk reksa dana yang menawarkan fitur auto debet atau investasi secara otomatis yang memudahkan kamu untuk berinvestasi secara rutin. Dari segi keuntungan, strategi ini bisa jadi kalah dibandingkan dengan strategi lump sum. Beberapa ahli mengatakan DCA adalah salah satu strategi dalam mendiversifikasi (waktu dan harga beli) sehingga investor diharapkan dapat memperkecil risiko. Jumlah dana yang disetorkan dengan menggunakan strategi DCA selalu tetap, contoh Rp 500.000 per bulan. Jadi jumlah unit reksa dana yang didapat bisa jadi berbeda-beda, contoh: Bulan April, harga reksa dana saham ABC Rp 1.000, jika Pak Ahmad Investasi sebesar Rp 500.000, maka Pak Ahmad mendapatkan Rp 500.000 / Rp 1.000 = 500 unit. Bulan Mel, harga reksa dana saham ABC Rp 2.000, jika Pak Ahmad Investasi sebesar Rp 500.000, maka Pak Ahmad mendapatkan Rp 500.000 / Rp 2.000 = 250 unit. Bulan Juni, harga reksa dana saham ABC Rp 750, jika Pak Ahmad Investasi sebesar Rp 500.000, maka Pak Ahmad mendapatkan Rp 500.000 / Rp 750 = 666 unit. 3.Value Cost Averaging (VCA) Strategi investasi Value Cost Averaging (VCA) pada dasarnya mirip dengan DCA yaitu berinvestasi setiap periode tertentu. Perbedaan utama adalah jumlah dana yang disetorkan setiap bulannya. Seseorang yang menggunakan strategi VCA, telah menentukan berapa jumlah unit yang harus dibeli setiap bulannya. Contoh Pak Ahmad menentukan setiap bulannya membeli 500 unit, maka: Bulan April, harga reksa dana saham ABC Rp 1.000, maka Pak Ahmad harus berinvestasi sebesar 500 unit x Rp 1.000 = Rp 500.000 Bulan Mei, harga reksa dana saham ABC Rp 2.000, maka Pak Ahmad harus berinvestasi sebesar 500 unit x Rp 2.000 = Rp 1.000.000. 4.Constant Share Constant Share adalah startegi investasi yang sudah memiliki penghitungan dan asumsi imbal hasil investasi diawal. Dengan kata lain, investasi ini cocok untuk investor yang sudah memiliki tujuan investasi dan berpengalaman dalam menghitung hasil investasi di instrumen yang akan digunakan. Contohnya, Pak Ahmad memiliki seorang anak berusia 10 tahun. 8 tahun lagi anak tersebut akan masuk kuliah. Pada saat masuk kuliah, Pak Ahmad harus mempersiapkan uang sebesar Rp 80.000.000. Pak Ahmad mengetahui bahwa rata-rata hasil investasi reksa dana saham adalah 15% per tahun, maka Pak Ahmad setidaknya harus berinvestasi sebesar 8.700.000 per tahun. Kesimpulannya pilihlah strategi berinvestasi yang cocok dengan kondisimu. Nah, kalau strategimu yang mana?   Artikel ini di tulis oleh agusrohman701@gmail.com pemenang promo menulis artikel tentang investasi.
April 2020
Pengalaman berinvestasi Reksa Dana via aplikasi Raiz
[ss_social_follow columns="3" scheme="network" total_followers="1" button_followers="1" labels="1"]Hai, nama saya Adrian dan mulai mengenal aplikasi Raiz sejak awal peluncurannya. Tetapi karena waktu itu cuma melayani top up dengan rekening CIMB Niaga dan saya nggak punya rekening di bank tersebut jadi aku tunda sambil menunggu adanya pilihan pembayaran lainnya. Syukurlah sekarang aplikasi RAIZ bisa melayani top up dengan pembayaran via LinkAja dan Dana selain bank CIMB Niaga. Saya sudah memahami dan berpengalaman berinvestasi Reksa Dana sejak lama tepatnya sejak mempunyai KTP pas sekolah SMU. Pada waktu itu transaksi Reksa Dana; baik itu pembelian, pengalihan maupun pencairan semuanya dilakukan dengan berkas. Untungnya Manajer Investasi waktu itu mempunyai salesperson yang mobile yang bisa menjemput berkas di rumah, di sekolah atau tempat yang diinginkan. Pada waktu itu tidak ada aplikasi yang melayani transaksi Reksa Dana secara online. Long short story, saya mulai mengenal aplikasi layanan online Reksa Dana sejak 2015 baik milik fund manager langsung atau milik APERD. Saya hampir memiliki semua account di aplikasi tersebut karena memang saya bertype petualang. Tapi jika ternyata tidak memuaskan, biasanya saya tidak akan menambah investasi saya di account tersebut. RAIZ ini menurut saya paling unik karena jika di aplikasi Reksa Dana lain si APERD menyediakan banyak pilihan Reksa Dana alias supermarket, di RAIZ cuma ada 3 Reksa Dana yng mengakomodasi profil resiko investor apakah konservatif, moderat ataukah agresif. Nama Reksa Dana sudah ditentukan oleh Raiz dari 1 fund manager saja. Dan investor tidak bisa pada saat yang sama memiliki investasi dengan profil yang beda. Misal pada awal saya buka account saya memutuskan ambil pilihan resiko konservatif nah berjalannya waktu saya ingin masuk ke profil agresif tapi ternyata nggak bisa. Jadi investasi saya di Reksa Dana konservatif harus dialihkan semuanya dulu ke agresif baru saya bisa top up. Ini beda dengan aplikasi lain yang bahkan saya bisa masuk ke semua jenis Reksa Dana baik pasar uang,saham,campuran dan fix income secara bersamaan baik dlm mata uang rupiah atau USD. Keunikan Raiz ini tentu menjadi kelebihan sendiri karena si APERD lah yang memilih manager investasi untuk investor Reksa Dana sehingga investor tidak perlu melakukan analisa track record dll. Selain itu di Raiz ini untuk semua Reksa Dana bisa hanya dengan 10 ribu bisa berinvestasi. Ini nominal investasi terkecil yang saya tahu selama saya mengenal Reksa Dana. Nah, ada satu hal unik pada Raiz yang menjadi pembeda dengan aplikasi APERD yang lain yaitu fitur round up / pembulatan. Pagi ini saya iseng mencoba fitur tersebut dengan membaca sekilas penjelasan Raiz di Instagram resminya. Saya klik semua apa yang saya bisa klik, namanya juga belajar otodidak jadi kemungkinan caraku pake fitur ini bisa saja salah. Dan ternyata mudah sih sebenarnya. Jadi awalnya mengaitkan rekening bank kita yang sering dipakai bertransaksi. Lalu ditanya User ID dan password Internet Banking. Saya sih nggak khawatir memberikan data tersebut karena rekening tersebut cuma berisi dana kebutuhan mingguan dan verifikasi transaksi dana keluar selalu meminta PIN yang didapat dari alat token BCA. Tampilan sebagai berikut : Lalu diberi pilihan apakah ingin pembulatan manual tanpa melihat frekuensi transaksi pengeluaran selama sebulan di rekening bank tersebut ataukah dengan pembulatan otomatis dengan memilih transaksi pengeluaran yang disetujui untuk dikaitkan dengan investasi Rp 1000 per transaksi. Saya mencoba kedua pilihan tersebut yaitu pembulatan otomatis dan manual.   Untuk pembulatan manual sih gampang sama seperti investasi pembelian Reksa Dana pada umumnya. Untuk pembulatan otomatis, saya mencoba menyetujui 10 transaksi pengeluaran sebagai uji coba maka didapatkan nilai investasi 10 x 1000 = 10000 yang bakal muncul pada halaman "investasi yang tertunda" lalu tinggal klik OK kemudian masuk ke skema pembayaran. Gampang sih. Cuma saya belum membandingkan fitur ini di Raiz Indonesia vs Raiz Australia. Apakah sama atau beda. Kalau dari analisa ku sih fitur round up atau pembulatan ini untuk menyeimbangkan frekuensi transaksi pengeluaran kita dalam sebulan dengan frekuensi penyisihan dana investasi. Alias sebagai reminder untuk berinvestasi tiap melakukan belanja. Ide pembulatan ini revolusioner sih kalau di Indonesia. Baru kali ini ada. Kalau di aplikasi lain ada pembulatan tetapi bukan untuk Reksa Dana. Saran untuk Raiz untuk pengembangan berikutnya adalah adanya notifikasi pop up yang muncul jika ada transaksi investasi cicilan rutin periodik sebagai reminder tanpa harus log in ke aplikasi. Lalu untuk fitur round up, sebisa mungkin jika si investor terdeteksi melakukan pengeluaran di rekening banknya, aplikasi langsung meminta persetujuan dilakukan pembulatan untuk pencadangan investasi. Terima kasih Raiz sudah menjadi pioneer fitur round up investasi Reksa Dana di Indonesia. Semoga semakin matang di masa mendatang.   Artikel ini di tulis oleh adrianadi814604@gmail.com pemenang promo menulis artikel tentang investasi.
Negasi Persepsi Investasi: Aku dan Raiz
[ss_social_follow columns="3" scheme="network" total_followers="1" button_followers="1" labels="1"] Apa kata pertama yang muncul waktu mendengar istilah “investasi”? Ribet? Mahal? Hanya bisa dilakukan tuan berkantong tebal? Jangan takut kalau pembaca punya persepsi demikian. Sebab Anda tidak sendirian. Ini adalah persepsi yang beredar sekitar kita. Apalagi pada masyarakat Indonesia. Kebanyakan memandang bahwa investasi sama dengan membeli tanah, emas, atau rumah. Pokoknya, membeli aset tetap yang mahal, prosesnya panjang, dan hanya untuk orang kaya. Untung sekarang paradigma ini sedang diretas. Dipatahkan oleh kehadiran aplikasi-aplikasi disruptif yang membuat investasi semakin murah. Bahkan, uang 10.000 rupiah saja sudah cukup untuk berinvestasi. Inilah yang disebut sebagai investasi receh. Kini, aplikasi investasi receh sudah banyak beredar di negeri kita. Wujud dan keunggulannya pun berbagai rupa. Akan tetapi, belum ada yang secerdas dan serevolusioner Raiz Invest. Mengapa? Kehadiran Raiz Invest berhasil menegasikan ketiga persepsi investasi di masyarakat kita. Paradigma mahal, ribet, dan hanya mampu diakses orang kaya patah sekaligus. Mengikuti istilah para Kempoters; Ambyar. Mahal sudah dipatahkan oleh batas minimum investasi yang rendah. Dengan 10.000 rupiah, semua bisa mulai berinvestasi di Raiz. Apalagi portfolionya bisa dipilih berdasarkan profil risiko investor. Ada konservatif, moderat, dan agresif. Selanjutnya, Raiz juga menyediakan berbagai fitur yang memudahkan proses investasi juga membuatnya semakin worth it. Mau melakukan dollar cost averaging? Fitur Cicilan Investasi tersedia bagi pengguna. Kita dapat menetapkan investasi rutin dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, konsistensi investasi juga terjaga oleh kehadiran fitur Pembulatan. Setiap kita melakukan transaksi, jumlahnya dapat dibulatkan dan dialokasikan pada portfolio investasi kita. Sehingga, pengguna mampu berinvestasi sambil melakukan transaksi sehari-hari. Dengan kedua fitur ini, teknologi finansial kita sudah naik kelas. Dengan aplikasi Raiz, kita dapat melakukan dollar cost averaging secara otomatis. Bahkan, kita bisa melakukan investasi sambil jajan es kopi susu zaman now. Hebat, bukan? Akhirnya, semua kualitas di atas berhasil melakukan sebuah misi mulia. Namanya adalah demokratisasi investasi. Cara dan medium investasi yang sebelumnya hanya mampu diakses orang kaya, kini bisa dilakukan oleh semua kalangan lewat Raiz. Pengalaman penulis membuktikan hal ini. Sebelum memiliki Raiz, penulis harus memiliki uang minimum 50.000 untuk berinvestasi. Terlebih lagi, jadwal dollar cost averaging juga harus diingat sendiri setiap minggu. Tentu, ini memakan waktu dan uang sebagai anak kos. Terkadang, kesibukan membuat penulis lupa untuk berinvestasi lagi. Bahkan pernah ada reksadana yang tidak kebeli dua minggu berturut-turut. Ini tentu mengurangi return yang dapat diperoleh di jangka panjang. Lama-lama, penulis pusing juga. Lantas, Raiz Invest hadir sebagai oase bagi investor ritel jangka panjang seperti penulis. Kombinasi batas minimum yang rendah dan fitur Cicilan Investasi menjadi peluru emas yang jitu. Ampuh dalam membentuk mekanisme dollar cost averaging berbiaya rendah. Beberapa tahun lalu, penulis menggunakan ide aplikasi investasi dollar cost averaging otomatis sebagai ide tugas proyek ekonomi. Kini, Raiz Invest telah mewujudkan ide tersebut sekaligus melakukan negasi persepsi investasi masyarakat kita. Tahniah! Hanya satu pesan penulis untuk Raiz: Lanjutkan! Keterangan: Dollar cost averaging : Strategi investasi rutin setiap periode (harian/mingguan/bulanan) dengan jumlah uang yang sama tanpa melihat Nilai Aktiva Bersih (NAB).   Artikel ini di tulis oleh rionanda013@gmail.com pemenang promo menulis artikel tentang investasi.
Konsistensi Sebagai Kunci Kesuksesan
Kalau kita berkesempatan untuk bertanya rahasia kesuksesan kepada para orang sukses, konsistensi pastilah menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka. Tidak peduli besar atau kecilnya suatu hal, mereka melakukannya dengan konsisten dan tidak cepat menyerah.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konsistensi adalah ketetapan dan kemantapan dalam bertindak. Jika seseorang konsisten, berarti dia mantap dalan melakukan suatu hal secara terus menerus. Misalnya, konsistensi untuk berdoa sebelum tidur, konsistensi untuk tiba di kantor sebelum pukul 9 setiap pagi atau konsistensi untuk berlatih piano selama 1 jam setiap selesai makan malam.
Konsistensi membuat Anda semakin fokus dengan proses yang Anda lakukan tanpa terbebani dengan hasil yang akan Anda dapatkan. Lebih lanjut, jika Anda bisa belajar untuk konsisten dalam melakukan suatu hal, berarti Anda percaya akan perubahan yang sedang Anda usahakan. Meskipun perubahan itu hanya perubahan kecil setiap harinya, tapi kepercayaan diri Anda akan semakin bertambah, sehingga, alhasil Anda pun akan percaya bahwa Anda mampu menciptakan perubahan yang lebih besar.
Bagaimana konsistensi bisa membantu seseorang menjadi sukses? Coba perhatikan contoh berikut ini:
Ada 2 orang, A dan B, yang sama-sama bercita-cita menjadi penulis. A membeli banyak buku referensi tentang menulis, rajin mengikuti kelas menulis, serta bergaul dengan banyak sekali penuis ternama. Kalau dia mau menulis, dia akan nongkrong di kafe sambil mendengarkan musik yang dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi dan kreatifitas. Namun, ia hanya melakukan hal ini ketika sedang mood saja.
Sedangkan B, hanya menggali pengetahuan tentang menulis melalui Internet saja. Namun ia konsisten menulis 2-3 lembar karangan setiap malam sebelum tidur. Kemudian, ia juga rutin mengirimkannya ke berbagai media, tanpa peduli apakah tulisannya akan dipublikasikan, dan jika ya, ia juga tidak terlalu ambil pusing apakah tulisannya diterima pembaca atau tidak.
Menurut Anda, mana yang akan sukses menjadi penulis: A atau B? Jawabannya adalah B, karena B sudah menghasilkan lebih banyak karya dan bahkan berhasil menerbitkannya. Melakukan hal yang konsisten setiap hari, sekecil apapun itu, akan jauh lebih menghasilkan.
Apakah ada alasan lain yang membuat konsistensi menjadi salah satu kunci kesuksesan? Tentu ada, bahkan ada sedikitnya 3 alasan seperti diuraikan berikut ini:
  1. Konsistensi membuat keinginan kamu terus terjaga
Karena Anda rutin melakukan hal kecil tersebut setiap hari, maka keinginan Anda akan terus terjaga. Selain itu, Anda juga tidak akan merasa perlu persiapan besar untuk melakukan sesuatu. Menceburkan diri dalam suatu kegiatan adalah suatu hal yang relatif mudah bagi Anda dan Anda tidak akan kehilangan antusiasme dalam melakukan apapun.
  1. Konsistensi membantu Anda mengasah keahlian
Ketika Anda melakukan sesuatu secara konsisten, maka praktis keahlian Anda terus terasah. Misalnya, Anda konsisten berbicara dalam bahasa Inggris setiap hari dengan atasan Anda yang seorang ekspatriat, tentu kemampuan berbahasa Inggris Anda dari hari ke hari akan semakin meningkat. Dan dengan lancer berbahasa Inggris, rasa percaya diri pun akan meningkat.
  1. Konsistensi membuat Anda lebih produktif
Jika Anda konsisten mengerjakan suatu hal, Anda akan secara sukarela menyingkirkan gangguan-gangguan kecil (seperti mengecek media sosial atau ngobrol ngalor-ngidul) demi menjaga konsistensi Anda. Alhasil, tentu Anda akan menjadi lebih produktif karena Anda akan mampu menghasilkan banyak karya atau menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dibandingkan mereka yang tidak konsisten.
Selanjutnya, apa aja yang bisa Anda lakukan untuk menjaga konsistensi? Berikut adalah langkah-langkahnya:
  1. Cobalah untuk memegang janji terhadap diri sendiri
Ingat, konsisten juga berarti tidak mengkhianati apa yang telah Anda janjikan untuk Anda lakukan. Misalnya, jika Anda berjanji kepada diri sendiri untuk bangun pagi setiap hari Minggu dan berolahraga, maka Anda harus menepati janji tersebut.
  1. Tentukan target yang spesifik dan realistis
Misalnya, jika Anda ingin bisa konsisten menabung untuk jalan-jalan di akhir tahun, buatlah target spesifik berupa angka dari uang yang bisa kamu sisihkan setiap hari dan darimana uang tersebut akan kamu alokasikan.
  1. Selalu bersiap untuk gagal
Mengapa orang sukses bisa terus konsisten dalam mencapai tujuannya? Karena mereka menganggap bahwa kegagalan adalah hal biasa. Mereka bangkit lagi, melakukan evaluasi dan tetap konsisten melakukan hal-hal yang bisa mendekatkan mereka ke tujuan tersebut. Kalau Anda merasa gagal lalu menyerah, maka Anda kamu akan berhenti melakukan sesuatu. Ujung-ujungnya, kesuksesan hanyalah sekedar impian!
Setelah mempelajari ulasan di atas, pernahkah Anda menyadari bahwa Anda juga memerlukan konsistensi agar sukses dalam berinvestasi? Seperti halnya contoh kasus di atas, Anda tidak akan memperoleh hasil jika Anda tidak pernah memulai, atau tidak pernah konsisten berinvestasi. Bukan masalah besar atau kecilnya dana yang Anda investasikan, tapi dengan konsisten berinvestasi, maka seiring berjalannya waktu dana yang terkumpul akan menjadi signifikan. Seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
Lebih lanjut, dengan konsisten berinvestasi maka Anda (1) memelihara agar keinginan Anda untuk memupuk kekayaan terus terjaga; (2) menimba pengetahuan Anda tentang seluk-beluk investasi, serta mengasah keahlian Anda dalam membaca tren pasar dan menentukan instrumen investasi yang pas; dan (3) meningkatkan nilai kekayaan atau asset Anda seiring berjalannya waktu.
Sebagai investor, lakukan langkah-langkah berikut agar Anda bisa konsisten berinvestasi:
  1. Buat janji investasi terhadap diri sendiri dan tepatilah janji tersebut
Anda bisa membuat janji sederhana, misalnya untuk menyisihkan Rp10 ribu setiap minggu untuk diinvestasikan. Aplikasi Raiz dapat membantu Anda menepati janji ini melalui fitur Recurring atau cicilan investasi, di mana Anda tinggal mengatur berapa sering Anda ingin berinvestasi (harian, mingguan, dua mingguan, bulanan) dan berapa nilai yang ingin dapat investasikan setiap kalinya.
  1. Tentukan target investasi yang spesifik dan realistis
Makin spesifik target yang Anda tentukan, makin besar kemungkinan Anda akan mencapainya karena tujuan yang spesifik membantu Anda untuk fokus pada tujuan tersebut. Misalnya, jika pada bulan Maret Anda membuat target liburan akhir tahun di Singapura, maka Anda tahu persis bahwa Anda punya waktu kurang lebih 8 bulan untuk merealisasikannya, dan Anda tahu persis berapa jumlah uang yang diperlukan untuk membiayai liburan tersebut. Lebih lanjut, Anda juga harus realistis dalam menentukan target dan cara mencapai target tersebut. Misalnya, jika Anda baru mulai bekerja dan memiliki penghasilan yang belum besar, jangan membuat target yang terlalu muluk seperti menggelar resepsi pernikahan di hotel mewah. Target yang tidak realistis cenderung sulit atau bahkan mustahil untuk dicapai, dan berpotensi membuat Anda kecewa atau putus asa.
  1. Selalu bersiap untuk gagal
Investasi mengandung risiko, dan hasil investasi tidak selalu positif, melainkan bergerak naik-turun mengikuti pergerakan pasar. Dengan demikian, ada kalanya nilai portofolio Anda naik, dan ada kalanya turun. Dengan memahami profil risiko Anda, Anda bisa mengukur tingkat toleransi Anda terhadap risiko dan menyiapkan mental untuk “gagal” (mengalami penurunan nilai portofolio). Kesiapan mental ini akan membuat Anda tidak mudah menyerah atau putus asa dalam berinvestasi.
Bagaimana Raizers? Yuk, mulai konsisten berinvestasi - niscaya Anda akan sukses meraih mimpi masa depan Anda.
Ajarkan Anak-Anak Menabung dan Berinvestasi Selama #DiRumahAja
Sejak pemerintah Indonesia meminta masyarakat bekerja, belajar dan beribadah di rumah, Anda tentunya bersama terus dengan pasangan dan anak-anak Anda. Dan karena sekolah diliburkan, praktis anak-anak harus belajar di rumah dan sebagai orang tua Anda harus mendampingi mereka belajar dan mengerjakan tugas sekolah.
Selain kegiatan belajar dan bermain bersama, kebersamaan Anda dengan anak-anak bisa Anda manfaatkan untuk mengajarkan literasi keuangan kepada mereka. Nah, selama #DiRumahAja, bagaimana jika Anda mengajarkan anak-anak Anda menabung dan berinvestasi melalui aplikasi Raiz?
Mungkin selama ini anak-anak Anda sudah paham apa itu uang dan jika mereka sudah bersekolah, mungkin mereka juga menerima uang jajan setiap hari atau setiap minggu. Karena sekolah sekarang diliburkan, anak-anak Anda tidak lagi menerima uang jajan dan uang jajan tersebut bisa Anda alokasikan sebagai modal investasi si anak. Karena menabung dan berinvestasi merupakan suatu kebiasaan, ajarkan kepada anak Anda untuk melakukannya sesering mungkin dan secara teratur. Uang jajan yang selama ini diberikan setiap hari atau setiap minggu bisa kemudian diinvestasikan melalui aplikasi Raiz secara rutin sesuai dengan frekuensi Anda memberikan uang jajan kepada anak. Dengan demikian akan terbentuk pola dan frekuensi yang ujungnya akan membentuk kebiasaan.
Berhubung seseorang harus berusia minimal 17 tahun untuk bergabung ke Raiz, sebagai orangtua Anda bisa membuka akun Raiz atas nama Anda, namun akun tersebut digunakan untuk mengelola portofolio investasi si anak. Agar anak Anda terbiasa, lakukan investasi di aplikasi Raiz bersama anak Anda, tunjukkan layer aplikasi dan jika memungkinkan, biarkan anak Anda menjalankan aplikasi di bawah pengawasan Anda. Dengan melibatkan anak dalam penggunaan aplikasi, si anak mendapatkan pengalaman dan wawasan baru mengenai penggunaan teknologi yang bermanfaat untuk masa depannya. Jika anak Anda sudah cukup besar usianya, tidak ada salahnya Anda menjelajahi fitur-fitur yang ada di aplikasi Raiz dan mempelajari kegunaannya masing-masing. Jika ada pertanyaan, langsung kontak Customer Care Raiz melalui telepon, WhatsApp atau email dan libatkan anak Anda jika ia memang sudah cukup besar usianya untuk mengerti. Dengan demikian si anak dapat belajar berkomunikasi juga.
Dalam perjalanannya, pantau perkembangan portofolio investasi di aplikasi Raiz bersama anak Anda. Jika anak Anda menyukai matematika, Anda bahkan bisa bersamanya menghitung imbal hasil atau nilai investasi Anda. Anda juga bisa memperkenalkan Reksa Dana kepada anak Anda, termasuk konsep dan istilah terkait Reksa Dana, seperti Nilai Aktiva Bersih, unit penyertaan, prospectus, dan lain-lain. Perkenalkan pula tujuan investasi kepada anak Anda, dan terangkan bagaimana investasi di Reksa Dana bisa membantunya mewujudkan tujuan investasinya. Tujuan investasi tidak perlu yang muluk-muluk, bisa sesederhana membeli hadiah Natal untuk ayah tercinta, membeli mainan/video games yang selama ini ia impikan, dan sebagainya. Buatlah tujuan investasi yang sederhana namun relevan bagi sang anak, supaya ia bisa memahami konsep investasi dengan mudah.
Investasi pakai DANA ada VOUCHER diskon 20%.
[ss_social_follow columns="3" scheme="network" total_followers="1" button_followers="1" labels="1"] MAU VOUCHER DISKON 20% PADA SAAT INVESTASI DI RAIZ? Caranya mudah 1. Klik Menu "DANA Deals" pada aplikasi DANA kamu. 2. Cari / Ketik Raiz di Merchant List. 3. Lakukan pembelian Voucher Raiz Invest 20%. 4. Buka Aplikasi Raiz klik menu "DANA" pada tahapan metode pembayaran dan klik "Investasi". 5. Masukan nomor ponsel DANA kamu yang kamu pergunakan untuk membeli voucher. 6. Secara otomatis kamu akan mendapatkan potongan 20% pada saat kamu membayar transaksi investasi kamu di Raiz. Maksimum pakai 1 pengguna, 1 voucher per hari. Promo berlaku untuk pembayaran menggunakan metode saldo DANA. untuk info promo lainnya kamu bisa kunjungi https://raizinvest.id/promo/
Tips Agar Tidak Bosan #DiRumahAjaDulu Selama Wabah COVID-19
[ss_social_follow columns="3" scheme="network" total_followers="1" button_followers="1" labels="1"] Wabah COVID-19 tengah berkecamuk di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Karena tingkat penyebarannya yang tinggi dan cepat, pemerintah Indonesia telah menghimbau agar rakyat tinggal di rumah dulu. Kampanye #DiRumahAjaDulu bertujuan mengurangi aktivitas di luar rumah guna memutus rantai penyebaran virus dan menekan jumlah korban.
Namun, sebagian besar dari Anda mungkin merasa bosan dan jenuh berada di rumah saja, apalagi jika Anda termasuk orang aktif, baik di tempat kerja maupun saat berakhir pekan bersama orang-orang terdekat. Lalu, apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mengusir rasa bosan, jenuh dan kesepian ketika berada di rumah selama wabah COVID-19? Simak Beberapa tips berikut.
  1. Mendengarkan lagu favorit
Mendengarkan musik adalah salah satu cara ampuh untuk menenangkan jiwa dan menghilangkan stress. Jenis musik juga mempengaruhi mood Anda, misalnya musik rock atau musik dengan ritme cepat seperti disko dan techno, bisa membuat Anda bersemangat, sedangkan musik klasik bisa merangsang daya kerja otak. Jika Anda sedang bekerja, pilihlah musik yang Anda sukai supaya Anda bersemangat dan tidak ngantuk.
Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan Anda mendengarkan musik lewat Internet dengan aplikasi seperti Spotify. Selain itu, seiring dengan gerakan tinggal di rumah yang terjadi nyaris di seluruh dunia, Anda bahkan bisa nonton konser musik gratis secara online.
The Berlin Philharmonic Orchestera, misalnya mengadakan konser tanpa penonton langsung yang bisa Anda nikmati secara online dan gratis melalui www.digitalconcerthall.com.
  1. Menonton film
Meskipun saat ini Anda tidak bisa ke bioskop, Anda bisa menonton film secara online melalui Internet. Layanan streaming film seperti Netflix menawarkan banyak pilihan yang dapat Anda tonton untuk menghibur atau mengedukasi diri. Pilihlah tayangan yang ringan atau yang bersifkat edukatif, sehingga Anda tidak menjadi stress. Meski demikian, batasi waktu menonton Anda maksimal 4 jam per hari agar kesehatan mata Anda terjaga dan Anda tidak berubah menjadi couch potato alias si pemalas yang hanya duduk dan ngemil sambil menonton.
  1. Main games
Main games bisa dijadikan pilihan untuk mengisi waktu. Jika memungkinkan, pilihlah games yang dapat membantu Anda menjaga kebugaran, misalnya Nintendo Wii. Dengan demikian Anda bisa sekalian berolahraga sambil bermain games. Seperti halnya menonton, batasi waktu bermain games Anda demi menjaga kesehatan mata dan mencegah kecanduan.
  1. Membaca buku
Mungkin selama ini Anda terlalu sibuk sehingga sulit meluangkan waktu untuk membaca buku. Membaca buku membantu kita memperluas wawasan dan menambah pengetahuan, karena buku merupakan kumpulan pemikiran, pengalaman atau hasil riset pengarang. Jenis buku yang dapat Anda pilih bisa beragam, baik fiksi maupun non-fiksi. Untuk non-fiksi, Anda bisa memilih biografi tokoh terkenal, ilmu pengetahuan populer, pengembangan pribadi atau hobi sehingga Anda dapat mengisi waktu Anda dan mendapatkan manfaat bagi pribadi Anda.
  1. Menekuni hobi
Seperti halnya membaca, Anda mungkin selama ini tidak punya cukup waktu untuk menekuni hobi Anda karena kesibukan bekerja dan mengurus rumah. Sekarang dengan tinggal di rumah, Anda bisa kembali menekuni hobi Anda, seperti melukis, merangkai bunga, berkebun, membuat prakarya, memelihara hewan, dan lain-lain. Dengan adanya penjualan online, saat ini Anda juga tidak perlu repot membeli keperluan seputar hobi Anda. Dengan menekuni hobi, pikiran Anda bisa lebih tenang dan hati pun menjadi senang.
  1. Mengikuti kelas online
Seiring dengan makin meluasnya wabah COVID-19, sekolah pun ditutup dan kegiatan belajar mengajar pun dipindahkan menjadi online. Selain kelas untuk siswa/mahasiwa, banyak universitas terkemuka dunia dan platform belajar online menawarkan berbagai kelas yang bisa Anda ikuti secara online dan gratis. Jadi daripada menghabiskan waktu dengan tidur, tidak ada salahnya Anda mengambil kelas yang bisa menambah pengetahuan Anda dan bahkan mungkin bisa membantu Anda dalam pekerjaan.
  1. Wisata virtual
Banyak museum, kebun binatang atau tempat wisata lainnya yang saat ini menawarkan wisata virtual di mana kita bisa mengunjungi suatu tempat melalui Internet.
Bagi Anda yang gemar berkunjung ke museum seperti CEO Raiz Invest Indonesia, berikut adalah beberapa museum terkenal dunia yang menawarkan virtual tour alias tur keliling virtual:
  1. Pinacoteca di Brera - Milano https://pinacotecabrera.org/
  1. Galleria degli Uffizi - Firenze https://www.uffizi.it/mostre-virtuali
  1. Musei Vaticani - Roma http://www.museivaticani.va/content/museivaticani/it/collezioni/catalogo-online.html
  1. Museo Archeologico - Atene https://www.namuseum.gr/en/collections/
  1. Prado - Madrid https://www.museodelprado.es/en/the-collection/art-works
  1. Louvre - Parigi https://www.louvre.fr/en/visites-en-ligne
  1. British Museum - Londra https://www.britishmuseum.org/collection
  1. Metropolitan Museum - New York https://artsandculture.google.com/explore
  1. Hermitage - San Pietroburgo https://bit.ly/3cJHdnj
  1. National Gallery of art - Washington https://www.nga.gov/index.html
  1. Museu de Arte de São Paulo - https://artsandculture.google.com/partner/masp?hl=en
  1. The J. Paul Getty Museum - Los Angeles https://artsandculture.google.com/partner/the-j-paul-getty-museum?hl=en
  1. Van Gogh Museum – Amsterdam https://artsandculture.google.com/partner/van-gogh-museum?hl=en
  1. Rijksmuseum – Amsterdam https://artsandculture.google.com/streetview/rijksmuseum/iwH5aYGoPwSf7g?hl=en
  1. Pergamon Museum – Berlin https://artsandculture.google.com/entity/pergamon/m05tcm?hl=en
  1. National Museum of Modern and Contemporary Art – Seoul https://artsandculture.google.com/partner/national-museum-of-modern-and-contemporary-art-korea?hl=en
  1. Musée d’Orsay – Paris https://artsandculture.google.com/partner/musee-dorsay-paris?hl=en
  1. Guggenheim Museum - New York https://artsandculture.google.com/streetview/solomon-r-guggenheim-museum-interior-streetview/jAHfbv3JGM2KaQ?hl=en
Kapan waktu yang tepat berinvestasi Reksa Dana?
[ss_social_follow columns="3" scheme="network" total_followers="1" button_followers="1" labels="1"]Sekarang ini kita sedang digaung-gaungkan untuk berinvestasi sejak dini, akan tetapi masih banyak orang yang bingung kapan waktu yang tepat untuk memulai investasi. Ada yang berpikir nanti saja kalau saya sudah kerja atau nanti saja kalau sudah kaya dan punya banyak uang. Punya banyak uang atau kaya inilah yang membuat kita bingung, kapan, mungkin 5 atau 10 tahun lagi. Pada dasarnya ada 2 waktu yang tepat, waktu yang pertama adalah 5 atau 10 tahun yang lalu dan waktu yang tepat kedua adalah “sekarang”. Ya, sekarang adalah waktu yang tepat karena mulai sedini mungkin lebih baik sehingga bisa memetik hasil lebih awal. Yang perlu kita ketahui adalah investasi adalah sarana untuk mengumpulkan uang, jadi kita tidak perlu tunggu kaya dulu untuk memulainya. Dewasa ini untuk berinvestasi seperti reksadana sudah semakin mudah dilakukan karena sudah banyak platform yang menyediakan sarana untuk berinvestasi reksadana dan bisa dilakukan oleh siapa saja, baik anak sekolah yang masih mendapatkan bantuan keuangan dari orang tua dan nominal pun relative kecil, mulai dari Rp 10.000,-. Tentunya apabila kita sudah bekerja, kita lebih bisa berinvestasi dengan lebih besar lagi, ya minimal 20% dari pendapatan kita. Yang perlu kita ketahui adalah bukan besar atau kecil nilai investasi, tetapi kedisiplinan kita untuk melakukannya, baik seminggu atau sebulan sekali. Investasi itu diibaratkan seperti sebuah pohon, semakin lama akan tumbuh dan berkembang apabila kita merawatnya dengan baik. Maka dari itu, waktu yang tepat untuk memulai investasi adalah sekarang, saat ini juga karena dalam waktu yang panjang kita bisa menikmati hasil investasi tersebut. Perlu diketahui, Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat pemodal atau investor yang dikelola oleh manajer investasi untuk dimasukan kedalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito. Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak mempunyai banyak waktu dan keahlian untuk menghitung resiko atas investasi mereka. Jadi, ayo mulai invetasi reksadana sekarang. Artikel ini di tulis oleh han_siung81@yahoo.com pemenang promo menulis artikel tentang investasi.
Cerita dari Aji dan pengalamanya menggunakan aplikasi Raiz
[ss_social_follow columns="3" scheme="network" button_followers="1" labels="1"]Hai Raizer... Aku Aji , 27 Tahun Aku tinggal di salah satu sudut kota Yogyakarta. Pagi itu aku tertarik untuk sarapan di sebuah warung yang menyediakan gudeg. Setibanya aku disana, rupanya penjual nya seorang nenek yang usianya sudah sepuh sekali. Namanya mbah Lindu. Mulailah aku di racikkan gudeg nya. Konon, gudeg disini kan melegenda, itulah alasan aku untuk mampir disini. Sembari aku menikmati sendok demi sendok gudeg mbah Lindu, aku juga pengen tau gimana sih mbah Lindu kok bisa sukses jualan dari jaman Jepang lho??? Mulailah aku nanya-nanya kepo ke mbah Lindu, "Mbah jenengan nopo mboten capek jualan sejak lama??" "Ya capek lho nang" "Lha jenengan jualan kan juga untuk bayar sekolah putrane jenengan sampe kuliah??" "Iya nang, helahh disyukuri ae" "Sampean nopo mboten gadah masalah mbah???" Sambil senyum si mbah njawab' "Masalah kui opo lho nang???" Timpal mbah Lindu... "Conto mbah, nek jenengan pas wancine mbayar kuliah mboten wonten arto pripun mbah ??" "Yo aku nyuwun tulung seng kuoso nang, mugio enek seng gelem mborong gudeg kulo nang" ... "Leres mbah, rejeki pun wonten seng ngatur njih mbah".. "Bener nang, pokok e ojo lali tetep nyelengi amal, ngelmu, ugi nyelengi sangu mati" "Njih mbah, nyelengi arto nggihan damel numbaske pan lan papan anak istri" hihihi... Sambil bergurau simbah nyeletuk,"anak istrine sopo le? Wong pasangan ae durung nduwe" ... Dalam hatiku trenyuh, dan itu yang bikin aku terlecut berjuang untuk investasi di usia yang alhamdulillah masih muda ini. Saat ini aku mulai belajar berinvestasi melalui Raiz. Iya Raiz, platform yang bagus untuk investasi. Kita bisa menyisihkan uang kita sedikit sedikit. Ibarat pohon ya kita tabur benih dulu lah kalau mau pohon itu ada, tumbuh dan besar. Sekarang di era modernitas seperti sekarang ini, gaya hidup modern memang sudah diakui sangat berkembang terlebih dengan berdirinya berbagai macam industri dengan mengedepankan teknologi dan jangkauan ruang akses yang mudah. Banyak cara investasi selain menabung di celengan, menyimpannya di house bank, menaruh deposito di bank, memutarkan uang dengan berdagang dll. Jadi tidak ada kata terlambat sebelum kalian mulai berusaha untuk membuat uang anda yang diam (penghasilan/gaji) untuk diputar menjadi sebuah bisnis barangkali, atau bahkan bisa invest di modal pasar saham, obligasi maupun reksa dana. Jika teman - teman kesulitan untuk berinvestasi, silahkan dibuka sesi pertanyaan di CS nya Raiz. Raiz bagi aku praktis sih, jadi bisa cek saldo kapanpun, tarik dana juga gampang. Portofolio dengan berbagai resiko investasi juga di tawarkan disini. Saat kita berada dalam masalah finansial yang kadang tiba-tiba tak terduga. Ya kita tinggal tarik dana aja. Akun Raiz yang kini gampang dan bisa dimiliki siapapun. Milenial nih yang memang harus punya Aplikasi Raiz Invest ini. Chayoooooo !!!!! Artikel ini di tulis oleh ajiwahyu103@gmail.com pemenang promo menulis artikel tentang investasi.
5 Hal Yang Wajib Diketahui Sebelum Investasi Reksa Dana
[ss_social_follow size="regular" columns="3" scheme="network" button_followers="1" labels="1"] Tujuan utama berinvestasi adalah mempersiapkan berbagai tujuan keuangan yang akan dicapai dimasa depan. Banyak berbagai instrumen investasi yang dapat kamu jadi pilihan antara lain seperti deposito, emas, properti, saham, peer to peer lending, obligasi, valuta asing, reksa dana dan lain-lainnya. Dan yang akan kita bahas adalah investasi reksa dana. Apa itu reksa dana? Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 27 yang menyatakan bahwa “Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.” Terus apa sih yang harus kita ketahui terlebih dahulu sebelum kita memulai investasi reksa dana ? Berikut jawabannya: 1. Cara Kerja Reksa Dana Beberapa kelebihan dari reksa dana adalah adanya diverifikasi investasi, dimana investasi akan dipecah ke beberapa instrumen keuangan. Sehingga investasi ini bukan hanya ditanamkan pada satu jenis instrument keuangan, namun di beberapa instrumen keuangan. Dengan cara kerja reksa dana tersebut, contoh di reksa dana saham; ketika nilai suatu saham di perusahaan A turun, maka tidak serta merta membuat nilai reksa dana yang berinvestasi di perusahaan A tersebut turun. Melainkan investasi Anda akan tetap aman karena masih memiliki investasi yang di tempatkan di instrumen atau jenis produk lainnya oleh manajer investasi. Selain memberikan return yang cukup besar, reksa dana juga merupakan instrumen investasi yang mudah diakses. Karena investasi ini memiliki wilayah yang sangat luas, maka anda juga harus bisa menggali informasi dengan baik lagi. Mulai dari apa saja yang dibutuhkan, bagaimana alur atau perjalanannya sehingga bisa tumbuh dan berkembang, dan bagaimana kemungkinan atau bagaimana kelebihan dan keuntungan dari reksa dana ini. 2. Jenis Reksa Dana Reksa Dana sendiri terbagi menjadi 4 jenis. keempat jenis reksa dana ini meliputi :
  • Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)
Reksa Dana Pasar Uang adalah reksa dana yang 100% berinvestasi di instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Deposito Berjangka, dan Obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun. Bentuk instrumen investasinya dapat berupa certificate of deposit (sertifikat deposito), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya. Tujuannya untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal. Risikonya relatif paling rendah dibandingkan reksadana jenis lainnya.
  • Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang.
  • Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)
Reksadana campuran adalah jenis reksadana yang mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi. Instrumen investasinya dapat merupakan kombinasi saham dan obligasi; dan masing-masing instrument tidak boleh melebihi 79% dari NAB Reksa Dana tersebut. Tujuannya untuk pertumbuhan harga dan pendapatan. Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap.
  • Reksadana Saham (Equity Fund)
Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Tujuannya untuk pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang. Risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, namun memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi. 3. Istilah yang digunakan dalam investasi reksa dana Ada banyak ditemui istilah-istilah dalam laporan transaksi dari investasi keuangan, antara lain :
  • NAB adalah jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksa dana, dan biasa disebut asset under management.
  • UP yaitu jumlah unit penyertaan dalam suatu produk reksa dana. Produk Reksadana dijual dalam satuan unit, sama seperti emas satuan yang diguanakan jika seseorang membeli emas adalah gram.
  • NAB/UP adalah nilai aktiva per unit penyertaan. NAB (Nilai Aktiva Bersih) per unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut.
  • Subscription fee adalah biaya untuk membeli reksa dana. Besaran biaya biasanya antara 0% hingga 5%.
  • Redemption fee yaitu biaya untuk menjual reksadana dan biayanya juga antara 0% hingga 5% dari nilai investasi.
  • Prospektus adalah dokumen yang berisi informasi detail mengenai sebuah produk reksa dana, mulai pembentukan reksa dana hingga keterangan mengenai penyebarluasan prospektus dan formulir pembelian unit penyertaan reksa dana serta pembubaran atau likuidasi reksa dana. Ini biasanya sebagai acuan untuk menentukan pilihan reksa dana jenis apa yang akan dipilih.
  • Manajer Investasi merupakan suatu perusahaan professional atau pihak ketiga yang telah memiliki ijin/lisensi untuk mengelola dana investasi di reksa dana.
  • Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang menjadi administrator, pengawas, dan menjaga aset dari dana yang diinvestasikan.
  • Portofolio Efek adalah kumpulan dari berbagai instrument keuangan, termasuk saham, obligasi, deposito.
  • Transaksi Disbursement merupakan transaksi pembayaran atau pencairan dari sebagian unit yang dimiliki investor. Inisiatif pencairan ini bukan berasal dari investor melainkan merupakan inisiatif dari manager investasi, dan pencairan ini berlaku umum untuk semua investor yang memiliki investasi di reksadana yang dilakukan disbursement.Untuk disbursement ini umumnya manager investasi telah menetapkan schedule dari disbursement.
  • Transaksi Switching adalah pengalihan reksa dana yang investor miliki ke reksa dana lainnya.
  • KIK atau Kontrak Investasi Kolektif ini merupakan bentuk kerja sama tertulis atau kontrak kerja sama antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian.
4. Risiko Investasi Reksa Dana Sebagaimana produk investasi lainnya, reksa dana juga mengandung risiko. Tidak ada jaminan atas hal tersebut. Berbeda halnya dengan produk tabungan atau deposito yang dijamin risikonya oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Sementara risiko yang terdapat pada reksa dana tidak dijamin LPS. Beberapa risiko yang terkandung dalam reksa dana, di antaranya:
  • Tidak adanya jaminan keuntungan.
  • Risiko pasar yang terjadi di dalam pasar modal.
  • Risiko default yang mungkin saja terjadi akibat kinerja perusahaan atau hal lainnya.
  • Risiko likuiditas ketika seluruh investor ingin menarik dana investasinya secara bersamaan.
  • Risiko terhadap terjadinya inflasi.
  • Risiko ketidak-patuhan, terkait dengan berbagai aturan dan juga ketentuan di dalam reksa dana.
  • Risiko terhadap kinerja manajer investasi yang menangani reksa dana tersebut.
Jadi sebelum berinvsetasi, tentu anda perlu mempertimbangkan risiko – risiko yang ada, itu lah kenapa sebelum memulai berinvestasi anda perlu menentukan profil risiko yang cocok dengan anda seperti portofolio konservatif, moderat dan agresif 5. Modal Untuk Berinvestasi Reksa Dana Tentu jika ingin berinvestasi tidak luput dari modal yang perlu dikeluarkan, lalu apakah investasi reksa dana membutuhan modal yang besar? Reksa dana berbeda dengan investasi lainnya, seperti deposito atau obligasi, yang pada umumnya akan membutuhkan sejumlah dana yang cukup besar. Untuk memulai investasi ini, investor dapat melakukannya dengan dana yang terjangkau yaitu sebesar Rp10.000 saja di aplikasi Raiz Invest. Itulah 5 hal yang wajib kamu ketahui terlebih dahulu sebelum memulai untuk investasi reksadana. Apakah anda sudah siap memulai berinvestasi di reksa dana? Anda bisa mulai dengan berinvestasi di Raiz yang telah memiliki ijin, terdaftar dan diawasi oleh OJK. Dengan memahami instrumen investasi yang ada, maka investasi menjadi sangat menyenangkan. Memahami membuat kita sadar dan paham betul apa yang harus kita lakukan ketika sudah menentukan pilihan. Walaupun masih termasuk kategori investor pemula, Anda tetap bisa percaya diri untuk memulai berinvestasi. Jadi, tidak ada alasan takut dan ragu untuk menginvestasikan dana kita pada Reksa Dana. Jangan biarkan uang Anda idle padahal bisa dikembangkan dengan baik dan meraup keuntungan lebih. Jadi, pahami dengan baik, mantapkan langkah, dan jadilah investor cerdas! Dengan Raiz, investasi jadi sederhana dan terjangkau.   Artikel ini di tulis oleh 
christopheryang2608@gmail.com pemenang promo menulis artikel tentang investasi.
Makanan Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh
[ss_social_follow size="regular" columns="3" scheme="network" total_followers="1" button_followers="1" labels="1"]Di tengah wabah COVID-19 kita perlu senantiasa menjaga kesehatan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Makanan apa saja yang bermanfaat bagi system kekebalan tubuh? Berikut ada 15 makanan yang bisa Anda coba:
  1. Blueberry
Blueberry mengandung flavonoids bernama anthocyanin, yaitu zat anti oksidan yang meningkatkan system kekebalan tubuh. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2016 menyatakan bahwa flavonoids memainkan peran penting dalam meningkatkan kekebalan saluran pernapasan. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengkonsumi makanan yang banyak mengandung flavonoids lebih sukar terkena flu atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
  1. Dark chocolate
Dark chocolate atau coklat hitam mengandung anti oksidan bernama theobromine, yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh dengan melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang diproduksi tubuh saat mencerna makanan atau saat terekspos pada polutan. Radikal bebas dapat merusak sel-sel tubuh dan menimbulkan penyakit. Meski bermanfaat, dark chocolate memiliki kalori dan kandungan lemak jenuh (saturated fat) yang tinggi, sehingga Anda sebaiknya tidak mengkonsumsinya secara berlebihan.
  1. Kunyit
Selain digunakan sebagai bumbu masak, kunyit juga banyak digunakan dalam pengobatan alternatif. Kunyit dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh karena kandungan curcumin, yang menurut studi tahun 2017 merupakan anti oksidan dan memiliki efek anti inflamasi.
  1. Ikan berlemak
Ikan berlemak seperti salmon, tuna dan gindara banyak mengandung asam lemak omega 3 (omega-3 fatty acids). Menurut sebuah studi di tahun 2014, konsumsi asam lemak omega 3 secara berkesinambungan dapat mengurangi risiko rematik (rheumatoid arthritis). Rematik adalah salah satu penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri.
  1. Brokoli
Brokoli mengandung banyak vitamin C dan zat anti oksidan sulforaphane.
  1. Ubi jalar
Ubi jalar kaya akan beta carotene, zat anti oksidan yang memberi warna oranye pada ubi jalar. Beta carotene adalah sumber vitamin A dan membantu menyehatkan kulit serta melindungi kulit dari kerusakan akibat pancaran sinar ultraviolet matahari
  1. Bayam
Bayam mengandung banyak nutrisi dan zat anti oksidan, termasuk di antaranya flavonoids, carotenoids, vitamin C dan vitamin E. Vitamin C dan E membantu sistem kekebalan tubuh, sementara flavonoids membantu mencegah flu.
  1. Jahe
Jahe banyak digunakan dalam makanan dan minuman dan banyak dikonsumsi pada saat udara dingin karena memberikan rasa hangat bagi tubuh. Selain itu, jahe memiliki efek anti inflamasi dan anti oksidan.
  1. Bawang putih
Bawang putih mengandung allicin yang dapat mengurangi risiko terkena flu.
  1. Teh hijau
Teh hijau mengandung sedikit kafein, sehingga bisa menjadi pilihan bagi mereka yang tidak tahan kafein. Seperti halnya blueberry, teh hijau mengandung flavonoids yang bisa mengurangi risiko terkena flu.
  1. Kefir
Kefir adalah minuman hasil fermentasi yang mengandung bakteri hidup yang baik untuk kesehatan. Studi tahun 2017 yang dilakukan terhadap hewan di laboratorium menunjukkan bahwa mengkonsumsi kefir secara teratur dapat membantu:
  • melawan bakteri
  • mengurangi inflamasi
  • meningkatkan aktivitas anti oksidan
  1. Biji bunga matahari
Biji bunga matahari dapat Anda tambahkan pada salad atau sereal. Kaya akan kandungan vitamin E, biji bunga matahari membantu memerangi radikal bebas.
  1. Almond
Kacang almond kaya akan kandungan vitamin E, mangan, magnesium dan serat. Kacang ini bisa Anda konsumsi sebagai cemilan.
  1. Jeruk dan buah kiwi
Jeruk dan buah kiwi kaya akan vitamin C, yang bisa membantu mengurangi durasi berjangkitnya flu.
  1. Paprika merah
Bagi mereka yang ingin menghindari kandungan gula dalam buah-buahan, paprika merah merupakan sumber vitamin C yang bagus untuk dikonsumsi. Untuk mempertahankan kandungan nutrisinya, lebih baik Anda menumis atau memanggangnya ketimbang merebus atau mengukusnya.
Disadur dari Medical News Today (https://www.medicalnewstoday.com/articles/322412#which-foods-boost-the-immune-system)
8 Ciri Anda Cerdas Mengelola Uang
[ss_social_follow size="regular" columns="3" scheme="network" total_followers="1" button_followers="1" labels="1"]Siapa yang nggak seneng saat gajian? Anda pasti senang dan sangat menantikan saat gajian tiba. Tapi pernahkah Anda merasa bahwa setelah bekerja sekian lama koq kekayaan Anda tidak kunjung bertambah. Setiap dapat gajian selalu habis, sangat kecil atau bahkan tidak ada yang tersisa. Jika Anda mengalami masalah itu, Anda perlu belajar mengelola keuangan. Literasi keuangan adalah salah satu keahlian yang mutlak diperlukan setiap orang untuk meraih kesuksesan dalam hidup.
Alasan terpenting yang membuat mengapa kita harus pintar mengelola uang adalah karena kita tentu menyadari bahwa setiap orang pasti menua, sakit-sakitan dan tidak lagi bisa bekerja. Kalau kita tidak bisa mengelola keuangan kita sejak muda, nanti di hari tua kita tidak punya cukup bekal untuk bertahan hidup sehingga kita bisa menyusahkan keluarga dan orang-orang terdekat kita. Hal penting untuk kita sadari adalah usia kita itu semakin bertambah dan tenaga serta kemampuan kita bekerja dari tahun ke tahun pasti akan berkurang sementara kebutuhan hidup akan terus bertambah, mulai dari biaya kebutuhan sehari-hari, keperluan untuk biaya kesehatan, atau kebutuhan untuk biaya sekolah anak kita. Kalau tidak dipikirkan dari sekarang, tidak mustahil nanya kita akan kewalahan.
Menjadi orang yang cerdas mengelola uang tidak dapat dinilai dari berapa banyak penghasilan Anda. Tidak punya uang itu problem, tapi punya banyak uang juga bisa menjadi problem kalau Anda tidak dapat mengelolanya dengan baik. Apapun kondisi keuangan Anda saat ini, berapapun penghasilan Anda, Anda perlu memiliki kecerdasan mengelola uang. Orang yang cerdas dalam memanfaatkan uang adalah orang yang paham bagaimana cara memanfaatkan penghasilan yang dimilikinya.
Lalu apa saja ciri orang yang cerdas mengelola uang? Simak 8 cirinya sebagai berikut:
  1. Anda memiliki arus kas/penghasilan yang stabil
Dengan penghasilan yang stabil Anda dapat mengatur berapa banyak yang bisa Anda belanjakan dan berapa banyak yang Anda sisihkan untuk tabungan dan investasi. Sebaliknya, jika penghasilan Anda tidak menentu, maka tentu sulit atau bahkan mustahil bagi Anda untuk membuat perencanaan karena untuk bertahan hidup saja mungkin sulit.
  1. Anda tahu berapa banyak uang yang bisa Anda belanjakan
Seberapa pun besarnya penghasilan Anda, Anda harus tahu berapa besar uang yang bisa belanjakan. Yang harus dihindari adalah besar pasak daripada tiang, yaitu lebih besar pengeluaran dibandingkan pendapatan. Mengapa demikian? Karena kondisi demikian akan membuat Anda terjerat utang, dan jika ini yang terjadi maka Anda akan terpuruk secara keuangan karena harus melunasi pokok pinjaman plus bunganya. Makin besar utang Anda dan makin lama Anda tidak bisa melunasinya, maka makin besar jeratan utang akan mendera Anda karena bunga pinjaman akan terus bergulung seiring berjalannya waktu.
  1. Anda bisa melunasi semua tagihan/kewajiban pembayaran setiap bulan
Bisakah Anda melunasi semua tagihan rutin setiap bulan, seperti listrik, air, telepon/ponsel, kartu kredit dan cicilan? Pastikan Anda memiliki catatan dan senantiasa memantau pos-pos pengeluaran Anda sehingga Anda tahu persis berapa besar pengeluaran rutin Anda setiap bulannya.
  1. Anda bisa membeli barang-barang yang Anda perlukan
Selain pengeluaran rutin, pasti ada kebutuhan atau barang dan jasa yang perlu Anda beli, seperti bahan makanan, pakaian, dan pendidikan anak. Selain itu ada juga barang/jasa yang yang ingin Anda beli untuk kesenangan atau hobi, misalnya alat melukis, kursus merangkai bunga, dan lain-lain. Biasanya makin besar penghasilan Anda, makin besar kecenderungan Anda untuk membelanjakan uang lebih besar untuk keperluan ini. Seringkali kecenderungan ini didorong oleh pergaulan, di mana Anda merasa perlu menggunakan barang/jasa dengan standar tertentu agar Anda diterima di lingkup sosial tertentu. Nah, Anda perlu berhati-hati dengan kecenderungan ini, karena Anda tidak bisa mengendalikannya, maka Anda bisa menjadi boros.
  1. Anda memiliki dana darurat
Selalu ada probabilitas Anda atau keluarga Anda mengalami musibah yang membutuhkan dana dalam jumlah cukup besar secara mendadak. Seperti kata pepatah “Siapkan payung sebelum hujan”, Anda perlu menyiapkan dana untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak akibat kondisi darurat. Besarnya dana darurat ini sebaiknya setara dengan total penghasilan Anda selama 3-6 bulan.
  1. Anda melakukan perencanaan sebelum membeli sesuatu yang mahal
Orang yang cerdas mengelola uang tidak akan membeli sesuatu secara impulsif, terutama untuk barang-barang yang harganya mahal, seperti misalnya mobil, perabot rumah tangga atau rumah. Mereka akan melakukan perencanaan yang matang, mulai dari melakukan riset atas barang yang akan dibeli, mencari informasi mengenai skema pembayaran (misalnya apakah harus tunai atau bisa dicicil?), serta berapa lama mereka harus mengumpulkan dana untuk membeli. Dengan perencanaan yang matang, kecil kemungkinan mereka akan salah membeli atau membuang uang untuk sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan.
  1. Anda bisa menabung
Banyak orang yang salah kaprah: mereka berpikir setiap kali gajian mereka membelanjakannya untuk membayar tagihan dan membiayai kebutuhan mereka, lalu sisanya mereka tabung. Jika ini yang dilakukan, maka yang terjadi adalah Anda tidak akan pernah bisa menabung karena keinginan (wants) pasti selalu lebih besar dari kebutuhan (needs). Yang harusnya dilakukan adalah tentukan berapa dana yang ingin Anda tabung setiap bulan, dan setiap gajian sisihkan sebesar itu. Jangan pernah tergoda untuk membelanjakan dana tersebut. Dana yang tersisa setelah Anda menyisihkan gaji Anda untuk tabungan adalah dana yang bisa Anda belanjakan, dan tanamkan disiplin untuk menyisihkan setiap bulan, bahkan kalau bisa jumlah yang disisihkan di bulan berikutnya lebih besar dibandingkan di bulan sebelumnya.
  1. Anda berinvestasi untuk memupuk kekayaan Anda
Menabung adalah menyisihkan sejumlah uang untuk disimpan demi memenuhi suatu kebutuhan atau keperluan mendadak. Namun menabung saja tidak cukup karena bunga yang kita dapatkan dengan menabung di bank tidak berbanding lurus dengan inflasi yang terjadi setiap tahunnya, sehingga jika dibandingkan dengan kenaikan harga barang dan jasa, uang yang kita tabung di bank sebenarnya justru tergerus nilainya.
Agar kekayaan kita tidak tergerus oleh inflasi, kita perlu melakukan investasi. Investasi adalah upaya, baik dalam bentuk materi, tenaga, atau waktu, yang dilakukan pada saat ini, untuk mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Dengan investasi, diharapkan dana/kekayaan kita akan bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu melampaui nilai awalnya.
Dalam kehidupan, berbaga peristiwa penting akan datang menghampiri, seperti mulai kuliah, menikah, memiliki keluarga, hingga pensiun. Belum lagi kebutuhan-kebutuhan tambahan lainnya seperti berlibur, membeli mobil atau rumah baru. Selain itu, jika Anda bekerja Anda tahu bahwa kenaikan gaji dan bonus akhir tahun tidak pasti jumlahnya, bunga bank nilainya tergerus inflasi, dan bunga pinjaman bank selalu tinggi. Tanpa perencanaan keuangan yang baik, sulit untuk memenuhi setiap kebutuhan itu jika hanya mengandalkan tabungan dan gaji bulanan.
Dengan berinvestasi, kita dapat mulai mempersiapkan kebutuhan di masa depan dengan memanfaatkan dana yang kita miliki saat ini. Apapun tujuan jangka pendek anda, seperti ingin membeli gadget terbaru atau berlibur bersama keluarga, maupun jangka menengah dan panjang seperti membuka restoran, menyiapkan uang muka untuk rumah idaman, atau menyiapkan dana pensiun, anda dapat mulai memenuhinya dari sekarang. Aplikasi Raiz memungkinkan Anda untuk mulai berinvestasi sedini mungkin di Reksa Dana dengan mudah dan terjangkau – Anda bisa berinvestasi mulai dari Rp10 ribu.
Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Menghadapi Wabah COVID-19
[ss_social_follow size="regular" columns="3" scheme="network" total_followers="1" button_followers="1" labels="1"]Wabah virus korona atau COVID-19 telah melanda berbagai negara dan memakan banyak korban. Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization atau WHO, bahkan sudah menetapkan COVID-19 sebagai pandemic atau wabah dunia. Demi meredam penyebaran infeksi virus ini dan menekan jumlah korban, banyak negara sudah memutuskan untuk melakukan lockdown atau melarang rakyatnya keluar dari rumah. Meski di Indonesia belum diberlakukan kebijakan lockdown, namun pemerintah sudah menghimbau kita untuk membatasi kegiatan dan bekerja, belajar serta beribadah di rumah. Banyak perusahaan juga telah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) agar para karyawannya bisa bekerja di rumah.
Selama Anda di rumah, mungkin Anda merasa bosan, atau bahkan stress karena khawatir akan perkembangan situasi seputar wabah COVID-19 ini, terutama jika ada teman, kerabat atau orang yang Anda kenal ternyata terinfeksi. Bagaimana caranya agar Anda bisa tetap tenang dan produktif selama berada di rumah? Mari kita simak tips berikut.
  1. Batasi nonton atau baca berita
Anda tentu ingin memantau perkembangan situasi terkini dengan menonton atau membaca berita. Tapi perlu Anda sadari pula bahwa terlalu banyak menonton atau membaca berita bisa berdampak buruk pada kesehatan mental Anda, karena selain Anda bisa bingung, pikiran dan jiwa Anda akan Lelah karena dibombardir oleh beragam informasi. Selain itu, berita cenderung memuat informasi yang sensasional dan/atau negatif, sehingga cenderung membuat Anda stress.
Jika Anda ingin mengikuti perkembangan situasi terkini, lebih baik alokasikan waktu tertentu dan batasi maksimal hanya 2-3 kali dalam sehari. Dengan demikian Anda bisa tetap mengikuti perkembangan situasi dan karena frekuensinya tidak terlampau sering maka otak Anda akan dapat mencerna informasi yang Anda terima dengan lebih jernih. Usahakan juga untuk tidak menonton atau membaca berita sebelum tidur karena ini bisa mengakibatkan Anda stress dan sulit tidur karenanya. Gunakan waktu sebelum tidur untuk merenung, berdoa atau bermeditasi, sehingga pikiran Anda tenang dan Anda pun bisa beristirahat dengan baik.
  1. Jaga silaturahmi dengan teman dan kerabat
Meskipun kita semua dihimbau untuk membatasi kegiatan di luar rumah, tidak berarti silaturahmi dengan teman dan kerabat kemudian menjadi renggang. Gunakan momen #DiRumahAja untuk tetap menjaga silaturahmi; meskipun tidak bisa berkumpul atau bertatap muka, Anda bisa menelpon atau ngobrol via aplikasi seperti WhatsApp, Telegram atau LINE. Yang penting adalah kualitas dari komunikasi Anda, bukan sarananya. Tanyakan kepada mereka bagaimana kabar mereka, kondisi kesehatan mereka, demikian pula sebaliknya. Jika ada yang sakit atau mengalami kesulitan, tanyakan apa yang bisa Anda bantu dan berikan bantuan sebisa mungkin. Dengan menjaga silaturahmi, Anda juga bisa berperan membantu pemerintah mencegah penyebaran COVID-19, karena Anda bisa membantu mengidentifikasi mereka yang mungkin terinfeksi dan membantu mereka mendapatkan pertolongan medis jika diperlukan.
  1. Pertahankan gaya hidup sehat
Bekerja di rumah memang membuat aktivitas fisik Anda menurun karena Anda tidak perlu menempuh perjalanan dari/ke kantor, keluar untuk makan siang, berjalan ke meja kolega atau ruang rapat, dan seterusnya. Untuk itu, jangan duduk terus selama bekerja di rumah. Ambil jeda setiap 30 menit atau 1 jam untuk meregangkan otot dan mengistirahatkan mata Anda. Bekerjalah di dekat jendela sehingga Anda bisa terpapar sinar matahari. Sinar matahari berperan membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh, yang diperlukan untuk kekebalan tubuh kita.
Selama bekerja di rumah, makanlah makanan yang bergizi, terutama buah-buahan dan sayur-sayuran. Minum susu setiap malam sebelum tidur juga baik, karena susu membantu proses tubuh mengganti sel-sel yang rusak. Hindari ngemil sambil bekerja, terutama cemilan yang manis dan/atau banyak mengandung penyedap rasa, karena cemilan seperti ini cenderung membuat Anda mengantuk. Jika Anda ingin ngemil, pilihlah buah-buahan atau sayuran (salad misalnya). Taruh 1 botol air di meja kerja supaya Anda bisa sering minum dan tidak tergoda mencari minuman bersoda, jus atau minuman manis lainnya.
  1. Jangan mudah percaya informasi tidak jelas di media sosial
Hoax dan berita palsu banyak beredar di media sosial, untuk itu jangan mudah percaya akan informasi yang Anda jumpai di media sosial atau melalui pesan yang diteruskan oleh jejaring sosial Anda. Lakukan pengecekan fakta (fact checking), seperti misalnya mencari di mesin pencari (search engine) apakah berita tersebut benar ada dan jika ada, dari mana sumbernya? Apakah sumbernya kredibel atau abal-abal? Jika Anda menemukan bahwa informasi yang Anda terima itu tidak benar, jangan teruskan kepada siapapun. Beritahukan kepada si pengirim bahwa informasi tersebut tidak benar dan mintalah ia untuk tidak meneruskannya.
Dalam kondisi wabah seperti ini, masyarakat tentu sudah cukup khawatir dan bahkan sebagian sudah mulai panik. Jangan menambah kekhawatiran dan kepanikan dengan meneruskan informasi yang belum dicek kebenarannya, karena kepanikan tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan hanya akan memperburuk dan tidak mustahil bisa memicu keresahan sosial, bahkan anarki. Mari kita bantu pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban sosial dengan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
  1. Jangan melampiaskan stress ke zat adiktif dan berbahaya
Banyak orang melampiaskan stress dengan makan, dan ini sudah cukup buruk karena bisa menimbulkan gangguan kesehatan di kemudian hari. Lebih buruk lagi jika Anda melampiaskan stress dengan mengkonsumsi nikotin (dengan merokok), alkohol (dengan mengkonsumsi minuman keras), atau zat-zat berbahaya (dengan menggunakan narkotika dan obat terlarang).
Ada banyak cara yang lebih aman untuk melampiaskan stress, mulai dari meditasi, berdoa, berolahraga, menekuni hobi, hingga berbicara (atau curhat) dengan teman atau kerabat dekat Anda. Cara-cara tersebut jauh lebih baik dibandingkan mengkonsumsi zat-zat adiktif dan berbahaya karena selain aman, juga bisa membantu Anda membangun ketenangan jiwa.
Jadi jangan gundah atau takut menghadapi wabah COVID-19 ini ya, Raizers. Kami di Raiz percaya bahwa semua ini pasti akan berlalu dan bersama-sama kita bisa menghadapinya. Tetap semangat dan tegar, dan mari kita dukung upaya pemerintah mengatasi wabah ini.[ss_social_follow networks="Follow Media Sosial Kami"]
March 2020
Tips Saat Bekerja di Rumah
Seiring dengan penyebaran infeksi virus korona atau COVID-19 yang pesat, pemerintah Indonesia telah menghimbau masyarakat untuk membatasi pergerakan dan interaksi sosial (social distancing) dan memindahkan aktivitas bekerja, belajar dan beribadah di dalam rumah. Untuk itu banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home atau disingkat WFH) bagi para karyawannya.
Bagi sebagian pekerja, WFH merupakan fenomena baru. Bila di satu sisi WFH memberikan fleksibilitas dalam bekerja, di sisi lain pekerja memerlukan kedisiplinan agar bisa menjaga produktivitas dan efisiensi kerja. Apa saja yang sebaiknya kita hindari saat kita bekerja di rumah? Simak tips berikut agar Anda bisa tetap menjaga kinerja Anda.
  1. Kenakan pakaian yang nyaman namun rapi
Saat berada di rumah, tentunya kita ingin mengenakan pakaian yang nyaman dan santai. Namun penelitian di Universitas Northwestern , Amerika Serikat, menunjukkan bahwa karyawan dengan profesi apapun cenderung mengerjakan tugas dengan lebih baik saat mereka mengenakan pakaian yang cukup profesional. Secara psikologis, ternyata mengenakan pakaian yang terlalu santai atau tidak pantas untuk bekerja membuat kita tidak dapat bergeser ke moda bekerja. Karena itu, jangan langsung bekerja setelah bangun tidur. Mandi, sarapan, ganti pakaian dengan pakaian yang nyaman namun rapi, baru mulai bekerja. Dengan demikian, Anda akan merasa sedang bekerja (meskipun di rumah), dan jika ada video conference dengan atasan dan/atau kolega, Anda tak perlu tergesa-gesa menyiapkan diri.
  1. Pilih tempat kerja yang nyaman dan menunjang produktivitas
Sebaiknya Anda bekerja di meja kerja atau ruangan tertentu yang jauh dari sofa atau tempat tidur. Sedapat mungkin, pilihlah kursi yang nyaman agar Anda dapat duduk nyaman untuk waktu yang cukup lama (serta tidak menimbulkan nyeri otot dan sendi). Untuk meja kerja sebaiknya Anda memilih meja yang cukup lebar dan tidak dipenuhi oleh barang-barang lainnya sehingga Anda bisa dengan mudah menemukan perlengkapan kerja Anda.
Pencahayaan dan suhu ruangan juga perlu Anda perhatikan. Studi menunjukkan bahwa cahaya yang terang dan suhu ruangan yang lebih dingin dibandingkan suhu udara sekitar membantu menjaga produktivitas kerja. Sedapat mungkin bekerjalah dekat jendela, agar Anda bisa mendapatkan cahaya alami. Selain baik untuk kesehatan mata, sinar matahari pagi baik membantu pembentukan vitamin D yang diperlukan untuk membangun kekebalan tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa cahaya alami juga membantu meningkatkan suasana hati atau mood sehingga Anda tidak mudah dilanda stress.
  1. Lakukan komunikasi berkala
Pastikan Anda senantiasa berkomunikasi dengan atasan maupun kolega Anda secara berkala. Bertukarlah informasi dan kabari jika ada perkembangan situasi atau ada urusan yang perlu ditindaklanjuti. Gunakan teleconference atau video conference untuk saling mengabarkan status pekerjaan atau saling membantu jika ada kesulitan.
Meski Anda bekerja di rumah, Anda harus tetap proaktif dan responsif. Sedapat mungkin balaslah email dan tindaklanjuti masalah, dan jika suatu urusan harus dikerjakan di kantor, kabari pihak yang berkepentingan bahwa Anda sudah mengetahui masalahnya, namun baru bisa menuntaskannya nanti saat berada di kantor. Dengan demikian semua pihak akan merasa dihargai dan pekerjaan pun bisa terukur. Selain itu, menjaga sikap profesional meski saat Anda bekerja di rumah akan membantu Anda memelihara jejaring dengan kolega maupun klien Anda.
  1. Jaga kesehatan dan kebugaran
Ketika Anda bekerja di rumah, praktis aktivitas fisik Anda menurun karena Anda tidak perlu menempuh perjalanan menuju maupun pulang dari kantor, keluar untuk makan siang, atau berpindah ruangan untuk mengikuti rapat.
Duduk terlalu lama jelas merugikan kesehatan – gejala yang paling umum adalah sakit pinggang, leher dan Pundak terasa pegal dan kaku, atau kaki keram. Untuk itu siasati dengan mengambil jeda setiap 30 menit. Bangkit dari kursi Anda, lakukan peregangan otot sebentar, minum air putih atau ke toilet, baru kembali bekerja lagi. Sambil beristirahat, alihkan pandangan Anda ke pepohonan di sekitar rumah, agar mata Anda dapat rehat sejenak dari pancaran sinar komputer.
Bekerja di rumah juga bisa membawa Anda ke pola makan yang tidak sehat, misalnya karena Anda bisa sering-sering ke kulkas untuk mengambil cemilan. Karena itu usahakan bekerja di ruangan yang jauh dari kulkas atau ruang makan, misalnya di lantai atas rumah jika Anda tinggal di rumah bertingkat. Taruhlah 1 botol air minum di meja kerja Anda, supaya Anda bisa sering minum dan tidak tergoda untuk mengambil soda, jus atau minuman lainnya di kulkas. Jika Anda ingin ngemil, pilihlah cemilan yang sehat seperti sayuran atau buah-buahan. Hindari cemilan yang manis atau banyak mengandung penyedap rasa karena cemilan demikian membuat Anda mengantuk.
  1. Buat batasan dengan urusan pribadi atau keluarga
Bekerja dari rumah terkadang sulit karena banyaknya gangguan, seperti dari anak maupun godaan untuk melakukan kegiatan di luar pekerjaan seperti menonton TV, mengecek media sosial dan menjelajahi Internet. Agar Anda bisa fokus bekerja, buatlah jadwal pekerjaan dan tanamkan disiplin dalam diri Anda untuk menaati jadwal tersebut. Berikut adalah contoh jadwal harian di mana Anda bisa mengatur alokasi waktu untuk masing-masing pekerjaan:
Waktu
Kegiatan
05:30
Bangun tidur, gosok gigi, cuci muka, menyiapkan sarapan
05:45
Sarapan sambal mengikuti berita di televisi atau koran
06:00
Olahraga
07:00
Mandi dan berganti pakaian
07:30
Menyiapkan peralatan kerja, teleconference pagi dengan atasan/tim
08:00
Mulai bekerja
11:30
Teleconference siang dengan atasan/tim
12:00
Makan siang sambil mengecek berita atau santai sejenak
13:00
Kembali bekerja
16:30
Teleconference sore dengan atasan/tim
17:30
Berhenti bekerja, merapikan peralatan kerja
17:45
Mandi dan berganti pakaian
18:00
Menyiapkan makan malam
18:45
Makan malam
20:00
Istirahat, kontemplasi diri
22:00
Tidur
[Text Wrapping Break]
Dengan membuat jadwal kerja, Anda bisa konsisten dan tidak terganggu oleh hal-hal remeh temeh yang bisa membuyarkan konsentrasi kerja Anda.
Perhatikan juga kebiasaan Anda selama bekerja di rumah, jangan sampai Anda tergoda untuk sering-sering mengecek Internet, media sosial atau menonton tayangan televisi karena hal ini bisa membuat Anda tidak fokus atau bahkan melupakan pekerjaan Anda. Batasi penggunaan media sosial dan menonton televisi hanya pada saat rehat makan siang, dan setelah makan malam. Dan jika Anda menonton televisi atau mengecek media sosial di malam hari, batasi waktunya sehingga Anda tidak tidur terlalu larut malam dan bangun kesiangan keesokan harinya.
Tetap semangat dan produktif selama bekerja di rumah ya, Raizers!
Demi Tingkatkan Kepercayaan Pengguna, Raiz Meraih Seritifikasi ISO 27001:2013
Sejak awal Raiz Invest Indonesia berdiri, kami terus berkomitmen membantu masyarakat Indonesia untuk bisa menabung dan berinvestasi, serta memperoleh literasi keuangan di manapun mereka berada dengan aman, mudah dan terjangkau. Salah satu upaya yang kami lakukan untuk menjamin keamanan adalah menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dan melakukan sertifikasi terhadap standar operasi yang telah diterapkan untuk dapat diakui secara internasional.
Kami berbesar hati bahwa pada tanggal 28 Februari 2020, Raiz Invest Indonesia telah berhasil memperoleh sertifikat ISO 27001:2013 yang diakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan JAS-ANZ (Joint Accreditation System of Australia and New Zealand, atau lembaga akreditasi Australia dan Selandia Baru). Sertifikasi ini kami lakukan sebagai salah satu terobosan agar kami bisa meraih kepercayaan yang lebih tinggi dari para pengguna aplikasi kami khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Sertifikasi ISO 27001:2013 merupakan suatu standar internasional dalam menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) atau yang lebih dikenal dengan istilah Information Security Management Systems (ISMS). Penerapan standar ISO 27001:2013 merupakan upaya suatu perusahaan dalam membangun dan memelihara SMKI. Dengan penerapan ISO 27001:2013, perusahaan dapat melindungi dan memelihara kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi. Lebih lanjut, penerapan ISO 27001:2013 juga membantu perusahaan dalam mengelola serta mengendalikan risiko keamanan informasi perusahaan.
ISO 27001:2013 menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu sistem manajemen keamanan informasi. Selain itu ISO 27001:2013 juga mengatur prosedur mengenai dokumentasi dan praktik-praktik standar untuk manajemen sistem yang bertujuan menjamin keamanan informasi di suatu perusahaan. Hal ini merupakan sesuatu yang vital bagi perusahaan yang bergerak di bidang keuangan/pasar modal seperti Raiz Invest Indonesia, yang pada dasarnya merupakan bisnis berbasis kepercayaan pelanggan.
Dengan standar ISO 27001:2013, kami ingin memastikan bahwa kami memiliki kontrol yang memadai terkait keamanan informasi, menunjukkan tata kelola yang baik dalam penanganan dan pengamanan informasi, dan serta memiliki mekanisme untuk mengukur berhasil atau tidaknya kontrol pengamanan informasi. Selain itu, ISO 27001:2013 juga bermanfaat membantu kami dalam menjalankan perbaikan yang berkesinambungan dalam pengelolaan keamanan informasi dan meningkatkan efektivitas, serta keandalan pengamanan informasi. Kami juga merasakan manfaat tambahan dari sertifikasi ISO 27001:2013, yaitu adanya kajian yang independen terkait SMKI dengan adanya audit setiap tahunan. Selain itu, citra perusahaan akan menjadi lebih baik karena sertifikasi dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi independen dan bonafide.
Melalui penerapan ISO 27001:2013 ini kami berharap keamanan informasi di Raiz lebih terjamin karena dijalankan melalui sistem manajemen yang terpercaya serta diakui secara internasional. Sertifikasi yang kami lakukan merupakan upaya peningkatan tata kelola teknologi informasi, agar kami dapat mendukung dan meningkatkan kinerja berbagai unit kerja kami. Kami percaya bahwa penerapan ISO 27001:2013 akan meningkatkan kepercayaan pengguna dan memberikan jaminan atas keamanan informasi, sehingga pada gilirannya akan bermuara pada peningkatan produktivitas, motivasi, moral dan kinerja tim Raiz.
Tetap Semangat Berinvestasi di Tengah Wabah Virus Korona
Setelah menggemparkan dunia selama kurang lebih 3 bulan lamanya, akhirnya wabah virus korona (COVID-19) melanda Indonesia dan cukup meresahkan banyak pihak, terutama karena tingkat penyebaran virus ini sangatlah tinggi. Dalam waktu yang relatif singkat, jumlah pasien yang terinfeksi cukup besar dan tingkat kenaikan jumlah pasien sangatlah cepat menyerupai deret ukur. Pembahasan seputar wabah pun mengisi berbagai media, baik cetak dan elektronik. Di luar media, masyarakat pun gencar membicarakannya dalam berbagai forum, mulai dari forum yang bersifat obrolan atau humor sampai forum yang berisi informasi dan nasihat.
Bagaimana sebaiknnya Raizers menyikapi wabah COVID-19 ini, terutama dalam konteks investasi? Apa yang sebaiknya Raizers lakukan? Mari kita simak beberapa tips berikut.
  1. Siapkan dana darurat
Wabah COVID-19 telah menyerang seluruh dunia dan menimbulkan ketidakpastian serta guncangan terhadap perekonomian dunia. Seiring dengan makin banyaknya negara yang melakukan lockdown, arus barang dan jasa tentu akan terpengaruh. Kepanikan di kalangan masyarakat dapat memicu terjadinya pembelian barang kebutuhan pokok dalam jumlah besar (panic buying) sehingga mengakibatkan kenaikan harga.
Untuk mengantisipasi ketidakpastian di tengah wabah ini, ada baiknya Anda menyiapkan dana darurat. Besarnya dana darurat biasanya setara dengan 3-6 kali penghasilan bulanan Anda. Mengingat sifatnya sebagai dana siaga, dana darurat harus dapat dicairkan setiap saat dan nilainya tidak bergejolak mengikuti pergerakan pasar. Dengan demikian, instrumen yang cocok adalah tabungan bank atau Reksa Dana Pasar Uang. Saat ini Anda dapat berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang dengan memilih portofolio Konservatif.
  1. Manfaatkan koreksi pasar untuk investasi jangka panjang
Anda mungkin membaca di berbagai media tentang koreksi besar-besaran di bursa saham dunia. Bursa saham Indonesia juga tidak luput dari koreksi, di mana per tanggal 19 Maret 2020 Indeks Harga Saham Gabungan telah mengalami koreksi sebesar 34,83% sejak awal tahun, suatu angka yang tidaklah kecil. Namun koreksi pasar ini janganlah membuat Anda risau atau bahkan tertekan, karena sebenarnya ini merupakan kesempatan bagi Anda untuk menambah investasi Anda dengan harga murah. Koreksi di bursa saham itu ibarat toko yang sedang menggelar program diskon, jadi gunakanlah momen itu sebaik-baiknya.
Namun perlu diingat, bahwa investasi di saham atau Reksa Dana saham adalah investasi jangka panjang; Anda harus memiliki kapasitas untuk menunggu alias dana yang Anda investasikan adalah dana yang tidak Anda perlukan dalam waktu dekat. Contohnya jika Anda saat ini memiliki anak yang masih bayi, maka Anda bisa berinvestasi di saham atau Reksa Dana saham untuk biaya kuliah anak Anda.
Di aplikasi Raiz, Anda bisa berinvestasi di Reksa Dana indeks saham dengan memilih portofolio Agresif.
  1. Bertransaksilah secara online
Demi mencegah penyebaran virus korona, Anda sebaiknya menjaga jarak aman antar sesama (social distancing) dan mengurangi frekuensi penggunaan uang fisik. Untuk itu, sebaiknya Anda beralih melakukan transaksi secara online. Beruntung saat ini makin banyak aplikasi dan uang elektronik yang dapat Anda pilih untuk melakukan berbagai transaksi, mulai dari belanja kebutuhan sehari-hari, hingga untuk melakukan transaksi keuangan.
Dengan aplikasi Raiz, Anda bisa menabung dan berinvestasi dengan mudah, karena seluruh proses bisa dilakukan secara online melalui ponsel pintar Anda. Dengan demikian Anda bisa bertransaksi kapan pun dan di manapun, bahkan di rumah sekalipun bagi Anda yang sedang menjalankan program Work From Home (WFH) alias bekerja dari rumah.
Mari sama-sama kita hadapi wabah virus korona ini dengan tegar. Jangan biarkan kekhawatiran dan ketakutan menganggu Anda, namun jadikan wabah ini sebagai kesempatan untuk berinvestasi demi masa depan Anda. Jadi tetap semangat ya, Raizers!
8 Hal yang Dapat Memperbaiki Hidup Anda
Apakah Anda pernah merasa jenuh, tidak bergairah atau terjebak dalam rutinitas sehari-hari? Atau pernahkah Anda merasa ingin mengubah hidup Anda menjadi lebih baik, namun bingung bagaimana harus bersikap? Simak 8 tips di bawah ini agar Anda bisa memperbaiki dan meningkatkan kapasitas diri Anda:
  1. Berhenti mengeluh dan bersyukurlah setiap hari
Mengeluh tidaklah memberikan solusi bagi masalah yang Anda hadapi, melainkan hanya akan membuang waktu dan menguras pikiran Anda. Daripada mengeluh dan membuat suasana hati Anda bertambah buruk, lebih baik ubah pola pikir Anda dengan memfokuskan diri pada hal-hal positif yang Anda alami setiap hari.
Sebagai contoh, suatu hari Anda terlambat tiba di tempat kerja karena kereta api yang biasa Anda tumpangi ternyata mengalami kecelakaan di stasiun sebelumnya dan Anda harus beralih naik taksi untuk pergi ke kantor. Dan karena keterlambatan tersebut, klien Anda menggeser jadwal presentasi bisnis Anda ke hari berikutnya. Jika Anda berfokus pada hal-hal yang negatif, maka Anda mungkin merasa kesal dan mengeluh. Namun di sisi lain, Anda sebenarnya harus bersyukur, karena Anda terhindar dari kecelakaan kereta api, dan penjadwalan ulang presentasi untuk klien memberikan Anda waktu tambahan untuk mempersiapkan diri lebih matang lagi – Anda bisa mengkaji ulang materi presentasi, memastikan bahwa tidak ada salah ketik atau kesalahan data, dan seterusnya. Dengan bersyukur, suasana hati akan menjadi tenang dan Anda bisa berkonsentrasi pada pekerjaan. Dan sudah menjadi hokum alam bahwa energi positif akan menarik energi positif lainnya, sehingga dengan kata lain, jika Anda senantiasa bersyukur, niscaya akan makin banyak lagi berkat dan kelimpahan yang akan Anda dapatkan sehingga akan makin banyak kesempatan bagi Anda untuk bersyukur.
  1. Luangkan waktu untuk kontemplasi diri
Sesibuk apapun Anda, cobalah meluangkan waktu 15-30 menit setiap hari untuk merenung dan melakukan kilas balik atas apa yang Anda alami dan apa yang telah Anda capai pada hari itu. Gunakan momen tersebut untuk berdoa dan bersyukur atas apa yang Anda alami hari itu, sekaligus berpikir bagaimana Anda akan menyongsong hari esok. Selain itu, momen ini juga merupakan kesempatan bagi Anda untuk membangun kembali energi Anda, sama halnya seperti ponsel Anda yang perlu Anda re-charge baterainya.
  1. Tinggalkan mereka yang tidak membawa energi positif bagi hidup Anda
Bertemanlah dengan orang-orang yang mampu menularkan energi positif bagi Anda – mereka yang ceria, bersemangat, pantang menyerah, rajin, ulet dan memiliki pengetahuan serta wawasan yang luas. Mengapa demikian? Karena mereka akan membantu Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Selain menambah pengetahuan dan wawasan, sifat-sifat positif teman Anda dapat menjadi panutan yang Anda tiru.
Sebaliknya, jauhi orang-orang yang memiliki karakter buruk, seperti iri hati, pendendam, suka mengeluh, atau pelit. Mengapa demikian? Karena orang-orang seperti ini akan menguras waktu dan energi Anda, alih-alih memperkaya wawasan Anda atau memungkinkan Anda berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
  1. Matikan TV dan kurangi waktu berinteraksi di media sosial
Sebagian orang mungkin mendapatkan hiburan dengan menonton TV, namun menonton TV terlalu lama lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya. Selain membuang-buang waktu, juga tidak baik untuk kesehatan mata. Belum lagi jika program yang Anda tonton tidaklah mendidik. Karena itu batasi waktu Anda menonton TV, matikan jika batas waktu sudah tercapai.
Sementara untuk media sosial, jangan terlalu banyak berinteraksi di sana karena seperti halnya TV - membuang-buang waktu dan tidak baik untuk kesehatan – media sosial cenderung mendorong persaingan yang tidak sehat, karena makin banyak Anda berinteraksi makin besar Anda akan terekspos pada berita atau foto yang sudah dimanipulasi sedemikian rupa untuk membentuk citra atau opini tertentu (dan sebenarnya tidak demikian adanya di kehidupan nyata).
Menonton TV dan berinteraksi di media sosial boleh-boleh saja, tapi bijaklah memilih program dan kontennya. Jika itu hanya materi yang sensasional, tidak menambah pengetahuan ataupun wawasan, lebih baik dihindari karena hanya akan membuang waktu Anda. Lebih baik waktu Anda dipergunakan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat, seperti menekuni hobi, beribadah, atau menolong sesame.
  1. Kembangkan keahlian atau ketrampilan tertentu
Daripada membuang waktu menonton TV atau memposting konten yang tidak berguna di media sosial, lebih baik gunakan waktu Anda untuk mengembangkan keahlian atau ketrampilan tertentu. Bisa juga Anda menekuni hobi sebagai sarana relaksasi/melepas stress, bahkan mungkin Anda bisa menjadikan hobi tersebut sebagai sumber penghasilan tambahan.
Sebagai contoh, jika Anda memiliki hobi memasak atau membuat kue,
  1. Fokus pada tujuan dan jangan pernah menengok ke belakang
Seperti kata Timon di film Lion King, “Hakuna matata”. Hakuna matata adalah ungkapan dalam bahasa Swahili yang secara harafiah berarti tidak perlu kuatir sepanjang sisa hari ini. Ungkapan ini menyiratkan semangat dan pola pikir agar Anda tidak perlu menengok ke masa lalu, namun sebaiknya move on dan berfokus pada masa sekarang dan bagaimana Anda mencapai tujuan di masa depan. Apa yang terjadi di masa lalu tidak dapat diperbaiki lagi, karena kita tidak dapat mengulang kembali waktu. Waktu akan terus berjalan dan yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan waktu yang ada untuk semaksimal mungkin berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan meraih prestasi sebagus mungkin. Dengan pola pikir dan orientasi masa depan ini, niscaya Anda tidak terbelenggu dengan masa lalu dan Anda bisa mencurahkan energi Anda untuk sekarang dan masa depan.
  1. Berolahraga untuk kebugaran dan memperbaiki mood (suasana hati)
Selain untuk kesehatan dan kebugaran jasmani, olahraga juga bermanfaat untuk kesehatan dan kebugaran rohani. Mengapa demikian? Karena saat Anda berolahraga, hormon endorphin, serotonin dan dopamine akan diproduksi oleh tubuh dan hormon-hormon ini memberikan rasa bahagia dan puas. Hormon serotonin bahkan membuat Anda lebih berenergi dan berpikir lebih jernih.
Jadi gunakan setiap kesempatan untuk menggerakkan tubuh. Misalnya jika Anda masuk ke stasiun MRT, gunakan tangga untuk naik ataupun turun, bukan lift. Jika tempat yang Anda tuju cukup dekat, lebih baik Anda berjalan kaki. Berjalan kaki di pagi hari juga memberikan manfaat tambahan karena pancaran sinar matahari membantu tubuh Anda memproduksi vitamin D yang sangat diperlukan untuk kesehatan.
  1. Jadikan kesalahan sebagai pembelajaran
Setiap manusia tidak luput dari kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Untuk itu tidak ada gunanya terjebak dalam kesedihan dan penyesalan mendalam dalam waktu lama. Lebih baik Anda petik hikmah dan pelajaran dari kesalahan tersebut dan bangkit. Dengan belajar dari kesalahan, Anda akan menyadari dan mengerti apa yang harus dilakukan (dan tidak boleh dilakukan) di kemudian hari sehingga kesalahan tersebut tidak terulang lagi.
Tetap semangat ya Raizers! Anda pasti bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
5 Perencanaan Keuangan Yang Perlu Kita Mulai Sedini Mungkin
  Merencanakan keuangan itu gampang-gampang susah. Akan terasa mudah jika Anda mengerti caranya dan konsisten melakukannya. Namun di sisi lain akan terasa sulit jika Anda belum paham tentang konsepnya atau tidak disiplin menjalankannya. Sejauh ini, perencanaan keuangan belum menjadi materi yang diajarkan di bangku sekolah, padahal pengetahuan ini penting bagi kita semua agar kita tahu bagaimana mengelola keuangan (literasi keuangan). Literasi keuangan tidak hanya membantu kita memupuk kekayaan, tapi juga bisa membantu kita terhindar dari jeratan utang.
Sayangnya, pengelolaan keuangan seringkali masih dianggap sebelah mata, atau belum disadari manfaat dan urgensinya oleh banyak pihak. Padahal, kita sebaiknya memulai sedini mungkin. Namun, tidak ada kata terlambat untuk memulai segala sesuatu, termasuk untuk mulai mengelola keuangan.
Nah, bagaimana Raizers bisa mulai melakukan perencanaan keuangan? Lima langkah berikut bisa Anda terapkan:
  1. Kontrol diri
Kontrol diri merupakan hal mendasar yang harus Anda miliki demi kesuksesan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal perencanaan keuangan. Mungkin orangtua Anda telah mengajarkan kontrol diri kepada Anda sejak kecil, misalnya untuk tidak makan terlalu banyak permen. Dalam konteks perencanaan keuangan, kontrol diri adalah hal yang mutlak diperlukan. Mengapa demikian? Karena kontrol diri memungkinkan Anda menyusun prioritas dalam pengeluaran, sekaligus menahan diri dari godaan untuk membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak perlu.
  1. Susun anggaran
Meski terkesan sepele, menyusun anggaran memungkinkan Anda menentukan prioritas pengeluaran. Dengan menyusun anggaran, Anda bisa menentukan mana pengeluaran yang mutlak, atau mana yang urgen dan penting, sehingga harus dilakukan dan/atau tidak bisa ditunda, dan mana pengeluaran yang tidak urgen dan tidak penting, sehingga bisa Anda tunda atau bahkan Anda abaikan. Dengan kontrol diri yang kuat dan anggaran, Anda bisa memperbaiki kondisi keuangan Anda, sehingga tidak mustahil Anda bisa membiayai kebutuhan masa depan seperti membeli rumah, membiayai sekolah anak, dan lain-lain.
  1. Siapkan dana darurat
Berapapun besarnya penghasilan Anda, Anda tetap harus mengalokasikan sebagian setiap bulannya untuk dana darurat. Mengapa Anda perlu dana darurat? Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa saja Anda tiba-tiba mengalami PHK, bangkrut dalam usaha, atau ada anggota keluarga yang sakit parah sehingga memerlukan dana besar untuk merawatnya.
Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk kebutuhan mendadak dan mendesak selama 3-6 bulan ke depannya. Idealnya, dana darurat harus Anda alokasikan adalah 5-10% dari penghasilan per bulan Anda. Dengan alokasi ini, Anda juga bisa meredam kebiasaan untuk membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak perlu. Untuk alokasinya, Anda bisa menaruhnya dalam bentuk deposito berjangka sehingga mudah dicairkan dan pokok investasinya tidak rentan tergerus pergerakan harga di pasar.
  1. Siapkan dana pensiun
Selain dana darurat, Anda juga sebaiknya mulai mempersiapkan dana pensiun sedini mungkin. Semakin muda Anda mempersiapkan dana pensiun, semakin kecil dana yang perlu Anda sisihkan per bulannya. Ada banyak cara mempersiapkan pensiun, salah satunya melalui investasi di Reksa Dana. Di aplikasi Raiz, Anda bahkan bisa mulai berinvestasi di Reksa Dana hanya dengan Rp10 ribu. Sangat terjangkau, bukan?
  1. Lindungi diri dengan asuransi kesehatan
Sekuat-kuatnya Anda menabung dan mempersiapkan dana darurat, tetap saja Anda membutuhkan proteksi diri lewat asuransi kesehatan. Dengan asuransi keuangan, Anda tidak perlu mengeluarkan dana dari kantong Anda sendiri untuk membayar biasa konsultasi dokter, membeli obat atau membayar biaya rawat inap di rumah sakit. Sekarang sudah tersedia berbagai produk asuransi kesehatan yang dapat Anda pilih, bahkan tidak sedikit asuransi kesehatan yang mengganti seluruh tagihan hingga milyaran rupiah sekalipun, dan mencakup berbagai macam penyakit. Asuransi juga bisa melindungi kekayaan Anda sekiranya Anda tiba-tiba mengalami musibah yang tidak memungkinkan Anda bekerja lagi.
February 2020
Menjadi Lebih Bahagia di Tahun 2020
Anda bisa memilih untuk makan bakso. Anda dapat memilih untuk membaca novel favorit Anda. Anda dapat memilih untuk mengirim pesan kepada orang yang Anda sukai dengan meme yang sedang viral. Dan semua tindakan itu tentu saja dapat meningkatkan mood Anda, meskipun hanya beberapa menit. Tetapi bisakah Anda memilih untuk menjadi lebih bahagia dengan cara yang nyata dan dapat bertahan lama?
Jawabannya kompleks, karena kebahagiaan itu kompleks. Untuk satu hal, ada komponen genetik untuk suasana hati, menurut psikolog Suzann Pileggi Pawelski yang juga penulis buku Happy Together: Using the Science of Positive Psychology to Build Love that Lasts. Anak-anak dari orang yang lebih ceria cenderung lebih bahagia juga.
Reaksi kimia di otak (brain chemistry) juga berperan. Memberitahu seseorang dengan kecemasan atau depresi untuk "lebih gembira" adalah sangat tidak tepat karena berpotensi menyakitkan hati dan menunjukkan tidak adanya empati. Meski demikian, masih ada kabar baik. Penelitian menunjukkan bahwa setidaknya sebagian dari kebahagiaan Anda ada dalam kendali Anda. "Kebahagiaan tidak terjadi begitu saja," kata Pileggi Pawelski, "tetapi kebiasaan sehat tentu dapat menentukan kesejahteraan pribadi kita." Anda dapat memengaruhi suasana hati Anda dengan cara yang nyata dan bertahan lama, hanya dengan mengambil beberapa tindakan sederhana.
Berikut adalah hasil yang telah kami rangkum dari sekumpulan studi psikologi terbaru dan penuturan para ahli psikologi terkemuka, untuk memperoleh petunjuk tentang langkah-langkah paling kuat yang dapat Anda ambil untuk membuat pandangan Anda lebih cerah.
  1. Bangun hubungan/relasi yang kuat
“Koneksi dengan orang lain adalah komponen tunggal paling penting dari kebahagiaan,” kata Pileggi Pawelski. Lihat saja studi 80 tahun Harvard tentang kesejahteraan emosional dan perkembangan orang dewasa, yang menemukan hubungan yang penting untuk merasakan yang terbaik. "Pesan paling jelas yang kami dapatkan dari penelitian selama 75 tahun ini adalah ini: Hubungan yang baik membuat kita lebih bahagia dan lebih sehat.", tutur pemimpin penelitian, Robert Waldinger, MD, dalam acara TED.
Yang Anda butuhkan adalah satu hubungan yang solid untuk mengalami fasilitas mental, kata Pileggi Pawelski. Seseorang yang dapat Anda hubungi di tengah malam jika Anda mengalami keadaan darurat; seseorang yang dapat Anda andalkan ketika Anda sedang stress berat; serta seseorang di mana Anda dapat membagikan pengalaman positif Anda.
Sekalipun Anda memiliki sekelompok sahabat yang Anda sukai, pengaruhnya sangat kuat sehingga perlu waktu untuk memperkuat ikatan itu. Sisihkan setidaknya dua malam dalam sebulan untuk bertemu muka (atau secara digital, jika Anda menjalin persahabatan jarak jauh) dengan teman-teman Anda. Atau bergabunglah dengan klub atau komunitas untuk bertemu orang-orang dengan minat yang sama, saran Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project.
  1. Lakukan hal-hal yang membantu Anda tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik
Rubin mengatakan kebanyakan orang berkembang ketika mereka menjadi bagian dari "atmosfer pertumbuhan." Dan penelitian mendukungnya. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki tujuan hidup cenderung lebih puas dan dilaporkan lebih sehat.
"Mungkin karena orang-orang dengan tujuan memiliki pandangan keseluruhan mengenai pentingnya tujuan mereka dalam kehidupan, mereka menjaga diri mereka lebih baik," Eric Kim, PhD, dari Harvard School of Public Health.
Bangun gairah Anda, atau ambil langkah-langkah untuk memperkuat titik lemah Anda. Mulailah menulis blog; mengambil kelas fotografi; unduh aplikasi belajar bahasa asing; pakai platform Raiz untuk berinvestasi. Intinya, jangan pernah berhenti belajar.
  1. Dengarkan musik yang Anda sukai setiap hari
Ini sederhana, tetapi Rubin mengatakan itu membuat perbedaan besar yang signifikan. Studi menunjukkan bahwa itu bahkan dapat mengurangi kadar kortisol Anda - hormon stress yang dapat mengubah respons sistem kekebalan Anda dan menekan sistem pencernaan - dan berpotensi dapat menghilangkan rasa sakit.
Mendengarkan satu lagu tidak akan mengangkat suasana hati Anda selama periode waktu yang berkelanjutan, tetapi mendengarkan beberapa lagu favorit setiap hari dapat membuat Anda lebih ceria dan bersemangat.
  1. Berbuat baik
Anda tidak harus mulai menjadi relawan setiap minggu. Tetapi gunakan setiap kesempatan, sekecil apapun itu, untuk berbuat baik, misalnya memberikan kursi Anda di angkutan umum untuk seorang wanita hamil, menatap mata pelayan restoran dan dengan tulus mengucapkan terima kasih, atau merayakan prestasi yang baru dicapai oleh seorang sahabat.
Ulasan di International Journal of Behavioral Medicine menegaskan bahwa strategi ini efektif. Penelitian ini menemukan bahwa menjadi altruistik dikaitkan dengan kesejahteraan, kebahagiaan, kesehatan, dan umur panjang yang lebih besar.
  1. Ubah pola pikir Anda
Tip ini bisa terasa terlalu sederhana atau seperti pemikiran magis - tetapi ini benar-benar berhasil. Fokuskan perhatian Anda pada apa yang telah berjalan baik dalam hidup Anda daripada apa yang buruk, saran Pileggi Pawelski, misalnya bersyukurlah atas cuaca yang bagus daripada menggerutu karena Anda baru saja ketinggalan kereta. Ini akan meningkatkan suasana hati Anda saat ini, dan membantu latih otak Anda untuk terus memperhatikan hal-hal yang menyenangkan. Berpikir positif dan senantiasa bersyukur adalah kunci memperbaiki mood sehingga Anda menjadi pribadi yang optimis dan bersemangat.
Artikel ini diadaptasi dari www.refinery29.com.
7 Kebiasaan Orang Sukses yang Patut Anda Tiru
  1. Bangun pagi
Banyak tokoh-tokoh sukses dunia memiliki kebiasaan bangun pagi, seperti mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Richard Branson (pendiri dan pemimpin Virgin Group), Jack Dorsey (pendiri Twitter), Ursula Burns (CEP Xerox) dan Tim Cook (CEO Apple).
Yang dimaksud bangun pagi adalah bangun antara pukul 04.30 sampai pukul 06.00. Banyak manfaat yang dapat Anda petik dengan bangun pagi: Anda dapat menghirup udara pagi yang segar, menikmati sinar matahari yang menyehatkan Anda (karena sinar matahari membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh). Bangun pagi juga memungkinkan Anda untuk melakukan lebih banyak aktivitas dibandingkan jika Anda bangun lebih siang. Sebuah penelitian pada tahun 2008 yang dilakukan oleh Universitas Texas menemukan bahwa mahasiswa yang sering bangun pagi memiliki nilai yang lebih tinggi pada GPA atau IPK mereka dibandingkan dengan mahasiswa yang suka begadang dan jarang bangun pagi.
  1. Meditasi
Meditasi atau perenungan diri adalah ritual yang baik untuk menenangkan diri dan mengembalikan energi yang sudah terkuras setelah beraktivitas. Meditasi merupakan aktivitas melatih fokus pikiran sehingga dapat memiliki pandangan yang jernih pada kondisi saat ini dan tetap merasa tenang. Pada umumnya meditasi dilakukan dengan duduk tenang dengan mengatur pernpasan perlahan dan menenangkan pikiran selama 15-20 menit. . Kegiatan penenangan diri ini bisa Anda lakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa memerlukan peralatan khusus dan biaya.
Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan dari meditasi, terutama jika dilakukan secara teratur. Salah satunya yaitu menurunkan tingkat stress Anda. Dengan melakukan meditasi maka suasana batin, perasaan dan pikiran akan menjadi lebih tenang. Selain itu, meditasi juga membantu Anda berfokus dalam pekerjaan. Dengan fokus pada pekerjaan, Anda akan mampu menentukan prioritas dalam pekerjaan (mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu) dan Anda akan mampu menyelesaikan pekerjaan Anda dengan akurat dan tepat waktu.
  1. Membangun jejaring dan relasi
Membina relasi dan menjalin tali silaturahmi sangatlah penting demi kesuksesan di masa depan. Banyak orang beranggapan bahwa untuk mencapai kesuksesan hanya membutuhkan kerja keras serta kepintaran dalam menguasai bidang keahlian. Namun pada kenyataannya, hal tersebut merupakan faktor internal saja, yang mana Anda juga harus membutuhkan faktor eksternal. Salah satunya adalah membangun relasi baik dengan banyak orang. Hal ini memiliki peran penting tidak hanya untuk menunjang kesuksesan, namun banyak aspek dalam kehidupan.
Manfaat membangun jejaring dan relasi
  1. Memudahkan Anda mencapai tujuan
Anda pasti memiliki tujuan atau keinginan yang ingin diraih dalam kehidupan. Dengan memiliki relasi yang baik dengan banyak orang, Anda dapat mewujudkannya lebih mudah. Membangun relasi dengan orang-orang yang tepat dapat membuka jalan dan peluang yang lebih luas menuju target.
  1. Mudah Mendapatkan Bantuan Saat Ada Masalah
Manfaat nyata dari banyaknya relasi yang Anda miliki adalah mudah mendapatkan bantuan saat masalah muncul. Apabila Anda memiliki relasi yang baik dengan banyak orang, maka bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan pinjaman uang saat menghadapi masalah finansial. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan referensi pekerjaan saat mengalami masa pengangguran.
  1. Melancarkan Pekerjaan
Dalam setiap pekerjaan, Anda diharuskan berhubungan dengan banyak orang. Membangun relasi yang baik dengan rekan kerja juga dibutuhkan untuk kelancaran dan kemudahan pekerjaan. Terutama bagi Anda yang diharuskan bekerja dalam sebuah tim, adanya relasi yang baik antara satu sama lain dapat membantu memberikan hasil kerja yang maksimal. Sekalipun Anda terbiasa bekerja individualis, namun tidak bisa bekerja sama baik dengan rekan kerja akan memengaruhi performa Anda di mata atasan.
  1. Membantu Memahami Pribadi Setiap Orang
Memiliki relasi yang luas mampu membuat Anda menjadi lebih toleran terhadap bermacam-macam tipe orang. Tidak ada manusia yang sempurna, sehingga Anda pasti dihadapkan dengan berbagai kekurangan dalam setiap orang. Semakin banyak Anda memiliki relasi, maka semakin Anda bisa menghadapi berbagai macam sifat orang. Hal ini juga membantu Anda berpikiran lebih terbuka dalam menerima setiap kekurangan yang dimiliki oleh orang-orang.
Relasi yang Anda bangun dapat membantu Anda dalam mencapai tujuan maupun membantu pengembangan diri. Yang perlu diingat, Anda juga harus menolong relasi Anda yang mengalami hambatan maupun kesulitan dalam hidup. Hal ini ditujukan agar Anda tidak terlihat hanya ingin memanfaatkan hubungan untuk kepentingan diri semata. Hubungan yang baik dibangun berdasarkan adanya apresiasi dan pengertian satu sama lain. Dengan begitu, Anda bersama relasi dapat memiliki hubungan yang saling menguntungkan hingga masa yang akan datang.
  1. Senantiasa mencari kesibukan
Orang sukses identik dengan jadwal yang padat setiap harinya. Namun orang-orang yang sukses selalu berusaha mengisi waktunya dengan kegiatan yang bermanfaat, baik untuk dirinya sendiri, orang-orang sekitarnya, maupun masyarakat pada umumnya. Dengan demikian, ia akan selalu berkontribusi bagi masyarakat dan karena itulah kesuksesan akan ia raih.
  1. Tidak menonton televisi
Banyak orang sukses yang hampir tidak pernah menonton tayangan televisi. Jika mereka memiliki waktu luang, mereka lebih memilih membaca buku atau berdiskusi dengan teman yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan. Meski tidak ada salahnya menonton televisi sebagai hiburan atau sarana pelepas stress, namun sebaiknya Anda membatasi diri Anda dalam menonton televisi sehingga Anda tidak menghabiskan terlalu lama waktu Anda di depan televisi. Selain merusak mata, banyak tayangan televisi yang membuat Anda kecanduan namun tidak mendidik. Kalaupun Anda ingin menonton, lebih baik menonton siaran berita daripada sinetron, karena siaran berita membantu Anda untuk senantiasa mengikuti perkembangan situasi global terkini.
  1. Memiliki to-do-list yang jelas
Orang yang sukses umumnya memiliki agenda dan daftar tugas (to-do-list) untuk membantu mereka mengingat dan memantau apa saja yang harus mereka kerjakan. Tidak sedikit dari mereka yang memeriksa to-do-list mereka pada malam hari sebelum tidur atau pagi hari sebelum berangkat kerja sehingga mereka bisa menyusun prioritas kerja.
  1. Cerdas mengelola keuangan
Kesuksesan seseorang tidaklah bisa bertahan jika ia tidak mampu mengelola keuangannya. Mengapa demikian? Karena sukses dalam pekerjaan membutuhkan keahlian mengelola waktu dan sumber daya, sementara kecerdasan dalam mengelola keuangan membantu Anda mempertahankan gaya hidup Anda, sehingga Anda tidak harus sengsara di masa tua, misalnya.
Berikut adalah prinsip dasar pengelolaan keuangan:
  1. Lakukan pencatatan atau pantau seberapa besar pengeluaranmu. Jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pendapatan setiap bulannya.
  1. Susunlah anggaran baik untuk pengeluaran dan pendapatan sehingga Anda memiliki disiplin dalam mengeluarkan uang. Pikirkan dengan bijak besaran rupiah yang dikeluarkan buat pengeluaran.
  1. Saat memiliki penghasilan alias pendapatan, maka perlu juga nih memikirkan pengeluaran. Maka dari itu coba deh punya prioritas dalam melakukan pengeluaran. Setiap bulannya pasti Anda memiliki pengeluaran wajib yang mesti dilakukan.
  1. Pangkas biaya-biayanya yang sebenarnya tidak diperlukan.
  1. Aktif menabung dan berinvestasi. Sisihkan dana secara rutin buat menabung dan berinvestasi agar kelak dapat dinikmati di masa mendatang.
  1. Belajar terus dan evaluasi; jangan pernah puas dengan apa yang sudah diraih saat ini.
Bagaimana Raizers? Selamat mencoba dan jangan lupa berinvestasi melalui aplikasi Raiz ya.
Menjadi Lebih Bahagia dan Bermakna Dalam Hidup
Penulis dan Profesor Harvard David Maister mengatakan, "Menikmati hidup adalah suatu keberhasilan. Jika Anda tidak menikmati apa yang Anda lakukan, teman-teman di sekeliling Anda, dan kontribusi yang Anda berikan kepada masyarakat, maka itu tidak dapat dianggap sebagai keberhasilan."
Kehidupan yang bahagia bukanlah hidup yang bebas dari masalah ataupun kesulitan. Dalam mencapai sesuatu yang penting, rintangan dan kesulitan pasti ada, tapi kesengsaraan adalah pilihan. Siapapun yang telah mendaki Everest telah melalui banyak rintangan dan kesulitan. Semua prestasi yang signifikan dan bermakna memerlukan kesediaan dan kesiapan mental untuk menghadapi rintangan, karena itu diperlukan untuk melakukan perjalanan, melakukan pekerjaan, dan mempelajari keterampilan.
Ternyata ada tujuh pola pikir yang mengaitkan kebahagiaan dengan makna hidup:
  1. Pikirkan tentang apa yang dapat Anda capai dalam 10 tahun, bukan hanya dalam seminggu. Kita cenderung meremehkan apa yang dapat kita capai dalam satu dekade, sementara kita sangat melebih-lebihkan apa yang dapat kita capai dalam satu hari atau seminggu. Cobalah menggeser fokus Anda ke hal-hal yang dapat Anda capai selama dekade berikutnya: bagaimana kesehatan Anda, hubungan Anda dengan mereka yang Anda kasihi, keuangan Anda, penguasaan keterampilan Anda berada dalam satu dekade? Adalah jauh lebih inspiratif untuk melihat prestasi satu dekade dibandingkan pencapaian selama seminggu.
  1. Pikirkan Anda akan menjadi siapa (karakter), bukan apa yang akan Anda miliki (harta). Ketika Anda sampai pada akhir tahun, tanyakanlah pada diri Anda, "Apa tiga kata yang mewakili siapa Anda di tahun ini?" Pertanyaan ini memaksa Anda berpikir tentang siapa diri Anda, bukan apa yang akan Anda capai. Sebagai contoh, tiga kata yang mewakili Anda adalah (1) dermawan, (2) terfokus dan (3) baik hati, di mana ketiga kata tersebut mencerminkan sifat/karakter yang ingin Anda bentuk sebagai bagian dari kepribadian Anda.
  1. Fokuslah pada proses, bukan hasil. Fokus pada proses membantu kita untuk lebih mengenal diri kita dan karenanya akan lebih membantu kita mencapai tujuan. Selain itu, dengan berfokus pada proses, kita bisa memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya dari waktu ke waktu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Sebaliknya, jika Anda hanya berfokus pada hasil, maka proses yang Anda jalankan mungkin tidak tepat atau tidak cocok, sehingga hasilnya pun menjadi tidak optimal. Selain itu, jika Anda berfokus hanya pada hasil, maka tidak tertutup kemungkinan Anda akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan hasil tersebut. Sebagai contoh, jika Anda berfokus hanya pada penurunan berat badan sebesar 10 kg (hasil), maka Anda mungkin menempuh jalan pintas dengan mengkonsumsi obat penurun berat badan yang memiliki efek samping berbahaya. Sementara, jika Anda berfokus pada pengurangan porsi nasi dalam makanan Anda (proses), maka perlahan namun pasti Anda akan berhasil menurunkan berat badan Anda.
  1. Pikirkan tentang perubahan dalam lingkungan Anda, bukan kemauan Anda. Jika Anda ingin mengurangi konsumsi coklat, jangan simpan coklat di kulkas. Jika Anda ingin melakukan lebih banyak latihan, taruhlah peralatan olahraga Anda dekat tempat tidur sehingga Anda dapat segera berolahraga setelah bangun tidur. Jika Anda ingin menghilangkan kecanduan Anda pada media sosial, hapuslah aplikasi media sosial di HP Anda. Orang-orang yang berprestasi bukanlah mereka yang memiliki kemauan lebih besar, melainkan mereka yang sanggup menghapus gangguan dalam kehidupan mereka.
  1. Jangan bernegosiasi dengan alasan Anda. Segera setelah Anda memutuskan untuk mengambil tindakan apapun, pikiran Anda akan datang dengan alasan untuk tidak melakukannya. Jangan terlibat dalam pembahasan ini. Alasan Anda memiliki akses ke semua kecerdasan Anda dan itu akan menghambat Anda.
  1. Perbaiki hal kecil, dan hal besar akan teratasi dengan sendirinya. Melakukan perubahan kecil relatif lebih mudah dan tidak memerlukan terlalu banyak komitmen atau usaha keras dari diri Anda. Dan jika Anda senantiasa memperbaiki diri sedikit demi sedikit, maka seiring berjalannya waktu Anda akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dibandingkan di masa lalu.
  1. Pikirkan mengapa, siapa, bagaimana apa, bukan apa, kapan, bagaimana.... Sebelum Anda melakukan atau memutuskan sesuatu, tanyakan pada diri Anda, "Mengapa ini penting bagi Anda?" Dengan menjawab pertanyaan ini Anda dapat mengetahui apakah hal tersebut patut dan layak Anda lakukan, dan lebih lanjut Anda juga dapat mengukur dampaknya bagi lingkungan Anda. Selain itu, mengetahui dengan pasti mengapa Anda melakukan sesuatu membantu Anda secara psikologis untuk merasa puas dan bangga akan pencapaian Anda, dan jika ini tercapai, niscaya kebahagiaan akan Anda rasakan.
Mengamankan Masa Depan Dengan Investasi
Kita semua tentu setuju sedemikian pentingnya mengamankan masa depan, salah satunya dengan berinvestasi, karena dengan investasi Anda bisa memupuk kekayaan yang nantinya dapat Anda gunakan untuk membiayai kebutuhan di masa depan. Apakah Anda sudah berinvestasi? Ataukah Anda masih mencoba menentukan pilihan investasi? Karena investasi memerlukan waktu, sebaiknya Anda memulainya sedini mungkin. Semakin lama Anda menunda, semakin sedikit waktu yang tersisa untuk mempersiapkan masa depan finansial Anda.
Ketika mendengar kata investasi, sebagian besar dari kita cenderung langsung membandingkannya dengan kegiatan menabung. Lebih lanjut, penghasilan per bulan biasanya kita alokasikan untuk keperluan sehari-hari, baru sisanya ditabung untuk keperluan di masa yang akan datang. Menabung membantu mengumpulkan uang Anda agar tidak habis begitu saja. Namun seiring berjalannya waktu, nilai tabungan Anda akan semakin menyusut karena tergerus inflasi. Oleh karena itu, investasi adalah alternative yang lebih baik dari sekedar menabung.
Lalu, bagaimana sebaiknya kita berinvestasi? Berikut adalah 3 langkah yang perlu Anda cermati sebelum mulai berinvestasi:
  1. Alokasikan dana untuk investasi, bukan dari sisa dana yang ada
Kesalahan yang dilakukan sebagian besar orang adalah menggunakan penghasilannya untuk membeli kebutuhan sehari-hari atau bahkan bersenang-senang, dan hanya menabung jika ada dana yang tersisa. Alhasil, dana yang tersisa seringkali sangatlah minim atau bahkan tidak ada sama sekali. Yang benar adalah menyisihkan sejumlah dana secara rutin untuk investasi, barulah sisanya Anda belanjakan.
  1. Cermati risiko investasi Anda
Semua investasi memiliki risiko. Untuk itu, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengidentifikasikan profil risiko Anda – seberapa besar risiko yang dapat Anda tanggung demi mendapatkan imbal hasil investasi – dan memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda. Secara umum, terdapat tiga profil resiko investor: (1) konservatif, (2) moderat, dan (3) agresif.
  • Konservatif: investor dengan kategori konservatif ini memiliki tingkat toleransi paling rendah (risk aversed). Ia cenderung memilih instrumen investasi yang aman dengan imbal hasil yang sudah diketahui, seperti instrumen deposito. Selain itu, keamanan atas pokok investasi menjadi pertimbangan utama dalam memilih instrumen investasi.
  • Moderat: investor kategori moderat cenderung berani mengambil resiko dalam batasan tertentu (risk neutral). Ia menyadari bahwa risiko adalah konsekuensi untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi seperti Reksa Dana pendapatan tetap dan obligasi. Ia juga tipikal investor yang hati-hati saat memilih instrumen investasi dengan cara membatasi jumlah investasi pada instrumen berisiko.
  • Agresif: investor kategori agresif ini cenderung berani mengambil risiko yang lebih tinggi (risk seeking), sehingga berani menempatkan sebagian besar asetnya pada instrumen investasi berisiko seperti saham, Reksa Dana campuran dan Reksa Dana saham.
  1. Sesuaikan dengan kemampuan dan jangka waktu Anda
Dalam merencanakan kebutuhan masa depan, tentunya Anda memiliki gambaran tentang mengenai jangka waktu investasi yang diperlukan guna memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya, saat ini Anda seorang pria berusia 25 tahun dan berencana untuk menikah pada usia 30 tahun. Jika saat ini Anda mulai berinvestasi untuk membiayai pernikahan Anda, maka jangka waktu investasi Anda adalah sekitar 5 (lima) tahun. Contoh lain, jika saat ini Anda memiliki seorang anak berusia 4 tahun dan Anda mulai berinvestasi sekarang untuk membiayai kuliahnya, maka jangka waktu investasi Anda adalah sekitar 12-13 tahun. Pemilihan instrumen investasi hendaknya disesuaikan dengan jangka waktu investasi Anda, di mana semakin panjang jangka waktunya, semakin memungkinkan bagi Anda untuk memilih instrumen investasi yang agresif seperti Reksa Dana campuran, Reksa Dana saham dan saham. Sebaliknya, jika jangka waktunya pendek (<1 tahun), maka sebaiknya investasinya ditempatkan di instrumen konservatif seperti deposito, mengingat instrumen yang konservatif memiliki fluktuasi imbal hasil yang relatif rendah, sehingga kecil kemungkinannya Anda bisa kehilangan pokok investasi Anda.
Di aplikasi Raiz, Anda dapat memilih salah satu dari 3 portofolio, di mana di dalam setiap portfolio terdapat 1 Reksa Dana sebagai asset dasar:
Jadi gimana Raizers? Sudah siapkah Anda berinvestasi? Jangan takut atau ragu untuk memulai, karena investasi adalah cara yang tepat dan bijak untuk mengamankan masa depan Anda.
#Mengamankan masa depan
January 2020
Mengenal Sandwich Generation - Generasi Sandwich
Mengenal Sandwich Generation
Pernahkah Anda mendengar istilah sandwich generation? Akhir-akhir ini istilah ini banyak terdengar dan dibahas karena semakin relevan bagi kaum millennial, khususnya mereka yang sudah menikah dan memiliki anak. Mari kita bahas mengenai sandwich generation dalam artikel ini. Apakah Anda salah satunya?
Istilah sandwich generation pertama kali muncul pada tahun 1981 dan diperkenalkan oleh Dorothy A. Miller , seorang professor di Universitas Kentucky, Amerika Serikat. Mereka yang termasuk dalam generasi sandwich adalah mereka yang harus menanggung hidup anak-anak dan orangtua mereka. Alhasil, generasi ini rentan mengalami stress akibat kondisi terjepit yang mereka alami, dan stress ini bisa berdampak buruk pada keluarga maupun lingkup sosial/pergaulan.
Ada tiga jenis sandwich generation:
  1. Traditional sandwich generation
Mereka yang termasuk dalam kategori traditional sandwich generation berusia 40-50 tahun. Umumnya mereka harus menanggung kebutuhan anak-anak mereka yang sudah dewasa namun masih memerlukan dukungan finansial, sementara di lain pihak mereka juga harus mengurus orangtua mereka yang sudah lanjut usia.
  1. Club sandwich generation
Mereka yang tergolong dalam kategori ini umumnya berusia 50-60 tahun, dan mereka terjepit antara mengurus orangtua mereka yang sudah lanjut usia dan anak mereka yang sudah dewasa, bahkan cucu mereka. Termasuk dalam kategori ini adalah mereka yang berusia 30-40 tahun dan memiliki anak yang masih kecil serta harus mengurus orangtua dan bahkan kakek-nenek mereka.
  1. Open-faced sandwich generation
Mereka yang terlibat dalam kegiatan perawatan lansia meski itu bukan pekerjaan professional mereka (seperti misalnya karyawan panti jompo) termasuk dalam kategori ini. Diperkirakan ada sekitar 25% orang yang mengalami fase ini dalam hidupnya.
Bagi Anda yang termasuk sandwich generation, kemungkinan Anda terlalu sibuk mengurus anak dan orangtua sehingga lupa atau tidak sempat mengurus diri sendiri. Berikut adalah tips yang mungkin bisa membantu Anda meredakan stress dan mengurangi beban finansial Anda sehingga Anda bisa lebih merasa lega dan bahagia:
  • Buatlah manajemen keuangan. Pastikan Anda mengalokasikan uang Anda ke pos-pos yang tepat, seperti kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, biaya merawat orangtua dan biaya untuk kebutuhan sendiri.
  • Bantu anak menjadi mandiri. Bila anak Anda sudah dewasa namun masih bergantung secara finansial pada Anda, bantulah untuk mulai bekerja. Ajari dia untuk hidup mandiri dan mengurus keperluannya sendiri. Seberapapun sayangnya Anda pada anak, ingatlah bahwa Anda tidak akan bisa selamanya mendampinginya. Bila suatu hari Anda meninggal dan anak Anda belum mandiri, maka hidupnya pasti akan hancur.
  • Hindari memasukkan orangtua Anda ke panti jompo. Selain menambah beban finansial karena harus ada anggaran untuk membayar panti jompo, Anda juga membuat orangtua sedih dan tertekan karena merasa dicampakkan atau diasingkan. Lebih baik tinggal bersama orang tua dan mengurus mereka sendiri di rumah.
  • Jika memungkinkan, pekerjakan perawat untuk menjaga orangtua Anda. Tidak perlu mempekerjakan perawat yang siap siaga 24 jam, yang paruh waktu saja sudah cukup untuk menjaga saat Anda bekerja. Dengan demikian Anda masih bisa punya waktu untuk diri sendiri.
  • Anggarkan berapa dana yang Anda berikan untuk masing-masing pihak. Berikan batasan berapa jumlah maksimum yang dapat Anda berikan, karena jika Anda harus menanggung tanpa batas maka ini akan menimbulkan stress bagi Anda.
  • Pastikan Anda memiliki asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga. Dengan asuransi, Anda dapat terhindar dari pembayaran dalam jumlah besar di waktu yang tak terduga (misalnya jika anak atau orangtua mendadak sakit keras, kecelakaan, dan lain-lain).
  • Diskusikan secara terbuka dengan anggota keluarga tentang ekspektasi. Komunikasi yang baik dapat mengungkapkan ekspektasi, perasaan serta masalah yang mungkin muncul dari masing-masing pihak. Dengan demikian Anda dapat mengantisipasinya sehingga terhindar dari stress.
  • Berinvestasilah agar Anda dapat membiayai kebutuhan masa depan. Anda tentu tidak ingin membebani anak Anda di masa tua Anda bukan? Dengan investasi sejak dini, Anda tidak perlu bergantung pada anak saat Anda memasuki pension dan menjalani sisa kehidupan Anda. Selain itu, kemandirian finansial di masa tua akan membuat Anda mampu memutus mata rantai sandwich generation.
#edukatif
Risiko Investasi yang Perlu Dipahami Setiap Investor
Apakah risiko itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Investasi tidak luput dari risiko, dan dalam investasi risiko berbanding lurus dengan potensi imbal hasil, atau dikenal dengan istilah “high risk, high return.” Artinya, jika Anda ingin potensi imbal hasil atau keuntungan investasi yang besar, Anda harus siap menanggung risiko yang tinggi.  Berikut adalah 7 jenis risiko yang pasti ada dalam investasi: 1. Risiko suku bunga Risiko suku bunga adalah risiko yang timbul karena nilai relatif aset berbunga, seperti pinjaman atau obligasi, akan memburuk karena peningkatan suku bunga. Risiko ini bisa diartikan sebagai risiko yang diakibatkan adanya perubahan suku bunga yang ada di pasar sehingga akan mempengaruhi pendapatan investasi. Secara umum, jika suku bunga meningkat, harga obligasi akan turun, demikian juga sebaliknya. 2. Risiko pasar Risko pasar ini adalah risiko fluktuasi atau naik turunnya nilai aset yang disebabkan oleh perubahan sentimen pasar keuangan (seperti saham dan obligasi) yang sering disebut juga dengan risiko sistematik ( systematic risk), artinya risiko ini tidak bisa dihindari dan pasti akan selalu dialami oleh investor. Hal ini bahkan bisa membuat investor mengalami penurunan atas pokok investasinya (capital loss). Perubahan ini bisa dikarenakan beberapa hal seperti adanya resesi ekonomi, isu, kerusuhan, spekulasi termasuk juga perubahan politik. Meski demikian, Anda tidak perlu panik dan langsung mencairkan dana investasi saat menghadapi fluktuasi pasar. Sebab, penurunan atau peningkatan aset seperti ini tidak terjadi secara terus-menerus. "Strategi investasi Raiz adalah berinvestasi dalam jumlah kecil secara teratur untuk mengelola risiko ini. Meskipun kami tidak dapat memprediksi ketidakpastian pasar, strategi ini dapat membantu mengelolanya, dan pada saat yang sama dapat membantu kamu belajar tentang pasar, membangun kepercayaan terhadap finansial atau hanya untuk menabung dan berinvestasi." Android / IOS Risiko inflasi atau risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli yang tergerus inflasi. Risiko ini memiliki potensi yang merugikan daya beli masyarakat dikarenakan adanya kenaikan rata-rata dari harga konsumsi. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang dana tunai sebesar Rp10 juta dan inflasi tahunan adalah sebesar 5%, maka dana investor akan tergerus inflasi sebesar Rp 500 ribu per tahun (Rp10 juta x 5%). 4. Risiko likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko yang muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Hal ini bisa terjadi jika pihak pengutang tidak dapat menjual hartanya karena tidak adanya pihak lain di pasar yang berminat membelinya. Sebagai contoh, suatu pihak tidak dapat membayar kewajibannya yang jatuh tempo secara tunai, meskipun pihak tersebut memiliki aset yang cukup bernilai untuk melunasi kewajibannya, tetapi ketika aset tersebut tidak bisa dikonversikan segera menjadi uang tunai, maka aset tersebut dikatakan tidak likuid. Hal ini berbeda dengan penurunan drastis harga aset, karena pada kasus penurunan harga, pasar berpendapat bahwa aset tersebut tak bernilai. Tidak adanya pihak yang berminat menukar (membeli) aktiva kemungkinan hanya disebabkan karena kesulitan mempertemukan pihak pembeli dan penjual. Oleh karena itu, risiko likuiditas biasanya lebih besar kemungkinan terjadi pada pasar yang baru tumbuh atau bervolume kecil. 5. Risiko valuta asing atau nilai tukar mata uang Risiko valuta asing adalah risiko yang disebabkan oleh perubahan kurs valuta asing di pasaran yang tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan terutama pada saat dikonversikan ke mata uang domestik. Risiko jenis ini berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Pada umumnya, risiko jenis ini juga disebut sebagai currency risk atau dengan exchange rate risk. Contoh: investor ingin menanamkan investasi berdenominasi US$. Di saat yang sama nilai tukar rupiah terhadap US$ melemah, sehingga investor harus mengeluarkan jumlah rupiah yang lebih banyak dari pada ketika nilai rupiah terhadap US$ menguat. Oleh sebab itu, menguatnya dolar terhadap rupiah bisa memberikan kerugian. 6. Risiko negara Risiko ini dikenal dengan istilah sovereign risk, dan berkaitan dengan kondisi perpolitikan negara. Dari risiko ini juga berkaitan dengan perubahan ketentuan perundang-undangan yang berimbas pada perekonomian suatu negara, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap iklim investasi. 7. Risiko reinvestasi Risiko reinvestasi adalah kemungkinan bahwa arus kas investasi akan menghasilkan imbal hasil yang lebih rendah setelah diinvestasikan kembali ke instrumen investasi yang baru. Misalkan seorang investor memiliki portofolio obligasi dengan bunga kupon 5% untuk periode 5 tahun. Setelah lima tahun, imbal hasil obligasi ini turun menjadi 3%. Kabar baiknya adalah pada saat jatuh tempo, investor menerima semua pembayaran bunga sebesar 5% dan pokok investasinya sesuai kesepakatan. Masalahnya, jika kemudian investor menginvestasikan kembali uangnya dengan membeli obligasi lain di kelas yang sama, dia tidak akan lagi menerima bunga kupon 5%, melainkan hanya 3%. "Bagaimana Raiz membantu mengelola risiko investasi kamu? Strategi investasi Raiz untuk berinvestasi dalam jumlah kecil secara otomatis, ini melindungi investasi dan uang kamu dari risiko dan emosi. Jika harga naik, kamu membeli lebih sedikit dan jika harga turun, kamu membeli lebih banyak dari biasanya. Studi menunjukkan bahwa kerugian dua kali lebih kuat, secara psikologis, daripada keuntungan, membuat jenis pola pikir investasi ini lebih mungkin untuk membuat kesalahan dengan menjual kepemilikan yang tidak perlu dan beralih ke uang tunai di pasar bawah."
#Investor #Resiko
Sambut Tahun Baru Dengan Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik Lagi
Tanpa terasa, tahun 2019 sudah kita lalui dan kita sudah memasuki minggu kedua di tahun 2020. Bagaimana Raizers menyikapi pergantian tahun? Apakah ada hal-hal baru atau yang berbeda yang ingin Anda lakukan untuk memperbaiki diri dan kehidupan Anda? Artikel ini mencoba menawarkan tips yang dapat Anda simak untuk meningkatkan kualitas diri Anda di tahun yang baru ini.
  1. Refleksi Diri
Seiring dengan hadirnya tahun baru, tidak ada salahnya Anda melakukan refleksi diri. Refleksi diri dalam hal ini berarti Anda mengingat-ingat kembali pengalaman, tindakan dan momen yang terjadi sepanjang tahun. Untuk hal-hal yang baik, teruskan dan bahkan tingkatkan lagi kualitasnya, sedangkan untuk hal-hal yang kurang baik atau bahkan buruk janganlah disesali atau menjadi beban pikiran, melainkan ambil hikmahnya. Gunakan juga momen refleksi diri untuk mengidentifikasikan hal-hal apa saja yang belum sempat Anda lakukan atau selesaikan di tahun 2019.
  1. Buat Resolusi Tahun Baru
Pergantian tahun identic dengan resolusi tahun baru. Namun ini tidak berarti Anda harus membuat resolusi baru lho; tidak ada salahnya Anda meneruskan resolusi tahun sebelumnya jika memang itu belum tuntas. Tahukah Anda bahwa menurut survei yang dilakukan Statistic Brain, hanya 8% orang yang sukses menuntaskan resolusi tahun baru mereka. Mengapa sedemikian kecil angka keberhasilannya? Ternyata dua hal terpenting yang diperlukan adalah tekad dan komitmen Anda untuk menjalankan dan menuntaskan resolusi Anda. Jika resolusi Anda adalah hidup lebih sehat, misalnya, buatlah komitmen untuk rajin berolahraga dan mengkonsumsi makanan yang sehat, serta mengurangi atau menghilangkan kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi minuman keras.
  1. Motivasi Diri
  1. Berpikir positif
Tahukah Anda bahwa kita cenderung menunda melakukan sesuatu jika situasi hati Anda sedang tidak enak (bad mood)? Sementara, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kebahagiaan meningkatkan produktivitas dan membuat Anda lebih sukses. Itulah sebabnya mengapa dalam latihan militer, para instruktur menanamkan optimisme untuk menguatkan mental para prajurit, bukan dengan latihan bela diri atau latihan tempur.
Nah, tentu Anda kemudian bertanya, “Bagaimana saya bisa optimis jika saya tidak merasakannya?” Peneliti dari Univeritas Harvard, Teresa Amabile, menemukan bahwa kemajuan (progress) dari suatu pekerjaan atau apapun yang Anda lakukan merupakan pemicu timbulnya optimisme. Untuk itu pantau terus kemajuan atas apa yang Anda lakukan dan rayakan setiap kemajuan tersebut sebagai pencapaian pribadi Anda.
  1. Beri penghargaan pada diri Anda
Penghargaan atau hadiah membuat Anda senang, sedangkan hukuman membuat Anda merasa sedih. Itulah sebabnya keduanya bisa memotivasi Anda – penghargaan atau hadiah membuat Anda ingin melakukan sesuatu, sementara hukuman mencegah Anda melakukannya. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa hadiah bertanggung jawab atas tiga perempat dari mengapa Anda melakukan sesuatu. Jadi tidak ada salahnya jika Anda menghadiahi diri Anda sendiri setiap kali Anda berhasil melakukan sesuatu atau setelah Anda mencapai suatu kemajuan atau tahap yang lebih tinggi. Sebagai contoh, jika Anda berhasil menurunkan berat badan, rayakanlah dengan membeli sepotong baju baru yang akan membuat penampilan Anda menjadi lebih menarik lagi. Selain bisa tampil sebagai pribadi baru yang lebih mempesona, baju baru ini bisa memotivasi Anda untuk mencapai keberhasilan lainnya.
  1. Manfaatkan peer pressure
Tekanan dari inner circle Anda - teman-teman dan/atau keluarga dekat - (peer pressure) bisa membantu memotivasi Anda karena secara psikologis Anda ingin diterima oleh teman-teman atau lingkungan sosial Anda sehingga Anda akan melakukan hal-hal yang dianggap terpuji oleh inner circle Anda. Tapi untuk hal ini mohon hati-hati ya, jika peer pressure yang Anda alami bukanlah sesuatu yang membuat Anda menjadi lebih baik, lebih baik Anda acuhkan saja karena itu bisa membuat Anda malah gagal atau tidak fokus mencapai tujuan Anda.
  1. Tata Kembali Kebiasaan Hidup Anda
Coba buat daftar tentang kebiasaan Anda dan kategorikan menjadi dua: yang baik dan yang buruk. Berdasarkan daftar tersebut, teruskan kebiasaan-kebiasaan baik yang selama ini telah Anda lakukan. Di sisi lain, pilihlah mana kebiasaan buruk yang ingin Anda hilangkan dan buatlah rencana kapan target waktu Anda untuk menghilangkannya dan bagaimana caranya. Misalnya, selama ini hidup Anda cenderung boros karena terlalu sering jajan, mungkin Anda bisa mengurangi kebiasaan jajan Anda dengan memasak dan menyiapkan bekal dari rumah. Anda bisa juga mengurangi keborosan Anda dengan mulai berinvestasi; melalui platform Raiz, Anda bisa berinvestasi di Reksa Dana dengan metode seketika (lump sum) maupun cicilan (recurring) mulai dari Rp10.000, kapan saja dan di mana saja. Jangan berkecil hati jika Anda hanya bisa menyisihkan uang dalam jumlah kecil, karena jika Anda rutin melakukannya, maka jumlah yang terkumpul akan menjadi signifikan dan bermanfaat untuk Anda. Sesuai kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.
Jadi gimana Raizers? Sudah siap dan antuasias menyongsong 2020? Tetap semangat dan jangan lupa untuk rutin berinvestasi di Reksa Dana lewat platform Raiz ya. Salam sukses dari tim Raiz!
December 2019
Proses perjalanan investasi dan pencairan dana di aplikasi Raiz
Setelah kamu melakukan transaksi pembelian atau pencairan Unit Penyertaan Reksa Dana di aplikasi Raiz, mengapa saldo di layar aplikasi Raiz kamu tidak langsung ter-update?  Ini karena ada beberapa proses operasional yang harus dijalankan di Raiz dan melibatkan pihak-pihak terkait. Cut-off time adalah batas waktu transaksi Reksa Dana (pembelian unit penyertaan, penjualan kembali unit penyertaan, dan pengalihan unit penyertaan) pada aplikasi Raiz. Batas waktu tersebut adalah pukul 13:00 WIB. Transaksi kamu akan dihitung menggunakan Nilai Aktiva Bersih per unit (NAB/unit) pada hari bursa yang sama jika transaksi dilakukan sebelum batas waktu pukul 13:00 WIB. Jika transaksi dilakukan setelah batas waktu, atau pada hari libur, maka perhitungan atas transaksi tersebut akan menggunakan NAB/unit pada hari bursa berikutnya. Untuk investasi di portofolio konservatif maka akan muncul di T+2 (2 hari bursa) di aplikasi Raiz. Untuk investasi di portofolio moderat dan agresif akan mumncul di T+2 (2 hari bursa) di aplikasi Raiz. Pencairan dana di portofolio konservatif T+1 (1 hari bursa) akan masuk ke rekening Bank kamu. Pencairan dana di portofolio moderat dan agresif T+4 (4 hari bursa) akan masuk ke rekening Bank kamu. Simak kedua diagram ini untuk mengetahui proses apa saja dan kapan masing-masing proses tersebut dilakukan kamu bisa lihat gambar diatas untuk proses transaksi investasi dan dibawah ini untuk proses pencairan dana. T= Hari Bursa, Hari Bursa adalah hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa yaitu hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari tersebut merupakan hari libur nasional atau dinyatakan sebagai hari libur Bursa oleh Bursa. S-INVEST (Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu) adalah sistem atau sarana elektronik terpadu yang mengintegrasikan seluruh proses Transaksi Produk Investasi, Transaksi Aset Dasar, dan pelaporan di industri pengelolaan investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 28/POJK.04/2016 tentang Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu.
#Transaksi di Raiz
Mengenal KYC atau Know Your Customer 
Setiap kali Anda membuka akun atau rekening di institusi jasa keuangan termasuk Raiz, pasti Anda harus menjalani proses Pengenalan Nasabah atau KYC – Know Your Customer.
Know Your Customer Principles (KYCP) adalah prinsip yang diterapkan institusi jasa keuangan untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan dan sudah menjadi kewajiban institusi jasa keuangan untuk menerapkannya. Prinsip mengenal nasabah tidak sekadar berarti mengenal nasabah secara harafiah tetapi prinsip mengenal nasabah ini menginginkan informasi yang lebih menyeluruh di samping identitas nasabah, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan profil dan karakter transaksi nasabah yang dilakukan melalui jasa perbankan.
Mengapa KYC perlu dilakukan? Sebagai nasabah, Anda harus menjalani proses KYC untuk memastikan bahwa identitas Anda adalah benar dan sah.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, institusi jasa keuangan wajib melakukan proses KYC terhadap para calon nasabahnya dan informasi yang terkumpul dari nasabah harus dijaga kerahasiaannya.
Dasar kebijakan
  • Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30/PMK.010/2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non-Bank
  • POJK Nomor 12-POJK.01-2017 tentang Penerapan Program APU PPT di Sektor Jasa Keuangan
  • Standar dan kebijakan internal yang dimiliki oleh perusahaan sendiri.
Apakah pencucian uang itu?
Pencucian uang adalah serangkaian transaksi keuangan yang kompleks yang berasal dari dana yang dikembangkan secara ilegal. Transaksi ini bertujuan untuk menyamarkan asal dari dana tersebut dengan cara menyusupkan bagian-bagian dari dana pada sektor ekonomi dan keuangan di dalam maupun melintasi batas-batas negara.
Tujuan KYC
  • Memungkinkan institusi jasa keuangan mengenal dan memahami para nasabahnya;
  • Sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme oleh penyedia jasa Keuangan pasar modal
  • Sebagai langkah awal pembentukan Single Identification Investor Number (SID Investor) untuk nasabah Reksa Dana yang akan diintegrasikan dengan sistem AKSes (acuan kepemilikan sekuritas) yang dikembangkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
  • Sebagai sarana pengamanan transaksi, agar dana kamu hanya bisa dicairkan ke rekening atas nama diri sendiri.
  • Menyediakan sistem pengawasan internal pada kegiatan yang sedang berlangsung.
Pelaksanaan KYC
Dari segi operasional institusi jasa keuangan, KYC bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk melakukan due diligence atau proses penilaian terhadap nasabah, institusi jasa keuangan harus dapat memperoleh data dan informasi mengenai nasabah, baik kepada nasabah baru maupun lama, termasuk tentang asal dana atau sumber dana yang dimilikinya, tanpa membuat sang nasabah tersinggung atau terganggu privacy-nya. Oleh karena itu, penerapan prinsip KYC memerlukan etika dan kebijakan dan prosedur khusus karena pekerjaan ini telah memasuki privacy seorang nasabah atau calon nasabah bank.
Sebagai institusi jasa keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Raiz Invest Indonesia wajib melakukan KYC terhadap para nasabahnya. Saat Anda membuka akun Raiz Anda, Anda akan diminta mengisi berbagai data, mulai dari nama sesuai KTP, nomor KTP, jenis kelamin, alamat, hingga sumber dana investasi dan tujuan investasi Anda. Anda juga harus mengunggah KT, foto selfie Anda saat memegang KTP Anda dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai bagian dari proses KYC. Data pribadi yang Anda masukkan di aplikasi Raiz akan kami cocokkan dengan KTP yang Anda unggah, dan selfie Anda sambil memegang KTP diperlukan agar kami dapat memastikan bahwa Anda benar-benar melakukan pembukaan akun Raiz (bukan orang lain yang menggunakan KTP Anda tanpa sepengetahuan atau izin Anda). Sedangkan data NPWP dimaksudkan sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan tidak pidana pencucian uang dan pendanaan kegiatan terorisme. Kebijakan ini juga dalam upaya membentuk Single Investor Identification (SID), yaitu identitas tunggal investor yang digunakan untuk melakukan aktivitas di pasar modal Indonesia, mulai dari transaksi hingga penyelesaiannya. Identitas tunggal investor ini diterbitkan oleh PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Setiap investor yang terdaftar di pasar modal akan mendapatkan satu nomor SID. Sebagai identitas tunggal investor, nomor SID digunakan saat Anda bertransaksi di pasar modal. Artinya, meski memiliki beberapa jenis investasi, baik saham, reksadana, maupun obligasi, namun setiap investor hanya akan memiliki satu nomor SID saja. Nomor SID ini merupakan bukti bahwa investor secara resmi telah terdaftar di pasar modal.
Apakah KYC menganggu privasi dan keamanan data pribadi Anda?
Dengan memilih lembaga keuangan yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK seperti Raiz, kerahasiaan data Anda dan nasabah lainnya adalah prioritas. Peran OJK sebagai regulator juga membantu dalam pengawasan seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel, jadi Anda tidak perlu khawatir.
Terkait keamanan data pribadi dan akun Raiz Anda, keduanya adalah prioritas utama kami di Raiz. Raiz senantiasa berupaya untuk melindungi informasi Anda, mencegah akses akun yang tidak sah, dan memberitahu Anda tentang aktivitas yang tidak lazim.
Tips Berhemat Zaman Now
[caption id="attachment_4748" align="alignnone" width="1000"] Tips Berhemat Zaman Now[/caption] Pernahkah Anda mendengar peribahasa “hemat pangkal kaya”? Meskipun zaman sekarang sudah canggih, peribahasa klasik ini masih berlaku dan sebaiknya tetap Anda jalankan untuk masa depan yang cerah. Simak 5 tips hemat berikut agar Anda dapat berhemat.
  1. Buat daftar keperluan
Setiap kali Anda akan berbelanja, buatlah daftar barang yang akan dibeli. Misalnya sebelum Anda berbelanja keperluan mingguan atau bulanan ke supermarket, buatlah daftar belanjaan Anda terlebih dahulu supaya tidak ada yang terlupakan dan Anda tidak membeli barang yang sebenarnya tidak Anda perlukan. Jika Anda cermati, tidak jarang Anda membeli sesuatu karena dorongan sesaat (impulse shopping) – misalnya karena produk tersebut baru, kemasannya menarik, atau ada tawaran diskon, dan sebagainya. Daftar belanjaan membantu Anda menjaga disiplin agar Anda tidak terjerat pada fenomena impulse shopping.
Lebih baik lagi jika kemudian Anda mencocokkan pembelanjaan Anda dengan daftar belanja Anda setiap kali Anda selesai belanja. Selain untuk memantau berapa besar pengeluaran Anda, jika ternyata Anda melakukan impulse shopping, Anda juga dapat mengingatkan Anda sendiri untuk lebih disiplin di sesi belanja berikutnya.
  1. Kurangi/hindari jajan
Jajan mungkin merupakan bagian dari gaya hidup dan sarana untuk bersosialisasi. Tapi pernahkah Anda menghitung berapa dana yang Anda keluarkan setiap hari, setiap minggu atau setiap bulan untuk jajan? Secara harian mungkin jumlahnya relatif tidak besar, namun jika Anda jumlahkan untuk seminggu atau sebulan, tidak mustahil jumlahnya cukup signifikan, lho. Bayangkan jika Anda membeli makanan atau minuman tertentu setiap hari – misalnya secangkir kopi di warung kopi favorit Anda, atau camilan lainnya. Oh ya, jajan itu selain tidak sehat untuk kantong, juga tidak baik untuk kesehatan karena jajanan itu seringkali mengandung kadar gula, kolesterol atau zat-zat lainnya yang jika dikonsumsi secara berkesinambungan bisa memicu timbulnya penyakit kronis seperti kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah tinggi, stroke, dan lain-lain.
Nah, mungkin Anda kemudian bertanya, bagaimana caranya saya mengurangi jajan tanpa harus kemudian mati gaya alias jadi kurang pergaulan? Sebenarnya sah-sah saja jika Anda jajan sambil bersosialisasi; yang perlu diperhatikan adalah frekuensi alias seberapa sering. Jika Anda jajan setiap hari demi bersosialisasi, mungkin ada baiknya Anda pertimbangkan untuk menguranginya secara bertahap menjadi 3x seminggu, 2x seminggu, 1x seminggu dan seterusnya. Atau bisa juga Anda mengganti jajanan atau camilan Anda dengan makanan yang lebih sehat atau bahkan Anda siapkan sendiri. Menyiapkan sendiri makanan membantu Anda berhemat dan lebih sehat karena selain biayanya lebih rendah, Anda juga jadi menambah aktivitas fisik yang pada gilirannya akan membantu Anda menjadi lebih sehat.
  1. Hati-hati dengan tawaran promosi atau diskon
Promosi dan diskon adalah kiat dari penjual untuk menjaring konsumen dan inilah pemicu terbesar dari impulse shopping. Selain itu, seringkali penjual juga menerapkan teori psikologi yang dikenal dengan istilah scarcity principle, di mana konsumen didorong untuk segera membeli dengan alasan bahwa persediaan terbatas, atau bahwa promosi ini hanya berlangsung dalam waktu singkat. Karena “keterbatasan” ini, maka konsumen seringkali merasa takut kehabisan atau takut kehilangan kesempatan.
Trik lain yang akhir-akhir ini sering dilakukan oleh penjual adalah dengan melakukan midnight sale alias diskon di tengah malam. Midnight sale yang biasanya digelar pukul 21:00 hingga pukul 03:00 pagi keesokan harinya ini terbukti sukses menjaring konsumen dan mengerek penjualan. Mengapa demikian? Karena ternyata banyak konsumen yang sudah datang ke pusat perbelanjaan beberapa jam sebelum midnight sale (biasanya dengan alasan agar dapat parkir), dan sambil menunggu biasanya mereka makan malam dulu di restaurant yang ada di pusat perbelanjaan. Karena sudah meluangkan waktu dan usaha sebelum acara diskon digelar, maka begitu acara dimulai, tidak jarang konsumen kemudian tidak mau pulang dengan tangan hampa sehingga membeli barang-barang yang sebenarnya tidak ia butuhkan. Akibatnya, begitu kembali ke rumah barang tersebut tidak digunakan. Ujung-ujungnya buang uang dan waktu untuk sesuatu yang mubazir, kan?!
  1. Gunakan sarana transportasi umum
Dengan makin membaiknya infrastruktur dan bertambahnya sarana transportasi umum, makin tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak menggunakan sarana transportasi umum seperti bus, MRT, LRT dan lain-lain. Jika rutenya masih terbatas, Anda bisa menggunakannya selama periode tertentu, misalnya untuk pergi makan siang atau menghadiri pertemuan pada jam kerja. Misalnya jika Anda berkantor di kawasan Blok M, Anda bisa naik MRT untuk makan siang di kawasan Bunderan HI. Selain sehat (karena Anda harus berjalan dari kantor ke stasiun atau halte terdekat, demikian pula dari stasiun atau halte tempat Anda berhenti ke tempat tujuan akhir Anda), dengan menggunakan sarana transportasi Anda membantu melestarikan lingkungan karena Anda turut mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
  1. Bawa bekal dari rumah
Pernahkah Anda menghitung berapa pengeluaran bulanan Anda untuk makan siang? Anda mungkin akan terkejut karena angkanya tidak kecil, dan bahkan mungkin uang yang Anda keluarkan tidak sebanding dengan kualitas makanan yang Anda dapatkan. Cobalah membawa bekal dari rumah. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan bahan dan memasak, namun itu bisa disiasati dengan berbelanja dan memasak pada akhir minggu; siapkan beberapa makanan sekaligus dan simpan di dalam kulkas sehingga pada hari kerja Anda tinggal mengambil dan menghangatkannya. Atau bisa juga Anda menyiapkan makanan yang sederhana sehingga bisa Anda masak sebelum Anda berangkat kerja dalam waktu singkat. Selain lebih murah dan bersih, memasak juga bisa menjadi hobi yang menyenangkan. Banyak resep menarik di Internet yang bisa Anda coba, bahkan dalam bentuk tutorial video.
  1. Kumpulkan uang receh
Jika Anda menerima kembalian dalam bentuk uang logam, seringkali Anda malas mengambilnya karena memberatkan dompet Anda. Tapi pernahkah terpikir berapa jumlah yang terkumpul jika Anda menaruh uang kembalian tersebut dalam sebuah wadah (stoples, kaleng, kotak)? Pada Januari 2019 sepasang petani di Majalengka bahkan berhasil membeli 1 unit Toyota Rush dengan uang receh yang mereka kumpulkan selama 7 tahun! Seperti kata pepatah, “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.”
Tahukah Anda bahwa aplikasi Raiz memungkinkan Anda memiliki celengan uang receh secara digital? Melalui fitur Round-up atau pembulatan, Anda bisa mengumpulkan setiap selisih belanja Anda dan menginvestasikannya dalam bentuk unit penyertaan Reksa Dana. Cara kerja fitur pembulatan (round-up) Raiz adalah sebagai berikut:
  1. Saat kamu bergabung di Raiz, kamu akan diminta untuk mendaftarkan rekening bank sebagai Rekening Pendanaan - dari rekening ini dana kamu akan didebit untuk investasi dan jika kamu menarik dana maka dananya akan ditransfer kembali ke rekening ini.
  1. Selain Rekening Pendanaan, kamu juga akan diminta untuk mendaftarkan rekening bank dan/atau e-money sebagai Rekening Pembelanjaan. Rekening bank yang kamu daftarkan sebagai Rekening Pembelanjaan ini bisa sama dengan rekening bank yang kamu gunakan sebagai Rekening Pendanaan, bisa juga tidak.
  1. Setelah kamu mendaftarkan kedua rekening tersebut di atas, setiap kali kamu berbelanja menggunakan Rekening Pembelanjaan, Raiz akan mencatat pembulatan atas transaksi belanja tersebut. Jadi jika kamu mendaftarkan rekening bank A sebagai Rekening Belanja, maka Raiz akan mengambil pembulatan atas semua transaksi yang kamu lakukan dengan kartu debit atas rekening bank A tersebut.
  1. Pembulatan yang dilakukan Raiz adalah pembulatan ke atas (round up), ke kelipatan Rp 5.000 terdekat. Jadi jika kamu membeli secangkir kopi seharga Rp. 36.000 maka Raiz akan mencatat pembulatan sebesar Rp. 4.000 atas transaksi pembelian kopi ini.
  1. Raiz akan mengumpulkan pembulatan atas semua transaksi, dan jika pembulatan yang terkumpul sudah mencapai minimal Rp. 10.000 maka Rekening Pendanaan kamu akan didebit. Misalnya pembulatan yang terkumpul adalah sebesar Rp 19.000, maka Rekening Pendanaan kamu akan didebit sebesar Rp 19.000 dan dananya dibelikan unit penyertaan Reksa Dana.
  1. Pilihan Reksa Dana adalah sesuai dengan profil risikomu. Raiz menyediakan 3 pilihan Reksa Dana sesuai profil risiko: (1) Reksa Dana pasar uang untuk profil risiko Konservatif, (2) Reksa Dana Pendapatan Tetap/Berbasis Obligasi untuk profil risiko Moderat dan (3) Reksa Dana Indeks Saham untuk profil risiko Agresif.
#berhemat
Latte Factor: Kebiasaan Belanja ‘Receh’ yang Boros!
Pernahkah Anda mendengar istilah latte factor? Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh David Bach, penulis buku Finish Rich sekaligus motivator keuangan dari Amerika Serikat. Latte factor mengacu pada kebiasaan kecil tapi rutin yang menghabiskan penghasilan. Istilah 'latte' ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengkritik kebiasaan masyarakat kota besar yang kerap menghabiskan waktu dan uang untuk jajan kopi susu (coffee latte).
Istilah latte factor sebenarnya tidak melulu mengacu pada kebiasaan minum kopi, namun juga relevan untuk pengeluaran kecil lainnya, seperti membeli air mineral kemasan, membeli camilan di sore hari, belanja secara impulsif karena iseng, atau hanya karena sedang ada promo atau flash sale. Setiap orang memiliki latte factor dan jenisnya bisa berbeda. Apa saja latte factor Anda dan bagaimana sebaiknya Anda menyikapinya?
Tahukah Anda berapa besar pengeluaran Anda terkait latte factor?
Sebagai langkah pertama, cobalah identifikasikan apa saja pengeluaran latte factor Anda, lalu hitung berapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk latte factor ini. Ini ternyata tidak mudah, karena pengeluaran ini biasanya dalam hitungan receh sehingga setiap kali Anda melakukannya, Anda menganggapnya sepele dan tidak memberatkan – apalagi jika penghasilan Anda cukup besar dan Anda belum punya tanggungan. Namun, jika kebiasaan ini dibiarkan, tanpa disadari total pengeluaran Anda bisa menjadi sangat besar dan tak terkontrol.
Menjawab penasaran mengenai pengeluaran latte factor, kita dapat menghitungnya dengan sederhana. Ambil contoh saja, Anda membeli secangkir iced coffee seharga Rp17.500,00. Karena rasanya enak tapi ukurannya kecil, Anda pun membeli secangkir lagi. Di pembelian kedua Barista bahkan menawarkan extra shot hanya dengan menambah Rp5.000. Alhasil, jumlah uang yang Anda keluarkan pun menjadi Rp40.000,00. Tak jarang bahkan Anda masih membeli lagi camilan untuk teman minum kopi Anda, seperti pisang goreng, kue, kripik, dan sebagainya. Jika misalnya Anda membeli camilan seharga Rp10.000, maka dalam suatu sore itu saja Anda sudah menghabiskan Rp50.000. Jumlah uang yang Anda belanjakan siang itu belum termasuk transport dan makan. Anggap saja naik taksi ke mall tempat Anda makan siang Rp30.000,00 dan makan siang Rp90.000,00. Berarti total pengeluaran Anda siang itu adalah sebesar Rp170.000,00.
Contoh lain: saat jam makan siang di sebuah mall, ternyata Anda menyadari bahwa di mall tersebut sedang ada bazaar pakaian, aksesoris dan pernak-pernik menarik lainnya. Iseng melihat-lihat, ternyata Anda menemukan beberapa aksesoris dengan kisaran harga Rp10.000-25.000. Jadilah Anda melakukan impulsive shopping dan membeli 4 buah dengan total Rp85.000. Kelihatannya receh, namun pernahkah Anda membayangkan jika dalam sebulan ada beberapa kali bazaar dan setiap kali Anda tergoda membeli sesuatu?
Kehadiran situs e-commerce, transportasi online dan uang elektronik (e-money) menambah godaan bagi Anda untuk melakukan pengeluaran latte factor ini, karena selain menawarkan kemudahan, lebih banyak pilihan (karena sekarang jajanan atau belanjaan yang letaknya jauh dari lokasi sekarang bisa dengan mudah didapat) dan efisiensi waktu, banyak juga promo yang ditawarkan oleh para penyelenggara bisnis tersebut. Dan karena promo, maka Anda pun tergoda untuk memanfaatkan promo tersebut, meskipun sebenarnya Anda tidak memerlukannya.
Jika Anda menganggap angka-angka tersebut kecil karena sebulan hanya keluar sekitar Rp3-4 juta, lihat lagi macam-macam latte factor di atas. Angka tersebut tidak selalu sama setiap harinya. Ditambah lagi jika Anda memiliki cicilan KPR atau KPA, bisa jadi Rp10 juta habis begitu saja.
Menyelaraskan pengeluaran latte factor dengan investasi
Nah, jika Anda peduli akan masa depan Anda, ada baiknya Anda mulai menabung dan berinvestasi. Masalahnya, kegiatan belanja, jajan adalah kegiatan yang menyenangkan karena itu merupakan sarana pergaulan, aktualisasi diri atau segudang alasan lainnya. Dan jika sudah menjadi kebiasaan (habit), maka Anda cenderung akan sulit mengubahnya. Secara psikologis, Anda akan merasakan kebahagiaan Anda berkurang jika Anda harus mengurangi atau menghentikan suatu aktivitas atau kebiasaan yang Anda sukai. Inilah yang menjelaskan mengapa Anda mungkin sudah menyadari pentingnya menabung dan merencanakan keuangan untuk masa depan, namun sulit untuk memulainya.
Di Raiz, ada fitur roundup (pembulatan), yang didesain sedemikian rupa agar setiap pengeluaran latte factor bisa dijadikan kesempatan bagi Anda untuk menabung dan berinvestasi.
Begini cara kerja fitur roundup di Raiz:
  1. Saat Anda bergabung di Raiz, Anda akan diminta untuk mendaftarkan rekening bank sebagai Rekening Pendanaan - dari rekening ini dana Anda akan didebit untuk investasi.
  1. Selain Rekening Pendanaan, Anda juga akan diminta untuk mendaftarkan rekening bank dan/atau e-money sebagai Rekening Pembelanjaan. Rekening bank yang Anda daftarkan sebagai Rekening Pembelanjaan ini bisa sama dengan rekening bank yang Anda gunakan sebagai Rekening Pendanaan, bisa juga tidak. Anda bisa mendaftarkan lebih dari 1 rekening bank Anda sebagai Rekening Pembelanjaan. Makin banyak rekening yang Anda daftarkan, berarti makin banyak pembulatan yang dapat dikumpulkan dan makin besar kesempatan Anda untuk menabung dan berinvestasi
  1. Setelah Anda mendaftarkan kedua rekening tersebut di atas, setiap kali Anda berbelanja menggunakan Rekening Pembelanjaan, Raiz akan mencatat pembulatan atas transaksi belanja tersebut. Jadi jika Anda mendaftarkan rekening bank A sebagai Rekening Belanja, maka Raiz akan mengambil pembulatan atas semua transaksi yang Anda lakukan dengan kartu debit atas rekening bank A tersebut.
  1. Pembulatan yang dilakukan Raiz adalah pembulatan ke atas (round up), ke kelipatan Rp 5.000 terdekat. Jadi jika Anda membeli secangkir kopi seharga Rp. 36.000 maka Raiz akan mencatat pembulatan sebesar Rp. 4.000 atas transaksi pembelian kopi ini.
  1. Raiz akan mengumpulkan pembulatan atas semua transaksi, dan jika pembulatan yang terkumpul sudah mencapai minimal Rp. 10.000 maka Rekening Pendanaan Anda akan didebit. Misalnya pembulatan yang terkumpul adalah sebesar Rp 19.000, maka Rekening Pendanaan Anda akan didebit sebesar Rp 19.000 dan dananya dibelikan unit penyertaan Reksa Dana.
  1. Pilihan Reksa Dana adalah sesuai dengan profil risikomu. Raiz menyediakan 3 pilihan Reksa Dana sesuai profil risiko: (1) Reksa Dana pasar uang untuk profil risiko Konservatif, (2) Reksa Dana Pendapatan Tetap/Berbasis Obligasi untuk profil risiko Moderat dan (3) Reksa Dana Indeks Saham untuk profil risiko Agresif.
Dengan Raiz, Anda tidak perlu menghentikan pengeluaran latte factor Anda sama sekali sehingga Anda jadi kuper. Anda masih bisa tetap eksis, bahkan dengan menggunakan fitur roundup Raiz, pengeluaran latte factor Anda dapat berjalan selaras dengan investasi Anda. Menarik bukan? Jadi, tunggu apa lagi, ayo segera mulai gunakan fitur roundup di Raiz!
November 2019
Mau tau seberapa besar dana Rp10.000 berkembang ??
Dengan berinvestasi Rp10.000 setiap hari di Portfolio Raiz yang Konservatif, dana kamu berpotensi untuk berkembang sebesar 2.8% per tahun (setara 3.5% per tahun) dan bila kamu terus berinvestasi seperti itu selama 1 tahun penuh, maka dana kamu berpotensi akan berkembang sebesar 3.9% (setara dengan deposito 4.9%). Mau tau perbandingan uang Rp10.000 kamu bila Investasi ditempat lain Simulasi per tanggal 19 November 2019 Dengan uang Rp10.000 yang bisa kamu sisihkan per hari, kamu tidak memiliki banyak alternative berinvestasi. Dari tabel diatas uang kamu baru berkembang cukup signifikan bila diinvestasikan di emas selama 1 tahun. Mengapa demikian? Karena saat kamu berinvestasi di emas, ada 2 jenis harga: harga beli dan harga jual. Selisih antara harga beli dan harga jual membuatmu merugi bila kamu berinvestasi kurang dari 1 tahun. Terus kudu puye? Dalam berinvestasi, kita harus disiplin. Disiplin waktu berinvestasi atau komitmen kapan kamu berinvestasi. Kamu bisa berkomitmen berinvestasi harian, mingguan atau bulanan, tergantung kesanggupan kamu. Kamu juga bisa disiplin investsi berdasarkan nominal kemampuan kamu, contoh kamu Investasi setiap kamu memiliki uang sisa Rp10.000.  Jadi Investasi tidak lagi mahal dan sulit kan, hanya tinggal bagaimanan kamu memulainya. Bersama Raiz, kamu bisa menggunakan uang Rp10.000 kamu dari yang minim manfaat menjadi sangat bermanfaat untuk masa depan kamu. Perhitungan di tabel hanya merupakan simulasi. Tingkat imbal hasil investasi dari perhitungan simulasi tersebut bukanlah suatu jaminan, tetapi hanya merupakan indikasi berdasarkan rata-rata historis kinerja produk pada jenis Reksa Dana.
#edukatif
Mengenal Reksa Dana
Anda mungkin pernah mendengar istilah Reksa Dana, tapi mungkin belum mengetahui definisinya. Secara sederhana, Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
Struktur Reksa Dana
Suatu Reksa Dana didirikan berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) antara:
  1. Manajer Investasi yang berperan sebagai pihak yang melakukan pengelolaan serta pemantauan portofolio efek yang diinvestasikan oleh Reksa Dana.
  1. Bank Kustodian yang berperan sebagai pihak yang melakukan administrasi, penyimpanan aset Reksa Dana, dan menerbitkan serta mengirimkan surat konfirmasi transaksi & laporan bulanan kepada investor Reksa Dana.
Dalam transaksi Reksa Dana, Raiz berperan sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), yaitu pihak yang melakukan penjualan Efek Reksa Dana berdasarkan kontrak kerja sama dengan Manajer Investasi pengelola Reksa Dana. Investor dapat memperoleh penjelasan terkait produk serta melakukan transaksi pembelian (subscription), penjualan (redemption) dan pengalihan (switching) Reksa Dana melalui Raiz.
Sebagai bentuk investasi dalam Reksa Dana, investor akan memperoleh Unit Penyertaan Reksa Dana yang diinformasikan oleh Bank Kustodian melalui Surat Konfirmasi Transaksi dan Laporan Bulanan.
Jenis Reksa Dana
Ada berbagai jenis Reksa Dana, dan di Raiz Anda dapat memilih salah satu dari ketiga jenis Reksa Dana berikut:
Reksa Dana Pasar Uang
Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau Efek bersifat utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi jangka pendek (<1 tahun) dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko sangat konservatif.
Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat utang atau obligasi. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 1 - 3 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.
Reksa Dana Saham
Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk Efek bersifat ekuitas atau saham. Jenis Reksa Dana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu >5 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko agresif.
Risk & return profile
Potensi imbal hasil dan risiko ketiga jenis Reksa Dana di atas dapat digambarkan dalam diagram berikut:
Manfaat investasi di Reksa Dana
Pengelolaan yang profesional Kekayaan Reksa Dana dikelola dan dimonitor setiap hari oleh Manajer Investasi yang profesional dan berpengalaman di bidang pengelolaan investasi. Dengan demikian Anda tidak perlu melakukan pekerjaan administrasi dan pengamatan pasar setiap saat. Diversifikasi investasi Dengan kumpulan dana dari banyak investor, Manajer Investasi dapat melakukan diversifikasi portofolio investasi yang akan memperkecil risiko investasi yang timbul. Likuiditas Pembelian, penjualan kembali dan pengalihan unit penyertaan dapat dilakukan kapan saja setiap hari bursa dan pencairan dana hasil penjualan kembali akan masuk ke rekening Pemegang Unit Penyertaan dalam waktu maksimum 7 hari bursa. Transparansi Reksa Dana memberikan informasi yang transparan kepada publik mengenai komposisi aset dan instrumen portofolio investasi, risiko yang dihadapi serta biaya-biaya yang timbul. Selain itu untuk proses pembukuan dilakukan oleh pihak independen selain Manajer Investasi, yaitu Bank Kustodian dan wajib diperiksa oleh Akuntan Publik yang terdaftar di OJK. Potensi pertumbuhan nilai investasi Dengan akumulasi dana dari banyak investor, Reksa Dana memperoleh biaya investasi yang relatif rendah karena besarnya dana yang dikelola, serta akses pada instrumen investasi yang mungkin sulit dilakukan secara individual. Hal ini memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan untuk memperoleh hasil investasi yang menarik sesuai dengan tingkat risikonya. Terjangkau Dana awal dalam investasi Reksa Dana relatif kecil apabila dibandingkan dengan investasi secara langsung di pasar modal. Bahkan di Raiz, Anda bisa mulai berinvestasi di Reksa Dana hanya dengan Rp10.000! Bukan objek pajak Hasil penjualan kembali dan keuntungan dari hasil investasi Reksa Dana bukan merupakan objek pajak.
Risiko Produk
Selain potensi keuntungan atau imbal hasil, investasi dalam Reksa Dana juga mengandung risiko yang perlu Anda perhatikan: Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan Berkurangnya nilai Unit Penyertaan dapat disebabkan oleh:
  • Perubahan kondisi pasar (misalnya tingkat suku bunga, inflasi, dan lain-lain) yang mengakibatkan fluktuasi harga/tingkat pengembalian Efek.
  • Wanprestasi dari pihak perusahaan Penerbit Surat Berharga atau pihak yang terkait dengan Reksa Dana.
  • Force majeure atau kejadian kahar yang dialami oleh Penerbit Surat Berharga atau pihak yang terkait dengan Reksa Dana sebagaimana diatur dalam peraturan di bidang pasar modal.
Risiko Perubahan Kondisi Politik dan Ekonomi Kinerja usaha industri dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, kondisi peraturan dan iklim usaha bagi sektor usaha tersebut. Perubahan peraturan pemerintah terkait ekonomi makro, dunia usaha, dan perpajakan dapat mempengaruhi kondisi perekonomian dan kinerja usaha industri, yang kemudian mempengaruhi tingkat pengembalian dan hasil investasi yang akan diperoleh Reksa Dana. Risiko Likuiditas Apabila seluruh atau sebagian besar pemegang Unit Penyertaan secara serentak melakukan Penjualan Kembali kepada Manajer Investasi, maka dapat menyebabkan Manajer Investasi tidak mampu menyediakan uang tunai seketika untuk melunasi Penjualan Kembali Unit Penyertaan tersebut. Dalam hal terjadi keadaan-keadaan di luar kekuasaan (force majeure), Manajer Investasi dapat menolak Penjualan Kembali Unit Penyertaan sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak Investasi Kolektif dan Peraturan OJK.
Tertarik untuk mulai berinvestasi di Reksa Dana?
Di Raiz Anda bisa mulai berinvestasi di Reksa Dana hanya dengan modal Rp10.000 saja, lho! Jadi dengan modal yang sangat minimal, Anda sudah bisa menikmati potensi imbal hasil yang optimal. Keuntungan lainnya adalah investasi di Raiz tidak dikenakan biaya (fee) pada saat pembelian, penjualan/pencairan dana maupun pengalihan portofolio sehingga imbal hasil yang Anda terima akan maksimal.
Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui Saat Anda Mulai Berinvestasi
Saat Anda ingin memulai sesuatu, tentunya Anda ingin mengetahui atau mempelajari terlebih dahulu konsep dasarnya, untuk mendapatkan gambaran mengenai apa yang bisa diharapkan dari kegiatan yang akan Anda lakukan tersebut.
Bagaimana dengan investasi? Sebelum mulai berinvestasi, apa saja yang perlu Anda ketahui? Dalam artikel ini mari kita uraikan dan kaji konsep dasar investasi agar Anda dapat memperoleh pemahaman dasar mengenai investasi dan apa saja yang perlu Anda perhatikan.
Pengertian dasar investasi meliputi hal-hal sebagai berikut:
  • Perbedaan menabung dan berinvestasi
  • Mengapa investasi itu penting
  • Instrumen investasi dasar
  • Profil risiko dan imbal hasil
  • Diversifikasi
Perbedaan menabung dan investasi
Meskipun banyak yang sudah mulai menabung, banyak yang belum mengerti apa perbedaan antara menabung dan berinvestasi. Perbedaan mendasar antara menabung dan berinvestasi adalah bahwa menabung tidak memiliki kejelasan dalam beberapa aspek:
  • Tujuan atau kebutuhan spesifik, misalnya untuk membeli mobil atau rumah, membiayai Pendidikan anak, persiapan pensiun, ibadah umroh/haji, dan lain-lain
  • Berapa besar dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut
  • Target waktu pencapaian tujuan dan berapa lama waktu yang diperlukan/dimiliki untuk mencapai tujuan tersebut
  • Pilihan instrumen investasi
  • Strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut
Sementara berinvestasi adalah kegiatan menabung dengan tujuan tertentu dan cara mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian, kegiatan investasi melibatkan perencanaan, bahkan bisa dikatakan sejak dini.
Mengapa berinvestasi itu penting?
Kegiatan investasi didorong oleh kebutuhan masa depan. Tentunya sebagai Raizer, Anda adalah orang yang peduli dengan masa depan, dan dengan demikian menyempatkan diri untuk (mulai) menata keuanganmu. Ini berarti Anda sudah mulai melakukan perencanaan – alias investasi! – guna memenuhi kebutuhan masa depanmu.
Selain kebutuhan masa depan, mungkin Anda juga terpikir melakukan investasi karena Anda sadar bahwa masa depan itu penuh dengan ketidakpastian. Jenjang karir, prospek bisnis, kondisi kesehatan pribadi maupun keluarga/orang terdekat, atau musibah merupakan faktor-faktor yang menimbulkan ketidakpastian dalam hidup sehingga merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan bijak, yaitu dengan menentukan prioritas kebutuhan, menetapkan perencanaan yang baik serta serta menjalankannya dengan disiplin.
Instrumen investasi dasar
Sebelum berinvestasi, sebaiknya Anda ketahui terlebih dahulu pilihan instrumen investasi yang tersedia.
Ada 3 jenis instrumen investasi dasar yang perlu kami pahami:
  1. Deposito/efek pasar uang
  1. Obligasi/efek pendapatan tetap
  1. Saham/efek ekuitas
Deposito berjangka (time deposit) adalah produk yang diterbitkan oleh bank. Dalam skema ini, Anda sebagai deposan (atau investor) memberikan pinjaman kepada bank dengan imbalan “bunga” atas jumlah yang kita pinjamkan kepada bank tersebut. Sebagai contoh, jika Anda menempatkan dana sebesar Rp 10 juta selama setahun dengan bunga 6% per tahun, maka setahun kemudian Anda akan menerima Rp 100 juta (nilai pokok) + 6% x Rp 10 juta (bunga) = Rp 10,6 juta. Sebagian dari Anda mungkin akan bertanya, “Dari mana bank dapat membayar bunga tersebut?” Yang bank lakukan adalah mengumpulkan semua dana dari para deposan, kemudian menyalurkan pinjaman (kredit) ke dunia usaha (perusahaan) atau konsumen (perorangan, bisa dalam bentuk pinjaman, kartu kredit, kredit kepemilikan rumah/mobil, dan sebagainya). Atas pinjaman/kredit ini bank akan memungut bunga dari para peminjam, misalnya sebesar 10%. Selisih antara bunga kredit dan bunga deposito – dalam contoh ini adalah sebesar 10% - 6% = 4% - dikenal dengan istilah spread, dan merupakan salah satu sumber penghasilan bank.
Obligasi mirip dengan deposito, namun obligasi bukanlah produk perbankan, melainkan diterbitkan pemerintah atau perusahaan. Perbedaan antara deposito dan obligasi biasanya terletak pada periode jatuh tempo: deposito berjangka pendek, sementara obligasi umumnya berjangka menengah dan panjang. Selain itu, obligasi bisa diperdagangkan di pasar sementara deposito tidak.
Bagaimana mekanisme penerbitan obligasi? Dalam konteks perusahaan, kebutuhan dana dalam jumlah besar untuk pembiayaan kegiatan usaha bisa diperoleh dari modal milik sendiri atau pinjaman dari pihak lain seperti bank atau dengan berutang langsung ke investor. Jika perusahaan memilih untuk berutang langsung ke investor, maka perusahaan akan menerbitkan obligasi. Jadi obligasi adalah surat utang yang dibeli investor. Dibandingkan dengan meminjam dari bank, lebih menguntungkan bagi perusahaan untuk menerbitkan obligasi karena bunga yang dibayarkan atas obligasi lebih rendah daripada bunga kredit bank. Jika perusahaan menerbitkan obligasi pada saat suku bunga kredit adalah sebesar 10%, maka bunga (dalam konteks obligasi dikenal dengan istilah kupon) yang ditawarkan akan lebih rendah dari 10%. Mengapa investor tertarik membeli obligasi? Karena kupon yang diterima masih akan lebih tinggi di atas bunga deposito. Tambahan (“premium”) ini diperlukan investor, karena selain perlu menganalisa perusahaan yang menerbitkan obligasi, investor juga perlu berinvestasi untuk jangka waktu yang lebih panjang (> 1 tahun) sehingga berarti harus siap menanggung risiko atas kinerja perusahaan tersebut.
Dalam konteks pemerintah/negara, pemerintah dapat menerbitkan obligasi untuk membiayai kebutuhan penyelenggaraan negara, misalnya untuk pembangunan infrastruktur, serta penyelenggaraan program pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Selain deposito dan obligasi, Anda mungkin sudah sering mendengar tentang saham. Sekalipun berisiko tinggi, saham merupakan pilihan instrumen yang atraktif karena memiliki potensi imbal hasil yang juga tinggi.
Bagaimana mekanisme penerbitan saham? Selain dari modal sendiri, kredit bank dan penerbitan obligasi, pemilik perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan perusahaan dengan menjual sebagian kepemilikan (saham)-nya kepada investor. Jika penjualan ini dilakukan terhadap investor publik, maka ini sering dikenal dengan istilah go public. Mengapa investor tertarik membeli saham perusahaan? Sejatinya perusahaan yang baik akan mampu memberikan imbal hasil investasi yang lebih tinggi dari bunga pinjaman deposito atau bahkan bunga kredit, karena sebagian modal usahanya umumnya berasal dari kredit bank, sehingga perusahaan perlu menghasilkan kinerja yang lebih tinggi agar bisa melunasi kredit tersebut. Selain itu, mendirikan dan menjalankan usaha adalah kegiatan berisiko tinggi (misalnya kemungkinan bangkrut) sehingga wajar jika pengusaha akan berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi dari bunga pinjaman. Sebagai investor, Anda dapat ikut menikmati potensi keuntungan dari perusahaan dengan memiliki saham-saham perusahaan yang sudah go public. Sebaliknya, Anda juga perlu bersiap menerima risiko layaknya pemilik perusahaan. Nah, salah satu cara mengurangi risiko investasi di saham adalah melalui diversifikasi dan berinvestasi untuk jangka panjang.
Profil risiko dan imbal hasil
Setelah membahas potensi imbal hasil dan risiko atas ketiga jenis instrumen investasi dasar, kita dapat menggambarkannya dalam diagram yang dikenal dengan istilah risk & return profile sebagaimana berikut:
Dari diagram di atas dapat disimpulkan bahwa makin besar keuntungan/imbal hasil yang Anda harapkan, makin besar juga risiko yang harus siap Anda tanggung. Inilah yang dikenal dengan istilah high risk, high return.
Risk & return profile dapat diringkas dalam tabel berikut:
Tabel di atas menunjukkan:
  • Deposito memberikan pendapatan dalam bentuk bunga yang bersifat tetap;
  • Obligasi memberikan pendapatan dalam bentuk kupon (bisa tetap atau bervariasi) dan capital gain (selisih antara harga jual dan harga beli, bervariasi);
  • Saham memberikan pendapatan berupa dividen (pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki) dan capital gain (keduanya bervariasi)
  • Obligasi dan saham diperdagangkan di pasar dan harganya berubah-ubah setiap waktu karena faktor permintaan dan penawaran (demand & supply). Selain dari sisi jangka waktu, perubahan harga pasar ini menjelaskan mengapa obligasi dan saham memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan deposito.
Diversifikasi
Pernahkah Anda mendengar pepatah “Don’t put all your eggs in one basket”? Pepatah itu adalah esensi dari diversifikasi, yaitu untuk mengurangi risiko, Anda perlu menempatkan dana di berbagai instrumen investasi sehingga Anda bisa terhindar dari risiko kerugian secara total.
Diversifikasi dapat dilakukan atas jenis instrumen, penerbit instrumen, sektor usaha/industri, atau bahkan lokasi geografis. Karena penyebaran investasi ini memerlukan perencanaan dan pengelolaan atas portofolio (kumpulan instrumen investasi), maka diversifikasi sering juga disebut dengan istilah manajemen portofolio.
Tabel berikut mengilustrasikan bagaimana diversifikasi di ketiga instrumen investasi dapat memberikan imbal hasil yang lebih optimal dibandingkan investasi tunggal (single investment) di hanya satu jenis instrumen investasi:
Dari ilustrasi dalam table di atas, tampak bahwa untuk investasi jangka panjang (10 tahun), penyebaran investasi di 3 instrumen dasar dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi (Rp257.1 juta) dibandingkan penempatan tunggal di deposito saja (Rp162,9 juta).
Nah, menarik bukan? Jadi tunggu apa lagi, segeralah memulai perjalanan investasi Anda di Raiz!
Inflasi dan Pengaruhnya Terhadap Uang Anda
Seringkali kita mendengar atau membaca tentang inflasi, namun tidak sedikit yang sebenarnya tidak mengerti sepenuhnya apakah inflasi itu. Mari kita pahami apa itu inflasi dan pengaruhnya terhadap uang yang Anda miliki.
Sebagai sebuah indikator untuk melihat tingkat perubahan, inflasi terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling mempengaruhi. Sebagai indikator yang mencerminkan pola pengeluaran, angka inflasi yang meningkat mencerminkan kenaikan biaya hidup. Dengan kata lain, inflasi membuat nilai uang Anda susut sehingga daya beli Anda melemah.
Untuk menggambarkan bagaimana pengaruh inflasi terhadap uang Anda, ingatkah Anda apa saja yang dapat Anda beli di supermarket dengan uang Rp 100.000 di tahun 2000, 2005, 2010, 2015 dan sekarang? Jika Anda ingat-ingat, pasti terbayang dengan uang Rp 100.000 di tahun 2000 keranjang belanjaan Anda pasti lebih penuh dibandingkan dengan di tahun 2005, 2010 dan seterusnya. Contoh lain: jika Anda biasa mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu, misalnya semangkuk bakso, ingatkah Anda berapa harganya di tahun 2000, 2005, 2010, 2015 dan sekarang? Tidak sulit rasanya mengingat bahwa harga semangkuk bakso sekarang lebih mahal dibandingkan harga di tahun 2000, 2005, 2010 dan seterusnya.
Namun inflasi yang lebih tinggi diharapkan bisa diimbangi oleh kenaikan penghasilan, artinya nilai uang kita juga harus meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan kenaikan inflasi. Ada satu hal yang sangat terpengaruh oleh kenaikan inflasi, yakni tabungan. Bila suku bunga di tabungan Anda lebih rendah ketimbang tingkat inflasi, maka nilai uang Anda akan mengalami penurunan, dan seiring dengan itu, daya beli Anda pun menurun. Perlu dicatat bahwa saat ini sangat jarang ada elativ perbankan tradisional yang menawarkan suku bunga yang mampu mengalahkan tingkat inflasi, jadi jika Anda hanya mengandalkan tabungan sebagai sarana Anda mengumpulkan uang, sepertinya Anda harus bersiap-siap kecewa.
Bila tidak ingin nilai uang Anda lama-kelamaan menyusut, Anda harus mencari solusinya, dan itu artinya Anda harus mencari instrumen yang bisa memberikan imbal hasil yang lebih baik. Tapi Anda hanya bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih baik jika Anda berani menanggung risiko investasi yang lebih besar.
Meski demikian, Anda tidak harus mengalihkan semua tabungan Anda ke instrumen investasi dengan tingkat risiko yang tinggi demi mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi. Yang harus dilakukan adalah membagi alokasi dana Anda ke berbagai instrumen investasi sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktunya:
  • Untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk dana darurat (emergency fund), alokasikan ke tabungan, karena selain bisa dicairkan kapan saja, tabungan tidak mengalami fluktuasi nilai akibat pergerakan pasar. Selama tidak ada penarikan, nilai tabungan akan selalu naik seiring berjalannya waktu karena adanya bunga.
  • Untuk dana yang menganggur:
  • Jika Anda akan perlu mencairkannya dalam waktu yang relatif singkat (maksimal 1 tahun), Anda bisa menyimpannya dalam bentuk deposito. Upayakan agar uang tersebut tidak dibutuhkan dalam kurun waktu sesuai jangka deposito karena tidak bisa ditarik hingga jangka waktunya terpenuhi.
  • Jika dana yang menganggur baru akan Anda cairkan 1-5 tahun mendatang, Anda bisa menaruhnya di obligasi atau Reksa Dana pendapatan tetap (Reksa Dana berbasis obligasi).
  • Jika dana baru akan Anda cairkan lebih dari 5 tahun mendatang (misalnya untuk membiayai biaya kuliah anak Anda yang saat ini masih berusia 5 tahun), maka Anda bisa menaruhnya di saham atau Reksa Dana saham.
Tidak sulit bukan? Jadi tunggu apa lagi, mulailah mengalokasikan dana Anda sesuai kebutuhan dan jangka waktunya.
October 2019
Memanfaatkan Efek Compounding Dalam Berinvestasi
Pernahkah Anda melihat bagaimana bola salju menggelinding dari puncak sebuah bukit  yang diselimuti salju? Bila Anda perhatikan, bola salju itu akan tergulung semakin besar oleh salju yang dilintasinya selama menggelinding
Begitulah analogi yang pas untuk mengilustrasikan efek compounding (bunga majemuk) terhadap investasi yang rutin Anda lakukan. Bola salju yang menggelinding adalah ibarat dana investasi, di mana setiap pengembalian yang didapatkan apabila diinvestasikan kembali akan menghasilkan bunga dan terus bergulung sehingga dana investasi Anda terus bertumbuh seiring berjalannya waktu.
gambar bola menggelinding sumber: vectorstock.com 
Efek compounding sangat bermanfaat dalam jangka panjang, karena itu semakin dini Anda mulai berinvestasi, makin banyak manfaat dari efek compounding yang dapat Anda petik.
Sebagai ilustrasi, misalkan Anda saat ini Anda berusia 25 tahun dan pada usia 45 tahun Anda ingin memiliki dana sebesar Rp 1 milyar untuk membangun usaha. Untuk mendapatkan dana sebesar itu, Anda berinvestasi dengan imbal hasil rata-rata 10% per tahun. Berapa cicilan yang harus Anda investasikan per bulannya? Rumus berikut digunakan untuk menghitung besarnya cicilan per bulan:
Cicilan per bulan= Nilai yang ingin dicapai{(1+rn)nt−1rn}×(1+rn)
di mana:
r = imbal hasil investasi tahunan = 10%
n = frekuensi investasi per tahun = 12 (karena bulanan)
t = berapa tahun investasi dilakukan
Lebih lanjut, tabel berikut menunjukkan berapa cicilan per bulan berdasarkan berapa tahun investasi dilakukan untuk mendapatkan Rp 1 milyar dengan imbal hasil investasi 10% per tahun:
Durasi investasi (tahun)
Cicilan per bulan (Rp)
20
1,305,999.79
15
2,392,778.03
10
4,841,395.39
5
12,806,986.49
Berikut data yang sama ditampilkan dalam bentuk grafik:
Grafik di atas menunjukkan konsekuensi yang Anda hadapi jika Anda terlambat atau menunda berinvestasi setiap bulan:
  • Jika Anda mulai sekarang, maka Anda cukup mencicil Rp 1,31 juta per bulannya
  • Jika Anda terlambat atau menunda 5 tahun, maka cicilan Anda naik menjadi Rp 2,39 juta per bulannya
  • Jika Anda terlambat atau menunda 10 tahun, maka cicilan Anda menjadi Rp 4,84 juta per bulannya
  • Jika Anda terlambat atau menunda 15 tahun, maka cicilan Anda menjadi Rp 12,81 juta per bulannya.
Inilah yang disebut cost of waiting (biaya menunggu). Mengapa ini bisa terjadi? Karena efek compounding – makin lama durasi investasi Anda, makin cepat uang akan bekerja untuk Anda. Dengan efek compounding, semakin dini kita mulai berinvestasi, semakin rendah cicilan investasi yang diperlukan.
Menarik bukan? Jadi, tunggu apa lagi? Mulai berinvestasi sekarang juga.
#financial
Pentingnya Melakukan Financial Check Up
Selama ini, mungkin Anda lebih mengenal istilah medical check up, yaitu pemeriksaan kesehatan guna mengetahui kondisi tubuh sehingga bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Nah, di dunia keuangan, ada yang namanya financial check up.
Financial check up dilakukan oleh mereka yang peduli dengan kondisi keuangan mereka, di mana mereka melakukan pemeriksaan kesehatan keuangan guna mengetahui apakah ada indikasi terjadinya masalah finansial, bagaimana mengatasi masalah keuangan, dan sebagainya. Dalam financial check up, biasanya Anda akan menuliskan secara detail aset apa saja yang dimiliki, berapa banyak utang yang dimiliki, hingga mencatat arus keuangan Anda.
Mengapa financial check up penting dilakukan? Berikut adalah manfaatnya:
  1. Mengidentifikasikan pos pengeluaran
Seringkali kita mendengar orang mengeluh bahwa uang mereka habis untuk membayar ini dan itu, alias gajinya numpang lewat. Begitu gajian, uang langsung ludes untuk melunasi utang, membayar cicilan, biaya hidup sehari-hari, dan sebagainya.
Ternyata, sebagian besar orang tidak disiplin mencatat pemasukan dan pengeluaran mereka. Dengan melakukan financial check up, Anda mengetahui apa saja pos pengeluaran Anda, sehingga Anda tidak perlu lagi meraba-raba atau bertanya-tanya, ke mana sajakah uang Anda selama ini.
  1. Mengontrol pengeluaran dengan cermat dan terarah
Pengeluaran yang tidak dicatat dan tak terkontrol hanya akan membuat Anda menghabiskan sisa uang yang dimiliki. Sebagai contoh, Anda masih memiliki sejumlah uang di tabungan. Karena itu Anda pun berpikir bahwa Anda bisa menggunakan tabungan tersebut, karena toh sebentar lagi Anda akan gajian. Padahal, uang di tabungan itu sejatinya bukan untuk dipakai, melainkan dicadangkan untuk keperluan darurat, atau untuk diinvestasikan. Dengan melakukan financial check up, Anda bisa mengontrol pengeluaran sehingga pengalokasiannya lebih tepat dan terarah.
  1. Merencanakan keuangan masa depan
Anda perlu menyadari bahwa financial check up merupakan bagian dari perencanaan keuangan masa depan. Di sisi lain, Anda perlu mengetahui apa yang menjadi impian finansial Anda selama ini sehingga Anda bisa tetap fokus pada rencana Anda, misalnya menikah, terbebas dari jeratan utang, liburan bersama keluarga, melakukan perjalanan ibadah (umroh, naik haji), dan sebagainya. Selain membantu Anda menggunakan uang dengan lebih cermat, financial check up dapat membantu Anda menuntaskan masalah keuangan demi mencapai impian finansial Anda.
Satu hal yang perlu diingat, masalah finansial merupakan hal yang penting dalam setiap aspek kehidupan. Karena itu, belajarlah mengelola keuangan Anda dengan mulai melakukan financial check up.
#financial
7 Alasan Mengapa Zona Nyaman Bisa Membuat Anda Tidak Berkembang
7 Alasan Mengapa Zona Nyaman Bisa Membuat Anda Tidak Berkembang
Setiap orang pastinya memiliki kriteria hidup yang didambakannya, salah satunya adalah tentang kenyamanan. Namun tidak selamanya sebuah kenyamanan itu akan berakhir baik. Jika terlampau lama hidup dalam zona nyaman, ada kemungkinan Anda akan menderita konsekuensi negatif buruk sebagai berikut:
  1. Anda akan mensugesti diri untuk terus memanjakan diri
Saat Anda berada di zona nyaman, Anda akan berpikir bahwa Anda harus memanjakan diri dan menikmati setiap momen semaksimal mungkin. Hal tersebut bisa terjadi karena Anda merasa gak ada tuntutan yang harus Anda penuhi. Akibatnya, Anda akan terus mensugesti diri sendiri untuk bersantai dan melebur dengan suasana yang ada. Padahal, semakin Anda memanjakan diri, semakin sulit untuk memulai lagi hal-hal produktif lho!
  1. Anda bisa menjadi pribadi yang angkuh
Hati-hati, zona nyaman bisa membuat Anda menjadi angkuh dan egois. Anda merasa seolah-olah hidupmu tidak bermasalah sama sekali. Seringkali saat Anda sedang berada di posisi ini, Anda cenderung akan fokus menikmati setiap momen Anda sendiri.
Bahkan Anda pun bisa mengacuhkan apapun yang terjadi di sekitar Anda karena Anda menganggap bahwa semua itu akan mengganggu kenyamanan Anda.
  1. Anda merasa bahwa masa perjuangan telah usai, dan sekarang saatnya "berleha-leha"
Berada di zona nyaman seringkali identik dengan kemapanan. Anda merasa sudah mandiri dan telah bisa memenuhi segala keinginan Anda. Di titik itulah Anda merasa bahwa Anda butuh timbal balik atas segala usaha yang telah Anda lakukan sebelumnya. Namun perlu Anda sadari bahwa waktu terus berjalan, dan bahwa akan ada hari esok, dan seterusnya.
  1. Anda menjadi kurang peka dan kurang sigap dalam menghadapi permasalahan
Terbiasa memanjakan diri dan menikmati momen, bisa mengurangi kepekaan Anda terhadap lingkungan sekitar, terlebih saat Anda menghadapi masalah yang terjadi secara tiba-tiba. Anda yang mulai terbiasa menikmati momen kenyamanan akan tiba-tiba 'gelagapan' dan kebingungan sendiri karena merasa tidak siap. Saat Anda berada di titik nyaman, Anda pasti tidak akan berpikir panjang tentang segala sesuatu yang mungkin terjadi secara mendadak.
  1. Anda jadi gampang menyepelekan banyak hal yang bahkan dulu pernah kamu anggap penting
Setiap orang sudah pasti akan berada pada titik nyaman dalam hidupnya. Hal ini bisa terjadi sewaktu-waktu dan bisa berakhir begitu saja. Saking terbuai dengan kenyamanan, Anda bisa saja menyepelekan berbagai hal.
Semakin Anda terbuai dengan kenyamanan, maka semakin banyak pula hal-hal yang Anda tunda untuk Anda kerjakan. Bahkan Anda bisa saja menunda hal penting atau yang Anda prioritaskan karena Anda sudah telanjur terlena dalam kenyamanan Anda.
  1. Cepat atau lambat, Anda akan menjadi seorang pemalas
Acapkali zona nyaman membuat orang menjadi lupa diri. Lupa bahwa hidup tak selamanya adalah tentang kesenangan. Anda seolah menstimulasi dirimu sendiri untuk tidak melakukan hal-hal yang Anda anggap berat untuk dipikirkan atau dilakukan. Jika Anda tidak mampu mengendalikan diri, Anda pasti tidak sadar bahwa Anda sudah menjadi seorang pemalas.
  1. Pada akhirnya Anda akan menyadari bahwa kamu membuang waktu sia-sia
Penyesalan selalu datang di akhir. Cepat atau lambat, suka atau tidak suka, Anda akan menyadari bahwa terbuai pada zona nyaman telah membuatmu menjadi tidak produktif. Anda tidak akan berpikir jauh ke depan, karena merasa tidak perlu ada yang diperjuangkan. Anda merasa cukup sampai di sini saja dan hanya ingin bertahan pada kondisi tersebut. Hasilnya, Anda terbiasa untuk menikmati kesenangan sesaat dan hal ini membuat kreativitasmu menurun.
Apakah Anda tengah berada di zona nyaman? Hati-hati lho, meskipun nyaman, zona nyaman belum tentu aman. Dalam konteks investasi, penghasilan yang besar mungkin membuat Anda nyaman, tapi jika Anda tidak pernah menyisihkan sebagian dari penghasilan tersebut untuk investasi, dan memilih untuk menghabiskannya untuk bersenang-senang, maka masa depan keuangan Anda belum tentu aman. Jadi mulailah berinvestasi sedini mungkin, dan jangan biarkan zona nyaman membuai Anda terlalu lama sehingga Anda lupa berinvestasi ya!
#investasi
September 2019
7 Investasi Terhadap Diri Sendiri yang Layak dan Penting Dilakukan
7 Investasi Terhadap Diri Sendiri yang Layak dan Penting Dilakukan
Investor kawakan Warren Buffett pernah mengatakan bahwa investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh setiap orang adalah investasi terhadap dirinya sendiri. Mengapa demikian?
Karena dengan melakukan investasi terhadap diri sendiri, Anda dapat membekali diri Anda untuk masa depan. Dan dengan senantiasa berusaha memperbaiki masa depan, Anda tidak akan perlu khawatir akan keberlangsungan karir dan keamanan finansial Anda.
Berikut adalah 7 bentuk investasi yang dapat Anda lakukan terhadap diri Anda sendiri:
  1. Mengikuti program keterampilan bersertifikasi
Menjadi manusia pembelajar adalah tekad yang perlu Anda tanamkan sedini mungkin, karena pada hakikatnya kita harus belajar sepanjang hidup kita. Bahkan jika Anda mungkin baru saja lulus sekolah, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan agar Anda menjadi yang terdepan di kalangan teman seangkatan atau sebaya Anda. Memiliki keterampilan tambahan atau bahkan keterampilan khusus yang jarang dimiliki orang lain akan menambah daya jual Anda dalam bursa kerja.
Ada berbagai program pelatihan yang dapat Anda pilih untuk meningkatkan kapasitas diri. Jika Anda seorang akuntan misalnya, Anda mungkin bisa mengambil sertifikasi pajak Brevet A dan B. Jika Anda lulusan jurusan matematika, mungkin Anda bisa mengambil kursus aktuaria sehingga Anda bisa berkarir di perusahaan asuransi atau dana pensiun. Dan jika Anda seorang computer programmer, Anda bisa mempelajari bahasa pemrograman baru sehingga nanti jika banyak software atau aplikasi yang dibuat dengan bahasa tersebut maka Anda dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan bayaran yang tinggi.
Program pelatihan yang Anda pilih tidak mutlak harus sesuai dengan bidang profesi Anda. Tidak ada salahnya Anda membangun keahlian/keterampilan di bidang yang berbeda namun Anda sukai, karena bisa saja di kemudian hari keahlian/keterampilan itu bisa membuka jalan bagi Anda untuk alih profesi atau merintis usaha sendiri.
Berkat kemajuan teknologi, kegiatan belajar mengajar saat ini tidak melulu harus dilakukan melalui tatap muka. Saat ini tersedia cukup banyak online learning platform yang menawarkan program MOOC (massive open online course), di mana siapapun dapat mengikuti kuliah secara online dengan mengakses website atau aplikasi lewat Internet, seperti misalnya Coursera, Udemy, dan Khan Academy. Mata kuliah yang ditawarkan sangat beragam dan tak sedikit ditawarkan oleh universitas terkemuka di dunia, bahkan secara gratis (hanya berbayar jika Anda ingin mengikuti ujian dan mendapatkan sertifikat kelulusan).
  1. Bergabung dalam komunitas
Bergabung dengan komunitas atau kelompok yang memiliki minat yang sama dengan Anda dapat membantu Anda memperluas jejaring (network) Anda. Setiap orang baru yang Anda temui akan membawa perspektif unik dan gagasan-gagasan baru yang dapat Anda terapkan untuk pekerjaan Anda. Tentunya setiap pribadi mempunyai keunggulannya masing-masing, sehingga Anda dapat saling bertukar ilmu.
Selain itu, berkumpul dengan mereka yang memiliki pola pikir, bahkan visi-misi yang serupa bisa membawa peluang bagi Anda. Tidak tertutup kemungkinan peluang karir atau bisnis bisa berawal dari pertemanan dalam komunitas.
  1. Membaca buku atau mendengarkan podcast
Membaca adalah kebiasaan yang dapat mengubah hidup Anda, karena dengan membaca, Anda dapat melihat sudut pandang pengarang yang disampaikan dalam tulisannya. Lebih lanjut, dengan membaca Anda akan mendapatkan banyak ilmu baru yang dapat dipraktekkan dalam hidup. Dan dengan membaca Anda dapat belajar tentang pengalaman (atau kesalahan) orang lain sehingga Anda bisa belajar tentang hidup tanpa harus merasakan pengalaman atau melakukan kesalahan itu sendiri.
Banyak pemimpin bisnis yang sukses memiliki kebiasaan membaca, dan rata-rata para mereka membaca 4-5 buku per bulan.1 Para pemimpin yang hebat adalah mereka yang senang sekali menyerap pengetahuan dan keterampilan, serta senantiasa berusaha meningkatkan kompetensi mereka. Dan untuk melakukan itu mereka menjadi pembaca yang produktif. Jadi jika Anda ingin meningkatkan taraf hidup Anda, lebih banyaklah membaca.
Bagi Anda yang kurang suka membaca, kemajuan teknologi saat ini memungkinkan Anda menambah pengetahuan dan wawasan dengan mendengarkan audiobook atau podcast. Media seperti CNN, BBC dan Bloomberg rutin membuat podcast yang dapat Anda unduh dan simak. Anda juga bisa mendengarkan podcast dengan topik sesuai minat atau hobi Anda, misalnya podcast tentang memasak dan membuat kue.
  1. Mengikuti permainan yang mengasah otak
Jika Anda adalah seseorang yang suka bermain game, maka Anda dapat memilih permainan yang cenderung mengasah otak untuk menstimulasi otak Anda.
Terlepas dari fungsinya untuk melepas stres, ternyata permainan juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Metode ini dinamakan gamification, yaitu proses menggunakan mekanisme atau aturan yang ada di dalam permainan pada aktivitas atau konteks non-permainan. Gamification bekerja dengan menggunakan elemen-elemen yang ada di dalam permainan, seperti poin, badge, leaderboard, dan achievement. Elemen-elemen inilah yang akan memancing pengguna untuk saling berinteraksi satu sama lain dan bersaing untuk menjadi yang terdepan. Banyak platform online learning yang telah mengimplementasikan gamification untuk membuat suasana belajar mengajar menarik dan interaktif.
  1. Keluar dari zona nyaman Anda
Cobalah untuk mempelajari hal baru yang belum pernah Anda pertimbangkan sebelumnya. Jangan merasa takut untuk terlihat konyol saat Anda menghadapi sesuatu yang membuat Anda tidak nyaman.
Setiap keterampilan bersumber dari pengalaman Anda. Semakin sering Anda melakukan suatu hal, maka semakin ahli atau terampil Anda dalam melakukannya. Jadi, jangan pernah takut untuk mencoba hal baru. Mungkin saja hal baru yang Anda coba akan membuat Anda menjadi lebih sukses di masa depan.
  1. Ukur kemajuan dan pencapaian diri Anda
Jika Anda telah memutuskan untuk menginvestasikan waktu dan uang untuk menguasai keterampilan baru atau mendapatkan keahlian baru, pastikan untuk mengukur tingkat kemajuan Anda. Catat jumlah jam yang Anda habiskan untuk membaca atau jumlah tes yang telah Anda lakukan. Dengan melakukan hal ini, akan membuat Anda dapat melakukan intropeksi diri akan apa yang telah dicapai dan belum tercapai. Lakukan langkah kecil tapi berarti setiap hari untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.
  1. Buat karya nyata
Setelah Anda mempelajari banyak hal baru, sekarang saatnya untuk mewujudkannya menjadi karya nyata. Jika Anda belajar untuk membuat blog, maka mulailah membuat blog pribadi Anda untuk berbagi pengetahuan, pengalaman atau cerita yang bermanfaat bagi masyarakat, atau minimal lingkungan terdekat Anda. Jika Anda belajar melukis, tidak ada salahnya Anda menciptakan masterpiece Anda dan mungkin Anda dapat menjualnya! Yang terpenting adalah Anda menikmati setiap momen dari kegiatan yang Anda lakukan, karena itu akan tercemin pada hasilnya. Tidak sedikit orang yang mendapatkan ketenangan jiwa dan efek seperti melakukan meditasi saat ia melakukan aktivitas yang disukainya.
Demikian 7 bentuk investasi yang dapat membuat diri Anda menjadi lebih berkualitas. Namun, selain berinvestasi terhadap diri sendiri, tentunya Anda juga harus berinvestasi bagi masa depan keuangan Anda. Selamat berinvestasi, Raizers!
#investasi
Penyesalan Terbesar di Masa Tua
Penyesalan Terbesar di Masa Tua
Raizers, pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya ketika Anda sudah berusia lanjut? Menua merupakan keniscayaan - semua orang pasti akan mengalaminya - namun tidak semua orang siap menerima atau menghadapi kenyataan tersebut. Banyak yang terpuruk di masa tua mereka, dan tidak sedikit yang larut dalam kesedihan atau penyesalan karena tidak melakukan apa yang sebaiknya mereka lakukan (atau melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan) di masa muda mereka.
Berdasarkan riset internal kami di Raiz, ada 6 faktor yang menjadi penyebab utama timbulnya penyesalan di masa tua:
  1. Tidak sungguh-sungguh bekerja dan membangun karir
Sebagian orang menganggap bahwa bekerja adalah sekedar menyelesaikan tugas, tanpa ada niat untuk menguasai suatu keahlian atau keterampilan tertentu, atau untuk mencapai keunggulan (excellence) di pekerjaannya. Jika Anda hanya menyelesaikan pekerjaan dan menerima gaji setiap bulannya tanpa pernah peduli atau memikirkan keberlangsungan atau kemajuan karir Anda, maka jangan terkejut jika karir Anda tidak akan cemerlang (dan konsekuensinya adalah kesejahteraan Anda juga cenderung akan stagnan). Bagi Anda yang menjadi wirausahawan, sikap cepat puas (complacent) dan tidak ulet akan menyebabkan usaha Anda sulit berkembang, atau bahkan bangkrut.
Selain niat dan kesungguhan dalam meniti karir ataupun menjalankan usaha, Raizers juga perlu memiliki kegigihan dan tekad untuk memberikan yang terbaik, baik untuk perusahaan (jika Anda menjadi pekerja profesional), atau untuk pelanggan (jika Anda menjadi pengusaha). Lebih lanjut, adalah penting juga bahwa karir ataupun usaha yang Anda jalankan dapat memberikan manfaat atau nilai tambah bagi masyarakat. Ini yang menjelaskan mengapa ada orang yang selektif memilih perusahaan tempat dia bekerja, atau memilih jenis usaha yang akan dijalaninya. Ini juga yang menjelaskan mengapa sebagian orang mau bekerja di instansi nirlaba (non-profit organization), karena mereka merasa bisa memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat.
  1. Tidak menjaga kesehatan
Saat Anda masih muda rasanya tidak ada keterbatasan fisik yang bisa menghalangi niat Anda untuk bekerja, bepergian atau melakukan aktivitas yang Anda sukai. Namun seiring dengan pertambahan usia, tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi fisik akan semakin menurun, dan tidak jarang penyakit kronis akan mendera.
Gaya hidup yang tidak sehat, sepertinya misalnya malas berolahraga atau bergerak, tidak menjaga keseimbangan gizi, kurang istirahat, merokok, mengkonsumsi alkohol atau bahkan narkoba, berpotensi menganggu kesehatan dan kebugaran tubuh Anda. Dan jika ini berlangsung dalam waktu cukup lama, tidak tertutup kemungkinan Anda bisa didera penyakit serius seperti kanker, stroke, kencing manis (diabetes mellitus) atau pengerasan hati (cirrhosis). Jika Anda sakit serius pada masa tua, pernahkah terbayangkan bagaimana repotnya Anda? Apalagi jika Anda sudah tidak dalam masa produktif sehingga selain kondisi fisik sudah menurun, Anda juga mungkin tidak punya cukup uang untuk membiayai pengobatan.
  1. Tidak punya persiapan pensiun
Tidak sedikit orang sibuk bekerja dan membina karir selama usia produktifnya, namun lupa atau abai mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun.
Apalagi jika Anda sudah terbiasa dengan gaya hidup tertentu, dan kita tidak mau gaya hidup tersebut berubah drastis saat pensiun maka Anda perlu mengumpulkan uang sejak muda agar nanti pada saat Anda pensiun Anda bisa mempertahankan gaya hidup tersebut.
Persiapan pensiun bukanlah melulu soal menyiapkan dana atau tabungan untuk tetap bertahan hidup, namun juga terkait persiapan mental agar tidak terkena post power syndrome (mereka yang sebelum pensiun memiliki jabatan yang tinggi atau cukup terkenal di masyarakat rentan terhadap post power syndrome) sehingga menimbulkan beban mental baik terhadap diri sendiri maupun keluarga terdekat.
Adalah penting juga untuk tetap memiliki aktivitas dan interaksi sosial pada masa pensiun. Mengapa demikian? Karena kedua hal tersebut akan menjaga agar otak Anda tetap aktif dan terasah, sehingga Anda tidak menjadi pikun. Menekuni hobi atau usaha yang Anda sukai, atau bergabung di komunitas sosial merupakan pilihan yang dapat Anda ambil saat Anda memasuki masa pensiun. Sebagai contoh, ada pensiunan yang senang berkebun sehingga memilih pindah ke desa dan membuat kebun sayur organik, di mana hasil kebunnya bisa dijual untuk membiayai hidup sehari-harinya. Ada juga pensiunan yang sudah memiliki cukup tabungan untuk bertahan hidup, sehingga ia pun memilih menekuni hobi yang memberikan kesenangan bagi dirinya, misalnya kaligrafi, fotografi, musik, menulis, dan sebagainya. Juga ada yang masih berkarir, namun mengambil peran sebagai komisaris, penasihat, atau konsultan, di mana ia masih bisa menyumbangkan pikiran dan pengalamannya untuk memecahkan masalah atau memberikan manfaat bagi perusahaan atau masyarakat.
  1. Tidak berinvestasi
investasi adalah kegiatan mengumpulkan sejumlah dana dengan tujuan mendapatkan keuntungan finansial. Akan tetapi sebagian orang belum sadar akan pentingnya investasi dan karenanya tidak melakukannya. Kebanyakan dari mereka lebih suka menabung atau menaruh dananya dalam bentuk deposito di bank. Mereka khawatir hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diinginkan dan mereka mencari yang pasti dan aman. Padahal jika kita melakukan investasi dengan benar kita bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
Banyak alasan mengapa kita perlu berinvestasi. Kita pasti mempunyai tujuan keuangan di masa datang misalnya berlibur ke luar negeri, melaksanakan kegiatan ibadah (misalnya umroh, naik haji), melanjutkan pendidikan dan tujuan lainnya. Intinya, dengan berinvestasi kita bisa mewujudkan tujuan keuangan kita. Mengapa kita perlu berinvestasi? 1. Melawan inflasi Kita perlu berinvestasi karena adanya inflasi atau penurunan nilai mata uang. Selama ada kenaikan harga, maka nilai mata uang akan terus merosot. Bahkan orang kaya sekalipun wajib berinvestasi untuk melindungi asetnya agar tidak tergerus inflasi.
2. Potensi keuntungan dan kebebasan finansial Setiap orang pasti ingin kekayaannya bertambah seiring berjalannya waktu, dan dengan berinvestasi Anda bisa memupuk kekayaan Anda. Banyak jenis investasi yang menawarkan potensi imbal hasil yang atraktif, namun sebelum Anda berinvestasi sebaiknya ketahui dulu tujuan dan profil risiko Anda karena keduanya juga berpengaruh pada hasil investasi.
Selain itu kita harus waspada dengan skema investasi bodong yang menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi. Pada dasarnya, makin besar potensi imbal hasil investasi, makin besar pula risiko yang harus Anda tanggung, sehingga makin panjang pula jangka waktu investasi Anda. Kapasitas menunggu memungkinkan Anda menghadapi dinamika naik-turunnya pasar. Anda bisa mendapatkan hasil investasi yang besar apabila anda mulai berinvestasi sejak muda. Jika kita berinvestasi sejak usia muda, maka bila kita gagal berinvestasi kita masih punya waktu banyak untuk memulainya lagi. 3. Untuk masa depan Pendidikan adalah salah satu kebutuhan masa depan yang harus direncanakan dengan matang. Biaya pendidikan setiap tahun mengalami kenaikan sampai 20% per tahun, terutama biaya masuk perguruan tinggi semakin lama semakin mahal.
Biaya pendidikan ini tidak melulu soal pendidikan anak lho, tidaklah mustahil kemajuan jaman “memaksa” Anda untuk melanjutkan pendidikan agar kemampuan dan keterampilan Anda tetap relevan di industri tempat Anda bekerja. Revolusi industry 4.0., misalnya, suka atau tidak suka berpotensi membuat mereka yang tidak memiliki keterampilan teknis tertentu tergantikan oleh mesin, dan jika Anda termasuk dalam kelompok ini maka sebaiknya Anda mulai menimba ilmu lagi.
Selain biaya pendidikan, kita juga harus mempersiapkan biaya untuk kita pensiun. Investasi tidaklah serumit dan semudah yang kita bayangkan. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan tujuan keuangan dan ketahui profil risiko Anda supaya anda bisa berinvestasi pada instrumen investasi yang pas.
  1. Tidak meluangkan cukup waktu untuk keluarga dan teman
Banyak orang yang selama masa produktinya larut dalam kesibukan kerja, berangkat kerja pagi-pagi buta dan baru pulang pada larut malam. Ada pula yang memiliki sifat gila kerja (workaholic), sehingga akhir pekan pun mereka habiskan untuk bekerja, bukan diluangkan untuk bersenang-senang dengan keluarga dan/atau teman. Meskipun tidak sedikit dari mereka yang sukses memiliki sifat workaholic sukses dalam karir atau usahanya, namun pencapaian tersebut berimbas pada kehidupan pribadi mereka. Ketidakharmonisan dalam rumah tangga, masalah dalam perkembangan anak, merupakan contoh akibat dari ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Kemajuan teknologi juga ditengarai dapat berimbas buruk pada kehidupan sosial kita. Banyak orang yang saat ini tidak bisa lepas dari ponsel mereka, orangtua memberikan anak-anaknya akses ke gadget sejak usia dini agar mereka tidak rewel, dan tidak jarang kita menemui situasi di mana satu keluarga duduk bersama di restoran namun tidak ada interaksi di antara mereka karena masing-masing sibuk dengan ponsel mereka (mungkin keluarga Anda bahkan salah satunya?!). Teknologi memang dapat membantu memudahkan hidup kita, namun perlu disadari bahwa keberadaan keluarga dan teman terdekat jauh lebih penting bagi kita, sehingga manfaatkan setiap momen bersama mereka semaksimal mungkin.
Yang menarik, sebuah penelitian1 yang dilakukan di University of Chicago, Amerika Serikat, menyatakan bahwa ketika teknologi digunakan untuk terhubung dengan orang dan memelihara hubungan yang ada, maka teknologi dapat mengurangi kesepian. Tetapi ketika penggunaan Internet menggantikan interaksi offline dengan orang lain, maka itu dapat meningkatkan rasa kesepian.
  1. Tidak sempat mengutarakan perasaan
Mungkin Anda berpikir ini hanyalah menyangkut perasaan cinta kepada seseorang, namun ini sebenarnya juga terkait perasaan-perasaan lain seperti penyesalan, rasa bersalah, maupun perhatian atau kasih saying kepada sanak keluarga atau teman. Masalah yang tidak terselesaikan dengan tuntas, akhir hubungan cinta yang mendadak atau akibat keterpaksaan, memang bisa membuat ganjalan di hati sampai usia lanjut sekalipun. Namun perlu disadari bahwa memendam perasaan tidak baik pengaruhnya bagi kesehatan mental kita, dan jika kesehatan mental kita terganggu maka kesehatan fisik kita pun pada gilirannya akan ikut terganggu. Untuk itu belajarlah untuk bersikap pasrah dan senantiasa bersyukur. Seringkali kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan karena bukan itu yang kita perlukan. Dengan berserah diri dan bersyukur, Anda membantu diri Anda sendiri menjaga kedamaian hati sehingga Anda bisa hidup tenang.
Jadi bagaimana Raizers? Semoga artikel ini bisa menjadi refleksi dan kontemplasi diri, sehingga Anda dapat mengisi masa muda dengan produktif dan tetap sejahtera lahir batin saat Anda berusia lanjut. Selamat berkarya, berkontribusi bagi sesama dan berinvestasi demi masa depan yang lebih baik.
#investasi
Investasi Agar Uang Anda Tak Tergerus Inflasi
Banyak orang sering mengeluhkan biaya hidup yang semakin tinggi, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan pas-pasan. Secara sederhana, kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu dikenal dengan istilah inflasi. Jika pendapatan Anda tidak bertambah sebesar laju inflasi atau laju kenaikan harga-harga, maka daya beli Anda akan berkurang secara efektif. Selain itu, inflasi yang tinggi juga dapat mendatangkan malapetaka pada tabungan karena mengakibatkan susutnya nilai dana yang ditabung. Inflasi dapat diilustrasikan dengan contoh sebagai berikut: Berdasarkan data dari Informasi Pangan Jakarta, 10 tahun lalu, dengan uang Rp 100 ribu, kita dapat membeli beras jenis IR-I 64 sebanyak 23,8 kilogram (kg). Artinya, harga beras saat itu adalah Rp 4.200 per kg. Namun, sekarang dengan jumlah uang yang sama kita hanya dapat beras sebanyak 8,85 kg, karena ternyata harganya sekarang menjadi Rp 11.300 per kg. Inilah yang disebut dengan inflasi. Dalam fenomena ini, terjadi kenaikan harga secara terus-menerus dari tahun ke tahun. Inflasi memang tidak terlihat secara kasat mata, tetapi dapat dirasakan dengan adanya peningkatan harga barang-barang. Inflasi terjadi bukan hanya pada harga barang saja, melainkan pada biaya jasa seperti pendidikan, ongkos angkutan umum, dan jasa lainnya. Bahkan, kondisi untuk biaya pendidikan (sekolah) bisa meningkat tajam dengan inflasi mencapai 15-20 persen per tahun. Ketika terjadi kenaikan laju inflasi tetapi pendapatan Anda tidak berubah, maka Anda mendapatkan barang ataupun jasa yang jumlahnya lebih sedikit dari biasanya. Untuk mencegah penghasilan riil Anda tergerus inflasi, maka penghasilan Anda setiap tahunnya harus naik paling sedikit sama dengan laju kenaikan inflasi. Jika laju inflasi tahunan adalah sebesar 7%, misalnya, maka penghasilan Anda harus naik sedikitnya 7% per tahun agar daya beli Anda tidak berkurang dan Anda bisa tetap mempertahankan gaya hidup Anda sekarang. Akan tetapi, Anda sebaiknya tidak bergantung kepada penghasilan saja untuk mengalahkan inflasi. Untuk menahan gempuran inflasi, Anda tidak bisa hanya terus menyisihkan dana yang Anda miliki sebab nilainya lama-kelamaan akan habis akibat tergerus inflasi. Salah satu cara mempertahankan nilai uang Anda memang dengan investasi. Investasi bertujuan mengamankan nilai aset yang telah dimiliki sekarang (wealth preservation) dan meningkatkannya ( wealth accumulation). Kebanyakan orang berpikir bahwa menabung adalah cara terbaik untuk mengatasi inflasi. Namun, menabung dalam bentuk tabungan/deposito sebenarnya tidak akan mampu meningkatkan nilai uang yang kita miliki sekarang, sebab bunga deposito lebih rendah dibandingkan persentase inflasi di Indonesia setiap tahun. Sebagai contoh, jika Anda menaruh uang di bank dalam bentuk deposito, bunga yang diperoleh biasanya berkisar 4-5 persen setiap tahunnya (meski dipublikasikan di kisaran 5-6% per tahun, bunga deposito terkena pajak 20% sehingga hasil bersihnya adalah di kisaran 4-5% per tahun). Walaupun terlihat lebih besar dibandingkan bunga tabungan biasa, nyatanya persentase tersebut masih kalah dengan tingkat inflasi tahunan yang rata-rata bisa mencapai lebih dari 7 persen per tahunnya. Bagi Anda yang baru mulai berinvestasi di pasar modal, Anda bisa mulai dengan berinvestasi di Reksa Dana karena relatif mudah dan murah. Pada intinya Anda tinggal menaruh uang saja untuk dikelola Manajer Investasi dan mendapatkan imbal hasil. Jika Anda berinvestasi di Reksa Dana melalui aplikasi Raiz, Anda dapat berinvestasi mulai Rp10.000 dan dengan fitur roundup (pembulatan) ataupun recurring investment (cicilan investasi), Anda dapat menjadikan kegiatan investasi di Raiz sebagai proses yang otomatis sehingga praktis dan efektif.
August 2019
Mengenal Konsep dan Manfaat Dollar Cost Averaging
Pasar naik dan pasar turun. Ini adalah hal yang normal, dan dikenal sebagai volatilitas atau risiko pasar. Filosofi Raiz adalah berinvestasi dalam jumlah kecil secara teratur, bahkan saat kondisi pasar sedang jatuh karena ini dapat membantu Anda mengatasi penurunan di pasar dan merupakan salah satu kunci untuk meraih keseimbangan yang lebih sehat dalam jangka panjang. Dollar cost averaging adalah strategi investasi secara rutin di setiap periode (misalnya setiap bulan) dalam jumlah yang sama tanpa mempedulikan atau memperhatikan harga NAB/unit (nilai aktiva bersih per unit) Reksa Dana. Bagaimana prinsip ini bekerja? Misalnya, Anda memiliki Rp1.000.000 untuk diinvestasikan. Alih-alih menginvestasikan semuanya sekaligus, Anda bisa menginvestasikan Rp100.000 setiap bulan selama 10 bulan, meskipun ada perubahan nilai pasar dari waktu ke waktu selama periode tersebut. Jika misalnya NAB/unit Reksa Dana pilihan Anda adalah Rp1.000 pada bulan pertama, maka Anda akan membeli 100 unit penyertaan. Kemudian jika pada bulan kedua NAB/unit turun menjadi Rp800, Anda akan membeli 125 unit penyertaan, dan jika pada bulan ketiga NAB/unit menjadi Rp1.250 maka Anda akan membeli 80 unit, demikian seterusnya. Pada akhirnya, Anda akan membeli lebih banyak unit penyertan Reksa Dana ketika NAB/unit turun dan lebih sedikit ketika NAB/unit naik. Hasilnya adalah bahwa Anda mungkin telah berinvestasi lebih hati-hati daripada hanya menginvestasikan uang sekaligus sekaligus. "Raiz mengotomatiskan strategi Dollar Cost Averaging ini untuk membantu kamu mengelola risiko pasar dengan berinvestasi dalam jumlah kecil secara teratur bagaimanana cara kerja aplikasi Raiz, apa pun kondisi pasarnya, yang merupakan salah satu kunci untuk memiliki keseimbangan yang lebih sehat dalam waktu jangka panjang."  Google Play Berikut adalah manfaat Dollar Cost Averaging (DCA): Sederhana dan relatif mudah, terutama oleh investor pemula Strategi Dollar Cost Aveaging adalah strategi investasi yang mirip dengan menabung, yaitu tetap menabung dengan jumlah yang sama dalam kondisi apapun. Cicilan investasi Strategi Dollar Cost Averaging dapat dilihat sebagai suatu bentuk cicilan pada investasi. Jadi jika belum tersedia dana yang besar untuk diinvestasikan sekaligus (lump sum) Anda sudah dapat mulai melakukan investasi. Selain itu, cicilan investasi membuat strategi investasi Anda menjadi lebih obyektif.  Menghindari penentuan waktu (timing) yang buruk Berinvestasi secara seketika (lump sum) dan mencoba “menebak” kapan waktu terbaik untuk masuk (menebak kapan harga terendah untuk membeli atau harga tertinggi untuk menjual) dikenal dengan istilah market timing dan merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan, atau bahkan mustahil. Banyak yang telah mencoba, namun seringkali gagal karena pada kenyataannya tidak ada seorangpun yang tahu persis kapan posisi terendah dan tertinggi akan terjadi, dan tidak ada yang bisa menghentikan kejutan yang tidak diinginkan terjadi. Intinya, tidak terendah dan titik tertinggi hanya dapat diketahui setelah titik tersebut telah dilalui! Dollar Cost Averaging dapat membantu Anda memiliki disiplin karena memastikan Anda tidak terlalu terekspos terlalu dalam ketika membeli di harga tinggi; sementara di sisi lain membantu Anda ketika pasar pulih, karena Anda telah membeli ketika pasar mengalami koreksi. Dengan tidak tergantung pada waktu, DCA dapat meminimalisir efek naik turunnya pasar terhadap portofolio Anda karena harga rata-rata perolehan Anda tidak akan terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Mengurangi Risiko Dollar Cost Averaging paling efektif untuk strategi penghematan jangka panjang. Ketika pasar bergerak naik dan turun, Dollar Cost Averaging mengurangi risiko Anda dari waktu ke waktu untuk mencoba memilih waktu terbaik untuk berinvestasi. Dengan melihat koreksi pasar sebagai peluang pembelian, Anda dapat secara signifikan meningkatkan potensi pengembalian jangka panjang Anda ketika pasar mengalami pemulihan (rebound). Meminimalisir pengambilan keputusan investasi secara emosional Orang sering membuat keputusan investasi berdasarkan emosi atau rasa takut kehilangan. Penghindaran kerugian mengacu pada kecenderungan investor untuk lebih suka menghindari kerugian daripada memperoleh keuntungan. Studi menunjukkan bahwa kerugian dua kali lebih kuat, secara psikologis, daripada keuntungan. Dengan demikian, investor cenderung memiliki pola pikir investasi yang salah kaprah, yaitu menjual kepemilikan dan beralih ke uang tunai saat pasar mengalami koreksi. Dengan menghindari tren atau ketakutan dalam memilih 'waktu yang tepat', investor dapat menghindari jebakan euforia dan depresi dalam investasi. Kesimpulan Berinvestasi sebenarnya sangat sederhana dan bisa dilakukan bahkan untuk investor pemula. Rahasianya adalah konsistensi. Anda tidak perlu repot melakukan market timing alias mencoba “menebak” kapan waktu paling tepat untuk masuk, tapi masuklah secara reguler tanpa mempedulikan kondisi ekonomi dan pasar. Lakukan investasi Anda secara rutin dan saksikan bagaimana the magic of compounding bekerja untuk portofolio investasi Anda. Kami di Raiz percaya bahwa siapapun bisa berinvestasi tanpa perlu modal yang besar. Jadi tunggu apa lagi, gunakan aplikasi Raiz untuk  
Membedah Fund Fact Sheet Reksa Dana
Untuk memasarkan maupun mengelola Reksa Dana, Manajer Investasi secara berkala menerbitkan berbagai macam dokumen, seperti prospektus, product card, dan fund fact sheet (FFS). Apa saja informasi yang disajikan dalam suatu FFS dan bagaimana investor menyikapi informasi yang disaiikan dalam dokumen tersebut? Dalam artikel ini penulis mencoba membedah isi FFS dan mengulas informasi yang terkandung di dalamnya.  Secara garis besar, suatu FFS memuat informasi yang dapat dikelompokkan sebagai berikut: · Informasi mengenai Manajer Investasi · Tujuan investasi Reksa Dana · Informasi mengenai Reksa Dana · Alokasi aset/batasan investasi · Komposisi portofolio · Lima besar efek dalam portofolio · Kinerja historis · Ulasan Manajer Investasi · Disclaimer atau pernyataan peringatan Mari kita bahas kelompok-kelompok di atas satu per satu. Informasi mengenai Manajer Investasi Dalam bagian ini biasanya dimuat informasi ringkas mengenai Manajer Investasi yang mengelola Reksa Dana yang dimaksud. Pada umumnya informasi yang disampaikan adalah profil ringkas perusahaan, seperti misalnya tanggal pendirian, izin Manajer Investasi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lingkup usaha dan total dana kelolaan terkini. Tujuan investasi Reksa Dana Bagian ini memuat tujuan Reksa Dana yang dimaksud sebagaimana dimuat dalam prospektus Reksa Dana tersebut. Dari uraian tujuan investasi Reksa Dana ini investor dapat mengetahui jenis Reksa Dana serta strategi investasi yang dipakai Manajer Investasi dalam mengelola Reksa Dana tersebut. Sebagai contoh, Reksa Dana Avrist Indeks LQ45 yang merupakan aset dasar portofolio Agresif di Raiz memiliki tujuan investasi ”berinvestasi pada perusahaan dengan kapitalisasi saham besar, likuiditas tinggi, dan kondisi keuangan yang baik, yang masuk ke dalam Indeks LQ45 serta memberikan hasil investasi yang setara dengan kinerja Indeks LQ45.” Dengan demikian, Reksa Dana ini merupakan Reksa Dana indeks saham bertujuan menghasilkan pertumbuhan investasi yang setara dengan laju pertumbuhan indeks LQ45. Informasi Reksa Dana Isi dari bagian ini bisa bervariasi, tergantung dari Manajer Investasi pengelola Reksa Dana, namun pada umumnya memuat informasi mengenai tanggal penawaran Reksa Dana (tanggal di mana Reksa Dana mulai dipasarkan), jumlah dana kelolaan (per tanggal yang tertera di FFS, biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut), jenis Reksa Dana (pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, indeks, terproteksi atau lainnya), denominasi (mata uang di mana Reksa Dana ini diterbitkan), frekuensi valuasi atau publikasi NAB (biasanya harian untuk Reksa Dana terbuka/open-end, dan bulanan untuk Reksa Dana tertutup/close-end), Bank Kustodian (selaku penyimpan kekayaan Reksa Dana) dan nilai NAB/unit per tanggal yang tertera di FFS (biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut). Beberapa Manajer Investasi juga mencantumkan informasi mengenai biaya-biaya yang dibebankan kepada pemegang unit penyertaan berkaitan dengan transaksi Reksa Dana, yaitu terdiri dari biaya pembelian (subscription fee), biaya penjualan kembali (redemption fee) dan biaya pengalihan (switching fee) jika memang Manajer Investasi menyediakan fasilitas switching antar Reksa Dana yang dikelolanya. Alokasi aset/batasan investasi Bagian ini memuat rincian mengenai alokasi aset atau batasan investasi Reksa Dana yang dimaksud. Dalam bagian ini seringkali dapat ditemui pula informasi mengenai tolok ukur (besaran acuan yang digunakan sebagai pembanding terhadap kinerja Reksa Dana). Rumusan alokasi aset atau batasan investasi ini juga dapat ditemukan dalam prospektus Reksa Dana yang dimaksud. Batasan investasi adalah rentang persentase dari total dana kelolaan untuk setiap asset class yang merupakan efek dasar (underlying asset) Reksa Dana. Sebagai contoh, berikut adalah alokasi aset Reksa Dana Avrist Bond Fund yang merupakan aset dasar portofolio Moderat di Raiz: Pasar uang: 0-20% Efek pendapatan tetap: 80-100% Tolok ukur: 15% deposito 1 bulan + 85% FR0077 (FR0077 adalah seri obligasi pemerintah) Dalam hal ini, Reksa Dana ini memiliki 2 kelas aset, yaitu pasar uang dan efek pendapatan tetap atau obligasi. Tolok ukur (benchmark) adalah parameter yang digunakan untuk menilai kinerja Reksa Dana. Secara gamblang, tugas Manajer Investasi adalah menghasilkan kinerja Reksa Dana yang lebih baik dibandingkan kinerja tolok ukur Reksa Dana tersebut. Sebagai contoh, jika tolok ukur naik 1% dalam suatu periode, maka Reksa Dana dinilai memiliki kinerja yang bagus jika imbal hasilnya lebih tinggi dari 1%. Sebaliknya, di saat kondisi pasar turun dan tolok ukur turun 1%, Reksa Dana dinilai unggul terhadap tolok ukurnya jika mengalami penurunan imbal hasil lebih kecil dari 1%. Komposisi portofolio Komposisi portofolio yang dimuat merupakan komposisi portofolio Reksa Dana per tanggal yang tertera di FFS, biasanya hari terakhir bursa pada bulan yang bersangkutan. Komposisi portofolio ini harus sesuai dengan batasan investasi Reksa Dana. Sebagai contoh, per tanggal 28 Juni 2019 Reksa Dana Avrist Bond Fund dengan batasan investasi 0-20% di efek pasar uang dan 80-100% di efek bersifat utang memiliki komposisi portofolio 7,74% di efek pasar uang dan 92,26% di efek bersifat utang – komposisi portofolio ini sesuai dengan batasan investasi Reksa Dana karena berada dalam rentang persentase yang telah ditentukan untuk setiap kelas aset. Lima besar penempatan portofolio Bagian ini memuat efek-efek mana saja yang per tanggal FFS merupakan efek yang ditempatkan dengan porsi 5 terbesar dalam portofolio Reksa Dana. Dengan informasi ini investor dapat mengetahui strategi investasi serta tingkat risiko dari Reksa Dana. Investor juga dapat mengetahui seberapa baik Manajer Investasi mengelola Reksa Dananya dari segi penyebaran risiko. Jika misalnya 5 besar penempatan diisi oleh saham-saham yang berisiko tinggi sementara strategi investasi Reksa Dana sebagaimana disebutkan dalam tujuan investasi tidaklah demikian, maka investor sebaiknya mempertanyakan penempatan pada saham-saham tersebut kepada pihak Manajer Investasi. Sebagai contoh, per tanggal 28 Juni 2019, Reksa Dana Avrist Indeks LQ45 memiliki 5 besar penempatan portofolio sebagai berikut: 1. Saham PT Astra International Tbk 2. Saham PT Bank Central Asia Tbk 3. Saham PT Bank Mandiri Persero Tbk 4. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 5. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk Kinerja historis Dalam bagian ini umumnya Manajer Investasi menyajikan data kinerja historis Reksa Dana dalam bentuk grafik dan tabel. Grafik yang disajikan menampilkan pergerakan nilai NAB/unit dari sejak penawaran Reksa Dana (di mana NAB/unit = Rp. 1.000) dibandingkan dengan tolok ukurnya. Selain grafik ini, beberapa Manajer Investasi juga menyajikan grafik yang menunjukkan imbal hasil Reksa Dana per bulan sejak tanggal penawaran. Di lain pihak tabel data kinerja historis menampilkan data imbal hasil Reksa Dana untuk periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sejak awal tahun (YTD - Year To Date), 1 tahun, 3 tahun, dan sejak penawaran (SI – Since Inception), di mana masing-masing periode dihitung mundur sejak tanggal yang tertera di FFS. Dengan demikian, jika tanggal di FFS adalah 30 September 2010, maka periode 1 bulan mencakup 1-30 September 2010, 3 bulan berarti 1 Juli-30 September 2010, sampai sejak penawaran berarti mulai dari tanggal peluncuran hingga 30 September 2010. Beberapa Manajer Investasi menyajikan data imbal hasil yang disetahunkan (annualized) untuk imbal hasil Reksa Dana dengan periode lebih dari 1 tahun. Dengan mencantumkan imbal hasil yang disetahunkan, investor dapat mengetahui berapa besar imbal hasil yang diperolehnya secara rata-rata per tahun selama periode yang bersangkutan. Sebagai contoh, jika FFS per 28 Juni 2019 untuk Reksa Dana yang diluncurkan pada tanggal 1 Juni 2014 memberkan imbal hasil yang disetahunkan (annualized return) untuk periode sejak awal penawaran sebesar 10% maka ini berarti selama kurun 5 tahun Reksa Dana ini memberikan imbal hasil rata-rata 10% per tahun. Ulasan Manajer Investasi Bagian ini memuat ulasan serta tinjauan pasar. Ulasan pasar merupakan kajian terhadap kondisi dan kinerja pasar pada bulan di mana FFS diterbitkan sementara tinjauan pasar memuat pandangan Manajer Investasi terhadap kondisi pasar dan potensi pencapaian imbal hasil di bulan mendatang. Mengingat FFS umumnya disajikan dalam 1 halaman saja, maka tidak semua Manajer Investasi menyajikan bagian ini karena keterbatasan ruang dalam dokumen. Kalaupun ada, maka seringkali keseluruhan informasi dalam FFS ditampilkan dengan ukuran tulisan (font size) yang kecil. Disclaimer/pernyataan peringatan Terlepas dari seberapa rinci isi disclaimer, berdasarkan Peraturan Bapepam No. IV.D.1 mewajibkan pencantuman kalimat berikut dalam semua bentuk iklan Reksa Dana: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG. Untuk membaca dan menelaah secara lengkap Peraturan Bapepam No. IV.D.1, silakan klik di sini. Mengingat FFS merupakan salah satu dokumen yang digunakan dalam pemasaran Reksa Dana, maka isi disclaimer umumnya dibuat sedemikian rupa demi memenuhi ketentuan dalam Pedoman Iklan Jasa Keuangan, ditambah (jika ada) pernyataan tambahan berdasarkan peraturan internal perusahaaan Manajer Investasi (biasanya demi memenuhi standar kepatuhan/compliance). Berikut adalah contoh dari disclaimer pada FFS Reksa Dana Avrist Bond Fund: Laporan ini disajikan oleh PT Avrist Asset Management hanya untuk tujuan informasi dan tidak dapat digunakan atau dijadikan dasar sebagai penawaran atau rekomendasi untuk menjual atau membeli. Laporan ini dibuat berdasarkan keadaan yang telah terjadi dan telah disusun secara seksama oleh PT Avrist Asset Management meskipun demikian PT Avrist Asset Management tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan dari laporan tersebut. PT Avrist Asset Management maupun officer atau karyawannya tidak bertanggung jawab apapun terhadap setiap kerugian yang timbul baik langsung maupun tidak langsung sebagai akibat dari setiap penggunaan laporan ini. Setiap keputusan investasi haruslah merupakan keputusan individu, sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing individu yang membuat keputusan investasi tersebut. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa mendatang. Calon pemodal wajib memahami risiko berinvestasi di Pasar Modal oleh sebab itu calon pemodal wajib membaca dan memahami isi Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi.   FundFactSheet_ Avrist_Bond_Fund_0619 FundFactSheet_Avrist_Liquid_Fund_0619 FundFactSheet_Avrist_LQ45_0619
July 2019
10 Tips Jitu Agar Anda Bijak Dalam Berbelanja
Pernahkah Anda benar-benar membutuhkan uang, tetapi ternyata dompet Anda kosong? Tidak peduli seberapa banyak uang yang Anda miliki, membelanjakannya dengan bijak membantu Anda untuk memaksimalkan uang Anda. Ikuti 10 tips berikut ini agar Anda dapat berhemat dan berbelanja dengan bijak:
  1. Susun anggaran
  • Lacak pengeluaran dan pendapatan Anda untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang situasi keuangan Anda.
  • Simpan tanda terima atau tuliskan pembelian Anda di buku catatan saat Anda membuatnya.
  • Tinjau tagihan Anda setiap bulan dan masukkan pengeluaran itu ke anggaran Anda.
  • Atur pembelian Anda berdasarkan kategori (makanan, pakaian, hiburan, dll.). Kategori dengan jumlah bulanan tertinggi (atau jumlah bulanan yang Anda anggap sangat tinggi) mungkin merupakan target yang baik untuk penghematan.
  • Setelah Anda melacak pembelian Anda untuk sementara waktu, buat batas bulanan (atau mingguan) untuk setiap kategori. Pastikan total anggaran lebih kecil dari pendapatan Anda untuk periode itu, dengan sisa yang cukup untuk ditabung jika memungkinkan.
  1. Rencanakan pembelian Anda di muka
  • Mengambil keputusan secara mendadak dapat menggelembungkan pengeluaran Anda. Tuliskan apa yang perlu Anda beli saat Anda tenang dan di rumah.
  • Lakukan perjalanan pendahuluan sebelum Anda melakukan perjalanan belanja sungguhan. Perhatikan harga beberapa alternatif di satu atau lebih toko. Kembalilah ke rumah tanpa membeli apa pun dan putuskan produk mana yang akan dibeli pada ekspedisi "nyata" kedua Anda.
  • Semakin Anda fokus dan semakin sedikit waktu yang Anda habiskan di toko, semakin sedikit yang akan Anda habiskan. Jika Anda termotivasi untuk memperlakukan setiap pembelian sebagai keputusan penting, Anda akan membuat keputusan yang lebih baik.
  • Jangan menerima sampel gratis atau mencoba sesuatu hanya karena iseng-iseng. Bahkan jika Anda tidak berencana membelinya, pengalaman itu dapat meyakinkan Anda untuk mengambil keputusan sekarang, alih-alih mempertimbangkannya dengan hati-hati sebelumnya.
  1. Hindari pembelian impulsif
Jika merencanakan pembelian di muka adalah ide yang baik, membeli sesuatu secara mendadak adalah hal yang sangat tidak disarankan. Ikuti tips ini untuk menghindari membuat keputusan berbelanja karena alasan yang salah:
  • Jangan menelusuri jendela toko atau berbelanja hanya karena iseng-iseng.
  • Jika Anda membeli sesuatu hanya karena menikmati kegiatan belanja Anda, kemungkinan Anda akan menghabiskan terlalu banyak uang untuk barang-barang yang tidak Anda butuhkan.
  • Jangan membuat keputusan pembelian saat kemampuan Anda untuk menilai sesuatu terganggu. Alkohol, obat-obatan, atau kurang tidur dapat membahayakan kemampuan Anda untuk membuat keputusan yang masuk akal.
  • Berbelanja dalam kondisi lapar atau sambil mendengarkan musik yang keras dapat menyebabkan Anda membeli barang-barang di luar daftar belanja Anda
  1. Berbelanjalah sendirian
  • Anak-anak, teman yang suka belanja, atau bahkan hanya teman yang seleranya cocok dapat mempengaruhi Anda untuk mengeluarkan uang ekstra.
  • Jangan mengambil saran dari karyawan toko. Jika Anda perlu menjawab pertanyaan, dengarkan dengan sopan tanggapan mereka tetapi abaikan saran tentang keputusan pembelian. Jika mereka tidak akan meninggalkan Anda sendirian, tinggalkan toko dan kembali lagi nanti untuk mengambil keputusan
  1. Lunasi pembelian dan bayarlah dengan tunai
  • Kartu kredit dan debit meningkatkan pembelanjaan karena dua alasan: (1) Anda memiliki lebih banyak uang yang tersedia untuk dibelanjakan daripada biasanya, dan (2) karena tidak ada uang yang terlihat berpindah tangan, Anda cenderung tidak menganggapnya sebagai pembelian "nyata". Demikian pula, jika Anda berutang atau menggunakan skema pembayaran yang tertunda maka hal ini akan membuat Anda lebih sulit untuk menyadari berapa sebenarnya pengeluaran Anda.
  • Jangan membawa uang tunai lebih banyak dari yang Anda butuhkan. Jika Anda tidak memiliki uang ekstra, Anda tidak dapat membelanjakannya.
  • Demikian pula, tarik anggaran mingguan Anda dari ATM seminggu sekali daripada mengisi dompet Anda setiap kali Anda kehabisan.
  1. Jangan terperdaya oleh pemasaran (marketing)
  • Pengaruh luar adalah faktor besar yang mempengaruhi pengeluaran uang kita. Waspada dan cobalah untuk menyadari alasan mengapa Anda tertarik pada suatu produk.
  • Jangan membeli sesuatu berdasarkan iklan. Baik di televisi atau di kemasan produk, sikapi iklan dengan skeptis. Mereka dirancang untuk mendorong Anda untuk menghabiskan uang dan tidak akan memberikan gambaran yang akurat tentang pilihan Anda.
  • Jangan membeli sesuatu hanya karena harganya lebih murah. Kupon dan obral bagus untuk produk yang memang sudah Anda rencanakan untuk dibeli; membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan hanya karena diskon 50% tidaklah menghemat uang!
  • Waspadai trik penentuan harga. Terjemahkan harga "Rp 199.900" menjadi "Rp 200.000".
  • Nilailah harga suatu barang berdasarkan kualitasnya, bukan karena itu merupakan "penawaran yang lebih baik" dibandingkan opsi lain oleh perusahaan yang sama. (Dengan memposisikan "penawaran yang lebih buruk" sebagai penawaran yang tidak menarik, seseorang dapat menipu Anda agar membayar lebih untuk tambahan yang tidak Anda butuhkan).
  • Jangan otomatis membeli produk dengan harga sedang dalam suatu kategori. Pemasar tahu bahwa jika mereka ingin Anda membeli produk dengan harga tinggi, mereka dapat memengaruhi keputusan Anda dengan menambahkan produk yang sangat mahal untuk membuat produk dengan harga tinggi menjadi terlihat berharga sedang dan terlihat masuk akal.
  1. Tunggu hingga masa obral dan diskon
  • Jika Anda tahu Anda akan membutuhkan barang tertentu tetapi tidak membutuhkannya hari ini, tunggulah sampai barang tersebut diobral atau coba cari kupon diskon untuk barang tersebut.
  • Gunakan kupon atau manfaatkan diskon hanya untuk barang yang benar-benar Anda butuhkan atau jika Anda memutuskan untuk membeli sebelum masa obral. Daya tarik dari harga yang lebih murah adalah cara mudah untuk membuat pelanggan membeli sesuatu yang tidak mereka butuhkan. Beli produk untuk musim tertentu di luar musimnya, misalnya belilah jaket musim dingin pada musim panas.
  1. Lakukan riset
Sebelum membeli sesuatu yang mahal, lakukan riset di Internet atau baca laporan konsumen untuk mencari tahu cara mendapatkan hasil maksimal dengan harga terendah. Temukan produk sesuai anggaran Anda, dengan kualitas yang baik sehingga tahan lama dan dapat memenuhi kebutuhan Anda.
  1. Pertimbangkan semua biaya
  • Anda akan membayar lebih dari harga yang tercantum di label harga untuk banyak barang berharga tinggi. Baca semua syarat dan ketentuan serta tambahkan semua jumlah sebelum membuat keputusan.
  • Jangan tertipu oleh pembayaran bulanan yang lebih rendah. Hitung jumlah total yang akan Anda habiskan (pembayaran bulanan x jumlah bulan hingga dibayar penuh) untuk mencari tahu mana pilihan termurah.
  • Jika Anda mengambil pinjaman, hitung jumlah total bunga yang harus Anda bayar.
  1. Manjakan diri Anda sesekali dengan hiburan yang terjangkau
  • Ini mungkin terdengar sebagai paradoks (bukankah ini membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan?), tetapi pada kenyataannya, lebih mudah untuk mempertahankan tujuan pengeluaran Anda jika Anda menghadiahi Anda sendiri sesekali. Jika Anda langsung menghentikan pengeluaran yang tidak perlu, pada akhirnya Anda tidak akan tahan dan ujung-ujungnya malah berbelanja lebih banyak dari yang seharusnya.
  • Sisihkan jumlah uang yang sangat terbatas dalam anggaran Anda untuk hadiah ini. Tujuannya adalah memberi diri Anda hadiah kecil untuk menjaga semangat Anda dan mencegah belanja secara jor-joran di kemudian hari.
  • Jika cari Anda memanjakan diri selama ini mahal, cobalah cari alternatif yang lebih murah – misalnya meminjam film dari tempat penyewaan film sebagai pengganti pergi bioskop.
Konsep Time in the Market dan Efek Compounding
Mungkin Anda pernah mendengar pepatah, “It’s not about timing market, it’s about time in the market.” Apa yang dimaksud dengan pepatah ini? Sebagian investor cenderung berfokus pada kinerja investasi mereka dalam jangka pendek. Mereka senantiasa memantau pergerakan harga saham atau NAB/unit Reksa Dana yang mereka miliki, merasa sangat bahagia dan bergairah saat harga naik, namun di sebaliknya jika harga turun mereka sedih atau bahkan frustrasi karena mereka mengalami kerugian investasi, meskipun hanya dalam jangka pendek. Namun bagaimana dengan gambaran jangka panjang? Dari waktu ke waktu instrumen pasar modal secara alami akan mengalami periode pertumbuhan dan penurunan - ini benar-benar merupakan fenomena yang normal. Oleh karena itu, mencairkan investasi hanya karena harganya sedang turun dalam waktu sesaat bukanlah strategi yang baik, mengingat kemungkinan harga efek tersebut akan kembali naik di kemudian hari. Mengingat ada pepatahbuy low, sell high” (beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi), banyak investor melakukan apa yang disebut market timing, yaitu mencoba menebak atau memprediksi kapan harga mencapai titik terendah (untuk membeli) dan kapan harga mencapai titik tertinggi (untuk menjual). Namun pada kenyataannya, titik tertinggi maupun terendah baru bisa diketahui saat titik tersebut telah terlewati! Tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mengetahui kapan titik tertinggi atau titik terendah akan terjadi; kalau benar ada, maka orang tersebut pasti sudah kaya raya karena ia sudah bisa menentukan di muka kapan dia harus membeli dan kapan ia harus menjual. Oleh karena itu, strategi yang lebih tepat adalah memanfaatkan time in the market, yaitu makin lama Anda berinvestasi di pasar modal, makin besar potensi Anda meraih imbal hasil investasi yang memuaskan. Sebagai ilustrasi, mari kita cermati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal IHSG diluncurkan hingga akhir tahun 2018:1
  • Per akhir 2018 atau 36 tahun setelah pencatatan IHSG dimulai, IHSG ditutup pada posisi 6.194,50
  • Pengembalian IHSG selama 36 tahun adalah 6.194,50 (61 kali lipat)
  • Jika disetahunkan, kinerja IHSG 35 tahun adalah 12,14% YoY (per tahun majemuk)
  • Jika Anda menginvestasikan Rp1.000.000 (satu juta rupiah) di IHSG (sejak awal 1983), maka dana tersebut akan bertumbuh menjadi Rp61,945 juta pada akhir 2018. Angka yang cukup fantastis, bukan?
Sekarang coba kita cermati pertumbuhan per tahun. Berikut adalah data pertumbuhan IHSG selama 20 tahun terakhir, dari 1997-2018:

sumber IDX

Jika kita perhatikan angka Perolehan Tahunan, maka tampak jelas bahwa imbal hasil bisa naik ataupun turunada tahun di mana IHSG mengalami kenaikan, dan ada pula tahun di mana IHSG mengalami penurunan. Namun jika kita lihat untuk periode 20 tahun, maka IHSG mengalami kenaikan sebesar 1.442,03%! Inilah esensi dari time in the market: jika Anda berinvestasi di IHSG selama periode 20 tahun terakhir, maka investasi Anda akan telah bertumbuh sebesar 1.442,03%! Sedangkan jika Anda hanya berfokus pada jangka pendek, misalnya Anda hanya berinvestasi di tahun 2008, maka investasi Anda malah turun sebesar 50,64%. Terkait dengan konsep time in the market, adalah efek compounding. Masih banyak sekali orang yang belum tahu bahwa efekcompounding ternyata sangat bermanfaat ketika berinvestasi, padahal efekcompoundingbisa dikatakan merupakan teman baik dan berkah bagi setiap investor. Setiap investor, terutama mereka yang memang secara khusus berinvestasi untuk jangka panjang, pasti tahu betul bagaimana efekcompounding akan memberikan keuntungan yang benar-benar yang signifikan terhadap kondisi dan tujuan keuangan seiring berjalannya waktu. Efekcompounding juga kerap diartikan sebagaibunga berbungaataubunga bergulung’, di mana bunga yang didapat dari hasil investasi sebelumnya akan diinvestasikan kembali ke instrumen yang sama atau yang berbeda, sehingga bunga yang tadi diinvestasikan pun kembali menghasilkan bunga, atau pendapatan Anda menghasilkan pendapatan lagi. Begitu seterusnya hingga keuntungan investasi menjadi lebih maksimal. Mengingat bunga dari hasilcompounding didapat ketika uang yang Anda hasilkan dari investasi mulai menghasilkan keuntungan lagi ketika diinvestasikan kembali, maka semakin lama Anda berinvestasi, semakin banyak kesempatan bagi investasi Anda untuk menikmati efek compounding ini. Setelah membaca artikel ini, apakah Anda sudah siap memanfaatkan time in the market dan merasakan bagaimana efek compounding dapat membantu menumbuhkembangkan investasi Anda? Tunggu apa lagi, mulailah berinvestasi sedini mungkin melalui aplikasi Raiz. Salam investasi!
Lima Salah Kaprah Tentang Investasi Pada Usia Muda
Pernahkah Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi di pasar modal, tetapi keraguan dalam benak Anda? Mungkin Anda pikir Anda tidak punya cukup uang, atau mungkin Anda terus mendengar bahwa Anda masih terlalu muda untuk berinvestasi. Nah, mungkin setelah membaca artikel ini, Anda akan merasa lega karena mengetahui bahwa sebagian besar keraguan seputar investasi tersebut hanyalah mitos belaka. Berikut adalah lima salah kaprah yang sering ditemui di kalangan generasi muda, dan sepatutnya tidak menghalangi Anda untuk mulai berinvestasi di pasar modal. 1. “Saya tidak punya cukup uang.” Banyak orang berpikir Anda hanya dapat berinvestasi di pasar saham jika Anda kaya raya. Ini sama sekali tidak benar. Anda sudah bisa berinvestasi di pasar modal dengan nilai nominal yang kecil, bahkan mulai dari Rp. 10.000 jika Anda menggunakan aplikasi investasi mikro Raiz. 2. “Nanti saja setelah saya agak tua...” Investasi di pasar modal adalah investasi jangka panjang, bukan cara untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Semakin lama Anda berinvestasi, semakin banyak peluang yang Anda miliki untuk memupuk kekayaan Anda. Ungkapan yang umum di pasar modal adalah bahwa yang penting adalah berapa lama Anda berinvestasi (time in the market), bukan menentukan kapan Anda harus berinvestasi (timing the market) waktu pasar. Jadi daripada menunggu sampai Anda lebih tua atau mencoba untuk memilih saham unggulan, strategi yang jauh lebih baik adalah mulai saat Anda masih muda, berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dan biarkan mekanisme pasar bekerja untuk Anda. 3. “Saya tidak cukup tahu tentang pasar modal.” Anda tidak perlu tahu terlalu banyak tentang pasar modal untuk mulai berinvestasi. Anda mungkin memiliki ingatan tentang orang tua Anda yang meneliti kinerja berbagai saham di surat kabar dan memilih dengan hati-hati saham mana yang akan diinvestasikan. Tetapi ini bukan suatu yang mutlak harus dilakukan. Berkat Reksa Dana, Anda tidak perlu khawatir memilih sendiri untuk membeli satu per satu instrumen pasar modal. Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995, Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Reksa dana merupakan produk dari perusahaan yang masuk dalam kategori pasar modal yang diawasi oleh OJK sehingga bisa melakukan kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat. Dana yang dihimpun dari masyarakat tersebut diinvestasikan dalam efek pasar uang, efek saham dan efek obligasi. Karena memiliki beberapa efek sekaligus, maka disebut portofolio efek. Lebih lanjut, melalui Reksa Dana, Anda dapat berinvestasi pada perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia melalui perantaraan Manajer Investasi. Dengan demikian, ketika perusahaan tersebut berkembang dan membagikan keuntungan, Anda bisa ikut menikmati hasil pertumbuhan tersebut. 4. “Investasi terlalu berisiko jika saya masih muda.” It’s easy to understand why a lot of young people think share trading is too risky. You’re right, shares are a high-risk asset. But the funny thing is, share trading actually becomes more and more risky the older you get. Banyak orang berpikir bahwa transaksi di pasar modal terlalu berisiko. Benar bahwa investasi di pasar modal memang berisiko. Namun, semakin tua Anda mulai berinvestasi, sebenarnya makin tinggi risikoya bagi Anda. Mengapa demikian? Karena ketika Anda masih muda, Anda masih produktif meniti karir sehingga memiliki kapasitas untuk mengatasi segala volatilitas di pasar modal. Bahkan jika terjadi penurunan atau koreksi yang lebih besar di pasar sekalipun sehingga nilai investasi Anda turun cukup signifikan, Anda relatif masih punya banyak waktu untuk bangkit kembali. Namun, jika Anda sudah lebih tua dan lebih dekat ke masa pensiun, Anda harus fokus untuk melindungi pokok investasi Anda. Jika Anda berusia 60-an dan terjadi koreksi dalam di pasar, Anda mungkin tidak punya cukup waktu untuk membangun kembali portofolio Anda. 5. “Saya lebih baik menabung untuk cicilan rumah saja.” Tidak ada alasan Anda tidak dapat berinvestasi di pasar modal dan menabung untuk cicilan rumah secara bersamaan. Anda tidak perlu menginvestasikan seluruh tabungan Anda ke pasar modal, cukup Anda alokasikan sebagian saja. Lagipula, Reksa Dana merupakan aset yang likuid; kapanpun Anda ingin mencairkan investasi Anda. Jadi Anda bisa berinvestasi di Reksa Dana dan nantinya dana yang terkumpul dari investasi di Reksa Dana tersebut digunakan untuk membeli rumah.
Membedah Isi Prospektus Reksa Dana
Beberapa hari belakangan ini penulis sering mendengar keluhan investor yang mengklaim bahwa ia tidak mengetahui resiko-resiko investasi terkait produk reksa dana yang dibelinya. Celakanya lagi, dalam kondisi pasar yang sedang ambruk dan sangat bergejolak banyak investor yang mengkhawatirkan nasib dananya sehingga ketidaktahuannya akan resiko investasi sering membuatnya kesal atau bahkan marah karena merasa diperdayai oleh MI atau agen penjual reksa dana. Setiap tindakan atau keputusan dalam hidup kita, termasuk investasi, mengandung resiko. Ini adalah wajar apalagi mengingat bahwa jika kita ingin memperoleh imbal hasil tertentu maka kita juga harus siap menanggung resiko yang besarannya sepadan dengan potensi imbal hasil. Contoh sederhananya, memiliki setrikaan membantu anda merapikan tampilan pakaian anda, tapi tentunya ada resiko seperti kesetrum atau terbakar jika tidak berhati-hati menggunakannya. MI/agen penjual reksa dana sebaiknya menginformasikan resiko investasi kepada nasabah sebelum nasabah membeli reksa dana. Penulis yakin bahwa  sebagian besar telah berusaha melakukan yang terbaik, namun masih ada pihak-pihak, baik dari pihak MI maupun agen penjual yang cenderung mengedepankan potensi imbal hasil, tapi lupa menginformasikan resiko investasi. Namun terlepas dari ketidaksempurnaan tersebut, sebenarnya seluruh fakta/informasi material mengenai reksa dana tercantum secara lengkap dan rinci dalam prospektus. Untuk itu dalam tulisan ini penulis mencoba membedah isi prospektus untuk memberikan gambaran singkat tentang apa yang dimuat di dalamnya, dengan harapan agar nasabah bisa mendapatkan informasi sebanyak dan sejelas mungkin tentang produk reksa dana yang dibeli/dimilikinya. Pada dasarnya, Bapepam-LK mengatur informasi material apa saja yang harus dimuat dalam prospektus dan ini harus dipatuhi oleh semua MI. Jika anda melihat daftar isi prospektus maka anda akan menemui bab-bab berikut (urutan bab mungkin sedikit berbeda dari satu MI ke MI lain): 1.Istilah dan definisi 2.Keterangan mengenai Reksa Dana X 3.Manajer Investasi 4.Bank kustodian 5.Tujuan dan kebijakan investasi 6.Metode penghitungan nilai pasar wajar dari efek dalam portofolio Reksa Dana X 7.Perpajakan 8.Manfaat investasi dan faktor-faktor resiko yang utama 9.Alokasi biaya dan imbalan jasa 10.Hak-hak pemegang unit penyertaan 11.Pembubaran dan likuidasi 12.Pendapat akuntan tentang laporan keuangan 13.Persyaratan dan tata cara pembelian unit penyertaan 14.Persyaratan dan tata cara penjualan kembali unit penyertaan 15.Skema pembelian dan penjualan kembali (pelunasan) Reksa Dana X 16.Penyebarluasan prospektus dan formulir-formulir berkaitan dengan pembelian unit penyertaan Adapun dalam prospektus biasanya dimuat informasi penting seperti berikut:
  • Pengelola reksa dana – komite investasi, tim pengelola investasi
  • Keterangan singkat, pengalaman dan pihak yang terafiliasi dengan manajer investasi  dan bank kustodian (kalau ada)
  • Tujuan, kebijakan dan pembatasan investasi: dalam kebijakan investasi biasanya tercantum strategi alokasi asset reksa dana (misalnya minimum 5% & maksimum 90% di pasar uang , minimum 2% dan maksimum di saham, dan lain sebagainya). Pembatasan investasi memuat hal-hal yang tidak diperkenankan bagi MI untuk dilakukan (misalnya larangan melakukan short selling, larangan melakukan transaksi margin, dan lain-lain) sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IV.B.1 mengenai Pedoman Pengelolaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.
  • Metode penghitungan nilai pasar wajar – bagaimana penghitungan NAB dilakukan
  • Perpajakan – komponen apa saja dalam portofolio reksa dana yang dikenai pajak, jenis pajak serta besarannya
  • Manfaat investasi & faktor-faktor resiko utama – resiko biasanya meliputi resiko perubahan kondisi ekonomi dan politik, resiko berkurangnya nilai unit penyertaan, resiko wanprestasi dan resiko likuiditas
  • Alokasi biaya dan imbalan jasa – rincian tentang jenis dan besaran biaya yang menjadi beban reksa dana, beban manajer investasi serta beban pemegang unit penyertaan. Alokasi biaya biasanya merinci tentang imbalan jasa manajer investasi (biaya pengelolaan portofolio), imbalan jasa bank kustodian di mana keduanya dibebankan ke reksa dana, serta biaya pembelian (subscription fee) dan biaya penjualan kembali (redemption fee) yang dibebankan kepada pemegang unit penyertaan.
  • Hak-hak pemegang unit penyertaan, termasuk di dalamnya hak mendapatkan surat konfirmasi kepemilikan dan laporan bulanan kepemilikan unit penyertaan, memperoleh pembagian hasil investasi, menjual kembali sebagian/seluruh unit penyertaan, memperoleh informasi mengenai NAB/unit, dan seterusnya.
  • Pembubaran dan likuidasi – kondisi apa yang dapat membuat reksa dana dibubarkan, apa saja yang harus dilakukan oleh MI, bagaimana prosedur likuidasinya.
  • Pendapat akuntan tentang laporan keuangan – bab ini biasanya memuat laporan keuangan yang sudah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Karena laporan ini dipublikasikan dan diaudit setiap tahun, maka MI harus memperbaharui prospektus setiap tahun. Karena itu anda mungkin akan melihat tulisan “Pembaharuan Prospektus” di sampul prospektus.
  • Persyaratan dan tata cara pembelian & penjualan kembali unit penyertaan: batas minimum dan maksimum pembelian, batas maksium penjualan kembali, batas waktu penyerahan formulir, syarat pembayaran untuk pembelian (biasanya dicantumkan rekening bank untuk transfer dana), ketentuan tentang pembayaran hasil penjualan kembali (misalnya biaya transfer/pemindahbukuan, bila ada, merupakan beban dari pemegang unit penyertaan), dan seterusnya.
Jadi, sebelum membeli reksa dana, ada baiknya nasabah mempelajari dulu prospektusnya. Memang tampilan prospektus kadang kurang menarik untuk dibaca karena isinya tulisan semua dan ukuran hurufnya terkadang sangat kecil sehingga tidak nyaman di mata, namun lebih baik teliti sebelum membeli, bukan? 🙂 Selamat berinvestasi!
June 2019
Memahami Karakteristik Reksa Dana Saham
Berdasarkan pengalaman berinteraksi dengan banyak investor, pertanyaan "Harusnya kan MI bisa memprediksi kalau market akan jatuh, jadi seharusnya mereka bisa jual sahamnya dulu - bisa juga cut loss - nanti baru beli kembali di harga yang lebih rendah. Kenapa didiamkan saja portofolionya?" sering mengemuka dan sering menjadi  pertanyaan yang emosional bagi investor, terutama yang sudah mulai panik melihat trend penurunan indeks. Menurut hemat penulis, pertanyaan tersebut muncul dari nasabah yang belum memahami esensi dari reksa dana saham. Penulis sering menjelaskan sbb: untuk reksa dana saham, terlepas ada atau tidaknya aturan mengenai batasan minimum 80% di saham dalam batasan investasi reksa dana saham, kecil kemungkinan MI akan berani menurunkan porsi sahamnya secara signifikan. Mengapa? karena selalu ada kemungkinan indeks berbalik arah dengan cepat. Lain halnya dengan reksa dana campuran, yang batasan investasinya memang memiliki fleksibilitas yang memungkinkan MI menaikkan atau menurunkan bobot saham secara lebih leluasa. Dan seperti kita ketahui, dalam kondisi bearish, reksa dana campuran bisa lebih sedikit penurunannya dibandingkan indeks namun pada kondisi bullish, reksa dana campuran sulit untuk mengikuti kenaikan indeks. Jadi sebaiknya nasabah diberi pengertian bahwa kinerja reksa dana saham akan sangat berkorelasi dengan naik-turunnya indeks. Sementara untuk nasabah yang berharap penurunannya tidak sedalam penurunan indeks, pilihannya adalah reksa dana campuran. Konsekuensi berinvestasi di reksa dana campuran adalah potensi imbal hasilnya lebih rendah daripada reksa dana saham. karena risikonya juga lebih rendah. Investor juga perlu diberi pengertian bahwa sulit sekali memprediksi apakah indeks masih akan turun atau sudah di titik terendah serta kapan indeks akan segera berbalik arah. Pertanyaan "Harusnya kan MI bisa memprediksi kalau market akan jatuh, mereka jual sahamnya dulu - bisa juga cut loss - nanti baru beli kembali, jangan di diamkan saja," sebetulnya adalah permasalahan edukasi. Investor perlu memahami bahwa sangat tidak mudah (jika sulit untuk mengatakan tidak mungkin) untuk mempredikasi naik-turunnya indeks. Kadang-kadang penulis suka menanggapi pertanyaan ini atas dengan sedikit bercanda, "Kalau saja ada orang atau MI yang bisa memprediksi indeks akan jatuh atau akan naik, maka ia tidak perlu bekerja jadi analis atau jadi MI sekalipun. Cukup tinggal di rumah saja dan pasti kaya raya dengan jual beli saham... " Perlu dipahami pula bahwa reksa dana saham sejatinya adalah instrumen investasi jangka panjang yang cocok untuk investor yang memiliki kapasitas untuk menunggu. Dengan adanya kapasitas ini berarti investor tidak perlu terlalu concerned dengan fluktuasi pasar dalam jangka pendek, melainkan lebih berpegang pada potensi reksa dana untuk menghasilkan pertumbuhan investasi dalam jangka panjang. Terkait dengan horison jangka panjang ini pengelolaan reksa dana bertumpu pada analisa fundamental (identifikasi katalis dan potensi laba emiten di masa mendatang), bukan pada analisa teknikal yang memonitor pergerakan indeks jangka pendek (identifikasi support dan resistance level). Syukurlah penulis mendapati bahwa sudah jauh lebih banyak nasabah yang mengerti dari pada yang tidak mengerti tentang hal di atas. Sehingga, sekali lagi, kuncinya adalah edukasi. Makin banyak investor yang cerdas, makin kuat industri reksa dana kita dan makin berkembang juga perekonomian kita karena pasar modal bisa berperan lebih besar dalam perekonomian nasional.
Apa yang menghambat kamu untuk mulai investasi?
Kami memahami banyak hal yang membuat Raizer menunda maupun menghambat untuk memulai investasi. Dari hasi survey Raiz 14-27 Maret 2019 dengan 937 responder, sebagian besar  mereka kurang pengetahuan terkait mengenai investasi, karena 51% dari responder menjawab kurang pengetahuan mengenai investasi, 35% menjawab karena nilai minimum investasi yang terlalu tinggi, 7% tidak ada sarana yang cocok dan berikutnya 7% karena tidak disiplin atau tidak tepat waktu. Kita bisa simpulkan bahwa mayoritas dari temen-temen Raizer belum memulai investasi karena memang pengetahuan terkait investasi itu sendiri yang masih minim. Raizer bisa pelajari ilustrasi pada postingan-postingan yang ada di sosial media Raiz untuk membatu Raizer memahami apa itu Investasi, jika kamu ada pertanyaan dari postingan tersebut kamu bisa DM maupun PM ke sosial media, Disamping itu Raiz juga membuat investasi menjadi lebih mudah dan Ekonomis, karena dengan Raiz kamu bisa mulai investasi Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah) disamping itu Raizer bisa investasi dengan Fitur Round up yaitu fitur pembulatan dimana setiap Raizer berbelanja atau transaksi menggunakan E-Wallet/E-Money, transaksi tersebut akan dibulatkan ke Rp5.000 terdekat contoh ketika Raizer membeli kopi Rp23.500 maka Rp1.500 akan di catat dalam aplikasi sampai dengan terkumpul Rp10.000 kemudian kamu bisa investasikan di Reksa Dana yang kamu pilih di Aplikasi.   Jadi jangan menunda lagi untuk memulai investasi kan ada Raiz. dengan Raiz investasi jadi mudah, ekomis dan flexible.  
Apa itu Reksa Dana, Manajer Investasi dan Bank Kustodian?
Kali ini mari kita bahas apa itu Reksa Dana, Manajer Investasi dan Bank Kustodian Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pasar Modal. Reksa Dana dapat berbentuk: (i) Perseroan Tertutup atau terbuka; atau (ii) Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Saat ini semua Reksa Dana yang dipasarkan di Indonesia berbentuk Reksa Dana KIK, di mana KIK merupakan dokumen legal yang ditandatangani oleh Manajer Investasi (MI) dan Bank Kustodian (BK) dan isinya mengatur mengenai Reksa Dana sebagai badan hukum. Uniknya, meskipun ditandatangani oleh MI dan BK, ketentuan yang diatur dalam KIK mengikat para pemegang unit penyertaan Reksa Dana tersebut. Apa itu Manajer Investasi? Manajer Investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola Potofolio Efek untuk para nasabahnya atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun dan Bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank Kustodian? Bank Kustodian adalah Bank Umum yang telah mendapat persetujuan OJK untuk menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Kustodian, yaitu memberikan jasa penitipan Efek (termasuk Penitipan Kolektif atas Efek yang dimiliki bersama oleh atau lebih dari satu Pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian) dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima deviden, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Nah sudah jelas kan Reksa Dana, Manajer Investasi dan Bank Kustodian itu Apa? untuk lebih mempermudah memahami antara Reksa Dana, Efek dan Manajer Investasi berikut untuk ilustrasinya Gimana Raizer sudah jelaskan sekarang,  
#Reksa Dana
May 2019
Bagaimana cara kerja aplikasi Raiz Invest Indonesia?
Hi Raizer, Kalian pasti penasaran kan bagaimana cara kerja aplikasi Raiz Invest? Aplikasi Raiz memiliki tiga fitur investasi:
  1. Lump Sump
  2. Recurring
  3. Round Up
Lump sum adalah investasi seketika, di mana kamu dapat menginvestasikan sejumlah dana tertentu ke Reksa Dana yang sebelumnya kamu sudah pilih di aplikasi Raiz. Recurring adalah cicilan investasi; kamu dapat menyisihkan sejumlah dana tertentu secara berkala (harian, mingguan atau bulanan) yang dijadwalkan sesuai keinginan kamu untuk diinvestasikan. Sedangkan Round Up adalah metode investasi di mana setiap selisih dari pembelanjaan kamu dibulatkan ke atas ke kelipatan Rp 5.000 terdekat - misalnya kamu beli secangkir kopi seharga Rp 27.500 maka aplikasi Raiz akan mencatat pembulatan/roundup sebesar Rp 2.500. Jika pembulatan yang terkumpul sudah mencapai Rp 10.000 atau lebih maka dana di rekening bank atau e-money yang telah kamu daftarkan sebagai sumber pendanaan investasimu akan didebit dan dananya dibelikan unit penyertaan Reksa Dana. "Dengan memungkinkan kamu untuk berinvestasi dalam jumlah kecil secara teratur melalui fitur lump sum, recurring, dan roundup, strategi investasi Raiz dapat membantu mengelola risiko pasar dengan mengatasi penurunan di pasar dan merupakan salah satu kunci untuk memiliki keseimbangan yang lebih sehat dalam waktu jangka panjang."
Android & IOS baca selengkapnya tentang resiko investasi disini Untuk lebih jelasnya kamu bisa lihat video berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=fvHMzyZVkn4 Gimana Raizer? Mudah dan layak dicoba kan? 🙂
Bagaimana cara mengecek apakah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) sudah mendapatkan izin dari OJK
Sobat Raiz, di kesempatan kali ini, Mimin akan memberikan tips bagaimana cara mengecek apakah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) sudah terdaftar di OJK atau belum. Caranya sederhana dan mudah koq.
  1. Kunjungi website OJK https://reksadana.ojk.go.id kemudian cari nama perusahaan yang ingin kamu cek
  2. Pastikan bahwa perusahaan tersebut tercantum dalam daftar di website tersebut.
  3. Klik nama perusahaan untuk mendapatkan info lebih rinci terkait nama perusahaan, nomor izin (STTD), alamat, nomor telepon serta produk Reksa Dana yang dijualnya.
Sebagai informasi, PT Raiz Invest Indonesia ("Raiz") telah mendapatkan izin dari OJK sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan berikut adalah link dari OJK mengenai Raiz https://reksadana.ojk.go.id/Public/APERDPublic.aspx?id=RAI69 Semoga informasi ini bermanfaat bagimu.
Ada Pertanyaan? whatsapp