Archive - Raiz Invest

September 2019
Investasi Agar Uang Anda Tak Tergerus Inflasi
Banyak orang sering mengeluhkan biaya hidup yang semakin tinggi, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan pas-pasan. Secara sederhana, kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu dikenal dengan istilah inflasi. Jika pendapatan Anda tidak bertambah sebesar laju inflasi atau laju kenaikan harga-harga, maka daya beli Anda akan berkurang secara efektif. Selain itu, inflasi yang tinggi juga dapat mendatangkan malapetaka pada tabungan karena mengakibatkan susutnya nilai dana yang ditabung.  Inflasi dapat diilustrasikan dengan contoh sebagai berikut:  Berdasarkan data dari Informasi Pangan Jakarta, 10 tahun lalu, dengan uang Rp 100 ribu, kita dapat membeli beras jenis IR-I 64 sebanyak 23,8 kilogram (kg). Artinya, harga beras saat itu adalah Rp 4.200 per kg. Namun, sekarang dengan jumlah uang yang sama kita hanya dapat beras sebanyak 8,85 kg, karena ternyata harganya sekarang menjadi Rp 11.300 per kg. Inilah yang disebut dengan inflasi. Dalam fenomena ini, terjadi kenaikan harga secara terus-menerus dari tahun ke tahun. Inflasi memang tidak terlihat secara kasat mata, tetapi dapat dirasakan dengan adanya peningkatan harga barang-barang.   Inflasi terjadi bukan hanya pada harga barang saja, melainkan pada biaya jasa seperti pendidikan, ongkos angkutan umum, dan jasa lainnya. Bahkan, kondisi untuk biaya pendidikan (sekolah) bisa meningkat tajam dengan inflasi mencapai 15-20 persen per tahun.  Ketika terjadi kenaikan laju inflasi tetapi pendapatan Anda tidak berubah, maka Anda mendapatkan barang ataupun jasa yang jumlahnya lebih sedikit dari biasanya. Untuk mencegah penghasilan riil Anda tergerus inflasi, maka penghasilan Anda setiap tahunnya harus naik paling sedikit sama dengan laju kenaikan inflasi. Jika laju inflasi tahunan adalah sebesar 7%, misalnya, maka penghasilan Anda harus naik sedikitnya 7% per tahun agar daya beli Anda tidak berkurang dan Anda bisa tetap mempertahankan gaya hidup Anda sekarang. Akan tetapi, Anda sebaiknya tidak bergantung kepada penghasilan saja untuk mengalahkan inflasi. Untuk menahan gempuran inflasi, Anda tidak bisa hanya terus menyisihkan dana yang Anda miliki sebab nilainya lama-kelamaan akan habis akibat tergerus inflasi. Salah satu cara mempertahankan nilai uang Anda memang dengan investasi.   Investasi bertujuan mengamankan nilai aset yang telah dimiliki sekarang (wealth preservation) dan meningkatkannya (wealth accumulation). Kebanyakan orang berpikir bahwa menabung adalah cara terbaik untuk mengatasi inflasi. Namun, menabung dalam bentuk tabungan/deposito sebenarnya tidak akan mampu meningkatkan nilai uang yang kita miliki sekarang, sebab bunga deposito lebih rendah dibandingkan persentase inflasi di Indonesia setiap tahun. Sebagai contoh, jika Anda menaruh uang di bank dalam bentuk deposito, bunga yang diperoleh biasanya berkisar 4-5 persen setiap tahunnya (meski dipublikasikan di kisaran 5-6% per tahun, bunga deposito terkena pajak 20% sehingga hasil bersihnya adalah di kisaran 4-5% per tahun). Walaupun terlihat lebih besar dibandingkan bunga tabungan biasa, nyatanya persentase tersebut masih kalah dengan tingkat inflasi tahunan yang rata-rata bisa mencapai lebih dari 7 persen per tahunnya.  Bagi Anda yang baru mulai berinvestasi di pasar modalAnda bisa mulai dengan berinvestasi di Reksa Dana karena relatif mudah dan murah. Pada intinya Anda tinggal menaruh uang saja untuk dikelola Manajer Investasi dan mendapatkan imbal hasilJika Anda berinvestasi di Reksa Dana melalui aplikasi Raiz, Anda dapat berinvestasi mulai Rp10.000 dan dengan fitur roundup (pembulatan) ataupun recurring investment (cicilan investasi), Anda dapat menjadikan kegiatan investasi di Raiz sebagai proses yang otomatis sehingga praktis dan efektif. 
August 2019
Mengenal Konsep dan Manfaat Dollar Cost Averaging
Pasar naik dan pasar turun. Ini adalah hal yang normal, dan dikenal sebagai volatilitas atau risiko pasar. Filosofi Raiz adalah berinvestasi dalam jumlah kecil secara teratur, bahkan saat kondisi pasar sedang jatuh karena ini dapat membantu Anda mengatasi penurunan di pasar dan merupakan salah satu kunci untuk meraih keseimbangan yang lebih sehat dalam jangka panjang. Dollar cost averaging adalah strategi investasi secara rutin di setiap periode (misalnya setiap bulan) dalam jumlah yang sama tanpa mempedulikan atau memperhatikan harga NAB/unit (nilai aktiva bersih per unit) Reksa Dana. Bagaimana prinsip ini bekerja? Misalnya, Anda memiliki Rp1.000.000 untuk diinvestasikan. Alih-alih menginvestasikan semuanya sekaligus, Anda bisa menginvestasikan Rp100.000 setiap bulan selama 10 bulan, meskipun ada perubahan nilai pasar dari waktu ke waktu selama periode tersebut. Jika misalnya NAB/unit Reksa Dana pilihan Anda adalah Rp1.000 pada bulan pertama, maka Anda akan membeli 100 unit penyertaan. Kemudian jika pada bulan kedua NAB/unit turun menjadi Rp800, Anda akan membeli 125 unit penyertaan, dan jika pada bulan ketiga NAB/unit menjadi Rp1.250 maka Anda akan membeli 80 unit, demikian seterusnya. Pada akhirnya, Anda akan membeli lebih banyak unit penyertan Reksa Dana ketika NAB/unit turun dan lebih sedikit ketika NAB/unit naik. Hasilnya adalah bahwa Anda mungkin telah berinvestasi lebih hati-hati daripada hanya menginvestasikan uang sekaligus sekaligus. Berikut adalah manfaat Dollar Cost Averaging (DCA): Sederhana dan relatif mudah, terutama oleh investor pemula Strategi Dollar Cost Aveaging adalah strategi investasi yang mirip dengan menabung, yaitu tetap menabung dengan jumlah yang sama dalam kondisi apapun. Cicilan investasi Strategi Dollar Cost Averaging dapat dilihat sebagai suatu bentuk cicilan pada investasi. Jadi jika belum tersedia dana yang besar untuk diinvestasikan sekaligus (lump sum) Anda sudah dapat mulai melakukan investasi. Selain itu, cicilan investasi membuat strategi investasi Anda menjadi lebih obyektif.  Menghindari penentuan waktu (timing) yang buruk Berinvestasi secara seketika (lump sum) dan mencoba “menebak” kapan waktu terbaik untuk masuk (menebak kapan harga terendah untuk membeli atau harga tertinggi untuk menjual) dikenal dengan istilah market timing dan merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan, atau bahkan mustahil. Banyak yang telah mencoba, namun seringkali gagal karena pada kenyataannya tidak ada seorangpun yang tahu persis kapan posisi terendah dan tertinggi akan terjadi, dan tidak ada yang bisa menghentikan kejutan yang tidak diinginkan terjadi. Intinya, tidak terendah dan titik tertinggi hanya dapat diketahui setelah titik tersebut telah dilalui! Dollar Cost Averaging dapat membantu Anda memiliki disiplin karena memastikan Anda tidak terlalu terekspos terlalu dalam ketika membeli di harga tinggi; sementara di sisi lain membantu Anda ketika pasar pulih, karena Anda telah membeli ketika pasar mengalami koreksi. Dengan tidak tergantung pada waktu, DCA dapat meminimalisir efek naik turunnya pasar terhadap portofolio Anda karena harga rata-rata perolehan Anda tidak akan terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Mengurangi Risiko Dollar Cost Averaging paling efektif untuk strategi penghematan jangka panjang. Ketika pasar bergerak naik dan turun, Dollar Cost Averaging mengurangi risiko Anda dari waktu ke waktu untuk mencoba memilih waktu terbaik untuk berinvestasi. Dengan melihat koreksi pasar sebagai peluang pembelian, Anda dapat secara signifikan meningkatkan potensi pengembalian jangka panjang Anda ketika pasar mengalami pemulihan (rebound). Meminimalisir pengambilan keputusan investasi secara emosional Orang sering membuat keputusan investasi berdasarkan emosi atau rasa takut kehilangan. Penghindaran kerugian mengacu pada kecenderungan investor untuk lebih suka menghindari kerugian daripada memperoleh keuntungan. Studi menunjukkan bahwa kerugian dua kali lebih kuat, secara psikologis, daripada keuntungan. Dengan demikian, investor cenderung memiliki pola pikir investasi yang salah kaprah, yaitu menjual kepemilikan dan beralih ke uang tunai saat pasar mengalami koreksi. Dengan menghindari tren atau ketakutan dalam memilih 'waktu yang tepat', investor dapat menghindari jebakan euforia dan depresi dalam investasi. Kesimpulan Berinvestasi sebenarnya sangat sederhana dan bisa dilakukan bahkan untuk investor pemula. Rahasianya adalah konsistensi. Anda tidak perlu repot melakukan market timing alias mencoba “menebak” kapan waktu paling tepat untuk masuk, tapi masuklah secara reguler tanpa mempedulikan kondisi ekonomi dan pasar. Lakukan investasi Anda secara rutin dan saksikan bagaimana the magic of compounding bekerja untuk portofolio investasi Anda. Kami di Raiz percaya bahwa siapapun bisa berinvestasi tanpa perlu modal yang besar. Jadi tunggu apa lagi, gunakan aplikasi Raiz untuk  
Membedah Fund Fact Sheet Reksa Dana
Untuk memasarkan maupun mengelola Reksa Dana, Manajer Investasi secara berkala menerbitkan berbagai macam dokumen, seperti prospektus, product card, dan fund fact sheet (FFS). Apa saja informasi yang disajikan dalam suatu FFS dan bagaimana investor menyikapi informasi yang disaiikan dalam dokumen tersebut? Dalam artikel ini penulis mencoba membedah isi FFS dan mengulas informasi yang terkandung di dalamnya.  Secara garis besar, suatu FFS memuat informasi yang dapat dikelompokkan sebagai berikut: · Informasi mengenai Manajer Investasi · Tujuan investasi Reksa Dana · Informasi mengenai Reksa Dana · Alokasi aset/batasan investasi · Komposisi portofolio · Lima besar efek dalam portofolio · Kinerja historis · Ulasan Manajer Investasi · Disclaimer atau pernyataan peringatan Mari kita bahas kelompok-kelompok di atas satu per satu. Informasi mengenai Manajer Investasi Dalam bagian ini biasanya dimuat informasi ringkas mengenai Manajer Investasi yang mengelola Reksa Dana yang dimaksud. Pada umumnya informasi yang disampaikan adalah profil ringkas perusahaan, seperti misalnya tanggal pendirian, izin Manajer Investasi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lingkup usaha dan total dana kelolaan terkini. Tujuan investasi Reksa Dana Bagian ini memuat tujuan Reksa Dana yang dimaksud sebagaimana dimuat dalam prospektus Reksa Dana tersebut. Dari uraian tujuan investasi Reksa Dana ini investor dapat mengetahui jenis Reksa Dana serta strategi investasi yang dipakai Manajer Investasi dalam mengelola Reksa Dana tersebut. Sebagai contoh, Reksa Dana Avrist Indeks LQ45 yang merupakan aset dasar portofolio Agresif di Raiz memiliki tujuan investasi ”berinvestasi pada perusahaan dengan kapitalisasi saham besar, likuiditas tinggi, dan kondisi keuangan yang baik, yang masuk ke dalam Indeks LQ45 serta memberikan hasil investasi yang setara dengan kinerja Indeks LQ45.” Dengan demikian, Reksa Dana ini merupakan Reksa Dana indeks saham bertujuan menghasilkan pertumbuhan investasi yang setara dengan laju pertumbuhan indeks LQ45. Informasi Reksa Dana Isi dari bagian ini bisa bervariasi, tergantung dari Manajer Investasi pengelola Reksa Dana, namun pada umumnya memuat informasi mengenai tanggal penawaran Reksa Dana (tanggal di mana Reksa Dana mulai dipasarkan), jumlah dana kelolaan (per tanggal yang tertera di FFS, biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut), jenis Reksa Dana (pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, indeks, terproteksi atau lainnya), denominasi (mata uang di mana Reksa Dana ini diterbitkan), frekuensi valuasi atau publikasi NAB (biasanya harian untuk Reksa Dana terbuka/open-end, dan bulanan untuk Reksa Dana tertutup/close-end), Bank Kustodian (selaku penyimpan kekayaan Reksa Dana) dan nilai NAB/unit per tanggal yang tertera di FFS (biasanya hari terakhir bursa pada bulan tersebut). Beberapa Manajer Investasi juga mencantumkan informasi mengenai biaya-biaya yang dibebankan kepada pemegang unit penyertaan berkaitan dengan transaksi Reksa Dana, yaitu terdiri dari biaya pembelian (subscription fee), biaya penjualan kembali (redemption fee) dan biaya pengalihan (switching fee) jika memang Manajer Investasi menyediakan fasilitas switching antar Reksa Dana yang dikelolanya. Alokasi aset/batasan investasi Bagian ini memuat rincian mengenai alokasi aset atau batasan investasi Reksa Dana yang dimaksud. Dalam bagian ini seringkali dapat ditemui pula informasi mengenai tolok ukur (besaran acuan yang digunakan sebagai pembanding terhadap kinerja Reksa Dana). Rumusan alokasi aset atau batasan investasi ini juga dapat ditemukan dalam prospektus Reksa Dana yang dimaksud. Batasan investasi adalah rentang persentase dari total dana kelolaan untuk setiap asset class yang merupakan efek dasar (underlying asset) Reksa Dana. Sebagai contoh, berikut adalah alokasi aset Reksa Dana Avrist Bond Fund yang merupakan aset dasar portofolio Moderat di Raiz: Pasar uang: 0-20% Efek pendapatan tetap: 80-100% Tolok ukur: 15% deposito 1 bulan + 85% FR0077 (FR0077 adalah seri obligasi pemerintah) Dalam hal ini, Reksa Dana ini memiliki 2 kelas aset, yaitu pasar uang dan efek pendapatan tetap atau obligasi. Tolok ukur (benchmark) adalah parameter yang digunakan untuk menilai kinerja Reksa Dana. Secara gamblang, tugas Manajer Investasi adalah menghasilkan kinerja Reksa Dana yang lebih baik dibandingkan kinerja tolok ukur Reksa Dana tersebut. Sebagai contoh, jika tolok ukur naik 1% dalam suatu periode, maka Reksa Dana dinilai memiliki kinerja yang bagus jika imbal hasilnya lebih tinggi dari 1%. Sebaliknya, di saat kondisi pasar turun dan tolok ukur turun 1%, Reksa Dana dinilai unggul terhadap tolok ukurnya jika mengalami penurunan imbal hasil lebih kecil dari 1%. Komposisi portofolio Komposisi portofolio yang dimuat merupakan komposisi portofolio Reksa Dana per tanggal yang tertera di FFS, biasanya hari terakhir bursa pada bulan yang bersangkutan. Komposisi portofolio ini harus sesuai dengan batasan investasi Reksa Dana. Sebagai contoh, per tanggal 28 Juni 2019 Reksa Dana Avrist Bond Fund dengan batasan investasi 0-20% di efek pasar uang dan 80-100% di efek bersifat utang memiliki komposisi portofolio 7,74% di efek pasar uang dan 92,26% di efek bersifat utang – komposisi portofolio ini sesuai dengan batasan investasi Reksa Dana karena berada dalam rentang persentase yang telah ditentukan untuk setiap kelas aset. Lima besar penempatan portofolio Bagian ini memuat efek-efek mana saja yang per tanggal FFS merupakan efek yang ditempatkan dengan porsi 5 terbesar dalam portofolio Reksa Dana. Dengan informasi ini investor dapat mengetahui strategi investasi serta tingkat risiko dari Reksa Dana. Investor juga dapat mengetahui seberapa baik Manajer Investasi mengelola Reksa Dananya dari segi penyebaran risiko. Jika misalnya 5 besar penempatan diisi oleh saham-saham yang berisiko tinggi sementara strategi investasi Reksa Dana sebagaimana disebutkan dalam tujuan investasi tidaklah demikian, maka investor sebaiknya mempertanyakan penempatan pada saham-saham tersebut kepada pihak Manajer Investasi. Sebagai contoh, per tanggal 28 Juni 2019, Reksa Dana Avrist Indeks LQ45 memiliki 5 besar penempatan portofolio sebagai berikut: 1. Saham PT Astra International Tbk 2. Saham PT Bank Central Asia Tbk 3. Saham PT Bank Mandiri Persero Tbk 4. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 5. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk Kinerja historis Dalam bagian ini umumnya Manajer Investasi menyajikan data kinerja historis Reksa Dana dalam bentuk grafik dan tabel. Grafik yang disajikan menampilkan pergerakan nilai NAB/unit dari sejak penawaran Reksa Dana (di mana NAB/unit = Rp. 1.000) dibandingkan dengan tolok ukurnya. Selain grafik ini, beberapa Manajer Investasi juga menyajikan grafik yang menunjukkan imbal hasil Reksa Dana per bulan sejak tanggal penawaran. Di lain pihak tabel data kinerja historis menampilkan data imbal hasil Reksa Dana untuk periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sejak awal tahun (YTD - Year To Date), 1 tahun, 3 tahun, dan sejak penawaran (SI – Since Inception), di mana masing-masing periode dihitung mundur sejak tanggal yang tertera di FFS. Dengan demikian, jika tanggal di FFS adalah 30 September 2010, maka periode 1 bulan mencakup 1-30 September 2010, 3 bulan berarti 1 Juli-30 September 2010, sampai sejak penawaran berarti mulai dari tanggal peluncuran hingga 30 September 2010. Beberapa Manajer Investasi menyajikan data imbal hasil yang disetahunkan (annualized) untuk imbal hasil Reksa Dana dengan periode lebih dari 1 tahun. Dengan mencantumkan imbal hasil yang disetahunkan, investor dapat mengetahui berapa besar imbal hasil yang diperolehnya secara rata-rata per tahun selama periode yang bersangkutan. Sebagai contoh, jika FFS per 28 Juni 2019 untuk Reksa Dana yang diluncurkan pada tanggal 1 Juni 2014 memberkan imbal hasil yang disetahunkan (annualized return) untuk periode sejak awal penawaran sebesar 10% maka ini berarti selama kurun 5 tahun Reksa Dana ini memberikan imbal hasil rata-rata 10% per tahun. Ulasan Manajer Investasi Bagian ini memuat ulasan serta tinjauan pasar. Ulasan pasar merupakan kajian terhadap kondisi dan kinerja pasar pada bulan di mana FFS diterbitkan sementara tinjauan pasar memuat pandangan Manajer Investasi terhadap kondisi pasar dan potensi pencapaian imbal hasil di bulan mendatang. Mengingat FFS umumnya disajikan dalam 1 halaman saja, maka tidak semua Manajer Investasi menyajikan bagian ini karena keterbatasan ruang dalam dokumen. Kalaupun ada, maka seringkali keseluruhan informasi dalam FFS ditampilkan dengan ukuran tulisan (font size) yang kecil. Disclaimer/pernyataan peringatan Terlepas dari seberapa rinci isi disclaimer, berdasarkan Peraturan Bapepam No. IV.D.1 mewajibkan pencantuman kalimat berikut dalam semua bentuk iklan Reksa Dana: INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG. Untuk membaca dan menelaah secara lengkap Peraturan Bapepam No. IV.D.1, silakan klik di sini. Mengingat FFS merupakan salah satu dokumen yang digunakan dalam pemasaran Reksa Dana, maka isi disclaimer umumnya dibuat sedemikian rupa demi memenuhi ketentuan dalam Pedoman Iklan Jasa Keuangan, ditambah (jika ada) pernyataan tambahan berdasarkan peraturan internal perusahaaan Manajer Investasi (biasanya demi memenuhi standar kepatuhan/compliance). Berikut adalah contoh dari disclaimer pada FFS Reksa Dana Avrist Bond Fund: Laporan ini disajikan oleh PT Avrist Asset Management hanya untuk tujuan informasi dan tidak dapat digunakan atau dijadikan dasar sebagai penawaran atau rekomendasi untuk menjual atau membeli. Laporan ini dibuat berdasarkan keadaan yang telah terjadi dan telah disusun secara seksama oleh PT Avrist Asset Management meskipun demikian PT Avrist Asset Management tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan dari laporan tersebut. PT Avrist Asset Management maupun officer atau karyawannya tidak bertanggung jawab apapun terhadap setiap kerugian yang timbul baik langsung maupun tidak langsung sebagai akibat dari setiap penggunaan laporan ini. Setiap keputusan investasi haruslah merupakan keputusan individu, sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing individu yang membuat keputusan investasi tersebut. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa mendatang. Calon pemodal wajib memahami risiko berinvestasi di Pasar Modal oleh sebab itu calon pemodal wajib membaca dan memahami isi Prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi.   FundFactSheet_ Avrist_Bond_Fund_0619 FundFactSheet_Avrist_Liquid_Fund_0619 FundFactSheet_Avrist_LQ45_0619
July 2019
10 Tips Jitu Agar Anda Bijak Dalam Berbelanja
Pernahkah Anda benar-benar membutuhkan uang, tetapi ternyata dompet Anda kosong? Tidak peduli seberapa banyak uang yang Anda miliki, membelanjakannya dengan bijak membantu Anda untuk memaksimalkan uang Anda. Ikuti 10 tips berikut ini agar Anda dapat berhemat dan berbelanja dengan bijak:
  1. Susun anggaran
  • Lacak pengeluaran dan pendapatan Anda untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang situasi keuangan Anda.
  • Simpan tanda terima atau tuliskan pembelian Anda di buku catatan saat Anda membuatnya.
  • Tinjau tagihan Anda setiap bulan dan masukkan pengeluaran itu ke anggaran Anda.
  • Atur pembelian Anda berdasarkan kategori (makanan, pakaian, hiburan, dll.). Kategori dengan jumlah bulanan tertinggi (atau jumlah bulanan yang Anda anggap sangat tinggi) mungkin merupakan target yang baik untuk penghematan.
  • Setelah Anda melacak pembelian Anda untuk sementara waktu, buat batas bulanan (atau mingguan) untuk setiap kategori. Pastikan total anggaran lebih kecil dari pendapatan Anda untuk periode itu, dengan sisa yang cukup untuk ditabung jika memungkinkan.
  1. Rencanakan pembelian Anda di muka
  • Mengambil keputusan secara mendadak dapat menggelembungkan pengeluaran Anda. Tuliskan apa yang perlu Anda beli saat Anda tenang dan di rumah.
  • Lakukan perjalanan pendahuluan sebelum Anda melakukan perjalanan belanja sungguhan. Perhatikan harga beberapa alternatif di satu atau lebih toko. Kembalilah ke rumah tanpa membeli apa pun dan putuskan produk mana yang akan dibeli pada ekspedisi "nyata" kedua Anda.
  • Semakin Anda fokus dan semakin sedikit waktu yang Anda habiskan di toko, semakin sedikit yang akan Anda habiskan. Jika Anda termotivasi untuk memperlakukan setiap pembelian sebagai keputusan penting, Anda akan membuat keputusan yang lebih baik.
  • Jangan menerima sampel gratis atau mencoba sesuatu hanya karena iseng-iseng. Bahkan jika Anda tidak berencana membelinya, pengalaman itu dapat meyakinkan Anda untuk mengambil keputusan sekarang, alih-alih mempertimbangkannya dengan hati-hati sebelumnya.
  1. Hindari pembelian impulsif
Jika merencanakan pembelian di muka adalah ide yang baik, membeli sesuatu secara mendadak adalah hal yang sangat tidak disarankan. Ikuti tips ini untuk menghindari membuat keputusan berbelanja karena alasan yang salah:
  • Jangan menelusuri jendela toko atau berbelanja hanya karena iseng-iseng.
  • Jika Anda membeli sesuatu hanya karena menikmati kegiatan belanja Anda, kemungkinan Anda akan menghabiskan terlalu banyak uang untuk barang-barang yang tidak Anda butuhkan.
  • Jangan membuat keputusan pembelian saat kemampuan Anda untuk menilai sesuatu terganggu. Alkohol, obat-obatan, atau kurang tidur dapat membahayakan kemampuan Anda untuk membuat keputusan yang masuk akal.
  • Berbelanja dalam kondisi lapar atau sambil mendengarkan musik yang keras dapat menyebabkan Anda membeli barang-barang di luar daftar belanja Anda
  1. Berbelanjalah sendirian
  • Anak-anak, teman yang suka belanja, atau bahkan hanya teman yang seleranya cocok dapat mempengaruhi Anda untuk mengeluarkan uang ekstra.
  • Jangan mengambil saran dari karyawan toko. Jika Anda perlu menjawab pertanyaan, dengarkan dengan sopan tanggapan mereka tetapi abaikan saran tentang keputusan pembelian. Jika mereka tidak akan meninggalkan Anda sendirian, tinggalkan toko dan kembali lagi nanti untuk mengambil keputusan
  1. Lunasi pembelian dan bayarlah dengan tunai
  • Kartu kredit dan debit meningkatkan pembelanjaan karena dua alasan: (1) Anda memiliki lebih banyak uang yang tersedia untuk dibelanjakan daripada biasanya, dan (2) karena tidak ada uang yang terlihat berpindah tangan, Anda cenderung tidak menganggapnya sebagai pembelian "nyata". Demikian pula, jika Anda berutang atau menggunakan skema pembayaran yang tertunda maka hal ini akan membuat Anda lebih sulit untuk menyadari berapa sebenarnya pengeluaran Anda.
  • Jangan membawa uang tunai lebih banyak dari yang Anda butuhkan. Jika Anda tidak memiliki uang ekstra, Anda tidak dapat membelanjakannya.
  • Demikian pula, tarik anggaran mingguan Anda dari ATM seminggu sekali daripada mengisi dompet Anda setiap kali Anda kehabisan.
  1. Jangan terperdaya oleh pemasaran (marketing)
  • Pengaruh luar adalah faktor besar yang mempengaruhi pengeluaran uang kita. Waspada dan cobalah untuk menyadari alasan mengapa Anda tertarik pada suatu produk.
  • Jangan membeli sesuatu berdasarkan iklan. Baik di televisi atau di kemasan produk, sikapi iklan dengan skeptis. Mereka dirancang untuk mendorong Anda untuk menghabiskan uang dan tidak akan memberikan gambaran yang akurat tentang pilihan Anda.
  • Jangan membeli sesuatu hanya karena harganya lebih murah. Kupon dan obral bagus untuk produk yang memang sudah Anda rencanakan untuk dibeli; membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan hanya karena diskon 50% tidaklah menghemat uang!
  • Waspadai trik penentuan harga. Terjemahkan harga "Rp 199.900" menjadi "Rp 200.000".
  • Nilailah harga suatu barang berdasarkan kualitasnya, bukan karena itu merupakan "penawaran yang lebih baik" dibandingkan opsi lain oleh perusahaan yang sama. (Dengan memposisikan "penawaran yang lebih buruk" sebagai penawaran yang tidak menarik, seseorang dapat menipu Anda agar membayar lebih untuk tambahan yang tidak Anda butuhkan).
  • Jangan otomatis membeli produk dengan harga sedang dalam suatu kategori. Pemasar tahu bahwa jika mereka ingin Anda membeli produk dengan harga tinggi, mereka dapat memengaruhi keputusan Anda dengan menambahkan produk yang sangat mahal untuk membuat produk dengan harga tinggi menjadi terlihat berharga sedang dan terlihat masuk akal.
  1. Tunggu hingga masa obral dan diskon
  • Jika Anda tahu Anda akan membutuhkan barang tertentu tetapi tidak membutuhkannya hari ini, tunggulah sampai barang tersebut diobral atau coba cari kupon diskon untuk barang tersebut.
  • Gunakan kupon atau manfaatkan diskon hanya untuk barang yang benar-benar Anda butuhkan atau jika Anda memutuskan untuk membeli sebelum masa obral. Daya tarik dari harga yang lebih murah adalah cara mudah untuk membuat pelanggan membeli sesuatu yang tidak mereka butuhkan. Beli produk untuk musim tertentu di luar musimnya, misalnya belilah jaket musim dingin pada musim panas.
  1. Lakukan riset
Sebelum membeli sesuatu yang mahal, lakukan riset di Internet atau baca laporan konsumen untuk mencari tahu cara mendapatkan hasil maksimal dengan harga terendah. Temukan produk sesuai anggaran Anda, dengan kualitas yang baik sehingga tahan lama dan dapat memenuhi kebutuhan Anda.
  1. Pertimbangkan semua biaya
  • Anda akan membayar lebih dari harga yang tercantum di label harga untuk banyak barang berharga tinggi. Baca semua syarat dan ketentuan serta tambahkan semua jumlah sebelum membuat keputusan.
  • Jangan tertipu oleh pembayaran bulanan yang lebih rendah. Hitung jumlah total yang akan Anda habiskan (pembayaran bulanan x jumlah bulan hingga dibayar penuh) untuk mencari tahu mana pilihan termurah.
  • Jika Anda mengambil pinjaman, hitung jumlah total bunga yang harus Anda bayar.
  1. Manjakan diri Anda sesekali dengan hiburan yang terjangkau
  • Ini mungkin terdengar sebagai paradoks (bukankah ini membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan?), tetapi pada kenyataannya, lebih mudah untuk mempertahankan tujuan pengeluaran Anda jika Anda menghadiahi Anda sendiri sesekali. Jika Anda langsung menghentikan pengeluaran yang tidak perlu, pada akhirnya Anda tidak akan tahan dan ujung-ujungnya malah berbelanja lebih banyak dari yang seharusnya.
  • Sisihkan jumlah uang yang sangat terbatas dalam anggaran Anda untuk hadiah ini. Tujuannya adalah memberi diri Anda hadiah kecil untuk menjaga semangat Anda dan mencegah belanja secara jor-joran di kemudian hari.
  • Jika cari Anda memanjakan diri selama ini mahal, cobalah cari alternatif yang lebih murah – misalnya meminjam film dari tempat penyewaan film sebagai pengganti pergi bioskop.
Konsep Time in the Market dan Efek Compounding
Mungkin Anda pernah mendengar pepatah, “It’s not about timing market, it’s about time in the market.” Apa yang dimaksud dengan pepatah ini? Sebagian investor cenderung berfokus pada kinerja investasi mereka dalam jangka pendek. Mereka senantiasa memantau pergerakan harga saham atau NAB/unit Reksa Dana yang mereka miliki, merasa sangat bahagia dan bergairah saat harga naik, namun di sebaliknya jika harga turun mereka sedih atau bahkan frustrasi karena mereka mengalami kerugian investasi, meskipun hanya dalam jangka pendek. Namun bagaimana dengan gambaran jangka panjang? Dari waktu ke waktu instrumen pasar modal secara alami akan mengalami periode pertumbuhan dan penurunan - ini benar-benar merupakan fenomena yang normal. Oleh karena itu, mencairkan investasi hanya karena harganya sedang turun dalam waktu sesaat bukanlah strategi yang baik, mengingat kemungkinan harga efek tersebut akan kembali naik di kemudian hari. Mengingat ada pepatahbuy low, sell high” (beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi), banyak investor melakukan apa yang disebut market timing, yaitu mencoba menebak atau memprediksi kapan harga mencapai titik terendah (untuk membeli) dan kapan harga mencapai titik tertinggi (untuk menjual). Namun pada kenyataannya, titik tertinggi maupun terendah baru bisa diketahui saat titik tersebut telah terlewati! Tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mengetahui kapan titik tertinggi atau titik terendah akan terjadi; kalau benar ada, maka orang tersebut pasti sudah kaya raya karena ia sudah bisa menentukan di muka kapan dia harus membeli dan kapan ia harus menjual. Oleh karena itu, strategi yang lebih tepat adalah memanfaatkan time in the market, yaitu makin lama Anda berinvestasi di pasar modal, makin besar potensi Anda meraih imbal hasil investasi yang memuaskan. Sebagai ilustrasi, mari kita cermati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal IHSG diluncurkan hingga akhir tahun 2018:1
  • Per akhir 2018 atau 36 tahun setelah pencatatan IHSG dimulai, IHSG ditutup pada posisi 6.194,50
  • Pengembalian IHSG selama 36 tahun adalah 6.194,50 (61 kali lipat)
  • Jika disetahunkan, kinerja IHSG 35 tahun adalah 12,14% YoY (per tahun majemuk)
  • Jika Anda menginvestasikan Rp1.000.000 (satu juta rupiah) di IHSG (sejak awal 1983), maka dana tersebut akan bertumbuh menjadi Rp61,945 juta pada akhir 2018. Angka yang cukup fantastis, bukan?
Sekarang coba kita cermati pertumbuhan per tahun. Berikut adalah data pertumbuhan IHSG selama 20 tahun terakhir, dari 1997-2018:

sumber IDX

Jika kita perhatikan angka Perolehan Tahunan, maka tampak jelas bahwa imbal hasil bisa naik ataupun turunada tahun di mana IHSG mengalami kenaikan, dan ada pula tahun di mana IHSG mengalami penurunan. Namun jika kita lihat untuk periode 20 tahun, maka IHSG mengalami kenaikan sebesar 1.442,03%! Inilah esensi dari time in the market: jika Anda berinvestasi di IHSG selama periode 20 tahun terakhir, maka investasi Anda akan telah bertumbuh sebesar 1.442,03%! Sedangkan jika Anda hanya berfokus pada jangka pendek, misalnya Anda hanya berinvestasi di tahun 2008, maka investasi Anda malah turun sebesar 50,64%. Terkait dengan konsep time in the market, adalah efek compounding. Masih banyak sekali orang yang belum tahu bahwa efekcompounding ternyata sangat bermanfaat ketika berinvestasi, padahal efekcompoundingbisa dikatakan merupakan teman baik dan berkah bagi setiap investor. Setiap investor, terutama mereka yang memang secara khusus berinvestasi untuk jangka panjang, pasti tahu betul bagaimana efekcompounding akan memberikan keuntungan yang benar-benar yang signifikan terhadap kondisi dan tujuan keuangan seiring berjalannya waktu. Efekcompounding juga kerap diartikan sebagaibunga berbungaataubunga bergulung’, di mana bunga yang didapat dari hasil investasi sebelumnya akan diinvestasikan kembali ke instrumen yang sama atau yang berbeda, sehingga bunga yang tadi diinvestasikan pun kembali menghasilkan bunga, atau pendapatan Anda menghasilkan pendapatan lagi. Begitu seterusnya hingga keuntungan investasi menjadi lebih maksimal. Mengingat bunga dari hasilcompounding didapat ketika uang yang Anda hasilkan dari investasi mulai menghasilkan keuntungan lagi ketika diinvestasikan kembali, maka semakin lama Anda berinvestasi, semakin banyak kesempatan bagi investasi Anda untuk menikmati efek compounding ini. Setelah membaca artikel ini, apakah Anda sudah siap memanfaatkan time in the market dan merasakan bagaimana efek compounding dapat membantu menumbuhkembangkan investasi Anda? Tunggu apa lagi, mulailah berinvestasi sedini mungkin melalui aplikasi Raiz. Salam investasi!
Lima Salah Kaprah Tentang Investasi Pada Usia Muda
Pernahkah Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi di pasar modal, tetapi keraguan dalam benak Anda? Mungkin Anda pikir Anda tidak punya cukup uang, atau mungkin Anda terus mendengar bahwa Anda masih terlalu muda untuk berinvestasi. Nah, mungkin setelah membaca artikel ini, Anda akan merasa lega karena mengetahui bahwa sebagian besar keraguan seputar investasi tersebut hanyalah mitos belaka. Berikut adalah lima salah kaprah yang sering ditemui di kalangan generasi muda, dan sepatutnya tidak menghalangi Anda untuk mulai berinvestasi di pasar modal. 1. “Saya tidak punya cukup uang.” Banyak orang berpikir Anda hanya dapat berinvestasi di pasar saham jika Anda kaya raya. Ini sama sekali tidak benar. Anda sudah bisa berinvestasi di pasar modal dengan nilai nominal yang kecil, bahkan mulai dari Rp. 10.000 jika Anda menggunakan aplikasi investasi mikro Raiz. 2. “Nanti saja setelah saya agak tua...” Investasi di pasar modal adalah investasi jangka panjang, bukan cara untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Semakin lama Anda berinvestasi, semakin banyak peluang yang Anda miliki untuk memupuk kekayaan Anda. Ungkapan yang umum di pasar modal adalah bahwa yang penting adalah berapa lama Anda berinvestasi (time in the market), bukan menentukan kapan Anda harus berinvestasi (timing the market) waktu pasar. Jadi daripada menunggu sampai Anda lebih tua atau mencoba untuk memilih saham unggulan, strategi yang jauh lebih baik adalah mulai saat Anda masih muda, berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dan biarkan mekanisme pasar bekerja untuk Anda. 3. “Saya tidak cukup tahu tentang pasar modal.” Anda tidak perlu tahu terlalu banyak tentang pasar modal untuk mulai berinvestasi. Anda mungkin memiliki ingatan tentang orang tua Anda yang meneliti kinerja berbagai saham di surat kabar dan memilih dengan hati-hati saham mana yang akan diinvestasikan. Tetapi ini bukan suatu yang mutlak harus dilakukan. Berkat Reksa Dana, Anda tidak perlu khawatir memilih sendiri untuk membeli satu per satu instrumen pasar modal. Sesuai dengan Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995, Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi. Reksa dana merupakan produk dari perusahaan yang masuk dalam kategori pasar modal yang diawasi oleh OJK sehingga bisa melakukan kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat. Dana yang dihimpun dari masyarakat tersebut diinvestasikan dalam efek pasar uang, efek saham dan efek obligasi. Karena memiliki beberapa efek sekaligus, maka disebut portofolio efek. Lebih lanjut, melalui Reksa Dana, Anda dapat berinvestasi pada perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia melalui perantaraan Manajer Investasi. Dengan demikian, ketika perusahaan tersebut berkembang dan membagikan keuntungan, Anda bisa ikut menikmati hasil pertumbuhan tersebut. 4. “Investasi terlalu berisiko jika saya masih muda.” It’s easy to understand why a lot of young people think share trading is too risky. You’re right, shares are a high-risk asset. But the funny thing is, share trading actually becomes more and more risky the older you get. Banyak orang berpikir bahwa transaksi di pasar modal terlalu berisiko. Benar bahwa investasi di pasar modal memang berisiko. Namun, semakin tua Anda mulai berinvestasi, sebenarnya makin tinggi risikoya bagi Anda. Mengapa demikian? Karena ketika Anda masih muda, Anda masih produktif meniti karir sehingga memiliki kapasitas untuk mengatasi segala volatilitas di pasar modal. Bahkan jika terjadi penurunan atau koreksi yang lebih besar di pasar sekalipun sehingga nilai investasi Anda turun cukup signifikan, Anda relatif masih punya banyak waktu untuk bangkit kembali. Namun, jika Anda sudah lebih tua dan lebih dekat ke masa pensiun, Anda harus fokus untuk melindungi pokok investasi Anda. Jika Anda berusia 60-an dan terjadi koreksi dalam di pasar, Anda mungkin tidak punya cukup waktu untuk membangun kembali portofolio Anda. 5. “Saya lebih baik menabung untuk cicilan rumah saja.” Tidak ada alasan Anda tidak dapat berinvestasi di pasar modal dan menabung untuk cicilan rumah secara bersamaan. Anda tidak perlu menginvestasikan seluruh tabungan Anda ke pasar modal, cukup Anda alokasikan sebagian saja. Lagipula, Reksa Dana merupakan aset yang likuid; kapanpun Anda ingin mencairkan investasi Anda. Jadi Anda bisa berinvestasi di Reksa Dana dan nantinya dana yang terkumpul dari investasi di Reksa Dana tersebut digunakan untuk membeli rumah.
Membedah Isi Prospektus Reksa Dana
Beberapa hari belakangan ini penulis sering mendengar keluhan investor yang mengklaim bahwa ia tidak mengetahui resiko-resiko investasi terkait produk reksa dana yang dibelinya. Celakanya lagi, dalam kondisi pasar yang sedang ambruk dan sangat bergejolak banyak investor yang mengkhawatirkan nasib dananya sehingga ketidaktahuannya akan resiko investasi sering membuatnya kesal atau bahkan marah karena merasa diperdayai oleh MI atau agen penjual reksa dana. Setiap tindakan atau keputusan dalam hidup kita, termasuk investasi, mengandung resiko. Ini adalah wajar apalagi mengingat bahwa jika kita ingin memperoleh imbal hasil tertentu maka kita juga harus siap menanggung resiko yang besarannya sepadan dengan potensi imbal hasil. Contoh sederhananya, memiliki setrikaan membantu anda merapikan tampilan pakaian anda, tapi tentunya ada resiko seperti kesetrum atau terbakar jika tidak berhati-hati menggunakannya. MI/agen penjual reksa dana sebaiknya menginformasikan resiko investasi kepada nasabah sebelum nasabah membeli reksa dana. Penulis yakin bahwa  sebagian besar telah berusaha melakukan yang terbaik, namun masih ada pihak-pihak, baik dari pihak MI maupun agen penjual yang cenderung mengedepankan potensi imbal hasil, tapi lupa menginformasikan resiko investasi. Namun terlepas dari ketidaksempurnaan tersebut, sebenarnya seluruh fakta/informasi material mengenai reksa dana tercantum secara lengkap dan rinci dalam prospektus. Untuk itu dalam tulisan ini penulis mencoba membedah isi prospektus untuk memberikan gambaran singkat tentang apa yang dimuat di dalamnya, dengan harapan agar nasabah bisa mendapatkan informasi sebanyak dan sejelas mungkin tentang produk reksa dana yang dibeli/dimilikinya. Pada dasarnya, Bapepam-LK mengatur informasi material apa saja yang harus dimuat dalam prospektus dan ini harus dipatuhi oleh semua MI. Jika anda melihat daftar isi prospektus maka anda akan menemui bab-bab berikut (urutan bab mungkin sedikit berbeda dari satu MI ke MI lain): 1.Istilah dan definisi 2.Keterangan mengenai Reksa Dana X 3.Manajer Investasi 4.Bank kustodian 5.Tujuan dan kebijakan investasi 6.Metode penghitungan nilai pasar wajar dari efek dalam portofolio Reksa Dana X 7.Perpajakan 8.Manfaat investasi dan faktor-faktor resiko yang utama 9.Alokasi biaya dan imbalan jasa 10.Hak-hak pemegang unit penyertaan 11.Pembubaran dan likuidasi 12.Pendapat akuntan tentang laporan keuangan 13.Persyaratan dan tata cara pembelian unit penyertaan 14.Persyaratan dan tata cara penjualan kembali unit penyertaan 15.Skema pembelian dan penjualan kembali (pelunasan) Reksa Dana X 16.Penyebarluasan prospektus dan formulir-formulir berkaitan dengan pembelian unit penyertaan Adapun dalam prospektus biasanya dimuat informasi penting seperti berikut:
  • Pengelola reksa dana – komite investasi, tim pengelola investasi
  • Keterangan singkat, pengalaman dan pihak yang terafiliasi dengan manajer investasi  dan bank kustodian (kalau ada)
  • Tujuan, kebijakan dan pembatasan investasi: dalam kebijakan investasi biasanya tercantum strategi alokasi asset reksa dana (misalnya minimum 5% & maksimum 90% di pasar uang , minimum 2% dan maksimum di saham, dan lain sebagainya). Pembatasan investasi memuat hal-hal yang tidak diperkenankan bagi MI untuk dilakukan (misalnya larangan melakukan short selling, larangan melakukan transaksi margin, dan lain-lain) sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IV.B.1 mengenai Pedoman Pengelolaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.
  • Metode penghitungan nilai pasar wajar – bagaimana penghitungan NAB dilakukan
  • Perpajakan – komponen apa saja dalam portofolio reksa dana yang dikenai pajak, jenis pajak serta besarannya
  • Manfaat investasi & faktor-faktor resiko utama – resiko biasanya meliputi resiko perubahan kondisi ekonomi dan politik, resiko berkurangnya nilai unit penyertaan, resiko wanprestasi dan resiko likuiditas
  • Alokasi biaya dan imbalan jasa – rincian tentang jenis dan besaran biaya yang menjadi beban reksa dana, beban manajer investasi serta beban pemegang unit penyertaan. Alokasi biaya biasanya merinci tentang imbalan jasa manajer investasi (biaya pengelolaan portofolio), imbalan jasa bank kustodian di mana keduanya dibebankan ke reksa dana, serta biaya pembelian (subscription fee) dan biaya penjualan kembali (redemption fee) yang dibebankan kepada pemegang unit penyertaan.
  • Hak-hak pemegang unit penyertaan, termasuk di dalamnya hak mendapatkan surat konfirmasi kepemilikan dan laporan bulanan kepemilikan unit penyertaan, memperoleh pembagian hasil investasi, menjual kembali sebagian/seluruh unit penyertaan, memperoleh informasi mengenai NAB/unit, dan seterusnya.
  • Pembubaran dan likuidasi – kondisi apa yang dapat membuat reksa dana dibubarkan, apa saja yang harus dilakukan oleh MI, bagaimana prosedur likuidasinya.
  • Pendapat akuntan tentang laporan keuangan – bab ini biasanya memuat laporan keuangan yang sudah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Karena laporan ini dipublikasikan dan diaudit setiap tahun, maka MI harus memperbaharui prospektus setiap tahun. Karena itu anda mungkin akan melihat tulisan “Pembaharuan Prospektus” di sampul prospektus.
  • Persyaratan dan tata cara pembelian & penjualan kembali unit penyertaan: batas minimum dan maksimum pembelian, batas maksium penjualan kembali, batas waktu penyerahan formulir, syarat pembayaran untuk pembelian (biasanya dicantumkan rekening bank untuk transfer dana), ketentuan tentang pembayaran hasil penjualan kembali (misalnya biaya transfer/pemindahbukuan, bila ada, merupakan beban dari pemegang unit penyertaan), dan seterusnya.
Jadi, sebelum membeli reksa dana, ada baiknya nasabah mempelajari dulu prospektusnya. Memang tampilan prospektus kadang kurang menarik untuk dibaca karena isinya tulisan semua dan ukuran hurufnya terkadang sangat kecil sehingga tidak nyaman di mata, namun lebih baik teliti sebelum membeli, bukan? 🙂 Selamat berinvestasi!
June 2019
Memahami Karakteristik Reksa Dana Saham
Berdasarkan pengalaman berinteraksi dengan banyak investor, pertanyaan "Harusnya kan MI bisa memprediksi kalau market akan jatuh, jadi seharusnya mereka bisa jual sahamnya dulu - bisa juga cut loss - nanti baru beli kembali di harga yang lebih rendah. Kenapa didiamkan saja portofolionya?" sering mengemuka dan sering menjadi  pertanyaan yang emosional bagi investor, terutama yang sudah mulai panik melihat trend penurunan indeks. Menurut hemat penulis, pertanyaan tersebut muncul dari nasabah yang belum memahami esensi dari reksa dana saham. Penulis sering menjelaskan sbb: untuk reksa dana saham, terlepas ada atau tidaknya aturan mengenai batasan minimum 80% di saham dalam batasan investasi reksa dana saham, kecil kemungkinan MI akan berani menurunkan porsi sahamnya secara signifikan. Mengapa? karena selalu ada kemungkinan indeks berbalik arah dengan cepat. Lain halnya dengan reksa dana campuran, yang batasan investasinya memang memiliki fleksibilitas yang memungkinkan MI menaikkan atau menurunkan bobot saham secara lebih leluasa. Dan seperti kita ketahui, dalam kondisi bearish, reksa dana campuran bisa lebih sedikit penurunannya dibandingkan indeks namun pada kondisi bullish, reksa dana campuran sulit untuk mengikuti kenaikan indeks. Jadi sebaiknya nasabah diberi pengertian bahwa kinerja reksa dana saham akan sangat berkorelasi dengan naik-turunnya indeks. Sementara untuk nasabah yang berharap penurunannya tidak sedalam penurunan indeks, pilihannya adalah reksa dana campuran. Konsekuensi berinvestasi di reksa dana campuran adalah potensi imbal hasilnya lebih rendah daripada reksa dana saham. karena risikonya juga lebih rendah. Investor juga perlu diberi pengertian bahwa sulit sekali memprediksi apakah indeks masih akan turun atau sudah di titik terendah serta kapan indeks akan segera berbalik arah. Pertanyaan "Harusnya kan MI bisa memprediksi kalau market akan jatuh, mereka jual sahamnya dulu - bisa juga cut loss - nanti baru beli kembali, jangan di diamkan saja," sebetulnya adalah permasalahan edukasi. Investor perlu memahami bahwa sangat tidak mudah (jika sulit untuk mengatakan tidak mungkin) untuk mempredikasi naik-turunnya indeks. Kadang-kadang penulis suka menanggapi pertanyaan ini atas dengan sedikit bercanda, "Kalau saja ada orang atau MI yang bisa memprediksi indeks akan jatuh atau akan naik, maka ia tidak perlu bekerja jadi analis atau jadi MI sekalipun. Cukup tinggal di rumah saja dan pasti kaya raya dengan jual beli saham... " Perlu dipahami pula bahwa reksa dana saham sejatinya adalah instrumen investasi jangka panjang yang cocok untuk investor yang memiliki kapasitas untuk menunggu. Dengan adanya kapasitas ini berarti investor tidak perlu terlalu concerned dengan fluktuasi pasar dalam jangka pendek, melainkan lebih berpegang pada potensi reksa dana untuk menghasilkan pertumbuhan investasi dalam jangka panjang. Terkait dengan horison jangka panjang ini pengelolaan reksa dana bertumpu pada analisa fundamental (identifikasi katalis dan potensi laba emiten di masa mendatang), bukan pada analisa teknikal yang memonitor pergerakan indeks jangka pendek (identifikasi support dan resistance level). Syukurlah penulis mendapati bahwa sudah jauh lebih banyak nasabah yang mengerti dari pada yang tidak mengerti tentang hal di atas. Sehingga, sekali lagi, kuncinya adalah edukasi. Makin banyak investor yang cerdas, makin kuat industri reksa dana kita dan makin berkembang juga perekonomian kita karena pasar modal bisa berperan lebih besar dalam perekonomian nasional.
Apa yang menghambat kamu untuk mulai investasi?
Kami memahami banyak hal yang membuat Raizer menunda maupun menghambat untuk memulai investasi. Dari hasi survey Raiz 14-27 Maret 2019 dengan 937 responder, sebagian besar  mereka kurang pengetahuan terkait mengenai investasi, karena 51% dari responder menjawab kurang pengetahuan mengenai investasi, 35% menjawab karena nilai minimum investasi yang terlalu tinggi, 7% tidak ada sarana yang cocok dan berikutnya 7% karena tidak disiplin atau tidak tepat waktu. Kita bisa simpulkan bahwa mayoritas dari temen-temen Raizer belum memulai investasi karena memang pengetahuan terkait investasi itu sendiri yang masih minim. Raizer bisa pelajari ilustrasi pada postingan-postingan yang ada di sosial media Raiz untuk membatu Raizer memahami apa itu Investasi, jika kamu ada pertanyaan dari postingan tersebut kamu bisa DM maupun PM ke sosial media, Disamping itu Raiz juga membuat investasi menjadi lebih mudah dan Ekonomis, karena dengan Raiz kamu bisa mulai investasi Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah) disamping itu Raizer bisa investasi dengan Fitur Round up yaitu fitur pembulatan dimana setiap Raizer berbelanja atau transaksi menggunakan E-Wallet/E-Money, transaksi tersebut akan dibulatkan ke Rp5.000 terdekat contoh ketika Raizer membeli kopi Rp23.500 maka Rp1.500 akan di catat dalam aplikasi sampai dengan terkumpul Rp10.000 kemudian kamu bisa investasikan di Reksa Dana yang kamu pilih di Aplikasi.   Jadi jangan menunda lagi untuk memulai investasi kan ada Raiz. dengan Raiz investasi jadi mudah, ekomis dan flexible.  
Apa itu Reksa Dana, Manajer Investasi dan Bank Kustodian?
Kali ini mari kita bahas apa itu Reksa Dana, Manajer Investasi dan Bank Kustodian Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Sesuai dengan Undang-Undang tentang Pasar Modal. Reksa Dana dapat berbentuk: (i) Perseroan Tertutup atau terbuka; atau (ii) Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Saat ini semua Reksa Dana yang dipasarkan di Indonesia berbentuk Reksa Dana KIK, di mana KIK merupakan dokumen legal yang ditandatangani oleh Manajer Investasi (MI) dan Bank Kustodian (BK) dan isinya mengatur mengenai Reksa Dana sebagai badan hukum. Uniknya, meskipun ditandatangani oleh MI dan BK, ketentuan yang diatur dalam KIK mengikat para pemegang unit penyertaan Reksa Dana tersebut. Apa itu Manajer Investasi? Manajer Investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola Potofolio Efek untuk para nasabahnya atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun dan Bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank Kustodian? Bank Kustodian adalah Bank Umum yang telah mendapat persetujuan OJK untuk menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Kustodian, yaitu memberikan jasa penitipan Efek (termasuk Penitipan Kolektif atas Efek yang dimiliki bersama oleh atau lebih dari satu Pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian) dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima deviden, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Nah sudah jelas kan Reksa Dana, Manajer Investasi dan Bank Kustodian itu Apa? untuk lebih mempermudah memahami antara Reksa Dana, Efek dan Manajer Investasi berikut untuk ilustrasinya Gimana Raizer sudah jelaskan sekarang,  
#Reksa Dana
May 2019
Bagaimana cara mengecek apakah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) sudah mendapatkan izin dari OJK
Sobat Raiz, di kesempatan kali ini, Mimin akan memberikan tips bagaimana cara mengecek apakah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) sudah terdaftar di OJK atau belum. Caranya sederhana dan mudah koq.
  1. Kunjungi website OJK https://reksadana.ojk.go.id kemudian cari nama perusahaan yang ingin kamu cek
  2. Pastikan bahwa perusahaan tersebut tercantum dalam daftar di website tersebut.
  3. Klik nama perusahaan untuk mendapatkan info lebih rinci terkait nama perusahaan, nomor izin (STTD), alamat, nomor telepon serta produk Reksa Dana yang dijualnya.
Sebagai informasi, PT Raiz Invest Indonesia ("Raiz") telah mendapatkan izin dari OJK sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan berikut adalah link dari OJK mengenai Raiz https://reksadana.ojk.go.id/Public/APERDPublic.aspx?id=RAI69 Semoga informasi ini bermanfaat bagimu.