Apakah Perbedaan Investasi Aktif dan Pasif? - Raiz Invest

Apakah Perbedaan Investasi Aktif dan Pasif?

 Apakah kamu pernah mendengar tentang Investasi Aktif dan Pasif? Apabila kamu termasuk investor pemula, mungkin kamu tidak yakin akan perbedaan antara keduanya, atau bagaimana cara strategi investasi tersebut bekerja.

Kami di Raiz siap membantu kamu untuk memahami tentang Investasi Aktif dan Pasif. Kami mengerti bahwa banyak sekali konsep terkait dengan pasar keuangan dan memahami semuanya bisa menjadi rumit. Akan tetapi, dasar tentang Investasi Aktif dan Pasif sebagai berikut.

Investasi Aktif

Singkatnya, strategi Investasi Aktif dijalankan oleh manajer portofolio yang ahli dalam mengambil keputusan investasi untuk memanfaatkan fluktuasi harga di pasar keuangan.

Investor aktif akan mencoba untuk mengalahkan pengembalian indeks yang terkait – umumnya dikenal sebagai tolok ukurnya. Indeks, misalnya IHSG (Indeks Saham Harga Gabungan), berisi perusahaan-perusahaan yang sahamnya dibeli dan dijual oleh Reksa Dana. Dengan gaya investasi ini, manajer memilih saham untuk dibeli kemudian membandingkan imbal hasil Reksa Dana dengan tolok ukurnya.

Manfaat dari gaya investasi ini termasuk potensi keuntungan dan imbal hasil yang lebih besar daripada pasar dan Reksa Dana Indeks dan kontrol yang lebih besar atas investasi di Reksa Dana. Walaupun demikian, strategi ini juga akan menimbulkan biaya dan pengeluaran Manajer Investasi yang lebih tinggi dibandingkan investasi lainnya. Selain itu, strategi ini juga berpotensi membuat kinerja Reksa Dana dibawah tolok ukur yang disebabkan oleh pemilihan saham yang kurang optimal.

Investasi Pasif

Investasi Pasif adalah strategi yang sangat berbeda dengan Investasi Aktif. Contoh umum dari Investasi Pasif adalah Reksa Dana Indeks yang berinvestasi di perusahaan besar yang termasuk dalam IHSG atau LQ45 (silahkan membaca blog “Mengenal Lebih Jauh Indeks LQ45.”)

Kata hari ini: Reksa Dana Indeks – salah satu jenis Reksa Dana yang kinerjanya mengacu pada indeks tertentu, bisa indeks saham bisa juga indeks obligasi. Karena komposisinya mirip atau bahkan persis dengan indeks acuan, imbal hasil Reksa Dana tentu aka mirip dengan indeks acuannya. Cara ini dikenal dengan passive management strategy. Pengelolaan secara pasif menghasilkan efisiensi biaya karena Manajer Investasi tidak memerlukan analis saham yang banyak untuk menganalisa perusahaan.

Di applikasi Raiz, Raizers yang tertarik ingin berinvestasi di saham, bisa memilih Avrist Indeks LQ45. Reksa Dana ini termasuk jenis Reksa Dana Indeks karena seluruh saham yang ada di Avrist Indeks LQ45 adalah saham-saham yang ada di Indeks LQ45. Secara performa, kinerja Reksa Dana mirip dengan return dari Indeks LQ45 (bisa kita lihat di tabel bawah ini):

Kinerja Reksa Dana (%)
1 Bln 3 Bln 6 Bln YTD 1 Thn 3 Thn 5 Thn SP*
Avrist Indeks LQ45 (0.37) (1.30) 13.57 (3.84) 26.76 n/a n/a (7.63)
Tolok Ukur (1.00) (2.00) 13.06 (4.40) 25.24 n/a n/a (10.09)
*Sejak Peluncuran

 

Beberapa keuntungan dari Investasi Pasif adalah pengurangan biaya Manajer Investasi dan diversifikasi yang datang dari Reksa Dana Indeks. Warren Buffet, legenda investor aktif sepanjang masa menganjurkan untuk Investasi Pasif atas dasar bahwa Investasi Aktif dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan dengan cepat , seringkali Manajer Investasi yang dihargai dengan remunerasi tinggi, bukan investor.

Strategi Investasi Manakah yang Cocok?

Apapun yang berkaitan dengan investasi, kamu perlu membuat keputusan yang tepat untuk kebutuhan dan keadaan keuangan kamu. Dengan kata lain, kamu perlu memahami risiko profil kamu sebelum memulai berinvestasi.

Untuk Raizers yang merupakan investor pemula, Investasi Pasif seperti Reksa Dana Indeks yang ada pada aplikasi Raiz adalah Reksa Dana yang cocok bagi investor yang ingin berinvestasi di saham tetapi tidak ingin memiliki volatilitas setinggi Investasi Aktif.

 

 

 

 

Android/IOS

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp