Ancaman Resesi: Rotasi dari Reksa Dana Saham ke Reksa Dana Pasar Uang - Raiz Invest

Pasar saham melemah pada minggu lalu dengan indeks LQ45 turun 1,55% dalam sepekan terakhir setelah dua minggu berturut – turut menguat. Selain aksi profit taking yang dilakukan oleh investor, beberapa faktor ini juga menjadi salah satu penyebab pelemahan pasar saham:

  1. Pelemahan pasar saham global setetlah data inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi;
  2. Nilai tukar Rupiah yang kembali melemah mendekati level Rp15.000; dan
  3. Dana asing yang kembali keluar dari pasar saham sebesar Rp1,58 triliun dalam sepekan terakhir.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

 

Pasar obligasi juga mengalami pelemahan dengan yield SUN 10 tahun naik 4bps ditutup di level 7,24% pada akhir perdagangan minggu lalu. Pelemahan pasar obligasi disebabkan oleh:

  1. Indeks USD yang masih menguat;
  2. Yield US Treasury 10 tahun yang naik mendekati level 3,5%; dan
  3. Investor masih dalam mode wait and see untuk melihat arah kenaikan suku bunga Federal Reserve setelah data inflasi yang masih tinggi.

 

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

 

Situasi geopolitik yang masih belum reda berdampak pada perlambatan perttumbuhan ekonomi dunia, kenaikan inflasi dan ancaman resesi ekonomi global. Ditambah, arah kenaikan suku bunga Federal Reserve yang maih agresif juga membuat para investor dalam mode wait and see.

Sehingga, dalam situasi seperti ini, Raizers perlu merubah alokasi investasi dari Reksa Dana Saham ke Reksa Dana Pasar Uang supaya dapat mengurangi volatilitas yang sedang terjadi di pasar saham.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp