Alasan Mengapa Gaji Numpang Lewat - Raiz Invest

Apakah Anda termasuk mereka yang selalu kebingungan jelang tanggal tua atau mereka yang selalu mengeluh bahwa gajinya numpang lewat alias tidak bersisa sama sekali untuk ditabung? Jika ya, coba simak artikel berikut ini untuk mengidentifikasikan apa saja alas an yang kerap membuat gaji numpang lewat, supaya Anda kemudian bisa mengubah sikap dan keluar dari masalah ini.

  1. Gaya hidup dan gengsi

Media sosial yang kerap jadi ajang pamer, menimbulkan tekanan sosial bagi Anda untuk mengikuti tren agar selalu up-to-date. Namun sadarkah Anda bahwa ini membuat Anda boros sehingga praktis gaji Anda pun numpang lewat setiap bulannya? Bahkan sekarang muncul plesetan dari akronim BPJS, yaitu Bujet Pas-pasan, Jiwa Sosialita, sebagai sindiran bagi mereka yang memiliki gaya hidup besar pasak daripada tiang (lebih besar pengeluaran daripada penghasilan) demi mempertahankan gengsi.

Tidak hanya berbelanja barang dengan merk tertentu demi gengsi yang bikin Anda boros. Kebiasaan sehari-hari yang terkesan remeh pun bisa membuat gaji Anda numpang lewat. Contohnya, setiap sore Anda jajan Bersama teman-teman atau kolega kantor. Nominal uang yang Anda keluarkan memang tidak terasa besar setiap kali Anda jajan, apalagi Anda selalu memanfaatkan diskon atau promo yang saat ini makin berjamur, baik dari pihak penjual maupun dari institusi keuangan seperti bank (promo kartu kredit) atau penyelenggara uang elektronik. Namun sadarkah Anda bahwa jika Anda membayar Rp10 ribu untuk secangkir kopi karena sedang ada diskon 50%, Anda sebenarnya kehilangan Rp10 ribu dari kantong Anda, bukan menghemat atau menambahkah Rp10 ribu?! Tidak banyak orang yang menyadari fenomena yang dikenal dengan istilah Latte Factor ini, namun efeknya sebenarnya signifikan lho terhadap kesehatan finansial Anda.

Jadi bagaimana sebaiknya Anda mengatasi hal ini? Hal pertama yang perlu Anda sadari adalah bahwa gengsi Anda membuat hidup Anda susah. Karena gengsilah maka Anda merasa harus memiliki barang tertentu, harus mengikuti gaya hidup teman/kolega, padahal sebenarnya Anda tidak mampu secara finansial untuk menopang gaya hidup tersebut. Sadarilah bahwa teman sejati adalah teman yang menerima Anda apa adanya, bukan karena Anda bisa mengikuti gaya hidupnya atau bukan karena Anda memiliki barang tertentu. Jika selama ini Anda cenderung berteman dengan orang-orang seperti ini, mungkin ada baiknya Anda mulai meninggalkan mereka, karena mereka bukanlah teman yang bisa Anda andalkan. Bahkan mereka mungkin adalah orang yang paling dulu meninggalkan Anda jika Anda mengalami kesusahan.

  1. Punya utang terlalu besar

Jika Anda memiliki utang dalam jumlah besar, dan utang tersebut Anda gunakan untuk keperluan konsumtif, maka kondisi ini mengkhawatirkan karena berpotensi menggiring Anda ke jurang keterpurukan secara finansial. Mengapa demikian? Karena selain harus melunasi pokok pinjaman, Anda juga harus membayar bunga atas pinjaman/utang tersebut, dan makin besar bunganya, makin berat juga beban yang harus Anda tanggung karena cicilan pembayarannya akan semakin mengurangi jumlah dana yang bisa gunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari atau untuk ditabung.

Sebagai acuan dasar, besaran maksimal cicilan utang per bulan adalah 35% dari penghasilan bulanan Anda. Jika rasio cicilan utang terhadap penghasilan per bulan Anda sudah melebihi 35% maka kondisi keuangan Anda sudah tidak sehat sehingga Anda sebaiknya tidak lagi menambah utang dan lebih baik fokus melunasi utang yang ada.

  1. Tidak memantau pengeluaran

Meskipun Anda berhak sepenuhnya atas penghasilan Anda, Anda harus tahu ke mana dan untuk apa saja penghasilan Anda digunakan. Jika Anda mengetahui apa saja pos-pos pengeluaran Anda, maka Anda dapat mengetahui apakah ada pengeluaran yang berlebihan di pos-pos tertentu, dan Anda pun bisa segera menghentikan atau menguranginya.

Saat ini ada banyak aplikasi digital yang dapat Anda manfaatkan untuk memantau pengeluaran Anda. Anda juga bisa menggunakan cara tradisional dengan mencatat secara manual setiap pengeluaran Anda di atas kertas, atau menggunakan program Microsoft Excel di komputer. Yang penting adalah Anda punya rekam jejak atas pengeluaran Anda sehingga Anda tahu pasti berapa pengeluaran Anda setiap bulannya dan apakah Anda selama ini sudah bisa hidup sesuai dengan penghasilan Anda.

  1. Tampil “wah” agar selalu eksis

Interaksi Anda di media sosial bisa memicu timbulnya rasa iri atau tidak mau kalah dengan teman, kerabat atau orang-orang sekitar. Jika Anda melihat postingan Instagram teman Anda berupa fotonya saat sedang berlibur di luar negeri, tidaklah aneh jika Anda tertarik dan ingin juga berlibur ke sana. Demikian pula jika artis atau tokoh idola Anda menggunakan produk tertentu; Anda mungkin tergoda untuk membeli dan menggunakan produk yang sama karena Anda merasa produk tersebut adalah produk yang bagus dan layak dibeli. Sah-sah saja jika memang Anda memiliki cukup penghasilan untuk itu, namun jika tidak maka kemungkinan gaji Anda akan numpang lewat atau bahkan Anda bisa terjerat utang!

Mulai sekarang, yuk bulatkan tekad untuk tidak lagi terjebak dalam kondisi gaji numpang lewat setiap bulannya. Aplikasi Raiz membantu Anda untuk dapat menabung dan berinvestasi, karena itu terus gunakan aplikasi Raiz dan buktikan bahwa kekayaan Anda bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Tetap semangat ya.

Android/IOS

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Ada Pertanyaan? whatsapp
Share via
Copy link
Powered by Social Snap