Aksi Jual oleh Investor Asing, Pasar Saham tetap Menguat - Raiz Invest

Pasar saham ditutup menguat dalam satu minggu terakhir. IHSG ditutup menguat 1,75% dan LQ45 naik 1,03% dalam sepekan terakhir. Penguatan pasar saham yang terjadi dalam seminggu terakhir disebabkan oleh berita domestik dimana Pemerintah membatalkan pelaksanaan PPKM Level 3 yang tadinya akan diterapkan menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Dengan adanya pembatalan tersebut, maka mobilitas masyarakat akan seperti biasa dan perekonomian akan tetap jalan. Dan, berita positif lain yang keluar hari ini adalah, dengan adanya pembatalan aturan larangan cuti menjelang Natal dan Tahun Baru bagi karyawan swasta.

Langkah Pemerintah yang memperpanjang masa karantina bagi WNI yang datang dari luar negeri juga dianggap sebagai sentiment positif bagi menghalangi potensi masuknya varian Omicron di Indonesia. Walaupun investor asing masih melakukan aksi jual dan keluar dari pasar saham Indonesia, investor domestik masih mempunyai likuiditas yang banyak untuk mendukung pasar saham.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Pasar obligasi bergerak menguat dalam sepekan terakhir dengan yield obligasi Pemerintah 10 tahun turun 8bps ke level 6,31%. Penurunan yield disebabkan oleh dukungan investor domestik, terutama dari perbankan dan Bank Indonesia. Volatilitas pasar obligasi juga menurun seiring dengan menurunnya kepemilikan asing terhadap obligasi Pemerintah yang sudah di bawah 20%. Nilai tukar Rupiah yang stabil di level Rp14.300 juga menjadi sentiment positif bagi pasar obligasi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Seperti yang kita pernah tulis di market update sebelumnya bahwa Raizers tetap harus berinvestasi dalam kondisi apapun. Dalam seminggu terakhir, pasar saham dan pasar obligasi kembali menguat meskipun di luar negeri banyak berita terkait varian Omicron.

Walaupun ada sentiment negatif, baik dari domestik maupun luar negeri, pasar saham dan pasar obligasi kita biasanya hanya mengalami knee jerk effect dan setelahnya akan kembali menguat dalam waktu yang tidak lama. Sehingga, Raizers tidak perlu khawatir dan terus berinvestasi secara rutin dan teratur dalam kondisi apapun.

Berdasarkan statistik pasar saham selama 10 tahun terakhir, pasar saham selalu bergerak menguat di bulan Desember dan Januari. Sehingga, Raizers dapat berpindah ke portofolio agresif atau menambah saldo investasinya apabila sudah ada pada portofolio agresif dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di tahun depan.

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

 

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Ada Pertanyaan? whatsapp