5 ALASAN MEMILIH REKSADANA PASAR UANG DIBANDINGKAN DEPOSITO, KHUSUS UNTUK INVESTOR KONSERVATIF - Raiz Invest

Pada umumnya ada 3 karakteristik investor yang kalian harus tau yaitu investor konservatif, moderat, dan agresif. Khusus untukinvestor konservatif biasanya berinvestasi pada deposito dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, dimana Investor konservatif mengutamakan keamanan dalam berinvestasi meskipun imbal hasi yang didapat kecil (low risk low return). Investor konservatif juga sangat takut jika adanya penurunan siginifikan yang terjadi dalam portofolio investasinya. Seiring berjalananya waktu investor sudah mulai melirik reksadana pasar uang sebagai salah satu sarana untuk portofolio investasinya karena mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan deposito khususnya untuk investor yang konservatif. Ada banyak keuntungan lebih baik yang akan diperoleh investor konservatif jika memilih reksadana pasar uang dibandingkan deposito. Disini kita akan menjelaskan 5 alasan memilih reksadana pasar uang dibandingkan deposito khusus untuk investor konservatif. Berikut ini penjelasannya:

1. Imbal hasil yang didapat

Alasan utama investor memilih portofolio investasi adalah imbal hasil, dimana imbal hasil dari penempatan deposito selama setahun rata-rata bisa mencapai 6% sementara untuk reksadana pasar uang rata-rata bisa mencapai 7,3% dikarenakan boleh melakukan penempatan investasi pada obligasi dengan tenor maksimal 1 tahun sehingga imbal hasil reksadana pasar uang lebih besar daripada deposito.

2. Fleksibilitas Jangka waktu

Khusus untuk jangka waktu reksadana pasar uang lebih fleksibel. Dalam keadaan darurat investor dapat mencairkan kapan saja sesuai kebutuhan.Investasi pada deposito tidak fleksibel harus menunggu jatuh tempo, dimana pilihan jangka waktu telah ditetapkan bersama antara investor dengan bank. Jangka waktu deposito bisa 1 tahun, 6 bulan, 3 bulan dan yang paling cepat 1 bulan.

3. Pajak

sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan bahwa bunga deposito merupakan objek pajak sebesar 20% yang tercantum pada PPh pasal 4 ayat 2. Pajak tersebut akan mengurangi imbal hasil yang didapat investor konservatif, sedangkan imbal hasil reksadana pasar uang bukan objek pajak.

4. Jumlah modal minimum investasi

Banyak yang beranggapan berinvestasi pada reksadana membutuhkan modal yang besar. Ternyata anggapan itu tidak tepat menggingat dengan Rp100ribu kamu bisa berinvestasi pada reksadana bahkan sekarang Raiz Invest Indonesia yang telah mempunyai ijin dari OJK sebagai Agen penjual reksadana hanya dengan Rp10ribu kamu sudah bisa berinvestasi reksadana. Pada deposito investor harus merogoh kocek lebih dalam dibandingkan berinvestasi pada reksadana pasar uang dengan jumlah minimum investasi pada umumnya sebesar Rp 1juta rupiah.

5. Adanya penalti

Adanya besaran penalti Deposito sudah ditetapkan oleh pihak bank apabila ada pencairan sebelum jatuh tempo. Besaran penalti sekitar 0,5-3%hal ini dapat merugikan bagi investor konservatif yang membutuhkan dana jika ada keadaan yang mendesak. Berbeda dengan deposito yang menerapkan penalti, khusus untuk reksadana pasar uang tidak ada penalti sehingga dana dapat dicairkan kapan saja.

So, bagi kalian yang termasuk kedalam karakteristik Investor konservatif setelah penjelasan diatas, pertimbangkanlah sebagian portofolio investasi kalian ke reksadana pasar uang.

Artikel ini di tulis oleh pandu_tyo@rocketmail.com pemenang promo menulis artikel tentang investasi.

Google Play

Investasi Sekarang! Download E-book Belajar Investasi Untuk Pemula


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Ada Pertanyaan? whatsapp
Share via
Copy link
Powered by Social Snap