4 STRATEGI JITU BERINVESTASI - Raiz Invest

Sebelumnya perkenalkan nama saya AGUS ROHMAN biasa di panggil AGUS. Saya mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi swasta di jawabarat sekaligus aktif berbisnis.

Di samping dua kegiatan diatas saya juga aktif berinvestasi di Reksadana dan pasar modal lainnya yang ada di Bursa Efek Indonesia sejak 4 tahun yang lalu.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman sekaligus tips dan strategi berinvestasi yang sering di gunakan para investor. Yuk langsung saja simak pembahasannya.

1. Lump Sum

Strategi investasi Lump Sum adalah menginvestasikan seluruh dana di awal, yang kemudian tidak menginvestasikan dana sama sekali pada waktu berikutnya. Jadi jika kamu memiliki uang Rp 10 juta, maka kamu investasikan seluruh uang Rp 10 juta tersebut. Kemudian kamu tidak menambahkan lagi dana investasi. Jika membeli reksa dana pada saat yang tepat (harga murah atau harga diskon), kamu akan berpotensi mendapatkan keuntungan yang besar. Strategi ini memiliki kelemahan jika kamu salah memilih waktu pembelian (misal saat harga masih sangat tinggi atau pasar dalam kondisi crash).

2. DollarCost Averaging(DCA)

Strategi investasi Dollar Cost Averaging (DCA) adalah investasi bertahap setiap periode tertentu (dicicil). Contoh seorang karyawan yang berinvestasi Rp 500.000 setiap bulannya di reksa dana. Strategi investasi DCA lebih cocok jika calon investor tidak memiliki modal besar di awal. Saat ini ada banyak produk reksa dana yang menawarkan fitur auto debet atau investasi secara otomatis yang memudahkan kamu untuk berinvestasi secara rutin.

Dari segi keuntungan, strategi ini bisa jadi kalah dibandingkan dengan strategi lump sum. Beberapa ahli mengatakan DCA adalah salah satu strategi dalam mendiversifikasi (waktu dan harga beli) sehingga investor diharapkan dapat memperkecil risiko.

Jumlah dana yang disetorkan dengan menggunakan strategi DCA selalu tetap, contoh Rp 500.000 per bulan. Jadi jumlah unit reksa dana yang didapat bisa jadi berbeda-beda, contoh:

Bulan April, harga reksa dana saham ABC Rp 1.000, jika Pak Ahmad Investasi sebesar Rp 500.000, maka Pak Ahmad mendapatkan Rp 500.000 / Rp 1.000 = 500 unit.

Bulan Mel, harga reksa dana saham ABC Rp 2.000, jika Pak Ahmad Investasi sebesar Rp 500.000, maka Pak Ahmad mendapatkan Rp 500.000 / Rp 2.000 = 250 unit.

Bulan Juni, harga reksa dana saham ABC Rp 750, jika Pak Ahmad Investasi sebesar Rp 500.000, maka Pak Ahmad mendapatkan Rp 500.000 / Rp 750 = 666 unit.

3.Value Cost Averaging (VCA)

Strategi investasi Value Cost Averaging (VCA) pada dasarnya mirip dengan DCA yaitu berinvestasi setiap periode tertentu. Perbedaan utama adalah jumlah dana yang disetorkan setiap bulannya. Seseorang yang menggunakan strategi VCA, telah menentukan berapa jumlah unit yang harus dibeli setiap bulannya. Contoh Pak Ahmad menentukan setiap bulannya membeli 500 unit, maka:

Bulan April, harga reksa dana saham ABC Rp 1.000, maka Pak Ahmad harus berinvestasi sebesar 500 unit x Rp 1.000 = Rp 500.000

Bulan Mei, harga reksa dana saham ABC Rp 2.000, maka Pak Ahmad harus berinvestasi sebesar 500 unit x Rp 2.000 = Rp 1.000.000.

4.Constant Share

Constant Share adalah startegi investasi yang sudah memiliki penghitungan dan asumsi imbal hasil investasi diawal. Dengan kata lain, investasi ini cocok untuk investor yang sudah memiliki tujuan investasi dan berpengalaman dalam menghitung hasil investasi di instrumen yang akan digunakan.

Contohnya, Pak Ahmad memiliki seorang anak berusia 10 tahun. 8 tahun lagi anak tersebut akan masuk kuliah. Pada saat masuk kuliah, Pak Ahmad harus mempersiapkan uang sebesar Rp 80.000.000. Pak Ahmad mengetahui bahwa rata-rata hasil investasi reksa dana saham adalah 15% per tahun, maka Pak Ahmad setidaknya harus berinvestasi sebesar 8.700.000 per tahun.

Kesimpulannya pilihlah strategi berinvestasi yang cocok dengan kondisimu.

Nah, kalau strategimu yang mana?

 

Artikel ini di tulis oleh agusrohman701@gmail.com pemenang promo menulis artikel tentang investasi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Ada Pertanyaan? whatsapp
Share via
Copy link
Powered by Social Snap