Invest the spare change

Bring to the table win-win survival strategies to ensure proactive domination. At the end of the day, going forward, a new normal that has evolved from generation.

  1. Bangun pagi

Banyak tokoh-tokoh sukses dunia memiliki kebiasaan bangun pagi, seperti mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Richard Branson (pendiri dan pemimpin Virgin Group), Jack Dorsey (pendiri Twitter), Ursula Burns (CEP Xerox) dan Tim Cook (CEO Apple).

Penulis dan Profesor Harvard David Maister mengatakan, “Menikmati hidup adalah suatu keberhasilan. Jika Anda tidak menikmati apa yang Anda lakukan, teman-teman di sekeliling Anda, dan kontribusi yang Anda berikan kepada masyarakat, maka itu tidak dapat dianggap sebagai keberhasilan.”

Kita semua tentu setuju sedemikian pentingnya mengamankan masa depan, salah satunya dengan berinvestasi, karena dengan investasi Anda bisa memupuk kekayaan yang nantinya dapat Anda gunakan untuk membiayai kebutuhan di masa depan. Apakah Anda sudah berinvestasi? Ataukah Anda masih mencoba menentukan pilihan investasi? Karena investasi memerlukan waktu, sebaiknya Anda memulainya sedini mungkin. Semakin lama Anda menunda, semakin sedikit waktu yang tersisa untuk mempersiapkan masa depan finansial Anda.

Mengenal Sandwich Generation

Pernahkah Anda mendengar istilah sandwich generation? Akhir-akhir ini istilah ini banyak terdengar dan dibahas karena semakin relevan bagi kaum millennial, khususnya mereka yang sudah menikah dan memiliki anak. Mari kita bahas mengenai sandwich generation dalam artikel ini. Apakah Anda salah satunya?

Apakah risiko itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Investasi tidak luput dari risiko, dan dalam investasi risiko berbanding lurus dengan potensi imbal hasil, atau dikenal dengan istilah “high risk, high return.” Artinya, jika Anda ingin potensi imbal hasil atau keuntungan investasi yang besar, Anda harus siap menanggung risiko yang tinggi. 

Tanpa terasa, tahun 2019 sudah kita lalui dan kita sudah memasuki minggu kedua di tahun 2020. Bagaimana Raizers menyikapi pergantian tahun? Apakah ada hal-hal baru atau yang berbeda yang ingin Anda lakukan untuk memperbaiki diri dan kehidupan Anda? Artikel ini mencoba menawarkan tips yang dapat Anda simak untuk meningkatkan kualitas diri Anda di tahun yang baru ini.

  1. Refleksi Diri
Tips Berhemat Zaman Now

Pernahkah Anda mendengar peribahasa “hemat pangkal kaya”? Meskipun zaman sekarang sudah canggih, peribahasa klasik ini masih berlaku dan sebaiknya tetap Anda jalankan untuk masa depan yang cerah. Simak 5 tips hemat berikut agar Anda dapat berhemat.

  1. Buat daftar keperluan

Setiap kali Anda akan berbelanja, buatlah daftar barang yang akan dibeli. Misalnya sebelum Anda berbelanja keperluan mingguan atau bulanan ke supermarket, buatlah daftar belanjaan Anda terlebih dahulu supaya tidak ada yang terlupakan dan Anda tidak membeli barang yang sebenarnya tidak Anda perlukan. Jika Anda cermati, tidak jarang Anda membeli sesuatu karena dorongan sesaat (impulse shopping) – misalnya karena produk tersebut baru, kemasannya menarik, atau ada tawaran diskon, dan sebagainya. Daftar belanjaan membantu Anda menjaga disiplin agar Anda tidak terjerat pada fenomena impulse shopping.

Lebih baik lagi jika kemudian Anda mencocokkan pembelanjaan Anda dengan daftar belanja Anda setiap kali Anda selesai belanja. Selain untuk memantau berapa besar pengeluaran Anda, jika ternyata Anda melakukan impulse shopping, Anda juga dapat mengingatkan Anda sendiri untuk lebih disiplin di sesi belanja berikutnya.

  1. Kurangi/hindari jajan

Pernahkah Anda mendengar istilah latte factor? Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh David Bach, penulis buku Finish Rich sekaligus motivator keuangan dari Amerika Serikat. Latte factor mengacu pada kebiasaan kecil tapi rutin yang menghabiskan penghasilan. Istilah ’latte’ ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengkritik kebiasaan masyarakat kota besar yang kerap menghabiskan waktu dan uang untuk jajan kopi susu (coffee latte).

Share via
Copy link
Powered by Social Snap