Invest the spare change

Bring to the table win-win survival strategies to ensure proactive domination. At the end of the day, going forward, a new normal that has evolved from generation.

Pasar saham kembali menguat dalam sepekan terakhir. IHSG kembali menguat 0,50% dan walaupun LQ45 melemah sedikit 0,86% dalam seminggu terakhir. IHSG masih menguat dalam seminggu terakhir dengan arus dana investor asing yang masih terus masuk ke pasar modal. Arus dana asing masuk sebesar Rp4,6 triliun ke pasar saham.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Dari sisi obligasi, yield obligasi Pemerintah 10 tahun turun tipis sebesar 7bps dalam sepekan terakhir. Pasar obligasi kembali meneruskan penguatan yield dengan arus dana asing yang juga masuk ke pasar obligasi sebesar Rp21,1 triliun dalam sepekan terakhir.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Raizers sering mendengar dalam obrolan investasi bahwa inflasi dapat menggerus nilai investasi dari waktu ke waktu. Penjelasan inflasi secara singkat seperti ini:

 

Secara singkat, inflasi adalah kenaikan harga dalam jangka waktu panjang. Walaupun harga barang dan jasa meningkat seiring dengan waktu, belum tentu pendapatan masyarakat meningkat setara dengan kenaikan tingkat inflasi. Lalu, bagaimana cara Raizers dapat menangani inflasi? Berinvestasi melalui Reksa Dana Saham.

Kenapa Reksa Dana Saham? Reksa Dana Saham dapat memberikan imbal hasil yang tinggi dalam jangka waktu panjang. IHSG sudah menyentuh level 6.000 dan dengan beberapa katalis positif seperti arus dana asing yang terus masuk dan program vaksinasi untuk usia 18 tahun – 49 tahun yang gencar dengan harapan dapat memulihkan perekonomian pada 2H-201, sehingga saat yang tepat untuk masuk ke Reksa Dana Saham.

PRODUK PERFORMA 1 MINGGU PERFORMA (30 DECEMBER 2020 – 11 JUNI 2021)
IHSG 0,50% 1,95%
LQ45 -0,86% -3,56%
Yield SUN 10 tahun -7bps 47bps
PASAR UANG
Avrist Likuid Fund 0,06% 1,74%
Manulife Dana Kas Syariah 0,05% 1,31%
PENDAPATAN TETAP
Avrist Bond Fund 0,62% 0,40%
Manulife Syariah Sukuk Indonesia 0,12% -0,30%
SAHAM    
Avrist Indeks LQ45 -0,17% -2,25%

 

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Siapa sih yang tidak kenal dengan #ARAIZAN?

Untuk yang belum tahu, #ARAIZAN adalah acara arisan mingguan di Raiz yang berbagi BONUS INVESTASI.

Kata #ARAIZAN ini sering di bahas di Pojok Raiz, dimana Raizers saling mengajak Raizers lain untuk berinvestasi demi mencapai target mingguan agar Bonus Investasi dapat di undi.

Sudah 4 minggu berjalanan dan lebih dari 1.500 Raizers telah ikutan undian mingguan Raiz yang berhadiah BONUS INVESTASI.

Khusus minggu ini Raiz akan berbagi total Bonus Investasi senilai Rp250.000 kepda 10 Raizers yang terpilih secara acak.

Undian #ARAIZAN minggu ini akan diadakan ketika Raiz telah mendapatkan 1.000 Raizers yang telah berinvestasi dari Senin sampai Hari Minggu.

Cara Daftar dan Ikutan #ARAIZAN

  1.  Memliki saldo minimal: Rp10.000
  2.  Melakukan 1x investasi dari Senin sampai Minggu

Syarat dan Ketentuan:

  1. Lakukan minimal 1 kali transaksi dalam waktu 1 minggu ini.
  2. Tim Raiz akan mengumumkan pemenang setiap hari Senin pada minggu berikutnya.
  3. Seperti layaknya arisan, apabila tidak tercapainya 1000 Raizers yang ikutan di arisan minggu tersebut, maka hadiah tidak dapat diundi.
  4. Bonus Investasi akan diproses dalam waktu 2 hari kerja.
  5. Pemilihan pemenang bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.

Jangan lupa, banyak sekali Raizers berdiskusi tentang seputar dunia Investasi di grup resmi Telegram Raiz: Pojok Raiz (t.me/pojokraiz)

Apakah Perbedaan Investasi Aktif dan Pasif?

 Apakah kamu pernah mendengar tentang Investasi Aktif dan Pasif? Apabila kamu termasuk investor pemula, mungkin kamu tidak yakin akan perbedaan antara keduanya, atau bagaimana cara strategi investasi tersebut bekerja.

Kami di Raiz siap membantu kamu untuk memahami tentang Investasi Aktif dan Pasif. Kami mengerti bahwa banyak sekali konsep terkait dengan pasar keuangan dan memahami semuanya bisa menjadi rumit. Akan tetapi, dasar tentang Investasi Aktif dan Pasif sebagai berikut.

Investasi Aktif

Singkatnya, strategi Investasi Aktif dijalankan oleh manajer portofolio yang ahli dalam mengambil keputusan investasi untuk memanfaatkan fluktuasi harga di pasar keuangan.

Investor aktif akan mencoba untuk mengalahkan pengembalian indeks yang terkait – umumnya dikenal sebagai tolok ukurnya. Indeks, misalnya IHSG (Indeks Saham Harga Gabungan), berisi perusahaan-perusahaan yang sahamnya dibeli dan dijual oleh Reksa Dana. Dengan gaya investasi ini, manajer memilih saham untuk dibeli kemudian membandingkan imbal hasil Reksa Dana dengan tolok ukurnya.

Manfaat dari gaya investasi ini termasuk potensi keuntungan dan imbal hasil yang lebih besar daripada pasar dan Reksa Dana Indeks dan kontrol yang lebih besar atas investasi di Reksa Dana. Walaupun demikian, strategi ini juga akan menimbulkan biaya dan pengeluaran Manajer Investasi yang lebih tinggi dibandingkan investasi lainnya. Selain itu, strategi ini juga berpotensi membuat kinerja Reksa Dana dibawah tolok ukur yang disebabkan oleh pemilihan saham yang kurang optimal.

Investasi Pasif

Investasi Pasif adalah strategi yang sangat berbeda dengan Investasi Aktif. Contoh umum dari Investasi Pasif adalah Reksa Dana Indeks yang berinvestasi di perusahaan besar yang termasuk dalam IHSG atau LQ45 (silahkan membaca blog “Mengenal Lebih Jauh Indeks LQ45.”)

Kata hari ini: Reksa Dana Indeks – salah satu jenis Reksa Dana yang kinerjanya mengacu pada indeks tertentu, bisa indeks saham bisa juga indeks obligasi. Karena komposisinya mirip atau bahkan persis dengan indeks acuan, imbal hasil Reksa Dana tentu aka mirip dengan indeks acuannya. Cara ini dikenal dengan passive management strategy. Pengelolaan secara pasif menghasilkan efisiensi biaya karena Manajer Investasi tidak memerlukan analis saham yang banyak untuk menganalisa perusahaan.

Di applikasi Raiz, Raizers yang tertarik ingin berinvestasi di saham, bisa memilih Avrist Indeks LQ45. Reksa Dana ini termasuk jenis Reksa Dana Indeks karena seluruh saham yang ada di Avrist Indeks LQ45 adalah saham-saham yang ada di Indeks LQ45. Secara performa, kinerja Reksa Dana mirip dengan return dari Indeks LQ45 (bisa kita lihat di tabel bawah ini):

Kinerja Reksa Dana (%)
1 Bln 3 Bln 6 Bln YTD 1 Thn 3 Thn 5 Thn SP*
Avrist Indeks LQ45 (0.37) (1.30) 13.57 (3.84) 26.76 n/a n/a (7.63)
Tolok Ukur (1.00) (2.00) 13.06 (4.40) 25.24 n/a n/a (10.09)
*Sejak Peluncuran

Beberapa keuntungan dari Investasi Pasif adalah pengurangan biaya Manajer Investasi dan diversifikasi yang datang dari Reksa Dana Indeks. Warren Buffet, legenda investor aktif sepanjang masa menganjurkan untuk Investasi Pasif atas dasar bahwa Investasi Aktif dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan dengan cepat , seringkali Manajer Investasi yang dihargai dengan remunerasi tinggi, bukan investor.

Strategi Investasi Manakah yang Cocok?

Apapun yang berkaitan dengan investasi, kamu perlu membuat keputusan yang tepat untuk kebutuhan dan keadaan keuangan kamu. Dengan kata lain, kamu perlu memahami risiko profil kamu sebelum memulai berinvestasi.

Untuk Raizers yang merupakan investor pemula, Investasi Pasif seperti Reksa Dana Indeks yang ada pada aplikasi Raiz adalah Reksa Dana yang cocok bagi investor yang ingin berinvestasi di saham tetapi tidak ingin memiliki volatilitas setinggi Investasi Aktif.

Pasar saham kembali menguat dalam sepekan terakhir. IHSG kembali menguat 3,70% dan LQ45 naik 4,94% dalam seminggu terakhir. Sehingga, kenaikan pasar saham dalam seminggu terakhir membuat IHSG menembus level 6.000 pada awal 2H-2021.

Penguatan pasar saham dalam sepekan terakhir juga ditopang oleh dana investor asing yang kembali masuk sebesar Rp1.9 triliun dan membeli saham – saham blue chip seperti saham – saham sektor perbankan dan telekomunikasi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Dari sisi obligasi, yield obligasi Pemerintah 10 tahun turun tipis sebesar 1bps dalam sepekan terakhir. Pergerakan Rupiah yang stabil dan dana investor asing yang masih terus masuk ke pasar obligasi membuat pergerakan yield obligasi Pemerintah stabil.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

IHSG kembali berhasil menembus level 6.000 setelah seminggu terakhir menguat. Kita melihat valuasi IHSG yang sudah murah membuat investor asing tertarik untuk kembali masuk ke pasar saham Indonesia. Katalis positif lainnya dari domestik adalah program vaksinasi bagi umur 18 – 49 tahun yang telah dibuka dapat membuat roda perekonomian pulih lebih cepat.

Sehingga, ini saat yang tepat bagi Raizers yang masih mempunyai Reksa Dana Pasar Uang untuk masuk ke Reksa Dana Saham. Kita melihat propek pasar saham membaik seiring dengan pemulihan prospek perekonomian Indonesia.

Reksa Dana Saham cocok bagi Raizers yang mempunyai tujuan Investasi jangka panjang.

PRODUK PERFORMA 1 MINGGU PERFORMA (30 DECEMBER 2020 – 4 JUNI 2021)
IHSG 3,70% 1,44%
LQ45 4,94% -2,72%
Yield SUN 10 tahun -1bps 54bps
PASAR UANG
Avrist Likuid Fund 0,06% 1,69%
Manulife Dana Kas Syariah 0,05% 1,26%
PENDAPATAN TETAP
Avrist Bond Fund 0,32% -0,21%
Manulife Syariah Sukuk Indonesia 0,20% -0,42%
SAHAM    
Avrist Indeks LQ45 4,89% -2,09%

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Mengenal Lebih Jauh Indeks LQ45

Bagi teman-teman Raizers yang memilih portofolio agresif mungkin belum terlalu kenal dengan Indeks LQ45 (LQ45) dan perbedaannya dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pertama, mari kita lihat pergerakan IHSG dan LQ45 di bawah ini.

Kalau kita lihat pergerakan harga IHSG dan LQ45 di periode yang sama, terlihat bahwa LQ45 turun lebih dalam dibandingkan IHSG. Wah, kenapa volatilitas LQ45 lebih besar dibandingkan IHSG ya? Mari kita bahas.

Indeks LQ45 (LQ45) adalah indeks mengukur pergerakan harga 45 saham dan mempunyai kapitalisasi market yang besar, likuiditas saham yang tinggi dan fundamental perusahaan yang bagus. Sementara, IHSG adalah indeks yang mengukur harga semua saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (total 720 saham).

Dengan kata lain, LQ45 hanya berisikan saham-saham blue chips sedangkan IHSG berisikan saham-saham yang terdiri dari Small Caps, Medium Caps, dan Big Caps.

Perbedaan lainnya antara LQ45 dan IHSG adalah konstituen LQ45 akan mengalami revisi setiap 3 bulan sekali: revisi besar di bulan Januari dan Juli sementara revisi kecil di bulan April dan Oktober. Artinya, setiap 3 bulan sekali akan ada saham yang keluar dan masuk tergantung penghitungan kriteria dari Bursa Efek Indonesia.

Bagaiman dengan sektor-sektor yang ada di IHSG dan LQ45? Apakah bobotnya berbeda antara sektor-sektor IHSG dan LQ45?

LQ45 Weighting (%) IHSG Weighting (%)
Finance 41.90 Finance 37.00
Infrastructure 16.17 Consumer 13.50
Basic Industry 11.12 Trading 10.85
Consumer 9.52 Basic Industry 10.53
Miscellaneous 6.86 Infrastructure 10.37
Mining 6.22 Mining 6.49
Trading 5.25 Property 4.65
Property 2.96 Miscellaneous 4.44
Agriculture 1.22

Kalau kita lihat dari weighting per sektor antara IHSG dan LQ45 terlihat jelas bahwa sektor finansial mempunyai weighting yang lebih tinggi untuk LQ45 dibandingkan dengan IHSG. Sehingga, penggerak LQ45 banyak dari saham-saham perbankan. Dua sektor lainnya yang mempunyai peran penting dalam pergerakan LQ45 adalah sektor infrastruktur dan basic industry.

Selain dari bobot, terdapat juga perbedaan jumlah sektor antara IHSG dan LQ45 yaitu 9 sektor untuk IHSG dan 8 sektor di LQ45.

Kesimpulan: pergerakan Indeks LQ45 akan lebih volatile dibandingkan dengan IHSG karena:

  1. Indeks LQ45 hanya berisi saham-saham blue chips
  2. Adanya revisi setiap 3 bulan untuk evaluasi konstituen LQ45
  3. Bobot terbesar LQ45 berada pada sektor finansial, terutama saham-saham perbankan

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Pasar saham dalam seminggu terakhir berhasil menguat. IHSG ditutup menguat 1,31% dan LQ45 juga ditutup menguat 0,97% dalam seminggu terakhir. Pasa saham menguat selama seminggu terakhir disebabkan oleh dana asing yang kembali masuk ke pasar saham sebesar Rp1,9 triliun dalam seminggu terakhir.

Pada pertemuan Bank Indonesia minggu lalu, Bank Indonesia tetap mempertahankan 7D-RRR di level 3,50%. Dengan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya, nilai tukar Rupiah stabil di level Rp14.200 – Rp14.300 pada seminggu terakhir.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Dari sisi obligasi, yield obligasi Pemerintah 10 tahun turun tipis sebesar 2bps dalam sepekan terakhir. Pergerakan Rupiah yang stabil dan Bank Indonesia yang mempertahakan suku bunga acuannya di 3,50% membuat yield turun tipis.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Dari hasil riset, hanya 9,3% orang di Indonesia yang sudah memiliki dana darurat di masa tua. Angka tersebut terbilang sangat kecil karena orang Indonesia lebih memilih untuk spending dibandingkan dengan savings. Jarang ada orang Indonesia yang memiliki tambahan dana darurat di masa tua diluar yang di tanggung oleh Pemerintah. 

Pemerintah hanya menanggung 2 bagian bawah, dimana bagian tersebut hanya mencakup 30% dari total pendapatan kita saat ini. Sehingga, perlu dibutuhkan tambahan dana darurat di luar yang ditanggung oleh Pemerintah karena dana darurat akan dibutuhkan seumur hidup.

Kita melihat dana darurat dapat ditabung melalui Reksa Dana:

  1. Dana darurat untuk kebutuhan mendadak dapat ditabung melalui Reksa Dana Pasar Uang supaya dapat dicairkan kapan saja ketika ada kebutuhan;
  2. Dana darurat untuk masa tua dapat ditabung melaui Reksa Dana Pendapatan Tetap atau Reksa Dana Saham karena dana tersebut akan digunakan ketika memasuki masa tua/pensiun.
PRODUK PERFORMA 1 MINGGU PERFORMA (30 DECEMBER 2020 – 21 MEI 2021)
IHSG 1,31% -2,18%
LQ45 0,97% -7,30%
Yield SUN 10 tahun -2bps 55bps
PASAR UANG
Avrist Likuid Fund 0,06% 1,62%
Manulife Dana Kas Syariah 0,04% 1,21%
PENDAPATAN TETAP
Avrist Bond Fund 0,21% -0,53%
Manulife Syariah Sukuk Indonesia 0,24% -0,62%
SAHAM    
Avrist Indeks LQ45 0,94% -6,65%

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Mengenal Istilah dan Arti Kata Umum Investasi

Apakah teman-teman Raizers investor pemula atau ingin mengetahui seberapa jauh pengetahuan kalian terkait investasi? Di bawah ini adalah beberapa kata-kata umum yang biasanya disebutkan dalam dunia investasi.

  1. Reksa Dana

Produk investasi yang dihasilkan dari Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang ditandatangani oleh Manajer Investasi (MI) dan Bank Kustodian (BK). Dalam KIK, BK dan MI sepakat untuk melakukan penghimpunan dan pengelolaan dana dari masyarakat dalam bentuk reksa dana.

  1. IHSG

Indeks Saham Gabungan adalah indeks yang mengukur harga seluruh saham yang melantai pada Bursa Efek Indonesia dengan total 270 saham. Dengan kata lain, IHSG merupakan indeks yang terdiri dari saham-saham Big Caps, Medium Caps, dan Small Caps.

  1. Aturan 20/30/50

Aturan yang biasanya digunakan sebagai acuan untuk mengalokasikan dana atau gaji supaya tidak habis secara sia-sia. Alokasi secara umum adalah sebagai berikut: 20% keperluan pribadi, 30% investasi, dan 50% keperluan rumah tangga.

  1. Diversifikasi

“Don’t put your egg in one basket.” Diversifikasi merupakan salah satu strategi investasi yang sering digunakan dengan cara menginvestasikan ke beberapa jenis investasi untuk mengurangi risiko pasar.

  1. Basis Points

1 basis points = 0,01%; sehingga 100 basis points = 1%.

  1. Aset

Segala sesuatu yang mempunyai nilai: uang kas, saham, mobil, tanah, rumha, termasuk juga piutang yang belum terbayarkan.

  1. Dividend

Uang yang dibayarkan oleh Perusahaan kepada pemegang saham dan uang tersebut dibayarkan dari laba bersih Perusahaan tersebut.

  1. Volatilitas

Indikator yang digunakan investor untuk mengukur risiko pasar karena dapat membuat harga suatu aset berubah, naik atau turun.

  1. Likuiditas

Kemampuan pasar untuk menyerap pembelian atau penjualan suatu aset tanpa menyebabkan perubahan harga aset yang signifikan.

  1. DCA (Dollar Cost Averaging)

Strategi investasi yang menginvestasikan sejumlah uang secara berkala dan rutin. Dengan strategi ini, investor bisa menginvestasikan uangnya lebih banyak Ketika kondisi pasar sedang turun dan lebih sedikit ketika pasar sedang naik.

  1. Compounding

Metode yang dapat menghasilkan pendapatan dari pendapatan sebelumnya ketika diinvestasikan kembali. Contoh: ketika dividend yang didapat diinvestasikan kembali ke dalam unit reksa dana.

Akan sangat menyenangkan bagi semua investor apabila tidak ada risiko yang terasosiasi dengan investasi, akan tetapi semua jenis investasi, termasuk investasi reksa dana, mempunyai risiko. Risiko pergerakan pasar dan risiko lainnya dapat menyebabkan investasi dapat bergerak naik maupun turun. Untuk lebih mengetahui risiko investasi di reksa dana, silahkan membaca blog “Mengenal Risiko Investasi Reksa Dana.

Disclaimer

Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Pasar saham dalam seminggu terakhir kembali mengalami tekanan jual. IHSG ditutup melemah 2,78% dan LQ juga ditutup melemah 3,44% dalam seminggu terakhir. Tekanan jual yang masih terjadi di pasar saham dikarenakan kekhawatiran investor akan meningkatnya kasus positif COVID-19 setelah libur Lebaran.

Kendati demikian, ada sentimen positif bagi pasar saham:

  1. Neraca perdagangan yang surplus di bulan April sebesar USD2,2 miliar disebabkan oleh harga komoditas yang masih naik dari tahun lalu dan berpotensi membuat CAD pada 2Q-2021 positif

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Dari sisi obligasi, yield obligasi Pemerintah 10 tahun meningkat 3bps selama sepekan terakhir ditopang oleh pergerakan nilai tukar Rupiah yang menguat walaupun investor asing mulai keluar dari pasar obligasi.

Sumber: Bloomberg, Raiz Invest Indonesia

Dengan pasar saham yang masih mengalami tekanan jual, banyak investor beralih kepada aset kripto karena dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dalam waktu yang singkat. Walaupun demikian, banyak dari investor pemula yang masuk ke pasar kripto tanpa belajar terlebih dahulu; sehingga, banyak yang mengalami kerugian dalam jumlah yang besar. Perlu Raizers ingat bahwa volatilitas aset kripto lebih tinggi dibandingkan dengan pasar saham.

Sumber: Indodax, Raiz Invest Indonesia

Raizers perlu mengingat bahwa Investasi aset krito benar-benar harus menggunakan “uang dingin” sehingga apabila mengalami kerugian tidak akan mengganggu arus kas. Bagaimana caranya?

  1. “Uang Panas” Raizers lebih baik diinvestasikan ke dalam Reksa Dana Pasar Uang; sehingga, apabila dana tersebut dapat dicairkan kapan saja apabila ada kebutuhan yang mendesak;
  2. “Uang Hangat” dapat diinvestasikan ke dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap atau Reksa Dana Saham yang fungsinya sebagai tabungan atau Investasi jangka panjang;
  3. Apabila Raizers ingin berinvestasi ke dalam aset kripto, Raizers harus menggunakan “Uang Dingin” yang didapat dari imbal hasil dari Reksa Dana Pasar Uang (contoh: Raizers berinvestasi Rp100.000 setiap bulannya ke Reksa Dana Pasar Uang dan mendapatkan imbal hasil Rp1.200.000 setelah satu tahun. Imbal hasil Rp200.000 itulah yang bisa diinvestasikan ke aset kripto).

Aset kripto memang menarik karena dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dalam waktu yang singkat. Namun, Raizers perlu belajar terlebih dahulu dan memahami tingkat volatilitas aset kripto sebelum berinvestasi. Dan yang lebih penting, belilah aset kripto menggunakan “Uang Dingin.”

PRODUK PERFORMA 1 MINGGU PERFORMA (30 DECEMBER 2020 – 21 MEI 2021)
IHSG -2,78% -3,44%
LQ45 -2,79% -8,19%
Yield SUN 10 tahun 3bps 58bps
PASAR UANG
Avrist Likuid Fund 0,09% 1,56%
Manulife Dana Kas Syariah 0,07% 1,16%
PENDAPATAN TETAP
Avrist Bond Fund -0,01% -0,73%
Manulife Syariah Sukuk Indonesia -0,01% -0,86%
SAHAM    
Avrist Indeks LQ45 -2,81% -7,53%

Sumber: Infovesta, Raiz Invest Indonesia

DISCLAIMER


Pendapat yang diungkapkan dalam artikel adalah untuk tujuan informasi umum saja dan tidak dimaksudkan untuk memberikan saran atau rekomendasi khusus untuk individu atau produk keamanan atau investasi tertentu. Ini hanya dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang industri keuangan. Pandangan yang tercermin dalam konten dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Seluruh data kinerja dan return investasi yang tertera di artikel ini tidak dapat digunakan sebagai dasar jaminan perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Siapa sih yang tidak mau Bonus Investasi setiap minggu?

Raiz ingin mengajakmu ikutan #ARAIZAN, berinvestasi sekali dalam seminggu untuk mendapatkan BONUS INVESTASI Rp25.000.

Apa itu #ARAIZAN?

#ARAIZAN adalah acara arisan mingguan di Raiz dengan mengajak Raizers untuk bersama-sama berinvestasi. Target Araizan adalah minimal 100 Raizers untuk berinvestasi dalam seminggu.

Apabila tercapai target 100 Raizer berinvestasi dalam satu minggu tersebut, Raiz akan memberikan BONUS INVESTASI senilai Rp25.000 masing-masing untuk 4 Raizers yang terpilih secara acak.

#ARAIZAN akan diadakan setiap minggu dari hari senin sampai hari minggu. Apabila kamu belum beruntung terpilih mendapatkan bonus investasi, jangan khawatir kamu masih berkesempatan untuk memenangkan BONUS INVESTASI di minggu berikutnya. Pengumuman pemenang akan Raiz info setiap hari Senin.

Cara Daftar untuk Ikutan ARAIZAN:

  1. Memiliki Akun Raiz dan saldo minimal Rp10.000
  2. Buka email kamu untuk klik tombol daftar yang ada di email pendaftaran #ARAIZAN 

Syarat dan Ketentuan:

  1. Lakukan minimal 1 kali transaksi dalam waktu 1 minggu ini.
  2. Tim Raiz akan mengumumkan pemenang setiap hari Senin pada minggu berikutnya.
  3. Seperti layaknya arisan, apabila tidak tercapainya 100 Raizers yang ikutan di arisan minggu tersebut, maka hadiah tidak dapat diundi.
  4. Bonus Investasi akan diproses dalam waktu 2 hari kerja.
  5. Pemilihan pemenang bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.
Ada Pertanyaan? whatsapp